sachet - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sachet/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 03 Feb 2024 07:20:33 +0000 id hourly 1 Tangani Sampah, ECOTON Rilis Modul Sekolah Bebas Sachet https://www.greeners.co/aksi/tangani-sampah-ecoton-rilis-modul-sekolah-bebas-sachet/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tangani-sampah-ecoton-rilis-modul-sekolah-bebas-sachet https://www.greeners.co/aksi/tangani-sampah-ecoton-rilis-modul-sekolah-bebas-sachet/#respond Sun, 04 Feb 2024 05:00:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=42959 Jakarta (Greeners) – Ecological Observation & Wetlands Consevation (ECOTON) merilis modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah (Sadar Kelola, Kurangi Sampah). Dalam perilisan tersebut, ECOTON sekaligus menggelar dialog di Gedung […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ecological Observation & Wetlands Consevation (ECOTON) merilis modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah (Sadar Kelola, Kurangi Sampah). Dalam perilisan tersebut, ECOTON sekaligus menggelar dialog di Gedung Inspirasi, Gresik, pada 31 Januari dan 1 Februari 2024.

Ashoka Indonesia, Eco Bhineka Muhammadiyah dan sejumlah guru sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA di sepanjang Kali Surabaya menghadiri acara yang terselenggara selama dua hari tersebut.  Wali murid beserta kader lingkungan juga turut hadir dalam kegiatan.

Penulis Modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah, Firly Mas’ulatul Janah mengatakan tujuan penulisan buku tersebut untuk mengajak seluruh anak muda menjadi agen perubahan positif. Terutama bagi lingkungan di sekitarnya dan terlibat dalam memberikan solusi atas permasalahan di lingkungan.

BACA JUGA: Sampah Produk Pascakonsumsi Harus Punya Solusi

“Sebab, anak- anak berusia 0–18 tahun di Surabaya pada tahun 2021 menderita diabetes sebanyak 176 anak dan mengalami peningkatan sebanyak 184 anak di tahun 2023. Data tersebut dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023. Penyebabnya, salah satunya jajanan sachet dan minuman kemasan yang justru banyak penambahan gula, garam dan zat adiktif,” ujar Firly lewat keterangan tertulisnya, Kamis (1/2).

Selain kasus diabetes pada anak, kemasan sachet juga berkonstribusi pada pencemaran lingkungan. Lantaran bentuknya yang berlapis-lapis, membuat sachet susah terkelola. Alhasil, sampah tersebut dibakar bahkan dibuang ke sungai dan ke laut. Padahal, penanganan seperti itu dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

“Maka, anak-anak bisa ikut terlibat aktif menjadi agen perubahan untuk menyelamatkan masa depannya,” imbuhnya.

ECOTON merilis modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah. Foto: ECOTON

ECOTON merilis modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah. Foto: ECOTON

ECOTON Ajak Anak Menjadi Pemimpin Gerakan Positif

Sementara itu, modul yang telah ECOTON rilis mengajak anak-anak menjadi pemimpin gerakan positif mulai dari lingkungan keluarga. Sebab, perlu beberapa metode pendekatan untuk membentuk anak dengan karakter tersebut dan berani mengambil aksi.

Firly menambahkan, di dalam modulnya ada tiga pendekatan. Pendekatan pertama membentuk sekolah bebas sachet, pendekatan kedua edukasi kepada kader lingkungan, dan pendekatan ketiga membentuk Keluarga Sakenah (Sadar Kelola, Kurangi Sampah).

BACA JUGA: Mikroplastik Ancam Perairan di Kota Mataram

Peluncuran Modul Sekolah Bebas Sachet dan Keluarga Sakenah juga mendapat sambutan baik dari para guru sekolah yang hadir. Dengan adanya modul ini, mereka merasa mudah untuk mengedukasi anak-anak kader lingkungan.

“Selain itu, kebetulan sekarang kami juga memiliki sekolah dampingan untuk menuju sekolah Adiwiyata. Modul ini akan kami pakai untuk mendampingi sekolah dampingan kami yang akan maju ke Adiwiyata Kabupaten,” terang Guru Sekolah SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Khoirun Nisak.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tangani-sampah-ecoton-rilis-modul-sekolah-bebas-sachet/feed/ 0
Sampah Plastik Menumpuk di Trashboom Sungai Pogot Surabaya https://www.greeners.co/berita/sampah-plastik-menumpuk-di-trashboom-sungai-pogot-surabaya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sampah-plastik-menumpuk-di-trashboom-sungai-pogot-surabaya https://www.greeners.co/berita/sampah-plastik-menumpuk-di-trashboom-sungai-pogot-surabaya/#respond Wed, 06 Dec 2023 06:00:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=42445 Jakarta (Greeners) – Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) kembali melakukan sensus sampah plastik. Dalam temuannya, sampah plastik masih banyak menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya. Sebanyak delapan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) kembali melakukan sensus sampah plastik. Dalam temuannya, sampah plastik masih banyak menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya.

Sebanyak delapan orang melakukan sensus tersebut. Mereka mengumpulkan dan mengidentifikasi sampah plastik yang menumpuk di trashboom. Sampah plastik yang mengambang dan tertahan di trashboom tersebut, berasal dari pemukiman padat di sepanjang Sungai Pogot. Kurangnya fasilitas pembuangan sampah juga menjadi faktor menumpuknya sampah di Sungai Pogot.

“Dalam kurun waktu dua jam, delapan orang dari Komunitas Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) bersama Forum Kali Brantas Kediri mengumpulkan lebih dari tiga karung sampah. Seluruh sampah tersebut diambil dari trashboom Sungai Pogot,” ungkap Koordinator Program dan Kampanye BRUIN, Muhammad Kholid Basyaiban melalui keterangan rilisnya.

Koordinator sensus sampah plastik BRUIN ini menjelaskan, timnya akan mendata merek sampah yang terkumpul. Kemudian, jenis plastik dan asal produsen pun akan diidentifikasi melalui metode barcode scanning menggunakan alat barcode reader.

“Nantinya, data ini akan kami kompilasikan untuk mendata produsen mana yang sampahnya paling banyak kami temukan dan mencemari Sungai Pogot,” ungkap Kholid.

Sampah plastik menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya. Foto: BRUIN

Sampah plastik menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya. Foto: BRUIN

Sampah Sachet Mendominasi Sungai

Berdasarkan temuan tim BRUIN, sampah jenis sachet, bungkus makanan dan minuman bermerek (botol) sebanyak 77% paling banyak ditemukan. Sampah plastik tersebut telah menimbulkan polusi di sungai.

Tim BRUIN juga mengumpulkan sampel sampah sebanyak 480 bagian. Sampah itu merupakan hasil dari tiga karung sampah yang terkumpul dalam waktu dua jam.

“Sampah yang menumpuk ini terbawa saat hujan lebat, akhirnya masuk ke aliran sungai pogot. Kemudian, tertahan di trashboom lewat saluran irigasi. Selain itu, sampah yang mencemari Sungai Pogot juga berpotensi menjadi mikroplastik dan mencemari laut maupun pantai, jika tidak segera dibersihkan,” kata Kholid.

Tak hanya sachet, sampah lainnya seperti sedotan unbrand, styrofoam, dan tas kresek sebanyak 22% banyak mengambang di atas sungai dan tertahan di trashboom. 

Sampah plastik menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya. Foto: BRUIN

Sampah plastik menumpuk di trashboom (penjebak sampah) Sungai Pogot Surabaya. Foto: BRUIN

Tata Kelola Sampah di Kota Surabaya Masih Buruk

Kholid menambahkan, fenomena tumpukan sampah di trashboom Sungai Pogot menjadi gambaran buruknya tata kelola sampah di kawasan Kota Surabaya. Menurutnya, perwali tentang pembatasan plastik sekali pakai, terutama kresek yang berlaku di Surabaya, nyatanya belum mampu membendung masifnya penggunaan plastik sekali pakai.

“Perlu upaya keras dari Pemkot Surabaya untuk mengimplementasikan amanat dalam UU pengelolaan sampah dan perwali dengan membatasi aktivitas penggunaan plastik sekali pakai. Khususnya, di toko–toko, pasar tradisional, supermarket, dan kawasan pemukiman padat penduduk,” imbuh Kholid.

BRUIN juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk menyediakan layanan dan fasilitas sampah, terutama di pemukiman padat penduduk. Dengan demikian, warga tidak membuang sampah ke saluran irigasi maupun sungai.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/sampah-plastik-menumpuk-di-trashboom-sungai-pogot-surabaya/feed/ 0