pemantauan air limbah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pemantauan-air-limbah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 21 Mar 2017 04:51:27 +0000 id hourly 1 Kementerian PUPera Gunakan Dua Pendekatan Khusus Penanganan Air Limbah https://www.greeners.co/berita/kementerian-pupera-gunakan-dua-pendekatan-khusus-penanganan-air-limbah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-pupera-gunakan-dua-pendekatan-khusus-penanganan-air-limbah https://www.greeners.co/berita/kementerian-pupera-gunakan-dua-pendekatan-khusus-penanganan-air-limbah/#respond Mon, 20 Mar 2017 09:25:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16324 Guna menjaga kualitas air agar terhindar dari pencemaran khususnya yang disebabkan oleh air limbah, Kemen PUPera menyatakan melakukan dua pendekatan dalam penanganan pengolahan air limbah tersebut.]]>

Jakarta (Greeners) – Guna menjaga kualitas air agar terhindar dari pencemaran khususnya yang disebabkan oleh air limbah, baik limbah rumah tangga maupun industri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPera) menyatakan melakukan dua pendekatan dalam penanganan pengolahan air limbah tersebut.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPera, Dodi Krispratmadi dalam keterangan resminya menjelaskan, pendekatan pertama yaitu pengelolaan air limbah berbasis masyarakat. Pendekatan ini, katanya, dilakukan melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Sanimas oleh Kementerian PUPera.

Melalui program ini, Dodi berharap masyarakat dapat berperan langsung dalam kegiatan pembangunan prasarana sanitasi, sementara pemerintah akan memfasilitasi serta memberikan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatannya. Dodi juga menyatakan bahwa Program Sanimas diprioritaskan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

BACA JUGA: Sungai Tercemar Limbah Pabrik, Warga Pasuruan Mengadu ke Wagub Jatim

Beberapa contoh program ini seperti pembangunan prasarana Mandi Cuci Kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, IPAL yang dikombinasikan dengan MCK serta sambungan ke rumah-rumah penduduk. Program Sanimas ini telah berjalan di sekitar 9.000 lokasi di seluruh Indonesia dengan cakupan satu Sanimas untuk 70 Kepala Keluarga.

“Tahun 2016, pembangunan Sanimas ini telah mencapai sekitar 13.500 di seluruh Indonesia,” terang Dodi, Jakarta, Sabtu (18/03).

Pada pendekatan kedua, penanganan masalah limbah harus menggunakan pola penugasan struktural kepada lembaga di tingkat daerah, baik skala regional maupun kota. Ia memberi contoh penugasan yang diberikan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang memang menangani pengolahan air limbah di wilayahnya, seperti PDAM di Solo, Medan maupun Bandung.

Dalam pengelolaan air dan limbah, dikatakan oleh Sekretaris Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPera, Lolly Martina Martief, Kementerian PUPera berperan dalam mengurangi pencemaran air khususnya sungai melalui pemberdayaan masyarakat di bantaran guna pengelolaan kualitas air sungai.

BACA JUGA: Pencemaran Teluk Jakarta Masih Didominasi Limbah Domestik

Ia berpendapat bahwa pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air tidak akan berhasil mencapai kinerja yang efektif apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi baik sebagai pihak pencemar maupun pihak yang merasakan pencemaran air tersebut.

“Kami juga berperan dalam kegiatan pembangunan dan rehabilitasi air baku untuk kemudian disalurkan dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat sehari-hari,” kata Lolly Martina.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Air Internasional 2017 di bawah tema “Air dan Limbah”, Kementerian PUPera melalui balai yang ada di daerah akan melaksanakan berbagai kegiatan antara lain susur dan bersih sungai, penanaman pohon, lomba daur ulang sampah rumah tangga, edukasi kali bersih untuk usia dini, pembersihan saluran drainase dan pembentukan gerakan masyarakat peduli sungai.

Selain itu, nantinya juga akan diselenggarakan dialog nasional dengan tema “Pengelolaan Limbah untuk Masyarakat” pada tanggal 26 hingga 28 April 2017.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kementerian-pupera-gunakan-dua-pendekatan-khusus-penanganan-air-limbah/feed/ 0
Ratusan Siswa Pantau Kualitas Air Sungai Brantas https://www.greeners.co/berita/ratusan-siswa-pantau-kualitas-air-sungai-brantas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ratusan-siswa-pantau-kualitas-air-sungai-brantas https://www.greeners.co/berita/ratusan-siswa-pantau-kualitas-air-sungai-brantas/#respond Sat, 04 Oct 2014 01:05:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6037 Malang (Greeners) – Sekitar 260 siswa dari 12 sekolah di Kota Malang, dan Kota Batu, memantau kualitas air Sungai Brantas dengan makro invertebrata. Titik pemantauan di lakukan di Sungai Brantas […]]]>

Malang (Greeners) – Sekitar 260 siswa dari 12 sekolah di Kota Malang, dan Kota Batu, memantau kualitas air Sungai Brantas dengan makro invertebrata. Titik pemantauan di lakukan di Sungai Brantas yang berada di belakang Balaikota Malang, JawaTimur, sepanjang sekitar 500 meter. Pemantauan ini dilakukan oleh Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) Malang yang merupakan binaan Perum Jasa Tirta I.

Menurut Kepala Bagian Lingkungan Perum Jasa Tirta I, Inni Dian Rohani, pemantauan oleh JKPKA pada Jumat (03/10) lalu, serentak dilaksanakan seluruh anggota JKPKA di DAS Brantas dan DAS Bengawan Solo yang berada di tiga kota, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Jombang, dan Madiun.

“Kegiatan ini juga untuk mengenalkan kepada siswa secara langsung kondisi kualitas air di sekitar mereka dengan cara bioassesment,” kata Dian Rohani, di sela-sela kegiatan.

Ia menyebutkan, di Kota Malang banyak sekolah yang dibelakangnya merupakan sungai, sehingga dengan pengenalan ini bisa memberikan pengetahuan kepada mereka bagaimana kondisi air sungai di sekitar mereka. Dan, ketika diketahui bahwa kondisi air sungainya tercemar atau kotor, mereka bisa diajak peduli untuk turut melindungi dan menjaga agar kualitas air tetap bersih dan tidak tercemar.

“Secara umum kondisi hulu DAS Brantas kualitasnya baik, karena oksigen terlarutnya di atas baku mutu,” kata Dian.

Foto: greeners.co

Murid-murid SMA 7, Malang, turun langsung ke sungai untuk memantau pencemaran air melalui hewan-hewan yang hidup di sungai tersebut. Foto: greeners.co

Pihak Jasa Tirta sendiri secara rutin memantau kualitas air sungai di DAS Brantas dan DAS Bengawan Solo. Pemantauan berkala dilakukan mulai hulu, tengah, dan hilir, baik air sungai, air limbah industri, maupun air limbah domestik. Pemantauan air sungai, kata Dian, ada yang dilakukan satu bulan sekali, tiga bulan sekali, dan dua minggu sekali. “Pemantauan dilakukan di tempat-tempat yang sering terjadi pencemaran,” katanya.

Sedangkan pemantauan air limbah industri dan air limbah domestik, seperti rumah sakit, sanitasi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Pemantauan yang sering dilaksanakan dilakukan di bagian hilir dan tengah karena banyak sekali berdiri industri di kawasan tersebut, terutama di Kali Surabaya.

Salah satu Pembina dari SMA 7, Tipuk Ujianti, menyatakan murid-muridnya diterjunkan ke sungai untuk memantau jenis hewan apa saja yang ditemukan sehingga nanti bisa dikelompokkan lalu diberi skor, kira-kira hewan-hewan tersebut masuk kategori yang sangat sensitif dengan pencemaran atau tidak.

“Siswa juga diminta mewawancarai warga yang tinggal di pinggir sungai mengenai perilaku mereka terhadap air sungai,” katanya.

Salah satu guru MAN 3 Malang, Mimik Sudarwati, menambahkan, selain pemantauan menggunakan makro zoo bentos, pemantauan dengan mengamati daerah bantaran sungai juga bisa dilakukan.

“Jika terlalu dekat dengan sungai dan dibuang ke sungai, jelas pasti tercemar air sungainya,” ujarnya.

Untuk itu, pengenalan pemantauan kualitas air sungai ini memang untuk mengajak para siswa lebih peduli terhadap air karena merupakan sumber daya yang sangat penting bagi manusia. Sejauh ini, kondisi DAS Brantas memang sudah tercemar mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Untuk itu, perlu kepedulian semua pihak untuk ikut memperbaiki kualitas air sungai untuk tidak ikut mencemarinya.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/ratusan-siswa-pantau-kualitas-air-sungai-brantas/feed/ 0