olahraga luar ruang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/olahraga-luar-ruang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 20 Jan 2021 14:37:04 +0000 id hourly 1 10 Tips Persiapan Mendaki Gunung bagi Pendaki Pemula https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-persiapan-mendaki-gunung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-persiapan-mendaki-gunung https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-persiapan-mendaki-gunung/#respond Thu, 17 Dec 2020 10:00:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9137 “We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures that we can have if only we seek them […]]]>

“We live in a wonderful world that is full of beauty, charm and adventure. There is no end to the adventures that we can have if only we seek them with our eyes open” – Jawaharlal Nehru.

Kutipan di atas dapat menginspirasi kita untuk melakukan perjalanan menyusuri alam bebas, salah satunya ke gunung. Memperingati Hari Gunung Internasional pada 11 Desember, mungkin Anda terinspirasi untuk mendaki gunung pertama Anda? Nah, bagi Anda yang baru pertama kali ingin mendaki gunung, Greeners merangkum beberapa tips mendaki gunung untuk Anda.

Sepuluh Tips Persiapan Naik Gunung bagi Pemula

1. Pelajari lokasi tujuan pendakian

Medan setiap gunung berbeda satu dan yang lainnya, itulah kenapa mempelajari lokasi tujuan pendakian menjadi sangat penting. Mempelajari medan gunung bisa dicari dengan menggunakan internet dan bertanya pada teman atau relasi yang sudah mendaki ke gunung tersebut.

Anda perlu mengetahui teknis rute pendakian, seperti ketinggian, izin pendakian, keberadaan satwa di sekitarnya, cuaca, penyeberangan sungai atau aliran air, ketersediaan sumber air, biaya masuk, dan lain-lain. Dengan mengetahui lokasi tujuan, Anda bisa mempersiapkan stamina dan logistik dengan maksimal.

2. Berolahraga sebelum pendakian

Sebaiknya lakukan olahraga beberapa minggu sebelum hari pendakian, seperti jogging, kardio atau bersepeda. Jalur pendakian yang menanjak, udara yang dingin, dan oksigen yang menipis akan jadi halangan terberat bagi Anda.

Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur, dan jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat. Sertakan juga jalan kaki dan menaiki tangga dalam rutinitas harian Anda. Mempersiapkan fisik Anda membuat tubuh tidak terkejut akan tenaga yang Anda butuhkan ketika mendaki.

3. Sediakan peralatan dan perlengkapan yang tepat

Untuk kenyamanan satu sama lain, perhatikan peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa. Peralatan ini harus sesuai dengan fungsi dan lokasi pendakian. Berikut adalah perlengkapan yang umumnya dibawa oleh para pendaki:

  • tas carrier,
  • sepatu hiking,
  • jaket, 
  • tumbler,
  • pisau lipat,
  • jas hujan,
  • alat masak portabel,
  • senter,
  • peluit,
  • kompas,
  • perlengkapan P3K (yang berisi obat-obatan dasar, bandaids, kapas, minyak penghangat tubuh dan betadine),
  • reusable bag untuk menyimpan sampah,
  • matras,
  • tenda, dan
  • sleeping bag. 

4. Tips mendaki gunung: Pahami penggunaan perlengkapan

Selain melengkapi bawaan, Anda juga harus memahami cara menggunakannya. Anda bisa mengikuti kursus atau pelatihan pendaki gunung. Bahkan pelatihannya tak hanya memahami tentang peralatan pendakian.

Anda juga bisa belajar navigasi peta, cara memanjat, risiko yang berpotensi akan terjadi dan cara pencegahannya, sampai teknik dasar pertolongan pertama. Ini pun membantu Anda untuk membuat keputusan ketika mendaki.

Selain lewat kursus atau pelatihan, Anda dapat mempelajarinya lewat internet dan menanyakan pada teman Anda yang sudah ahli. Jangan sampai Anda tidak bisa memasang tenda, tidak bisa tali temali, atau bingung akan navigasi karena tidak bisa membaca kompas, sehingga tidak membantu rekan tim pendaki Anda.

Dengan memahami penggunaannya, Anda sekaligus dapat mempertimbangkan apa yang harus Anda bawa secara detail, misalnya penggunaan tas gunung bukan tas ransel biasa.

5. Semprotkan cairan tahan air pada barang-barang Anda, baik cuaca hujan atau cerah

Meskipun tidak hujan, Anda tidak tahu bagaimana nantinya genangan air atau sungai yang harus Anda seberangi. Kemungkinan terburuknya, kalau Anda tergelincir. Maka dari itu, barang-barang yang Anda bawa sebaiknya tahan air. Jika tidak, Anda dapat membeli cairan yang membuat barang tahan air untuk Anda semprotkan ke barang-barang Anda.

Baca juga: 13 Bahan Alami Pereda Nyeri: Dari Cabai sampai Cengkeh

tips persiapan mendaki gunung

Perbekalan menjadi penting untuk mengisi tenaga dalam sebuah pendakian. Logistik yang dibawa pun harus sesuai dengan jumlah orang dalam satu grup. Foto: Shutterstock.

6. Siapkan perbekalan yang bernutrisi

Perbekalan menjadi penting untuk mengisi tenaga dalam sebuah pendakian. Logistik yang dibawa pun harus sesuai dengan jumlah orang dalam satu grup. Ketika mendaki, Anda akan membakar banyak karbohidrat dan lemak.

Maka dari itu, logistik yang biasa dibawa adalah beras, bahan makanan instan, serta camilan berupa biskuit, cokelat, kacang, dan roti. Cokelat dan gula merah sangat penting dalam pendakian karena dapat membantu untuk mengisi tenaga.

Anda juga tidak boleh sampai dehidrasi karena pendakian. Dehidrasi dapat membuat Anda kelelahan, sakit kepala, atau bahkan kebingungan. Anda harus bersiap kalau-kalau sulit menemukan sumber air yang bersih dan segar.

Bawalah sekitar dua liter air dan pastikan meminumnya ketika Anda membutuhkannya. Jangan sampai membebani sesama pendaki ketika Anda mulai pusing karena dehidrasi.

7. Lakukan peregangan sebelum mendaki

Coba lakukan peregangan dinamis untuk persiapan pendakian Anda. Peregangan dinamis mengharuskan Anda bergerak, bukan seperti peregangan statis yang biasanya menahan tiap gerakan peregangan selama 10 detik.

Contoh peregangan dinamis adalah angkat lutut bergantian, squat sampai fleksor pinggul, tendangan tinggi bergantian, atau peregangan paha bagian atas secara bergantian. Ini berguna untuk mendorong semangat Anda dan mempersiapkan otot untuk waktu pendakian.

8. Tips mendaki gunung: Jangan sampai salah kostum

Biasanya, pendaki memakai 2-3 lapisan pakaian untuk mendaki gunung. 3 lapisan tersebut biasanya terdiri dari lapisan dasar untuk menghilangkan keringat, lapisan tengah untuk melindungi tubuh Anda, dan lapisan luar yang melindungi Anda dari hujan, angin, dan salju.

Saat memilih pakaian untuk perjalanan mendaki gunung, hindari barang berbahan katun. Pilih pakaian sintetis atau wol sebagai lapisan dasar untuk menyerap keringat dan cepat kering.

9. Memperhatikan aturan-aturan pendakian

Ketika persiapan mendaki, Anda juga perlu tahu dan menghormati etika lokal. Anda sebaiknya tidak sembarangan mengganggu ketenangan satwa atau alam. Ikuti aturan serta regulasi, dan patuhi nasihat petugas pos-pos pendakian. Apalagi jika Anda melakukan pendakian ketika pandemi, seperti saat ini. Protokol kesehatan harus selalu Anda jalani.

10. Berpikir positif

Penting untuk memiliki pemikiran yang positif saat melakukan pendakian. Hal ini dilakukan untuk mensugesti mental kita bahwa kita mampu. Sebaliknya, kita akan tersendat jika berpikiran negatif. Hal ini juga bisa Anda latih dengan melakukan meditasi setiap harinya.

Perbanyak informasi selengkap-lengkapnya dan selalu ingat untuk menjaga keselamatan diri selama berada di alam bebas. Selamat mendaki!

Penulis: Gloria Safira dan Agnes Marpaung

Sumber:

Tripzilla

Outdor Inquirer

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tips-persiapan-mendaki-gunung/feed/ 0
Deep and Extreme 2019 Kampanyekan Konservasi Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/#respond Thu, 04 Apr 2019 12:44:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22994 Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 resmi digelar dengan mengampanyekan dan mensosialisasikan upaya-upaya konservasi lingkungan khususnya laut dan kawasan wisata.]]>

Jakarta (Greeners) – Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 resmi digelar dengan mengampanyekan dan mensosialisasikan upaya-upaya konservasi lingkungan khususnya laut dan kawasan wisata. Mengingat pentingnya menjaga alam dan lingkungan, DXl 2019 menetapkan tema tahun ini yaitu “Indonesia yang Bersih, Aman dan Nyaman Untuk Berwisata”. Tema ini merupakan manifestasi dari program pemerintah yang telah dicanangkan yaitu Gerakan lndonesia Bersih yang akan disosialisasikan secara luas pada pameran DXl 2019.

Darmawan Sutanto selaku CEO DXI mengatakan bahwa dalam DXI tahun ini banyak hal yang berbeda dan banyak inovasi baru dari segi acaranya. Salah satunya dengan mengampanyekan konservasi lingkungan terutama sampah plastik. Untuk mendukung kampanye konservasi ini digelar banyak talkshow yang membahas tentang konservasi laut.

“Banyak sekali talkshow kami yang akan membahas tentang lingkungan, ada talkshow bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk membicarakan wisata lingkungan. Aksi dan komitmen kami terhadap sampah plastik juga kami wujudkan dengan menggalakkan kampanye mengurangi penggunaan plastik sekali pakai karena DXI sadar bahwa masyarakat masih kesulitan untuk tidak menggunakan plastik,” ujar Darmawan Sutanto kepada Greeners usai membuka Deep and Extreme Indonesia 2019 di JCC, Kamis (04/04/2019).

Sejalan dengan kampanye tersebut, Executive Director DXI Denny Rachman mengatakan DXI 2019 akan lebih mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dalam acara ini dipamerkan karya seni dari sampah plastik atau Trash Art untuk mengajak dan mengingatkan masyarakat agar berhenti menggunkan plastik sekali pakai.

“Jadi trash art ini terbuat dari plastik, lalu kita juga ada booth use less plastic yang dikelola oleh Putri Selam Indonesia (PSI). Booth ini terdiri dari orang-orang yang setiap harinya mempromosikan less plastic, less straw dan bawa tumbler sendiri. Mereka berkeliling melakukan kampanye itu. Selain itu di DXI juga ada zona Cerita Kopi Nusantara di mana sudah tidak menggunakan gelas plastik,” kata Denny kepada Greeners.

Bersamaan dengan acara DXI 2019, diselenggarakan juga pemilihan Putri Selam lndonesia (PSI) atau dikenal dengan Miss Scuba lndonesia dengan mengusung tema “use-less-plastic” sebagai dukungan untuk menjadikan laut Indonesia yang bersih dan bebas sampah plastik. PSI 2019 akan memilih putri terbaik Indonesia untuk menjadi duta selam Indonesia yang akan mempromosikan dan mengampanyekan kegiatan dan wisata selam di Indonesia.

“Pada pemilihan ini kami juga membangun karakter bela negara dengan mengajak semua peselam yang aktif maupun non aktif untuk memahami pentingnya kelestraian lingkungan laut dan kebersihan kita yang merupakan ikon Indonesia yang ke depannya menjadi poros maritim dunia,” ujar Aditya Vilyanto Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI)

Sebagai informasi, DXI 2019 diikuti oleh lebih dari 200 peserta dan digelar di area seluas 6.000 meter persegi. Acara ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 7 April 2019, dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB dan terbuka untuk umum. Masyarakat yang ingin mengunjungi pameran ini akan dikenakan Harga Tiket Masuk (HTM) sebesar Rp40.000 orang/ kunjungan/ hari atau Rp90.000 per orang untuk tiket terusan selama 4 hari pameran.

DXI 2019 diselenggarakan atas kerjasama dan dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), media partner, asosiasi dan komunitas terkait, serta dukungan sponSOr utama (premier sponsor) PLN ElectricityforA Better Life dan sponsor pendukung (regular sponsor), FWD Life.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/deep-and-extreme-2019-kampanyekan-konservasi-lingkungan/feed/ 0
Berlari untuk Revitalisasi Sungai Ciliwung Melalui Run Foriver 2017 https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017 https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/#respond Tue, 12 Sep 2017 11:47:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=18562 Untuk keempat kalinya mahasiswa pecinta alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengadakan kompetisi lari dengan tujuan merevitalisasi Sungai Ciliwung.]]>

Greeners (Jakarta) – Untuk keempat kalinya mahasiswa pecinta alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kembali mengadakan kompetisi lari dengan tujuan merevitalisasi Sungai Ciliwung. Acara bertajuk Run Foriver: Mapala UI Half-Marathon 2017 ini berlangsung pada Minggu pagi di kompleks UI Depok, Jawa Barat.

Meski kegiatan ini sempat vakum pada 2016 lalu, namun acara ini tetap mengundang antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi. “Setiap tahun Run Foriver mendapat antusias yang luar biasa dari masyarakat. Ini terbukti dengan bertambahnya peserta pada tahun ini,” ujar Irene Swastiwi, panitia Run Foriver 2017, kepada Greeners.co saat ditemui di lokasi acara, Minggu (10/09).

Tahun ini, lanjutnya, Run Foriver 2017 diikuti hingga 1.200 peserta. Untuk membuat pembeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini diadakan kategori lari baru, yaitu trail running. Pada trek ini, peserta lomba diarahkan melintasi hutan, tanjakan dan bebatuan.

run foriver

Foto: greeners.co/Risya Fitriana

Kompetisi lari ini dibagi ke dalam empat kategori lomba, yaitu 21K (half marathon), 10K, 5K, dan Trail Running 10K. Sementara, para peserta dibagi dalam kategori Open (berlaku bagi warga Indonesia/WNI), Student (mahasiswa dan pelajar/WNI) dan Foreigner (Asing/WNA). Para peserta yang mengikuti kegiatan ini pun sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Revitalisasi fungsi Sungai Ciliwung merupakan target kegiatan lari yang dimulai sejak 2013 silam ini. Sebuah program adopsi sungai dengan misi pemberdayaan kembali Sungai Ciliwung. Irene menjelaskan bahwa dalam program ini setiap sungai dibagi-bagi sesuai wilayah administrasi, hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) kemudian diberdayakan kembali sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sekitar.

Adopsi sungai ini juga memiliki beragam program penting lain, diantaranya penghijauan daerah aliran sungai (DAS), revitalisasi daerah anak sungai dan pedampingan masyarakat hingga pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat daerah bantaran Sungai Ciliwung. Beberapa program yang telah dilakukan yaitu penanaman 900 pohon di bantaran sungai pada tahun 2013, pemberian 900 buku untuk saung pustaka air dan saung pustaka air Depok, 2014 serta pembuatan lubang biopori yang dibantu oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Tahun ini website riveradoption.com diluncurkan. Situs ini berisi profil Sungai Ciliwung serta kondisi sungai yang terkini, termasuk permasalahan yang dihadapi oleh Sungai Ciliwung. Iren menjelaskan bahwa situs ini dapat diakses oleh publik dan diharapkan dapat memudahkan para stakeholder untuk mengetahui perkembangan Sungai Ciliwung. “Kami juga pengin membangun kepedulian masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Mengingat sungai ini menghidupi banyak orang, sudah seharusnya kita jaga kebersihannya,” pungkasnya.

Penulis: Risya Fitriana

]]>
https://www.greeners.co/aksi/berlari-revitalisasi-sungai-ciliwung-melalui-run-foriver-2017/feed/ 0
ISEF 2017 dan Harapan Bangkitnya Industri Olahraga Indonesia https://www.greeners.co/aksi/isef-2017-dan-harapan-bangkitnya-industri-olahraga-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=isef-2017-dan-harapan-bangkitnya-industri-olahraga-indonesia https://www.greeners.co/aksi/isef-2017-dan-harapan-bangkitnya-industri-olahraga-indonesia/#respond Tue, 23 May 2017 13:03:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17115 Digelarnya Indonesia Sports Expo & Forum (ISEF) 2017 bukan hanya ajang interaksi penyedia produk dan jasa keolahragaan dengan para pengunjung, namun juga menjadi harapan bangkitnya industri olahraga.]]>

Tangerang (Greeners) – Pameran olahraga Indonesia Sports Expo & Forum (ISEF) 2017 kembali digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, 17-21 Mei 2017. Pameran ini sebagai ajang interaksi langsung antara para penyedia aneka ragam produk dan jasa keolahragaan dengan para pengunjung termasuk dengan pelaku bisnis produk olahraga.

Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga, Washington, yang ditemui di lokasi acara menyatakan bahwa saat ini perkembangan industri olahraga di Indonesia menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi Kemenpora.

“Sebenarnya ada beberapa deputi untuk menangani hal ini (industri olahraga, Red.), namun ini perlu waktu untuk dimulai karena ada beberapa sektor lain yang menjadi fokus kita,” ujar Washington, Tangerang, Kamis (18/5).

Menurutnya, kegiatan sejenis ISEF perlu sering diadakan di Indonesia dan tidak hanya berlokasi di satu daerah saja. Ia berharap pameran seperti ini membuat geliat industri olahraga semakin berkembang di Indonesia.

“Kami berharap bahwa acara-acara seperti ini akan diadakan dengan mengundang perwakilan dari daerah-daerah lain juga. Acara seperti ini merupakan media informasi yang sangat baik bagi masyarakat untuk mendapatkan kabar-kabar mengenai dunia olahraga. Selain itu, geliat industri olahraga pun dapat bertambah,” kata Washington.

Ditemui di lokasi yang sama, mantan atlet renang nasional Richard Sambera pun turut mengapresiasi pameran ini. Menurutnya, acara seperti ini penting dilakukan secara rutin untuk mengembangkan industri olahraga sendiri, bukan hanya di olahraga prestasi tapi juga olahraga kemasyarakatan.

“Seperti kita ketahui sekarang animo olahraga di masyarakat sedang tinggi-tingginya. Banyak yang bersepeda, berenang, dan olah raga luar ruang lainnya. Itu yang harus kita imbangi dengan pengetahuan-pengetahuan mengenai peralatannya, tempat-tempat latihannya. Juga pemerintah daerah maupun pemerintah kota membangun fasilitas olahraga yang baik, bukan ala kadarnya,” ujar Richard.

Acara pembukaan ISEF 2017 juga dihadiri oleh Presiden Direktur Debindo Group sekaligus penyelenggara acara ISEF 2017 Effi Setiabudi, perwakilan dari KONI, dan beberapa atlet senior. Pada awal pembukaan acara, Effi Setiabudi memberikan sedikit sambutan dan menyatakan bahwa ISEF 2017 mengusung konsep “All in One Sport Product”.

ISEF 2017 merupakan sebuah platform bisnis untuk industri olahraga di Indonesia yang diselenggarakan bersamaan dengan Indobuildtech Expo Jakarta 2017, Indonesia Interior & Furnitur Show (IIFS) dan Indonesia Construction Technology (Indoconstech). ISEF 2017 memiliki serangkaian kegiatan yang terdiri dari 50 acara. ISEF 2017 memanjakan pengunjung dengan berbagai aktivitas olahraga seperti jump sport, freeletics, u-jam, dan masih banyak lagi.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani, Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/isef-2017-dan-harapan-bangkitnya-industri-olahraga-indonesia/feed/ 0
Berlari Sambil Berbagi di H2O 5K Run https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/#respond Tue, 21 Mar 2017 13:18:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=16388 Untuk memperingati Hari Air Sedunia, Leo Clubs Multiple Districts 307 Indonesia mengadakan kompetisi lari H2O 5K Run, pada Minggu (19/03/2017) pagi. Kegiatan lari ini sekaligus menggalang dana untuk membantu sesama.]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk memperingati Hari Air Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 22 Maret, Leo Clubs Multiple Districts 307 Indonesia menggalang dana untuk membantu sesama. Organisasi nonprofit ini mengadakan kompetisi lari sejauh 5 kilometer dalam acara H2O 5K Run, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Minggu (19/03/2017) pagi.

“H2O 5K Run ini event lari pertama kami. Profit yang kami dapat dari acara ini nantinya akan disumbangkan ke warga Cilincing, Kalibaru, Jakarta dengan memberikan alat penyaring air,” ujar Nita Clarissa, advisor acara lari H2O 5K Run saat ditemui Greeners di lokasi acara.

Dengan kegiatan sosial seperti H2O 5K Run ini, Nita menyatakan bahwa LEO Clubs MD 307 Indonesia berharap agar masyarakat Indonesia bisa lebih peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka, termasuk dalam ketersediaan air bersih.

h2o 5k run

H2O 5K Run. Foto: LEO Clubs MD 307 Indonesia

Acara sosial ini berhasil menarik 500 pelari dari berbagai kalangan mulai dari siswa hingga atlet profesional. Salah satu peserta, Fauziah Khansa (22), mengaku sengaja datang dari kota Bandung untuk mengikuti kegiatan lari ini.

“Tujuannya sih partisipasi, karena bagus acaranya. Memperingati Hari Air Sedunia sekaligus mengajak warga Jakarta untuk mengingat bahwa olahraga itu bisa dibawa asyik juga. Saya sendiri datang dari Bandung bersama Ibu. Ibu juara tiga,” kata Fauziah kepada Greeners.

Menurut Fauziah, berlari adalah induk dari segala olahraga. Sebelum memasuki cabang olah raga lain, baik atlet maupun penggemar kegiatan fisik pasti mengawali kegiatannya dengan latihan dasar, yaitu berlari. Fauziah yang juga atlet sekaligus trainer ini berhasil menyelesaikan trek lari dari Lapangan Banteng ke Monumen Nasional di posisi kedua.

“Kalau dapat medali, itu kepuasan tersendiri. Namun dengan acara seperti ini, masyarakat Jakarta akan lebih tertarik untuk berolahraga. Apalagi jika mengingat bahwa selain manfaat kesehatan, kita juga membantu sesama,” ujarnya.

Leo Clubs MD 307 Indonesia merupakan bagian dari Leo Clubs International yang menaungi seluruh Leo Clubs yang berada di Indonesia. Anggotanya tersebar di beberapa kota di seluruh Indonesia yaitu di kota Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Malang, Pontianak, dan daerah lainnya.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/berlari-sambil-berbagi-h2o-5k-run/feed/ 0
Botol Minum untuk Petualang, Mampu Menarik Air dari Udara https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-minum-untuk-petualang-mampu-menarik-air-dari-udara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=botol-minum-untuk-petualang-mampu-menarik-air-dari-udara https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-minum-untuk-petualang-mampu-menarik-air-dari-udara/#respond Thu, 11 Feb 2016 09:34:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12810 Sekarang para pesepeda dan pendaki gunung tak perlu cemas saat memenuhi kebutuhan airnya selama bertualang. Perusahaan Fontus merancang sebuah desain botol minum yang bisa mengisi sendiri airnya.]]>

Selama beraktifitas di luar ruang, menjaga kadar air di tubuh adalah hal yang sangat penting. Namun dengan kesadaran seperti itu pun, banyak pesepeda atau pendaki gunung yang bisa lupa mengisi kembali botol air mereka dan membuat mereka berada dalam bahaya.

Sekarang para pesepeda dan pendaki gunung tak perlu cemas saat memenuhi kebutuhan airnya selama bertualang. Perusahaan Fontus merancang sebuah desain botol minum yang pintar. Perusahaan ini mengembangkan sebuah produk botol minum yang bisa mengisi sendiri airnya. Air tersebut dikumpulkan dari kelembaban di udara.

Teknologi yang mengandalkan tenaga surya ini memanen air dari udara menggunakan Elemen Peltier – pendingin dengan dua ruang yang berfungsi mendorong kondensasi. Saat udara bergerak melalui ruang bagian atas, udara tersebut ditahan oleh beberapa penghalang. Kecepatan aliran udara yang berkurang ini memungkinkan lepasnya molekul air yang kemudian ditarik dari udara tersebut dan kemudian disimpan di botol.

Botol minum rancangan Fontus didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi para pendaki gunung dan pesepeda. Foto: Fontus/inhabitat.com

Botol minum rancangan Fontus didesain untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi para pendaki gunung dan pesepeda. Foto: Fontus/inhabitat.com

Fontus menjanjikan bahwa alat ini sangat praktis dan bisa diandalkan. Seperti yang diberitakan dalam situs Inhabitat, Fontus menciptakan sebuah alat yang bisa menyerap kelembaban udara, memisahkan molekul air dari udara dan kemudian menyimpannya ke dalam botol. Namun alat tersebut harus kecil, ringkas dan mampu bekerja sendiri.

Setelah lebih dari 30 percobaan, akhirnya didapatkan hasil percobaan yang menghasilkan air dalam jumlah yang stabil, yaitu satu tetes air tiap menit. Dengan kondisi yang tepat, alat ini bisa menghasilkan setengah liter air dalam satu jam. Walaupun ini sebuah pencapaian yang menakjubkan, namun jumlah ini masih kurang banyak saat digunakan di hari yang panas dan lembab. Alat ini juga tidak efektif di area perkotaaan, karena air yang didapat tercemar oleh polusi udara.

Ada dua jenis botol minum pintar keluaran Fontus yaitu Airo untuk pendaki gunung dan Ryde untuk pesepeda. Foto: Fontus/inhabitat.com

Ada dua jenis botol minum pintar keluaran Fontus yaitu Airo untuk pendaki gunung dan Ryde untuk pesepeda. Foto: Fontus/inhabitat.com

Saat ini, Fontus mengembangkan dua jenis botol pintar, yaitu Airo untuk pendaki gunung dan Ryde untuk pesepeda. Fontus telah bergabung dengan banyak proyek yang menjanjikan dalam usaha memanen air dari udara.

Di tahun 2013, peneliti dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) menciptakan sebuah bahan yang bisa menarik air dari kabut dan hasilnya sampai saat ini cukup menggembirakan. Mungkin para profesor tersebut bisa memasang sebuah jaring penangkap air di kampus sehingga bisa menolong kota Boston dari kelembabannya yang cukup mengganggu. Lebih penting lagi, teknologi ini bisa menolong kasus kekurangan air di daerah-daerah yang miskin dan bisa berperan sebagai adaptasi terhadap perubahan iklim.

Penulis: NW/G15

 

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/botol-minum-untuk-petualang-mampu-menarik-air-dari-udara/feed/ 0
Point Break, Menguji Batas Nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=point-break-menguji-batas-nyali https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/#respond Thu, 17 Dec 2015 13:53:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=12267 Kemunculan sekelompok orang yang melakukan aksi kejahatan dalam balutan aksi ekstrem menantang alam menggugah seorang calon FBI untuk meringkus mereka. Mampukah aksi komplotan ini dihentikan?]]>

Judul Film: Point Break
Sutradara: Ericson Core
Pemain: Luke Bracey, Edgar Ramirez, Clemens Schick, Matias Varela, Teresa Palmer, Jaymes Butler
Produksi: Alcon Entertainment, DMG Entertainment (2015)
Durasi: 114 menit

Film Point Break merupakan film daur ulang dari film berjudul sama yang pernah hit pada tahun 1991. Film ini menceritakan seorang calon anggota FBI bernama Johnny Utah (diperankan Luke Bracey) yang tertantang untuk memecahkan satu kasus kejahatan yang tidak biasa.

Selayaknya Robin Hood, para penjahat ini melakukan kejahatan di berbagai negara kemudian membagi-bagikan jarahannya kepada warga miskin di daerah terpencil. Namun, yang membedakan mereka dari Robin Hood, para penjahat ini melakukan berbagai aksi ekstrim atas dasar keyakinan mereka pada paham “Ozaki 8”.

Menurut cerita di film ini, Ozaki 8 adalah delapan paham yang diciptakan oleh seorang pecinta alam bernama Ozaki. Paham ini kemudian diartikan sebagai aksi menantang alam yang menguji nyali hingga batas ekstrim. Jika ada orang yang berhasil menyelesaikan kedelapan tantangan tersebut, diyakini orang tersebut akan mendapatkan “pencerahan” dalam hidup.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Untuk dapat masuk ke dalam kelompok ini tidak mudah. Ketika kelompok ini mengadakan aksi berselancar di ombak yang sangat tinggi di tengah laut, Utah merebut jalur salah seorang peselancar dan hampir tewas tergulung ombak. Disinilah ia bertemu dengan Bodhi (Edgar Ramirez), peselancar yang ia serobot jalur selancarnya sekaligus orang yang menyelamatkan nyawanya.

Dari kejadian tersebut, secara perlahan Utah diterima masuk ke dalam kelompok. Namun, satu per satu anggota kelompok tewas dalam aksi kejahatan atau saat menyelesaikan tantangan Ozaki 8. Mampukah Utah menangkap para penjahat ini?

Dalam film besutan sutradara Ericson Core ini, beberapa olahraga alam ekstrim dipertontonkan, mulai dari motocross, surfing, skydiving, wall climbing hingga snowboarding. Semua olahraga outdoor ini terlihat apik dan sangat mendebarkan. Wajar saja karena pengambilan gambarnya dilakukan oleh orang-orang yang sangat ahli dibidangnya. Lokasi syuting pun diambil di beberapa negara seperti Venezuela, Hawaii, Swiss dan Italia.

Foto: Warner Bros. Pictures

Foto: Warner Bros. Pictures

Yang perlu dicermati dalam film ini adalah pesan untuk menyelamatkan bumi. Bumi memang semakin rusak akibat dieksploitasi secara berlebihan oleh orang-orang yang egois dan tamak, namun cara untuk menyelamatkan bumi bukanlah dengan melakukan tindak kejahatan dengan alasan kemanusiaan.

Point Break tayang di Indonesia pada awal bulan Desember ini dan dapat disaksikan di bioskop jaringan Cinema XXI di seluruh Indonesia.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/point-break-menguji-batas-nyali/feed/ 0
World Rafting Championship 2015 Usai, Brasil Patahkan Mitos https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/#respond Fri, 11 Dec 2015 08:16:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12199 Dalam Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang berlangsung di Sungai Citarik, Jawa Barat, Brasil berhasil meraih medali emas terbanyak. ]]>

Citarik (Greeners) – Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 29 November hingga 8 Desember 2015 usai sudah digelar. Akhir dari perlombaan ini menunjukkan hasil yang menarik, bahwa mitos tuan rumah memiliki keunggulan karena lebih menguasai medan tidak terbukti.

Dalam hasil akhir WRC 2015, kiblat olahraga arung jeram dunia tetap dipegang Brasil untuk Kelas di bawah 23 tahun/U-23 Putri dan Putra serta Kelas Terbuka Putra. Selain Brasil, ada tiga negara lainnya yang berhasil mendulang emas di tiap kelasnya, yaitu Rusia untuk Kelas U-19 Putri dan Putra, Selandia Baru untuk Kelas Master (di atas 40 tahun) Putri dan Putra, dan Republik Ceko untuk Kelas Terbuka Putri.

Presiden Federasi Arung Jeram Internasional (IRF), Joe Willie Jones, mengaku sangat menghargai kerja keras Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dalam menggelar WRC 2105. Menurut Joe, FAJI terbukti berhasil membuka jalur bagi negara Asia lainnya karena untuk penyelenggaraan WRC R6 2017, Jepang akan menjadi tuan rumah.

“Menjadi pelopor penyelenggara WRC untuk pertama kali di Asia, sudah merupakan prestasi luar biasa. Pastinya ada kekurangan di sana-sini, tapi itu harus bisa diperbaiki jika ingin menggelar WRC R4,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Greeners, Jakarta (10/12).

Dalam sambutan saat acara penutupan WRC 2015 pada Selasa (08/12) malam, Joe juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi tiap cabang olahraga di dunia tetap harus mengutamakan kepentingan atlit yang berlaga.

“Kejuaraan Dunia bukan untuk menjunjung tinggi gengsi sebuah organisasi, tapi demi kemajuan olahraga itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga antusias melihat jumlah peserta WRC di Kelas U-19 dan U-23 mengalami peningkatan, yang kali ini diikuti 11 negara. Ia pun berharap agar para negara anggota IRF lebih memperhatikan pembinaan atlit mudanya.

“Karena merekalah calon juara masa depan. Organisasi olahraga yang baik adalah yang berhasil dalam regenerasi atlitnya. Mari kembalikan generasi muda ke alam dengan mendalami olahraga petualangan. Jangan biarkan mereka tenggelam dalam gawai dan tidak terkena matahari,” pungkasnya.

Tim nasional U-19 Putra berhasil mencatat sejarah dengan meraih medali emas pertama Indonesia selama mengikuti Kejuaraan Dunia Arung Jeram, di Sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/12). Presiden IRF, Joe Willie Jones (depan), menyerahkan pialanya. Foto: Lassak Imaji/Tagor Siagian

Tim nasional U-19 Putra berhasil mencatat sejarah dengan meraih medali emas pertama Indonesia selama mengikuti Kejuaraan Dunia Arung Jeram, di Sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/12). Presiden IRF, Joe Willie Jones (depan), menyerahkan pialanya. Foto: Lassak Imaji/Tagor Siagian

Sebagai informasi, Kejuaraan Dunia Arung Jeram untuk pertama kali berlangsung pada tahun 1998. Sejak diselenggarakan, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan WRC setelah Sungai Citarik yang dinyatakan layak untuk lomba jenis R6/Rafting 6 (enam pedayung dalam perahu). Sebanyak 592 pedayung yang berasal dari 23 negara mengikuti WRC 2015 di Indonesia.

Selain menorehkan sejarah arung jeram dunia di tingkat organisasi sebagai negara pertama yang menggelar WRC di Asia, Indonesia juga untuk pertama kali meraih medali emas dalam WRC R6 sejak bergabung dengan IRF pada tahun 2000. Medali emas ini diraih tim nasional U-19 Putra yang berhasil menyingkirkan Inggris dan Rusia di nomor Sprint, adu cepat sepanjang 300 meter.

Hingga kejuaraan berakhir pada Senin (07/12), tim nasional Indonesia hanya berhasil menambah dua medali emas yang diraih oleh tim U-19 Putri di nomor DRR dan tim U-23 Putra juga di nomor Down River Race (DRR). WRC 2015 melombakan empat nomor di kelompok putra dan putri, yaitu Sprint, Head To Head/H2H (satu perahu lawan satu perahu), Slalom dan DRR. Sedangkan Kelas Terbuka memungkinkan pedayung semua umur bergabung dalam satu tim.

Berikut hasil akhir Kejuaraan Dunia Arung Jeram (WRC) 2015:
Kelas U-19 Putri (peserta 6 negara):
1. Rusia (nilai 892), 2 emas
2. Australia (888), 1 emas
3. Indonesia (853), emas Down River Race

Kelas U-19 Putra (6):
1.Rusia (955), 2 emas
2.Indonesia (838), 1 emas Sprint
3.Slovakia (802)

Kelas U-23 (Junior) Putri (3):
1.Brasil (964), 3 emas
2. Rep. Ceko (916), 1 emas
3.Indonesia (790)

Kelas U-23 Putra (8):
1.Brasil (352), 3 emas
2.Indonesia (874), emas Down River Race (DRR)
3. Jepang (784)

Kelas Terbuka (Open) Putri (16):
1.Rep. Ceko (822), emas DRR
2. Selandia Baru (808)
3.Jepang (797)
4. Indonesia (414)

Kelas Terbuka Putra (20):
1.Brasil (940) 2 emas
2. Selandia Batu (909), 1 emas
3. Argentina (717)
4. Indonesia (703)

Kelas Master (Senior) Putri (4):
1.Selandia Baru (928), 1 emas
2.Rep. Ceko (910), 2 emas
3. Norwegia (832), 1 emas
Indonesia tidak ikutserta

Kelas Master Putra (9):
1.Selandia Baru (958), 3 emas
2. Rep. Ceko (895), 1 emas H2H
3. Indonesia (762), perak H2H, perunggu DRR

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/feed/ 0
Tim Indonesia Optimis Naikkan Peringkat Rafting Dunia https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/#respond Wed, 02 Dec 2015 13:01:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12103 World Rafting Championship 2015 (WRC 2015) telah resmi dibuka. Tim Indonesia menyatakan optimis untuk menaikkan peringkat Indonesia di ranah kejuaraan rafting dunia.]]>

Sukabumi (Greeners) – World Rafting Championship 2015 (WRC 2015) telah resmi dibuka. Persiapan para peserta dari 23 negara yang terlibat pun terus dimatangkan. Menjadi juara dan berusaha menaikkan peringkat dalam daftar negara yang memiliki tim arung jeram terbaik pun menjadi target para peserta, tidak terkecuali dengan Indonesia.

Ketua Pelaksana WRC 2015 yang juga Sekretaris Jenderal Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Adi Seno menyatakan memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap tim Indonesia, khususnya untuk menaikkan peringkat Indonesia di ranah kejuaraan rafting dunia.

Ketika ditanya mengenai kekuatan lawan, Adi mengatakan masih belum memiliki peta yang akurat mengingat banyak peserta muda Indonesia yang belum berpengalaman dalam pertandingan tingkat dunia. Meski demikian, dirinya tetap optimis kalau tim Indonesia mampu meraih pencapaian terbaiknya.

“Kalau berharap sih kita maunya seluruh medali dari seluruh kategori kita lahap habis, tapi kan susah. Paling tidak realitasnya Indonesia harus mampu menambah peringkat, dari yang sebelumnya ada di peringkat 17 dunia, paling tidak masuk 10 besar. Sedangkan pemetaan lawan, kan kemarin tim muda Indonesia baru bertanding juga di Brazil, kita belajar dari pemetaan itu,” jelasnya kepada Greeners saat ditemui usai pembukaan WRC 2015 di Alun-Alun Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/11).

Hal serupa juga disampaikan oleh Nanang Suryana selaku manager tim Indonesia sekaligus pelatih dari tim open senior Indonesia. Ia menyatakan para peserta muda Indonesia seperti tim U-23 memang dipersiapkan untuk bertanding dalam tingkat dunia, mengingat banyak dari peserta tersebut masih belum memiliki mental yang cukup kuat untuk terjun di tingkat dunia.

“Ajang ini juga untuk mempersiapkan mental mereka supaya mereka bisa terbiasa dan terlatih,” tambahnya.

Terkait persiapan tim Indonesia Open Men sendiri, Nanang menyatakan optimis dan yakin akan kekuatan anak didiknya. Apalagi, tim Indonesia jelas menguasai medan dan telah melakukan analisa terhadap tim negara peserta yang dianggap kuat dan menjadi lawan tangguh mereka seperti Brazil.

“Kita sudah melakukan banyak persiapan, banyak latihan dan analisa. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik. Mohon didoakan dan minta dukungan dari masyarakat Indonesia,” pintanya.

Salah satu peserta Open Men’s R6 WRC 2015 dari tim Perancis, Sebastien Assailly, menargetkan posisi Perancis pada peringkat 15 besar dunia mengingat tim arung jeram mereka masih belum memiliki peringkat apapun dalam kejuaraan rafting tingkat dunia.

“Tim kami merupakan tim gabungan dari beberapa yang terbaik di Perancis. (Mengenai) persiapan, ya, kami lakukan yang terbaik pastinya. Arus di sungai ini sangat bagus, jadi kami akan bertanding dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/feed/ 0
Penuhi Standar, Sungai Citarik Jadi Lokasi World Rafting Championship 2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/#respond Thu, 19 Nov 2015 11:50:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11953 Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. Daya tarik ini membuat Sungai Citarik terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Rafting Championship (WRC) 2015 yang pertamakalinya di Asia.

Menurut Presiden dari International Rafting Federation (IRF), Joe Willie Jones, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah WRC 2015 telah menjadi kajian IRF sejak tahun 2012. Dari hasil tinjauan yang dilakukan oleh Pieter Bekkers sebagai peninjau, akhirnya IRF menyatakan bahwa Sungai Citarik memang layak sebagai lokasi tuan rumah WRC 2015. Apalagi, katanya, tim arung jeram Indonesia kerap menjadi perbincangan di kalangan internasional karena memiliki gaya unik yang berani mendayung di jeram dengan posisi berdiri.

“Sungai ini mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan sungai-sungai yang ada di belahan dunia lainnya. Ini sudah memenuhi standar Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation. Ditambah kemampuan unik tim arung jeram Indonesia yang selalu menjadi perbincangan dunia, menambah daya tarik tersendiri dalam penentuan tuan rumah pelaksanaan WRC 2015 ini,” jelas Joe saat melangsungkan konfrensi pers di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (18/11).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan tidak ingin kehilangan momen penting dalam menonjolkan wisata minat khusus seperti sport tourism melalui kegiatan berkelas dunia ini. Ia mengatakan bahwa perhelatan internasional ini akan mendatangkan banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara, ke Sukabumi.

Arief pun menyatakan akan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai momentum unjuk prestasi tim arung jeram Indonesia di mata dunia sekaligus juga mempromosikan potensi pariwisata khususnya Sukabumi ke mancanegara.

“WRC ini jelas akan berdampak pada ekonomi pariwisata secara langsung, bahkan kita juga bisa publikasi dalam mempromosikan branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” ke mata dunia,” jelasnya.

Terkait potensi wisata yang dimiliki oleh Sungai Citarik, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Haryadi mengatakan bahwa Citarik memang sudah sesuai dan sangat ideal untuk kegiatan arung jeram karena memiliki infrastruktur, akomodasi, transportasi hingga organisasi arung jeram yang sudah sangat memadai.

“Nantinya acara pembukaan dan penutupan WRC 2015 akan berlangsung di Pelabuhan Ratu. Rangkaian hiburan akan digelar seperti tari-tarian, musik tradisional dan seni pertunjukkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan WRC 2015 nantinya akan diikuti oleh 24 negara seperti Jepang, Brasil, Inggris, dan Norwegia. Tim arung jeram yang akan menjajal keliaran Citarik berjumlah 650 tim dan acara akan dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga 8 Desember 2015 mendatang.

Lomba ini akan diikuti dari berbagai kelompok usia, seperti kelompok yunior usia 16-19 tahun, muda 19-23 tahun, dan kelompok umum. Selama berlangsungnya acara juga akan diselenggarakan workshop, bazaar, dan outdoor activity.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/feed/ 0
Jumlah Pengunjung dan Transaksi Outfest 2015 Lampaui Target https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/#respond Sun, 05 Apr 2015 15:58:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8412 Jakarta (Greeners) – Pameran perlengkapan luar ruang terbesar Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 usai sudah. Banyak pihak mengaku puas dan senang atas terselenggaranya acara ini. Bahkan, Ronie Ibrahim, Ketua Umum […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pameran perlengkapan luar ruang terbesar Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 usai sudah. Banyak pihak mengaku puas dan senang atas terselenggaranya acara ini. Bahkan, Ronie Ibrahim, Ketua Umum Indonesia Outfest 2015, mengaku bahwa dirinya tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap pameran ini begitu besar hingga melebihi target pengunjung yang ia inginkan.

Menurut Ronie,sejak awal pihaknya hanya menargetkan 30.000 pengunjung dalam waktu empat hari pelaksanaan pameran Outfest 2015. Namun yang terjadi, antusiasme masyarakat yang tinggi malah menembus target awal yang direncanakan.

“Puji Tuhan ini luar biasa. Kita bisa lihat banyak sekali pengunjung yang datang. Meski masih banyak kekurangannya karena ini baru pameran pertama, namun sampai hari terakhir itu mungkin tembus dari 30.000 pengunjung. Pada hari ketiga saja, hanya satu hari ada lebih dari 20.000 pengunjung,” jelasnya kepada Greeners, Jakarta, Sabtu (04/04) kemarin.

Brand Manager dari perusahaan perlengkapan olahraga Columbia, Robby Yulianto, turut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pameran ini. Menurutnya, pameran Outfest 2015 memberikan masyarakat pilihan akan produk merek lokal maupun internasional yang baik dan bermutu.

Untuk Columbia sendiri, katanya, meski tidak fokus pada profit namun rencana awal untuk mempromosikan dan meluncurkan produk baru bernama Omni Freeze Zero, dirasakan Robby cukup berhasil karena banyaknya pengunjung yang mencari tahu tentang produk tersebut.

“Memang rencana kami itu launching (peluncuran) produk dengan teknologi terbaru yang men-support para pecinta outdoor, khususnya di bawah sinar matahari,” katanya.

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 4 April 2015 ini melibatkan puluhan produsen merek lokal maupun internasional, seperti Allsports, Vjall Raven, Outdoorlife dari Singapura, Top Himalaya Guide dari Nepal, Karash Adventure, Deuter, The North Face, Columbia, Black Diamons, dan lainnya. Produsen dari merek lokal cukup diminati pembeli, antara lain Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, hingga Forester. Dalam acara ini berbagai perlengkapan luar ruang tersedia, seperti perlengkapan olahraga lari, panjat tebing, hingga selam.

Salah satu petugas dari Bank Mandiri Regional Empat Jakarta-Thamrin yang menjadi official bank dalam perhelatan ini mengatakan, pemberian potongan harga hingga 70 persen oleh beberapa brand yang menjadi peserta pameran turut mempengaruhi besarnya transaksi selama acara. Ia juga mengatakan bahwa jumlah transaksi hingga tiga hari pelaksanaan pameran saja, diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar rupiah.

“Rinciannya, lebih dari Rp 300 juta melalui debit dan kartu kredit. Kalau dari mesin ATM, pada hari pertama dan kedua kami sempat kehabisan padahal isinya lebih dari Rp 200 juta. Nah, hari ketiga kami turunkan tiga mesin ATM yang isinya sekitar Rp 1 miliar. Lalu, hari keempat ini juga kami turunkan tiga ATM. Tapi untuk jumlah transaksi keseluruhan selama empat hari itu belum kami hitung,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jumlah-pengunjung-dan-transaksi-outfest-2015-lampaui-target/feed/ 0
Outfest 2015, Penanganan Pengunjung dan Sampah Minim Persiapan https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/#respond Sun, 05 Apr 2015 13:05:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8415 Jakarta (Greeners) – Pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan, Jakarta, pameran perlengkapan luar ruang Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 terselenggara untuk pertama kalinya. Berbagai pujian maupun kritikan pun […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan, Jakarta, pameran perlengkapan luar ruang Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 terselenggara untuk pertama kalinya. Berbagai pujian maupun kritikan pun datang mewarnai penyelenggaraan pameran yang berlangsung selama empat hari ini.

Seperti yang disampaikan oleh Marketing Komunikasi dari Eiger, Yandes Lataru. Ia mengatakan bahwa pagelaran akbar ini memancing banyak peminat olahraga luar ruang atau outdoor dari berbagai jenis, seperti olahraga air, gunung dan udara. Hanya saja, menurutnya, tingginya animo pengunjung tidak dibarengi dengan persiapan dan antisipasi yang matang. Keadaan ini membuat beberapa pengunjung merasa tidak nyaman.

“Untuk selanjutnya mungkin bisa diadakan di lahan yang lebih luas lagi ya. Karena tidak menutup kemungkinan jika diadakan lagi nanti, pengunjungnya bisa lebih banyak dari tahun ini,” katanya kepada Greeners pada penutupan Outfest 2015, Sabtu (04/04) kemarin.

Selain itu, pria yang berada di balik suksesnya penjualan produk-produk apparel mulai dari tas, sepatu, jaket, celana, hingga jam tangan dari Eiger tersebut juga menyayangkan minimnya keberadaan tempat sampah di sekitar lokasi pameran. Ia menuturkan bahwa seharusnya petugas lebih aktif dalam mengatasi sampah yang berserakan karena jumlah kedatangan pengunjung terus meningkat.

“Secara keseluruhan acara ini sudah bagus banget. Paling ya itu tadi, mungkin lahan untuk acara dan kebersihan sampahnya ini yang lebih diperbaiki untuk kedepannya,” tambahnya.

Seseorang tengah membersihkan sampah yang tercecer di salah satu stan peserta pameran. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Seseorang tengah membersihkan sampah yang tercecer di salah satu stan peserta pameran. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Heru (25 tahun), pengunjung yang datang bersama dengan empat orang temannya, juga menyatakan cukup kesulitan saat ingin melihat-lihat barang yang ingin ia beli. Heru sengaja datang ke acara ini untuk mencari perlengkapan untuk naik gunung, seperti tas, sepatu dan celana kargo. “Wah susah banget mas. Jangankan mau beli, mau lihat aja susah banget,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Indonesia Outdoor Festival 2015, Ronie Ibrahim meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengunjung dan para peserta pameran. Dirinya sendiri mengaku tidak menyangka kalau antusiasme masyarakat akan setinggi itu hingga membuat para panitia cukup kewalahan.

“Ini kuasa Tuhan ya. Ini pameran pertama dan antusiasmenya tinggi sekali. Saya mohon maaf jika ada ketidaknyamanan dan saya berterimakasih juga pada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Indonesia Outdoor Festival 2015 diikuti puluhan produsen perlengkapan aktivitas luar ruang dengan berbagai merek, baik lokal maupun internasional, seperti Allsports, Vjall Raven, Outdoorlife dari Singapura, Top Himalaya Guide dari Nepal, Karash Adventure, Deuter, The North Face, Columbia dan Black Diamons, dan lainnya. Produsen dari merek lokal yang juga turut berpartisipasi, antara lain Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, hingga Forester.

Dalam acara ini berbagai perlengkapan aktivitas luar ruang tersedia, seperti perlengkapan olahraga lari, panjat tebing, hingga selam. Selama empat hari pelaksanaannya, diperkirakan ada lebih dari 30.000 pengunjung yang hadir dan memadati area pameran.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-penanganan-pengunjung-dan-sampah-minim-persiapan/feed/ 0
Kementerian Pariwisata Apresiasi Outfest 2015 https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015 https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/#respond Thu, 02 Apr 2015 11:31:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8393 Jakarta (Greeners) – Ramainya pecinta olahraga luar ruang yang membanjiri perhelatan akbar Indonesia Outdoor Festival (Outfest 2015) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ramainya pecinta olahraga luar ruang yang membanjiri perhelatan akbar Indonesia Outdoor Festival (Outfest 2015) mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Tazbir, mengatakan, perhelatan besar seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena begitu banyak potensi alam dan wisata yang masih bisa dijelajahi di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan Outfes 2015 ini akan sangat membantu para penyedia jasa petualangan alam atau agen-agen adventure experience. Jadi, katanya, semua yang barkaitan dengan olah raga luar ruang akan sangat berpotensi mempromosikan tempat-tempat wisata alam Indonesia. “Acara ini bagus banget ya,” katanya saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Kamis (02/04).

Ronie Ibrahim selaku Ketua umum Outfest 2015 mengatakan, hampir semua kegiataan outdoor disajikan di acara ini. Menurutnya, kegiatan outdoor tidak hanya melulu soal petualangan tapi juga ekowisata. Indonesia dengan bentang alam yang luas dan salah satu tempat wisata terbaik di dunia, sudah seharusnya mendapat dukungan terlebih tentang ekowisatanya.

“Salah satu hal yang juga dibanggakan lewat acara ini adalah bergabungnya brand asal Singapura dan Malaysia dalam perhelatan besar ini. Kita punya ratusan gunung dan potensi besar dalam dunia pariwisata, pelaku industri pariwisata luar negeri bahkan banyak yang menggarap pariwisata di Indonesia,” kata Ronie.

Salah seorang pengunjung Outfest 2015, Dinar, menyatakan dirinya menyambut baik acara ini dan berharap Outfest bisa menjadi ajang tahunan. “Harapannya sih bisa jadi agenda tahunan. (Acara ini) Bisa buat ketemuan anak-anak pecinta alam dari daerah juga,” katanya.

Outfest 2015 ini tidak hanya menghadirkan produk perlengkapan olahraga luar ruang, namun hampir semua komunitas kegiatan outdoor hadir di sini, seperti komunitas paralayang dan paramotor, boomerang, panjat dinding, arung jeram, pendaki alam hingga penyelaman bawah laut.

Pada penyelenggaraan hari pertama Outfest 2015 pada Rabu (01/04) kemarin, total pengunjung mencapai 7.500 orang, sementara pada hari Kamis (02/04) sore, diperkirakan sekitar 6.000 orang sudah mengunjungi area Outfest 2015 yang bertempat di Istora Senayan, Jakarta. Ketua umum Outfest 2015 Ronie Ibrahim menargetkan 30 ribu orang akan mengunjungi acara yang berlangsung selama empat hari penyelenggaraan, yaitu tanggal 1-4 April 2015.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kementerian-pariwisata-apresiasi-outfest-2015/feed/ 0
Outfest 2015, Berkumpulnya Para Pecinta Olahraga Outdoor https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-berkumpulnya-para-pecinta-olahraga-outdoor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=outfest-2015-berkumpulnya-para-pecinta-olahraga-outdoor https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-berkumpulnya-para-pecinta-olahraga-outdoor/#respond Thu, 02 Apr 2015 06:53:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8386 Jakarta (Greeners) – Semakin menjamurnya olahraga luar ruang membuat masyarakat kini menjadikan olah raga tersebut sebagai pilihan gaya hidup. Dengan semakin banyaknya peminat olahraga ini, maka Pameran Indonesia Outdoor Festival […]]]>

Jakarta (Greeners) – Semakin menjamurnya olahraga luar ruang membuat masyarakat kini menjadikan olah raga tersebut sebagai pilihan gaya hidup. Dengan semakin banyaknya peminat olahraga ini, maka Pameran Indonesia Outdoor Festival (Outfest) 2015 hadir demi untuk memenuhi kebutuhan para pecinta kegiatan outdoor.

Ketua Umum Indonesia Oudoor festival 2015, Ronie Ibrahim kepada Greeners mengatakan, saat ini industri olahraga luar ruang di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Dengan hadirnya Outfest 2015 ini, katanya, tentu akan membuka mata masyarakat Indonesia serta negara-negara yang hadir sebagai undangan bahwa potensi industri olahraga yang berkaitan dengan alam ini masih akan berkembang di Indonesia.

“Indonesia punya banyak potensi alam yang bisa dijadikan sarana dalam melakukan olahraga menantang. Bahkan, potensi eco wisata-nya pun sudah mulai terlihat. Konservasi alamnya juga sudah mulai berjalan. Dengan hadirnya acara ini, diharapkan olahraga luar ruang di Indonesia bisa lebih maju dan terus berkembang,” jelasnya saat ditemui usai membuka acara Outfest 2015 di Jakarta, Rabu (01/04).

Ketua Umum Indonesia Oudoor festival 2015, Ronie Ibrahim. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ketua Umum Indonesia Oudoor festival 2015, Ronie Ibrahim. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ronie menjelaskan bahwa pameran Outfest 2015 ini diisi oleh para produsen perlengkapan aktivitas outdoor (luar ruangan) seperti perlengkapan untuk naik gunung, panjat tebing, rafting, caving, hingga bersepeda. Selain itu ada pula stan-stan penyedia kegiatan outdoor seperti paket perjalanan (trip) rafting, outbond, dan trip memancing. Ada pula penyedia perlengkapan dan kegiatan diving.

Pengunjung yang ingin datang ke pameran ini tidak dipungut bayaran. Selain itu, pengunjung bahkan bisa mendapatkan perlengkapan dan paket perjalanan wisata dengan harga spesial.

“Acara ini berlangsung sejak tanggal 1 sampai 4 April 2015. Selain itu ada 115 exhibitor juga yang terdiri dari berbagai macam brand. Dengan peminat sebanyak itu, percayalah beberapa tahun lagi Outfest akan terlihat sebagai sebuah pasar industri kegiatan luar ruang dengan aneka inovasi,” katanya.

Tanggapan baik terkait Outfest 2015 ini pun datang dari Riza Marlon, seorang ahli biologi dan fotografer yang telah lama malang melintang di hutan-hutan belantara Indonesia untuk mengabadikan alam dan satwa nusantara. Riza mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Menurut pria yang akrab dipanggil Chacha ini, masyarakat memang sudah “haus” dengan pilihan-pilihan yang sulit dijumpai mengenai perlengkapan dan kebutuhan outdoor. Dengan hadirnya festival ini, jelas Chacha, membuat masyarakat memiliki banyak pilihan karena yang disajikan dalam Outfest 2015 benar-benar memuaskan para pecinta kegiatan luar ruang.

“Khususnya untuk saya ya. Profesi saya membutuhkan banyak pilihan dalam menentukan vendor apa yang akan saya pakai. Oleh sebab itu, acara ini cukup membantu orang-orang seperti saya dalam menentukan pilihan,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/outfest-2015-berkumpulnya-para-pecinta-olahraga-outdoor/feed/ 0
Indonesia Outdoor Festival 2015 Siap Digelar https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/#respond Fri, 20 Mar 2015 05:51:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8258 Bagi sebagian orang, olahraga luar ruang atau outdoor sport merupakan sebuah alat ukur adrenalin yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Tetapi perkembangan teknologi dan industri olahraga outdoor terus mendorong […]]]>

Bagi sebagian orang, olahraga luar ruang atau outdoor sport merupakan sebuah alat ukur adrenalin yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Tetapi perkembangan teknologi dan industri olahraga outdoor terus mendorong olahraga ini sebagai salah satu pilihan olahraga yang tidak harus memerlukan adrenalin yang tinggi dan mudah ditemukan di berbagai tempat.

Dari serangkaian ide dan gagasan sesama pelaku industri outdoor dan didukung oleh berbagai komunitas maka lahirlah “Indonesia Outdoor Festival” sebagai satu satu eksibisi yang fokus terhadap industri outdoor. Outfest 2015 merupakan acara perdana yang dilahirkan dari komunitas outdoor yang berkonsentrasi dibidang pengembangan outdoor sport. Tidak hanya extreme outdoor sport, traveling, walking, biking dan aneka bentuk outdoor sports terakomodir dalam kegiatan ini.

“Indonesia Outdoor Festival 2015” akan digelar pada tanggal 1-4 April 2015 di Istora Senayan kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. Eksebisi ini didukung dengan berbagai aktifitas kegiatan yang menarik dan layak untuk dicoba berbagai kalangan.

Berbagai brand outdoor internasional telah bergabung dan akan menampilkan aneka produk outdoor berkelas, diantaranya Allsport (Singapura), Vjall Raven (Singapura), Outdoorlife (Singapura), Top Himalaya Guide (Nepal), Karash Adventure, Sabah Tourism Board (Malaysia). Tidak ketinggalan, puluhan vendor lokal Indonesia pelaku industri outdoor juga turut ambil bagian dalam festival ini.

Untuk pertama kalinya berbagai merek besar di industri outdoor, seperti The North Face, Columbia, Black Diamond, Petzl, Cascade, Victorinox, serta merek lokal seperti Eiger, Avtech, Consina, Mahameru, Forester dan lainnya, akan memberikan potongan harga up to 75% untuk varian tertentu dan dapat dipastikan semua produk akan memberikan discount istimewa. Gelaran Outfest 2015 dibuka untuk umum dan free entri selama 4 hari pelaksanaannya. Informasi lebih lanjut di www.indonesiaoutfest.com

(*)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/indonesia-outdoor-festival-2015-siap-digelar/feed/ 0