Filantropi Indonesia - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/filantropi-indonesia/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 20 Apr 2023 08:24:57 +0000 id hourly 1 Filantropi Islam Berpotensi Danai Program Lingkungan Hidup https://www.greeners.co/aksi/filantropi-islam-berpotensi-danai-program-lingkungan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=filantropi-islam-berpotensi-danai-program-lingkungan-hidup https://www.greeners.co/aksi/filantropi-islam-berpotensi-danai-program-lingkungan-hidup/#respond Fri, 21 Apr 2023 04:00:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=39671 Jakarta (Greeners) – Filantropi tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Sebab, filantropi Islam juga berpotensi mendanai program-program lingkungan hidup, sehingga menjadi instrumen pembiayaan penting untuk berbagai solusi perubahan iklim. Baru-baru […]]]>

Jakarta (Greeners) – Filantropi tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Sebab, filantropi Islam juga berpotensi mendanai program-program lingkungan hidup, sehingga menjadi instrumen pembiayaan penting untuk berbagai solusi perubahan iklim.

Baru-baru ini para pakar bidang filantropi Islam berkumpul di Masjid Istiqlal berdiskusi mengupas pengembangan filantropi Islam dalam pembiayaan solusi perubahan iklim.

Acara ini mendapat dukungan dari MOSAIC. Sebuah kolaborasi berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan lembaga nirlaba yang fokus pada penanganan masalah iklim.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor mengatakan, umat Islam sejatinya memiliki aset yang besar dalam bentuk zakat dan wakaf.

“Pelestarian lingkungan juga sangat dekat dengan tujuan zakat dan wakaf yaitu untuk mengatasi sumber permasalahan struktural di masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis MOSAIC.

Dana ZISWAF untuk Bantu Umat

Dalam setahun Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) di Indonesia berpeluang mencapai Rp 380 triliun. Angka tersebut di luar jumlah wakaf berupa aset dan tanah yang tersebar di berbagai daerah.

“Sayangnya walau sangat besar, potensi dana umat ini kurang berkembang, karena masih distribusikan dengan pendekatan yang tradisional,” ungkapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, dana ZISWAF yang masyarakat kumpulkan telah menjadi salah satu instrumen keuangan syariah yang membantu pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Selain itu, dana ZISWAF juga menjadi kontributor penting dalam penanggulangan berbagai bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di Indonesia telah terjadi lebih dari 3.500 bencana alam pada tahun 2022.

Berfoto bersama usai diskusi peran penting filantropi Islam danai program lingkungan hidup. Foto: MOSAIC

Filantropi Ambil Peran Atasi Iklim

Kerusakan lingkungan telah berdampak sangat besar, sehingga perlu upaya bersama yang serius, sistematis, dan inovatif untuk mengendalikan perubahan iklim.

Anggota Dewan Pengarah MOSAIC dan LPBI NU Ali Yusuf mengungkapkan, MOSAIC lahir dari Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari. Pada tahun 2022, setelah melalui serangkaian penelitian dan diskusi terarah, kongres tersebut menghasilkan tujuh poin risalah untuk mencapai Indonesia Lestari.

Salah satu poin risalah kongres adalah agar umat Islam mengambil peran terdepan dalam upaya menghadapi dampak perubahan iklim.

“Sebanyak 33 % masyarakat Indonesia sangat rentan terdampak perubahan iklim dan mayoritas dari persentase ini tentunya adalah umat Muslim. Sehingga butuh kolaborasi lintas sektor dan langkah nyata dalam ikhtiar ini,” paparnya.

Akademisi IPB Irfan Syauqi Beik mengatakan, perlu langkah strategis untuk memanfaatkan potensi keuangan sosial Islam atau Islamic social finance.

Salah satu kemajuan di bidang filantropi Islam adalah kerja sama berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan green wakaf framework, kerangka pengelolaan wakaf untuk program-program dalam klaster lingkungan dan perubahan iklim.

“Alam dan isinya adalah pinjaman dari generasi mendatang sehingga isu lingkungan harus dikelola dengan baik untuk kehidupan anak cucu kita di masa depan,” imbuhnya.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/filantropi-islam-berpotensi-danai-program-lingkungan-hidup/feed/ 0
FIFest 2018 Dorong Pencapaian SDGs Pada Sektor Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/fifest-2018-dorong-pencapaian-sdgs-pada-sektor-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=fifest-2018-dorong-pencapaian-sdgs-pada-sektor-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/fifest-2018-dorong-pencapaian-sdgs-pada-sektor-lingkungan/#respond Sat, 17 Nov 2018 05:51:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=21757 Membuka acara FIFest 2018, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Bambang Brodjonegoro mengatakan, "Filantropi bukan hanya soal uang dan kaya, namun tentang kepedulian."]]>

Jakarta (Greeners) – Filantropi Indonesia bersama dengan Dyandra Promosindo menyelenggarakan Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2018 yang berlangsung mulai tanggal 15 – 17 November 2018 di Jakarta Convention Center. Salah satu tujuan penyelenggaraan FIFest 2018 ini adalah untuk mendorong percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada sektor lingkungan yang merupakan sektor yang masih baru dibandingkan sektor lainnya seperti sosial dan ekonomi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Bambang Brodjonegoro mengatakan munculnya mekanisme dalam berfilantropi dapat mendorong pencapaian SDGs dengan lima prinsip kemitraan, yakni membangun kepercayaan, kemitraan yang setara, partisipasi, akuntabilitas dan manfaat untuk bersama. Serta, prinsip kemitraan yang menumbuhkan rasa kerelawanan dalam berfilantropi.

“Filantropi bukan hanya soal uang dan kaya, namun tentang kepedulian. Siapapun di Indonesia yang mempunyai jiwa ingin memberi namanya filantropi,” ujar Bambang pada acara pembukaan FIFest 2018 di Jakarta Convention Center, Kamis (15/11/2018).

Hal senada juga dikatakan oleh Co-chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia Erna Witoelar. Menurutnya, pesatnya perkembangan lembaga-lembaga filantropi di Indonesia telah mendorong berbagai inovasi dalam aktivitas filantropi melputi proses penerapan informasi, imajinasi, dan inisiatif untuk menghasilkan nilai yang lebih besar dari sumber daya yang dimiliki.

“Penyelenggaraan FIFest 2018 merupakan festival kebajikan yang menampilkan pameran dan forum yang penuh informasi, inovasi, pengetahuan dan inspirasi. FIFest 2018 juga memberikan kesempatan untuk mendukung kegiatan filantropi melalui berbagai program dan acara,” kata Erna.

Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa acara FIFest tidak hanya membicarakan tentang uang atau pemberian bantuan dana untuk membantu percepatan SDGs. Namun, donator bisa datang untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat dan paling terpenting adalah aksi kolaborasi dari semua elemen masyarakat.

“Mendidik supaya mengurangi sampah, menyebarkan pemahaman kepada masyarakat untuk mereduksi plastik, reduksi emisi CO2, dan mendidik anak-anak untuk mengurangi energi itu semua mendorong percepatan SDGs di sektor lingkungan, jadi tidak hanya dana,” ujar Amalia kepada Greeners saat ditemui usai acara.

Sementara itu Nina Sardjunani, Team Leader Sekretariat SDGs, mengatakan bahwa SDGs di sektor lingkungan merupakan sektor atau dimensi yang baru dibandingkan pada sektor ekonomi dan sektor sosial. Menurut Nina, dari 17 target dalam SDGs yang saat ini masih agak sulit dicapai indikatornya yakni di bidang kehutanan.

“Sektor lingkungan itu semuanya on track, tapi yang berat itu goals ke 15 tentang hutan. Untuk lainnya seperti pencemaran laut adalah bagian yang masih bisa ditangani,” kata Nina.

Nina mengatakan bahwa kesulitan untuk mencapai tujuan ini karena adanya beberapa faktor yang masih baru bagi Indonesia. Namun, untuk mengatasi hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengumpulkan data-data yang relevan terkait hal tersebut.

“Oleh karenanya di Filantropi ini, seperti yang sudah disampaikan oleh Menteri Bappenas Pak Bambang, bahwa tidak bisa SDGs ini dikerjakan sendiri, harus dikerjakan bersama-sama. Maka itu, Filantropi Indonesia di sektor bisnis juga sangat terorganisir yang bertujuan untuk cepat membawa percepatan SDGs,” kata Nina.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/fifest-2018-dorong-pencapaian-sdgs-pada-sektor-lingkungan/feed/ 0