Ragam Hayati - Greeners.Co https://www.greeners.co/flora-fauna/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 26 Jul 2025 02:40:19 +0000 id hourly 1 Bajing Kelapa Sangihe, Si Putih dari Gunung Sahendaruman https://www.greeners.co/flora-fauna/bajing-kelapa-sangihe-si-putih-dari-gunung-sahendaruman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bajing-kelapa-sangihe-si-putih-dari-gunung-sahendaruman https://www.greeners.co/flora-fauna/bajing-kelapa-sangihe-si-putih-dari-gunung-sahendaruman/#respond Sun, 27 Jul 2025 03:00:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=47053 Kepulauan Sangihe merupakan salah satu pulau yang memiliki ragam fauna yang sangat kaya. Ada banyak hewan endemis di sana. Salah satunya adalah bajing kelapa sangihe (Prosciurillus rosenbergii) yang mendiami Gunung […]]]>

Kepulauan Sangihe merupakan salah satu pulau yang memiliki ragam fauna yang sangat kaya. Ada banyak hewan endemis di sana. Salah satunya adalah bajing kelapa sangihe (Prosciurillus rosenbergii) yang mendiami Gunung Sahendaruman, tepatnya di Kampung Menggawa II dan Kampung Belengan.

Dalam bahasa lokal, hewan itu disebut tumpara. Bajing ini merupakan salah satu dari tiga jenis tupai di Pulau Sangihe yang memiliki keunikan luar biasa.

Tubuhnya warna putih, bersih, dan cantik. Hewan ini memiliki kondisi genetik yang unik, yaitu albino dan leucistic. Penyebabnya adalah mutasi genetik yang memengaruhi produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit, bulu, dan rambut. Kedua kondisi ini menyebabkan hewan memiliki warna yang lebih pucat daripada individu normal. Namun, ada perbedaan mendasar antara keduanya.

Hewan albino sama sekali tidak memiliki pigmen melanin, sehingga kulit, bulu, atau rambutnya berwarna putih, dan matanya berwarna merah muda atau merah. Sementara, hewan leucistic mengalami pengurangan pigmen, tapi tidak seluruhnya hilang. Mereka biasanya memiliki warna yang lebih pucat, tapi memiliki sedikit pigmen warna. Mata hewan leucistic umumnya berwarna normal.

Namun, keberadaan mereka di masyarakat setempat, khususnya generasi tua, sering kali dianggap sebagai sesuatu yang mistis. Mereka percaya bahwa bajing albino atau leucistic adalah hewan jadi-jadian atau jelmaan manusia.

Burung Indonesia melansir bahwa hewan ini membawa pertanda buruk jika seseorang bertemu dengannya di hutan. Sehingga, kebanyakan orang akan memilih berbalik arah atau mencari jalan lain. Sisi positifnya, kawasan hutan tempat hewan ini tinggal dianggap keramat sehingga jarang dirusak oleh manusia.

Bagaimana Fenomena Albino dan Leucistic Terjadi?

Kondisi albino dan leucistic merupakan mutasi genetik bersifat resesif. Artinya, kedua induk harus membawa gen mutasi agar keturunannya lahir dengan kondisi tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkan hewan indukan membawa gen mutasi di antaranya adalah kondisi isolasi geografis, seperti yang terjadi pada pulau-pulau kecil.

Pulau kecil seperti Sangihe sering menjadi rumah bagi spesies unik dengan karakteristik genetik khas. Isolasi geografis ini mempercepat proses evolusi dan meningkatkan kemungkinan munculnya variasi genetik, termasuk kondisi albino dan leucistic. Selain itu, perkawinan sedarah (inbreeding) di populasi kecil juga meningkatkan kemungkinan lahirnya individu dengan kondisi genetik langka ini.

Meskipun terlihat cantik dan unik serta keramat di Pulau Sangihe, hewan albino dan leucistic masih menghadapi ancaman dan kerentanan yang lebih besar dibandingkan dengan individu normal. Warna mereka yang mencolok membuat mereka lebih sensitif terhadap sinar matahari dan mudah terlihat oleh predator, seperti ular, elang, dan burung hantu. Selain itu, mereka juga sering menjadi korban rundungan. Bahkan, mereka juga dikucilkan oleh kelompoknya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bajing-kelapa-sangihe-si-putih-dari-gunung-sahendaruman/feed/ 0
Kepulauan Sangihe Menyimpan Keindahan Tersembunyi Ikan dan Udang Air Tawar https://www.greeners.co/flora-fauna/kepulauan-sangihe-menyimpan-keindahan-tersembunyi-ikan-dan-udang-air-tawar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kepulauan-sangihe-menyimpan-keindahan-tersembunyi-ikan-dan-udang-air-tawar https://www.greeners.co/flora-fauna/kepulauan-sangihe-menyimpan-keindahan-tersembunyi-ikan-dan-udang-air-tawar/#respond Thu, 24 Jul 2025 09:55:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=47029 Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di ujung timur laut Sulawesi Utara dan berbatasan langsung dengan Mindanao, Filipina. Wilayah ini memiliki keindahan di bawah laut dengan kondisi geografis dan hidrologis yang unik […]]]>

Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak di ujung timur laut Sulawesi Utara dan berbatasan langsung dengan Mindanao, Filipina. Wilayah ini memiliki keindahan di bawah laut dengan kondisi geografis dan hidrologis yang unik sebagai kepulauan vulkanik. Kombinasi aktivitas vulkanik, topografi berbukit curam, dan banyak pulau kecil membentuk sistem perairan tawar yang khas, didominasi oleh sungai-sungai pendek, berarus deras, dan jernih.

Tipe habitat seperti ini sangat penting untuk kelangsungan hidup spesies ikan tertentu. Terutama yang bersifat amphidromous, yaitu ikan atau hewan yang melakukan migrasi antara air tawar dan air asin, tetapi tidak untuk tujuan berkembang biak. Oleh karena itu, mereka bergantung pada perairan yang kaya oksigen.

Conservation Programme Officer Burung Indonesia, Ganjar Cahyo Aprianto berhasil mengamati tiga kelompok yaitu kelompok ikan gobi, ikan kuhlia, dan udang air tawar di pulau ini. Untuk kelompok spesies ikan gobi, ia berhasil mengamati Giuris viator, Giuris tolsoni, Eleotris sp., Lentipes arnatusSicyopterus lagocephalusSicyopus zosterophorusS. atropurpureusStiphodon semoni, dan Stiphodon surrufu.

Sementara, kelompok ikan kuhlia atau kanamaheng (bahasa lokal), yaitu Kuhlia marginata dan Kuhlia rupestris. Terakhir, udang air tawar yang berhasil teridentifikasi adalah Caridina sp., Macrobrachium sp., atau urang (bahasa lokal), dan Atyopsis sp. atau bebawing (bahasa lokal).

Ganjar mengungkapkan bahwa posisi geografis dan sejarah geologis Sangihe yang terisolasi menjadikannya laboratorium alami untuk spesiasi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa komunitas ikan air tawarnya mungkin telah berevolusi secara terpisah. Kemudian, menghasilkan adaptasi unik dan spesies endemis yang belum ditemukan.

“Hal tersebut seakan menggugah siapa saja. Khususnya ichthyologist (pemerhati ikan) untuk menguak lebih dalam tentang spesies-spesies air tawar yang ada di Sangihe,” ungkap Ganjar dalam keterangan tertulisnya.

Kepulauan Sangihe menyimpan keindahan tersembunyi ikan dan udang air tawar. Foto:  Burung Indonesia_Ganjar Cahyo Aprianto

Kepulauan Sangihe menyimpan keindahan tersembunyi ikan dan udang air tawar. Foto: Burung Indonesia_Ganjar Cahyo Aprianto

Peran Ekologis Kepulauan Sangihe

Keberadaan ikan dan udang air tawar berfungsi sebagai indikator penting bagi kesehatan ekosistem air tawar di Pulau Sangihe. Perairan di Sangihe relatif terlindungi dari polusi berat dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian barat. Keberadaan spesies tersebut telah mencerminkan kondisi lingkungan yang masih baik.

Dalam siklus nutrisi, ikan gobi, khususnya dari subfamili Sicydiinae sangat terkait dengan habitat sungai atau pesisir. Habitat tersebut menyediakan sumber nutrisi seperti mikrobentoszooplanktonperiphyton, dan fitoplankton.

Spesies dari genus ini memakan alga dan biofilm dari bebatuan. Peran mereka sebagai konsumen primer yang mengonsumsi organisme di tingkat trofik bawah. Kemudian, menghubungkan aliran energi dari produsen primer ke tingkat trofik yang lebih tinggi dalam ekosistem.

Ganjar menambahkan, spesies udang air tawar umumnya adalah hewan penyaring dan omnivora pemakan bangkai. Mereka memainkan peran ekologis penting dalam ekosistem akuatik dengan mengonsumsi dan memproses bahan organik. Sehingga, berkontribusi pada siklus nutrisi dan kesehatan lingkungan bentik. Udang dari kelompok atyopsis, dikenal karena kemampuannya menyaring air untuk mendapatkan makanan.

“Mereka menggunakan pelengkap seperti kipas atau sikat untuk menyaring partikel makanan dari kolom air yang bergerak cepat. Dengan menyaring partikel dari air, mereka berkontribusi pada kejernihan dan kualitas air di habitatnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, melindungi ikan asli bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, melainkan menjaga kesehatan dan fungsi keseluruhan ekosistem air tawar Sangihe.

Pada gilirannya, hal ini mendukung keanekaragaman hayati lainnya serta kesejahteraan manusia, seperti penyediaan sumber air bersih. Menurut Ganjar, pemantauan yang berkelanjutan juga diperlukan. Ini penting untuk menilai apakah Pulau Sangihe berfungsi sebagai tempat pertumbuhan, pemijahan, dan jalur migrasi penting bagi berbagai spesies.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kepulauan-sangihe-menyimpan-keindahan-tersembunyi-ikan-dan-udang-air-tawar/feed/ 0
Kupu-kupu Monarch, Mengandung Racun bagi Predatornya https://www.greeners.co/flora-fauna/kupu-kupu-monarch-mengandung-racun-bagi-predatornya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kupu-kupu-monarch-mengandung-racun-bagi-predatornya https://www.greeners.co/flora-fauna/kupu-kupu-monarch-mengandung-racun-bagi-predatornya/#respond Tue, 18 Feb 2025 03:56:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45957 Danaus plexippus dikenal juga sebagai kupu-kupu monarch. Ia termasuk anggota famili Nymphalidae yang berasal dari Amerika, Kanada bagian selatan, hingga Amerika Utara. Anggota famili ini juga merupakan kupu-kupu berkaki sikat. […]]]>

Danaus plexippus dikenal juga sebagai kupu-kupu monarch. Ia termasuk anggota famili Nymphalidae yang berasal dari Amerika, Kanada bagian selatan, hingga Amerika Utara. Anggota famili ini juga merupakan kupu-kupu berkaki sikat. IUCN Red List menetapkan status konservasi kupu-kupu ini sebagai least concern (tidak dikhawatirkan).

Terdapat dua subspesies, yaitu D. p. plexippus. Subspesies ini bermigrasi di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Kepulauan Canary, Madeira, Azores, Bermuda, dan berbagai pulau di Pasifik termasuk Hawaii, Australia, dan Selandia Baru. Kemudian, D. p. megalippe subspesies yang tidak bermigrasi dan ada di Florida bagian selatan dan di seluruh Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Sayap Kupu-Kupu Monarch Berkamuflase seperti Mata Hewan

Kupu-kupu monarch–baik jantan maupun betina–memiliki warna sayap oranye terang dengan garis tepi berwarna hitam. Garis-garis hitam pada betina umumnya terlihat lebih tebal daripada jantan. Lebar sayapnya ketika membentang berkisar 4cm hingga 10 cm.

Ulat monarch juga memiliki garis-garus hitam, kuning, dan putih di tubuhnya. Larva ini berukuran sekitar 5 cm dan saat menjadi kepompong, warnanya berubah menjadi hijau keemasan. Dalam waktu 6 sampai 14 hari kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu monarch yang cantik. Kupu-kupu monarch dewasa yang berkembang biak sebagian besar hidup sekitar 2 sampai 5 minggu. Namun, individu yang mengalami musim dingin di habitatnya akan memasuki masa hibernasi dan hidup selama 6 hingga 9 bulan.

Kupu-kupu monarch menggunakan penampilannya untuk menangkal serangan predator. Sebab, warna oranye dianggap sebagai warna peringatan. Dari kejauhan, corak pada sayapnya terlihat seperti mata hewan yang berukuran besar, hal ini berguna sebagai kamuflase.

Taksonomi Kupu-kupu Monarch. Foto: Greeners

Taksonomi Kupu-kupu Monarch. Foto: Greeners

Tersebar Luas Hampir di Seluruh Dunia

Kini, populasi D. plexippus dapat kita temukan hampir di seluruh dunia. Mereka menyukai area terbuka seperti padang rumput, rawa-rawa, hingga tepi jalan. Perkembangbiakanya sangat bergantung pada persebaran tanaman milkweed.

Beracun bagi Predator

Spesies ini beracun bagi vertebrata lainya. Racun yang dikenal sebagai cardenolides tersebut berasal dari tanaman milkweed (Asclepias sp.) yang menjadi sumber pakannya. Kupu-kupu monarch membutuhkan tanaman milkweed yang melimpah untuk bertelur dan sebagai sumber pakan saat fase larva.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kupu-kupu-monarch-mengandung-racun-bagi-predatornya/feed/ 0
Gooseberry, Tanaman Herbal Kuno dengan Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/#respond Fri, 14 Feb 2025 05:51:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45924 Gooseberry (Phyllanthus emblica) di Indonesia memiliki berbagai nama seperti balakka, metengo, kimalaka, kemloko, atau malaka. Tanaman yang berasal dari famili Euphorbiaceae ini merupakan tanaman obat dengan berbagai biokativitas dan juga […]]]>

Gooseberry (Phyllanthus emblica) di Indonesia memiliki berbagai nama seperti balakka, metengo, kimalaka, kemloko, atau malaka. Tanaman yang berasal dari famili Euphorbiaceae ini merupakan tanaman obat dengan berbagai biokativitas dan juga bergizi tinggi. Pertama kali terpublikasi pada tahun 1753 dalam buku “Species Plantarum”.

Tanaman ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Cicca emblica, Emblica officinalis, Diasperus pomifer, Phyllanthus glomeratus, Phyllanthus mimosifolius, Phyllanthus taxifolius, dan masih banyak lagi.

Taksonomi Gooseberry. Foto: Greeners

Taksonomi Gooseberry. Foto: Greeners

Buah Gooseberry Berwarna Putih Kehijauan

P. emblica merupakan tanaman arboreal yang dapat tumbuh tinggi hingga 23 meter dengan diameter batang 50 cm. Daunnya berbentuk lonjong dan bertekstur kasar, berukuran panjang 8-20 mm dengan lebar 2-6 mm. Bagian atas daunnya berwarna hijau biasa dan bagian bawahnya berwarna hijau muda.

Ketika sudah kering, daunnya berwarna kemerahan atau cokelat muda, bagian ujung-ujungnya menggulung ke belakang. Bunganya berukuran sekitar 3 mm, berwarna putih dan tumbuh berkelompok. Di samping itu, bagian buah gooseberry berwarna putih kehijauan atau kekuningan dan kulit buahnya bercangkak keras.

Di dalamnya terdapat biji berukuran panjang 5-6 mm dan lebar 2-3 mm berwarna merah. Tanaman ini berbunga pada bulan April hingga Juni dan akan berbuah di bulan Juli hingga September.

Memiliki Distribusi yang Luas

Tanaman ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik pada area dengan ketinggian yang berbeda, sehingga dapat kita temukan pada kisaran ketinggian 30 mdpl hingga 2300 mdpl. Royal Botanic Garden Kew melansir bahwa balakka merupakan tanaman asli dari Assam, Bangladesh, Borneo, Kamboja, Cina Tengah-Selatan, Cina Tenggara, Himalaya Timur, Hainan, India, Jawa, Laos, Sunda Kecil, Malaya, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka, Sumatra, Taiwan, Thailand, Vietnam, Himalaya Barat. Kini, gooseberry telah terdistribusi ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kuba, Puerto Rico, Kenya, Afrika Selatan, Australia.

Gooseberry Kaya Manfaat dan Bioaktivitas Melimpah

Gooseberry telah digunakan sejak lama dalam pengobatan herbal di India (Ayurveda), Unani, Tibet, dan Turki. South African Journal of Botany melansir bahwa P. emblica mengandung vitamin C, alkaloid, ellagitannin, asam galat, emblicanin A dan emblicanin B, dan flavonoid.

Selain itu, tanaman ini juga memiliki berbagai aktivitas biologis. Di antaranya berpotensi dalam kemoterapi, anti-mikroba, anti-inflamasi, anti-inflamasi, analgesik, anti-mutagenik, antioksidan, diuretik, afrodisiak, pelindung UV, anti-diabetes hingga aktivitas anti-penuaan.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/gooseberry-tanaman-herbal-kuno-dengan-banyak-manfaat/feed/ 0
Jamur Hypsizygus ulmarius, Dapat Dimakan Tapi Sulit Didapatkan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/#respond Mon, 03 Feb 2025 06:00:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45816 Jamur tiram elm (Hypsizygus ulmarius) merupakan salah satu edible jamur dari family Lyophyllaceae. Spesies ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus ulmarius, Tricholoma ulmarium, Pleurotus ulmarius, dan Lyophyllum […]]]>

Jamur tiram elm (Hypsizygus ulmarius) merupakan salah satu edible jamur dari family Lyophyllaceae. Spesies ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus ulmarius, Tricholoma ulmarium, Pleurotus ulmarius, dan Lyophyllum ulmarium. Spesies ini pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1791 dalam literatur ilmiah karya ahli mikologi Prancis, Jean Baptiste F.P.B dengan nama Agaricus ulmarius.

Pada tahun 1984, seorang ahli mikologi Kanada, Scott Redhead memperbaiki taksonomi jamur ini dan mengubah nama ilmiahnya menjadi Hypsizygus ulmarius. Penamaan genus Hypsizygus berasal dari kata Hypsi– artinya tinggi dan –zygus berarti kuk. Nama ini mencerminkan tempat tumbuh jamur ini yang muncul di batang pohon besar dan tinggi sehingga cukup sulit digapai.

Hypsizygus ulmarius Penyebab Busuk Putih Batang

Tudung jamur ini berukuran lebar 5 hingga 15 cm dengan ketebalan sekitar 1-2,5 cm. Permukaan tudungnya berwarna putih atau kecokelatan. Seiring bertambahnya usia, terkadang muncul pola retakan di permukaan tudungnya.

Bagian lamela jamur ini tersusun padat dan berwarna putih. Selain itu, bagian batang H. ulmarius berukuran panjang 6-13 cm dengan diameter 2-3 cm, berwarna putih, berserat halus, dan tak bercincin batang. Sementara itu, bagian sporanya berbentuk sublobose lebar, bertekstur halus dengan ukuran 3,5-6,5 x 3-5µm, dan menghasilkan cetakan spora berwarna krem pucat.

Jamur tiram elm termasuk jamur saprofit yang menyebabkan busuk putih pada bagian pohon yang menjadi substrat tumbuhnya, terutama pohon elm (Ulmus spp.). Jamur H. ulmarius tumbuh tinggi di pohon elm pada musim gugur dan awal musim dingin. Distribusinya meliputi sebagian besar daratan utara Eropa dan Amerika Utara.

Taksonomi jamur hypsizygus ulmarius. Foto: Greeners

Taksonomi jamur hypsizygus ulmarius. Foto: Greeners

Edible Tapi Sulit Diraih

Jamur H. ulmarius memang dapat kita makan, namun karena tempat tumbuhnya yang tinggi membuatnya sulit untuk kita ambil. Melansir Jurnal Food Science and Human Wellness, Hypsizygus ulmarius polysaccharide (HUP) bisa jadi makanan fungsional dan dapat melindungi sistem biologis dari stres oksidatif melalui aktivitas antioksidannya. Hal ini memiliki efek perlindungan yang cukup signifikan pada cedera hati alokoholik akut.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-hypsizygus-ulmarius-dapat-dimakan-tapi-sulit-didapatkan/feed/ 0
Narwhal, Paus Bertanduk dari Samudra Arktik https://www.greeners.co/flora-fauna/narwhal-paus-bertanduk-dari-samudra-arktik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=narwhal-paus-bertanduk-dari-samudra-arktik https://www.greeners.co/flora-fauna/narwhal-paus-bertanduk-dari-samudra-arktik/#respond Fri, 31 Jan 2025 04:19:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45802 Monodon monoceros dikenal juga sebagai narwhal atau paus bertanduk. Mamalia air ini berasal dari family Monodontidae dan berkerabat dengan paus beluga. Ciri khasnya adalah jantan memiliki tanduk runcing yang berlekuk-lekuk […]]]>

Monodon monoceros dikenal juga sebagai narwhal atau paus bertanduk. Mamalia air ini berasal dari family Monodontidae dan berkerabat dengan paus beluga. Ciri khasnya adalah jantan memiliki tanduk runcing yang berlekuk-lekuk spiral yang menembus bibir atasnya. Pada abad pertengahan, tanduk narwhal dikenal sebagai tanduk unicorn yang diceritakan dalam dongeng. IUCN Red List melansir bahwa status konservasinya adalah least concern dengan tren populasi yang belum diketahui secara pasti.

Narwhal Memiliki Tanduk Panjang yang Berlekuk Spiral

Narwhal memiliki tubuh yang kuat, bersirip pendek dan tumpul, tidak memiliki sirip punggung. Jantan dewasa dapat tumbuh hingga berukuran panjang 15,7 meter dengan bobot hingga 1.600 kilogram. Sementara itu, betina dewasanya berukuran panjang 13,8 m dengan bobot mencapai 1000 kg.

Saat masih muda, narwhal terlihat berwarn abu-abu kecokelatan. Seiring bertambahnya usia, kulit mereka akan menggelap menjadi kehitaman dengan belang-belang putih. Namun, semakin tua kulitnya akan berubah warna lagi menjadi lebih terang hingga tampak berwarna putih dengan belang-belang hitam di kepala, sirip, dan punggungnya.

Mamalia air ini memiliki dua gigi yang keduanya tumbuh di ujung rahang atas. Namun, biasanya hanya gigi kiri yang tumbuh. Menghasilkan tanduk runcing berlekuk spiral yang tumbuh hingga mencapai 3 m. Umumnya, tanduk tersebut hanya ada pada jantan dewasa, tetapi terkadang juga ada pada betina dengan ukuran yang lebih pendek dan tak terlalu menonjol.

Fungsi dari tanduk tersebut adalah untuk kompetisi antar jantan dan daya tarik bagi para betina saat musim kawin. Selain itu, juga sebagai alat sensorik utntuk mendeteksi mangsa dan perubahan kondisi lingkungan.

M. monoceros dapat hidup hingga berusia 50 tahun, dengan masa kehamilan sekitar 13 hingga 16 bulan. Biasanya mereka melahirkan anak paus di musim panas dan akan menyusui selama satu tahun. Saat lahir, anak narwhal berukuran panjang mencapai 5 m dengan bobot 80 kg.

Taksonomi Narwhal. Foto: Greeners

Taksonomi Narwhal. Foto: Greeners

Berkelompok dan Berburu Mangsa di Dasar Laut

Narwhal seringkali terlihat berenang dalam kelompok yang terdiri dari 15 hingga 20 ekor, tapi pernah juga dalam kelompok besar terdiri dari ratusan hingga ribuan individu. Umumnya, kelompok kecil ditemukan saat musim dingin, sedangkan kelompok besar saat musim panas. Kelompok tersebut dapat dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan usia.

Mamalia ini mencari makan di dekat dasar laut. Oleh sebab itu, mereka dapat menyelam selama 25 menit hingga kedalaman 1,2 kilometer. Makanan narwhal berupa cumi-cumi, udang, dan ikan arktik berukuran sedang hingga besar seperti ikan kod.

Penghuni Samudra Arktik dan Atlantik

Paus bertanduk dapat kalian temukan di samudra Arktik dan Atlantik. Selama musim panas, mereka ada di Kanada bagian utara dekat pantai timur Greenland. Sementara, pada musim dingin mereka akan bermigrasi ke Teluk Baffin.

Ancaman bagi populasi narwhal yakni penduduk asli Arktik (inuit) yang kerap memburu narwhal untuk mereka ambil tanduk dan kulitnya karena kaya vitamin C. Selain itu, mamalia ini juga terkadang terperangkap oleh bongkahan es sehingga mudah tertangkap.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/narwhal-paus-bertanduk-dari-samudra-arktik/feed/ 0
Kenidai, Tanaman yang Terkenal dalam Pengobatan Tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/#respond Fri, 17 Jan 2025 07:50:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45710 Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman. […]]]>

Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman.

Kenidai memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Amanoa tomentosa, Bridelia glabrifolia, Bridelia rhamnoides, Phyllanthus loureiroi, dan masih banyak lagi. Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa deskripsi spesies ini pertama kali pada tahun 1826.

Status konservasi B. tomentosa menurut IUCN Red List adalah tidak dikhawatirkan (least concern) dengan tren populasi yang stabil.

Morfologi Tanaman Bridelia tomentosa (Kenidai)

Tanaman kenidai berupa semak tegak atau pohon kecil dengan tinggi sekitar 2 hingga 5 meter. Memiliki percabangan yang ramping dan memanjang, terlihat menjorok ke arah dalam. Cabang-cabang yang sudah tua terkadang berduri.

Bagian daunnya kecil dengan permukaan halus, berbentuk bulat telur berukuran 2-7 mm dengan tangkai daun berukuran 3-5,5 mm. Di samping itu, bagian bunga kenidai muncul di ketiak batang, berwarna kuning kehijauan, dan termasuk tanaman berumah dua (bunga jantan dan betina berbeda pohon). Bagian buahnya berbiji, berwarna cokelat hingga kemerahan dan muncul hampir sepanjang tahun.

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Tumbuh di Habitat Hutan

Tanaman ini umumnya tumbuh pada habitat hutan (primer dan sekunder), di area tanah berpasir, batu kapur, atau tanah liat hingga ketinggoan 1000 mdpl. Kisaran asli tanaman ini adalah Asia Tropis dan Subtropis hingga Australia bagian utara.

Kenidai bisa kita temukan di berbagai negara. Di antaranya Australia, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos. Kemudian, tanaman ini juga ada di Malaysia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Taiwan, Provinsi Cina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dapat Dikonsumsi Langsung atau sebagai Obat Tradisional

Buah kenidai dapat dikonsumsi langsung. Selain itu, kulit kayunya bisa jadi pewarna alami, anyaman keranjang, hingga gagang perkakas. Bagian daunnya juga dapat mengobati kolik. Tanaman ini cukup terkenal dalam pengobatan desa dan cerita rakyat.

Salah satu penelitian dalam South African Journal of Botany menemukan bahwa kandungan asam fenolik dan flavanoid dalam buah kenidai dapat menetralisasi kerusakan hati yang dimediasi oleh radikal bebas beracun.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/feed/ 0
Jamur Leccinum scabrum, Berasosiasi dengan Pohon Birch https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/#respond Wed, 08 Jan 2025 07:05:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45634 Leccinum scabrum atau Brown Birch Bolete adalah salah satu jamur konsumsi dari famili Boletaceae. Jamur memiliki nama lain Cap Tyllog Brown Bedw, Koźlarz Babka, atau Barna Érdestinóru. Naturalis Prancis Jean […]]]>

Leccinum scabrum atau Brown Birch Bolete adalah salah satu jamur konsumsi dari famili Boletaceae. Jamur memiliki nama lain Cap Tyllog Brown Bedw, Koźlarz Babka, atau Barna Érdestinóru.

Naturalis Prancis Jean Baptiste Francois (Pierre) Bulliard pertama kali mendeskripsikan L. scabrum di tahun 1783 dengan nama Boletus scaber. Kemudian, pada tahun 1821 seorang ahli kimologi Inggris Samuel Frederick Gray merevisi taksonomi jamur ini dan mengubah namanya menjadi Leccinum scabrum.

Jamur ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Krombholziella scabra (Bull.) Maire, Krombholziella roseofracta (Watling) Šutara, Leccinum subcinnamomeum Pilát & Dermek, Leccinum umbrinoides, Leccinum molle, Leccinum roseofractum Watling, Leccinum onychinum Watling, dan masih banyak lagi.

Taksonomi Leccinum scabrum. Foto: Greeners

Taksonomi Leccinum scabrum. Foto: Greeners

Jamur Leccinum scabrum Seringkali Muncul di Bawah Pohon Birch

Tudung jamur ini berbentuk cembung yang melebar dengan ukuran sekitar 5-14 cm. Bagian tepi tudungnya melengkung. Berwarna cokelat kusam saat masih muda dan berubah menjadi cokelat zaitun saat dewasa, terkadang ada semburat waran merah atau abu-abu.

Awalnya, permukaan jamur ini berbintik-bintik halus, tetapi akan menjadi lebih halus seiring bertambahnya usia. Bagian pori-porinya berwarna krem atau cokelat pucat, tabung pori-porinya berukuran panjang 1 cm hingga 2 cm.

Selain itu, batang jamur ini berukuran cukup panjang, yakni sekitar 8-14 cm dengan ketebalan mencapai 4 cm. Permukaan batangnya tertutupi sisik berbulu yang berwarna cokelat tua. Spora jamur ini berbentuk elipsoid hingga subfusiform berukuran 14-20 x 4,5-5-5 µm dengan cetakan spora berwarna cokelat zaitun.

Semua spesies Leccinum bersifat ektomikoriza pada suatu jenis pohon. Oleh karena itu, jamur Brown Birch Bolete ini kerap tumbuh hanya di bawah pohon birch (Betula sp), tumbuh soliter, dan tersebar saat musim panas hingga musim gugur.

Terdapat dua spesies jamur lainnya yang juga seringkali ditemukan tumbuh di bawah pohon birch. Di antaranya Leccinum cyaneobasileucum (daging jamur membiru di pangkal batang) dan Leccinum versipelle (tudung lebih oranye dan biru kehijauan di pangkal batang).

Bisa Jadi Bahan Pangan dan Obat

L. scabrum jamur yang dapat dimakan dan tidak memiliki ciri khas rasa tertentu, dapat dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu. Melansir dari Mycology Journal, Brown Birch Bolete terbukti memiliki efek yang menjanjikan dalam pengobatan diabetes tipe-2.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-leccinum-scabrum-berasosiasi-dengan-pohon-birch/feed/ 0
Mengenal Hylobates lar, Primata Asia yang Dilindungi di Indonesia https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-hylobates-lar-primata-asia-yang-dilindungi-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-hylobates-lar-primata-asia-yang-dilindungi-di-indonesia https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-hylobates-lar-primata-asia-yang-dilindungi-di-indonesia/#respond Tue, 07 Jan 2025 07:15:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45629 Ungko lengan putih yang juga dikenal dengan nama ilmiah Hylobates lar merupakan salah satu primata dari famili Hylobatidae. Distribusinya meliputi Indonesia (Sumatra), Semenanjung Malaysia, Myanmar, Thailand, hingga bagian selatan China. […]]]>

Ungko lengan putih yang juga dikenal dengan nama ilmiah Hylobates lar merupakan salah satu primata dari famili Hylobatidae. Distribusinya meliputi Indonesia (Sumatra), Semenanjung Malaysia, Myanmar, Thailand, hingga bagian selatan China.

Secara umum, H. lar memiliki lima subspesies yang dapat dibedakan secara morfologi dari perbedaan warna rambutnya. Kelima subspesies tersebut adalah:
1. Hylobates lar vestitus
2. H. l. lar
3. H. l. carpenteri
4. H. l. entelloides
5. H. l. yunnanensis

Namun, hanya subspesies Hylobates lar vestitus yang dapat kita temukan di Indonesia. Primata ini termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK no. 106 tahun 2018. Melansir IUCN Red List, status konservasinya adalah terancam (endangered) dengan tren populasi yang menurun. Populasi di habitat aslinya terancam oleh perburuan ilegal, kerusakan habitat, serta alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur.

Taksonomi hylobates lar (ungko lengan putih sumatra). Foto: Greeners

Taksonomi hylobates lar (ungko lengan putih sumatra). Foto: Greeners

Hylobates lar Memiliki Banyak Variasi Warna Rambut

Kera kecil ini memiliki variasi warna rambut dari putih kecokelatan, hitam, hitam kecokelatan, hingga kemerahan. Bagian tangannya dan kakinya berwarna putih, begitu juga dengan wajahnya yang dikelilingi lingkaran berwarna putih.

Sama seperti kerabatnya yang lain, owa ungko lengan putih ini juga bergerak sebagian besar dengan cara brakiasi atau berayun dari pohon ke pohon. Oleh sebab itu, mereka memiliki lengan yang lebih panjang daripada kakinya. Selain itu, mereka juga memiliki bantalan tulang yang keras di bokongnya yang berguna sebagai bantalan duduk.

Tubuh jantan berukuran panjang sekitar 43 hingga 58,4 cm dan betinanya berukuran 42 hingga 58 cm. Di samping itu, bobot tubuh jantanya biasanya sedikit lebih berat dari betina, yakni 4,9 kg sampai 7,6 kg sedangkan betina sekitar 4,5 kg hingga 6,8 kg.

Arboreal dan Monogami

H. lar termasuk satwa frugivore, yakni satwa yang makanan utamanya adalah buah-buahan. Selain buah, mereka juga memakan daun (muda, tua), tunas, dan serangga. Seperti owa lainnya, mereka juga bersifat monogami (keluarga terdiri dari dua hingga enam individu) dan teritorial terhadap wilayah jelajahnya. Aktif pada siang hari dan selalu berda di atas pohon (arboreal).

Habitat Owa Ungko Lengan Putih

Primata ini mendiami hutan hujan dataran rendah dan subpegunungan hingga ketinggian 1,200 mdpl, hutan cemara, dan hutan rawa gambut. Dalam satu hari, rata-rata mereka melakukan perjalanan 1,5 km dengan area jelajah mencapai 54 hektar.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-hylobates-lar-primata-asia-yang-dilindungi-di-indonesia/feed/ 0
Vanili, Satu-Satunya Anggrek dengan Buah Bernilai Ekonomi Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/#respond Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45493 Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan […]]]>

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan anggrek. Vanili pertama kali terpublikasikan pada tahun 1808. Tanaman tersebut memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Notylia planifolia (Andrews) Conz., Myrobroma fragrans Salisb., Vanilla sativa Schiede, dan lainnya.

Jurnal Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants melansir bahwa vanili merupakan varietas yang paling dihargai karena kualitas aroma dan rasanya terkenal di kancah internasional. Selain itu, vanili juga merupakan rempah-rempah populer ketiga setelah safron dan kapulaga di pasar internasional.

Dari sekitar 110 spesies vanili yang terdaftar di seluruh dunia, hanya tiga spesies yang dibudidayakan, yakni V. planifolia, V. pompona, dan V. tahitensis. Di antara ketiganya, V. planifolia mewakili 95% dari produksi komersial global.

Buah Vanili Berisikan hingga 100.000 biji

Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat, berbiji satu, dan termasuk tumbuhan angiospermae. Batangnya berbentuk seperti tabung, berdiameter 1-2 cm, dan berwarna hijau terang. Bagian daunnya tersusun bergantian di sepanjang batang, berbentuk lonjong-lanset selebar 2 hingga 8 cm.

Daunnya berwarna hijau tua dengan akar adventif udara di bagian belakangnya. Selain itu, tanaman ini juga memiliki sekitar 15-20 perbungaan yang muncul pada ketiak (antara batang-daun). Bunganya berwarna hijau kekuningan dengan diameter sekitar 10 cm.

Buah V. planifolia berupa biji polong, berukuran panjang 10 hingga 35 cm dengan diameter berkisar antara 5 hingga 9 mm. Warna buahnya hijau cerah, di dalamnya terdapat sekitar 100.000 biji berdiameter 0,25 hingga 0,32 mm. Saat matang, buahnya akan mengeluarkan aroma yang manis dan kuat.

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Menyebar di Berbagai Negara untuk Budidaya

Vanili tumbuh di daerah beriklim tropis basah dengan persebaran aslinya meliputi Meksiko Selatan hingga Brasil Utara. Kini, persebarannya telah semakin luas hingga ke negara-negara Asia karena banyak dibudidayakan. Tanaman ini juga tumbuh di dataran rendah dan daerah berkapur.

Manfaat Vanili sejak masa pra-Hispanik Meksiko

Vanili memiliki banyak manfaat dalam dunia kecantikan, makanan, hingga kesehatan. Kelompok masyarakat adat seperti Aztec, Maya, dan Totonac telah menggunakan V. planifolia sebagai obat, wewangian, penyedap rasa, dan penghormatan pada dewa sejak masa pra-Hispanik Meksiko. Tanaman V. planifolia mengandung mineral (kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, zink, mangan), vitamin, lipid, protein, dan karbohidrat.

Dalam dunia kesehatan, tumbuhan ini bisa menjadi aromaterapi untuk menghilangkan lelah, mengurangi mual dan muntah. Bahkan, dapat juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer. Selain itu, tumbuhan ini juga berpotensi besar dalam menghambat sel kanker.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/feed/ 0
Alder Bracket, Jamur Penyebab Busuk Putih pada Batang Pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/#respond Wed, 18 Dec 2024 03:00:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45485 Jamur Alder Bracket atau Inonotus radiatus merupakan salah satu jamur yang tak bisa dimakan dari Famili Hymenochaetaceae. Pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1799 oleh James Sowerby, seorang ahli botani-mikologi dengan […]]]>

Jamur Alder Bracket atau Inonotus radiatus merupakan salah satu jamur yang tak bisa dimakan dari Famili Hymenochaetaceae. Pertama kali terdeskripsikan pada tahun 1799 oleh James Sowerby, seorang ahli botani-mikologi dengan nama ilmiah Boletus radiatus.

Kemudian, di tahun 1916 spesies jamur ini dipindahkan ke genus Mensularia oleh ahli mikologi Spanyol Lazaro Ibiza. Selanjutnya pada tahun 1882, ahli mikologi Finlandia Petter Adolf mengubah nama jamur ini menjadi Inonotus radiatus, nama yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Jamur Saffron Milkcap, Tak Hanya Lezat tapi Juga Kaya Manfaat

Alder bracket memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Xanthoporia radiata, Boletus radiatus, Polyporus radiatus dan Polystictus radiatus. Penamaan genus Inonotus berasal dari ino- awalan kata yang berarti berserat, dan ot yang berarti telinga. Nama spesies radiatus berarti sinar atau lempeng.

Taksonomi Alder Bracket. Foto: Greeners

Taksonomi Alder Bracket. Foto: Greeners

Permukaan Jamur Alder Bracket Sehalus Beludru

Tubuh buah jamur ini berukuran panjang 3-8 cm dengan lebar 2-5 cm dan ketebalan mencapai 2 cm. Bentuknya setengah lingkaran, ketika kita sentuh terasa sangat lembut seperti kain beludru saat masih muda. Seiring bertambahnya usia akan menjadi botak dan berubah warna dari kekuningan atau jingga menjadi kecokelatan hingga menghitam. Bagian tepi tudungnya ini membulat dan terkadang muncul kerutan.

Selain itu, permukaan pori-pori jamur ini berwarna abu-abu atau cokelat kuning saat masih muda dan berubah warna menjadi cokelat tua. Jamur alder bracket tidak memiliki batang dan langsung menempel pada substrat. Daging buahnya berwarna cokelat berkarat, keras dan berserabut, serta terdapat bintik-bintik samar. Bagian sporanya berukuran 5,5-7 x 3,5-4,5 µm, berbentuk eliposid berwarna putih hingga kuning pucat.

BACA JUGA: Suillus grevillei, Tudungnya Berminyak dan Tersebar Luas di Eropa

Seperti jamur dari genus Inonotus lainnya, Alder Bracket juga seringkali mengeluarkan tetesan lengket seperti getah. Awalnya, tetesan tersebut berwarna kuning puucat, kemudian seiring bertambahnya usia berubah menjadi gelap. Jamur ini tidak bisa kita makan karena keras dan terasa pahit.

Sekilas, jamur ini terlihat sangat mirip dengan jamur Oak Bracket (Pseudoinonotus dryadeus) dan seringkali membingungkan. Namun, jamur Oak Bracket umumnya tumbuh di akar basal dan batang bawah pohon ek, sedangkan Alder Bracket pada batang pohon.

Penyebab Busuk Putih pada Batang Kayu

Jamur I. radiatus biasa kita temukan di atas kayu Alder (Alnus sp.) dan menyebabkan busuk putih pada batang kayu. Jamur ini tumbuh berkelompok atau sendiri saat musim gugur dan musim panas. Selain itu, jamur ini juga menyebar di kawasan Amerika Utara hingga Eropa.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/alder-bracket-jamur-penyebab-busuk-putih-pada-batang-pohon/feed/ 0
Tarsius Supriatna, Primata Kecil yang Berekor Sangat Panjang https://www.greeners.co/flora-fauna/tarsius-supriatna-primata-kecil-yang-berekor-sangat-panjang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tarsius-supriatna-primata-kecil-yang-berekor-sangat-panjang https://www.greeners.co/flora-fauna/tarsius-supriatna-primata-kecil-yang-berekor-sangat-panjang/#respond Tue, 17 Dec 2024 05:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45425 Mari berkenalan dengan primata kecil dan endemik dari Pulau Sulawesi, yakni Tarsius supriatnai (tarsius supriatna) yang memiliki nama lain Bumbulan atau Mimito. Primata endemik ini peneliti temukan dan terdeskripsikan dalam […]]]>

Mari berkenalan dengan primata kecil dan endemik dari Pulau Sulawesi, yakni Tarsius supriatnai (tarsius supriatna) yang memiliki nama lain Bumbulan atau Mimito. Primata endemik ini peneliti temukan dan terdeskripsikan dalam artikel “Two New Tarsier Species (Tarsiidae, Primates) and the Biogeography of Sulawesi, Indonesia” oleh Myron Shekelle dan peneliti lainnya di tahun 2017.

Nama ilmiah T. supriatnai untuk menghargai jasa Dr. Jatna Supriatna yang telah mendedikasikan sebagian besar kehidupan profesionalnya dalam konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu, ia juga telah banyak mensponsori sebagian besar penelitian kolaboratif asing pada tarsius.  IUCN Red List melansir bahwa status konservasi tarsius supriatna adalah rawan (vulnerable) dengan tren populasi yang menurun.

Memiliki Ekor dan Jari Tengah yang Panjang

Secara morfologi, T. supriatnai terlihat sangat mirip dengan T. spectrumgurskyae. Analisis genetik pada spesis ini memperkirakan telah terjadi pemisahan spesies antara T. supriatnai dan T. spectrumgurskyae sejak 0,3 juta tahun yang lalu.

Secara umum, ciri khas dari tarsius supriatna adalah memiliki bintik yang terlihat lebih besar di pangkal telinganya. Kaki belakangnya tidak terlalu pendek, jari tengah yang lebih panjang dibandingkan dengan spesies tarsius lainnya. Selain itu, tarsius ini juga memiliki ekor yang sangat panjang. Berat tubuh betina sekitar 104-114 gram, sedangkan jantan sekitar 135 gram. Panjang ekor betina sekitar 232-243 mm dan ekor jantan 246 mm.

Di samping itu, tarsius supriatna juga melakukan vokalisasi duet yang ditandai dengan frasa betina sepanjang 2-5 nada yang diiringi oleh panggilan jantan, yang sangat berbeda dengan spesies tarsius lainnya.

Taksonomi Tarsius supriatnai. Foto: Greeners

Taksonomi Tarsius supriatna. Foto: Greeners

Tarsius Supriatna Endemik dari Sulawesi

Primata endemik yang satu ini tersebar di wilayah Sulawesi Utara. Mulai dari Tanah Genting Gorontalo ke arah barat hingga Sejoli, dan mungkin mencapai Ogatemuku. Di bagian barat, spesies ini berbatasan dengan T. wallacei dan di bagian timur dengan T. spectrumgurskyae.

Di Mana Bisa Melihatnya Secara Langsung?

Jika kamu ingin melihat secara langsung primata ini di habitat aslinya, Kawasan Lindung Nantu adalah tempatnya. Di sana, terdapat stasiun penelitian yang terletak dekat dengan distrik Paguyaman. Untuk dapat ke sana, kamu harus terbang dari Jakarta ke Gorontalo sekitar 3 jam. Kemudian, naik bus dari kota Gorontalo ke Paguyaman. Selanjutnya, kamu harus menyewa mobil ke stasiun penelitian yang mungkin akan memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tarsius-supriatna-primata-kecil-yang-berekor-sangat-panjang/feed/ 0
Honeyberry, Buah Penawar Racun dan Antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/#respond Mon, 16 Dec 2024 05:00:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45424 Bagi para penggemar buah berry, tahukah kamu salah satu jenis berry dari Famili Caprifoliaceae yang mengandung banyak senyawa bermanfaat? Buah itu adalah Lonicera caerulea atau honeyberry, haskap, atau bluefly honeysuckle. […]]]>

Bagi para penggemar buah berry, tahukah kamu salah satu jenis berry dari Famili Caprifoliaceae yang mengandung banyak senyawa bermanfaat? Buah itu adalah Lonicera caerulea atau honeyberry, haskap, atau bluefly honeysuckle. Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa tanaman ini pertama kali terpublikasi pada tahun 1753 dalam buku Species Plantarum. Sementara, itu, tanaman ini disebut juga sebagai ramuan kehidupan “elixir of life” oleh penduduk asli Ainu di Jepang.

Lonicera caerulea memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Caprifolium caeruleum (L.) Lam., Euchylia caerulea (L.) Dulac, Isika coerulea (L.) Medik., dan lainnya. Di samping itu, terdapat 6 nama infraspesies dari L caerulea, yaitu:
1. Lonicera caerulea subsp. altaica (Pall.) Gladkova
2. Lonicera caerulea subsp. borbasiana (Kuntze) E.Mayer
3. Lonicera caerulea subsp. caerulea
4. Lonicera caerulea var. cauriana (Fernald) B.Boivin
5. Lonicera caerulea subsp. stenantha (Pojark.) Hultén ex A.K.Skvortsov
6. Lonicera caerulea subsp. pallasii (Ledeb.) Browicz

Buah Honeyberry Berlapis Lilin Biru

Tanaman honeyberry merupakan perdu yang dapat tumbuh tinggi hingga 2,5 meter dengan kulit batang yang mengelupas. Daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong berukuran 1-6 × 1-3 cm. Di bagian permukaan daunnya terdapat bulu-bulu pendek.

Bagian bunganya muncul pada bagian ketiak batang dengan mahkota bunga berbentuk seperti corong dan berwarna kuning. Buah honeyberry berwarna biru kehitaman atau ungu tua dengan lapisan lilin berwarna biru, berbentuk lonjong, berukuran sekitar 1,5 c. Di dalamnya terdapat biji berwarna cokelat berbentuk bulat atau ellipsoid berukuran 1,5 mm.

Tumbuh di Daerah Bersuhu Dingin

Honeyberry tetap tumbuh dengan baik di suhu yang rendah. Biasanya, tanaman ini tumbuh pada habitat rawa (lahan basah), padang rumput, hutan hujan, hingga ladang. Tanaman ini terdistribusi di daerah bersuhu dingin di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Umumnya, tanaman ini berbunga di bulan Mei-Juni dan berbuah di bulan Agustus-September.

Taksonomi honeyberry. Foto: Greeners

Taksonomi honeyberry. Foto: Greeners

Bermanfaat sebagai Obat Sejak Ribuan Tahun Lalu

Jurnal Trends in Food Science & Technology melansir bahwa sekitar 186 senyawa kimia telah teridentifikasi dari berbagai bagian tanaman honeyberry. Selain  itu, senyawa yang baru teridentifikasi selanjutnya adalah asam lemak, triterpenoid, dan iridoid.

Buah honeyberry memiliki aktivitas senyawa antikanker, antioksidan, dan antiinflamasi. Di samping itu, buah ini juga mengandung senyawa asam hidroksisinamat, asam hidroksibenzoat, flavanol, flavon, isoflavon, flavonol, flavanon, antosianin, dan iridoid dengan konsentrasi tinggi.

Honeyberry mampu meminimalkan efek negatif dari paparan radiasi UV, penyakit neurodegeneratif, diabetes melitus, hingga melindungi hati dan jantung. Dilansir dari Encyclopedia of Food and Health, selama ribuan tahun tunas kering tanaman ini digunakan untuk mengobati demam dan penawar racun.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/honeyberry-buah-penawar-racun-dan-antikanker/feed/ 0
Jamur Saffron Milkcap, Tak Hanya Lezat tapi Juga Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/#respond Mon, 18 Nov 2024 03:00:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45196 Jamur saffron milkcap atau Lactarius deliciosus adalah salah satu jenis jamur yang dapat kita makan dan mengeluarkan aroma seperti buah. Berasal dari famili Russulaceae dan memiliki nama ilmiah sinonim Agaricus […]]]>

Jamur saffron milkcap atau Lactarius deliciosus adalah salah satu jenis jamur yang dapat kita makan dan mengeluarkan aroma seperti buah. Berasal dari famili Russulaceae dan memiliki nama ilmiah sinonim Agaricus lactifluus var. deliciosus dan Agaricus deliciosus L. Selain itu, jamur ini juga dikenal sebagai jamur pinus merah.

Carl Linnaeus pertama kali mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1753 dengan nama A. deliciosus. Kemudian, di tahun 1821, seorang ahli mikologi Inggris Samuel Frederick Gray memperbaiki taksonomi jamur ini dan mengubah nama ilmiahnya menjadi Lactarius deliciosus.

Penamaan genus Lactarius mengacu pada lateks yang keluar saar jamur ini dipotong, sedangkan nama spesies deliciosus mengacu pada rasa lezat dari olahan jamur ini.

Taksonomi Saffron Milkcap. Foto: Greeners

Taksonomi Saffron Milkcap. Foto: Greeners

Saffron Milkcap Menghasilkan Lateks Oranye yang Dapat Berganti Warna

Lactarius deliciosus umumnya muncul saat bulan Agustus hingga Oktober, memiliki tudung oranye kemerahan atau kehijauan berdiameter 6-20 cm. Saat basah, permukaanya akan menjadi lengket jika kita sentuh.

Bagian lamelanya tersusun padat, berwarna oranye terang yang berubah menjadi hijau ketika memar, dan menghasilkan lateks berwarna oranye yang dapat berubah menjadi hijau. Selain itu, jamur ini juga memiliki batang pendek yang berongga, berukuran panjang sekitar 5-8 cm dan diameter 1,5-2 cm.

Pada permukaan batangnya, terdapat bercak lubang oranye terang. Jamur ini memiliki spora berbentuk ellipsoidal, berukuran 7-9 x 6-7µm dengan cetakan spora berwarna merah muda pucat. Jamur yang lezat ini tersebar luas di hutan pinus Eropa dan Asia.

Lezat dan Mengandung Banyak Senyawa Baik

Jamur saffron milkcap yang masih muda dan tepi tudungnya masih menggulung konon paling enak untuk kita makan. Selain itu, kita juga dapat mengolahnya dengan berbagai cara. Seperti diiris tipis-tipis, kemudian dipanggang dengan steak. Untuk menghilangkan rasa pahit dan tekstur berseratnya, jamur ini lebih baik dimasak sampai benar-benar matang dengan sempurna.

Jurnal Food Bioscience melansir bahwa L. deliciosus mengandung serta makanan dan asam amino tinggi, rendah lemak, dan kaya mineral. Selain itu, juga mengandung berbagai senyawa fenolik seperti asam p-hidroksibenzoat, asam hinat, asam p-kumarat, asam klorogenat, asam galat, dan lainnya.

Selain itu, ada pula senyawa bioaktif β-Glukan, polisakarida. Jamur ini juga memiliki aktivitas senyawa antimikroba, aktivitas hipoglikemik, anti-penuaan, efek pengaturan kekebalan tubuh, efek anti-kelelahan, dan efek anti-tumor.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-saffron-milkcap-tak-hanya-lezat-tapi-juga-kaya-manfaat/feed/ 0
Spondias dulcis, Buah Kedondong dengan Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/#respond Mon, 11 Nov 2024 06:42:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45197 Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah […]]]>

Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah Spondias dulcis, berasal dari famili Anacardiaceae dan telah dibudidayakan secara luas di berbagai negara tropis.

Buah ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Cytheraea dulcis (Parkinson) Wight & Arn., Evia dulcis (Parkinson) Comm. ex Blume, Spondias acida Blume, dan lainnya. Tanaman ini berkerabat dengan buah mede (Anacardium occidentale), mangga (Mangifera indica), kedongdong duri (Spondias mombin), dan masih banyak lagi.

Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa S. dulcis pertama kali terpublikasikan pada tahun 1773 dalam Journal of a Voyage to The South Seas:39. Kedondong merupakan tanaman asli dari Kepulauan Bismarck, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Santa Cruz, dan Kepulauan Solomon.

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Kedondong Dapat Berbuah setelah 4 Tahun

Pohon kedondong umumnya tumbuh tinggi berkisar antara 9-15 meter. Jika kamu menanamnya di dalam pot, pohon ini dapat tumbuh setinggi 2 m. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan yang mengkilap. Bagian bunganya berukuran kecil dan berwarna putih.

Buah kedondong yang sudah masak berwarna kuning keemasan dan berwarna hijau saat masih muda. Di dalamnya terdapat biji yang pipih dengan inti berserat. Dalam kurun waktu 4 tahun, tanaman yang ditanam dari biji dapat mulai berbuah.

Beragam Manfaat Kedondong

Kedondong mengandung antioksidan tinggi, antiinflamasi, dan antimikroba. Buahnya dapat kita makan langsung ataupun kita olah terlebih dahulu menjadi jus, acar, salad, jeli, kue, hingga campuran sambal. Daunnya yang masih muda dapat menjadi lalapan mentah atau bisa pula kita kukus.

Selain itu, daun mudanya juga dapat menjadi pengganti jeruk nipis atau asam jawa untuk menambah rasa asam pada masakan dan dapat mengempukkan daging. Limbah kulit kedondong juga dapat kita manfaatkan sebagai pelapis buah yang dapat dimakan.

Biodiversitas Journal of Biological Diversity melansir bahwa masyarakat di Rengat, Sumatra telah mengolah kedondong menjadi dodol oleh-oleh khas Reangat. Selain untuk konsumsi, tanaman kedondong juga dapat kita manfaatkan untuk mengobati luka bakar.

 

Penulis: Anisa Putri  S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/feed/ 0
Rastrelliger kanagurta, Ikan Kembung Lelaki yang Kaya Nutrisi https://www.greeners.co/flora-fauna/rastrelliger-kanagurta-ikan-kembung-lelaki-yang-kaya-nutrisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rastrelliger-kanagurta-ikan-kembung-lelaki-yang-kaya-nutrisi https://www.greeners.co/flora-fauna/rastrelliger-kanagurta-ikan-kembung-lelaki-yang-kaya-nutrisi/#respond Mon, 04 Nov 2024 03:00:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45138 Ikan kembung banyak dikatakan memiliki kandungan protein yang lebih baik dari ikan salmon. Mari berkenalan dengan salah satu jenis ikan kembung yang umum kita konsumsi, Rastrelliger kanagurta atau ikan kembung […]]]>

Ikan kembung banyak dikatakan memiliki kandungan protein yang lebih baik dari ikan salmon. Mari berkenalan dengan salah satu jenis ikan kembung yang umum kita konsumsi, Rastrelliger kanagurta atau ikan kembung lelaki. Ikan ini berasal dari famili Scombridae dan memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Rastrelliger serventyi, Scomber chrysozonus, Scomber kanagurta, Scomber moluccensis, dan lainnya. Selain itu, ikan ini juga memiliki nama lain Indian Mackerel, Gurukuma, atau Cavala.

Dilansir IUCN Red List, status konservasi ikan kembung lelaki adalah risiko rendah (least concern). Penetapan status ini berdasarkan jumlah populasinya yang melimpah di sebagian besar wilayah jangkauannya. Padahal, ikan ini merupakan target perikanan komersial dan konsumsi dengan penangkapan yang masif di berbagai wilayah.

Memiliki Rahang yang Panjang

Bentuk tubuh ikan ini ramping memanjang (25 cm hingga 35 cm), memipih, dan agak tinggi dengan sisi dorsa yang gelap, biru kehijauan, atau kecokelatan. Memiliki rahang atas yang sebagian tersembunyi di balik tulang lacrimal. Rahang tersebut memanjang hingga ke tepi belakang mata.

Kemudian, terdapat bintik hitam pada tepi bawah sirip dadanya. Warna tubuh ikan ini umumnya keperakan dengan beberapa garis berwarna gelap setengah bagian tubuh sisi atas. Garis-garis bagian atasnya menjadi bintik-bintik di bagian posterior.

Selain itu, sisik pada bagian anterior berukuran lebih besar. Terdapat dua berkas sirip di punggungnya, diikuti dengan tambahan 5 sirip kecil. Pada masing-masing bagian sisi batang ekornya, terdapat sepasang lunas ekor berukuran kecil.

Taksonomi ikan kembung lelaki (rastrelliger kanagurta). Foto: Greeners

Taksonomi ikan kembung lelaki (rastrelliger kanagurta). Foto: Greeners

Distribusi dan Ekologi Ikan Kembung Lelaki

Ikan kembung lelaki bisa ditemukan di teluk pesisir, pelabuhan, atau perairan yang kaya plankton. Ikan ini merupakan pemakan plankton, zooplankton, fitoplankton, dan crustacea. Distribusi ikan kembung lelaki meliputi Indo-Pasifik Barat, Laut Merah, Afrika Timur, Indonesia, Cina, Australia, Melanesia, Kepulauan Marshall, hingga Laut Mediterania dan Terusan Suez.

Di Indonesia, aktivitas pemijahan R. kanagurta mencapai puncaknya pada bulan Oktober-April. Puncak kematangan gonadnya terjadi sekitar bulan Juli dan Agustus. Ketika bertelur, betina dapat menghasilkan 29.000 hingga 520.000 telur. Panjang generasi untuk ikan ini sekitar 3 tahun.

Tinggi Protein dan Kaya Vitamin

Food Science and Technology melansir bahwa ikan R. kanagurta merupakan sumber protein dan lipid yang kaya. Lemak tak jenuh dalam ikan tersebut memberikan efek positif pada tubuh dengan menyediakan nutrisi utama bagi konsumen. Setiap 100 gram ikan ini mengandung protein hingga 21 gram, 3 gram lemak, 245 mg kalium, 69 mg fosfor, dan 136 mg kalsium. Ikan ini juga mengandung asam lemak omega-3, dan vitamin B1, B2, B12.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/rastrelliger-kanagurta-ikan-kembung-lelaki-yang-kaya-nutrisi/feed/ 0
Mengenal Buah Menteng, Tanaman Asal Asia Tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/#respond Tue, 29 Oct 2024 04:01:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45076 Jika mendengar kata “Menteng”, tentu kalian sudah tak asing lagi bukan? Selain menjadi salah satu nama jalan di Jakarta, ternyata menteng adalah nama lokal salah satu tanaman yang memiliki nama […]]]>

Jika mendengar kata “Menteng”, tentu kalian sudah tak asing lagi bukan? Selain menjadi salah satu nama jalan di Jakarta, ternyata menteng adalah nama lokal salah satu tanaman yang memiliki nama ilmiah Baccaurea racemosa.

Nama lain menteng adalah kepundung (jawa), bencoy (sunda), kayu masam, atau asam tambun. Tanaman ini pertama kali terpublikasi dalam buku A.P.de Candolle, Prodr. 15(2): 461 pada tahun 1866. Berasal dari Famili Phyllanthaceae yang terdiri dari sekitar 1.700 spesies dan 59 genus tanaman yang tumbuh di daerah tropis.

Selain itu, tanaman tersebut juga berkerabat dengan pohon cermai (Phyllanthus acidus), kenidai (Bridelia tomentosa), malaka (Phyllanthus emblica), dan masih banyak lagi. Ada beberapa nama ilmiah sinonim menteng, yaitu Coccomelia racemosa, Pierardia racemosa (Reinw.) Blume, Pierandia racemosa (Reinw. ex Bl.) Bl., Baccaurea bhaswatii Chakrab. & M. Gangop, atau Baccaurea wallichii Hook.f.

Warna Biji Menteng Bervariasi

Tanaman menteng memiliki akar tunggang, tumbuh hingga ketinggian 10-25 meter, memiliki batang berkayu yang berbentuk bulat. Batangnya berwarna putih kecokelatan dengan permukaan yang kasar. Bagian daunnya berbentuk lonjong, berukuran panjang sekitar 7-20 cm dan lebar 3-7,5 cm.

Selain itu, tanaman ini memiliki bunga yang kelopaknya berbentuk seperti mangkok. Buah menteng yang belum matang berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning saat matang. Berdiameter 2 cm dan di dalamnya terdapat 1 hinga 3 biji dalam kapsul daging buahnya. Bagian bijinya memiliki warna yang bervariasi, mulai dari putih kekuningan hingga ungu kemerahan dan biru kehitaman.

Taksonomi buah menteng (Baccaurea racemosa). Foto: Greeners

Taksonomi buah menteng (Baccaurea racemosa). Foto: Greeners

Ditemukan Hampir di Seluruh Indonesia

Persebaran tanaman Baccaurea racemosa meliputi Borneo, Jawa, Malaya, Maluku, Sulawesi, Sumatera, hingga Thailand. Umumnya tumbuh di daerah dataran rendah pada ketinggian kurang dari 500 mdpl. Media tumbuh berupa tanah gambut dan tanah berpasir.

Mengandung Antioksidan dan Antidiabetes

Buah menteng dapat dikonsumsi langsung, difermentasi, atau direbus terlebih dahulu. Bagian kulit kayu, daunnya, dan buahnya dapat dijadikan pewarna alami kain. Di samping itu, bagian daun, batang, buah, kulit buah, biji dan kulit batangnya dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak metanol dan etanol daunnya juga menunjukan adanya aktivitas antidiabetes.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-buah-menteng-tanaman-asal-asia-tenggara/feed/ 0
Loxodonta africana, Mamalia yang Terpisah dari Gajah Asia 7 Juta Tahun Lalu https://www.greeners.co/flora-fauna/loxodonta-africana-mamalia-yang-terpisah-dari-gajah-asia-7-juta-tahun-lalu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=loxodonta-africana-mamalia-yang-terpisah-dari-gajah-asia-7-juta-tahun-lalu https://www.greeners.co/flora-fauna/loxodonta-africana-mamalia-yang-terpisah-dari-gajah-asia-7-juta-tahun-lalu/#respond Thu, 19 Sep 2024 08:00:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44773 Gajah Savana Afrika (Loxodonta africana) memiliki nama lain The Bush Elephant, African Bush Elephant, atau Savannah Elephant. Mamalia herbivora berukuran besar ini berasal dari keluarga Elephantidae. Ia berkerabat dengan Loxodonta […]]]>

Gajah Savana Afrika (Loxodonta africana) memiliki nama lain The Bush Elephant, African Bush Elephant, atau Savannah Elephant. Mamalia herbivora berukuran besar ini berasal dari keluarga Elephantidae. Ia berkerabat dengan Loxodonta cyclotis (Gajah hutan Afrika), Elephas maximus (Gajah Asia), dan Mammuthus (Mamut) yang telah punah.

Secara evolusi, gajah asia dan gajah afrika telah terpisah sejak 7 juta tahun yang lalu. Sementara, gajah savana afrika dan gajah hutan afrika terpisah 1 juta tahun kemudian.

Status konservasi gajah savana afrika menurut IUCN Red List adalah terancam (endangered). Analisis estimasi pada 334 lokasi populasi gajah savana afrika menunjukan penurunan lebih dari 50% dalam 75 tahun terakhir.

Taksonomi gajah afrika (Loxodonta africana). Foto: Greeners

Jantan Berukuran Lebih Besar dari Betina

L. africana jantan berukuran lebih besar dari betinanya. Ia memiliki bobot tubuh berkisar antara 4.500 kg hingga 8.000 kg dengan ketinggiannya saat berdiri mencapai 4 m. Sementara, betinanya berukuran sedikit lebih kecil, yakni bobot tubuhnya hanya sekitar 2000 kg hingga 3.500 kg dengan tinggi sekitar 2,2 m hingga 2,6 m.

Jantan memiliki bentuk kepala dan dahi yang lebih lebar dari betina. Tak seperti kerabatnya di Asia, gajah afrika jantan dan betina memiliki dua gading yang panjangnya dapat mencapai 3,5 m, tebal dan melengkung. Seperti gajah pada umumnya, mereka memiliki belalai yang berotot kuat untuk meraih benda serta bernapas. Selain itu, gajah ini juga memiliki telinga yang besar berbentuk segitiga.

Gajah savana afrika berwarna abu-abu, kulitnya berkerut, dan memiliki ketebalan hingga 30 mm. Selain itu, mereka juga memiliki rambut yang bervariasi ketebalan, warna, dan panjangnya. Di sepanjang punggung dan ekornya tumbuh rambut hitam pipih yang panjangnya mencapai 0,8 m. Anak gajah ini memiliki rambut yang berwarna lebih terang, yakni kemerahan atau cokelat. Interval kelahiran pada gajah afrika berlangsung selama 4 hingga 5 tahun dengan masa kehamilan selama 22 bulan.

Loxodonta africana Dianggap Punah di Dua Daerah

Gajah savana afrika secara nasional dianggap telah punah di Burundi dan Mauritania. Namun, populasi yang tersisa masih dapat kita temukan di Angola, Botswana, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Kongo, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Malawi, Mali, Mozambik, Namibia, Nigeria, Rwanda, Somalia, Afrika Selatan, Sudan Selatan, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.

 

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/loxodonta-africana-mamalia-yang-terpisah-dari-gajah-asia-7-juta-tahun-lalu/feed/ 0
Suillus grevillei, Tudungnya Berminyak dan Tersebar Luas di Eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/#respond Thu, 19 Sep 2024 06:00:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44776 Jamur Larch Bolete (Suillus grevillei) merupakan salah satu “edible” jamur dari keluarga Suillaceae. Ia juga memiliki nama lain seperti Greville’s Bolete, Lärksopp, atau Tamarack Jack. Selain itu, jamur ini memiliki […]]]>

Jamur Larch Bolete (Suillus grevillei) merupakan salah satu “edible” jamur dari keluarga Suillaceae. Ia juga memiliki nama lain seperti Greville’s Bolete, Lärksopp, atau Tamarack Jack. Selain itu, jamur ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Boletus annularius, Ixocomus flavus var. elegans, Boletus grevillei, Boletus elegans, Ixocomus elegans f. badius, atau Suillus grevillei f. badius.

Pertamakali dideskripsikan oleh seorang ahli botani-mikologi Jerman bernama Johann Friedrich Klotzsch pada tahun 1832 dengan nama Boletus grevillei. Kemudian, di tahun 1945, Rolf Singer, ahli mikologi Jerman memperbaiki taksonomi jamur ini. Ia mengubah nama ilmiahnya menjadi yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan

Penggunaan nama genus “Suillus” berarti babi, merujuk pada permukaan tudung jamur ini yang berminyak. Sementara, penamaan spesies “grevillei” menggunakan nama ahli botani-mikologi Skotlandia, Robert Kaye Greville (1794 – 1866) untuk menghormati karier akademisnya sebagai seniman botani dan lanskap yang luar biasa.

Taksonomi Suillus grevillei. Foto: Greeners

Taksonomi Suillus grevillei. Foto: Greeners

Tudung Jamurnya Berminyak dan Lengket

Tudung jamur ini berukuran 5-9 cm, berbentuk cembung hingga cembung lebar, terlihat berminyak namun lengket saat disentuh. Berwarna kuning atau kuning cerah dan tepianya bergelombang. Di bagian bawah tudungnya terdapat pori-pori yang semula berwarna kuning lemon, kemudian berubah menjadi warna cokelat kayu.

Jamur ini memiliki tabung pori yang berukuran panjang ke arah dalam 10 mm. Bagian batang jamur ini berdiameter sekitar 1,2 cm hingga cm dengan panjang sekitar 5-7 cm. Berwarna kuning, bagian bawahnya kecokelatan, terdapat cincin kuning pucat hingga keputihan.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Selain itu, bagian daging buahnya juga berwarna kuning dan tidak berubah warna ketika dipotong. Sporanya berbentuk subfusiform, bertekstur halus, berukuran 8-11 x 3-4μm, dan berwarna cokelat zaitun. Jamur ini tidak memiliki bau dan rasa yang khas.

Suillus grevillei Tersebar Luas di Eropa

Jamur Larch Bolete tumbuh berkelompok saat musim panas dan musim gugur. Ia merupakan jamur mikoriza yang selalu tumbuh di bawah pohon Larix sp (Larch). Jamur ini bisa kamu temukan di Inggris, Irlandia, dan telah tersebar luas di daratan Eropa. Terkadang juga tumbuh di Amerika Utara.

Edible” tapi Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Memasak jamur “edible” yang satu ini harus hati-hati. Pada beberapa orang, konsumsi jamur ini terkadang menyebabkan sakit perut. Bagian yang dapat kamu makan hanyalah daging buahnya, sedangkan bagian lain dan kulit tudungnya harus kamu buang. Meskipun bisa kamu konsumsi, jamur tidak dalam jumlah banyak.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/suillus-grevillei-tudungnya-berminyak-dan-tersebar-luas-di-eropa/feed/ 0
Safou, Tanaman Sejuta Manfaat dari Benua Afrika https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/#respond Tue, 17 Sep 2024 04:19:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44737 Buah safou, eben tree, pir afrika, butterfruit, ube, eleme, atau plum afrika memiliki nama ilmiah Dacryodes edulis. Berasal dari famili Burseraceae, anggota genus Dacryodes ini memiliki banyak manfaat. Nama genus […]]]>

Buah safou, eben tree, pir afrika, butterfruit, ube, eleme, atau plum afrika memiliki nama ilmiah Dacryodes edulis. Berasal dari famili Burseraceae, anggota genus Dacryodes ini memiliki banyak manfaat. Nama genus Dacryodes berasal dari bahasa Yunani “dakruon” berarti air mata mengacu pada tetesan getah di batangnya. Nama spesies edulis berarti dapat dimakan.

Tanaman ini berasal dari Benua Afrika, tersebar di beberapa negara seperti Angola, Cabinda, Afrika Tengah, Gabon, Guinea, Kongo, Nigeria, Zaire, dan Zambia. Memiliki banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Canarium edule, Canarium mansfeldianum, Pachylobus saphu, Canarium mubafo, Pachylobus edulis, dan lainnya. Tanaman ini berperan penting dalam mengurangi ancaman ketahanan pangan bagi banyak masyarakat di Afrika yang miskin dan kekurangan gizi.

Taksonomi buah safou. Foto: Greeners

Taksonomi buah safou. Foto: Greeners

Manfaat Buah Safou

D. edulis merupakan tanaman dioecious atau berumah dua, yakni bunga jantan dan betina berada pada pohon yang berbeda. Tinggi pohon ini termasuk kategori sedang, yakni sekitar 18-40 meter dengan diameter tajuknya 150 cm di hutan, tapi umumnya tak melebihi 10 m di perkebunan.

Bagian kulit batangnya menghasilkan getah yang berbau harum. Batangnya pendek, sedikit beralur dengan diameter 50 c, hingga 170 cm. Daunnya majemuk, 5-8 pasang anak daun, dan bagian atasnya terlihat mengkilap. Selain itu, bagian bunganya bertangkai, berwarna krem hingga kuning, berukuran sekitar 5 mm.

Buah safou berukuran besar, biasanya lebih dari 5×2,5 cm, berbentuk lonjong, silinder memanjang. Daging buahnya tebal sekitar 3,5-9 mm, berwarna merah muda atau merah saat masih mentah, kemudian berubah menjadi biru kehitaman saat sudah masak.

Tanaman ini tumbuh di perkebunan kakao, kebun pekarangan rumah, atau di ladang pertanian. Safou memiliki sejarah panjang dalam budidaya di Afrika karena buahnya yang sangat bermanfaat.

Mengandung Banyak Senyawa Baik

Melansir Food Chemistry volume 165, buah safou kaya akan protein, lemak, mineral, asam lemak, asam amino polifenol, antosianin, dan vitamin. Ekstrak buah, daun, dan resinnya memiliki bioaktivitas antioksidan, anti karsinogenik, anti mikroba, dan lainnya. Kandungan proteinnya lebih tinggi daripada beras (8%), gandum (8%-13%), sorgum (11%), dan jagung (10%).

Secara tradisional, getah pohon safou bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit dan luka, sementara bagian kulit batangnya untuk demam, malaria, dan sakit kepala. Selain itu, tanaman ini juga bermanfaat sebagai sumber minyak untuk industri kosmetik.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/safou-tanaman-sejuta-manfaat-dari-benua-afrika/feed/ 0