jica - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/jica/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 11 Nov 2021 07:02:46 +0000 id hourly 1 JICA dan Kopernik Tawarkan Solusi Sosial dan Lingkungan Berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/jica-dan-kopernik-tawarkan-solusi-sosial-dan-lingkungan-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jica-dan-kopernik-tawarkan-solusi-sosial-dan-lingkungan-berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/jica-dan-kopernik-tawarkan-solusi-sosial-dan-lingkungan-berkelanjutan/#respond Thu, 11 Nov 2021 07:02:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=34356 Jakarta (Greeners) – Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kopernik bantu masyarakat pedesaan menghadapi masalah sosial, ekonomi dan lingkungan berbasis teknologi. Kemitraan tersebut mampu memberi peningkatan kualitas dan taraf hidup […]]]>

Jakarta (Greeners) – Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Kopernik bantu masyarakat pedesaan menghadapi masalah sosial, ekonomi dan lingkungan berbasis teknologi. Kemitraan tersebut mampu memberi peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Kemitraan sosial ini JICA dan Kopernik lakukan untuk mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi menetapkan program SDGs pada tahun 2015. Indonesia pun mulai membenahi diri agar sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak program pembangunan berkelanjutan terhambat.

Dalam rangka menghadapi tantangan akibat pandemi, JICA Indonesia berusaha memberikan solusi untuk memecahkan masalah sosial dan mencapai tujuan SDGs 2030. Pada program ini JICA memfasilitasi perusahaan Jepang yang memiliki produk atau teknologi untuk membantu Indonesia menghadapi masalah sosial dan ekonomi.

JICA merupakan suatu lembaga yang didirikan pada tahun 1974 oleh Pemerintah Jepang. Lembaga ini mempunyai fungsi untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang dan meningkatkan kerja sama internasional antara Jepang dan negara-negara lain.

Senior Representative JICA Indonesia, Nozomu Ono mengatakan, tujuan dan tulang punggung ide ini adalah untuk menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan. Bantuan itu berupa dukungan finansial kepada para wirausaha Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam hal ini fokus utama JICA Indonesia pada lima sektor prioritas usaha yakni pertanian, perikanan, kesehatan, pendidikan, distribusi untuk masyarakat daerah terpencil, serta pengelolaan air, limbah dan air limbah.

“Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa proyek guna mengeksplorasi kemungkinan pencocokan atau penyandingan antara perusahaan Jepang, yang berkomitmen untuk mencapai SDGs dengan beberapa wirausaha sosial di Indonesia,” Kata Nozomu dalam acara virtual Perkenalan Wirausaha Sosial Indonesia dan Perusahaan Jepang Menuju Potensi Kemitraan, di Jakarta, baru-baru ini. 

Bantuan JICA dan Kopernik bagi masyarakat lewat program kemitraan sosial. Foto: Kopernik

JICA dan Kopernik Seleksi Mitra Sosialnya

Dalam program ini, JICA Indonesia bekerja sama dengan Kopernik untuk mempertemukan para wirausaha Indonesia dengan perusahaan Jepang. Kopernik berdiri pada tahun 2010 berlatar belakang kekhawatiran mengenai belum tersebarnya perkembangan teknologi tepat guna pada daerah terpencil.

Sejak saat itu, Kopernik berperan untuk menjembatani keadaan tersebut melalui identifikasi kebutuhan, pengujian solusi dan pendistribusian temuan. Upaya ini untuk mencapai pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat terpencil.

Kopernik memiliki dua pilar kegiatan untuk mendukung masyarakat yang termarjinalkan dengan bekerja sama dengan sektor pembangunan. Bentuk bantuan langsung untuk komunitas yang Kopernik lakukan seperti pendistribusian lampu solar.

Sementara itu, untuk mendapat bantuan kemitraan, terdapat tiga proses seleksi yang berlangsung sejak November hingga Desember 2021. Ketiga proses tersebut adalah perkenalan untuk usaha sosial Indonesia, seleksi awal dan wawancara, serta pertemuan perkenalan untuk kemitraan.

Aktivitas proyek tersebut untuk memetakan profil usaha sosial, memahami kebutuhan dan seleksi kemitraan dengan perusahaan Jepang. Pada tahap akhir, hanya terdapat lima usaha sosial terpilih yang akan lanjut ke tahap pertemuan dan perkenalan dengan perusahaan Jepang.

Perwakilan dari Kopernik, Larisa menyebut kemitraan ini memungkinkan perusahaan Jepang untuk memberikan bantuan teknis untuk mempercepat penciptaan dampak sosial dan mengidentifikasi peluang pasar baru.

“Untuk membantu usaha sosial di Indonesia supaya menjadi lebih baik dalam pencapaian dan penciptaan dampak sosial sesuai visi dan misi tiap usaha sosial terkait penyelesaian atau pencapaian SDGs,” ucap Larisa.

Potensi Kemitraan Menuju Sustainable Development Goals

Bentuk-bentuk potensi kemitraan yang akan terjalin, antara lain inovasi proses berupa pelatihan proses dan metode teknis, pelatihan penggunaan alat dalam proses produksi, hingga akses ke teknologi inovatif.

Selanjutnya yakni peningkatan kontrol kualitas, dukungan berupa pelatihan tentang metode dan standar kontrol kualitas, serta strategi untuk meningkatkan kualitas produk. Terakhir yaitu akses ke pasar, berupa perkenalan kepada calon pembeli atau distributor di luar wilayah operasional atau luar Indonesia.

Sebagai contoh, Kopernik sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan perusahaan Jepang, Semco. Dalam hal ini kemitraan yang terjalin adalah untuk meningkatkan pengendalian hama tikus sawah  di Kalimantan Barat. Bersama Semco, Kopernik memberikan solusi memperbaiki metode pemberian racun tikus dengan menggunakan pengusir tikus alami buatan mandiri.

Selanjutnya, Kopernik juga menjalin kerja sama dengan Mitsubishi Electric dalam membuat pendingin portable menggunakan energi alternatif. Masalah yang terjadi pada para penjual ikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur mereka mengalami keterbatasan waktu dalam menjaga kesegaran ikan untuk menjual produknya. Lalu sebagai solusi, Mitsubishi dan Kopernik menyediakan kulkas portable yang ringkas untuk memperpanjang kesegaran ikan.

Dengan solusi pendingin portable tersebut terbukti membuat ikan tetap segar dua jam lebih lama dan meningkatkan pendapatan penjual ikan sebanyak 20%. Berdasarkan pencapaian ini Larisa menambahkan, selain ekonomi hal ini dapat menangani beberapa masalah sekaligus di Indonesia, yakni sosial dan lingkungan.

“Ini saatnya untuk bisa membantu penyelesaian masalah-masalah sosial dan lingkungan di Indonesia dengan melibatkan para perusahaan Jepang yang memang fokus dan ingin membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan pencapaian  SDGs,” paparnya.

Penulis : Zahra Shafira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/jica-dan-kopernik-tawarkan-solusi-sosial-dan-lingkungan-berkelanjutan/feed/ 0
JICA Kirim Miracle Foam untuk Memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan https://www.greeners.co/berita/jica-kirim-miracle-foam-untuk-memadamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jica-kirim-miracle-foam-untuk-memadamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan https://www.greeners.co/berita/jica-kirim-miracle-foam-untuk-memadamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan/#respond Mon, 19 Oct 2015 06:59:43 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11562 Jakarta (Greeners) – Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan bantuan 2.000 liter bahan baku untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Bahan baku berupa busa atau […]]]>

Jakarta (Greeners) – Japan International Cooperation Agency (JICA) memberikan bantuan 2.000 liter bahan baku untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Bahan baku berupa busa atau foam dengan nama Miracle Alpa Plus ini terbungkus di dalam jeriken dengan isi 20 liter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan Miracle foam tersebut dapat digunakan baik dengan menggunakan air tawar bersih atau air laut. Busa yang memiliki tanggal kadaluwarsa selama 4 tahun ini merupakan cairan bertekanan rendah, hanya digunakan dengan 1% perbandingan campuran busa dengan air bersih atau laut.

“JICA telah memberikan dukungan dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut selama 20 tahun. Kami mengharapkan bantuan ini dapat memberikan kontribusi dalam pemadaman yang dipimpin oleh BNPB,” kata Sutopo seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Sabtu (17/10).

Bantuan yang telah dikirimkan sebanyak 50 jeriken ini telah tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada hari Sabtu (17/10) dan sisanya akan tiba Senin nanti (19/10). Bantuan JICA tersebut, lanjut Sutopo, kemudian ditempatkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan yang sekaligus sebagai Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap.

Direktur Bantuan Darurat BNPB Eko Budiman, kata Sutopo lagi, telah menerima secara simbolis bantuan Jepang dari JICA tersebut pada Sabtu (17/10) di Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap.

Sebagai informasi, Morita Holdings Corporation sebagai produsen Miracle foam diklaim sebagai bahan yang ramah lingkungan. Foam ini tidak mengandung bahan beracun dan PFOS seperti hormon lingkungan dan logam berat. PFOS merupakan bahan yang mengandung senyawa organ fluoric. Bahan ini dapat terurai lebih baik daripada bahan busa lainnya.

Terkait dengan bantuan busa Miracle Alpa Plus, JICA juga mengirimkan dan menempatkan seorang ahli bernama Moritaka Kiyoshi untuk menjelaskan penggunaan bahan baku busa tersebut.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jica-kirim-miracle-foam-untuk-memadamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan/feed/ 0
Akhirnya Pengerjaan Fisik MRT Jakarta Dimulai https://www.greeners.co/berita/akhirnya-pengerjaan-fisik-mrt-jakarta-dimulai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=akhirnya-pengerjaan-fisik-mrt-jakarta-dimulai https://www.greeners.co/berita/akhirnya-pengerjaan-fisik-mrt-jakarta-dimulai/#respond Fri, 11 Oct 2013 05:55:26 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3999 Jakarta (Greeners) – Mimpi warga Jakarta untuk mempunyai transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT). Karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ground breaking pengerjaan fisik tiga konstruksi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Mimpi warga Jakarta untuk mempunyai transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT). Karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ground breaking pengerjaan fisik tiga konstruksi bawah tanah MRT di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (10/10).

Jokowi mengatakan selama 24 tahun warga Jakarta bermimpi ingin mempunyai MRT sebagai transportasi massal yang modern dan canggih. Bahkan banyak warga yang tidak mau berandai-andai lagi dapat menikmati MRT di Jakarta.

“Mungkin sudah banyak mimpi warga tersebut hilang. Karena harapannya kok nggak dimulai-mulai pembangunan fisik MRT itu. Alhamdulilah, pagi ini akan dimulai ground breaking fisik pembangunan MRT,” kata Jokowi di lokasi ground breaking MRT, Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (10/10).

Mantan Wali Kota Solo ini menitipkan dua pesan kepada PT MRT Jakarta sebagai pelaksana MRT Jakarta. Pesan pertama, PT MRT Jakarta harus terus menerus melakukan sosialisasi kemacetan lalu lintas setiap hari. Sebab, selama lima tahun atau hingga tahun 2018 ke depan, warga Jakarta harus siap menghadapi kemacetan parah akibat pembangunan MRT Jakarta di 13 titik untuk 13 stasiun layang dan bawah tanah.

“Sosialisasi kemacetan selalu diberikan setiap hari. Jangan sampai caci maki masuk ke PT MRT Jakarta, karena akan mengganggu kinerja anda semua. Kalau caci maki masuk ke saya sih, saya nggak apa-apa,” ujarnya sambil tersenyum.

Dia juga menitipkan pesan agar sosialisasi mengenai gaya hidup menggunakan MRT sebagai transportasi massal harus sudah dimulai sejak pelaksanaan ground breaking dimulai. Sehingga, saat MRT sudah beroperasi pada 2018, warga Jakarta sudah langsung berbondong-bondong menggunakan MRT dan meninggalkan kendaraan pribadinya.

“Saya titip juga sosialisasi mengenai gaya hidup untuk menggunakan MRT sebagai transportasi umum sudah dimulai dari sekarang. Sehingga saat beroperasi, warga dengan sukarela meninggalkan mobil pribadi yang menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jakarta,” tuturnya.

Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengatakan DPRD DKI siap mendukung pembangunan transportasi massal ini hingga rampung pada tahun 2018 mendatang. Kesiapan dukungan tersebut diberikan dalam bentuk menyetujui pemberian dana pendampingan kepada PT MRT Jakarta sebesar 15 miliar yen.

Dipaparkannya, untuk membangun jalur MRT sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia, membutuhkan anggaran sebesar 140 miliar yen. Dari total anggaran tersebut, sebanyak 125 miliar yen didapatkan dari pinjaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah Jepang melalui Japan International Corporation Agency (JICA).

Sedangkan sisa kebutuhan anggaran 15 miliar yen akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta.

“Kita telah mendapatkan pinjaman 125 miliar yen yang akan kita kembalikan dengan bunga yang rendah selama 40 tahun. Tetapi yang jelas, kami dengan bangga mengatakan dalam pembangunan ini, Pemprov DKI juga punya andil. Kita akan dukung PT MRT Jakarta dengan memberikan dana pendampingan,” kata Ferrial.

Dana pendampingan sebesar 15 miliar yen, lanjutnya, akan digunakan untuk pembebasan tanah, pembayaran pajak serta operasional PT MRT Jakarta dalam mengawal pembangunan fisik MRT Jakarta.

Ferrial melihat dalam kondisi maksimal, MRT dapat mengangkut 1.200 orang dalam satu trip. Jumlah tersebut sekitar 200 mobil dengan penumpang minimal 6 orang atau 30 bus bus tunggal Transjakarta.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami menerangkan pembangunan konstruksi fisik di Taman Dukuh Atas akan dijadikan lokasi Stasiun MRT Dukuh Atas. Diharapkan stasiun ini dapat dijadikan hub intermoda dengan moda transportasi massal lainnya. Seperti kereta rel listrik, kereta bandara dan proyek water way di Banjir Kanal.

Menurutnya, pekerjaan ground breaking yang dilakukan adalah pekerjaan sipil yang bernama sole protection, yaitu pekerjaan memperkuat dinding tanah supaya memiliki penyanggah atau retaining wall yang kuat. Sehingga pada saat dilakukan pengerjaan penggalian tanah, permukaan tanah diatas tidak bergeser atau longsor.

“Walaupun, pekerjaan ini terlihat sederhana tetapi sangat esensial. Sangat diperlukan terutama dalam penggalian stasiun bawah tanah nanti,” katanya.

Setelah titik Dukuh Atas, titik berikutnya yang akan dilakukan proses pekerjaan fisik adalah di jalan Sisingamangaraja di depan Kementerian luar Negeri (Kemelu). Titik ini akan dijadikan stasiun layang.

“Pekerjaan fisiknya akan dimulai pada awal tahun 2014, selanjutnya akan diikuti titik-titik lainnya untuk pembangunan stasiun layang dan bawah tanah,” ujarnya.

Dono mengatakan perkiraan masa konstruksi MRT Jakarta yang dimulai hari ini 10 Oktober akan berlangsung hingga awal 2018. Direncanakan, operasi pertama rute MRT tahap 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI), dapat dimulai pada kwartal pertama 2018.

Sepanjang rute tahap 1 ini akan dibangun satu depo di Lebak Bulus, lalu ada 6 stasiun layang yaitu Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. Serta 6 stasiun bawah tanah yaitu Bunderan Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bunderah HI.

Panjang rute tahap 1 adalah 16 km, terdiri dari 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah. (G28)

]]>
https://www.greeners.co/berita/akhirnya-pengerjaan-fisik-mrt-jakarta-dimulai/feed/ 0
Selamatkan Danau Ranupane https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selamatkan-danau-ranupane https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/#respond Wed, 29 Feb 2012 03:00:41 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2254 Malang (Greeners) – Danau Ranupane yang berada di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) saat ini mengalami pencemaran secara besar-besaran yang berasal dari limbah pertanian. Sedimentasi pada […]]]>

Malang (Greeners) – Danau Ranupane yang berada di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) saat ini mengalami pencemaran secara besar-besaran yang berasal dari limbah pertanian. Sedimentasi pada danau tersebut terpantau telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan serta dapat mengancam keberadaan danau yang terkenal sebagai “surga” bagi para pendaki Gunung Semeru.

Kepala Balai Besar TNBTS, Sutrisno mengatakan, tingkat erosi di danau tersebut cukup tinggi dan kalau dibiarkan akan berbahaya. Hal ini diperparah dengan pola tanam masyarakat sekitar yang tidak menggunakan teknik-teknik konservasi. Selain itu, di danau tersebut saat ini juga dipenuhi oleh gulma dan sampah. “Sekarang dibersihkan, besok kembali lagi,” kata Sutrisno (25/02).

Balai Besar TNBTS bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) tengah melakukan restorasi Danau Ranupane untuk mengembalikan kelestarian danau ini seperti semula. Salah satu kegiatan restorasi adalah dengan mengembalikan fungsi hutan dan ekosistem di sekitar danau serta memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Masyarakat di sekitar danau, kata Sutrisno, perlu diberi pendampingan pengelolaan lahan dengan menggunakan teknik konservasi seperti membuat jebakan air, sumur resapan, serta ada saluran pembuangan air yang tidak masuk langsung ke danau. Hal ini untuk mengendalikan semua air hujan dan air dari lahan pertanian tidak masuk langsung ke danau.

Tim juga sedang melakukan riset untuk mencari apakah gulma air yang memenuhi danau ini dapat dimanfaatkan atau tidak. Sementara ini, tim restorasi sudah menemukan cara agar warga sekitar turut peduli dengan memanfaatkan lumpur sedimentasi sebagai batu bata agar dapat dimanfaatkan warga.

Ketua tim restorasi Danau Ranupane dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, Luchman Hakim mengatakan, timnya bersama mahasiswa dan masyarakat sekitar setiap pekan selalu membersihkan gulma yang memenuhi danau.

Luchman menambahkan, pengerukan sedimentasi juga terus dilakukan karena sedimentasi di danau itu cukup parah. “Kalau tidak segera direstorasi, danaunya hilang, karena pendangkalan terjadi terus menerus,” kata Luchman menjelaskan.

Menurutnya, Danau Ranupane yang berada di jalur pendakian Gunung Semeru ini telah melekat di hati para wisatawan dan turis asing. Namun, kondisi pencemaran yang terjadi mengakibatkan air danau ini tidak layak konsumsi karena kandungan zat kimianya di luar ambang batas.

Warga sekitar danau saat ini hanya memanfaat air danau untuk mengairi sawah ketika musim kemarau. Air danau sudah lama tidak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi seperti puluhan tahun lalu. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/feed/ 0