energi matahari - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/energi-matahari/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 24 Mar 2021 04:12:23 +0000 id hourly 1 Desolenator, Revolusi Pemurnian Air dengan Energi Matahari https://www.greeners.co/ide-inovasi/desolenator/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desolenator https://www.greeners.co/ide-inovasi/desolenator/#respond Wed, 24 Mar 2021 12:00:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32142 Sebagian besar pabrik desalinasi dijalankan dengan menggunakan bahan bakar fosil. Kok bisa Desolenator pakai energi matahari?]]>

Memperingati Hari Air Sedunia, yuk kita intip Desolenator, sebuah inovasi pemurnian air, desalinasi, menggunakan tenaga surya. Baca selengkapnya di bawah ini, yah!

22 Maret yang merupakan Hari Air Sedunia, menjadi peringatan bagi kita untuk fokus pada pentingnya air; memikirkan cara untuk mengurangi banjir, kekeringan, dan kontaminasi air.

Hari air sedunia juga menyadarkan kita tentang 2,1 miliar orang yag hidup tanpa akses air bersih. Belum lagi perubahan iklim dan populasi berlebih yang akan membuat krisis air semakin menjadi-jadi.

Salah satu opsi yang menjadi solusi akan water stress ini adalah pabrik desalinasi, di mana air asin diubah menjadi air minum. Namun, menjalankannya butuh banyak energi; dan sebagian besar dijalankan dengan menggunakan bahan bakar fosil.

Akhirnya, cara yang seharusnya menjadi jalan keluar, malah makin menyebabkan kekeringan dan kekurangan air, serta butuh biaya yang relatif mahal dalam operasinya.

Berawal dari Keresahan akan Krisis Air Bersih

William Janssen, CEO Desolenator; menjalani kariernya di daerah yang langka air. Salah satunya adalah Abu Dhabi, yang menjadi rumah bagi pabrik desalinasi terbesar di dunia.

Hampir semua produksi air minum melewati proses di pabrik desalinasi. Ini memicu keinginannya untuk menemukan cara yang lebih berkelanjutan untuk menghasilkan air minum. Ia akhirnya membentuk prototipe Desolenator pada tahun 2012.

Desolenator adalah unit desalinasi mobile off-grid dengan panel surya. Perangkat ini dapat memurnikan air dari jenis sumber yang berbeda – termasuk air hujan dan air laut – yang sepenuhnya bebas emisi. Tidak memerlukan filter, membran atau bahan kimia apa pun; serta dapat menghasilkan sekitar 15 liter air suling per hari.

desolenator

William Janssen, CEO Desolenator; menjalani kariernya di daerah yang langka air. Salah satunya adalah Abu Dhabi, yang menjadi rumah bagi pabrik desalinasi terbesar di dunia. Foto: Desolenator.

Pengoptimalan Konversi Energi Matahari dengan Desolenator

Panel surya normal biasanya memiliki efisiensi sekitar 15 persen, yang berarti sisa energi matahari yang mereka terima terbuang sebagai panas. Desolenator menggunakan sistem paten yang menggabungkan energi panas limbah dengan energi listrik yang panel hasilkan; lalu digunakan untuk merebus air.

Hasil uap air tersebut kemudian dikondensasikan dalam penukar panas internal yang menghasilkan air minum bersih. Panas yang tersisa diumpankan kembali ke sistem dalam siklus berkelanjutan yang membantu menjaga produksi tetap berjalan tanpa henti. Teknologi fotovoltaik-termal ini mengoptimalkan konversi energi matahari sampai kurang lebih 60 persen.

desolenator

Desolenator menggunakan sistem paten yang menggabungkan energi panas limbah dengan energi listrik yang panel hasilkan; lalu digunakan untuk merebus air. Foto: Desolenator.

Membantu Akses Air Bersih

Janssen mengharapkan solusinya dapat membantu orang-orang yang kesulitan akan akses air bersih; mulai dari negara-negara yang tidak mampu secara biaya dalam mengadakan fasilitas terkait air ke komunitas lokal, sampai orang-orang yang tinggal di pelosok; yang tidak bisa lagi mengandalkan jaringan air nasional.

“Perangkat lain menghasilkan lebih banyak air, tetapi harganya jauh lebih mahal, dan membutuhkan bahan habis pakai,” kata Janssen kepada Fastcompany.

Air adalah tantangan sumber daya terbesar, sekaligus memiliki banyak peluang dalam pengembangannya. Penyediaan dan konsumsi air secara langsung berdampak pada respons kita terhadap perubahan iklim, pelestarian laut, bahkan migrasi masyarakat.

Peningkatan efisiensi air melalui daur ulang air di tempat juga memungkinkan ketahanan pangan untuk masyarakat lokal. Ini berkaitan dengan kesuburan tanah pertanian.

Mengurangi Konsumsi Botol Plastik

Desolenator juga secara tidak langsung berpengaruh untuk mengurangi penggunaan botol plastik. 240 miliar botol plastik yang terjual setiap tahunnya akan tergantikan karena dekatnya produksi air yang berkelanjutan.

Selain itu perangkat ini juga mengurangi emisi dari transportasi, karena tidak perlu mengambil air bersih dari tempat yang jauh.

desolenator

240 miliar botol plastik yang terjual setiap tahunnya akan tergantikan karena dekatnya produksi air yang berkelanjutan. Foto: Desolenator.

Baca juga: SunToWater, Unit Penghasil Air Minum dari Udara

Fitur Desolenator yang Bervariasi

Perusahaan ini menyatakan, perangkat tersebut memiliki umur 20 tahun dan hanya membutuhkan perawatan minimal. Di dalamnya terdapat komputer kecil yang memungkinkan pembayaran mikro seluler (bayar per penggunaan), pemantauan jarak jauh, dan analitik data.

Berbasis di London dan Belanda, Desolenator telah memenangkan sejumlah penghargaan dan menerima investasi dari beberapa perusahaan. Saat ini, pengaplikasian Desolenator sudah mencakup penggunaan dalam lingkup rumah tangga hingga industri khusus.

Teknologi seperti ini dapat menawarkan cara yang benar-benar berkelanjutan untuk menanggapi krisis air global yang semakin meningkat, di mana makin banyak orang tidak bisa lagi bergantung pada jaringan air nasional.

Inovasi ini adalah bagian dari gerakan yang lebih besar menuju teknologi yang menggabungkan energi terbarukan dan pasokan air dalam sistem yang sepenuhnya berkelanjutan, seperti sistem irigasi bertenaga surya dan perangkat yang memurnikan air menggunakan tenaga matahari; dan memberi tahu Anda kapan air itu aman untuk diminum.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Website Desolenator

Reset

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/desolenator/feed/ 0
Tidak Sekedar Pintar, Rumah Ini Juga Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-sekedar-pintar-rumah-ini-juga-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tidak-sekedar-pintar-rumah-ini-juga-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-sekedar-pintar-rumah-ini-juga-ramah-lingkungan/#respond Fri, 11 Dec 2020 08:00:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=30462 Saat ini mulai banyak bermunculan istilah sistem rumah pintar atau smart home system pada iklan produk gawai dan properti.  Sistem ini memungkinkan Anda mengendalikan barang atau perabot yang ada di […]]]>

Saat ini mulai banyak bermunculan istilah sistem rumah pintar atau smart home system pada iklan produk gawai dan properti.  Sistem ini memungkinkan Anda mengendalikan barang atau perabot yang ada di rumah dengan hanya menggunakan ponsel pintar atau gawai lainnya. Mulai dari pengaturan cahaya, televisi, pintu rumah, pengeras suara, sampai mesin cuci, semua bisa Anda lakukan. Dvele, adalah salah satu bisnis properti yang memasarkan rumah pintar. Tak hanya modern, ia juga mengusung keberlanjutan.

Rumah Pintar Dvele Mengandalkan Energi Matahari

Perusahaan California, Dvele, mendesain rumah prefabrikasi. Rumah ini mengandalkan energi matahari sebagai satu-satunya pembangkit listrik dengan menggunakan rangkaian panel surya untuk menghasilkan energi listrik sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan bagi penghuninya untuk berhenti mengandalkan jaringan listrik yang sudah kuno.

Dvele (dalam bahasa Norwegia yang berarti tempat tinggal), telah menjual rumah prefabrikasi sejak 2017 di San Diego. Baru-baru ini semua model rumah Dvele beralih jadi ‘bertenaga sendiri’. Rumah ini bertujuan sebagai solusi untuk mengatasi perubahan iklim dan jaringan listrik yang tahan lama.

Devel menawarkan 11 desain hunian, mulai dari rumah mungil, hingga hunian dengan empat kamar tidur. Rumahnya bergaya modern dengan atap datar dan sedikit ornamen. Tata letaknya bisa Anda sesuaikan berdasarkan kebutuhan, dengan biaya awal $ 190.000.

Semua sistemnya bertenaga listrik. Desain barunya lengkap dengan 28 panel surya yang dapat menghasilkan setidaknya 6.400 kilowatt jam per tahun untuk bangunannya di California. Energi yang terserap tidak langsung digunakan, dapat disimpan di baterai.

Rumah pintar Dvele mampu memanfaatkan energi surya dan sistem cadangan baterai untuk membuat rumahnya tidak bergantung pada jaringan listrik lama sama sekali. Ini juga berkaitan dengan bebas dari pemadaman listrik jangka panjang, serta penghematan finansial yang signifikan.

Salah satu pendiri dan CEO Dvele, Kurt Goodjohn, menyatakan bahwa rumah bertenaga sendiri, seperti yang ditawarkan oleh Dvele, membantu mengatasi masalah jaringan listrik kuno, yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun atau miliaran dolar untuk perbaikannya.

rumah pintar dvele

Rumah pintar Dvele manfaatkan listrik tenaga surya. Foto: Dvele.

Aturan Bangunan California

Desain baru ini bertepatan dengan kode bangunan California yang mengharuskan pembangunan rumah baru disertai dengan panel fotovoltaik (kemampuan menghasilkan arus atau tegangan listrik ketika terpapar energi sinar atau radiasi elektromagnetik lain). Amanat ini sah pada 2018 dan mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

Selain mampu menghasilkan dan menyimpan energi, Dvele juga menyatakan bahwa rancangan rumahnya bertujuan untuk mengurangi penggunaan listrik. Pengelolaan yang efisien bagi energi listrik di dalam rumah ini mendukung penghematan energi dari Dvele.

Baca juga: Unik, Rumah Mini Ini dari Pipa Beton Bekas

Fitur lain dari Rumah Pintar Dvele

Fitur utama lainnya dari rumah Dvele adalah dindingnya. Temboknya terbuat dari kayu lapis struktural dan isolasi berkinerja tinggi dengan nilai-R 16 untuk ketahanan gempa. Rumah ini juga terdiri dari penghalang udara dan cuaca yang menutup tiap bukaan. Atapnya menggunakan panel terisolasi struktural atau Structural Insulated Panel (SIP). Panel ini adalah salah satu jenis yang paling tahan lama.

Rumahnya lengkap dengan peralatan hemat energi, seperti kompor induksi dan pemanas air listrik. Fitur lainnya adalah jendelanya yang multi-paned, yang berarti sangat kuat dan dapat melindungi penghuninya dari cuaca dingin dan panas. Selain itu terdapat juga monitor di dindingnya untuk mendeteksi kelembapan dan sistem penyaringan udara dan air.

rumah pintar dvele

Kunci dari kecerdasan rumah Dvele adalah perangkat lunak DveleIQ yang membuat rumahnya tak hanya reaktif tetapi juga prediktif dan proaktif. Foto: Dvele.

Kunci dari kecerdasan rumah Dvele adalah perangkat lunak DveleIQ yang membuat rumahnya tak hanya reaktif tetapi juga prediktif dan proaktif. Sistemnya akan terus mempelajari bagaimana rutinitas dan perubahan kontrol penghuni pada rumahnya. Ini membuat sistemnya akan terus menyesuaikan penggunaan penghuninya. Perangkat ini terdiri lebih dari 200 sensor masukan langsung, sehingga semakin memangkas penggunaan energi yang tidak perlu.

Proses pembangunan ini lebih bijaksana dan berkelanjutan daripada metode konstruksi tradisional. Dvele juga membuat modul untuk bangunannya di tempat pengecoran, kemudian mengangkutnya ke lokasi. Kemudian, mereka menggunakan derek untuk mengamankan modul ke fondasi yang terbuat sebelumnya. Proses ini memakan waktu kurang dari 24 jam. Ini dapat mengurangi limbah konstruksi dan mencegah tertundanya pembangunan.

“Langkah terakhir adalah menyatukan modulnya bersamaan, menambalnya dengan dinding kering atau drywall, memasang atap, dan menghubungkan keperluan penghuni,” kata Brandon Weiss, kepala bidang inovasi Dvele.

Perusahaan ini mengatakan tujuan utamanya adalah membawa kemandirian energi bagi pemilik rumah, dan menyediakan solusi perumahan di era perubahan iklim.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Dezeen

Dvele

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/tidak-sekedar-pintar-rumah-ini-juga-ramah-lingkungan/feed/ 0
Oh, Ternyata… Energi Surya itu Bisa Diperbaharui! https://www.greeners.co/gaya-hidup/oh-ternyata-energi-surya-diperbaharui/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=oh-ternyata-energi-surya-diperbaharui https://www.greeners.co/gaya-hidup/oh-ternyata-energi-surya-diperbaharui/#respond Tue, 18 Jul 2017 12:35:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17753 Melalui buku "Oh, Ternyata... Energi Surya itu Bisa Diperbaharui!" kita akan mengetahui bahwa matahari memberikan energi yang begitu besar dan dapat kita manfaatkan.]]>

Judul: Oh, Ternyata… Energi Surya itu Bisa Diperbaharui!
Penulis: Shoji Ozawa
Alih Bahasa: Mohammad Ali
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama-M&C
Jumlah Halaman: 64 halaman
Cetakan pertama, edisi Juni 2017

Sumber daya alam yang dimilliki oleh Bumi kini sudah kian menipis karena digunakan oleh manusia secara terus-menerus. Apabila keadaan ini dibiarkan, sumber daya alam yang ada akan terkeruk habis dan planet Bumi tak lagi bisa ditinggali. Maka dari itu, kita harus mencari sumber energi lain yang tidak akan habis terkuras, sehingga Bumi tetap dapat ditinggali oleh makhluk hidup. Melalui buku Oh, Ternyata… Energi Surya itu Bisa Diperbaharui!, kita akan mengetahui bahwa matahari memberikan energi yang begitu besar dan dapat kita manfaatkan.

Buku ini merupakan buku anak bergambar yang ditulis oleh Shoji Ozawa, seorang jurnalis dan dosen dalam bidang ilmu lingkungan asal Jepang. Buku yang terdiri dari 64 halaman ini dihiasi dengan ilustrasi yang menarik dan disajikan secara full color. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan namun padat, isi buku ini dapat dipahami oleh anak-anak dengan mudah. Buku yang terbit pada bulan Juni ini juga menarik untuk dibaca oleh orang dewasa.

Dalam buku yang terdiri dari tiga bab tersebut, terdapat penjelasan mengenai apa itu energi matahari dan penggunaan energi matahari dalam kehidupan sehari-hari. Matahari memancarkan energi sebanyak 3,8 x 1023 kW (kilo watt), dan energi matahari yang masuk ke planet Bumi memiliki kekuatan sebesar 1,77 x 1014 kW. Jika 1 kW saja bisa menyalakan lampu neon berkekuatan 12 watt sebanyak 83 buah, bisa dibayangkan kan betapa besar energi yang dihasilkan oleh matahari?

Besarnya energi matahari yang terpancar ke dalam Bumi tentu saja dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia. Dalam buku ini, Shoji menjelaskan bahwa energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, pengganti baterai bagi kalkulator dan jam surya, hingga sebagai sumber energi bagi mobil bertenaga surya.

Di Jepang sendiri, energi matahari sudah dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menggerakkan solar boat. Sesungguhnya masih banyak lagi manfaat yang dapat kita peroleh dari energi matahari, mulai dari manfaat kecil hingga manfaat yang besar.

Melihat bahwa energi matahari merupakan energi yang tak akan habis terkuras, Shoji memaparkan kepada pembaca bahwa sudah seharusnya kita memanfaatkan energi matahari secara maksimal di masa depan. Dalam bagian akhir buku ini, terdapat pula bagian indeks yang dapat memudahkan pembaca untuk menemukan istilah-istilah tertentu.

Penulis: Anggi Rizky firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/oh-ternyata-energi-surya-diperbaharui/feed/ 0
6 Cara Mengambil Energi Matahari ke Dalam Rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-mengambil-energi-matahari-rumah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-cara-mengambil-energi-matahari-rumah https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-mengambil-energi-matahari-rumah/#respond Tue, 23 May 2017 11:43:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=17070 Matahari merupakan energi yang banyak disia-siakan. Bila kita dapat memanfaatkan sinar matahari, bukan saja dapat mengurangi tagihan listrik tapi juga mengurangi jejak karbon.]]>

Matahari merupakan energi yang banyak disia-siakan. Bila kita dapat memanfaatkan sinar matahari, bukan saja dapat mengurangi tagihan listrik tapi juga mengurangi jejak karbon.

Supaya matahari bisa lebih berperan dan berdaya guna di rumah, berikut ini enam cara pasif untuk memasukkan energi matahari ke dalam rumah.

energi matahari

Ilustrasi: Ist.

1. Dinding penahan panas dan unsur kayu
Di negara subtropis, dinding dan lantai yang terbuat dari bata, keramik atau beton menyimpan panas di siang hari dan melepaskannya di malam hari. Dengan cara ini mereka bisa menghemat biaya untuk pemanas di malam hari. Bagi yang tinggal di negara tropis, menambah unsur kayu di rumah dapat memberi rasa dingin di malam hari sehingga tidak perlu alat pendingin udara.

2. Jendela yang besar
Selain memaksimalkan cahaya matahari yang masuk, jendela yang besar dan terbuka akan memasukkan udara segar ke dalam rumah.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-mengambil-energi-matahari-rumah/feed/ 0
“Bunga Matahari” Penghasil Listrik dan Panas https://www.greeners.co/ide-inovasi/bunga-matahari-penghasil-listrik-dan-panas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bunga-matahari-penghasil-listrik-dan-panas https://www.greeners.co/ide-inovasi/bunga-matahari-penghasil-listrik-dan-panas/#respond Fri, 01 Jul 2016 08:34:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14144 Selayaknya bunga matahari, Solar Sunflower bergerak mengikuti sinar matahari dan mendinginkan dirinya sendiri dengan memompa air melalui saluran yang ada di dalamnya.]]>

Inovasi terbaru yang berhubungan dengan tenaga surya datang dari para peneliti Swiss yang bekerja untuk Airlight Energy dan IBM Research di Zurich. Hasil temuan mereka disebut Solar Sunflower. Seperti namanya (sunflower berarti bunga matahari), alat ini dapat bergerak mengikuti sinar matahari dan mendinginkan dirinya sendiri dengan memompa air melalui saluran yang ada di dalamnya, seperti tumbuhan.

Terlepas dari bentuknya yang indah, Solar Sunflower menggunakan beberapa teknologi inovatif lainnya. Salah satunya adalah HCPVT (sel surya dengan efisiensi yang tinggi) yang berfungsi menghasilkan listrik dan air panas. Pada dasarnya, metode ini memanfaatkan reflektor untuk memusatkan cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik.

Kemampuan alat ini memusatkan energi matahari hanya mengandalkan reflektor yang diatur sudutnya sehingga menghasilkan “5.000 matahari”. Pengujian pernah dilakukan untuk memusatkan cahaya matahari dengan alat ini, hasilnya panas yang dihasilkan bisa membuat lubang pada logam. Kemampuan Solar Sunflower mengatasi panas yang sangat tinggi inilah yang membedakannya dengan produk-produk sejenis.

Sel foto yang digunakan oleh Sunflower memiliki tempatur maksimal sebesar 105 derajat Celcius, yang sebenarnya jauh daripada temperatur yang diperlukan untuk membuat lubang pada logam. Untuk mengatasinya, Sunflower menggunakan sistem pendingin berbasis air yang dipompa ke bagian belakang sel surya tersebut sehingga meredam panas.

Yang menarik dan inovatif dari alat ini adalah air panas yang dihasilkan kemudian diubah juga menjadi sumber daya untuk menghangatkan rumah atau dialirkan pada sistem industri lainnya. Hasilnya adalah sebuah alat yang bisa memproduksi 12 kilowatt energi listrik dan 21 kilowatt energi panas.

Walaupun energi sebesar itu hanya cukup untuk dipakai beberapa rumah saja, namun teknologi ini sangat efisien. Satu-satunya kendala adalah biayanya yang sangat tinggi. Sel surya dari galiium-arsenida yang digunakan pada alat ini walaupun sangat efisien namun tidaklah murah.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/bunga-matahari-penghasil-listrik-dan-panas/feed/ 0
Memanfaatkan Energi Matahari https://www.greeners.co/ide-inovasi/memanfaatkan-energi-matahari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=memanfaatkan-energi-matahari https://www.greeners.co/ide-inovasi/memanfaatkan-energi-matahari/#respond Mon, 18 Jan 2016 11:04:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12559 Sinar matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat melimpah, khususnya di daerah tropis. Ada banyak cara untuk memanfaatkan sinar matahari. Ini diantaranya.]]>

Sinar matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat melimpah, khususnya di daerah tropis. Ada banyak cara untuk memanfaatkan sinar matahari. Situs greenlivingonline.com melansir beberapa ide menarik seputar pemanfaatan sinar matahari. Simak ulasannya berikut ini.

Ilustrasi: pixabay.com

Ilustrasi: pixabay.com

1. Mengolah Air

Program SolarBC memanfaatkan tabung atau plat datar untuk mengumpulkan panas matahari. Dengan investasi sebesar 6,800 dolar, mekanisme ini akan menyediakan 100 persen kebutuhan air panas di musim panas dan sekitar 40 persen di musim dingin.

Di negara tropis, dimana suplai air tidak aman untuk langsung diminum, sinar matahari juga dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan. Metode SODIS menawarkan cara yang sederhana dengan menyimpan air ke dalam botol plastik dan menjemurnya paling tidak selama 6 jam. Sinar ultraviolet dari matahari akan membunuh bakteri dan organisme dalam air.

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/memanfaatkan-energi-matahari/feed/ 0
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Tercepat di Afrika https://www.greeners.co/ide-inovasi/proyek-pembangkit-listrik-tenaga-surya-tercepat-di-afrika/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=proyek-pembangkit-listrik-tenaga-surya-tercepat-di-afrika https://www.greeners.co/ide-inovasi/proyek-pembangkit-listrik-tenaga-surya-tercepat-di-afrika/#respond Tue, 22 Dec 2015 09:38:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12334 Saat ini Rwanda menjadi perhatian karena keberhasilannya menjadi negara yang mampu membangun pembangkit listrik tenaga surya tercepat di benua Afrika.]]>

Rwanda mungkin lebih dikenal sebagai negara di Afrika yang pernah dikoyak perang saudara. Namun, saat ini Rwanda menjadi perhatian karena keberhasilannya menjadi negara yang mampu membangun pembangkit listrik tenaga surya tercepat di benua tersebut.

Seperti dikutip dari inhabitat.com, pembangkit tersebut terletak di bukit hijau yang terkenal, sekitar 90 kilometer sebelah timur ibukota Rwanda, Kigali. Dengan kapasitas 8,5 Megawatt, pembangkit ini memenuhi kebutuhan listrik untuk 1.400 rumah di Amerika Serikat.

Untuk daerah pedesaan seperti di Rwanda, jumlah energi yang sama bisa menghasilkan dampak yang jauh lebih luas. Namun bukan ukuran proyeknya yang membuat kritikus tercengang, tapi kecepatan konstruksinyalah yang membuat mereka terkesima. Keseluruhan proyek pembangkit listrik senilai US$24 juta dikerjakan mulai dari kontrak sampai penyambungan listrik hanya dalam satu tahun saja.

Proyek pembangkit listrik tenaga surya di Rwanda. Foto: Sameer Halai/SunFunder/Gigawatt Global

Proyek pembangkit listrik tenaga surya di Rwanda. Foto: Sameer Halai/SunFunder/Gigawatt Global

Panel surya ini dirancang dengan bentuk benua Afrika, sebuah simbol yang mengindikasikan bahwa gerakan menuju energi bersih ini tidak hanya untuk keuntungan rakyat Rwanda saja tapi juga sebagai masa depan semua orang di Afrika.

Berlawanan dengan pembangkit surya pada umumnya, dimana panel surya diam tidak bergerak, panel surya di Rwanda menggunakan komputer untuk mengontrol pergerakannya dan menempatkan panel surya tersebut pada sudut yang tepat dan dapat mengikuti pergerakan matahari. Model panel surya ini juga menghasilkan 20 persen energi lebih banyak dibanding panel surya biasa.

Rwanda merupakan negara berkembang yang bergantung pada dukungan internasional untuk membuat proyek ini menjadi kenyataan. Pemerintah Rwanda telah bekerjasama dengan Gigawatt Global, Norfund dan Scatec Solar, yang didukung oleh inisiatif Presiden Barrack Obama sebagai bagian dari program Power Africa. Konstruksi dimulai pada bulan Februari 2014 dan hanya membutuhkan waktu 5 bulan untuk penyelesaiannya. Pembangkit ini mulai beroperasi pada bulan Juli 2014.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/proyek-pembangkit-listrik-tenaga-surya-tercepat-di-afrika/feed/ 0
Panel Surya Transparan https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=panel-surya-transparan https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/#respond Wed, 16 Dec 2015 06:56:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12252 Bulan Agustus 2014, peneliti di Universitas Michigan menciptakan panel surya yang transparan. Dengan penemuan ini, jendela ataupun benda lain yang menggunakan kaca (seperti layar ponsel) menjadi panel surya.]]>

Bulan Agustus 2014, peneliti di Universitas Michigan menciptakan panel surya yang transparan. Dengan penemuan ini, kita bisa mengubah setiap jendela ataupun benda lain yang menggunakan kaca (seperti layar ponsel) sebagai panel surya.

Seperti dilansir dalam extremetech.com, Richard Lunt, ketua penelitian ini, menyatakan timnya yakin panel surya transparan ini dapat diaplikasikan dengan luas, mulai dari bangunan tinggi yang memiliki banyak jendela hingga layar gawai yang membutuhkan kualitas estetis yang tinggi seperti ponsel atau tablet.

Modul panel surya transparan dengan berbagai warna konsentrator panel surya konvensional di latar belakang. Foto: G.L. Kohuth/msutoday.msu.edu

Modul panel surya transparan dengan berbagai warna konsentrator panel surya konvensional di latar belakang. Foto: G.L. Kohuth/msutoday.msu.edu

Saat ini, Ubiquitous Energy, sebuah perusahaan startup dari MIT, membawa penemuan ini semakin dekat ke pasar. Richard Lunt yang turut mendirikan perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah mengubah cara panel surya ini menyerap cahaya. Secara selektif, panel surya ini menyeleksi bagian dari spektrum cahaya matahari dan mengumpulkan energinya sambil meneruskan cahaya yang terlihat mata.

“Dengan penemuan ini, kami menginginkan panel pengumpul energi cahaya matahari ada dimana-mana, namun keberadaannya tidak disadari oleh orang,” ungkap Richard.

Proses yang terjadi di luar spektrum warna yang terlihat mata, sehingga modul panel surya ini tampil transparan. Konsentrator panel surya transparan ini mengandung garam organik yang dapat menyerap sinar ultra violet dan inframerah. Sumber: www.extremetech.com

Proses yang terjadi di luar spektrum warna yang terlihat mata, sehingga modul panel surya ini tampil transparan. Konsentrator panel surya transparan ini mengandung garam organik yang dapat menyerap sinar ultra violet dan inframerah. Sumber: www.extremetech.com

Para peneliti dan Ubiquitous Energy yakin bahwa teknologi ini bisa diterapkan pada skala industri yang besar dan dapat diaplikasikan secara komersial namun tetap terjangkau. Sejauh ini, hambatan utama penerapan panel surya adalah bentuknya yang mengganggu sehingga penemuan ini akan membuat panel surya terlihat jauh lebih menarik.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/feed/ 0
Genting Panel Surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/genting-panel-surya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=genting-panel-surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/genting-panel-surya/#respond Sat, 12 Dec 2015 11:25:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12214 Energi matahari adalah sumber energi yang paling mudah dan tidak berbatas. Genting panel surya adalah penemuan baru yang berkontribusi besar dalam menghemat energi dan menurunkan tagihan listrik.]]>

Genting panel surya adalah penemuan baru yang berkontribusi besar dalam menghemat energi dan menurunkan tagihan listrik. Energi matahari dapat menghangatkan rumah tanpa biaya yang tinggi. Walaupun banyak pilihan solusi untuk energi yang lebih menarik, namun energi matahari adalah yang paling mudah dan tidak berbatas.

Memiliki rumah yang hangat yang dilengkapi pemanas air adalah permasalahan besar yang membutuhkan solusi serius. Dengan polusi yang memenuhi bumi dari hasil pembakaran minyak bumi, kita harus mempertimbangkan cara lain untuk menghangatkan rumah kita selain dengan kayu bakar yang akan merusak lingkungan.

Di masa lalu, sistem panel surya begitu mahal dan tidak semua orang mampu membeli dan memasangnya di rumah mereka. Namun, seiring waktu, harganya mulai terjangkau dan sudah banyak yang memasang panel surya di rumah mereka.

Foto: architectureadmirers.com

Foto: architectureadmirers.com

Genting panel surya ini terlihat menarik secara visual dan bekerja lebih baik dibandingkan panel surya lama. Seperti dilansir architectureadmirers.com, genting ini dibuat dari tanah liat alami namun diselipkan panel surya diatasnya. Memasangkan genting ini juga sangat mudah karena bentuknya sudah didesain sedemikian rupa sehingga mudah dipasang dan energi yang didapatkannya pun cukup besar.

Selain itu, ada juga genting panel surya yang transparan dengan citra estetis yang tinggi. Genting ini dibuat dari plexiglass atau PMMA yang tahan terhadap segala cuaca dan bekerja lebih baik karena produk ini bisa meneruskan cahaya matahari sebanyak 90 persen.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/genting-panel-surya/feed/ 0
Lampu Shine, Satu Kali Pengisian Tahan Hingga 30 Jam https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-shine-satu-kali-pengisian-tahan-hingga-30-jam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lampu-shine-satu-kali-pengisian-tahan-hingga-30-jam https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-shine-satu-kali-pengisian-tahan-hingga-30-jam/#respond Sat, 03 Oct 2015 10:00:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11364 Sebuah proyek inovasi terbaru yang akan membawa energi keberlanjutan bergerak lebih jauh kedepan kembali diperkenalkan melalui situs Kickstarter. Proyek terbaru yang datang dari Voltaic System ini bernama Shine. Sebuah panel surya […]]]>

Sebuah proyek inovasi terbaru yang akan membawa energi keberlanjutan bergerak lebih jauh kedepan kembali diperkenalkan melalui situs Kickstarter. Proyek terbaru yang datang dari Voltaic System ini bernama Shine. Sebuah panel surya yang kecil, ringan dilengkapi dengan sebuah charger USB yang sanggup memproduksi listrik untuk sebuah lampu LED selama lebih dari 30 jam dalam satu kali pengisian.

Alat modern ini mudah dipindah-pindahkan. Tidak itu saja, Shine juga tahan air sehingga berpotensi menghasilkan sumber energi yang dapat diandalkan untuk semua orang di manapun dan kapan saja. Baik itu di rumah maupun di lokasi bencana yang sulit mendapatkan akses listrik.

Lampu SHINE karya Voltaic System. Foto: inhabitat.com

Lampu SHINE karya Voltaic System. Foto: inhabitat.com

Baterai internal yang ada di dalam alat ini jauh lebih mampu memberikan energi dibandingkan alat-alat yang sejenis. Desain yang menarik dan warna yang terang. Hal ini menjadi sangat penting saat kejadian bencana alam.

Saat topan Sandy menerpa daerah kantor Voltaic System di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, mereka terdorong untuk merancang alat yang lebih baik, sumber daya yang lebih efisien terutama untuk mereka yang membutuhkan. Pada akhirnya, Shine terbukti tidak hanya bisa dipakai saat keadaan darurat namun juga bisa menolong untuk menghemat energi di manapun lokasinya.

Lampu SHINE karya Voltaic System. Foto: inhabitat.com

Lampu SHINE karya Voltaic System. Foto: inhabitat.com

Sekitar 1 miliar orang di dunia ini hidup tanpa listrik dan terkadang itu terjadi bukan karena pilihan. Bayangkan kehidupan tiap hari tanpa akses ke sumber listrik dan cahaya. Shine memilik potensi untuk menjadi solusi dari masalah tersebut.

Perusahaan Voltaic system adalah sebuah perusahaan yang memfokuskan diri untuk sumber daya dan sumber cahaya portabel. Voltaic System terkenal karena alat yang mereka buat, sebuah ransel punggung (backpack) pembangkit listrik. Backpack ini memiliki panel surya di bagian luarnya.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-shine-satu-kali-pengisian-tahan-hingga-30-jam/feed/ 0
Oven Bertenaga Surya di Jalur Gaza https://www.greeners.co/ide-inovasi/oven-bertenaga-surya-di-jalur-gaza/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=oven-bertenaga-surya-di-jalur-gaza https://www.greeners.co/ide-inovasi/oven-bertenaga-surya-di-jalur-gaza/#respond Sun, 12 Jul 2015 08:12:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10300 Inovasi lingkungan yang satu ini sangatlah menarik karena berasal dari seorang warga Palestina yang tinggal di Gaza. Pria ini berusaha membantu komunitasnya untuk mengatasi kelangkaan energi listrik dengan menciptakan oven […]]]>

Inovasi lingkungan yang satu ini sangatlah menarik karena berasal dari seorang warga Palestina yang tinggal di Gaza. Pria ini berusaha membantu komunitasnya untuk mengatasi kelangkaan energi listrik dengan menciptakan oven bertenaga matahari yang ongkosnya murah dan dapat dibuat sendiri.

Tinggal di Jalur Gaza adalah sebuah tantangan. Tumbuhnya populasi disana merupakan tantangan berat untuk infrastruktur yang terus-menerus berkurang kualitasnya. Perjuangan sehari-hari disana bercampur dengan perjuangan masa-masa perang, seperti konflik yang baru saja terjadi dengan Israel yang berakibat penduduk Jalur Gaza meninggal sebanyak 2.310 orang dan dari jumlah tersebut 65 persennya adalah penduduk sipil.

Walau kondisinya cukup parah, Gaza tidak pernah kekurangan manusia tangguh dan juga tidak pernah kekurangan sinar matahari. Hal ini bisa dilihat pada diri Khaled Bashir, penduduk Deir al Balah di Jalur Gaza. Khaled berhasil menciptakan sebuah oven bertenaga surya, sebuah potensi energi yang bahkan orang Israel pun tidak akan mampu untuk memblokade.

Seperti dikutip dari situs inhabitat.com, Khaled merupakan orang yang cukup terlatih di bidang energi terbarukan, dia lulusan S2 dari Universitas Pretoria, Afrika Selatan. Setelah lulus, dia bekerja beberapa tahun di Kementerian Pertanian Palestina dan sekarang bekerja di perusahaan bahan bangunan.

Khaled Bashir. Foto: inhabitat.com

Khaled Bashir. Foto: inhabitat.com

Pekerjaan Khaled yang cukup padat ternyata tidak menepikan tekadnya untuk meluangkan waktu dan membuat perangkat teknologi yang bisa membantu komunitasnya bertahan. Oven buatan Khaled dapat memanggang dengan proses yang lama namun efektif. Oven ini lebih baik daripada oven listrik atau gas, karena dia menggunakan energi alami yang gratis dan tersedia di Gaza sepanjang tahun.

Memasak dengan tenaga surya membantu menjaga kualitas makanan dan juga menjaga kualitas rasanya. Lebih baik lagi, masakannya tidak akan terbakar karena matahari selalu bergerak sehingga panasnya tidak terus menerus di satu titik.

“Dengan temperatur yang bisa mencapai 140 derajat Celcius, kita bisa membuat apapun dengan oven ini, kecuali teh dan kopi, ” kata Khaled. Karena penemuan ini, Khaled hanya membutuhkan satu tabung gas untuk memasak tiap tahunnya.
Saat ini Khaled telah membantu membuat 20 buah oven surya ini untuk digunakan oleh tetangga-tetangganya. Siapapun yang tertarik untuk membuat oven ini sendiri hanya tinggal menghubungi Khaled, menyiapkan waktu hari dan uang 700 shekels untuk membeli bahan dan peralatan.

“Saya tidak membuat benda ini untuk mendapatkan keuntungan. Saya hanya ingin melihat para pemuda di Gaza untuk beralih ke energi terbarukan. Rumah saya selalu terbuka dan saya siap berbagi seluruh pengetahuan saya kepada siapapun” jelas Khaled.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/oven-bertenaga-surya-di-jalur-gaza/feed/ 0