sampah lebaran - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sampah-lebaran/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 17 Mar 2026 12:03:29 +0000 id hourly 1 Potensi Sampah Mudik 71.960 Ton, Dorong Mudik Minim Sampah https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/#respond Tue, 17 Mar 2026 12:03:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48235 Jakarta (Greeners) – Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Dari aktivitas tersebut, potensi timbulan sampah mencapai sekitar […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Dari aktivitas tersebut, potensi timbulan sampah mencapai sekitar 71.960 ton di berbagai fasilitas publik, termasuk terminal.

Kementerian Lingkungan Hidup kembali menggaungkan kampanye “Mudik Minim Sampah” untuk mengajak para pemudik mengurangi timbulan sampah selama perjalanan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya pengelolaan sampah di fasilitas publik serta mendorong pengelola, termasuk terminal, untuk segera melengkapi dokumen lingkungan.

“Hari ini saya mencoba yang luar tol terkait pelayanan bagi pemudik di terminal-terminal. Kalau idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas. Namun demikian sampahnya sedikit, yang tidak kalah penting adalah pemilahannya,” kata Hanif dalam keterangannya.

Hanif juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab penuh pengelola rest area. Menurutnya, rest area menjadi titik pertemuan masyarakat sehingga berpotensi menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Ia berharap setiap pengunjung dapat mengubah pola pikir dan membawa kebiasaan baik tersebut hingga ke rumah.

Memasuki musim mudik Lebaran, Hanif turut melakukan pemantauan lapangan di sejumlah rest area sepanjang Tol Trans Jawa, mulai dari KM (kilometer) 57 A, KM 102 A, KM 166 A, KM 287 A, KM 338 A, KM 379 A, hingga KM 429 A.

Terbitkan Surat Edaran

Dalam upaya memperkuat gerakan mudik minim sampah, Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Surat edaran tersebut mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah selama periode mudik, termasuk memfasilitasi dan mengawasi pengelolaan sampah di jalur arus mudik serta wilayah penyangga.

Di sisi lain, praktik di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan. Anita Fazrin Lestari (19), pemudik dari Bekasi ke Tasikmalaya, mengaku membawa bekal makanan dari rumah untuk perjalanan selama enam hingga delapan jam. Inisiatif itu ia lakukan untuk mengurangi pengurangan sampah selama perjalanan mudik.

“Biasanya bawa makanan berat dan ringan dari rumah. Makanan berat pakai wadah guna ulang seperti rantang,” ujarnya.

Namun, untuk minuman, ia masih memilih menggunakan kemasan sekali pakai dan tidak membawa tumbler. Ia juga menilai ketersediaan minimarket membuat banyak pemudik memilih membeli minuman kemasan.

Anita menyoroti kondisi sejumlah rest area yang masih kurang tertata dalam hal pengelolaan sampah. “Ada rest area yang terlihat kotor, sampahnya berserakan karena tempat sampah terbatas. Banyak orang akhirnya buang sampah sembarangan,” katanya.

Meski demikian, ia melihat sebagian pedagang mulai menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan. “Kalau beli jajanan seperti tahu Sumedang, ada yang pakai wadah rotan,” tambahnya.

Menurutnya, perbaikan fasilitas di rest area menjadi kunci agar masyarakat lebih tertib. “Kalau tempat sampahnya memadai dan terpilah, orang cenderung akan mengikuti. Perlu juga papan informasi di banyak titik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dari pemudik sejak dari rumah. “Seharusnya sudah siap bawa tumbler dan wadah guna ulang. Kalau bawa kendaraan pribadi, sampahnya bisa dibawa kembali dan dibuang di tempat yang semestinya,” kata Anita.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/feed/ 0