tanaman berkhasiat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tanaman-berkhasiat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 id hourly 1 Vanili, Satu-Satunya Anggrek dengan Buah Bernilai Ekonomi Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/#respond Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45493 Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan […]]]>

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan anggrek. Vanili pertama kali terpublikasikan pada tahun 1808. Tanaman tersebut memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Notylia planifolia (Andrews) Conz., Myrobroma fragrans Salisb., Vanilla sativa Schiede, dan lainnya.

Jurnal Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants melansir bahwa vanili merupakan varietas yang paling dihargai karena kualitas aroma dan rasanya terkenal di kancah internasional. Selain itu, vanili juga merupakan rempah-rempah populer ketiga setelah safron dan kapulaga di pasar internasional.

Dari sekitar 110 spesies vanili yang terdaftar di seluruh dunia, hanya tiga spesies yang dibudidayakan, yakni V. planifolia, V. pompona, dan V. tahitensis. Di antara ketiganya, V. planifolia mewakili 95% dari produksi komersial global.

Buah Vanili Berisikan hingga 100.000 biji

Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat, berbiji satu, dan termasuk tumbuhan angiospermae. Batangnya berbentuk seperti tabung, berdiameter 1-2 cm, dan berwarna hijau terang. Bagian daunnya tersusun bergantian di sepanjang batang, berbentuk lonjong-lanset selebar 2 hingga 8 cm.

Daunnya berwarna hijau tua dengan akar adventif udara di bagian belakangnya. Selain itu, tanaman ini juga memiliki sekitar 15-20 perbungaan yang muncul pada ketiak (antara batang-daun). Bunganya berwarna hijau kekuningan dengan diameter sekitar 10 cm.

Buah V. planifolia berupa biji polong, berukuran panjang 10 hingga 35 cm dengan diameter berkisar antara 5 hingga 9 mm. Warna buahnya hijau cerah, di dalamnya terdapat sekitar 100.000 biji berdiameter 0,25 hingga 0,32 mm. Saat matang, buahnya akan mengeluarkan aroma yang manis dan kuat.

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Menyebar di Berbagai Negara untuk Budidaya

Vanili tumbuh di daerah beriklim tropis basah dengan persebaran aslinya meliputi Meksiko Selatan hingga Brasil Utara. Kini, persebarannya telah semakin luas hingga ke negara-negara Asia karena banyak dibudidayakan. Tanaman ini juga tumbuh di dataran rendah dan daerah berkapur.

Manfaat Vanili sejak masa pra-Hispanik Meksiko

Vanili memiliki banyak manfaat dalam dunia kecantikan, makanan, hingga kesehatan. Kelompok masyarakat adat seperti Aztec, Maya, dan Totonac telah menggunakan V. planifolia sebagai obat, wewangian, penyedap rasa, dan penghormatan pada dewa sejak masa pra-Hispanik Meksiko. Tanaman V. planifolia mengandung mineral (kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, zink, mangan), vitamin, lipid, protein, dan karbohidrat.

Dalam dunia kesehatan, tumbuhan ini bisa menjadi aromaterapi untuk menghilangkan lelah, mengurangi mual dan muntah. Bahkan, dapat juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer. Selain itu, tumbuhan ini juga berpotensi besar dalam menghambat sel kanker.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/feed/ 0
Pohon Ek, Si Bongsor yang bisa Mencapai Usia 1.000 Tahun https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-ek-si-bongsor-yang-bisa-mencapai-usia-1-000-tahun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-ek-si-bongsor-yang-bisa-mencapai-usia-1-000-tahun https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-ek-si-bongsor-yang-bisa-mencapai-usia-1-000-tahun/#respond Sun, 04 Dec 2022 03:00:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38161 Pohon besar berbatang kuat ini dikenal sebagai pohon malaikat. Selain erat dengan kisah mitologi kuno Eropa, penamaan tersebut merujuk pada tampilan kanopinya yang melebar seperti sayap. Sudah tahu pohon apa […]]]>

Pohon besar berbatang kuat ini dikenal sebagai pohon malaikat. Selain erat dengan kisah mitologi kuno Eropa, penamaan tersebut merujuk pada tampilan kanopinya yang melebar seperti sayap. Sudah tahu pohon apa yang kami maksud? Inilah pohon ek atau oak.

Kata “ek” sebenarnya berasal dari bahasa Belanda eik, sedangkan oak merupakan julukan dalam bahasa Inggrisnya. Penamaan tersebut tidak merujuk pada satu spesies tanaman, melainkan ratusan spesies flora.

Secara klasifikasi, anggota pohon oak berasal dari famili Fagaceae atau kastanye-kastanyean. Mereka umumnya masuk dalam genus Quercus, serta beberapa genus lain seperti Cyclobalanopsis dan Lithocarpus.

Di tanah air, spesies pohon oak yang ditemukan adalah pasang jambe (Q. gemelliflora) dan mempening (Q. argentata). Keduanya berkerabat dengan pohon oak atau ek biasa, yakni spesies Q. robur.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Ek

Sebagian spesies pohon ek adalah tumbuhan peluruh, sedangkan yang lain tergolong hijau abadi. Spesies Q. robur diketahui menggugurkan daunnya saat cuaca bersalju, sehingga termasuk sebagai peluruh.

Ketika mencapai usia dewasa, pohon oak dapat tumbuh hingga setinggi 44 meter. Ketinggiannya memang tak dapat menyaingi pohon redwood pantai, tetapi mereka mempunyai diameter batang yang sangat lebar.

Spesies Q. robur misalnya, mampu berkembang biak dengan diameter 4–12 meter. Di Norwegia ditemukan spesies Q. robur berdiameter 10,86 meter, sementara di Britania Raya dapat mencapai 12,2 meter.

Saking lebarnya, pohon oak asal Britania Raya itu dijuluki “The Majesty Oak.” Meski begitu, diameternya masih kalah dengan “The Imperial” asal Bosnia, yang mati pada tahun 1998 dengan diameter 17,5 meter.

Pohon eik mempunyai daun berbentuk lobus dengan bunga jantan dan betina berukuran kecil. Buahnya adalah kacang yang disebut oak nut; berisi satu biji dan membutuhkan waktu 6–8 bulan untuk matang.

Habitat dan Karakteristik Pohon Ek

Sebagian besar spesies genus Quercus berasal dari belahan bumi utara. Mereka menyebar ke berbagai kawasan, mulai dari lintang yang dingin seperti negara-negara Eropa, sampai Asia Tropis dan Benua Amerika.

Melansir berbagai sumber, pohon ek adalah salah satu tanaman tertua yang hidup di bumi. Usianya bisa mencapai 1.000 tahun, bahkan dapat terus berkembang biak walau telah mencapai 700 tahun lebih.

Spesies oak dipercaya sudah ada sejak 65 juta tahun silam. Mereka ahli yakini tidak mudah punah karena cangkang keras pada bijinya, serta kandungan asam tannic yang mencegah jamur dan serangga.

Kandungan tersebut dapat kita temukan pada biji dan daun pohon oak. Namun walau berusia sangat panjang, nyatanya pohon ini sangat sulit menghasilkan keturunan karena pertumbuhan bijinya yang jarang.

Menurut penelitian, hanya ada satu dari 1.000 biji ek yang bisa tumbuh menjadi pohon baru. Sebagian besar biji tersebut dimakan oleh hewan, seperti spesies rusa, beruang, babi, hingga burung pelatuk.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Ek

Karena memiliki batang yang besar dan tebal, pohon ek sebagain besar dimanfaatkan sebagai kayu olahan. Sifat alamiah kayu tersebut juga sangat kuat, sehingga cocok diubah menjadi berbagai perabotan.

Di samping itu, pohon satu ini juga memiliki manfaat kesehatan. Untuk membahas lebih jauh manfaat pohon oak, simak uraiannya berikut ini:

– Material Furnitur dan Bangunan

Kayu oak dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap lembap, sehingga tidak mudah mengembang atau mengerut. Kayunya yang keras juga sangat awet, sehingga cocok dijadikan vinil, kabinet, hingga lemari.

– Bahan Baku Obat Tradisional

Air rebusan kayu dan batang ek dapat diminum sebagai teh, berkhasiat untuk menyembuhkan diare dan pendarahan. Selain itu, jenis oak lain juga diketahui dapat dijadikan obat-obatan.

Kayu pohon bur oak misalnya, digunakan suku pribumi Amerika untuk penyakit jantung dan zat astringent penutup luka. Manfaat analgesik ini telah dikembangkan oleh ahli sejak puluhan tahun silam.

– Material Pembuat Barrel

Barrel atau tong kayu umum digunakan sebagai tempat penyimpanan minuman beralkohol. Kayu oak bersifat resisten terhadap cairan, jadi dapat digunakan berkali-kali tanpa pelapis waterproof sama sekali.

Selain ketiga manfaat di atas, pohon ek dipercaya berhubungan dengan dewa-dewa mitologi kuno. Salah satu pohon tertua ini dulu digunakan oleh orang Eropa sebagai sembahan yang berhubungan dengan dewa.

Taksonomi Spesies Quercus Robur

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-ek-si-bongsor-yang-bisa-mencapai-usia-1-000-tahun/feed/ 0
Tanaman Tembakau, Lebih dari Sekadar Bahan Baku Rokok https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-tembakau-lebih-dari-sekadar-bahan-baku-rokok/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-tembakau-lebih-dari-sekadar-bahan-baku-rokok https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-tembakau-lebih-dari-sekadar-bahan-baku-rokok/#respond Tue, 01 Nov 2022 03:00:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37827 Tanaman tembakau tak ubahnya pisau bermata dua. Di satu sisi kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi di sisi lain tumbuhan tersebut dapat memberi manfaat jika digunakan secara tepat. Perannya bahkan […]]]>

Tanaman tembakau tak ubahnya pisau bermata dua. Di satu sisi kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan, tetapi di sisi lain tumbuhan tersebut dapat memberi manfaat jika digunakan secara tepat. Perannya bahkan dapat kita rasakan pada dunia medis, kesehatan, serta lingkungan.

Tobacco atau dikenal juga sebagai tembakau, adalah sejenis tumbuhan herba tahunan yang jamak dibudidayakan di berbagai negara. Flora ini tidak tumbuh liar, sehingga hanya bisa kita jumpai di area perkebunan.

Kalaupun ada, tobacco liar biasanya merupakan tanaman yang berbiak keluar dari proses budidaya. Tumbuhan ini ahli golongkan dalam famili Solanaceae dan genus Nicotiana, serta memiliki nama latin N. tabacum.

Secara klasifikasi, dapat kita diketahui bahwa tobacco masih berkerabat dengan tomat dan cabai. Spesies N. tabacum sendiri adalah jenis yang paling banyak dibudidayakan, sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Tembakau

Secara keseluruhan, tanaman tembakau dapat tumbuh antara 3–5 kaki (90–152 cm) dan lebar sekitar 1–2 kaki (30–61 cm). Batangnya berwarna cokelat kekuningan atau agak gelap, dengan panjang berkisar 2 meter.

Bentuk batang terlihat silinder dengan lebar 0,5–5 cm. Permukaannya kasar dengan retakan berserabut, serta dikelilingi oleh rambut kelenjar yang lembap dan mampu mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Buat Anda yang belum tahu, cairan kuning itulah yang dikenal sebagai nikotin. Daun-daunnya tumbuh berselang-seling dengan bentuk lanset menjorong, dengan bunga berwarna putih, merah jambu dan merah.

Bunga tobacco ialah jenis bunga majemuk yang tumbuh dalam tandan. Tiap tandan berisi 15 bunga, bentuknya mirip terompet, panjang, dan terdiri atas bagian kelopak, mahkota, bakal buah, hingga kepala putik.

Tidak cuma itu, tanaman ini juga menghasilkan buah lonjong berukuran mini. Di dalamnya terdapat biji-biji kecil dengan bobot yang ringan. Biji ini pun tidak akan berkecambah sebelum melewati masa dorman.

Habitat dan Distribusi Tanaman Tembakau

Asal-usul tanaman tembakau sebenarnya masih menjadi misteri besar. Tidak ada yang tahu dari mana tumbuhan tersebut berasal, sebab tidak ditemukan individu yang tumbuh secara liar di luar kegiatan budidaya.

Kemungkinan spesies ini merupakan bentuk evolusi dari flora yang ada di Brasil atau Andes. Lalu, ada pula yang menyebut bahwa N. tabacum adalah hasil hibridisasi N. sylvestris, N. tomentosiformis atau N. otophora.

Terkait syarat pertumbuhan, spesies N. tabacum tidak toleran terhadap iklim yang kering atau terlalu basah. Kecepatan angin juga tidak boleh terlalu kencang, sebab dapat merusak pertumbuhan tanaman tersebut.

Tembakau tumbuh subur pada suhu lingkungan antara 21–32,3 derajat Celsius. Mereka dapat berkembang biak pada dataran rendah sampai ketinggian 900 meter di atas permukan laut, tergantung varietasnya.

Jenis tembakau Deli misalnya, paling cocok ditanam pada tanah aluvial dan andosol. Sedangkan Virginia flu-cured sesuai untuk tanah podsolik, dengan derajat atau tingkat keasaman tanah mencapai 5,5–6.

Kegunaan dan Manfaat Tanaman Tembakau

Tembakau biasanya mengandung tar, nikotin, gas CO, dan NO. Hampir setiap bagiannya (kecuali biji) mengandung nikotin dengan jumlah yang bervariasi, tergantung varietas, jenis tanah, dan iklim pertumbuhannya.

Karena itu, tanaman ini dinilai lebih besar risiko daripada manfaatnya. Padahal jika dikelola secara baik dan benar, spesies N. tabacum dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya:

– Pembuatan Obat Herbal

Senyawa yang ada di dalam tanaman tobacco dinilai ampuh mengobati berbagai penyakit, seperti nyeri, sembelit, asam urat, kejang-kejang, dan keracunan akibat gigitan reptil atau serangga berbisa.

Bahkan, flora ini bisa bertindak sebagai stimulan napas. Tapal daunnya dapat dioleskan ke permukaan kulit untuk membantu mengurangi rasa gatal maupun nyeri ringan akibat reaksi alergi.

– Mempercepat Produksi Vaksin

Tobacco mengandung antigen yang sebanding dengan virus influenza, sehingga menjadikannya sebagai kandidat vaksin yang cukup potensial.

Dibandingkan virus influenza asli yang membutuhkan waktu satu bulan untuk menjadi vaksin, produksi vaksin dari tobacco ahli nilai lebih cepat.

– Membantu Proses Fitoremediasi

Fitoremediasi adalah upaya menggunakan tumbuhan dan bahan untuk membersihkan sampah dan masalah pencemaran lingkungan. Dengan cara ini, tanah, udara dan air yang tercemar dapat dibersihkan.

Tembakau dianggap sebagai salah satu tanaman yang sempurna untuk proses fitoremediasi, karena pucuk daunnya mengandung logam berat dan biomassa yang tinggi, serta pertumbuhan yang cepat.

Taksonomi Spesies Nicotiana Tabacum

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-tembakau-lebih-dari-sekadar-bahan-baku-rokok/feed/ 0
Pohon Damar, Penghasil Getah yang Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-damar-penghasil-getah-yang-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-damar-penghasil-getah-yang-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-damar-penghasil-getah-yang-kaya-manfaat/#respond Sun, 30 Oct 2022 03:00:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37798 Meski tergolong sebagai tumbuhan berkayu keras, pohon damar tidak dimanfaatkan sebagai kayu olahan. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil getahnya, kemudian diolah menjadi kopal. Di Indonesia, flora ini cukup mudah kita […]]]>

Meski tergolong sebagai tumbuhan berkayu keras, pohon damar tidak dimanfaatkan sebagai kayu olahan. Tanaman ini dibudidayakan untuk diambil getahnya, kemudian diolah menjadi kopal. Di Indonesia, flora ini cukup mudah kita jumpai karena tersebar ke berbagai daerah.

Damar merupakan sejenis tumbuhan runjung yang berasal dari famili Araucariacea. Spesiesnya tergabung ke dalam genus Agathis, sehingga mempunyai nama ilmiah Agathis dammara.

Di Selandia Baru, masyarakat suku Maori menyebut pohon ini sebagai kauri. Mereka berkerabat dengan spesies damar putih, yang tergolong sebagai tanaman endemis Indonesia dan Papua Nugini.

Spesies Agathis sendiri dapat ditandai dari batangnya yang besar, tetapi memiliki percabangan sedikit. Pohon muda berbentuk kerucut, tetapi tajuknya berubah jadi membulat atau tidak beraturan saat dewasa.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Damar

Pohon damar dapat berkembang biak hingga setinggi 65 meter. Bagian batang bulat silindris, dengan diameter berkisar 1,5 meter. Kulit luarnya berwarna keabu-abuan dengan corak sedikit kemerahan.

Ketika dewasa, kulit pohon ini terlihat mengelupas dalam keping-keping kecil. Daunnya berbentuk jorong dengan ukuran berkisar 6–8 x 2–3 cm, pertumbuhannya meruncing ke arah ujung yang membundar.

Uniknya, semua spesies Agathis mempunyai daun muda yang lebih besar dibandingkan daun tuanya. Letak daun tua biasanya berhadapan, bentuknya jorong hingga serupa garis, sangat kasar dan cukup tebal.

Meskipun selalu tampak berdaun (tidak gugur), daun muda sering kali berwarna merah tembaga. Hal itu sangat kontras dengan dedaunan di musim sebelumnya, yang mana berwarna hijau atau hijau-berserbuk.

Runjung serbuk sarinya memiliki ukuran 4–6 x 1,2–1,4 cm, sementara runjung bijinya berkisar 9–10,5 × 7,5–9,5 cm. Jika diperhatikan, runjung biji memiliki bentuk bulat telur dengan warna kecokelatan.

Habitat dan Budi Daya Pohon Damar

Secara alami, pohon damar tumbuh di lingkungan hutan hujan dataran rendah sampai ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Karena itu, di daerah Jawa pohon ini jamak dibiakkan di hutan pegunungan.

Karena tergolong sebagai tanaman asli Indonesia, populasi A. dammara bisa kita temukan dengan mudah. Pohon ini umumnya menyebar mulai dari Maluku, Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, sampai ke Pulau Papua.

Sebutan atau nama lokal dari spesies ini pun beragam, seperti damar raja, kisi (Buru), salo (Ternate), dayungon (Samar), dama, damaa, damah, damahu, rama, marama puti (Sulawesi Utara), hingga ki damar (Sunda).

Praktek budi daya damar sangat dipengaruhi oleh lokasi penanaman. Biasanya flora ini tumbuh secara sempurna di tanah yang subur, serta memerlukan sedikit naungan ketika usianya masih muda.

Untuk memenuhi kebutuhan airnya, pilih lokasi yang mempunyai curah hujan tinggi. Walau dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 meter dpl, sebaiknya tanam pohon tersebut pada ketinggian 400 meter dpl saja.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Damar

Resin dari pohon damar atau yang disebut kopal, dapat berguna untuk berbagai keperluan. Resin tersebut dihasilkan dari kulit atau pepagan yang terluka, baik secara sengaja maupun tidak.

Getah yang keluar dari pohon damar akan membeku bila berinteraksi dengan udara. Selanjutnya, getah yang mengeras itu dapat dipanen atau dikumpulkan sebagai kopal sadapan.

Resin atau getah pohon ini banyak digunakan untuk produksi kosmetik, tekstil, cat, tinta, kaca, korek api, dupa, dan sebagainya. Kayunya tidak cocok sebagai material bangunan, sebab dinilai ringkih dan tidak awet.

Di Bogor dan Sulawesi Utara, jenis kayu ini hanya dimanfaatkan sebagai papan pada bagian bawah atap. Sedangkan di Kota Bandung, spesies A. dammara ditanam sebagai peneduh di sepanjang Jalan Ir H Djuanda.

Kerapatan kayu damar sekitar antara 380–660 kg per meter kubik. Kayu ini diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis. Nilai jualnya terbilang cukup murah bila dibandingkan dengan jenis kayu lainnya.

Taksonomi Agathis Dammara

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-damar-penghasil-getah-yang-kaya-manfaat/feed/ 0
Alga Cokelat, Organisme Laut yang Sarat Akan Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/alga-cokelat-organisme-laut-yang-sarat-akan-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alga-cokelat-organisme-laut-yang-sarat-akan-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/alga-cokelat-organisme-laut-yang-sarat-akan-manfaat/#respond Wed, 12 Oct 2022 03:32:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37617 Alga tampak seperti tumbuhan biasa, tetapi organisme laut itu tidak memiliki organ berupa akar, batang maupun daun, sehingga tidak bisa disebut sebagai tanaman. Meski begitu, organisme ini terbilang kaya manfaat. […]]]>

Alga tampak seperti tumbuhan biasa, tetapi organisme laut itu tidak memiliki organ berupa akar, batang maupun daun, sehingga tidak bisa disebut sebagai tanaman. Meski begitu, organisme ini terbilang kaya manfaat. Contohnya saja seperti kelompok alga cokelat.

Alga cokelat sebenarnya adalah sebutan bagi sekumpulan organisme yang berasal dari kelas Phaeophyceae. Anggotanya sendiri mencapai 1.500 spesies lebih, salah satunya Padina australis.

Melansir berbagai sumber, spesies P. australis mampu menghasilkan senyawa alginat (alginofit) yang bermanfaat dalam pembuatan bahan pengental, pengemulsi, stabilitator, hingga pembentuk gel.

“Tumbuhan” ini juga kaya akan kandungan senyawa pigmen seperti xantofil. Karena itu, jangan heran jika spesies P. australis mempunyai corak cokelat atau keemasan yang cukup dominan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Alga Cokelat

Seluruh anggota alga cokelat umumnya berbentuk seperti benang atau lembaran. Bahkan, ada pula yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi dengan bagian tubuh serupa akar, batang dan daun.

Selain itu kelompok ini memiliki sifat makroskopis, sehingga bentuk dan tampilannya dapat terlihat dengan mata telanjang. Berdasarkan hal itu, dapat diketahui bahwa spesies Phaeophyceae berbiak hingga 30 meter.

Spesies P. australis dan sebagian besar spesies lainnya juga mempunyai gelembung udara sebagai pelampung. Di luar ciri-ciri tersebut, mereka dapat pula kita identifikasi melalui karakteristik berikut ini:

  • Alga cokelat memiliki senyawa klorofil dan karotena;
  • Sebagian besar anggotanya memiliki sifat multiseluler;
  • Bagian talus bersifat mikroskopis sampai makroskopis;
  • Berbentuk filamen bercabang, tidak bercabang, atau tegak;
  • Memiliki loroplas tunggal berbentuk benang atau cakram; dan
  • Kloroplas yang mengandung pirenoid berguna untuk menyimpan cadangan makanan berupa laminarin.

Habitat dan Distribusi Alga Cokelat

Tentu saja, sebagian besar spesies alga cokelat dapat kita temukan di dalam laut. Mereka biasanya tumbuh pada permukaan laut dangkal, terutama di kawasan perairan bersuhu dingin.

Khusus spesies P. australis, eksistensinya dapat kita jumpai di wilayah bebatuan pada rataan terumbu karang di pinggir pantai. Ini meliputi area yang terkena hempasan ombang maupun yang terlindungi.

Suhu lingkungan yang mendukung pertumbuhan P. austalis berkisar 27–30 derajat Celsius. Sedangkan salinitasnya mencapai 28–32 ppt, dengan pH 7,5–8 dan kecepatan arus sekitar 35–80 cm per detik.

Jika tumbuh di dalam laut, organisme ini biasanya ditemukan pada substrat pasir dengan kedalaman 10–30 cm. Suhu rata-rata air sekitar 27,25–29,75 derajat Celsius, sedangkan salinitasnya 23–25 ppt.

Spesies P. australis tersebar mulai dari perairan Pasifik Selatan sampai ke Samudra Hindia. Jenis ini bahkan cukup melimpah di laut Indonesia, seperti di perairan Kalimantan Timur hingga Teluk Kotania di Maluku.

Karakteristik dan Manfaat Alga Cokelat

Alga cokelat berbiak dengan cara vegetatif maupun generatif. Vegetatif dilakukan dengan fragmentasi dan spora, sedangkan generatif dengan membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan dan betina.

Bagi masyarakat sekitar, alga ini berguna sebagai bahan baku pangan. Di dalamnya pakar sinyalir menyimpan 6,15% kalsium, serta beberapa logam bermanfaat seperti natrium, kalium, magnesium, dan zat besi.

Namun, senyawa yang paling “berharga” dari alga ini adalah alginat. Itu merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk garam-garaman dari asam algiat, yaitu asam D-mannuronat dan asam L-guluronat.

Dalam perspektif industri, alginat dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Tidak cuma pangan, senyawa ini bahkan berguna dalam industri farmasi, kosmetik hingga pembuatan kertas, seperti:

  • Industri pangan; digunakan sebagai campuran bahan baku kue, eskrim, gula-gula, salad dan saus, serta sirup
  • Industri farmasi; bermanfaat sebagai bahan suspensi penisilin
  • Industri kosmetik; bahan dasar krim dan pewarna rambut
  • Industri tekstil dan cat; sebagai bahan pencelup, suspensi pigmen, penstabil emulsi, dan meningkatkan daya rekat
  • Industri kertas; berguna sebagai pelapis kertas dan meningkatkan daya serap tinta.

Taksonomi Spesies Padina Australis

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/alga-cokelat-organisme-laut-yang-sarat-akan-manfaat/feed/ 0
Daun Mitsuba, Peterseli Asal Jepang yang Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-mitsuba-peterseli-asal-jepang-yang-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=daun-mitsuba-peterseli-asal-jepang-yang-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-mitsuba-peterseli-asal-jepang-yang-kaya-manfaat/#respond Thu, 22 Sep 2022 03:33:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37408 Tampilan daun mitsuba memang mirip seperti seledri. Tumbuhan hijau tersebut memiliki permukaan yang halus tapi dengan tepian bergerigi. Keduanya juga sama-sama dimanfaatkan sebagai bumbu atau hiasan makanan, sehingga cukup sulit […]]]>

Tampilan daun mitsuba memang mirip seperti seledri. Tumbuhan hijau tersebut memiliki permukaan yang halus tapi dengan tepian bergerigi. Keduanya juga sama-sama dimanfaatkan sebagai bumbu atau hiasan makanan, sehingga cukup sulit untuk dibedakan.

Mitsuba memiliki nama ilmiah Cryptotaenia japonica. Tumbuhan ini tergabung ke dalam famili Apiaceae dan genus Cryptotaenia, sehingga masih berkerabat dengan tanaman peterseli atau parsley.

Di banyak negara pun spesies C. japonica populer dengan julukan peterseli Jepang. Ia juga memiliki sejumlah nama beken lainnya, seperti Japanese wild parsley, stone parsley, hingga honeywort.

Bagi masyarakat tradisional Tiongkok, tanaman ini dikenal sebagai san ye qin. Mereka tidak cuma menggunakannya sebagai garnish, tetapi juga olahan herbal untuk produk kecantikan.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Daun Mitsuba

Secara fisik, daun mitsuba bisa ditandai dari akar tebal dan tangkainya yang panjang. Bentuk daunnya identik seperti kelompok peterseli, yang mana sangat mirip pula dengan tumbuhan seledri.

Meski begitu, bukan berarti peterseli dan seledri tidak dapat dibedakan. Untuk mencegah ambiguitas, berikut sejumlah perbedaan antara daun seledri dan tanaman mitsuba:

  • Mitsuba memiliki aroma yang khas dan kuat. Sebagian orang percaya bahwa aroma tersebut bisa meningkatkan nafsu makan
  • Seledri dapat dipanen setelah 1–2 tahun ditanam, sedangkan mitsuba tumbuh sepanjang tahun
  • Warna hijau pada daun seledri terlihat lebih pucat, sedangkan mitsuba biasanya lebih tua dan segar
  • Bunga seledri tumbuh secara soliter, warnanya putih kehijauan dengan ujung yang bengkok. Sedangkan bunga mitsuba tumbuh berkelompok, warnanya putih dengan ukuran yang cukup kecil
  • Mitsuba kaya akan kandungan antioksidan, sedangkan seledri terkenal akan sifat antihipertensi dan antireumatiknya.

Habitat dan Distribusi Daun Mitsuba

Daun mitsuba tumbuh di kawasan hutan perbukitan atau daerah pegunungan. Tanaman ini memang menyukai lingkungan yang dingin dan lembap, serta berbiak di dataran yang teduh atau berkanopi.

Seperti yang telah disebutkan, tanaman ini memang tumbuh sepanjang tahun. Namun periode berbunganya jatuh pada bulan Juli sampai Agustus, sedangkan bijinya matang sekitar Agustus hingga September.

Spesies ini memiliki dua varietas, yang dipisahkan berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Varietas pertama adalah tipe hijau yang berasal dari Kansai, sedangkan varietas kedua adalah tipe putih dari wilayah Kantō.

Benua Asia merupakan sentral pertumbuhan spesies C. japonica. Flora berordo Apiales itu setidaknya dapat kita jumpai di beberapa negara, termasuk China, Jepang, hingga Korea Selatan.

Di Negeri Sakura, mitsuba digunakan sebagai hiasan sup, salad, dan sushi. Daun ini diklaim memiliki cita rasa segar dan sedikit pahit, sedangkan batangnya cenderung gurih dan mirip seperti ketumbar.

Manfaat Daun Mitsuba bagi Kesehatan

Hampir seluruh bagian tanaman mitsuba dapat dimanfaatkan sebagai makanan. Daun, batang, hingga bijinya bahkan diyakini menyimpan beragam nutrisi seperti kalium dan vitamin C.

Bukan cuma itu, daun mitsuba merupakan sumber protein dan vitamin K yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahan makanan ini juga rendah lemak dan kolesterol, sehingga baik untuk para penderita hipertensi.

Dalam sebuah riset, diketahui juga bahwa Japanese wild parsley memiliki kandungan tilianin dan K7G. Ini dapat menghambat produksi melanin pada kulit, sehingga memiliki efek mencerahkan tanpa efek samping.

Meski tidak se-efektif seledri, senyawa falcarinol dan falcarindiol pada mitsuba juga telah menunjukkan sifat anti-peradangan. Ini sudah lama dimanfaatkan untuk mengobati radang paru-paru dan herpes zoster.

Walaupun menyimpan segudang manfaat, pemanfaatan mitsuba untuk konsumsi sehari-hari juga harus dibatasi. Jangan memakan daun itu secara berlebih, sebab dapat memicu terjadinya iristasi kulit ringan.

Taksonomi Cryptotaenia Japonica

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/daun-mitsuba-peterseli-asal-jepang-yang-kaya-manfaat/feed/ 0
Stapelia Gigantea, Bau Busuknya dapat Mengganggu Selera Makan https://www.greeners.co/flora-fauna/stapelia-gigantea-bau-busuknya-dapat-mengganggu-selera-makan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=stapelia-gigantea-bau-busuknya-dapat-mengganggu-selera-makan https://www.greeners.co/flora-fauna/stapelia-gigantea-bau-busuknya-dapat-mengganggu-selera-makan/#respond Sun, 28 Aug 2022 03:00:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37161 Bagi pecinta tanaman hias, spesies Stapelia gigantea agaknya cocok untuk dipelihara. Tumbuhan ini memiliki bentuk yang unik karena mirip seperti bintang. Namun saat sedang mekar, bunganya mengeluarkan bau busuk menyengat […]]]>

Bagi pecinta tanaman hias, spesies Stapelia gigantea agaknya cocok untuk dipelihara. Tumbuhan ini memiliki bentuk yang unik karena mirip seperti bintang. Namun saat sedang mekar, bunganya mengeluarkan bau busuk menyengat yang disukai oleh lalat.

Stapelia gigantea tergolong sebagai tanaman bangkai (carrion plant). Tumbuhan ini mengeluarkan bau menyengat untuk menarik spesies lalat, yang notabene-nya membantu penyerbukan mereka.

Melihat klasifikasinya, flora bersuku Apocynaceae itu berkerabat dengan Stapelia lepida. Keduanya merupakan jenis tanaman sukulen, tetapi tidak termasuk sebagai salah satu kelompok kaktus.

Seperti yang kita tahu, semua kaktus adalah tanaman sukulen. Namun, tidak semua sukulen tergolong kelompok kaktus. Beberapa tanaman sukulen memiliki kelopak seperti daun, misalnya saja genus Stapelia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Stapelia Gigantea

Stapelia gigantea memiliki batang yang tebal dan tegak berwarna hijau. Tingginya bisa mencapai 20 cm, sedangkan diameternya berkisar 3 cm. Dari bagian batang, muncul kelopak bunga yang memiliki ukuran besar.

Diameter kelopak tersebut rata-rata berkisar 25 cm, meskipun ada pula yang mencapai 41 cm. Ini merupakan bagian terpopuler dari tumbuhan tersebut, sebab kelima kelopaknya memiliki corak yang indah.

Ada yang bilang corak sukulen ini mirip seperti batik mega mendung. Polanya tampak seperti awan, meski hanya berupa garis putus-putus. Warnanya sendiri tak kalah menarik, yakni merah atau kekuningan.

Permukaan “bintang darat” itu tampak berkerut seperti spesies Stapelia lepida. Namun mereka mempunyai bulu-bulu halus di sepanjang tepi kelopaknya, yang dapat berkembang hingga sepanjang 8 mm.

Di alam liar, tanaman berjuluk zulu giant tersebut dapat bersifat invasif. Pertumbuhannya terbilang sangat cepat, bahkan mereka dapat bertahan hidup di wilayah-wilayah yang kering dan gersang.

Habitat dan Karakteristik Stapelia Gigantea

Spesies Stapelia gigantea justru tidak menyukai daerah yang lembap dan basah. Mereka tumbuh di zona beriklim sedang yang cukup panas, distribusinya meliputi wilayah gurun Afrika Selatan hingga Tanzania.

Di habitatnya, zulu giant umum ditemukan di kawasan padang rumput, sabana yang teduh, serta singkapan bebatuan atau celah-celah. Mereka tumbuh secara berkelompok dengan jumlah yang relatif banyak.

Spesies Stapelia juga dapat dipelihara di dalam pot. Tumbuhan ini biasanya diletakkan di luar ruangan atau rumah kaca, sebab dapat mengeluarkan bau busuk yang mirip seperti bangkai hewan.

Melansir berbagai sumber, aroma busuk tersebut berasal dari senyawa diamina (putresin dan kadaverin), belerang dan molekul fenolik. Saking menyengatnya, aroma itu dapat memengaruhi selera makan manusia.

Selayaknya tanaman sukulen, spesies ini menyimpan air pada bagian batangnya. Mereka tidak memerlukan asupan air yang banyak, bahkan cenderung menyukai paparan sinar matahari penuh dan langsung.

Manfaat dan Kegunaan Stapelia Gigantea

Selain tanaman hias, tidak banyak yang mengetahui kegunaan lain dari Stapelia gigantea. Namun menurut South African National Biodiversity Institute, flora ini juga jamak dimanfaatkan sebagai tumbuhan herbal.

Bagi masyarakat lokal, zulu giant berkhasiat sebagai obat mual dan muntah akibat histeria. Spesies ini juga diklaim memiliki sifat analgesik dan pencahar, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita konstipasi.

Tidak cuma itu, bagian batang yang telah ditumbuk dan dicampurkan dengan tanaman lain juga berguna sebagai obat mujarab. Ini umumnya dioleskan ke sekujur tubuh untuk menangkal segala macam penyakit.

Bahkan, tumbuhan ini kerap ditanam di pekarangan rumah sebagai penangkal petir. Ramuannya juga dimanfaatkan untuk berburu, sebab diyakini mengandung racun yang cukup mematikan.

Sebagai catatan, belum ada yang bisa menjamin kebenaran dari klaim kesehatan di atas. Senyawa yang terkandung pada tanaman sukulen ini masih perlu diteliti, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Taksonomi Spesies Zulu Giant

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/stapelia-gigantea-bau-busuknya-dapat-mengganggu-selera-makan/feed/ 0
Akar Manis, Bahan Baku Permen Berkhasiat Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/akar-manis-bahan-baku-permen-berkhasiat-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=akar-manis-bahan-baku-permen-berkhasiat-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/akar-manis-bahan-baku-permen-berkhasiat-obat/#respond Fri, 29 Jul 2022 03:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36865 Licorice adalah salah satu jenis permen asal Inggris yang paling terkenal di dunia. Permen ini memiliki cita rasa manis serta hadir dalam berbagai warna. Namun tahukah Anda dari mana rasa […]]]>

Licorice adalah salah satu jenis permen asal Inggris yang paling terkenal di dunia. Permen ini memiliki cita rasa manis serta hadir dalam berbagai warna. Namun tahukah Anda dari mana rasa manis permen tersebut berasal? Mari berkenalan dengan akar manis!

Akar manis bukanlah sebutan bagi satu spesies tanaman. Penyebutan ini merujuk pada akar tumbuhan dari genus Glycyrrhiza, yang tergabung dalam famili Fabaceae (polong-polongan).

Genus Glycyrrhiza sendiri setidaknya membawahi 20 spesies tumbuhan. Mereka tersebar ke berbagai daerah seperti sebagian negara Asia, Australia, Eropa dan negara-negara Amerika.

Dari banyak spesiesnya, Glycyrrhiza glabra, G. lepidopta dan G. uralensis adalah tiga spesies yang paling terkenal. Mereka dipakai sebagai bahan baku obat maupun pembuatan permen.

Morfologi dan Ciri-Ciri Akar Manis

Akar manis tergolong sebagai tanaman tahunan berbentuk terna yang dapat tumbuh hingga satu meter. Daunnya berkembang seperti sayap (pinnate) dengan panjang berkisar 7–15 cm.

Dalam satu cabang biasanya tersedia 9–17 helai daun bercorak kehijauan. Sedangkan bagian bunga tumbuh berkelompok pada satu cabang, atau dikenal juga dengan istilah inflorescens.

Warna bunga cukup bervariasi, mulai dari keunguan sampai putih kebiru-biruan. Panjangnya sendiri mencapai 0,8–1,2 cm, sedangkan buahnya berbentuk polong dengan ukuran 2–3 cm.

Di dalam buah tersimpan beberapa biji berbentuk jorong dengan panjang 1 mm lebih. Tidak bisa dipastikan apakah bijinya dapat dimakan, namun bagian itu cukup jarang dimanfaatkan.

Secara umum, bagian yang paling berkhasiat dari tanaman ini adalah akarnya. Tumbuhan ini berbunga pada bulan Januari–Desember, biasanya dibudidayakan di kawasan dataran tinggi.

Habitat dan Distribusi Akar Manis

Akar manis dapat tumbuh pada ketinggian sampai 2.700 meter di atas permukaan laut (dpl). Mereka berbiak di area-area terbuka atau setengah tertutup, seperti rawa dan tepian sungai.

Di beberapa daerah, spesies Glycyrrhiza juga tumbuh sebagai gulma di lahan pertanian atau kebun. Mereka dapat tumbuh pada lahan bekas terbakar dan lahan dengan aerasi yang baik.

Melihat karakteristiknya, tanaman satu ini paling cocok dibudidayakan pada daerah beriklim hangat. Ia tersebar di negara-negara sub-tropis dan tropis, terutama di wilayah Mediterania.

Di Eropa, akar tumbuhan Glycyrrhiza paling banyak dimanfaatkan oleh warga Belanda, Italia dan Inggris. Sedangkan di Asia, flora berordo Fabales itu tersohor di China dan Timur Tengah.

Di tanah air, kita dapat menemukan spesies Glycyrrhiza di wilayah Pulau Sumatra, Jawa dan Bali. Ia juga memiliki sejumlah nama lokal seperti Ri (Batak), Eurih (Sunda) dan Lalang (Bali).

Kandungan dan Manfaat Akar Manis

Akar manis paling banyak digunakan sebagai bahan baku permen. Ekstrak akarnya diyakini memiliki rasa yang autentik, bahkan tingkat kemanisannya 50 kali lebih manis daripada gula.

Merujuk berbagai sumber, spesies tanaman dengan nama asing Licorice itu juga menyimpan beragam nutrisi seperti karbohidrat, serat, protein dan lemak, hingga kaya akan antioksidan.

Karena itu, kandungan licorice dipercaya ampuh melancarkan pernapasan serta memelihara kesehatan kulit. Kandungan antioksidannya juga efektif membunuh bakteri penyebab GERD.

Dalam dunia kedokteran, licorice berfungsi untuk menyamarkan bau obat-obatan yang tidak sedap. Potongan akarnya juga bisa diseduh sebagai teh atau diolah menjadi minuman ringan.

Di Italia, jenis akar ini dimakan secara langsung sebagai kudapan penyegar mulut. Sedangkan di China, masyarakat menggunakannya sebagai rempah campuran kaldu dan masakan pedas.

Taksonomi Tanaman Licorice

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/akar-manis-bahan-baku-permen-berkhasiat-obat/feed/ 0
Kelembak, Bahan Baku Rokok Keretek yang Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/kelembak-bahan-baku-rokok-keretek-yang-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kelembak-bahan-baku-rokok-keretek-yang-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/kelembak-bahan-baku-rokok-keretek-yang-berkhasiat/#respond Wed, 27 Jul 2022 03:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36843 Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah, nama kelembak mungkin sering diasosiasikan dengan rokok klembak menyan. Tanaman ini memang jamak digunakan sebagai bahan baku rokok keretek, namun disinyalir memiliki beragam khasiat […]]]>

Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah, nama kelembak mungkin sering diasosiasikan dengan rokok klembak menyan. Tanaman ini memang jamak digunakan sebagai bahan baku rokok keretek, namun disinyalir memiliki beragam khasiat bagi kesehatan.

Kelembak pada dasarnya adalah tumbuhan asli Tiongkok. Tanaman ini telah dikenal sebagai ramuan obat herbal sejak ribuan tahun silam, yang ampuh meredakan masalah pencernaan.

Secara klasifikasi, tanaman dengan nama latin Rheum officinale itu termasuk dalam keluarga Polygonaceae. Ia berkerabat dengan tanaman rhubarb, sebab berasal dari genus yang sama.

Famili Polygonaceae tergolong sebagai tanaman herba tahunan yang memiliki batang basah. Mereka tumbuh dari rimpang tebal dan pendek sehingga berbentuk seperti tanaman semak.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Kelembak

Tanaman kelembak dapat kita tandai dari daunnya yang berbentuk bulat telur dengan ujung yang meruncing. Daun ini tergolong daun tunggal, panjang rata-ratanya mencapai 20-40 cm.

Tidak cuma itu, diameter daun tersebut juga dapat mencapai 10–30 cm. Bunganya majemuk dengan dua kelamin atau tunggal, tumbuh menyatu menjadi malai yang bercabang-cabang.

Spesies R. officinale punya enam helai mahkota yang tersusun dalam lingkaran. Di dalamnya turut terdapat sembilan benang sari, serta kepala putik tebal dengan warna putih kehijauan.

Dari situlah bakal buah berbentuk segitiga akan tumbuh. Buah tersebut punya tangkai putik yang melengkung, bentuknya menyerupai padi berwarna merah namun memiliki tiga sayap.

Akar merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari tumbuhan ini. Akar yang baik biasanya ditanam di daerah pegunungan yang memiliki lingkungan sejuk dan tanah gembur.

Habitat dan Distribusi Tanaman Kelembak

Kelembak merupakan tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis. Tanaman ini terdistribusi ke berbagai daerah, serta dimanfaatkan sebagai ramuan obat maupun olahan minyak wangi.

Di Eropa, tumbuhan berordo Caryophyllales itu disebut sebagai Chinese rhubarb. Sedangkan dalam praktik pengobatan Tiongkok, tanaman tersebut dinamai sebagai yào yòng dà huáng.

Bahkan, spesies R. officinale tersebar hingga Amerika Utara. Ini terbukti dari catatan sejarah, yang mana masyarakat Indian setempat menggunakan tanaman tersebut sebagai teh herbal.

Di tanah air, sentral budi daya kelembak bisa kita jumpai di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Namun distribusinya terbilang merata, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, sampai Papua.

Secara umum, spesies R. officinale dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas laut. Tanaman ini juga membutuhkan lahan berpasir yang tidak begitu lembap.

Kandungan dan Manfaat Tanaman Kelembak

Daun tumbuhan kelembak mengandung flavonoid; polifenol, antraglikosida hingga frangula-emodi. Sedangkan akarnya memiliki senyawa glikosida; krisofanol, rein-emodin dan saponin.

Karena itu, kedua bagian ini sering dimanfaatkan sebagai obat pencahar untuk melancarkan pencernaan. Akar dan batangnya pun berguna mengobati sembelit serta luka luar bernanah.

Sebagian orang bahkan meyakini bahwa tanaman ini berguna dalam pengobatan hepatitis B. Klaim tersebut belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan sumber pasti terkait hal itu.

Di luar khasiat kesehatannya, daun tanaman ini nyatanya bermanfaat sebagai obat penyakit ikan. Senyawanya terbukti efektif membunuh bakteri penyebab penyakit kerontokan insang.

Meskipun sangat bermutu, spesies R. officinale bukan komoditas budi daya yang populer. Ini dikarenakan oleh rasanya yang pahit, sehingga tidak semua orang tertarik mengonsumsinya.

Taksonomi Spesies Rheum Officinale

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kelembak-bahan-baku-rokok-keretek-yang-berkhasiat/feed/ 0
Kayu Apu, Spesies Gulma yang Mencegah Pencemaran Air https://www.greeners.co/flora-fauna/kayu-apu-spesies-gulma-yang-mencegah-pencemaran-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kayu-apu-spesies-gulma-yang-mencegah-pencemaran-air https://www.greeners.co/flora-fauna/kayu-apu-spesies-gulma-yang-mencegah-pencemaran-air/#respond Sat, 23 Jul 2022 03:02:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36811 Kayu apu dikenal juga sebagai kiambang, kapu-kapu, atau apu-apu. Tumbuhan air ini banyak ditemukan mengambang di perairan tenang. Berkat kemampuan pembersihannya, tanaman ini jamak dipergunakan sebagai hiasan kolam atau akuarium. […]]]>

Kayu apu dikenal juga sebagai kiambang, kapu-kapu, atau apu-apu. Tumbuhan air ini banyak ditemukan mengambang di perairan tenang. Berkat kemampuan pembersihannya, tanaman ini jamak dipergunakan sebagai hiasan kolam atau akuarium.

Tumbuhan kiambang mempunyai nama ilmiah Pistia stratiotes. Flora ini tergabung ke dalam keluarga Araceae, sehingga masih berkerabat dengan tumbuhan sri rezeki dan kuping gajah.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kiambang termasuk anggota suku talas-talasan. Ia tidak memiliki edible tuber, sehingga tidak dapat dikonsumsi seperti suweg.

Di luar manfaatnya, kapu-kapu ternyata memiliki sifat gulma. Tanaman ini bisa menghambat pertumbuhan tanaman budi daya, bahkan membuat distribusi pupuk tidak sampai ke tanah.

Habitat dan Distribusi Kayu Apu

Secara alami tumbuhan kayu apu banyak ditemukan di area persawahan. Tanaman ini dapat berkembang pada sawah yang masih tergenang maupun sawah yang padinya telah dipanen.

Merujuk berbagai sumber, kiambang berasal dari Benua Afrika dan Amerika Selatan. Mereka menyebar secara luas di daerah beriklim tropis seperti pada semenanjung Florida dan Texas.

Namun, kini kita bisa menemukan flora tersebut di daerah sub-tropis Asia. Itu membuktikan bahwa kapu-kapu tergolong sangat kuat, sehingga dapat beradaptasi pada berbagai wilayah.

Di wilayah sub-tropis India misalnya, apu-apu berkembang biak pada dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter di atas laut. Habitatnya meliputi danau, aliran sungai dan area rawa.

Bagi beberapa spesies ikan, tanaman air itu berguna sebagai pakan alami yang mengandung protein tinggi. Tanaman ini juga menyerap nitrat sehingga mengurangi populasi lumut di air.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kayu Apu

Kayu apu merupakan satu-satunya anggota dari marga Pistia. Flora ini dapat kita tandai dari daunnya yang mengapung, sedangkan perakarannya menggantung di dalam permukaan air.

Panjang daun tersebut mencapai 5–14 cm dengan lebar sekitar 2–6 cm. Tepian daun tampak berlekuk-lekuk, sedangkan permukaannya dihiasi oleh rambut tebal yang halus jika disentuh.

Bila diperhatikan, susunan daun sendiri mirip seperti mahkota bunga mawar. Daun-daun itu tersusun secara roset di sekitar akar sehingga membentuk bagian seperti batang tumbuhan.

Spesies P. stratiotes memiliki akar-akar yang panjang mencapai 80 cm. Warna akar tersebut bercorak putih, sedangkan rambut-rambut akar membentuk suatu struktur mirip keranjang.

Di sekitar rambut biasanya tersedia gelembung udara yang membantu daya apung tanaman. Bukan cuma itu, akar tersebut juga mampu menyerap polutan yang terkandung di dalam air.

Manfaat Kayu Apu untuk Kesehatan

Tidak cuma berguna sebagai tanaman hias atau penyerap kotoran, tumbuhan kayu apu juga berkhasiat untuk kesehatan. Kandungannya efektif meredakan berbagai penyakit, misalnya:

  • Flu, demam dan batuk rejan;
  • Pegal linu dan bengkak akibat terbentur;
  • Susah buang air kecil dan kencing bernanah;
  • Gatal-gatal atau gatal akibat alergi;
  • Diare atau disentri; serta
  • Penyakit kulit seperti bisul dan eksim.

Untuk penyakit kulit, olahan kayu apu biasanya diaplikasikan pada permukaan kulit. Caranya rebus daun, giling lalu peraskan. Setelah dingin, basuh bagian yang sakit dengan air rebusan.

Sedangkan untuk mengobati penyakit dalam, ambil 15 helai daun apu-apu lalu rebus selama 15 menit dengan 3 gelas air. Saring setelah dingin, selanjutnya minum sebanyak 2 kali sehari.

Mengolah kiambang tidak boleh dilakukan sembarangan. Karena tanaman ini bisa menyerap zat beracun, kesalahan proses pengolahan justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Taksonomi Pistia Stratiotes

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kayu-apu-spesies-gulma-yang-mencegah-pencemaran-air/feed/ 0
Pohon Cermai, Penghasil Buah Masam yang Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cermai-penghasil-buah-masam-yang-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-cermai-penghasil-buah-masam-yang-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cermai-penghasil-buah-masam-yang-berkhasiat/#respond Fri, 15 Jul 2022 03:00:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36728 Pohon cermai dikenal akan buahnya yang berukuran kecil, namun berjumlah sangat banyak. Flora ini sekilas mirip dengan pohon belimbing wuluh, meskipun secara taksonomi keduanya tidak memiliki kekerabat apapun juga. Cermai […]]]>

Pohon cermai dikenal akan buahnya yang berukuran kecil, namun berjumlah sangat banyak. Flora ini sekilas mirip dengan pohon belimbing wuluh, meskipun secara taksonomi keduanya tidak memiliki kekerabat apapun juga.

Cermai disebut juga sebagai ceremai, cereme atau cerme. Tanaman ini sejatinya berasal dari Madagaskar, walaupun kini namanya justru sangat tersohor di negara-negara Asia Tenggara.

Berdasarkan klasifikasi, cermai tergolong dalam suku Phyllanthaceae dan genus Phyllanthus. Ini berkerabat dengan pohon malaka, sehingga mempunyai nama ilmiah Phyllanthus acidus.

Sejak dahulu kala, cermai dikenal sebagai salah satu pohon penghasil buah berkhasiat. Flora ini juga sering dimanfaatkan sebagai peneduh jalan, sebab memiliki dedaunan yang rindang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Cermai

Walaupun tergolong sebagai tumbuhan perdu (pohon kecil), cermai dapat berkembang biak sampai 9 meter. Percabangannya rendah dan senggang, dengan daun berbentuk bulat telur.

Daunnya itu merupakan daun tunggal, panjangnya berkisar 2–7 cm. Daun tersebut tersusun pada bagian ranting, sedangkan perbungaan tersusun di dalam malai dengan ukuran 12 cm.

Bunga-bunga pohon cermai berwarna merah, memiliki kelamin tunggal maupun ganda. Tiap helai bunga cereme terdiri atas empat kuntum, sedangkan buahnya memiliki 6–8 ruas rusuk.

Bentuk buah sendiri terlihat unik; bulat dan mirip seperti batu. Diameternya berkisar 2,5 cm, dengan permukaan kulit berwarna kuning keputihan dan mirip seperti permukaan mentega.

Ketika musim berbuah, bagian ini tumbuh dalam untaian dengan jumlah yang cukup banyak. Dagingnya sendiri berwarna putih, cita rasanya asam, serta mengandung banyak air dan biji.

Habitat dan Distribusi Pohon Cermai

Pohon cermai merupakan flora asli daerah tropis dan subtropis. Spesies ini menyukai daerah yang lembap dan dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl)

Dalam proses budi daya, tumbuhan ceremai dapat diperbanyak melalui biji atau steknya. Ini telah diperkenalkan ke banyak negara seperti kepulauan-kepulauan kecil di Samudra Hindia.

Di Asia Tenggara, spesies P. acidus dapat kita jumpai mulai dari selatan Vietnam, Laos, utara Malaysia dan Indonesia. Mereka bahkan tersebar sampai Guam, Hawaii, serta Benua Afrika.

Berkat distribusinya yang luas, tumbuhan satu ini dikenal memiliki banyak julukan. Beberapa orang menyebutnya Tahiti gooseberry, tetapi ada pula yang menamainya Malay gooseberry.

Di Aceh, buah cermai populer dengan sebutan ceureumoe. Buah tersebut digunakan sebagai campuran masakan, karena kandungannya diduga memiliki beragam khasiat bagi kesehatan.

Kandungan dan Manfaat Pohon Cermai

Bagian paling tersohor dari pohon cermai adalah buahnya. Bagian ini mengandung vitamin C yang tinggi, vitamin A, B6, B9 dan B1, serta kalium, kalsium, fosfor, tembaga hingga mangan.

Di dalam daging buah tersebut juga tersimpan kandungan tannin, quercetin, serta flavonoid. Kandungan serat dan antioksidannya pun tinggi, sehingga efektif meningkatkan imun tubuh.

Apabila rutin mengonsumsi buah cermai, risiko sembelit, diabetes dan kanker dapat ditekan. Buah ini juga cukup cocok sebagai menu diet, sebab mampu menunda rasa lapar lebih lama.

Tidak cuma buah, berbagai bagian dari flora tersebut juga berguna untuk beragam kegiatan. Daun dan bijinya direbus sebagai obat herbal, yang dapat mengatasi batuk sampai sembelit.

Rebusan akar cerme bahkan dipercaya berguna meringankan asma dan mengobati penyakit kulit. Daunnya juga diolah sebagai lalapan, sedangkan kulit akar berguna sebagai penyamak.

Taksonomi Phyllanthus Acidus

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cermai-penghasil-buah-masam-yang-berkhasiat/feed/ 0
Pohon Buni, Buahnya yang Asam Mengandung Antioksidan Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-buni-buahnya-yang-asam-mengandung-antioksidan-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-buni-buahnya-yang-asam-mengandung-antioksidan-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-buni-buahnya-yang-asam-mengandung-antioksidan-tinggi/#respond Mon, 11 Jul 2022 03:52:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36690 Pohon buni atau biasa dikenal juga sebagai wuni, merupakan tumbuhan penghasil buah berkhasiat yang jamak ditemukan di Asia Tenggara. Tanaman ini sejatinya berasal dari wilayah India, namun terdistribusi sampai ke […]]]>

Pohon buni atau biasa dikenal juga sebagai wuni, merupakan tumbuhan penghasil buah berkhasiat yang jamak ditemukan di Asia Tenggara. Tanaman ini sejatinya berasal dari wilayah India, namun terdistribusi sampai ke Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Buni memiliki nama latin Antidesma bunius. Flora ini tergabung dalam famili Phyllanthaceae dan genus Antidesma, suatu kelompok tanaman berbunga yang berkembang di area tropis.

Secara bentuk, pokok buni sendiri tampak rindang dengan daun berwarna hijau. Tumbuhan ini sering dijadikan sebagai peneduh, walaupun cukup jarang ditanam di pekarangan rumah.

Melansir berbagai sumber, spesies A. bunius terkenal akan manfaatnya yang sangat banyak. Buahnya bisa dikonsumsi, bahkan terdapat kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Buni

Pohon buni dapat tumbuh hingga 30 meter, meski normalnya hanya mencapai 3–10 meter. Batangnya tegak dan bercabang rendah, sedangkan daunnya berbentuk lanset atau lonjong.

Daun-daun tersebut muncul secara berseling, pangkal dan ujungnya tumpul atau membulat. Sedangkan teskturnya menjangat dan berkilap, dengan tulang menonjol pada bagian bawah.

Panjang tangkai daun umumnya berkisar 1 cm. Perbungaannya muncul di bagian ujung atau ketiak daun, berbentuk bulir tandan, serta dapat kita bedakan atas bunga jantan dan betina.

Bunga jantan tidak bertangkai, daun kelopaknya mirip cawan, serta mempunyai 3–4 cuping pendek. Sedangkan bunga betina bertangkai, dengan ukuran rata-rata antara 1 mm x 2 mm.

Buah pohon ini tampak seperti ceri; berbentuk bulat atau bulat telur dengan diameter 8–10 mm. Mulanya buah tersebut berwarna hijau, namun berubah kemerahan saat sudah masak.

Buah yang sudah tua bahkan bisa berubah warna menjadi ungu kehitaman. Di dalam daging tersedia beberapa biji buah, warnanya hitam dengan bentuk bulat telur sampai melonjong.

Habitat dan Distribusi Pohon Buni

Pohon buni ditemukan di wilayah basah sekitaran India, mulai dari Himalaya ke selatan dan timur. Spesiesnya lantas menyebar ke Sri Lanka, Myanmar, Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Meski begitu, praktik budi daya tumbuhan ini paling banyak ditemukan di sekitar Indo-Cina dan Indonesia. Mereka menyukai wilayah yang lembap, meski tergolong adaptif dan kuat.

Buni toleran terhadap hawa panas dan kekeringan. Bibitnya sangat cocok dibudidayakan di provinsi-provinsi bagian timur Indonesia, sebab iklim di sana dipengaruhi oleh angin muson.

Spesies A. bunius berkembang biak di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Mereka terbilang sangat populer, walaupun sudah jarang ditemukan.

Pohon berordo Malpighiales ini bahkan mempunyai sejumlah julukan. Masyarakat Jawa dan Sunda mengenalnya sebagai wuni, sedangkan orang Madura menyebutnya sebagai burneh.

Kandungan dan Manfaat Pohon Buni

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan pada pohon buni, ialah buahnya. Bagian ini punya berbagai kandungan yang baik bagi tubuh, sehingga cukup cocok untuk dikonsumsi manusia.

Nutrisi yang terkandung pada buah buni di antaranya protein, kalsium, fosfor, vitamin B1, B2 dan B3. Ini juga mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah radikal bebas.

Di banyak negara, salah satunya Indonesia, buah buni digunakan sebagai campuran bumbu. Cita rasanya yang asam berguna sebagai pengganti cuka, olahan salad, minuman dan selai.

Tidak cuma buah, daun tanaman tersebut juga bermanfaat sebagai lalapan. Kayunya dikenal memiliki daya tahan yang kuat, sehingga kerap diolah sebagai mebel atau peralatan lainnya.

Merujuk IUCN Red List, status konservasi A. bunius berada pada kategori risiko rendah. Tren populasinya cukup stabil, meski budi dayanya sudah tergantikan oleh tumbuhan buah lain.

Taksonomi Antidesma Bunius

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-buni-buahnya-yang-asam-mengandung-antioksidan-tinggi/feed/ 0
Tumbuhan Rane, Kerabat Paku yang Berkhasiat Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-rane-kerabat-paku-yang-berkhasiat-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tumbuhan-rane-kerabat-paku-yang-berkhasiat-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-rane-kerabat-paku-yang-berkhasiat-tinggi/#respond Thu, 07 Jul 2022 03:13:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36652 Meski tidak tergolong sebagai spesies sejati, tumbuhan rane masih mempunyai kekerabatan erat dengan tanaman paku. Keduanya tergolong sebagai tumbuhan berpembuluh, walaupun secara klasifikasi berada pada divisi yang berbeda. Rane adalah […]]]>

Meski tidak tergolong sebagai spesies sejati, tumbuhan rane masih mempunyai kekerabatan erat dengan tanaman paku. Keduanya tergolong sebagai tumbuhan berpembuluh, walaupun secara klasifikasi berada pada divisi yang berbeda.

Rane adalah marga dari sekelompok tanaman berspora bebas dari keluarga Selaginellaceae. Genus ini dikenal juga sebagai Selaginella, yang sedikitnya membawahi 700 jenis tumbuhan.

Berbeda dengan paku sejati (Tracheophyta), rane tergabung ke dalam divisi Lycopodiophyta. Keduanya kerap disamaratakan, sebab mempunyai siklus hidup dan organ-organ yang mirip.

Berdasarkan taksonomi, tanaman Selaginella justru berada dalam satu divisi dengan Isoetes, kumpai serta paku kawat. Perbedaan lainnya juga dapat kita lihat melalui morfologi mereka.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tumbuhan Rane

Saking banyaknya anak jenis tumbuhan rane, ciri fisik masing-masing spesiesnya tidak dapat kita sama ratakan. Namun, mereka biasanya memiliki daun kecil serta berbentuk sederhana.

Daunnya itu terlihat bersisik pipih dan tidak bertangkai. Pertumbuhannya tidak menggulung seperti paku sejati, serta heterosproiknya mampu menghasilkan dua spora berbeda ukuran.

Contohnya Selaginella plana, spesies ini memiliki daun kecil berbentuk lanset yang tersusun berselang-seling melingkari batang. Warnanya hijau dengan panjang 2 mm dan lebar 1 mm.

Terdapat jenis daun tropofil (daun steril) dan sporofil (daun fertil) pada tumbuhan tersebut. Tropofil berguna untuk fotosintesis, sedangkan sporofil bertugas menghasilkan sporangium.

Batang tumbuhan ini terletak di permukaan tanah, kadang-kadang berakar dan membentuk tanaman baru. Warna batang hijau, dapat berbiak hingga 1 meter dengan dua percabangan.

Habitat dan Distribusi Tumbuhan Rane

Rane adalah salah satu tanaman purba. Kelompok tumbuhan ini pakar perkirakan sudah ada sejak 320 juta tahun yang lalu, sehingga sebagian besar spesiesnya sudah dinyatakan punah.

Merujuk berbagai sumber, tumbuhan rane yang tersisa menjelma menjadi tumbuhan herba. Mayoritas bersifat terestrial, sehingga tumbuh di wilayah batu-batuan sampai tebing sungai.

Kelompok Selaginella menyukai daerah lembap dan basah. Salah satu spesies yang memiliki habitat berbeda adalah S. lepidophylla, sebab flora ini berbiak di daerah gurun yang gersang.

Spesies S. plana terbilang cukup umum, pasalnya mereka bisa kita temukan di sekitar lantai hutan. Tumbuhan ini juga memiliki peta distribusi yang luas, salah satunya adalah Indonesia.

Di tanah air, spesies S. plana dapat kita jumpai di Pulau Jawa, Maluku dan Sumatra. Mereka juga dikenal dengan beberapa julukan yakni rumput Solo, tai lantuan, menter dan lain-lain.

Kegunaan dan Manfaat Tumbuhan Rane

Pemanfaatan tumbuhan rane sebagian besar berkutat pada kebutuhan obat herbal. Di India dan China misalnya, flora ini dikenal sejak ribuan tahun lalu dan dibudidayakan secara massal.

Ini berbeda dengan di Indonesia. Kendati sama-sama dimanfaatkan sebagai obat tradisional, pemanfaatan tanaman ini masih dilakukan secara manual atau dipanen langsung dari hutan.

Masyarakat Dayak di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang, menggunakan jenis S. plana untuk mengobati pendarahan pasca persalinan, luka luar akibat kecelakaan dan sebagainya.

Sedangkan masyarakat Sunda serta Kasepuhan di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, menggunakan berbagai spesies rane untuk mengobati luka dan gangguan menstruasi.

Di banyak literatur, disebutkan pula bahwa daun rana yang direbus berkhasiat sebagai tonik. Ini disinyalir memiliki sifat antioksidan, sehingga bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh.

Taksonomi Spesies Selaginella Plana

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-rane-kerabat-paku-yang-berkhasiat-tinggi/feed/ 0
Lilly Pilly, Jenis Jambu dari Australia Berbuah Ceri https://www.greeners.co/flora-fauna/lilly-pilly-jenis-jambu-dari-australia-berbuah-ceri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lilly-pilly-jenis-jambu-dari-australia-berbuah-ceri https://www.greeners.co/flora-fauna/lilly-pilly-jenis-jambu-dari-australia-berbuah-ceri/#respond Fri, 24 Jun 2022 03:44:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36533 Setidaknya ada 500 spesies Syzygium atau jambu-jambuan yang menyebar ke seluruh dunia. Berbagai spesies ini biasanya memiliki bentuk serta karakteristiknya masing-masing. Seperti lilly pilly, jenis jambu berbuah kecil yang berasal […]]]>

Setidaknya ada 500 spesies Syzygium atau jambu-jambuan yang menyebar ke seluruh dunia. Berbagai spesies ini biasanya memiliki bentuk serta karakteristiknya masing-masing. Seperti lilly pilly, jenis jambu berbuah kecil yang berasal dari Australia.

Syzygium smithii atau lilly pilly adalah sejenis pohon perdu yang berkembang dengan ukuran sedang. Daunnya terlihat selalu hijau (evergreen), tetapi berbuah pada waktu musim dingin.

Jika diperhatikan, buah tumbuhan ini memang cukup mirip dengan ceri. Karena itu, sebagian masyarakat Selandia Baru biasa menyebutnya sebagai Australian cherries atau ceri Australia.

Buahnya sendiri memiliki cita rasa manis dan berwarna merah sampai keunguan. Spesies ini masih serumpun dengan pohon jambur air, sebab sama-sama berasal dari famili Myrtaceae.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Lilly Pilly

Pohon lilly pilly dapat tumbuh sampai 20 meter dengan lebar sekitar 5–15 meter. Warnanya cokelat, bersisik dan mudah mengelupas, serta memiliki daun berwarna hijau tua mengilap.

Daunnya ini tersusun berlawanan pada batang; berbentuk bulat telur dengan ukuran 2–10 x 1–3 cm. Bagian bunga muncul dari dalam malai di ujung cabang kecil dengan corak putih krem.

Buahnya yang oval memiliki lengkungan kecil di bagian atas. Diameter buah dapat mencapai 0,8–2 cm, berwarna keputihan saat muda tetapi berubah menjadi merah marun saat masak.

Saat bertumbuh, daun tanaman ini tampak seperti semak jika tidak dipangkas. Sebagian orang bahkan memanfaatkannya sebagai tumbuhan hias dan peneduh area halaman rumah.

Buahnya dapat dimakan langsung atau diolah menjadi makanan. Rasa manis buah ini cukup unik karena persis seperti apel, sehingga banyak yang menjulukinya sebagai “apel monyet”.

Distribusi dan Budi Daya Pohon Lilly Pilly

Habitat asli lilly pilly berasal dari hutan hujan Queensland di bagian selatan. Mereka tersebar ke daerah New South Wales dan Victoria, bahkan telah dibudidayakan hingga Selandia Baru.

Tanaman ini dapat berkembang biak pada wilayah rendah sampai ketinggian 1.000 meter di atas laut. Pertumbuhannya relatif cepat, serta dapat bertahan pada berbagai kondisi cuaca.

Bahkan, beberapa varietas ceri Australia dapat ditanam di dalam pot. Tanaman ini menyukai kondisi tanah kaya hara, sinar matahari teduh sampai penuh, serta kecepatan angin sedang.

Untuk menanam S. smithii di halaman rumah, gunakan campuran tanah humus serta pupuk organik perbandingan 1:1. Lalu, lakukan penyiraman sebanyak dua kali sehari pagi dan sore.

Bibit hasil cangkokan atau okulasi umumnya mulai berbuah dalam waktu 1–2 tahun. Jangan lupa lakukan pemangkasan secara berkala, supaya daun tumbuhan tidak menutupi halaman.

Kandungan dan Manfaat Buah Lilly Pilly

Buah lilly pilly dikenal memiliki cita rasa manis, kaya serat serta kandungan vitamin C dan A. Di dalamnya juga tersimpan kandungan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti:

  • Menyehatkan mata
  • Meremajakan kulit
  • Melancarkan sistem pencernaan
  • Mencegah osteoporosis
  • Membersihkan racun pada hati dan ginjal
  • Mencegah kanker payudara
  • Menurunkan kolesterol.

Tidak cuma manusia, buah satu ini juga bermanfaat bagi ekosistem sekitarnya. Karena buah ini menjadi makanan berbagai jenis burung, di antaranya merpati jambul dan namdur satin.

Dalam dunia konstruksi, kayu ceri Australia berguna untuk pembuatan lantai rumah, bingkai dan perkakas. Sedangkan pohonnya yang berbentuk semak digunakan sebagai pagar alami.

Perlu diketahui pula, saat ini tersedia sejumlah kultivar jenis S. smithii yang dijual di pasaran. Di antaranya adalah Allyn magic, Elizabth Isaacs, Firescreen, Hedgemaster, hingga Red Head.

Taksonomi Spesies Syzygium Smithii

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/lilly-pilly-jenis-jambu-dari-australia-berbuah-ceri/feed/ 0
Tumbuhan Gooseberry, Berguna sebagai Penghias dan Kudapan Sehat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-gooseberry-berguna-sebagai-penghias-dan-kudapan-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tumbuhan-gooseberry-berguna-sebagai-penghias-dan-kudapan-sehat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-gooseberry-berguna-sebagai-penghias-dan-kudapan-sehat/#respond Mon, 06 Jun 2022 03:22:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36366 Tumbuhan gooseberry atau biasa disebut gooseberry Eropa, adalah sejenis tanaman semak berbunga yang ahli gabungkan dalam famili Grossulariaceae. Spesiesnya termasuk ke dalam genus Ribes, yakni satu-satunya genera yang ada di […]]]>

Tumbuhan gooseberry atau biasa disebut gooseberry Eropa, adalah sejenis tanaman semak berbunga yang ahli gabungkan dalam famili Grossulariaceae. Spesiesnya termasuk ke dalam genus Ribes, yakni satu-satunya genera yang ada di dalam famili tersebut.

Gooseberry memiliki nama latin Ribes uva-crispa. Tumbuhan ini terkenal akan buahnya yang berukuran kecil dan berbentuk seperti kismis; dapat dimakan bahkan jamak dibudidayakan.

Karena itu, secara distribusi tumbuhan satu ini bisa kita temukan di banyak tempat. Mereka dipercaya berasal dari Eropa, Caucasus dan utara Afrika, namun telah menyebar ke Amerika.

Di Indonesia sendiri, nama “gooseberry” sering publik asosiasikan dengan tanaman malaka. Keduanya memang mampu menghasilkan buah beri, namun berbeda dari segi klasifikasinya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tumbuhan Gooseberry

Tinggi dan lebar tumbuhan gooseberry bisa mencapai 1,5 meter. Percabangannya tersusun rapat dengan duri-duri tajam, panjang dan tebal, yang tumbuh pada bagian pangkal batang.

Selain duri, terdapat bunga-bunga berbentuk lonceng yang tumbuh dari cabang batang. Ini umumnya memiliki warna merah keunguan, dengan corak hijau keputihan di bagian tengah.

Daun gooseberry sendiri berbentuk bulat dan agak berkerut. Jika diperhatikan tampilannya mirip seperti daun sirih, namun dengan permukaan kasar dan tepian yang berbentuk lobus.

Tidak cuma kasar, bagian atas daun juga terlihat sedikit cekung. Satu daun umumnya terdiri dari 3–5 lobus, berkembang secara berkelompok dengan warna hijau muda hingga hijau tua.

Buah gooseberry merupakan salah satu bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan. Ukurannya kecil dengan varietas berwarna hijau, merah, ungu, bahkan ada pula yang putih.

Habitat dan Klasifikasi Tumbuhan Gooseberry

Genus Ribes adalah kelompok tanaman yang berasal dari belahan bumi utara. Sebagai satu-satunya genera, kelompok ini mempunyai setidaknya 150 anak jenis serta enam subgenera.

Keenam subgenera tersebut di antaranya Coreosma, Ribes, Grossularia, Parilla, Berisia, serta Grossularioides. Semuanya terbesar luas, bahkan telah dinaturalisasi sampai Amerika Utara.

Selain R. uva-cripsa, tumbuhan gooseberry yang paling dikenal masyarakat ialah R. alpinum, R. cereum, R. americanum, R. odoratum, serta jenis R. rubrum yang berasal dari Eropa Barat.

Mereka semua menghasilkan buah beri dengan warna berbeda-beda, tetapi dapat dimakan. Selain kenikmatan buahnya, tumbuhan ini juga ramai diperjualbelikan sebagai tanaman hias.

Spesies tumbuhan Ribes biasanya berkembang biak di daerah padang rumput dan di sekitar sungai. Mereka cukup mudah dibudidayakan, sebab tidak membutuhkan perawatan khusus.

Kegunaan dan Manfaat Tumbuhan Gooseberry

Buah gooseberry menyimpan beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari kalori, mineral, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor dan kalium.

Karena itu, mengonsumsi buah ini dipercaya ampuh menurunkan risiko kanker, penyakit ulu hati hingga stroke. Bahkan, kandungan vitamin C-nya sangat baik untuk mencegah penuaan.

Tersedia pula kandungan vitamin A, polifenol, alkaloid dan flavonoid di dalam buah tersebut. Ini sangat baik untuk menjaga kekebalan tubuh hingga meningkatkan kadar sel darah putih.

Di Inggris, buah tumbuhan gooseberry diyakini efektif menurunkan suhu tubuh saat demam. Buah yang sudah masak dikonsumsi secara langsung, diolah menjadi jus, selai atau manisan.

Walaupun memiliki banyak manfaat, hindari mengonsumsi buah tersebut secara berlebihan. Pastikan buah yang dimakan juga sudah masak, sehingga tidak menimbulkan risiko penyakit.

Taksonomi Spesies Ribes Uva-crispa

Penulis : Yuhan Al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-gooseberry-berguna-sebagai-penghias-dan-kudapan-sehat/feed/ 0
Sawo Duren, Buahnya yang Manis Berkhasiat sebagai Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/sawo-duren-buahnya-yang-manis-berkhasiat-sebagai-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sawo-duren-buahnya-yang-manis-berkhasiat-sebagai-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/sawo-duren-buahnya-yang-manis-berkhasiat-sebagai-obat/#respond Thu, 02 Jun 2022 03:20:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36329 Bagi mayoritas orang Indonesia, sawo mungkin dikenal sebagai buah bercita rasa manis dan kaya manfaat. Tumbuhan dari keluarga Sapotaceae (sawo-sawoan) ini terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah sawo duren […]]]>

Bagi mayoritas orang Indonesia, sawo mungkin dikenal sebagai buah bercita rasa manis dan kaya manfaat. Tumbuhan dari keluarga Sapotaceae (sawo-sawoan) ini terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah sawo duren atau Chrysophyllum cainito.

Spesies C. cainito merupakan tanaman asli dataran rendah dari Amerika Tengah dan Hindia Barat. Tumbuhan ini dikenal pula memiliki beberapa julukan seperti sawo apel dan sawo ijo.

Dari fisiknya, tampilan C. cainito memang mirip seperti buah apel. Kulitnya sendiri berwarna hijau hingga cokelat keunguan, tetapi tekstur dagingnya relatif lembek jika ditekan oleh jari.

Bahkan, sekilas daging buah sawo duren terlihat mirip dengan buah kiwi. Namanya mungkin tidak se-populer sawo Manila, tetapi banyak orang yang tertarik memelihara sawo tersebut.

Morfologi dan Ciri-Ciri Sawo Duren

Spesies C. cainito tergolong memiliki pertumbuhan yang cepat, tingginya dapat mencapai 30 meter. Pohon ini terlihat selalu hijau dengan batang berkayu, silindris, serta tumbuh tegak.

Permukaan kayu tersebut cenderung kasar, biasanya memiliki warna cokelat, abu-abu gelap hingga keputihan. Kayunya ini juga mengandung lateks, berwarna putih dan sangat lengket.

Daun sawo duren berwarna cokelat hingga keemasan. Ranting dan permukaan bawah daun umumnya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus, sedangkan permukaan atas daun berwarna hijau.

Bunganya tumbuh berkelompok (5–35 kuntum) di bagian ketiak daun. Ukuran bunga sendiri cukup kecil, dengan tangkai yang panjang serta warna kekuningan sampai putih lembayung.

Buah sawo apel berbentuk bulat dengan diameter 5–10 cm. Kulitnya yang licin mengandung lateks, serta membungkus buah endokarp berwarna keputihan yang terdiri dari 4–11 ruang.

Habitat dan Distribusi Sawo Duren

Sawo duren adalah tanaman asli daerah tropis. Tumbuhan ini tersebar ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, sampai ke Indonesia.

Di tanah air, buah dari pohon ini dikenal masyarakat Jawa sebagai sawo ijo, kenitu, gemintu, atau manécu. Sedang orang-orang Sunda menyebutnya sebagai sawo hejo atau sawo kadu.

Tidak cuma di Indonesia, masyarakat Filipina juga memiliki panggilan khas untuk buah sawo duren. Mereka menamainya sebagai buah cainito, ataupun star apple dalam bahasa Inggris.

Selain nama-nama tersebut, flora ini dikena pula sebagai abiaba, pomme de lait, golden leaf, chicle durian, estrella, aguay, sterappel, sataa appoen, pepulut, sawu duran dan seterusnya.

Di berbagai negara, spesies C. cainito dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Tidak hanya buahnya, berbagai anatomi tumbuhan juga berguna sebagai bahan baku obat atau pangan.

Kegunaan dan Manfaat Sawo Duren

Sawo duren mempunyai buah yang manis dan kaya serat. Bagian ini akan muncul ketika usia pohon mencapai 5–6 tahun; waktu pembuahan terjadi ketika musim kemarau di Pulau Jawa.

Buahnya bisa dikonsumsi secara langsung saat sudah matang, atau diolah menjadi minuman dan es krim. Ini juga cocok dikonsumsi oleh para penderita diabetes hingga penyakit rematik.

Meski cara pengolahannya berbeda, kulit kayu, getah dan bijinya juga memiliki khasiat yang sama. Kulit kayunya bahkan dimanfaatkan sebagai bahan dasar obat batuk hingga obat kuat.

Bagi pelaku industri, kayu sawo duren dinilai memiliki kualitas baik sebagai bahan bangunan. Sedangkan pohonnya terlihat cukup cantik sebagai tanaman hias hingga peneduh tepi jalan.

Cabang-cabang tua dari pohon tersebut juga berguna untuk menumbuhkan anggrek. Karena punya banyak kegunaan, jangan heran jika bibit tanaman ini dijual dengan harga yang tinggi.

Taksonomi Chrysophyllum Cainito

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/sawo-duren-buahnya-yang-manis-berkhasiat-sebagai-obat/feed/ 0
Birch Putih, Spesies Pohon Penting di Kawasan Eropa Utara https://www.greeners.co/flora-fauna/birch-putih-spesies-pohon-penting-di-kawasan-eropa-utara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=birch-putih-spesies-pohon-penting-di-kawasan-eropa-utara https://www.greeners.co/flora-fauna/birch-putih-spesies-pohon-penting-di-kawasan-eropa-utara/#respond Tue, 17 May 2022 03:00:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36170 Nama pohon birch mungkin terdengar cukup asing di Indonesia. Flora ini merupakan salah satu spesies asli Eropa, yang sebagian kecilnya terbesar di Asia. Mereka biasanya tumbuh daerah beriklim sedang dan […]]]>

Nama pohon birch mungkin terdengar cukup asing di Indonesia. Flora ini merupakan salah satu spesies asli Eropa, yang sebagian kecilnya terbesar di Asia. Mereka biasanya tumbuh daerah beriklim sedang dan boreal utara, seperti halnya pohon birch putih.

Betula pendula adalah nama binomial pohon birch putih. Spesies tumbuhan ini tergabung ke keluarga Betulaceae, sehingga mempunyai kekerabat dengan pohon alder dari genus Alnus.

Memang, secara klasifikasi keluarga Betulaceae memiliki empat genera. Selain genus Betula, kelompok flora berkayu dan berdaun tipis tersebut mencakup Alnus, Corylus, serta Carpinus.

Sebagian ahli juga berpendapat bahwa tampilan pohon birch putih mirip dengan pohon oak. Ini tentunya bisa dipahami, pasalnya kedua kelompok tersebut berasal dari ordo yang sama.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Birch Putih

Betula pendula bisa berkembang biak hingga setinggi 30 meter, tajuknya membentuk kanopi ringan dengan percabangan jarang, ranting halus, serta memiliki daun berwarna hijau cerah.

Daunnya sendiri berbentuk segitiga, memiliki tepi bergerigi dan melebar di bagian pangkal. Uniknya, warna daun tersebut akan berubah jadi kekuningan ketika memasuki musim gugur.

Kulitnya yang putih juga dapat menghasilkan bunga saat musim dingin. Seiring pertambahan usia, kulit pohon birch putih mengembangkan retakan gelap serta celah-celah di pangkalan.

Bunga pohon ini tergolong sebagai monoecious, artinya kita dapat menemukan bunga jantan dan betina pada pokok yang sama. Proses pembungaan terjadi pada bulan April sampai Mei.

Bunga jantan terlihat seperti ekor kuda berwarna kuning, sedang bunga betina lebih pendek dan berwarna hijau. Pohon ini mampu menghasilkan buah kecil yang berfungsi sebagai bibit.

Habitat dan Distribusi Pohon Birch Putih

Pohon birch putih berkembang pada kawasan hutan beriklim sedang. Spesies ini merupakan komponen yang penting, sebab menjadi tempat tinggal bagi ribuan serangga dan cendawan.

Tanah yang subur dengan drainase baik adalah lokasi pertumbuhan pohon tersebut. Mereka tidak dapat berkembang di daerah kritis, serta tergolong sensitif terhadap kemarau panjang.

Melihat distribusinya, Betula pendula tersebar mulai dari wilayah Mediterania hingga Siberia tengah. Mereka cukup adaptif terhadap suhu dingin, sehingga banyak berbiak di perbukitan.

Tidak cuma itu, pohon birch putih juga tumbuh di daerah pinggir hutan, padang rumput dan lereng. Meskipun ditemukan di Inggris, pemanfaatan spesies ini paling besar di Eropa Utara.

Melansir IUCN Red List, status konservasi Betula pendula berada pada level “least concern.” Populasinya tergolong stabil sehingga masih sering dimanfaatkan dalam kegiatan komersial.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Birch Putih

Pohon birch putih dijuluki sebagai Lady of the Woods (nyonya hutan). Flora ini merupakan satu-satunya pohon yang beregenerasi sendiri setelah zaman es, khususnya di kawasan Eropa.

Selain dianggap penting, kelompok tanaman ini juga dikenal menyimpan segudang manfaat. Di Eropa Utara, bagian kayunya jamak digunakan untuk memproduksi kayu lapis dan bakar.

Sedangkan, kayu yang keriting digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan. Di alam liar, jenis pohon birch memiliki peran penting dalam proses reboisasi hingga perlindungan hutan.

Cabang-cabangnya bermanfaat sebagai pakan ternak, sementara kulitnya dinilai berkhasiat sebagai bahan baku obat. Berbagai bagian tanaman ini ternyata mengandung senyawa aktif.

Daunnya kaya akan vitamin C, sedangkan ekstrak kulitnya digunakan secara internal sebagai analgesik, diuretik, serta untuk mengobati infeksi saluran kemih, batu ginjal dan asam urat.

Taksonomi Spesies Betula Pendula

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/birch-putih-spesies-pohon-penting-di-kawasan-eropa-utara/feed/ 0
Tumbuhan Kacang Brasil, Pohon Besar Penghasil Biji Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kacang-brasil-pohon-besar-penghasil-biji-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tumbuhan-kacang-brasil-pohon-besar-penghasil-biji-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kacang-brasil-pohon-besar-penghasil-biji-berkhasiat/#respond Mon, 02 May 2022 03:05:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36049 Tumbuhan kacang Brasil adalah satu satu pohon terbesar di dunia yang berasal dari Amerika Selatan. Benih atau kacangnya sendiri dapat kita konsumsi, ukurannya terbilang cukup besar dengan bobot rata-rata mencapai […]]]>

Tumbuhan kacang Brasil adalah satu satu pohon terbesar di dunia yang berasal dari Amerika Selatan. Benih atau kacangnya sendiri dapat kita konsumsi, ukurannya terbilang cukup besar dengan bobot rata-rata mencapai 2 kg.

Kacang Brasil dikenal dengan nama latin Bertholletia excelsa. Flora ini dapat kita identifikasi dari ukurannya yang besar, salah satu yang terbesar di dunia, serta punya usia yang panjang.

Secara klasifikasi, spesies B. excelsa dikelompokkan ke dalam famili Lecythidaceae dan ordo Ericales. Mereka adalah satu-satunya spesies yang ahli gabungkan dalam genus Bertholletia.

Karena itu, jenis tanaman B. excelsa berkerabat jauh dengan spesies blueberry dan kesemek. Mereka juga mempunyai beberapa nama lokal, seperti astañas de Brasil atau nuez de Brasil.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tumbuhan Kacang Brasil

Pohon atau tumbuhan kacang Brasil umumnya mampu berkembang biak sampai setinggi 50 meter. Diameter batangnya mencapai 1–2 meter dengan kulit halus berwarna keabu-abuan.

Melansir berbagai sumber, tanaman tropis ini dapat bertahan hidup sampai 500 tahun lebih. Batangnya sendiri lurus dan tanpa cabang; ukurannya bisa mencapai setengah tinggi pohon.

Bagian daun berwarna hijau dengan bentuk lonjong sepanjang 20–35 cm. Daunnya ini gugur ketika musim kemarau, tumbuh secara bergantian, tergolong sederhana, utuh atau crenate.

Lebar daun tumbuhan kacang Brasil berkisar 10–15 cm. Bunganya kecil serta berwarna putih kehijauan. Setiap bunga terdiri atas dua bagian; terdapat enam kelopak dengan warna krem.

Benang sarinya sendiri terhitung cukup banyak, setiap helainya menyatu hingga membentuk tudung yang luas. Jika kita ukur, panjang keseluruhan bunga kacang Brasil berkisar 5–10 cm.

Habitat dan Distribusi Bertholletia Excelsa

Habitat tumbuhan kacang Brasil adalah daerah hutan yang masih asli. Spesies ini tidak dapat tumbuh di sembarang tempat, sebab membutuhkan bantuan alami dari spesies lebah besar.

Lebah bergenus Bombus, Centris, Epicharis, Eulaema dan Xylocopa membantu penyerbukan pohon tersebut. Lebah-lebah ini hidup di hutan perawan, begitu pula tumbuhan B. excelsa.

Lagi pula, tumbuhan kacang Brasil menghasilkan buah yang besar dan berat. Apabila ditanam di sekitar pemukiman warga, maka runtuhan buah tersebut bisa menjadi sebuah ancaman.

Secara distribusi, populasi B. excelsa tersebar dari Guyana, Venezuela, Peru, serta Kolombia dan Bolivia timur. Mereka biasanya tumbuh di tepian Sungai Amazon, Orinoco, dan Tapajós.

Di kawasan tersebut, pohon kacang Brasil dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mereka tidak tergolong flora budi daya, sehingga pemanenannya dilakukan secara langsung di alam.

Kandungan dan Manfaat Bertholletia Excelsa

Tidak cuma buahnya, berbagai bagian dari tumbuhan kacang Brasil bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Kayunya berguna untuk konstruksi, sedangkan bijinya bisa dikonsumsi.

Bahkan, ekstrak biji kacang Brasil juga bermanfaat untuk diolah sebagai minyak. Minyak ini mengandung 75 % asam lemak tak jenuh di antaranya asam oleat, linoleate, serta vitamin E.

Selain dapat dimakan, minyak kacang Brasil berguna sebagai pelumas, campuran cat, serta pembuat kosmetik. Karena itu, jangan heran jika produk ini dijual dengan harga yang mahal.

Kandungan selenium pada kacang Brasil juga ampuh menjaga kesehatan tiriod kita. Dengan mengonsumsi satu butir saja, Anda bisa memenuhi 175 % kebutuhan selenium dalam sehari.

Bagi penderita penyakit jantung, mengonsumsi 20-50 gram kacang Brasil setiap hari sangat dianjurkan. Sebab terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh manusia.

Taksonomi Tumbuhan Kacang Brasil

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tumbuhan-kacang-brasil-pohon-besar-penghasil-biji-berkhasiat/feed/ 0
Pohon Sosis, Flora Asli Afrika dengan Buah yang Unik https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-sosis-flora-asli-afrika-dengan-buah-yang-unik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-sosis-flora-asli-afrika-dengan-buah-yang-unik https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-sosis-flora-asli-afrika-dengan-buah-yang-unik/#respond Sun, 02 Jan 2022 03:48:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34836 Kigelia africana memang sangat unik. Pokoknya tampak seperti pohon beringin, sedangkan buahnya berbentuk lonjong panjang dengan ukuran yang cukup besar. Berkat tampilannya tersebut, tumbuhan asli Afrika tropis ini sering awam […]]]>

Kigelia africana memang sangat unik. Pokoknya tampak seperti pohon beringin, sedangkan buahnya berbentuk lonjong panjang dengan ukuran yang cukup besar. Berkat tampilannya tersebut, tumbuhan asli Afrika tropis ini sering awam sebut pohon sosis.

Spesies K. africana adalah satu-satunya jenis tanaman yang tergabung dalam genus Kigelia. Mereka ilmuwan klasifikasi ke dalam ordo Lamiales serta keluarga tumbuhan Bignoniaceae.

Melansir berbagai sumber, nama Kigelia sendiri diambil dari bahasa Mozambik ‘kigeli-keia.’ Mereka awam juluki sebagai worsboom, yang juga berarti pohon sosis dalam bahasa Afrika.

Pohon sosis tergolong sebagai tanaman berbunga yang mampu menghasilkan buah seberat 7 kg. Panjang buah tersebut berkisar 60 cm, tetapi tidak dapat dikonsumsi karena beracun.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Sosis

K. africana dapat berbiak hingga setinggi 20 meter. Mereka mempunyai percabangan yang menyebar dengan warna kulit abu-abu, tampak halus ketika muda dan mengelupas saat tua.

Bagian kulitnya ini memiliki tebal 6 mm, dengan diameter cabang berkisar 15 cm. Kayunya berwarna cokelat pucat atau kekuningan, tidak berdiferensiasi, serta tidak mudah retak.

Di daerah dengan musim hujan yang tinggi, daun pohon sosis tampak selalu hijau. Namun daunnya gugur saat musim kemarau, sehingga tidak tergolong sebagai tanaman evergeen.

Daunnya ini mempunyai panjang 20 cm, tampak menyirip serta terdiri atas 6-10 helai pada satu bonggolnya. Bagian bunga berwarna oranye sampai kehijauan dengan lebar 10 cm.

Sama seperti bunga, buah pohon sosis terlihat menggantung dengan diameter 18 cm. Bila kita belah, daging buah tersebut umumnya berwarna cokelat, berserat dan berbiji banyak.

Asosiasi dan Karakteristik Pohon Sosis

Batang pohon sosis sering dijadikan tempat beristirahat bagi spesies burung. Nektarnya juga disenangi oleh kelelawar, yang turut membantu proses penyerbukan tumbuhan tersebut.

Tidak cuma kelelawar, bunga K. africana juga dikunjungi kelompok serangga pada siang hari. Buahnya dimakan oleh spesies mamalia, yang mana membantu proses penyebaran mereka.

Bijinya dikonsumsi oleh spesies brown parrots dan brown-headed parrots, sedangkan bagian daun dimakan oleh koloni gajah, kudu besar, banteng, kerbau dan spesies Bovidae lainnya.

Meski begitu, buah pohon sosis segar sejatinya cukup beracun bagi manusia. Buah ini dapat kita konsumsi, namun harus melalui proses pengeringan, pemanggangan atau fermentasi.

Menurut IUCN Red List, status konservasi K. africana berada pada level ‘least concern’ atau risiko rendah. Tren populasinya stabil sehingga tidak ahli golongkan sebagai flora dilindungi.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Sosis

Pohon sosis terbilang bermanfaat dalam dunia industri. Kulit kayu, bunga dan buahnya ahli sinyalir kaya antioksidan, sehingga bermanfaat sebagai produk perawatan dan kecantikan.

Kulit buahnya yang keras dapat kita lubangi dan dijadikan sebagai wadah. Sedangkan, pokok pohon tersebut berguna sebagai tanaman peneduh dan penghias di daerah beriklim tropis.

Di Kenya Tengah, buah K. africana kering warga manfaatkan sebagai bahan baku minuman beralkohol. Minuman ini bahkan sangat terkenal, serta sering tersedia di acara kebudayaan.

Tidak cuma itu, ekstrak tanaman tersebut ahli yakini memiliki sifat hormon phyto. Ini dapat bertugas sebagai antiinflamasi, serta berguna sebagai bahan baku produk kecantikan kulit.

Berkat khasiatnya tersebut, produk olahan pohon sosis publik harga cukup tinggi. Kayunya bahkan berguna sebagai bahan konstruksi, sebab memiliki daya tahan tinggi dan juga kokoh.

Taksonomi Spesies Kigelia Africana

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-sosis-flora-asli-afrika-dengan-buah-yang-unik/feed/ 0
Berberis Darwinii, Tanaman Semak Berbuah yang Sangat Invasif https://www.greeners.co/flora-fauna/berberis-darwinii-tanaman-semak-berbuah-yang-sangat-invasif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berberis-darwinii-tanaman-semak-berbuah-yang-sangat-invasif https://www.greeners.co/flora-fauna/berberis-darwinii-tanaman-semak-berbuah-yang-sangat-invasif/#respond Fri, 10 Dec 2021 03:07:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=34653 Berberis darwinii atau biasa disebut Darwin’s barberry adalah spesies tanaman berbunga yang berasal dari famili Berberidaceae. Ia berkerabat dekat dengan spesies barberry Eropa (Berberis vulgaris) karena berasal dari genus yang […]]]>

Berberis darwinii atau biasa disebut Darwin’s barberry adalah spesies tanaman berbunga yang berasal dari famili Berberidaceae. Ia berkerabat dekat dengan spesies barberry Eropa (Berberis vulgaris) karena berasal dari genus yang sama.

Kelompok Berberis berbiak dengan ukuran kecil sampai sedang antara 1-5 meter. Tumbuhan ini umum awam temukan di seluruh daerah beriklim subtropis di dunia, kecuali Australia.

Amerika Selatan dan Asia adalah sentral pertumbuhan Berberis. Namun berbagai spesiesnya turut ahli temukan di Eropa, Afrika dan Amerika Utara, dengan karakteristik yang berbeda.

Berberis darwinii misalnya, jenis barberry ini dianggap hama dan invasif di kawasan Selandia Baru. Meski begitu, ia juga ternaturalisasi di Australia dan Irlandia sebagai tanaman penghias.

Morfologi dan Ciri-Ciri Berberis Darwinii

Berberis darwinii banyak yang mengenal memiliki sejumlah julukan seperti michay, calafate dan quelung. Mereka merupakan kelompok semak duri yang selalu hijau dan tumbuh setinggi 3-4 meter.

Michay umumnya memiliki cabang yang lebat dengan daun berbentuk oval kecil. Panjang daun tersebut ahli sinyalir berkisar 12-25 mm serta mempunyai lebar berkisar 5-12 mm.

Bagian ini dapat kita kenali dari pertumbuhannya yang berkelompok (2-5 daun). Tepiannya tampak berduri tajam, dengan bagian tulang belakang bercabang tiga sepanjang 2-4 mm.

Bunga calafate terbilang cukup indah dengan warna oranye kekuningan. Panjang bunganya antara 4-5 mm, berkembang saat musim panas dengan bentuk ras padat sepanjang 2-7 cm.

Seperti namanya, Berberis darwinii pertama kali Charles Darwin temukan pada tahun 1835. Buahnya ahli ketahui telah lama dikonsumsi, terutama oleh penduduk asli di Patagonian.

Sifat dan Karakteristik Berberis Darwinii

Di sejumlah negara, kelompok Berberis mempunyai reputasi yang kurang baik. Banyak yang mengenalnya sebagai hama bahkan dapat mengundang berbagai penyakit bagi lingkungan sekitarnya.

Barberry Eropa dan barberry Amerika (Berberis canadensis) misalnya, ada larangan untuk memperjualbelikan jenis ini. Alasannya karena dapat meningkatkan infeksi jamur serius pada tanaman gandum.

Keduanya merupakan inang dari jenis jamur karat (Puccinia graminis). Jamur itu ahli ketahui dapat menginfeksi penyakit karat batang, yang bisa menghambat pertumbuhan biji-bijian.

Berberis darwinii atau Darwin’s barberry pun demikian, karena pertumbuhannya yang cukup cepat, tanaman semak tersebut menjadi sangat invasif jika kita tanam di luar habitat aslinya.

Pemerintah Selandia Baru bahkan memasukkan Berberis ini dalam daftar National Pest Plant Accord. Dengan itu, tanaman tersebut terlarang untuk diperjualbelikan serta publik biakkan.

Kegunaan dan Manfaat Berberis Darwinii

Di luar segala “kontroversinya,” Berberis darwinii ternyata menjanjikan segudang manfaat. Orang-orang menjadikan flora ini sebagai ornamen pagar sampai bahan baku obat herbal.

Di Inggris Darwin’s barberry jamak warga tanam sebagai penghalau jendela rumah. Selain cantik, duri-durinya yang tajam masyarakat nilai ampuh untuk mencegah tindak pencurian.

Bagi warga Eropa dan Asia Barat, barberry baik dikonsumsi karena kaya vitamin C. Mereka dikenal sebagai zereshk di Iran, serta sering publik manfaatkan sebagai penyedap masakan.

Argentina dan Chili, negara asal Berberis darwinii, memiliki cara lain dalam memaksimalkan flora ini. Buahnya jamak khalayak gunakan sebagai bahan baku selai serta minuman ringan.

Beberapa orang percaya bahwa barberry mengandung alkaloid isoquinolone. Ini tentu perlu ahli teliti lebih lanjut, sehingga penggunaannya sebagai obat herbal belum pakar anjurkan.

Taksonomi Spesies Darwin’s Barberry

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/berberis-darwinii-tanaman-semak-berbuah-yang-sangat-invasif/feed/ 0