pandu laut nusantara - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pandu-laut-nusantara/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 20 Nov 2019 05:18:21 +0000 id hourly 1 Pandu Laut Nusantara, Relawan Penjaga Laut Indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/#respond Tue, 19 Nov 2019 23:11:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=24723 Jakarta (Greeners) – Pandu Laut Nusantara bekerja sama dengan Komunitas Peduli Ciliwung dalam acara “River Clean Up” membersihkan sampah Sungai Ciliwung, di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pandu Laut Nusantara bekerja sama dengan Komunitas Peduli Ciliwung dalam acara “River Clean Up” membersihkan sampah Sungai Ciliwung, di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (16/11).

Community Relation Officer Pandu Laut Nusantara, Indri Indri Luxviyanto mengatakan ini adalah kali pertama mereka turun ke sungai bersama komunitas, relawan, maupun pecinta alam dan lingkungan. “Biasanya kita concern di laut, tapi kali ini minggir ke sungai. Kami mengusung konsep “Hulu ke Hilir” di mana pembersihan sampah dimulai dari hulu kemudian baru ke hilir,” ucapnya.

Berdiri sejak tahun 2018, Pandu Laut Nusantara telah memiliki 1.000 relawan dari seluruh Indonesia. Komunitas yang disahkan oleh Susi Pudjiastuti itu juga memiliki sekitar 3.000 relawan di Jakarta. Bersama Pandu Laut Nusantara, beberapa komunitas juga turut berkontribusi menyuarakan lingkungan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Resmikan Pandu Laut Nusantara

Meski usianya terbilang muda, komunitas ini telah melakukan berbagai kegiatan mulai dari kampanye sampah plastik, kegiatan pembersihan di beberapa pantai dan laut Indonesia, hingga mengedukasi masyarakat dan mahasiswa mengenai bahaya pencemaran limbah yang berdampak pada ekosistem laut.

Relawan Pandu Laut Nusantara bersama Komunitas Peduli Ciliwung membersihkan Sungai Ciliwung, di Bogor, Sabtu, 16 November 2019. Foto: www.greeners.co/Ridho Pambudi

“Kita sering banget mengadakan kegiatan clean up di berbagai pantai dan laut di daerah Indonesia. Kita juga mengedukasi masyarakat, sekolah, dan kampus di Indonesia bahwa laut kita sudah ironis,” ucap Indri.

Indri mengatakan, pada tanggal 17 Agustus lalu, mereka membersihkan 74 titik sampah di tepian pantai Indonesia. Ironisnya, sepanjang satu hingga 20 kilometer ditemukan 9 hingga 11 ton sampah plastik. Menurutnya keadaan laut makin memperhatikan, sebab, limbah manusia dan industri terus menerus masuk ke dalam laut lepas. Ini mengakibatkan ekosistem laut tercemar, kerusakan terumbu karang, hingga ditemukannya ikan yang memakan sampah plastik.

Baca juga: Menteri Susi: Saatnya Bersama-sama Jaga Laut Indonesia

“Laut kita sudah danger, ekosistem laut sudah hampir rusak ditambah lagi dengan ditemukannya makhluk hidup laut yang memakan sampah plastik. Kita terus melakukan kampanye ini kepada masyarakat agar mereka sadar karena bahaya pencemaran lingkungan akan berdampak sangat besar,” kata Indri.

Edukasi kepada masyarakat melalui workshop atau seminar agar bijak menggunakan plastik sekali pakai juga menjadi agenda komunitas Pandu Laut Nusantara. Ia menuturkan alternatif penggunaan sedotan plastik, yaitu dengan menggunakan sedotan stainless atau bambu. “Kita juga menjelaskan bahwa dengan cara “Zero Waste Life” ini memang tidak mudah. Seakan balik lagi ke zaman dahulu, kita menggunakan apa yang ada di sekitar kita tanpa merusak lingkungan,” ucap dia.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/pandu-laut-nusantara-relawan-penjaga-laut-indonesia/feed/ 0
Kaka Slank Ajak Slankers dan Generasi Muda Gunakan Tumbler https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaka-slank-ajak-slankers-dan-generasi-muda-gunakan-tumbler/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kaka-slank-ajak-slankers-dan-generasi-muda-gunakan-tumbler https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaka-slank-ajak-slankers-dan-generasi-muda-gunakan-tumbler/#respond Sat, 24 Nov 2018 07:44:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=21818 Vokalis grup band Slank, Kaka, sudah setahun terakhir menggunakan dan membawa tumbler ke mana pun ia pergi. Hal itu ia lakukan sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap kesehatan laut.]]>

Jakarta (Greeners) – Vokalis grup band Slank, Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa Kaka, sudah setahun terakhir menggunakan dan membawa tumbler ke mana pun ia pergi. Hal itu dilakukan Kaka sebagai bentuk kepedulian dirinya terhadap kesehatan laut yang saat ini sedang terancam oleh sampah plastik.

Kaka mengaku dirinya belum lama mengubah gaya hidupnya dengan membawa tumbler dan tidak menggunakan sedotan sekali pakai. Gaya hidup itu berangsur-angsur ia terapkan ketika mulai mengenal laut 7 tahun yang lalu.

“Kepedulian itu tumbuh karena gara-gara aku mengenal alam. Aku itu diving (menyelam) dari tahun 2011. Dari situ pelan-pelan tumbuh kepedulian ke laut, respect ke alam, ke binatang, sampai aku mutusin enggak makan daging dan memutuskan membawa tumbler baru setahun ini,” kata Kaka kepada Greeners saat dijumpai pada suatu acara beberapa waktu lalu.

Pelantun tembang ‘Tonk Kosong’ ini juga meyakini bahwa kegiatan membawa tumbler itu membawa pengaruh pada alam. Menurutnya, membuat perubahan yang dimulai dari diri sendiri tetap bisa membawa dampak yang besar.

“Aku meyakini bahwa kegiatan yang aku lakukan ini sangat berpengaruh ke alam. Jangan merasa sendiri jika melakukan perubahan. Justru perubahan di dalam diri kalian itulah yang sangat berpengaruh ke alam,” tegas Kaka.

Kaka mengatakan dampak dari memberikan contoh akan lebih baik daripada menggurui. Sebagai figur publik Kaka sadar betul apa pun yang ia lakukan pasti akan dicontoh. Maka itu, sudah setahun terakhir ini Kaka membawa tumbler ke mana pun dia pergi dan tidak menggunakan sedotan plastik.

“Aku lebih percaya efek memberi contoh daripada menggurui, seperti aku bawa tumbler, minum tidak memakai sedotan. Hal-hal seperti itu yang aku kasih lihat ke anak-anak muda terutama Slanker saat aku manggung contohnya,” ujar Kaka.

“Salah satu alasan membawa tumbler ini karena aku sering melihat biota laut di perutnya ada plastik atau mungkin kalian juga sering lihat kalau ada hiu tercekik karena botol air mineral. Ketika minum (dengan botol air mineral) itu pasti kita enggak sampai mikir ke hal itu kan, makanya perlu sekali untuk mengurangi sampah plastik dan membawa tumbler,” ujar Kaka.

Saat ini Kaka pun bergabung dalam kegiatan Pandu Laut Nusantara yang merupakan kegiatan cinta lingkungan laut. Pembina kegiatan tersebut tidak lain adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Menurut Kaka, Indonesia memiliki laut yang begitu indah dan kaya. Namun ancaman yang datang juga semakin tinggi, mulai dari kejahatan illegal fishing yang terus diperangi, ancaman sampah plastik, eksploitasi jenis ikan dilindungi, dan kegiatan destructive fishing (penangkapan ikan dengan cara merusak).

“Oleh karena itu, aku mengajak anak-anak muda untuk bergabung di Pandu Laut ini dan bagus jika anak-anak muda cari tahu tentang kegiatan ini. Pandu Laut diharapkan dapat menjadi ajang edukasi efektif akan bahaya membuang sampah ke laut,” pungkas Kaka.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kaka-slank-ajak-slankers-dan-generasi-muda-gunakan-tumbler/feed/ 0
Gerakan Menghadap Laut Kumpulkan 360 Ton Sampah https://www.greeners.co/berita/gerakan-menghadap-laut-kumpulkan-360-ton-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerakan-menghadap-laut-kumpulkan-360-ton-sampah https://www.greeners.co/berita/gerakan-menghadap-laut-kumpulkan-360-ton-sampah/#respond Mon, 20 Aug 2018 05:05:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21199 Aksi bersih pantai "Gerakan Menghadap Laut" berhasil mengumpulkan total sampah lebih dari 360 ton dan sampah plastik menjadi sampah yang paling dominan.]]>

Jakarta (Greeners) – Merayakan 73 Tahun Indonesia, Gerakan Pandu Laut Nusantara telah mengadakan aksi bersih pantai “Gerakan Menghadap Laut” yang diselenggarakan di lebih dari 73 lokasi pantai dari Aceh sampai Papua di seluruh Indonesia pada Minggu (19/08/2018). Gerakan Menghadap Laut ini berhasil mengumpulkan total sampah lebih dari 360 ton dan sampah plastik menjadi sampah yang paling dominan.

“’Gerakan Menghadap Laut’ menunjukan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia. Aksi ini menjadi salah satu gerakan penting dalam menunjang target bangsa sebagai poros maritim dunia. Hari ini kita melihat kepedulian yang luar biasa dari masyarakat Indonesia yang bergerak sukarela di 73 titik dan 28 kapal pinisi bergabung di titik-titik berbeda,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pusjiastuti.

Sebagai pembina Gerakan Pandu Laut Nusantara, Susi mengucapkan terimakasih atas bantuan berbagai pihak yang ikut dalam menyukseskan Gerakan Menghadap Laut, antara lain kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan, pelaku wisata, musisi, seniman dan tokoh publik.

BACA JUGA: Menteri Susi Ajak Masyarakat Indonesia ‘Menghadap Laut’ 

Ketua Umum Pandu Laut Nusantara Bustar Maitar mengatakan bahwa Indonesia harus merdeka dari sampah plastik, oleh karena itu pemerintah harus lebih serius dalam melarang penggunaan plastik sekali pakai.

“Kegiatan hari ini adalah upaya membangun gerakan kerelawanan oleh masyarakat Indonesia untuk merdeka dari sampah plastik. Keswadayaan masyarakat hari ini dalam bersama merawat laut adalah bagian dari kekuatan bersama untuk merawat Indonesia,” kata Bustar saat dihubungi Greeners melalui pesan singkat, Senin (20/08/2018).

Ia juga mengatakan bahwa ada sekitar 50.000 orang terlibat dalam Gerakan Menghadap Laut yang diadakan di lebih dari 73 titik di Indonesia ini. Dalam kegiatan ini jumlah sampah yang terkumpul kurang lebih 360 ton dan didominasi oleh sampah plastik.

Berdasarkan data sementara dari EcoNusa hingga Senin, sampah yang dihasilkan dari kegiatan ini di wilayah Jakarta sebanyak 2,86 ton, wilayah Papua Barat 1,4 ton, wilayah Makassar 8 ton, wilayah Bitung 1 ton, wilayah Aceh 234 kg. Masih ada 68 titik yang melakukan penghitungan total sampah.

“Dari beberapa data sementara yang sudah terkumpul dari 5 wlayah tersebut, bisa dikatakan sampah plastik memang yang paling banyak ditemukan,” kata Bustar yang juga chairman dari EcoNusa.

Bustar mengatakan sampah yang terkumpul akan dibawa ke tempat pembuangan akhir di masing-masing daerah, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan atau Dinas yang terkait di wilayah masing-masing.

“Mengenai pengelolaan sampahnya akan diapakan itu tergantung dan sesuai dinas terkait yang ada di masing-masing wilayah. Ada wilayah-wilayah yang punya bank sampah atau organisasi yang serupa. Sesuai dengan kondisi atau kebijakan pengolahan sampah di wilayah masing-masing,” ujar Bustar.

BACA JUGA: Susi Pudjiastuti Resmikan Pandu Laut Nusantara 

Gerakan Menghadap Laut ini merupakan gerakan kepedulian laut terbesar yang pernah ada di Indonesia yang dilakukan secara sukarela serta melibatkan 341 mitra yang terdiri dari kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman, publik figure dan BUMN lainnya, untuk bersama-sama “menghadap laut” dan merawat serta membersihkan pantai-pantai Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini akan terus berjalan dan rutin dilakukan oleh komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Jika perlu Gerakan Menghadap Laut ini akan diadakan setahun sekali serentak di seluruh Indonesia. Karena tujuan kami memang ingin membangun keswadayaan masyarakat untuk peduli dengan laut. Dalam hal tersebut, Gerakan Pandu Laut akan memimpin di depan untuk gerakan tersebut,” pungkas Bustar.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/gerakan-menghadap-laut-kumpulkan-360-ton-sampah/feed/ 0
Menteri Susi Ajak Masyarakat Indonesia ‘Menghadap Laut’ https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-ajak-masyarakat-indonesia-menghadap-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menteri-susi-ajak-masyarakat-indonesia-menghadap-laut https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-ajak-masyarakat-indonesia-menghadap-laut/#respond Mon, 13 Aug 2018 08:14:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21170 Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus pembina utama Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan gerakan “Menghadap Laut” yakni merawat laut sebagai beranda terdepan Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus pembina utama Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan gerakan “Menghadap Laut” yakni merawat laut sebagai beranda terdepan Indonesia. Gerakan ini akan dilakukan di 73 titik utama dari Aceh sampai ke Papua. Bersama 24 kelompok masyarakat, LSM, pecinta laut dan tokoh publik seperti Kaka dan Ridho Slank, gerakan ini menyerukan “laut bukan tempat sampah”.

“Sebagai bukti dan cinta di acara kemerdekaan Indonesia, Pandu Laut ingin mempersembahkan sebuah Aksi Nasional yang akan kita lakukan dan sudah diidentifikasi ada di 73 titik. Maka dengan ini Saya mengimbau semua bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, anak-anak muda Indonesia yang menginginkan Indonesia sebagai poros maritim dunia untuk mengikuti acara Pandu Laut ‘Menghadap Laut’ pada 19 Agustus 2018,” ujar Susi pada konferensi pers yang diadakan di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Senin (13/08/2018).

Gerakan ini dilakukan karena tingginya pencemaran sampah plastik di laut terus menjadi perhatian dunia. Dalam hal ini Indonesia memiliki rekor yang buruk. Penelitian Jenna Jambeck dari University of Georgia menunjukkan Indonesia termasuk dalam 10 negara penyumbang terbesar sampah plastik ke laut, dengan perkiraan 0,48-1,29 juta ton per tahun. Pencemaran ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat, turunnya hasil laut dan mengurangi potensi pariwisata.

BACA JUGA: Susi Pudjiastuti Resmikan Pandu Laut Nusantara 

Acara Pandu Laut “Menghadap Laut” akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2018, dimulai pukul 15.00 WIT, 14.00 WITA, dan 13.00 WIB. Menurut Susi, saat ini sudah ada lebih dari 1 juta orang di Indonesia yang akan membersihkan pantai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.

“Cinta dan kesetiaan kita untuk menjaga dan merawat wilayah perairan kita (wujudkan) dengan mengambil, memungut, dan mengamankan sampah-sampah yang ada di depan kita terutama sampah plastik dan sampah-sampah yang tidak bisa di recycle oleh alam,” kata Susi.

Dalam acara yang sama, direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Asosiasi Industri Plastik sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik. Selain itu, menurut World Economic Forum tahun 2016, sebanyak 32% sampah plastik yang terpakai di seluruh dunia akhirnya mengotori lingkungan.

“Kebanyakan masalah sampah plastik berasal dari plastik sekali pakai dan karena plastik terbuat dari bahan yang tidak dapat terurai. Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau setara dengan 85.000 ton kantong plastik,” kata Tiza.

Selain itu, sampah kantong plastik memiliki nilai yang rendah. Sampah plastik hanya 2% saja yang bisa di daur ulang secara efektif, selebihnya sebesar 40% hanya menumpuk di TPA.

“Apabila tidak segera dilakukan langkah pencegahan, menurut World Economic Forum, di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan dan berdasarkan riset yang dilakukan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, sepertiga sampel ikan yang ditangkap di daerah Timur Indonesia mengandung mikroplastik,” jelas Tiza.

BACA JUGA: Our Ocean Conference 2018, Menagih Komitmen Dunia atas Keberlanjutan Laut 

Tiza turut menegaskan bahwa laut bukan tempat sampah dan langkah yang terbaik adalah mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama membersihkan pantai dan melihat sendiri keadaan pantai di Indonesia, karena membersihkan sampah plastik dari pantai bukanlah hal yang mudah. Ia juga mengatakan bahwa solusi membersihkan pantai ini harus didukung dengan mencegah penggunaan sampah sekali pakai itu sendiri.

Sebagai informasi, kegiatan ini diorganisir langsung oleh Sekretariat Pandu Laut Nusantara dan Yayasan EcoNusa bersama kelompok-kelompok masyarakat secara swadaya di seluruh Indonesia. Informasi mengenai gerakan ini dapat dilihat dalam jaringan www.pandulaut.org.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menteri-susi-ajak-masyarakat-indonesia-menghadap-laut/feed/ 0
Susi Pudjiastuti Resmikan Pandu Laut Nusantara https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-resmikan-pandu-laut-nusantara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=susi-pudjiastuti-resmikan-pandu-laut-nusantara https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-resmikan-pandu-laut-nusantara/#respond Wed, 11 Jul 2018 08:20:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20844 Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah masyarakat untuk mendukung upaya peningkatan kelestarian laut dan meningkatkan kecintaan terhadap laut.]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan organisasi Pandu Laut Nusantara. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah masyarakat untuk mendukung upaya peningkatan kelestarian laut dan meningkatkan kecintaan terhadap laut.

“Organisasi Pandu Laut Nusantara ini bertujuan untuk mengumpulkan semua orang yang cinta dan ingin mengerti laut. Organisasi ini kedepannya akan mengadakan aksi-aksi dalam rangka menjaga kedaulatan dan mencintai laut kita Indonesia,” kata Susi pada pembukaan acara Harmoni Laut untuk Kelestarian dan Keberlanjutan di Gedung Mina Bahari III, Selasa (10/07/2018) malam.

BACA JUGA: KKP: Pengawasan Laut Butuh Sarana dan Prasarana Sebaik Mungkin

Susi mengatakan bahwa organisasi ini boleh diikuti oleh siapapun. Saat ini sudah ada 200 komunitas, NGO, dan LSM yang masuk ke dalam organisasi Pandu Laut Nusantara.

“Anggotanya pun kita welcome untuk siapa saja yang ingin ikut, dari pengusaha, wartawan, penyiar, aparat, PNS, dan lain sebagainya. Intinya anggota dan komunitas di Pandu Laut harus kuat, besar, ada dimana-mana dan menjadi mata-mata untuk menjaga laut kita dari illegal fishing, destructive fishing, dan sampah,” katanya.

Dengan adanya organisasi ini Susi berharap aparat pemerintah yang belum terbuka terhadap masalah-masalah lingkungan dapat mendengar dan mendukung aksi dan aspirasi dari LSM, masyarakat, perusahaan, seniman, dan pemerhati lingkungan terkait.

“Organisasi ini kita bangun bersama-sama menjadi gerakan untuk mendorong anak-anak muda untuk membela laut. Kita sangat berharap Pandu Laut Nusantara bisa menjadi sebuah inisiasi yang besar, gerakan yang besar, dan bisa menjadi inspirasi untuk banyak orang untuk bersama-sama menjaga laut kita supaya lebih aman,” kata Susi.

BACA JUGA: KKP Tetapkan Banggai Cardinalfish sebagai Ikan Dilindungi Terbatas 

Salah satu relawan Pandu Laut Nusantara sekaligus penggagas Econusa Foundation, Bustar Maitar, mengatakan, Pandu Laut Nusantara adalah payung dalam mengsinergikan lingkungan Indonesia serta gerakan independen dan tidak terikat oleh pihak manapun.

Peluncuran Pandu Laut Nusantara akan dilaksanakan pada Car Free Day di Jalan Thamrin, Jakarta, tanggal 15 Juli 2018 dan terbuka untuk siapa saja. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs www.harmonilaut.id.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-resmikan-pandu-laut-nusantara/feed/ 0