Anthurium - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/anthurium/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 07 Apr 2021 03:06:18 +0000 id hourly 1 Kontes Aroid Nasional 2021: Ajang Interaksi Pehobi Tanaman Hias Jenis Aroid https://www.greeners.co/aksi/kontes-aroid-nasional-2021-ajang-interaksi-pehobi-tanaman-hias-jenis-aroid/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kontes-aroid-nasional-2021-ajang-interaksi-pehobi-tanaman-hias-jenis-aroid https://www.greeners.co/aksi/kontes-aroid-nasional-2021-ajang-interaksi-pehobi-tanaman-hias-jenis-aroid/#respond Tue, 06 Apr 2021 04:56:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=32319 Minat masyarakat terhadap hobi tanaman hias khususnya jenis Aroid meningkat pesat. Para pelaku budidaya tanaman hias meraup untung yang cukup tinggi dikala industri lain justru mengalami tantangan untuk bertahan. Jakarta […]]]>

Minat masyarakat terhadap hobi tanaman hias khususnya jenis Aroid meningkat pesat. Para pelaku budidaya tanaman hias meraup untung yang cukup tinggi dikala industri lain justru mengalami tantangan untuk bertahan.

Jakarta (Greeners) – Menjawab kondisi tersebut, Indonesian Aroid Society menggelar Kontes Aroid Nasional pada Minggu 4 April 2021 di Godong Ijo, Bojong Sari Depok, Jawa Barat.

Antusiasme peserta kontes terlihat cukup tinggi dari total pendaftar yang mencapai 400 tanaman hias. Seluruhnya terbagi dalam kelas Aglaonema, Monstera, Philodendron, Anthurium, hingga kelas Varigata.

Ketua Pelaksana Kontes Aroid Nasional 2021 Agustinus, mengatakan bahwa pada kontes kali ini, para peserta bebas untuk mendaftarkan berapapun tanaman Aroid yang mereka miliki, tidak ada minimal maupun maksimal.

“Jadi masing-masing peserta boleh bawa sepuluh, dua puluh boleh, tidak ada batasan,” jelasnya kepada Greeners, Minggu (4/4/2021)

BACA JUGA : Indonesian Aroid Society: Indonesia Harus Jadi Basis Tanaman Hias Dunia

Kontes Aroid untuk Meningkatkan Perekonomian

Ketua Indonesian Aroid Society Ery Erlangga, mengatakan tujuan diadakannya kontes Aroid Nasional ini adalah untuk meningkatkan pasar tanaman hias, khususnya jenis Araceae.

“Harapannya tentu menggairahkan pasar tanaman hias khususnya di keluarga Araceae atau Aroid di tingkat Nasional, juga nanti kalau misalnya publikasinya sampai Internasional karena demand sedang tinggi kan mungkin juga akan membuka market baru,” jelas Ery.

Kontes Aroid Nasional kali ini juga mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari pelaku dan pehobi tanaman hias daerah luar pulau Jawa, terbukti beberapa peserta kontes berasal dari Pekanbaru dan Bali selain tentunya wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam sesi peresmian acara kontes, Mohammad Idris selaku Walikota Depok mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam memajukan budaya dan perekonomian.

“Iya ini salah satu bentuk untuk bisa kita mewujudkan peningkatan perekonomian, laju pertumbuhan ekonomi kita semakin bagus dan juga tentang masalah mengurangi pengangguran yang sekarang sudah 9,2%,” pungkasnya

BACA JUGA : Greg Hambali: Pakar Hortikultura yang Tak Henti Muliakan Tanaman

Kriteria Penilaian Kontes 

Agustinus menyebut untuk Kontes Aroid Nasional 2021, para juri melihat dan menilai dari 3 aspek utama tanaman, yaitu:

  1. Performance, melihat penampilan dengan jarak jauh seperti keserasian, kerapian, dan bagaimana penampilan secara keseluruhan dengan bobot nilai 30.
  2. Kesehatan, melihat penampilan dengan jarak dekat, bagaimana kesehatan daun dari tanaman tersebut dengan bobot nilai 30.
  3. Karakter, bagaimana bentuk daun dari tanaman dan kelangkaan dari tanaman tersebut dengan bobot nilai 40.

Lebih lanjut Agustinus berharap, acara Kontes Aroid Nasional kali ini menjadi awalan diadakannya kontes-kontes tanaman hias Aroid di kota-kota lainnya.

“Semoga bisa menjadi annual ya, setiap tahun. Tapi kemungkinan besar sih di daerah-daerah juga udah setiap bulan mungkin akan ada kontes Aroid, seperti di Jogja, Solo, Malang, Bali maupun Jabodetabek,” tutupnya.

Penulis: Zahra Shafira

 

 

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kontes-aroid-nasional-2021-ajang-interaksi-pehobi-tanaman-hias-jenis-aroid/feed/ 0
Bisik-Bisik Kuping Gajah, Ayo Kita Intip Daunnya yang Berkilau https://www.greeners.co/flora-fauna/kuping-gajah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kuping-gajah https://www.greeners.co/flora-fauna/kuping-gajah/#respond Thu, 31 Dec 2020 00:00:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=30790 Gencarnya hobi tanaman hias di Tanah Air membuat beberapa dari jenis tanaman menjadi incaran para kolektor, seperti pada genus Anthurium. Salah satu jenis Anthurium yang sedang ramai awam bicarakan adalah kuping gajah.]]>

Gencarnya hobi tanaman hias di Tanah Air membuat beberapa dari jenis tanaman menjadi incaran para kolektor, seperti pada genus Anthurium. Salah satu jenis Anthurium yang sedang ramai awam bicarakan adalah kuping gajah.

Genus Anthurium termasuk tanaman dari familia Araceae. Tanaman ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias seperti Aglaonema, Philodendron, dan keladi hias.

Nama Anthurium berasal dari bahasa Yunani yaitu anthos dan oura, artinya bunga ekor. Anthurium banyak warga tanam sebagai tanaman hias bunga, misalnya A. adreanum dan A. shezerianum.

Genus ini pun banyak warga berdayakan sebagai tanaman hias daun, seperti A. plowmanii, A. hookeri, dan A. jenmanii.

Tanaman dari Benua Amerika

Tanaman asal Amerika ini masuk ke Indonesia mungkin oleh pecinta tanaman hias. Salah satu spesies yang telah lama masyarakat pelihara yaitu kuping gajah (A. clarynervium, A. crystallinum).

Kuping gajah (Anthurium crystallinum) atau tail flower dan crystal anthurium dalam penamaan bahasa Inggris, merupakan jenis tanaman epifit.

Menurut pakar, nama ‘crystallinum’ merujuk pada kilau pada daun apabila dilihat dari dekat dalam cahaya yang terang, mereka berkilau seolah-olah terbuat dari krital-kristal kecil.

Kehadiran kuping gajah sebagai tanaman penghias rumah memberikan kesan dan nuansa klasik dan homey.

kuping gajah

Menurut pakar, nama ‘crystallinum’ merujuk pada kilau pada daun apabila dilihat dari dekat dalam cahaya yang terang, mereka berkilau seolah-olah terbuat dari krital-kristal kecil. Foto: Shutterstock.

Morfologi Anthurium crystallinum

Dari sisi morfologi, tanaman ini memiliki panjang batang sampai 25 cm dengan diameter 2–2,5 cm, beruas pendek, dan berwarna hijau.

Pada daunnya terdapat belahan, lebar daun 1,5–1,7 cm, akar pendek, serta tebal.

Daunnya berwarna hijau gelap, dengan beludru pada lembaran daunnya, dan ruas daun berwarna pucat. Corak daun terbentuk dari tulang-tulang daun yang umumnya berwarna lebih muda.

Menilik bunganya, bagian bunga kuping gajah tergolong bunga majemuk bertipe “tongkol” yang berseludang (spatha), tegak-menyebar, panjang tangkai bunga 10–28 cm, diameter 4–5 mm, tangkai kadang-kadang berwarna merah-violet, spathe berwarna merah-violet.

Baca juga: Harimau Sumatra, Satwa Endemik yang Tersingkirkan

Cara Merawat Kuping Gajah

Jika Anda memutuskan untuk mengadopsi tanaman ini, berikut beberapa tips bagi Anda. Untuk merawat tanaman hias ini, perlu kehangatan dan kelembapan agar dapat tumbuh dengan baik.

Perlu Anda ingat, kuping gajah cocok hidup di daerah tropis dan subtropis. Di luar daerah tropis dan subtropis, tanaman ini perlu Anda pelihara sebagai tanaman rumah atau di rumah kaca.

Ketika Anda menyimpannya sebagai tanaman rumah, ia membutuhkan sinar atau cahaya yang penuh (min 160C).

Tanaman ini juga dapat Anda tanam di luar ruangan secara epifit, di tempat yang hangat dan lembab atau di tanah yang lembab, kasar, dan kaya humus.

Bila melihat harga jual kuping gajah di toko online, tanaman ini dibanderol mulai dari harga termurah Rp15.000 sampai termahal Rp600.000. 

Taksonomi Kuping Gajah

taksonomi kuping gajah

Referensi:

Ir. Nirmala Friyanti Devi, dkk.,

Muhammad Falah, dkk. 

Penulis: Sarah R. Megumi

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kuping-gajah/feed/ 0