anggrek - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/anggrek/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 21 Sep 2023 05:11:50 +0000 id hourly 1 Bulbophyllum wiratnoi, Anggrek Endemik dari Papua Barat https://www.greeners.co/flora-fauna/bulbophyllum-wiratnoi-anggrek-endemik-dari-papua-barat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bulbophyllum-wiratnoi-anggrek-endemik-dari-papua-barat https://www.greeners.co/flora-fauna/bulbophyllum-wiratnoi-anggrek-endemik-dari-papua-barat/#respond Thu, 21 Sep 2023 04:00:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41673 Masyarakat Indonesia patut berbangga atas penemuan spesies anggrek baru dari Papua Barat. Anggrek ini bernama Bulbophyllum wiratnoi dan berasal dari famili Orchidaceae. Genus Bulbophyllum merupakan yang terbesar dalam famili ini. […]]]>

Masyarakat Indonesia patut berbangga atas penemuan spesies anggrek baru dari Papua Barat. Anggrek ini bernama Bulbophyllum wiratnoi dan berasal dari famili Orchidaceae. Genus Bulbophyllum merupakan yang terbesar dalam famili ini.

Penamaan spesies wiratnoi bertujuan untuk menghormati Wiratno, seorang tokoh konservasi Indonesia dan mantan Direktur Jenderal Koservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK. Ia telah bertanggung jawab atas banyak terobosan baru dalam dunia konservasi di Indonesia.

Reza Saputra, penemu spesies baru ini menemukan Bulbophyllum wiratnoi di Taman Wisata Alam Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, tepatnya di Semenanjung Vogelkop pada ketinggian 114 mdpl, 6 Juni 2018. Area Kepala Burung atau Semenanjung Vogelkop merupakan bagian paling barat Nugini. Termasuk pulau terkaya di dunia dalam hal keaneragaman jenis tumbuhannya.

Memiliki Daun dan Sepal yang Besar

Tumbuhan ini memiliki akar yang muncul dekat dengan pangkal rimpangnya, berukuran panjang sekitar 30 cm dengan diameter 1 mm. Rimpangnya menggantung seperti batang, cenderung tidak bercabang, panjangnya sekitar 46 cm dan berdiameter 3 mm.

B. wiratnoi memiliki bagian pseudobulb yang berbentuk bulat telur, berukuran 9-13 x 4-5 mm. Pseudobulb merupakan suatu struktur mirip polong yang tumbuh di bawah daun anggrek.

BACA JUGA: Penemuan Spesies Baru Dorong Peneliti Gali Keanekaragaman Hayati

Bagian daun berwarna hijau, cembung di atas dan cekung di bawah. Bentuk daunnya bulat telur hingga lonjong. Kemudian, ukuran daun ini sekitar 5,5-5,6 × 2,4-2,8 cm. Anggrek jenis ini muncul hanya satu kuntum, berukuran panjang 15 mm, memancarkan aroma seperti singkong yang difermentasi.

Hal ini sangat menarik bagi lalat (Musa domestica) untuk mendekat. Bagian tangkai bunganya tegak lurus, berukuran panjang 7 mm dengan bagian seperti sisik di gagangnya. Daun pelindung bunga berbentuk tabung di pangkalnya, berukuran 10 mm, dan berbentuk lancip.

Taksonomi Anggrek Bulbophyllum wiratnoi. Foto: Greeners

Taksonomi Anggrek Bulbophyllum wiratnoi. Foto: Greeners

Daun kelopak (sepal) berwarna kuning oker dengan corak bintik-bintik merah-ungu. Sementara, kelopak bunga berwarna abu-abu di bagian basal. Bagian bibir bunganya berwarna kuning berhias warna merah-ungu dan berbintik-bintik. Kepala sari dari anggrek ini berwarna kuning muda hingga kuning keemasan. Tangkai dan ovarium berukuran sekitar 8 mm.

Anggrek B. wiratnoi ini terlihat mirip dengan kerabatnya, B. johannuli Vermeulen pada bagian pelengkap bunganya yang berbentuk filiform. Namun, ukuran daun kedua anggrek itu berbeda. B. wiratnoi memiliki daun berukuran lebih panjang serta sepal yang lebih besar.

Bulbophyllum wiratnoi Endemik dari Papua Barat

Spesies ini merupakan endemik dari Provinsi Papua Barat Daya, Semenanjung Kepala Burung. Tumbuh epifit di batang pohon besar pada hutan hujan dataran rendah (114 mdpl), dan berbunga pada bulan Januari dan Juli.

Dilansir Phytotaxa, status konservasi anggrek ini masih kekurangan data (data deficient). Hal itu berdasarkan Standar dan Petisi IUCN Sub-komite (2022). Sebab, tumbuhan ini hanya diketahui dari area koleksinya dan dari spesimen budidaya yang belum jelas asal-usulnya. Perlu eksplorasi lanjutan mengenai persebaran dan populasi anggrek ini untuk melengkapi kekurangan data yang ada.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bulbophyllum-wiratnoi-anggrek-endemik-dari-papua-barat/feed/ 0
Anggrek Tien Soeharto, Penghargaan Khusus pada Ibu Tien https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tien-soeharto-penghargaan-khusus-pada-ibu-tien/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-tien-soeharto-penghargaan-khusus-pada-ibu-tien https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tien-soeharto-penghargaan-khusus-pada-ibu-tien/#respond Mon, 09 Jan 2023 03:07:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38548 Seperti halnya namanya, Anggrek Hartinah atau Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) berasal dari nama istri Presiden Soeharto, Hartinah Soeharto atau Ibu Tien. Anggrek ini merupakan endemik dan populer dari Sumatra Utara. […]]]>

Seperti halnya namanya, Anggrek Hartinah atau Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) berasal dari nama istri Presiden Soeharto, Hartinah Soeharto atau Ibu Tien. Anggrek ini merupakan endemik dan populer dari Sumatra Utara.

Penemuan pertama kali anggrek ini pada tahun 1976 di Desa Baniara, Sumut. Penamaan nama latin yang merujuk pada istri Presiden RI kedua ini tak lain karena penemu pertama ingin memberikan penghargaan pada Ibu Tien. James Boughtwood Comber dan Nasution pada tahun 1977 menemukannya di Desa Baniaratele, Kecamatan Harian, Kabupaten Tobasamosir, Sumatra Utara.

Morfologi dan Ciri-Ciri Anggrek Tien Soeharto

Anggrek Tin Soeharto memiliki tampilan yang khas. Pada bagian bibir bunga berwarna putih dengan corak totol merah, berwarna violet gelap panjang 1,2 sentimeter. Kelopak serta daun mahkotanya sama besar, permukaan atasnya berwarna kecokelatan dengan warna kuning pada bagian tepinya. Bagian diameter tangkai pembungaan yaitu 6 milimeter dan diameter bungai 3,5 sentimeter.

Anggrek terestrial ini berdaun seperti pita, lebar daun 9-5 milimeter. Berbentuk pita dengan ujung runcing tapi tidak kaku. Bibir putih menjulur ke depan, terdiri atas tiga celah. Bagian depan ke bawah dengan tepi bergelombang, celah samping lurus ke atas. Tugu bersayap sempit, kuning kecokelatan.

Adapun panjang tangkai bunga 35-60 sentimeter, petal dan sepal hampir sama lebarnya.

Habitat dan Distribusi 

Anggrek Tien Soeharto merupakan anggrek yang tumbuh di permukaan tanah dan akarnya menyerap unsur hara langsung dari dalam tanah. Kelebihan spesies ini yaitu sangat toleran terhadap tanah yang miskin hara.

Termasuk dalam salah satu anggrek tanah dengan pertumbuhan merumpun, spesies ini menyukai tempat terbuka di antara rerumputan serta tanaman lain pada ketinggian 1.700 mdpl.

Anggrek bercorak indah ini tersebar di daerah Siborong-Borong hingga Sidikalang pada ketinggian 1680 m di atas permukaan laut (dpl) dan juga pegunungan Leuser Aceh ketinggian 2600 mdpl. Dan hanya ada di dataran tinggi dan kering di Sumatra bagian Utara.

Pada tahun 2017, pendaki bernama Yusron Efendi Ritonga menemukan anggrek Tien Soeharto secara tidak sengaja di sepanjang jalur pendakian Gunung Sibuatan, Sumatra Utara.

Eksistensi anggrek terestrial ini semakin minim di alam. Habitatnya tergusur oleh tanaman sayuran. Yang memprihatinkan, populasinya semakin sedikit. Ketersediaan biji sebagai bahan perbanyakan tanaman pun minim. Menurut World Conservation Monitoring Centre status konservasi anggrek hartinah adalah endangered dan kategori A untuk spesies prioritas konservasi tumbuhan Indonesia.

Kegunaan dan Manfaat 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999, spesies anggrek ini masuk dalam kategori tanaman dilindungi.

Anggrek Tien Soeharto merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai potensi komersial sebagai induk silangan karena mempunyai warna bunga yang menarik. Selain sebagai tanaman hias yang bernilai tinggi, anggrek ini dapat menghasilkan buah dan biji untuk perkecambahan in vitro.

Taksonomi Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tien-soeharto-penghargaan-khusus-pada-ibu-tien/feed/ 0
Anggrek Hitam, Flora Identitas Kalimantan Timur yang Langka https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-flora-identitas-kalimantan-timur-yang-langka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-hitam-flora-identitas-kalimantan-timur-yang-langka https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-flora-identitas-kalimantan-timur-yang-langka/#respond Sun, 16 Oct 2022 03:00:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37651 Anggrek adalah salah satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota mencapai hampir 25.000 spesies. Tanaman hias ini menyebar di daerah tropika basah hingga sirkumpolar. Dari sekian banyak jenisnya, spesies anggrek hitam […]]]>

Anggrek adalah salah satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota mencapai hampir 25.000 spesies. Tanaman hias ini menyebar di daerah tropika basah hingga sirkumpolar. Dari sekian banyak jenisnya, spesies anggrek hitam dianggap yang paling eksotis sekaligus langka.

Anggrek hitam termasuk dalam suku Orchidaceae dan genus Coelogyne. Spesies ini memiliki nama ilmiah Coelogyne pandurata, sehingga masih berkerabat dengan anggrek endemik asal Kalimantan yaitu C. exalata.

Spesies C. pandurata sendiri, sejatinya dapat pula kita temukan di pulau yang sama. Mereka bahkan sangat populer sampai-sampai menjadi maskot atau flora identitas Provinsi Kalimantan Timur.

Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatra adalah tempat berbiak spesies ini. Namun populasinya sudah semakin menurun, sehingga kini hanya bisa kita jumpai di Cagar Alam Kersik Luway saja.

Morfologi dan Ciri-Ciri Anggrek Hitam

Seperti namanya, anggrek hitam dapat kita kenal dari corak bunganya yang hitam. Namun corak itu hanya tersedia pada bagian mahkota dan bibir bunga saja, sedangkan yang lainnya berwarna hijau kekuningan.

Selain itu, corak hitam pada mahkota dan bibir bunga juga tidak penuh. Pola hitam tersebut cenderung berbentuk garis-garis atau bintik-bintik. Namun, persebarannya cukup merata sehingga terlihat indah.

Ini relatif sangat berbeda dibandingkan anggrek hitam asal Papua. Flora bernama latin Dendrobium atroviolaceum itu mempunyai kelopak hitam penuh di bagian luar, sedangkan bagian dalamnya berwarna ungu tua.

Spesies C. pandurata tumbuh bergerombol dan membentuk layaknya rumpun. Bagian pangkalnya memiliki umbi atau bulb berbentuk bulat telur agak pipih, dengan dua helai daun elips yang menjulang ke atas.

Sebagai anggrek simpodial, tumbuhan ini tidak memiliki batang utama. Bentuknya tampak seperti tangkai biasa, dengan jumlah kuntum bunga mencapai 5–10 helai per tangkainya.

Habitat dan Populasi Anggrek Hitam

Cagar Alam Kersik Luway, Kalimantan Timur mempunyai luas wilayah mencapai 5.000 hektare. Di area tersebutlah anggrek ini tumbuh secara epifit; menempel pada kayu maupun pohon runtuh di lantai hutan.

Sebagai tanaman tropis asli, spesies C. pandurata berbiak di lingkungan yang lembap seperti tepian sungai. Tumbuhan ini umumnya dapat kita temukan pada ketinggian 1.000–1.5000 meter di atas permukaan laut.

Ketika waktu berbunga, spesies anggrek hitam mengeluarkan aroma semerbak yang cukup menyengat. Periode ini berlangsung pada akhir tahun, antara bulan Oktober sampai dengan Desember.

Namun menurut para ahli, populasi spesies C. pandurata sendiri sudah sangat mengkhawatirkan. Mereka tergolong sebagai tumbuhan yang langka dan dilindungi berdasarkan CITES Appendix I dan II.

Kepunahannya tidak jauh dari aktivitas deforestasi dan perburuan liar. Pencurian dan jualbeli secara ilegal anggrek ini sebagai tanaman hias masih terjadi. Coraknya yang unik membuat flora ini memiliki nilai ekonomis tinggi.

Cara Memperbanyak Anggrek Hitam

Anggrek hitam bisa masyarakat perbanyak lewat metode vegetatif dan generatif. Metode vegetatif bisa Anda lakukan dengan memisahkan anakan, sedangkan generatif melalui proses laboratorium.

Jika menggunakan media tanam, tumbuhan ini paling cocok diletakkan pada media sabut kelapa, pakis, dan serbuk gergaji. Selanjutnya, beri larutan fungisida pada media tanam agar tidak diserang oleh jamur.

Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu sesuai umur tanaman. Semprotkan pupuk ke permukaan bawah daun, batang lalu akarnya, apabila Anda memilih menggunakan jenis pupuk cair.

Mirip seperti memupuk, penyiraman dilakukan dua kali per hari sesuai usia tanaman. Waktu terbaik menyiram tanaman adalah pada pagi hari sekitar pukul 06.00–08.00, serta sore antara pukul 16.00–18.00.

Penggunaan cairan insektisida dan herbisida untuk mengendalikan hama sejatinya diperbolehkan. Namun perhatikan dosis atau takaran yang digunakan, agar tidak merusak pertumbuhan tanaman tersebut.

Taksonomi Coelogyne Pandurata

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-flora-identitas-kalimantan-timur-yang-langka/feed/ 0
Anggrek Tebu, Spesies Terbesar yang Semakin Langka https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tebu-spesies-terbesar-yang-semakin-langka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-tebu-spesies-terbesar-yang-semakin-langka https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tebu-spesies-terbesar-yang-semakin-langka/#respond Fri, 12 Aug 2022 03:00:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36993 Anggrek adalah sejenis tanaman hias yang populer di Masyarakat. Tidak cuma menghasilkan bunga-bunga yang indah, beberapa jenis anggrek juga memiliki ukuran yang cukup besar. Inilah anggrek tebu, spesies Orchidaceae yang […]]]>

Anggrek adalah sejenis tanaman hias yang populer di Masyarakat. Tidak cuma menghasilkan bunga-bunga yang indah, beberapa jenis anggrek juga memiliki ukuran yang cukup besar. Inilah anggrek tebu, spesies Orchidaceae yang dapat tumbuh hingga setinggi 3 meter.

Anggrek tebu memiliki nama latin Grammatophyllum speciosum. Spesies ini tergabung dalam genus Grammatophyllum, sehingga berkerabat dengan anggrek asli Kalimantan Utara yakni G. kinabaluense.

Genus Grammatophyllum sendiri merupakan kelompok tanaman epifit yang hidup di area hutan hujan. Mereka tersebar ke berbagai daerah, mulai dari Indo-China sampai ke pulau-pulau Pasifik Barat Daya.

Spesies G. speciosum misalnya, jenis anggrek terbesar di dunia itu dapat kita temukan di negara-negara Asia Tenggara. Meskipun menyebar luas, sayangnya populasi mereka kini sudah semakin terancam.

Morfologi dan Ciri-Ciri Anggrek Tebu

Seperti namanya, anggrek tebu memiliki batang yang panjang dan menjuntai sehingga mirip seperti batang tebu. Spesies ini bisa tumbuh hingga setinggi 3 meter, dengan diameter malai antara 1,5–2 meter.

Jika diperhatikan, bunga-bunga anggrek tersebut pun tumbuh dengan penampilan yang gigantik. Ukurannya diperkirakan berkisar 10 cm, sedangkan bobot keseluruhan tanaman ini bisa mencapai 1 ton.

Berkat deskripsi morfologinya tersebut, tidak heran jika spesies G. speciosum dianggap sebagai anggrek terbesar di dunia. Ia bahkan dijuluki sebagai anggrek macan karena keunikan corak bunganya.

Anggrek ini menghasilkan bunga berwarna kuning dengan totol-totol kemerahan. Beberapa individu mungkin memiliki bintik hitam atau corak kecokelatan, sehingga sangat mirip dengan motif kulit macan.

Uniknya, bunga anggrek ini tidak akan layu selama 2 bulan meski sudah dipotong. Namun proses pertumbuhan bunga sendiri terbilang lama, sebab dapat memakan waktu hingga 2 tahun lebih.

Habitat dan Distribusi Anggrek Tebu

Sebagai tanaman epifit, anggrek tebu berkembang biak dengan cara menumpang pada tumbuhan lain. Flora ini tidak bersifat parasit, artinya mereka tidak mengambil makanan yang berasal dari inangnya.

Anggrek macan terdistribusi mulai dari Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, Indonesia dan New Guinea. Di tanah air, populasinya ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Melihat peta persebarannya, dapat dipastikan bahwa spesies G. speciosum tumbuh di daerah beriklim tropis. Mereka umumnya berbiak pada wilayah dataran rendah yang dinaungi sinar matahari langsung.

Muncul dari selah-selah atau bagian pangkal pohon besar, anggrek ini sejatinya dapat hidup secara mandiri. Namun mereka juga bisa menjadi penghalau sinar matahari bagi inangnya, jika ukurannya sudah besar.

Di sebagian wilayah, masyarakat menyebut anggrek ini sebagai anggrek raksasa atau anggrek harimau. Ada pula yang menyebutnya sebagai anggrek ratu, mengingat “kemegahan” bunga-bunga yang dihasilkan.

Budi Daya dan Populasi Anggrek Tebu

Seperti yang telah disebutkan, populasi anggrek tebu kini sudah makin terancam. Mereka dianggap sebagai salah satu flora langka, sehingga eksistensinya dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Di Indonesia, larangan perdagangan spesies G. speciosum sudah diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia No 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Oleh karena itu, komersialiasi tumbuhan ini sudah sepenuhnya dilarang. Meski dalam praktiknya sendiri, masih saja ada orang yang memperjualbelikan tanaman tersebut secara ilegal.

Untuk menekan laju kepunahan anggrek macan, banyak lembaga yang telah melakukan upaya pelestarian secara konvensional. Ini meliputi proses memperbanyak melalui metode vegetatif maupun generatif.

Upaya konservasi ex-situ melalui kebun botani juga telah dilakukan. Salah satunya dapat kita temukan di Kebun Raya Bogor, yang mana spesies anggrek tersebut telah tertanam di sana sejak zaman Belanda.

Taksonomi Grammatophyllum Speciosum

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-tebu-spesies-terbesar-yang-semakin-langka/feed/ 0
Anggrek Larat, Pesona Anggrek dari Maluku https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-larat-pesona-anggrek-maluku/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-larat-pesona-anggrek-maluku https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-larat-pesona-anggrek-maluku/#respond Tue, 06 Mar 2018 10:20:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=20165 Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki keragaman warna dan bentuk bunga. Sayangnya, potensi ini sering sekali menghadapi kelangkaan dan ancaman kepunahan. Contohnya saja yang sedang dihadapi oleh jenis Anggrek Larat.]]>

Anggrek sejak lama menjadi bunga kebanggaan Indonesia. Kontribusi anggrek Indonesia dalam khasanah anggrek dunia pun cukup besar. Dari 20.000 spesies anggrek yang tersebar di seluruh dunia, 6.000 diantaranya berada di hutan-hutan Indonesia.

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki keragaman warna dan bentuk bunga. Sayangnya, potensi ini sering sekali menghadapi kelangkaan dan ancaman kepunahan. Contohnya saja yang sedang dihadapi oleh jenis Anggrek Larat.

Anggrek larat dapat dijumpai di pulau Larat, Tanimbar, Maluku. Dari namanya saja sudah menjelaskan bahwa anggrek ini adalah anggrek identitas Maluku. Sama seperti status anggrek hitam (maskot flora provinsi Kalimantan Timur), jumlah anggrek larat semakin lama terus berkurang akibat perusakan yang terjadi di habitat aslinya. Di pulau Larat, Tanimbar, tanaman bunga ini tumbuh alami di pohon-pohon besar atau celah tebing kapur.

Secara morfologi, anggrek larat merupakan anggrek jenis epifit. Tanaman ini mempunyai batang berbentuk gada dengan pangkal berukuran kecil, bagian tengah membesar dan ujungnya mengecil kembali. Daunnya memiliki daging daun yang tebal dengan panjang kira-kira 12 cm dan lebar kira-kira 2 cm. Tekstur daunnya kaku dengan warna mulai dari hijau muda hingga hijau tua serta mengkilat dibagian permukaan daun. Daun tersusun melekat pada batang, saling melekan dengan daun lain. Semakin sehat daun tanaman anggrek larat, maka bunganya juga akan mekar dengan baik (dikutip pada laman tissuecultureandorchidologi.blogspot.co.id dan alamendah.org).

anggrek larat

Anggrek larat (Dendrobium phalaenopsis). Foto: wikemedia commons

Pada bunganya, bunga anggrek larat berwarna keungunan pucat hingga ungu tua. Tersusun dalam bentuk tandan yang tumbuh pada buku-buku batangnya dan agak menggantung. Panjang tandan bunga kurang lebih 60 cm dengan jumlah bunga tiap tandan 6 – 24 kuntum. Masing-masing bunga bergaris tengah kurang lebih 6 cm. Daun kelopak berbentuk lanset berwarna keunguan. Untuk buahnya sendiri berbentuk jorong, panjang 3,2 cm, namun bunganya jarang menjadi buah.

Anggrek larat yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan beberapa jenis anggrek lainnya seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, dan Anggrek Kelembai. Dalam bahasa Latin tumbuhan ini dikenal sebagai Dendrobium phalaenopsis dengan sinonim Vappodes phalaenopsis, dan Dendrobium bigibbum.

Upaya konservasi anggrek larat pernah menjadi sangat terkenal di kalangan para pecinta anggrek, di samping anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Spesies anggrek ini juga menjadi satu dari 12 spesies anggrek kategori langka dan dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.

Dikutip pada laman biodiversitywarriors.org, budidaya anggrek larat kini sudah mulai dilakukan agar tanaman ini tidak punah. Pembudidayaan dilakukan pada lahan yang terkena sinar matahari langsung saat pagi hari. Lahan yang digunakan untuk menanam anggrek sebaiknya diberi semacam tirai untuk menaungi tanaman saat matahari mulai menyengat. Hal ini dikarenakan anggrek larat tidak tahan apabila terlalu panas, meski membutuhkan sinar matahari langsung.

anggrek larat

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-larat-pesona-anggrek-maluku/feed/ 0
Grammathophyllum Speciosum Blume, Si Anggrek Raksasa Unggulan Kebun Raya Bogor https://www.greeners.co/flora-fauna/grammathophyllum-speciosum-blume-si-anggrek-raksasa-unggulan-kebun-raya-bogor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=grammathophyllum-speciosum-blume-si-anggrek-raksasa-unggulan-kebun-raya-bogor https://www.greeners.co/flora-fauna/grammathophyllum-speciosum-blume-si-anggrek-raksasa-unggulan-kebun-raya-bogor/#respond Fri, 27 Oct 2017 09:47:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=19128 Perlu menunggu sekitar dua tahun sekali untuk melihat bunga ini mekar. "Anggrek Rkasasa" ini terakhir mekar pada tahun 2016 di Kebun Raya Bogor.]]>

Perlu menunggu sekitar dua tahun sekali untuk melihat bunga ini mekar. Grammathophyllum Speciosum Blume atau yang dijuluki anggrek raksasa atau ‘Si Ratu Anggrek’ terakhir mekar pada tahun 2016 di Kebun Raya Bogor.

Julukan yang diterima anggrek ini amat beragam. Kadang ada yang menjulukinya “Anggrek Tebu” karena fisik batangnya yang mirip dengan tanaman tebu. Ada juga yang menjulukinya “Anggrek Macan” karena bunga yang dihasilkan bercorak layaknya totol pada bulu macan.

Di lansir di beberapa media berita nasional dan swasta, anggrek raksasa mempunyai ukuran yang sangat besar dibandingkan anggrek pada umumnya. Panjang batangnya saja dapat mencapai 3 meter yang menjuntai ke bawah, daunnya tersusun di sebelah kiri dan kanan batang dengan panjang 50-100 cm dan lebar 3-4 cm. Tangkai bunganya akan muncul dari pangkal batang sepanjang 2-3 meter dan menghasilkan 50-100 kuntum bunga yang cantik.

Tanaman anggrek merupakan famili yang memiliki jumlah keanekaragaman sangat besar, yaitu terdiri dari 700 genus dan 35.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Anggrek umumnya hidup secara epifit di batang-batang pohon di hutan tropis, namun ada pula yang hidup secara terestrial di atas permukaan tanah, saprofit atau lithofit (dipermukaan batu).

Untuk anggrek raksasa ini pertumbuhannya secara monopodial, dimana ujung-ujung batangnya memiliki pertumbuhan tidak terbatas dengan pertumbuhan yang satu arah ke atas, walaupun kadang kala muncul anakan pada bagian tubuhnya (dikutip dalam penelitian Heriyadi (2014), Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).

anggrek raksasa

Anggrek raksasa (Grammathophyllum Speciosum Blume). Foto: wikimedia commons

Anggrek raksasa memiliki beragam tipe. Kekhasan dari bunga anggrek ini adalah bertipe bunga bulat dengan warna kuning dan terdapat bintik-bintik corak berwarna cokelat, merah atau merah kehitam-hitaman.

Keunggulan bunga anggrek raksasa ialah semakin tua tanamannya maka bunganya pun bertambah banyak. Ketahanan anggrek ini dapat hidup hingga 2 bulan, dan membutuhkan sinar matahari langsung. Apabila anggrek ini disilangkan maka akan menghasilkan warna lain dari induknya. Terbayangkan bagaimana cantiknya bunga anggrek ini?

Ancaman lingkungan terutama pengalihan fungsi habitat makhluk hidup di alam, menjadikan anggrek cantik ini tidak luput dari ancaman kelangkaan. Pembukaan lahan baik perumahan, perindustrian dan pertanian berdampak terhadap kelangkaan anggrek raksasa, ditambah lagi pertumbuhannya yang sangat lamban menjadi salah satu faktor penunjang kelangkaan. Karena kelangkaan tersebut maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 tahun 1999, anggrek termasuk ke dalam tanaman yang dilindungi.

Adanya bunga anggrek raksasa yang telah lama di tanam di Kebun Raya Bogor menjadi sebuah nilai keunggulan tersendiri, dan sudah sepatutnya pula kita mengapresiasi upaya perlindungan anggrek langka yang menjadi bunga kebanggaan Indonesia.

Oleh karena itu, mari kita mengenal dan bangga akan keanekaragaman jenis-jenis anggrek yang ada di Indonesia. Anggrek sudah sejak lama menjadi primadona bunga khas negara ini, jangan biarkan identitasnya punah di makan oleh waktu dan ketidaktahuan kita akan keberadaan mereka.

anggrek raksasa

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/grammathophyllum-speciosum-blume-si-anggrek-raksasa-unggulan-kebun-raya-bogor/feed/ 0
Spesies Baru dari Kelompok Anggrek Hantu Dipublikasikan https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/#respond Tue, 05 Sep 2017 07:03:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=18457 Peneliti LIPI dari Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Destario Metusala bersama dengan peneliti biologi konservasi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mempublikasikan spesies baru anggrek dari Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Purwodadi, Destario Metusala bersama dengan peneliti biologi konservasi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna mempublikasikan spesies baru anggrek dari Indonesia pada Jurnal Ilmiah Internasional Phytotaxa. Spesies baru anggrek tersebut berasal dari kelompok anggrek holomikotropik atau kerap disebut anggrek hantu dan diberi nama ilmiah Gastrodia bambu.

“Spesies anggrek baru ini berasal dari Pulau Jawa dan dipublikasikan pada pertengahan Agustus 2017,” terang Destario seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Senin (04/09).

BACA JUGA: Kebun Raya Bogor Luncurkan Perangko Seri Anggrek 34 Provinsi

Penelitian spesies baru ini, katanya, sejalan dengan prioritas riset BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI maupun Indigenous Studies di Universitas Indonesia untuk mendukung penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya spesies endemik di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan kolaborasi dan sinergi riset antara BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI dengan Universitas Indonesia dalam bidang konservasi biodiversitas akan semakin meningkat ke depannya.

Dalam keterangan resmi tersebut dijelaskan bahwa Gastrodia bambu memerlukan kondisi ekologi yang sangat spesifik. Tumbuhan ini sensitif terhadap perubahan lingkungan karena spesies anggrek jenis ini sangat peka terhadap kekeringan, intensitas cahaya berlebih, dan juga perubahan pada media tumbuhnya. “Anggrek ini menyukai habitat yang gelap, lembab, dan selalu berdekatan dengan rumpun bambu lebat yang sudah tua. Karena itulah mengapa spesies ini memiliki kesan angker,” katanya.

anggrek hantu

Anggrek hantu (Gastrodia bambu). Foto: dok. Destario Metusala

Aroma ikan busuk

Gastrodia bambu memiliki bunga berbentuk lonceng dengan ukuran panjang 1,7-2 cm dan lebar 1,4-1,6 cm. Bunga didominasi warna coklat gelap dengan bagian bibir bunga berbentuk mata tombak memanjang bercorak jingga. Pada satu perbungaan dapat menghasilkan hingga 8 kuntum bunga yang mekar secara bergantian. Bunga menghasilkan aroma ikan busuk untuk mengundang serangga polinator. Perbungaan muncul dari tanah berseresah di bawah rumpun-rumpun bambu tua pada ketinggian 800 – 900 m dpl.

Kelompok anggrek hantu sendiri merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis, namun tidak bersifat parasit. Oleh karena itu, seluruh daur hidupnya menggantungkan suplai nutrisi organik melalui simbiosis dengan jamur mikoriza.

Anggrek kelompok holomikotropik ini umumnya hanya muncul pada satu periode pendek (2-4 minggu) dalam satu tahun. Perbungaannya secara tiba-tiba akan muncul dari permukaan tanah/seresah, kemudian setelah 1-2 minggu perbungaan akan layu busuk dan lenyap. Kombinasi warna bunga genus Gastrodia pun tidak pernah mencolok, umumnya berkisar pada putih, kekuningan, hingga kecoklatan.

BACA JUGA: Dua Abad Kebun Raya Bogor, Ini Kontribusinya Bagi Lingkungan

Gangguan pada habitat anggrek tersebut salah satunya akibat pembukaan rumpun bambu. Jika bambu dibabat, diduga akan berdampak terhadap perubahan kelembaban, intensitas cahaya dan juga sifat biologi pada media tumbuhnya, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan populasi anggrek ini. Adanya perubahan iklim global mampu menyebabkan perubahan intensitas curah hujan tahunan, diperkirakan juga sangat memengaruhi periode perbungaan dan pertumbuhan populasi anggrek holomikotropik ini.

Tidak seperti tumbuhan anggrek pada umumnya. Hingga saat ini, spesies Gastrodia bambu dan kebanyakan anggrek holomikotropik lainnya, masih belum dapat dibudidayakan maupun ditumbuhkan di luar habitat aslinya. Hal tersebut menjadi misteri sekaligus tantangan utama dalam upaya konservasinya. Penelitian terkait kemampuan adaptasi spesies ini dalam menghadapi perubahan iklim masih terus dilakukan melalui analisis anatomi dan fisiologi.

Untuk pemilihan nama Gastrodia bambu pada anggrek ini berasal dari habitatnya yang spesifik di sekitar rumpun-rumpun bambu. Dari habitatnya tersebut, nama pun muncul dari Bahasa Indonesia, yakni “Bambu”. Sehingga, nama lengkap spesies baru itu pun menjadi Gastrodia bambu. Berdasarkan catatan rekaman populasinya, spesies ini merupakan anggrek endemik yang hanya ada di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat dan Yogyakarta. Populasinya pun terbatas dan menghadapi tekanan degradasi habitat yang tinggi.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/spesies-baru-kelompok-anggrek-hantu-dipublikasikan/feed/ 0
Anggrek Hitam yang Tak Sepenuhnya Hitam https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-tak-sepenuhnya-hitam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-hitam-tak-sepenuhnya-hitam https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-tak-sepenuhnya-hitam/#respond Fri, 02 Jun 2017 08:54:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=17159 Sebagian besar orang mengira bahwa anggrek hitam (Coelogyne pandaruta Lindl) berwarna hitam secara keseluruhan. Padahal, flora dari Kalimantan Timur yang bisa dijumpai di Kebun Raya Bogor ini tidak sepenuhnya hitam, lho.]]>

Bunga Anggrek yang Kusayang, Kini Tersenyum Berdendang…

Bila Engkau Butuhkan, Matahari kan Bersinar Lagi..

Sepenggal lirik dari judul lagu ‘Setangkai Anggrek Bulan’ menjadi sebuah lagu nostalgia terpopuler yang paling banyak dinyanyikan oleh para musisi Indonesia. Tidak dipungkiri lagi bahwa anggrek adalah tanaman yang cocok untuk dijadikan sumber inspirasi sebuah karya seni karena tersimpan keindahan pada bunga ini.

Anggrek merupakan “Panda di Dunia Tumbuhan” karena tingkat kelangkaannya dan perdagangan anggrek dilindungi dalam Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Liar Hewan dan Tumbuhan Langka (CITES) Appendix I dan II.

Mari sedikit mengulas fakta mengenai anggrek. Berdasarkan sumber Kebun Raya Bogor (KRB), anggrek merupakan anggota terbesar dari tumbuhan berbunga meliputi 8 persen dari total tumbuhan berbunga di dunia. Anggrek paling purba diperkirakan sudah ada sejak 80 juta tahun yang lalu di masa dinosaurus.

Anggrek dapat tumbuh dimana saja, terutama di daerah tropis dan subtropis. Ia juga dapat tumbuh di berbagai ketinggian dari batas permukaan laut hingga 5.000 meter diatas permukaan laut dengan berbagai kondisi lingkungan, kecuali di perairan terbuka dan gurun pasir.

Flora ini memiliki daur hidup yang rumit dan membutuhkan interaksi khusus antara tumbuhan, jamur dan hewan. Disamping itu, anggrek mempunyai nilai ekonomis yang tinggi untuk industri holtikultura, bunga potong, obat-obatan dan parfum.

Salah satu jenis anggrek yang akan dibahas secara mendalam pada artikel ini ialah jenis ‘anggrek hitam’ atau Coelogyne pandaruta Lindl. Anggrek hitam merupakan spesies anggrek yang tumbuh di Kalimantan. Tak heran apabila anggrek hitam ini menjadi maskot flora provinsi Kalimantan Timur, dengan nama daerah yaitu Kersik luwai.

Akan tetapi, semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan membuat habitat flora ini mengalami penurunan jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu, berdasarkan PP No. 7/1999, anggrek hitam menjadi salah satu tanaman yang dilindungi di Indonesia karena terancam punah.

Anggrek jenis ini masih dapat ditemukan seperti di Cagar Alam Kersik Luway, serta kawasan konservasi seperti di Kebun Raya Bogor. Diasumsikan juga kolektor-kolektor anggrek banyak yang memilikinya.

Flora ini hidup bergerombol membentuk rumpun (WWF, 2011). Bagian pangkalnya memiliki umbi yang berbentuk bulat telur agak pipih, dengan dua helai daun elips yang menjulang keatas. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Bunga anggrek hitam berbentuk tangkai dengan jumlah kuntum bunga antara 5-10 kuntum per tangkai.

Berdasarkan informasi penulis di lapangan, anggrek hitam yang terdapat di Griya Anggrek KRB terakhir berbunga 5 bulan yang lalu, dimana bunga ini mengandalkan cuaca dan kelembapan suhu yang harus terjaga agar anggrek dapat melakukan pembungaan.

“Anggrek itu tergantung pada cuaca dan suhu. Pembungaannya tidak dapat ditentukan. Apabila suhu panas maka mereka akan cepat menguap. Umumnya kami melakukan penyiraman satu hari dua kali,” ujar Bapak Culur dari bagian Pemelihara Koleksi Tanaman Anggrek Rumah Kaca, KRB.

Beliau juga menyatakan bahwa keunikan dari anggrek hitam (Coelogyne pandaruta Lindl) terdapat pada kelopaknya yang berwarna hijau dan memiliki garis-garis hitam. Sebagian besar orang mengira bahwa anggrek hitam berwarna hitam secara keseluruhan. Warna daripada anggrek ini didominasi oleh warna hijau kekuningan pada bagian kelopak dan mahkotanya, pada bagian bibir bunga berwarna hitam yang bagian dalamnya terdapat bintik-bintik warna hitam dengan kombinasi garis-garis hitam.

Pada ulang tahun KRB yang ke dua abad pada tanggal 18 Mei 2017 lalu, KRB meluncurkan perangko seri anggrek 34 provinsi (Greeners.co, 13 Mei 2017). Peluncuran perangko ini adalah bentuk usaha untuk mempromosikan kekayaan anggrek di Indonesia.

anggrek hitam

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-hitam-tak-sepenuhnya-hitam/feed/ 0
Anggrek Flame of Irian, Membara di Hutan Papua https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-flame-of-irian-membara-di-hutan-papua/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-flame-of-irian-membara-di-hutan-papua https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-flame-of-irian-membara-di-hutan-papua/#comments Tue, 07 Jul 2015 05:01:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=10190 Hasil survey Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di tahun 2005 menemukan ada 2.770 jenis anggrek hidup di Pulau Papua. Anggrek Flame of Irian (Mucuna Novaeguinea) merupakan salah satu flora […]]]>

Hasil survey Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di tahun 2005 menemukan ada 2.770 jenis anggrek hidup di Pulau Papua. Anggrek Flame of Irian (Mucuna Novaeguinea) merupakan salah satu flora endemik yang ada di Pulau Papua, Indonesia. Jenis flora yang satu ini sering disebut juga dengan kuku macan.

Flame of Irian tumbuh optimal pada hutan dataran rendah dengan suhu panas berkisar 30-35 derajat Celsius dan memiliki masa berbunga 3-5 kali dalam sebulan. Ukuran anggrek jenis ini dapat mencapai 40-60 cm dan tumbuh merambat dengan tinggi hingga 5 meter.

Anggrek flame of Irian memiliki bunga yang berkelompok dan menjuntai. Kerapatan daun tanaman ini membuatnya cocok digunakan sebagai penutup pergola yang dapat melindungi dari panas matahari namun tetap bisa dimasuki air saat hujan.

Anggrek Flame of Irian (Mucuna Novaeguinea). Foto: http://kidnesia.com

Anggrek Flame of Irian (Mucuna Novaeguinea). Foto: http://kidnesia.com

Salah satu yang mencolok dari anggrek flame of Irian adalah warna merah merona dan hitam sebagai ciri khasnya. Selain itu, puluhan kuntum bunga yang bergerombol dan bertingkat sekilas menjadikan anggrek flame of Irian seperti api yang membara di antara pepohonan.

Anggrek jenis ini merupakan spesies langka dan beberapa ahli menyebutnya sebagai anggrek terindah di dunia. Anggrek flame of Irian hanya bisa ditemukan di kawasan cagar alam Pegunungan Arfak, Manokwari, Provinsi Papua Barat. Beragamnya vegetasi tumbuhan liar membuat kawasan ini kaya akan tanaman berkhasiat obat yang dapat dikembangkan untuk keperluan medis seperti menyembuhkan penyakit.

Masyarakat suku Arfak sendiri memiliki pengetahuan pengobatan tradisional (etno-medicine) dalam memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan tertentu sebagai penyembuh penyakit atau menjadi bahan ramuan pada ritual-ritual adat, salah satunya anggrek flame of Irian.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-flame-of-irian-membara-di-hutan-papua/feed/ 2
Pohon 40 Buah, Pohon Dongeng Yang Nyata https://www.greeners.co/ide-inovasi/pohon-40-buah-pohon-dongeng-yang-nyata/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-40-buah-pohon-dongeng-yang-nyata https://www.greeners.co/ide-inovasi/pohon-40-buah-pohon-dongeng-yang-nyata/#respond Tue, 19 Aug 2014 01:00:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=5448 Dalam sebuah perpaduan seni dan alam, Sam Van Aken telah menghidupkan sebuah pohon dongeng yang dapat mekar dalam berbagai warna dan menghasilkan 40 jenis buah yang berbeda. Seniman dan professor […]]]>

Dalam sebuah perpaduan seni dan alam, Sam Van Aken telah menghidupkan sebuah pohon dongeng yang dapat mekar dalam berbagai warna dan menghasilkan 40 jenis buah yang berbeda. Seniman dan professor seni Universitas Syracuse ini menciptakan dan menyilangkan pohon buah yang menghasilkan lebih dari 40 jenis buah seperti ceri, plum, persik, aprikot hingga almond.

Menurut My Modern Met, Aken dibesarkan di perkebunan. Ia kemudian membeli sebuah tanaman anggrek di New York yang terancam mati. Dalam prosesnya, ia akhirnya menyelamatkan banyak varietas buah langka dan mulai bereksperimen dengan menyilangkan berbagai pohon buah untuk menciptakan pohon dongengnya, Pohon 40 Buah.

Foto: mymodernmet.com

Van Aken menciptakan pohon ini melalui proses okulasi – ia mengambil sepotong ranting dari pohon buah yang memiliki tunas kemudian menempelkannya ke dalam sayatan di pohon utama. Setelah direkatkan, cabang pohon akan pulih dan kemudian dipangkas kembali untuk merangsang pertumbuhan cabang alami pada pohon.

Pada musim semi, pohon bermekaran menjadi jalinan warna yang berbeda, seperti pink, ungu, dan putih. Ini menjadi pemandangan yang menakjubkan dari buah-buahan langka dan unik di musim panas. Sudah pasti sebuah pengalaman yang layak dinanti setiap musim semi.

Foto: mymodernmet.com

“Pertama dan yang utama adalah saya melihat pohon ini sebagai sebuah karya seni,” ungkap Van Aken pada Epicurious. “Saya ingin pohon ini bertransformasi setiap hari. Ketika pohon ini tanpa diduga mekar dalam berbagai warna, atau ketika anda melihat beberapa jenis buah yang berbeda bergantungan di cabang pohon, itu semua bukan hanya mengubah bagaimana cara anda memandangnya, namun juga mengubah bagaimana cara anda memersepsikan (segala hal) secara umum,” katanya.

Pohon dongeng ini juga menjaga varietas pohon yang berbeda sebagai bentuk konservasi, terutama pohon-pohon buah langka. Van Aken berkata, “Dengan cara seperti ini, pohon ini menjadi arsip sejarah pertanian di tempat dimana pohon ini berada, dan untuk menjaga varietas lokal yang mulai langka.”

Foto: mymodernmet.com

Hingga saat ini, sang seniman telah menumbuhkan 16 jenis “pohon dongeng” yang tersebar di beberapa lokasi di penjuru Amerika Serikat. Diantaranya, di museum, pusat kegiatan komunitas dan menjadi beberapa koleksi seni pribadi. Van Aken kini berencana untuk menumbuhkan sebuah pohon anggrek mini dengan buah hasil persilangan di kota New York.

(G33)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/pohon-40-buah-pohon-dongeng-yang-nyata/feed/ 0
Anggrek Si Cantik Alami Penyerap Polutan dan Penat https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-si-cantik-alami-penyerap-polutan-dan-penat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-si-cantik-alami-penyerap-polutan-dan-penat https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-si-cantik-alami-penyerap-polutan-dan-penat/#comments Mon, 11 Feb 2013 02:42:08 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_kehati&p=3347 Dewasa ini kehidupan telah menuntut kita untuk bergerak serba cepat. Hasilnya, bukan ketenangan yang didapat, melainkan stress, penat, dan lesu yang berkepanjangan. Sebenarnya ada satu trik mudah untuk mengatasi masalah […]]]>

Dewasa ini kehidupan telah menuntut kita untuk bergerak serba cepat. Hasilnya, bukan ketenangan yang didapat, melainkan stress, penat, dan lesu yang berkepanjangan. Sebenarnya ada satu trik mudah untuk mengatasi masalah ini. Apakah Anda merasa lebih tenang setelah melakukan liburan ke tempat yang alami? Jika jawabannya adalah ya, berarti tidak ada salahnya untuk membawa sifat-sifat alami ke rumah Anda. Daripada harus menjauh dari kota dan pergi ke pedalaman, mengapa tidak memanfaatkan tanaman hias untuk membantu meredam penat Anda?

Oleh Irma Chantily | Foto oleh Arya Fajar | Artikel ini diterbitkan pada edisi 04 Vol. 2 Tahun 2007

 

Karena keindahannya, manusia selalu menggunakan Anggrek sebagai simbol dari cinta dan kemewahan. Selain itu, bangsa Yunani biasa menganalogikan Anggrek dengan maskulinitas. Pasalnya kata Anggrek, dalam bahasa Inggris adalah Orchid, yang disadur dari bahasa Yunani pada pertengahan abad ke-16. Sadurannya adalah Orchis, yang berarti alat kelamin pria. Sementara itu, pada jaman dulu bangsa Tiongkok percaya bahwa Anggrek merupakan tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari tubuh kaisar mereka.

Kemudian, munculnya Anggrek dalam mimpi seseorang dipercaya sebagai simbol representasi dari kebutuhan yang mendalam akan kelembutan, romantisme, dan kesetiaan dalam suatu hubungan. Bahkan, pada suatu masa, Anggrek pernah menjadi bahan utama dalam membuat ramuan cinta. Baru pada abad ke-18 mengoleksi Anggrek mulai menjadi kegiatan yang dilakukan di seluruh dunia.

Selain sebagai simbol-simbol dalam kehidupan manusia, Anggrek pun memiliki fungsi nyata. Salah satunya adalah peranannya dalam pengembangan teknik pengobatan yang menggunakan tumbuh-tumbuhan. Selain itu ada juga jenis Anggrek yang bermanfaat sebagai bumbu atau sebagai bahan dasar minyak wangi. Contohnya adalah rasa vanilla pada pembuatan es krim.

Taksonomi Anggrek, Famili Orchidaceae, telah berkembang perlahan namun pasti selama 150 tahun. Menurut Wikipedia, taksonomi Anggrek dimulai pada 1753 oleh Carolus Linnaeus yang menemukan delapan genus. Pada 1789 De Jussieu menemukan bahwa Orchidaceae merupakan jenis famili yang berbeda. Olof Swartz kemudian menemukan 25 genus pada 1800. Langkah selanjutnya diambil oleh John Lindley yang sejak 1830 hingga 1840 menemukan empat subfamili Anggrek. Lindley-lah yang kini dikenal sebagai Bapak Taksonomi Anggrek.

Secara alami, Anggrek hidup epifit pada pohon dan ranting-ranting tanaman lain. Namun dalam pertumbuhannya, Anggrek dapat ditumbuhkan dalam pot yang diisi media tertentu.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Anggrek, seperti sinar matahari, kelembaban dan temperatur serta pemeliharaan.

Pada umumnya Anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28 + 2° C dengan temperatur minimum 15° C.  Anggrek tanah pada umumnya lebih tahan panas dari pada anggrek pot.  Namun hati-hati, sebab temperatur yang terlampau tinggi dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat menghambat pertumbuhan Anggrek.

Kelembaban nisbi (RH) yang diperlukan untuk anggrek berkisar antara 60–85%.  Kelembaban yang tinggi berfungsi untuk menghindari penguapan yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, pada malam hari hendaknya kelembaban dijaga agar akar tunas-tunas muda tidak menjadi busuk.

Varietas dari tanaman hias yang digandrungi banyak orang ini sangat beragam. Bahkan hingga hari ini masih dapat ditemukan varietas-varietas baru. Namun jika dilihat dari pola pertumbuhannya, tanaman Anggrek dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu, simpodial dan monopodial.  Anggrek tipe simpodial pada umumnya bersifat epifit. Anggrek tipe ini tidak memiliki batang utama, bunga keluar dari ujung batang dan berbunga kembali dari anak tanaman yang tumbuh. Kecuali Anggrek jenis Dendrobium sp. yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh dari Anggrek tipe simpodial antara lain Dendrobium sp., Cattleya sp., Oncidium sp.,dan Cymbidium sp.  Anggrek tipe simpodial.

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/anggrek-si-cantik-alami-penyerap-polutan-dan-penat/feed/ 1
Anggrek Pensil Hampir Punah di Rumahnya Sendiri https://www.greeners.co/berita/anggrek-pensil-hampir-punah-di-rumahnya-sendiri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=anggrek-pensil-hampir-punah-di-rumahnya-sendiri https://www.greeners.co/berita/anggrek-pensil-hampir-punah-di-rumahnya-sendiri/#respond Thu, 24 May 2012 03:01:21 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2831 Bengkulu (Greeners) – Keindahan anggrek ini mampu menawan pemerintah dan masyarakat Inggris sehingga pada 1882 dinobatkan sebagai “Ratu Anggrek” dan mendapat hadiah “First Class Certificate”. Namun, di habitatnya Danau “Dendam […]]]>

Bengkulu (Greeners) – Keindahan anggrek ini mampu menawan pemerintah dan masyarakat Inggris sehingga pada 1882 dinobatkan sebagai “Ratu Anggrek” dan mendapat hadiah “First Class Certificate”. Namun, di habitatnya Danau “Dendam Tak Sudah” sekitar dua kilometer dari pusat Kota Bengkulu, anggrek langka ini kian sulit ditemui.

Menurut Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Said Jauhari, Anggrek Pensil atau dikenal dengan nama latin Papilionanthe hookerina masuk dalam spesies terancam punah.

“Cagar Alam Dusun Besar atau lebih dikenal dengan Danau ‘Dendam Tak Sudah’ memang menjadi habitat asli anggrek pensil ini tapi semakin sulit ditemui,” katanya, Rabu.

Hasil penelusuran dalam lima tahun terakhir, katanya, flora itu tidak ditemukan lagi di habitat aslinya. Namun, keterangan dari sejumlah nelayan yang sehari-hari menjala ikan dengan peralatan tradisional di danau, mereka mengaku masih menemukan anggrek pensil di sekitar tumbuhan bakung yang banyak terdapat di danau itu.

“Kami belum pernah membuktikan keterangan itu karena memang medannya sulit harus masuk ke rawa,” tambahnya.

Said mengatakan pada dekade 1970-an, Anggrek Pensil di Danau Dendam Tak Sudah memasuki masa jayanya. Dokumentasi Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan populasi yang tinggi dari anggrek tersebut dan serentak memunculkan bunga pada masanya.

Namun, seperti spesies langka lainnya di tanah air, eksploitasi membuat populasi menyusut drastis dan sejak awal 1990-an, Anggrek Pensil mulai langka. Kondisi yang semakin terancam punah itu membuat BKSDA Bengkulu berupaya untuk melakukan perbanyakan dan melepasliarkan kembali ke danau pada 2007 dan 2008.

Saat itu, perbanyakan menggunakan stek batang anggrek sehingga membutuhkan banyak tanaman untuk keperluan perbanyakan. Jumlah anggrek yang tumbuh dan dilepas sekitar 32 batang, namun beberapa saat setelah dilepasliaskan atau di-restocking, tumbuhan itu tidak luput dari pencurian.

“Setelah dilepas dan kami melakukan monitoring, ada 13 batang yang hilang, jadi saat ini tersisa 19 batang,” katanya.

Populasi yang ada kembali diperbanyak pada tahun ini melalui metode kultur jaringan atau perbanyakan lewat sel tumbuhan. Keunggulan metode ini selain tidak membutuhkan inang yang banyak juga dapat menumbuhkan ribuan tanaman dari salah satu bagian tumbuhan.

“Kami mengambil bagian tunas dan dilakukan perbanyakan dengan kultur jaringan, saat ini sedang dalam proses penumbuhan,” katanya.

Said mengharapkan peran masyarakat untuk menjaga anggrek tersebut dari kepunahan. Gangguan terhadap kawasan Cagar Alam Dusun Besar yakni alih fungsi untuk kebun dan permukiman membuat spesies unik itu semakin terancam dari kelestarian.

“Anggrek Papillionanthe hookeriana menurut PP Nomor 77 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa termasuk jenis tumbuhan yang di lindungi,” katanya.

Selain endemik dalam Cagar Alam Dusun Besar, anggrek pensil juga dapat ditemui di Vietnam, Thailand, Malaysia dan Pulau Kalimantan. Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Lobb di Labuan Kalimantan. Nama Papillionanthe hookeriana diberikan sebagai penghormatan terhadap Sir William Jackson Hooker seorang mahaguru ahli botani yang pernah menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Kew, Inggris. (G20)

]]>
https://www.greeners.co/berita/anggrek-pensil-hampir-punah-di-rumahnya-sendiri/feed/ 0