bahan kimia obat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bahan-kimia-obat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 24 Oct 2022 06:31:25 +0000 id hourly 1 Jangan Asal Buang Sampah Obat, Bisa Cemari Lingkungan https://www.greeners.co/berita/jangan-asal-buang-sampah-obat-bisa-cemari-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-asal-buang-sampah-obat-bisa-cemari-lingkungan https://www.greeners.co/berita/jangan-asal-buang-sampah-obat-bisa-cemari-lingkungan/#respond Mon, 24 Oct 2022 06:31:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=37756 Jakarta (Greeners) – Penarikan sirop parasetamol dan obat berbasis sirop membuat masyarakat panik. Jika memiliki obat berbahan sirop itu di rumah dan tak boleh lagi dikonsumsi, membuangnya tidak boleh sembarangan. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penarikan sirop parasetamol dan obat berbasis sirop membuat masyarakat panik. Jika memiliki obat berbahan sirop itu di rumah dan tak boleh lagi dikonsumsi, membuangnya tidak boleh sembarangan. Jangan sampai sampah obat itu mencemari lingkungan.

Pakar Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Mahawan Karuniasa mengatakan, sampah obat menjadi suatu hal yang baru di tengah kondisi seperti pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini.

“Membuang sampah obat-obatan ini menjadi satu hal yang baru seperti masker ketika terjadi Covid-19. Ini hal yang baru yang kita sebelumnya tidak terpikirkan,” kata Mahawan kepada Greeners, di Jakarta, Senin (24/10).

Tak jarang masyarakat membuang begitu saja obat sisa atau obat kedaluwarsa. Padahal bisa saja senyawa yang terkandung dalam sampah obat tersebut mencemari lingkungan.

“Kalau kita punya obat di rumah kemudian kita buang. Ini kan jumlahnya sedikit sekali dibandingkan sampah makanan atau sampah yang lain sehingga langsung dibuang saja,” katanya.

Menurutnya mengubah perilaku masyarakat mengenai membuang sisa obat agar aman dan tidak mencemari lingkungan ini masih sulit sekaligus tantangan yang besar.

“Untuk mengubah itu perlu perubahan perilaku dan perubahan infrastruktur. Ini masih berat. Kita memilah sampah plastik saja itu masih sulit apalagi ditambah dengan sampah obat-obatan. Ini tantangan yang luar biasa.” imbuhnya.

Pengelolaan sampah medis dan obat ini merupakan hal penting. Mahawan menyarankan sebagai langkah awal rumah sakit dapat mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan sampah medis ini.

“Mungkin bisa kolaborasi antara rumah sakit dengan masyarakat untuk mengatasi sampah medis dan obat-obatan ini,” jelasnya.

Limbah Medis

Seorang petugas mengecek kondisi tempat penampungan sampah sementara untuk limbah medis. Ilustrasi: Shutterstock

Buang Sampah Obat Aman dan Benar

Mahawan juga menegaskan apabila sampah obat seperti parasetamol masyarakat buang begitu saja berpotensi mencemari lingkungan. Hal ini bisa merusak ekosistem biota air yang ada di laut.

“Terutama apabila limbah tersebut sampai ke laut. Hal ini dapat mengganggu ekosistem biota air,” terangnya.

Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Triana Srisantyorini juga menyampaikan, cara yang baik dalam membuang obat, untuk rumah sakit dapat menggunakan insinerator.

“Sebenarnya secara pengolahan limbah untuk limbah dari sisa-sisa obat ini yang terbaik dengan cara dihancurkan. Kalau di rumah sakit dengan cara insinerator sehingga tidak akan dikonsumsi lagi oleh masyarakat dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” paparnya.

Sementara bagi masyarakat yang tidak memiliki insinerator hancurkan terlebih dahulu sehingga tidak membuangnya dalam bentuk kemasan.

“Misalnya untuk obat-obat kapsul atau tablet hancurkan saja,” tandasnya.

Sedangkan untuk obat cair, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyarankan untuk periksa terlebih dahulu apa ada endapan di botol.

Jika terdapat endapan atau obat sudah mengendap, maka tambahkan air dan kocok untuk melarutkan endapan. Keluarkan cairan obat, lalu encerkan dengan air. Lalu buang ke dalam saluran air yang mengalir.

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/jangan-asal-buang-sampah-obat-bisa-cemari-lingkungan/feed/ 0
Sirop Parasetamol Disetop, Farmasi Harus Jadi Green Industry https://www.greeners.co/berita/sirop-parasetamol-disetop-farmasi-harus-jadi-green-industry/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sirop-parasetamol-disetop-farmasi-harus-jadi-green-industry https://www.greeners.co/berita/sirop-parasetamol-disetop-farmasi-harus-jadi-green-industry/#respond Fri, 21 Oct 2022 05:30:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=37729 Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini mengumumkan lima sirop parasetamol yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Langkah ini BPOM ambil menyusul dugaan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini mengumumkan lima sirop parasetamol yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Langkah ini BPOM ambil menyusul dugaan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di berbagai wilayah di Indonesia.

Parasetamol yang biasa manusia konsumsi dapat berubah menjadi limbah yang berdampak pada lingkungan. Konsentrasi parasetamol cukup tinggi dapat meningkatkan kekhawatiran tentang risiko terhadap pencemaran lingkungan. Tak hanya terganggunya kesehatan manusia dan ekosistem hewan yang hidup di perairan.

“Jadi karena populasi semakin bertambah, kesadaran kesehatan bertambah, sehingga parasetamol menjadi meningkat kebutuhannya. Kalau parasetamol terbuang menjadi suatu limbah maka akan berdampak pada lingkungan.” kata pakar lingkungan Universitas Indonesia (UI) Mahawan Karuniasa kepada Greeners, Jumat (21/10).

Mengenai potensi parasetamol yang dapat mencemari lingkungan, Mahawan menyarankan berbagai industri di Indonesia termasuk industri farmasi perlu melakukan transisi (transformasi) menjadi industri yang ramah lingkungan.

“Bagaimana satu industri itu perlu bertransisi untuk menghasilkan atau menjadi bagian dari proses green industry. Satu industri yang ramah lingkungan. Ini yang sebenarnya lebih substansial,” ucapnya.

Industri farmasi perlu mengadopsi sistem industri ramah lingkungan. Mulai dari materi, proses hingga limbahnya perlu memperhatikan aspek ramah lingkungan.

Mahawan menilai pemerintah juga dapat merancang kebijakan yang mendorong industri farmasi untuk bertransformasi menjadi industri yang berkelanjutan. Hal ini seperti dengan memperkuat sertifikasi green produk terhadap berbagai produk farmasi.

“Mungkin perlu pemerintah perkuat lagi produk-produk dari farmasi bersertifikasi green produk,” tandasnya.

Alat Kesehatan

Ilustrasi seorang petugas sedang melakukan uji sampel. Foto: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kaji Lebih Lanjut Sirop Parasetamol

Menanggapi kasus gagal ginjal, Anggota Dewan Pakar Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof Dr apt Keri Lestari, MSI menyatakan, masih ada kemungkinan lain penyebab gangguan ginjal akut atipikal yang terjadi di Indonesia.

“Masih ada banyak kemungkinan penyebab gangguan ginjal akut atipikal yang terjadi di Indonesia. Sebab ditemukan juga pasien yang ternyata sama sekali tidak minum sirup parasetamol,” kata Keri dalam pernyataan resmi IAI.

Keri menyebut, perlu penelitian lebih lanjut mengenai kasus gangguan ginjal akut yang menyebabkan puluhan anak di Indonesia meninggal dunia.

“Ini perlu penelitian lebih jauh. Kami juga berharap apoteker diberi akses terhadap pasien untuk dapat mengungkap lebih dalam obat apa saja yang telah mereka konsumsi atau makanan yang telah diasup,’’ imbuhnya.

Selain itu, PP IAI juga mengimbau para apoteker lebih memperhatikan kemungkinan interaksi antar obat, dan interaksi dengan makanan. Interaksi ini berisiko menimbulkan kejadian fatal seperti kegagalan organ termasuk kondisi gagal ginjal akut.

Parasetamol sendiri merupakan bahan aktif yang sulit larut dalam air, sehingga perlu bahan tambahan yaitu polietilen glikol (PEG) dan gliserin untuk menambah kelarutannya. Ketika proses produksinya, ada kemungkinan ditemukan kontaminan yakni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/sirop-parasetamol-disetop-farmasi-harus-jadi-green-industry/feed/ 0
BPOM Keluarkan Peringatan Terhadap Obat Tradisional Mengandung BKO https://www.greeners.co/berita/bpom-keluarkan-peringatan-terhadap-obat-tradisional-mengandung-bko/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bpom-keluarkan-peringatan-terhadap-obat-tradisional-mengandung-bko https://www.greeners.co/berita/bpom-keluarkan-peringatan-terhadap-obat-tradisional-mengandung-bko/#respond Thu, 27 Aug 2015 10:26:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10919 Jakarta (Greeners) – Untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat tradisional (OT) dan suplemen kesehatan (SK) yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara […]]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat tradisional (OT) dan suplemen kesehatan (SK) yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara rutin melakukan pengawasan peredaran obat tradisional. Pengawasan peredaran obat ini juga untuk mencegah kemungkinan beredarnya OT dan SK yang ditambahkan dengan bahan kimia obat (BKO).

Kepala BPOM, Roy Sparringa, menyatakan, berdasarkan hasil pengawasan BPOM di seluruh Indonesia dari bulan November 2014 sampai dengan Agustus 2015, ditemukan sebanyak 50 OT dan SK stamina pria mengandung BKO, dengan 25 di antaranya merupakan produk OT tidak terdaftar atau ilegal.

“Badan POM mengeluarkan public warning (peringatan publik) dengan tujuan agar masyarakat lebih waspada dan tidak mengonsumsi OT dan SK yang mengandung BKO karena dapat membahayakan kesehatan” terangnya pada konferensi pers Public Warning Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Mengandung BKO, di Jakarta, Senin (24/08).

Sumber: BPOM

Sumber: BPOM

BKO yang teridentifikasi tersebut, lanjut Roy, banyak yang dicampur dengan sildenafil dan turunannya. Sildenafil sendiri merupakan obat yang diindikasikan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal.

Obat ini umum dikenal dengan nama Viagra dan paling dominan digunakan sebagai obat disfungsi ereksi pada pria. Sildenafil dan turunannya termasuk golongan obat keras yang hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter.

“Jika digunakan secara tidak tepat, bahan kimia obat ini dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan, seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung, bahkan kematian,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut terhadap hasil temuan ini, BPOM melakukan penarikan produk OT dan SK mengandung BKO tersebut dari peredaran dan dilanjutkan dengan pemusnahan. Pada tahun 2015 ini, pemusnahan dilakukan terhadap produk jadi senilai 59,8 miliar rupiah dan bahan baku senilai 63,5 miliar rupiah.

“Lalu, terhadap 25 item hasil temuan yang telah terdaftar, nomor izin edarnya dibatalkan. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah 16 kasus peredaran OT mengandung BKO berhasil diungkap dan telah diajukan ke pengadilan,” katanya.

Sumber: BPOM

Sumber: BPOM

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Post-Marketing Alert System (PMAS), sebanyak 18 obat tradisional dan suplemen kesehatan dengan BKO juga ditemukan di ASEAN, Australia, dan Amerika. Di Indonesia sendiri, produsen produk obat kuat dengan BKO ini ditemukan di Jawa Barat (12), DKI Jakarta (11), Jawa Tengah (6), Banten (5), Jawa Timur (4), Sumatera Utara (1), lokasi tidak diketahui (7), dan produk impor (22).

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/bpom-keluarkan-peringatan-terhadap-obat-tradisional-mengandung-bko/feed/ 0