komunitas peduli ciliwung - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/komunitas-peduli-ciliwung/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 22 Jan 2021 05:12:07 +0000 id hourly 1 Pandu Laut Nusantara, Relawan Penjaga Laut Indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/#respond Tue, 19 Nov 2019 23:11:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=24723 Jakarta (Greeners) – Pandu Laut Nusantara bekerja sama dengan Komunitas Peduli Ciliwung dalam acara “River Clean Up” membersihkan sampah Sungai Ciliwung, di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pandu Laut Nusantara bekerja sama dengan Komunitas Peduli Ciliwung dalam acara “River Clean Up” membersihkan sampah Sungai Ciliwung, di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (16/11).

Community Relation Officer Pandu Laut Nusantara, Indri Indri Luxviyanto mengatakan ini adalah kali pertama mereka turun ke sungai bersama komunitas, relawan, maupun pecinta alam dan lingkungan. “Biasanya kita concern di laut, tapi kali ini minggir ke sungai. Kami mengusung konsep “Hulu ke Hilir” di mana pembersihan sampah dimulai dari hulu kemudian baru ke hilir,” ucapnya.

Berdiri sejak tahun 2018, Pandu Laut Nusantara telah memiliki 1.000 relawan dari seluruh Indonesia. Komunitas yang disahkan oleh Susi Pudjiastuti itu juga memiliki sekitar 3.000 relawan di Jakarta. Bersama Pandu Laut Nusantara, beberapa komunitas juga turut berkontribusi menyuarakan lingkungan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Resmikan Pandu Laut Nusantara

Meski usianya terbilang muda, komunitas ini telah melakukan berbagai kegiatan mulai dari kampanye sampah plastik, kegiatan pembersihan di beberapa pantai dan laut Indonesia, hingga mengedukasi masyarakat dan mahasiswa mengenai bahaya pencemaran limbah yang berdampak pada ekosistem laut.

Relawan Pandu Laut Nusantara bersama Komunitas Peduli Ciliwung membersihkan Sungai Ciliwung, di Bogor, Sabtu, 16 November 2019. Foto: www.greeners.co/Ridho Pambudi

“Kita sering banget mengadakan kegiatan clean up di berbagai pantai dan laut di daerah Indonesia. Kita juga mengedukasi masyarakat, sekolah, dan kampus di Indonesia bahwa laut kita sudah ironis,” ucap Indri.

Indri mengatakan, pada tanggal 17 Agustus lalu, mereka membersihkan 74 titik sampah di tepian pantai Indonesia. Ironisnya, sepanjang satu hingga 20 kilometer ditemukan 9 hingga 11 ton sampah plastik. Menurutnya keadaan laut makin memperhatikan, sebab, limbah manusia dan industri terus menerus masuk ke dalam laut lepas. Ini mengakibatkan ekosistem laut tercemar, kerusakan terumbu karang, hingga ditemukannya ikan yang memakan sampah plastik.

Baca juga: Menteri Susi: Saatnya Bersama-sama Jaga Laut Indonesia

“Laut kita sudah danger, ekosistem laut sudah hampir rusak ditambah lagi dengan ditemukannya makhluk hidup laut yang memakan sampah plastik. Kita terus melakukan kampanye ini kepada masyarakat agar mereka sadar karena bahaya pencemaran lingkungan akan berdampak sangat besar,” kata Indri.

Edukasi kepada masyarakat melalui workshop atau seminar agar bijak menggunakan plastik sekali pakai juga menjadi agenda komunitas Pandu Laut Nusantara. Ia menuturkan alternatif penggunaan sedotan plastik, yaitu dengan menggunakan sedotan stainless atau bambu. “Kita juga menjelaskan bahwa dengan cara “Zero Waste Life” ini memang tidak mudah. Seakan balik lagi ke zaman dahulu, kita menggunakan apa yang ada di sekitar kita tanpa merusak lingkungan,” ucap dia.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/feed/ 0
Gerakan Ciliwung Bersih, Fasilitator Bagi Para ‘Perawat’ Ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/gerakan-ciliwung-bersih-fasilitator-bagi-para-perawat-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerakan-ciliwung-bersih-fasilitator-bagi-para-perawat-ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/gerakan-ciliwung-bersih-fasilitator-bagi-para-perawat-ciliwung/#respond Thu, 18 May 2017 12:03:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=17040 Gerakan Ciliwung Bersih lahir untuk mewadahi banyaknya komunitas yang bermunculan untuk memperhatikan sungai-sungai di Jakarta, khususnya Ciliwung.]]>

Tidak bisa dipungkiri keberadaan sungai menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, bukan hanya yang berada disekitarnya namun juga sampai pada lingkup kota dimana sungai tersebut berada. Sayangnya banyak sungai kualitasnya terus mengalami penurunan dari tahun-ketahun.

Di Jakarta misalnya, kota sekaligus provinsi yang dialiri oleh 13 sungai ini seringkali mengalami banjir akibat meluapnya sungai pada musim hujan. Air sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, justru menjadi sumber bencana.

Beragam upaya sebenarnya sudah dilakukan untuk membuat sungai di Jakarta menjadi lebih baik. Misalnya, pada tahun 1989 atas dasar inisiasi Gubernur Jakarta saat itu Wiyogo Atmodarminto, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Walhi, Dana Mitra Lingkungan, Universitas Indonesia dan beberapa universitas lainya, dicetuskanlah suatu gerakan untuk memperhatikan sungai-sungai di Jakarta, khususnya Sungai Ciliwung.

Gerakan tersebut dinamakan Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) yang pengkoordinasiannya dilaksanakan oleh Lembaga Koordinasi Gerakan Ciliwung Bersih (LK-GCB), dimana Gubernur Jakarta menjabat sebagai ketuanya.

GCB sendiri sejatinya berfungsi sebagai lembaga penunjang program kali bersih (Prokasih) DKI Jakarta yang keanggotaannya terdiri dari unsur pemerintah, swasta, masyarakat. Saat ini Peni Susanti didapuk sebagai Pemimpin Program (Pimpro).

Peni menjelaskan dibentuknya GCB agar masyarakat peduli akan kebersihan sungai. Ditargetkan dalam 20 tahun sejak 1989, kualitas sungai di Jakarta bisa menjadi baik. “Sayangnya dalam perjalanan waktu, bisa kita lihat sungai bukan makin membaik malah tambah jelek,” kata Peni kepada Greeners usai peringatan Hari Air Sedunia GCB 2017.

Melihat kenyataan tersebut, Peni yang selepas mengepalai Prokasih sempat beberapa kali berpindah kedinasan, mulai Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Energi, sampai terakhir mengepalai Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta ini, pada tahun 2009 berinisiatif untuk lebih melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sungai.

“Saya mengajak Profesor Emil Salim untuk menjadi dewan pakar mencoba bagaimana memberdayakan masyarakat. Saat itu ada dua komunitas yang menurut kita baik dan aktif dalam merawat sungai Ciliwung. Di Condet ada komunitas yang dipimpin Abdul Kodir dan di Tanjungan oleh Jumari. Mereka saat itu juga kita gandengkan dengan PT Astra Honda Motor untuk mendapatkan bantuan,” ujar Peni.

Libatkan masyarakat

Pada tahun 2012, GCB yang tidak berjalan begitu baik direvitalisasi dan Peni Susanti dipercaya sebagai Direktur Eksekutif GCB hingga saat ini. Sama seperti saat memimpin BPLHD, di GCB Peni lebih menekanan pada peran serta masyarakat, dan GCB berperan sebagai fasilitator.

Beberapa komunitas masyarakat yang sudah memiliki kepedulian terhadap Ciliwung yang tergabung dalam beberapa Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) diberikan akses oleh GCB ke berbagai perusahaan dan universitas. Tujuannya agar mereka bisa mendapatkan bantuan baik berupa dana, pembinaan dan pengembangan penelitian.

“Pada 2012 itu pertama ada program CSR Bank BNI, saya ambil contoh Kopassus. Kita bekerja sama dengan Kopassus selama satu tahun, karena sebagai tentara mereka sudah memiliki disiplin,” ujarnya.

(selanjutnya..)

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/gerakan-ciliwung-bersih-fasilitator-bagi-para-perawat-ciliwung/feed/ 0
KPCLA, Lenteng Agung Juga Peduli Sungai Ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpcla-lenteng-agung-peduli-sungai-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kpcla-lenteng-agung-peduli-sungai-ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpcla-lenteng-agung-peduli-sungai-ciliwung/#respond Thu, 04 May 2017 12:26:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=16932 Sarmili mengawali Komunitas Peduli Ciliwung Lenteng Agung (KPCLA) pada tahun 2008. Keuletan Sarmili dalam menjaga lingkungannya menorehkan beberapa penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional.]]>

Jakarta (Greeners) – Sampah di aliran sungai Ciliwung sejak dulu kerap menjadi perhatian banyak orang. Sampah yang menumpuk di aliran sungai akan menimbulkan dampak banjir di Ibukota Jakarta. Hal ini membuat gerakan peduli Ciliwung merajalela di berbagai titik aliran Ciliwung. Salah satunya Komunitas Peduli Ciliwung Lenteng Agung (KPCLA).

Sarmili mengawali KPCLA pada tahun 2008 bersama orang-orang terdekat dalam rangka menjaga lingkungan dari kerusakan. Awalnya, Sarmili pernah melihat kejadian tiga orang penarik jasa sampah yang membuang seluruh sampahnya ke Ciliwung. Selain itu, Sarmili mengaku bahwa penanganan sampah di daerah tempat tinggalnya masih belum terkonsep. Sampah di daerahnya selalu dibakar tanpa memisahkan terlebih dahulu sampah organik atau non organik yang membuat polusi udara.

Melihat realitas kurang menyenangkan tersebut, akhirnya Sarmili mulai belajar di Jakarta Green and Clean pada tahun 2008. Setelah pulang, Sarmili mulai mengolah sampah dengan lahan seadanyaa hingga pada tahun 2009 KCPLA mendapat bantuan dari pengolahan sampah organik dari Kementerian PU. Bantuan tersebut berupa bantuan untuk pengelolaan sampah di atas lahan seluas 300 m2.

kpcla

Foto: dok. Sarmili/KPCLA

Sri Purwanti yang merupakan istri Sarmili menceritakan awal pengorbanan mereka memulai komunitas ini. “Awal terbentuk, bapak mengampanyekan untuk stop sampah di Ciliwung, namun masyarakat setempat malah mempertanyakan bagaimana solusinya? Kita buang sampah selain di Ciliwung, ya, di mana? Sedangkan kita belum punya TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara),” cerita Purwanti.

Hingga pada akhirnya Sarmili dan istrinya menjual mobil untuk membuat TPS. “Waktu itu saya hidup cuma berdua, soalnya anak-anak udah pada menikah semua, bapak minta izin untuk menjual mobil untuk membuat TPS karena masyarakat terus mendesak,” tambah Purwanti.

Keuletan Sarmili dalam menjaga lingkungannya menorehkan beberapa penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional. Antara lain penghargaan BPLHD terkait penutupan pembuangan sampah ilegal pada tahun 2012, Kapaltaru tingkat kota dan Provinsi DKI sebagai Pembina Lingkungan, pemecahan Rekor Muri aksi bersih-bersih Ciliwung pada tahun 2014, hingga Nominator Kalpataru Nasional sebagai Pembina lingkungan pada tahun 2016.

Semenjak Pemda DKI memiliki petugas UPK Badan Air, kegiatan KPCLA sedikit berubah. “Sejak DKI memiliki petugas badan air, kegiatan kami tidak seperti dulu lagi, yakni bersih-bersih Ciliwung. Kami lebih berkonsentrasi di edukasi. Tahun ini kami memberikan pelatihan hasta karya kepada siswa SMPN 166 Jakarta seminggu 2 kali,” ujar Sarmili.

Untuk memaksimalkan limbah sampah yang dibuang ke sungai Ciliwung, Sarmili juga membentuk UKM Ciliwung Craft. “Kerajinan daur ulang ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa sampah yg selama ini dipandang negatif, sumber penyakit, sesuatu yang kotor, bau menjijikan ternyata masih bermanfaat buat kehidupan dan ada potensi ekonominya juga,” tutur Sarmili.

Harga hasil kerajinan sampah tersebut tidaklah mahal, Sarmili mengungkapkan bahwa harga satu kerajinan hanya ribuan rupiah hingga 400an ribu. Hingga saat ini, KPCLA hanya beranggotakan 15 orang. “Bagi yang mau gabung gampang saja ikut saja di setiap kegiatan kami,” tutup Sarmili.

Penulis: Thorvy Qolbi

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kpcla-lenteng-agung-peduli-sungai-ciliwung/feed/ 0
Komunitas Ciliwung Depok, Piket dan Berbenah untuk Ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-ciliwung-depok-piket-dan-berbenah-untuk-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=komunitas-ciliwung-depok-piket-dan-berbenah-untuk-ciliwung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-ciliwung-depok-piket-dan-berbenah-untuk-ciliwung/#respond Thu, 15 Oct 2015 07:59:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=11513 Peduli terhadap masalah Sungai Ciliwung, Komunitas Ciliwung Depok melakukan Piket Ciliwung dan Berbenah Ciliwung.]]>

Depok (Greeners) – Sungai Ciliwung terlanjur identik dengan sampah dan penyusutan aliran sungai. Kedua hal tersebut tidak hanya terjadi di satu dua titik saja, namun telah merata dari hulu hingga hilir sungai yang berujung pada banjir di Ibu Kota Jakarta.

Berawal dari kondisi itulah, Taufik DS bersama beberapa orang mendirikan Komunitas Ciliwung Depok (KCD). Menurut Sang Pendiri, komunitas ini berdiri dengan semangat untuk memperbaiki Sungai Ciliwung yang ada di area tengah atau daerah aliran sungai (DAS) yang mengaliri Kota Depok.

“Ciliwung itu cantik, tapi juga ganas kalau banjir,” ujar Taufik ketika pertama kali berjumpa dengan Greeners di sela-sela perhelatan Runforiver: UI Half Marathon di Universitas Indonesia September lalu.

Ditemui ketika sedang meresmikan Saung Pustaka Air (SPA) Cikambangan, Taufik bercerita bahwa KCD baru enam tahun berdiri. Proses pendiriannya, sebut Taufik, berawal saat ia dan beberapa tetangga menggugat rencana pembangunan kompleks perumahan yang ada di dekat kompleks perumahan Taufik.

Pembangunan kompleks tersebut, dilakukan dengan mengurug sempadan dua hingga tiga meter. Sempadan itu sendiri adalah lahan kosong yang biasa menjadi tempat limpahan air ketika Sungai Ciliwung meluap.

“Saat itu saya mulai mainkan facebook untuk menarik perhatian masyarakat,” ungkap pria yang tinggal di Komplek Wartawan di Depok ini kepada Greeners pada Minggu (11/10) lalu.

Aksi membersihkan sampah di sepanjang bantaran kali Ciliwung oleh KCD. Foto: dok. KCD

Aksi membersihkan sampah di sepanjang bantaran kali Ciliwung oleh KCD. Foto: dok. KCD

Meskipun upaya yang dilakukannya gagal, Taufik mengaku saat itu banyak simpati yang didapatnya dari berbagai elemen masyarakat. Banyaknya dukungan yang diraih membuatnya berpikir untuk mendirikan komunitas ini. “Itulah cikal bakal pendirian Komunitas Ciliwung Depok pada 2009,” kata Taufik.

Sebagai organisasi yang “cair”, Taufik mengaku jika KCD memang tidak memiliki anggota tetap yang dalam jumlah yang besar. Namun, dukungan masyarakat dan para relawan membuat KCD bisa tetap berdedikasi untuk melestarikan Sungai CIliwung.

Selain relawan, KCD juga mencoba melakukan upaya pemitraan dalam kegiatannya. Saat ini, KCD melakukan mitra kerja dengan Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia.

KCD sendiri memiliki dua kegiatan rutin, yaitu Piket Ciliwung dan Berbenah Ciliwung. Piket Ciliwung merupakan kegiatan non periodik yang dilakukan dengan mengarungi Sungai Ciliwung yang mengaliri Kota Depok. Kegiatan bukanlah untuk berwisata. Piket Ciliwung ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengontrol Sungai Ciliwung seperti membersihkan sampah atau mengecek hal-hal yang bisa merusak DAS Ciliwung di sepanjang Kota Depok.

Sementara itu, kegiatan ‘Berbenah Ciliwung’ merupakan kegiatan periodik yang dilakukan setiap akhir pekan. Taufik mengatakan bahwa ‘Berbenah Ciliwung’ selalu mengikut sertakan partisipasi masyarakat di dalamnya. “Minggu kemarin kita angkat batang pohon besar yang tertanam di dasar Ciliwung,” imbuhnya.

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/komunitas-ciliwung-depok-piket-dan-berbenah-untuk-ciliwung/feed/ 0
Adopsi Sungai Ala Mapala UI dalam Runforiver https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/#respond Sun, 16 Aug 2015 12:28:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10807 Depok (Greeners) – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan kembali mengadakan Runforiver UI Half Marathon untuk yang ketiga kalinya. Acara kompetisi lari yang mengusung kampanye kepedulian terhadap Sungai […]]]>

Depok (Greeners) – Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan kembali mengadakan Runforiver UI Half Marathon untuk yang ketiga kalinya. Acara kompetisi lari yang mengusung kampanye kepedulian terhadap Sungai Ciliwung ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI).

Ketua Mapala UI periode 2015 Firman Arif menyatakan bahwa Runforiver merupakan acara sosial yang mengkolaborasikan budaya hidup sehat dengan berlari dan beraksi nyata untuk lingkungan, terutama sungai.

“Semakin banyak orang yang terlibat dan ikut turun untuk menyebarluaskan dan beraksi nyata demi Ciliwung, maka cita-cita untuk membuat Ciliwung yang lebih baik bisa diwujudkan sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Sebelum berkampanye melalui kegiatan Runforiver, Mapala UI telah lebih dulu membuat program Ciliwung Clean Up. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan Sungai Ciliwung dengan melihatnya lebih dekat.

Sejak diadakan pertama kali pada tahun 2013, kompetisi Runforiver telah menarik ribuan orang untuk ikut serta. Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sejak diadakan pertama kali pada tahun 2013, kompetisi Runforiver telah menarik ribuan orang untuk ikut serta. Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sungai Ciliwung dipilih dalam program ini karena sungai ini kini semakin penuh dengan sampah namun masih menjadi lokasi bermain masyarakat sekitar dan sumber penelitian berbagai kalangan. Selain itu, sungai ini mengalir melalui dua provinsi yang dekat dengan lokasi kampus UI, yakni Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dari program Ciliwung Clean Up, ditemukan berbagai fakta yang menjadi sumber permasalahan yang dihadapi Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, digagaslah program River Adaption atau adopsi sungai. Dalam program ini, sungai dibagi-bagi sesuai wilayah administrasinya hingga ke tingkat RW (rukun warga) dan diberdayakan kembali oleh masyarakat sekitar sesuai dengan solusi dari permasalahan yang dihadapi, mulai dari penanaman bibit pohon, pendidikan masyarakat sekitar, serta pendampingan masyarakat.

Program River Adoption yang digagas oleh Mapala UI ini didukung penuh oleh Universitas Indonesia dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Depok. Untuk membuat program ini semakin dikenal masyarakat, dibuatlah Runforiver UI Half Marathon.

“Nama Runforiver sendiri diambil dari Bahasa Inggris, yaitu run for river yang berarti berlari untuk sungai. Selain itu juga bisa diartikan sebagai run for (e)ever yang berarti berlari untuk selamanya. Diharapkan nantinya gerakan ini akan berlangsung berkesinambungan dan lebih banyak masyarakat yang turun langsung untuk mengadopsi sungai,” ujar Firman.

Runforiver 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI). Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Runforiver 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2015 mendatang di Kompleks Universitas Indonesia (UI). Foto: dok. Runforiver Mapala UI

Sebagai informasi, tahun ini Runforiver mengusung tagline “100% donate” yang berarti seluruh biaya pendaftaran kompetisi ini akan disumbangkan untuk program River Adoption. Ada tiga kategori jarak yang dilombakan dalam kompetisi ini, yaitu 21km, 10km, dan 5km. Kompetisi ini terbuka untuk umum, baik WNI maupun WNA.

Selain itu, ada pula Ciliwung Rally, seminar mengenai teknik berlari dan tes rute Runforiver yang dapat diikuti oleh semua kalangan. Informasi lengkap mengenai kompetisi ini dapat dilihat dalam situs Runforiver.com.

“Semakin banyak yang mau berkontribusi, semakin besar harapan untuk Ciliwung yang lebih baik,” pungkas Firman.

(*)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/adopsi-sungai-ala-mapala-ui-dalam-runforiver/feed/ 0
Lomba Mulung Ciliwung, Aksi Nyata Pengelolaan Sungai Ciliwung https://www.greeners.co/aksi/lomba-mulung-ciliwung-aksi-nyata-pengelolaan-sungai-ciliwung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lomba-mulung-ciliwung-aksi-nyata-pengelolaan-sungai-ciliwung https://www.greeners.co/aksi/lomba-mulung-ciliwung-aksi-nyata-pengelolaan-sungai-ciliwung/#respond Sun, 31 May 2015 14:14:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=9367 Bogor (Greeners) – Pada hari jadi Bogor ke-533, Bima Arya selaku Wali Kota Bogor memberikan sambutan dalam Lomba Mulung Ciliwung yang diadakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) di Balaikota Bogor, […]]]>

Bogor (Greeners) – Pada hari jadi Bogor ke-533, Bima Arya selaku Wali Kota Bogor memberikan sambutan dalam Lomba Mulung Ciliwung yang diadakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) di Balaikota Bogor, Sabtu (30/5). Acara ini diikuti oleh 13 kelurahan yang ada di sepanjang jalur Sungai Ciliwung, mulai dari hulu di Katulampa sampai Kelurahan Sukasari.

Bima Arya menegaskan dalam sambutannya, bahwa kebersihan Sungai Ciliwung merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Tak lupa, ia pun mengapresiasi KPC karena telah fokus melaksanakan acara tahunan ini sejak 2008.

“Kalau pemerintah kota saja tidak sanggup karena tenaganya terbatas oleh sebab itu harus didorong oleh partisipasi warga. Dan yang membuat saya terharu juga ternyata tidak hanya warga dari kota Bogor yang berpartisipasi, karena Ciliwung ini mengaliri Kabupaten Bogor, Kota Bogor sampai Depok. Jadi, ini tanggung jawab kita semua,” ujarnya pada saat memberikan sambutan.

Menurutnya, penataan Sungai Ciliwung dibutuhkan untuk membangkitkan kesadaran warga Bogor agar mau bergerak untuk menata serta mengelola bibir Sungai Ciliwung. Selain itu, ia juga berharap agar kerjasama ini pun tidak hanya melibatkan pemerintah kota namun sampai pada tingkat propinsi.

“Yang saya lihat, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan Sungai Ciliwung ini adalah teman-teman komunitas dan masyarakat,” katanya.

Foto: dok. Lomba Mulung Ciliwung

Foto: dok. Lomba Mulung Ciliwung

Senada dengan Wali Kota, Anggit Saranta selaku panitia pun mengatakan bahwa Lomba Mulung Ciliwung ini sebagai salah satu strategi untuk menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap Sungai Ciliwung. Menurut Anggit, ide diadakannya lomba ini setiap tahun adalah karena banyaknya persepsi miring terkait sampah yang berada di Sungai Ciliwung ini sehingga tidak bisa diangkut lagi.

“Faktanya, dari apa yang KPC lakukan dengan mengajak warga untuk berpartisipasi, ribuan sampah dapat diangkut dari sungai, bahkan sampah yang sudah bertahun-tahun (menumpuk) karena tidak dapat terurai masih bisa diangkut,” ujarnya.

Ditambahkan pula oleh Putri Cantika selaku panitia Lomba Mulung Ciliwung, bahwa Sungai Ciliwung menjadi tujuan utama dari komunitas ini karena ekosistem di sepanjang sungai ini masih dalam kondisi yang baik dan harus diselamatkan dari kerusakan. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Kota Bogor membuka mata untuk sama-sama menjaga sungai karena bermanfaat untuk keberlangsungan hidup di masa depan.

“Pengelolaan sampah dan pengelolaan sungai ini ditujukan agar kita dapat memaknai sungai sebagai sumber kehidupan dan sumber air. Dulu sungai begitu dipuja, hingga pada akhirnya segala pembangunan mengarah ke darat yang membuat orang mulai mengubah paradigmanya terhadap sungai sehingga sekarang sungai hanya dianggap sebagai muka belakang saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, tertulis pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011, Perda Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2011 dan Perda Nomor 15 Tahun 2012 menjelaskan bahwa keterlibatan partisipasi masyarakat yang paling nyata adalah gerakan peduli sungai dan pencegahan pencemaran sungai yang dilakukan oleh masyarakat. Dari perda di atas, Pemkot Bogor meminta kepada KPC agar menjadikan acara “Lomba Mulung Ciliwung” sebagai agenda rutin yang harus dilaksanakan setiap tahunnya.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/aksi/lomba-mulung-ciliwung-aksi-nyata-pengelolaan-sungai-ciliwung/feed/ 0
Lomba Mulung Sampah Ciliwung Targetkan Angkat 3 Ribu Karung Sampah https://www.greeners.co/aksi/lomba-mulung-sampah-ciliwung-targetkan-angkat-3-ribu-karung-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lomba-mulung-sampah-ciliwung-targetkan-angkat-3-ribu-karung-sampah Mon, 02 Jun 2014 09:25:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=4757 Bogor (Greeners) – Lomba Mulung Sampah Ciliwung kembali digelar untuk yang ke-6 kalinya pada Sabtu (31/05) kemarin. Lomba dengan tema “Warga Kota Bogor Tidak Lagi Buang Sampah Ke Ciliwung” tersebut […]]]>

Bogor (Greeners) – Lomba Mulung Sampah Ciliwung kembali digelar untuk yang ke-6 kalinya pada Sabtu (31/05) kemarin. Lomba dengan tema “Warga Kota Bogor Tidak Lagi Buang Sampah Ke Ciliwung” tersebut dilangsungkan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor dan dalam rangka Hari Ulangtahun Kota Bogor ke-532.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto beserta Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Ema Witoelar dan Miss Earth Indonesia, Nita Sofiani hadir untuk melepas tim juri dan relawan di Balaikota Bogor pada pukul 06.00 WIB. Pemerintah Kota Bogor selaku panitia dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor menargetkan 3.000 warga turun ke sungai dan mengangkat 3.000 karung sampah Ciliwung.

“Pemerintah Kota Bogor siap terus bekerjasama dengan KPC. Saya harap warga tidak lagi membuang sampah sembarangan termasuk di sungai. Mari kita jaga sama-sama Kota Bogor, mencintai Kota Bogor dengan menjaga dan merawatnya,” ungkap Bima Arya.

Aliran Sungai Ciliwung bermula dari Cagar Alam Telaga Warna, Puncak, Bogor dan melintasi kota Bogor, Depok, dan bermuara di Teluk Jakarta. Sungai dengan panjang aliran 117 kilometer ini kerap membawa sampah rumah tangga yang dibuang dengan sengaja ke sungai yang membuat kanal aliran sungai tersumbat sehingga banjir terus terjadi di wilayah Jakarta.

Berdasarkan data panitia, selama lima kali penyelenggaraan lomba tersebut, tercatat 9.346 karung sampah anorganik telah diangkat dari Ciliwung. Jumlah sampah terbesar yang berhasil dibersihkan dari sungai tersebut terjadi tahun 2013 lalu, dimana 2.678 karung sampah berhasil diangkat oleh 2.458 warga. Prestasi ini pun tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan lomba mulung sampah sungai dengan jumlah peserta terbanyak.

“Grafik jumlah sampah, partisipasi warga kelurahan, maupun panitia dan juri menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Een Irawan Putra, Koordinator KPC Bogor.

Lomba yang sudah menjadi bagian dari agenda tahunan Pemerintah Kota Bogor ini memperebutkan Piala Bergilir Ciliwung Bersih dari Walikota Bogor dan sejumlah hadiah menarik lainnya dari KPC dan lembaga pendukung. Tahun ini, tercatat ada 13 kelurahan yang turut berpartisipasi.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan KPC Bogor bersama Pemkot Bogor melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Diharapkan bisa memotivasi kelurahan dan daerah lain untuk terlibat dalam aksi membersihkan sampah sungai,” kata Daud Nedo Darenoh, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor.

Lomba ini turut didukung oleh Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Kehutanan, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Kodim 0606 Bogor, Komunitas Peduli Ciliwung Hulu-Hilir, warga bantaran Sungai Ciliwung serta kalangan mahasiswa dari Universitas Pakuan dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

]]>
Lomba Mulung Sampah Ciliwung Berhasil Angkat 2.678 Karung Sampah https://www.greeners.co/berita/lomba-mulung-sampah-ciliwung-berhasil-angkat-2-678-karung-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lomba-mulung-sampah-ciliwung-berhasil-angkat-2-678-karung-sampah https://www.greeners.co/berita/lomba-mulung-sampah-ciliwung-berhasil-angkat-2-678-karung-sampah/#respond Mon, 03 Jun 2013 04:26:01 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3599 Jakarta (Greeners) –  Ada yang tidak biasa Sabtu pagi (01/6) kemarin di sepanjang Sungai Ciliwung yang membelah Kota Bogor. Sungai itu ramai dipenuhi orang-orang yang menenteng karung dan memungut sampah. […]]]>

Jakarta (Greeners) –  Ada yang tidak biasa Sabtu pagi (01/6) kemarin di sepanjang Sungai Ciliwung yang membelah Kota Bogor. Sungai itu ramai dipenuhi orang-orang yang menenteng karung dan memungut sampah.

Tak jarang beberapa dari mereka harus berdiri di tengah derasnya arus sungai dan berbasah-basahan untuk mengambil sampah yang menyangkut di bebatuan dan terbelit di dasar sungai.

Mereka merupakan warga Bogor yang mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor yang digelar untuk kelima kalinya oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Pemerintah Kota Bogor.

Dari lomba tersebut, berhasil diangkat sebanyak 2,678 karung berisi sampah anorganik berhasil diangkat oleh 2.458 warga Kota Bogor dari badan dan bantaran Sungai Ciliwung.  Karung-karung berukuran 25 kilogram berisi sampah anorganik berhasil kemudian diangkut oleh Dinas Kebersihan Kota Bogor.

Kebanyakan sampah didominasi oleh sampah plastik, sebagian adalah sampah yang sudah lama menumpuk sehingga menyangkut di bebatuan dan membentuk lilitan-biasa disebut “anakonda” oleh anggota Komunitas Peduli Ciliwung.

Setelah penghitungan poin, Kelurahan Tanah Sareal berhasil menyabet gelar juara dan mendapatkan piala bergilir Walikota Bogor, diikuti oleh Kelurahan Bantarjati dan Kelurahan Sempur. Piala dan hadiah akan diserahkan langsung oleh Walikota Bogor pada Senin ini (03/6) di Gedung DPRD pada saat puncak Hari Jadi Bogor.

Lomba Mulung Sampah merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Kelurahan yang terletak di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung ini berlomba untuk mendapatkan piala bergilir dari Walikota Bogor serta hadiah uang tunai puluhan juta rupiah. Mulai 2012, lomba ini secara resmi menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Bogor oleh Pemkab Bogor.

Kriteria penilaian dalam lomba adalah jumlah karung yang dikumpulkan, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggi yang menjadi pemenang.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh mengatakan Pemkab Bogor berkomitmen mendukung pelestarian Ciliwung. “Kami harap ini bisa berlangsung terus karena sangat positif. Masyarakat sudah tahu bahwa pada Hari Jadi Bogor ada kegiatan bersih Ciliwung. Semoga masyarakat sadar dan bisa terus menjaga Ciliwung tidak hanya pada saat Hari Jadi Bogor,” katanya.

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Erna Witoelar dan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Setiawan juga menyatakan dukungannya agar kegiatan ini selanjutnya bisa dilakukan serentak dari Puncak hingga Jakarta.

Sedangkan Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Muhammad Muslich mengatakan pihaknya berharap kota lain bisa mereplikasi kegiatan semacam ini. “Bayangkan jika dari Bogor, Depok hingga Jakarta dari hulu ke hilir bisa diselenggarakan acara seperti ini, akan luar biasa sekali dampaknya terhadap kelestarian Sungai Ciliwung,” katanya dalam rilis yang diterima Greeners. (G03)

]]>
https://www.greeners.co/berita/lomba-mulung-sampah-ciliwung-berhasil-angkat-2-678-karung-sampah/feed/ 0