kabupaten siak - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kabupaten-siak/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 18 Jan 2025 00:21:23 +0000 id hourly 1 Anak Muda Siak Lahirkan Inovasi untuk Lestarikan Lahan Gambut https://www.greeners.co/aksi/anak-muda-siak-lahirkan-inovasi-untuk-lestarikan-lahan-gambut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anak-muda-siak-lahirkan-inovasi-untuk-lestarikan-lahan-gambut https://www.greeners.co/aksi/anak-muda-siak-lahirkan-inovasi-untuk-lestarikan-lahan-gambut/#respond Sun, 19 Jan 2025 03:00:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=45720 Jakarta (Greeners) – Kabupaten Siak, yang 57 persen dari total luasnya berupa lahan gambut, menyimpan potensi alam yang sangat besar. Komunitas anak muda setempat melihat potensi itu sebagai peluang. Mereka […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kabupaten Siak, yang 57 persen dari total luasnya berupa lahan gambut, menyimpan potensi alam yang sangat besar. Komunitas anak muda setempat melihat potensi itu sebagai peluang. Mereka menuangkan inovasinya dalam melestarikan kekayaan alam melalui Siak Innovation Challenge 2025.

Ajang kompetisi ini juga lahir dari kecintaan generasi muda Siak terhadap daerahnya. Kompetisi ini merupakan kolaborasi antara berbagai entitas lokal oleh anak muda, di bawah nama ‘Ekosistem Lestari Siak’. Kolaborasi ini melibatkan Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas), Alam Siak Lestari (PT. ASL), Pinaloka, Explore Siak, dan Haha Hihi Media.

Mereka menyadari bahwa potensi besar Kabupaten Siak berupa ekosistem gambut harus masyarakat lestarikan agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Agenda ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Kebijakan Siak Hijau oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Ketua Panitia Siak Innovation Challenge sekaligus Direktur Alam Siak Lestari, Musrahmad, menjelaskan bahwa kompetisi ini bagian dari upaya membangun sinergi dan aksi kolektif untuk mendukung program Siak Hijau.

BACA JUGA: SKELAS Dorong UMKM di Siak Kembangkan Produk Nanas Mahkota

“Kompetisi ini bertujuan untuk melibatkan berbagai pihak pemerintah, sektor swasta, komunitas, LSM, dan masyarakat. Hal itu dalam upaya restorasi dan pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem gambut di Siak,” kata Musrahmad lewat keterangan tertulisnya, Jumat (17/1).

Setelah melalui proses penilaian, malam penghargaan akhirnya digelar pada Senin, 13 Januari 2025, di mana beberapa inovasi terbaik keluar sebagai pemenang. Di antaranya Secawan Gambut dengan proyek Komik Anak bertema Lahan Gambut, RB Energy dengan proyek Inkubasi UMKM Penghasil Produk Sagu, dan Tim GATY dengan proyek Website Edukasi serta Platform Jual Beli Produk Lahan Gambut.

Para pemenang berhasil meraih pendanaan untuk mewujudkan ide-ide mereka. Musrahmad berharap pendanaan ini dapat berdampak nyata dalam kelestarian lahan gambut. Selain itu, ia juga berharap pendanaan tersebut dapat mendorong ekonomi lestari di Kabupaten Siak.

Tunjukkan Potensi Besar

Dalam ajang Siak Innovation Challenge 2025, kompetisi ini mengusung tiga nilai utama: #SiakHijau, #SiakAsik, dan #RamahGambut. Ketiga nilai ini mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Siak.

Musrahmad menambahkan, kompetisi ini telah menunjukkan potensi besar yang masyarakat Kabupaten Siak miliki. Terutama, generasi muda dapat menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak nyata. Ia berharap ide-ide yang lahir dari ajang ini dapat terus mereka kembangkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah Siak.

BACA JUGA: Nanas Mahkota Siak dari Riau Bakal Jadi Santapan Baru di Jakarta

Sementara itu, publik figur dan Eco Warrior dari Saya Pilih Bumi, Ramon Y. Tungka mengapresiasi paparan para orang muda yang berkompetisi di Siak Innovation Challenge. Menurutnya, kompetisi ini bukan hanya ajang mencari pemenang, melainkan tempat menemukan ide-ide kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Siak.

“Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa inovasi tidak harus bersifat megah atau berteknologi tinggi. Inovasi bisa hadir dari hal-hal sederhana dan masyarakat Siak selalu bisa berkontribusi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa hal yang terpenting dari kompetisi ini adalah ide dan gagasan yang muncul harus beriringan dengan aksi nyata. Hal itu dapat menciptakan dampak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/anak-muda-siak-lahirkan-inovasi-untuk-lestarikan-lahan-gambut/feed/ 0
SKELAS Dorong UMKM di Siak Kembangkan Produk Nanas Mahkota https://www.greeners.co/aksi/skelas-dorong-umkm-di-siak-kembangkan-produk-nanas-mahkota/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=skelas-dorong-umkm-di-siak-kembangkan-produk-nanas-mahkota https://www.greeners.co/aksi/skelas-dorong-umkm-di-siak-kembangkan-produk-nanas-mahkota/#respond Sat, 21 Sep 2024 05:39:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=44805 Jakarta (Greeners) – Kabupaten Siak di Provinsi Riau terkenal dengan kekayaan tanaman nanasnya. Menyadari potensi ini, Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) melalui program Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) melatih pelaku […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kabupaten Siak di Provinsi Riau terkenal dengan kekayaan tanaman nanasnya. Menyadari potensi ini, Sentra Kreatif Lestari Siak (SKELAS) melalui program Inkubasi Bisnis Lestari Siak (KUBISA) melatih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan berbagai produk olahan dari nanas mahkota.

Secara tradisional, kelompok wanita tani di Siak telah memanfaatkan nanas mahkota ini untuk membuat berbagai produk, seperti jeli, sirup, dan selai. Untuk mengembangkan potensi tersebut, SKELAS, yang juga merupakan komunitas dan tempat penjualan produk unggulan khas Kabupaten Siak, ikut berperan dalam mengolah kembali nanas mahkota. Salah satunya adalah menciptakan minuman kaleng dengan kombinasi rasa asam, manis, dan segar.

“Kami pun berpikir, bagaimana jika menjadikan kemasan ready to drink? Sebab, saat Lebaran, warga Siak biasanya menyajikan minuman kaleng,” ungkap Inisiator SKELAS Cerli Febri lewat keterangan tertulisnya, Jumat (20/9).

BACA JUGA: Nanas Mahkota Siak dari Riau Bakal Jadi Santapan Baru di Jakarta

Meskipun terkendala mesin sewaan yang kecil dan biaya bahan baku yang tinggi, minuman nanas yang dikembangkan oleh UMKM berlabel Pinaloka ini sangat diminati masyarakat. Selain itu, Pinaloka juga mengembangkan selai nanas menjadi variasi selai isian dan oles, tetap dengan menggunakan produk dari kelompok wanita tani. Nanas mahkota siak yang petani tanam berfungsi juga sebagai pencegah kebakaran.

Di bawah pimpinan Cindi Shandoval, Pinaloka berupaya meningkatkan perekonomian warga Siak dengan membeli produk dari kelompok wanita tani dalam bentuk sirup. Kemudian, Pinaloka mengolahnya menjadi minuman kaleng, serta membeli buah nanas untuk produk lainnya.

Cerli menjelaskan bahwa nanas mahkota siak adalah salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh petani, berfungsi sebagai pencegah kebakaran. Selain baik untuk lahan gambut, pemerintah juga ingin mengkampanyekan nanas sebagai bahan pangan lokal, bersanding dengan padi dan jahe.

SKELAS mendorong UMKM di Siak mengembangkan produk olahan dari nanas mahkota. Foto: SKELAS

SKELAS mendorong UMKM di Siak mengembangkan produk olahan dari nanas mahkota. Foto: SKELAS

Kembali Membawa Tradisi Menganyam

Sementara itu, pelatihan oleh SKELAS ini fokus menyasar pada anak muda berusia 18 hingga 35 tahun. Tujuannya untuk mendorong anak-anak pelaku usaha agar mengikuti program dan menerapkan pengetahuan baru yang mereka peroleh untuk usaha keluarganya.

Tidak sekadar itu, SKELAS juga mengajak generasi muda kembali menyukai anyaman daun pandan. Sebab, tradisi menganyam sudah mulai terlupakan. Saat ini, hanya sedikit orang muda yang berminat menekuninya.

BACA JUGA: Alegro Craft Kreasikan Pandan Menjadi Tas Cantik

Cerli menjelaskan bahwa menganyam pandan adalah salah satu tradisi wanita Melayu. Beberapa jenis pandan, termasuk pandan berduri sering dianyam, tetapi yang umum digunakan oleh wanita di Siak adalah pandan biasa. Produk yang penganyam hasilkan biasanya berupa tikar, besek, atau tas untuk membawa beras saat ada warga yang meninggal.

SKELAS Buat Benang dari Daun Nanas

Masyarakat Kabupaten Siak, meskipun memiliki kekayaan tanaman nanas, tatapi kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan buahnya saja dan belum ada yang memanfaatkan limbah daunnya. Padahal, di beberapa daerah lain, serat daun nanas telah dimanfaatkan untuk membuat kain. SKELAS mendorong pemanfaatan kembali serat daun nanas melalui Pinaloka dan Lab Inovasi Siak.

SKELAS memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba membuat benang dari serat daun nanas. Dalam kegiatan ini, SKELAS juga menjalin kolaborasi dengan usaha tenun.

“Hanya saja, serat itu baru digunakan untuk membuat motif-motif pada tenun khas Siak. Motifnya kecil, karena daun nanas tidak panjang. Selain itu, belum ada mesin pemintal khusus. Jadi, mereka menggunakan campuran kain tenun benang biasa dan benang dari serat daun nanas,” kata Cerli.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/skelas-dorong-umkm-di-siak-kembangkan-produk-nanas-mahkota/feed/ 0