Bahaya Pestisida - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bahaya-pestisida/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 11 Jun 2024 02:12:31 +0000 id hourly 1 Pemerintah Diminta Tegas Larang Penggunaan Pestisida untuk Pangan https://www.greeners.co/berita/larang-tegas-penggunaan-pestisida-berbahaya-untuk-pangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=larang-tegas-penggunaan-pestisida-berbahaya-untuk-pangan https://www.greeners.co/berita/larang-tegas-penggunaan-pestisida-berbahaya-untuk-pangan/#respond Tue, 11 Jun 2024 02:12:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43988 Jakarta (Greeners) – Bahan kimia dalam pestisida yang mengontaminasi makanan dampaknya sangat berbahaya bagi konsumen. Untuk menjaga keamanan pangan, pemerintah perlu melarang penggunaan pestisida berbahaya yang mengandung bahan kimia berisiko tinggi. Selama […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bahan kimia dalam pestisida yang mengontaminasi makanan dampaknya sangat berbahaya bagi konsumen. Untuk menjaga keamanan pangan, pemerintah perlu melarang penggunaan pestisida berbahaya yang mengandung bahan kimia berisiko tinggi.

Selama ini, pestisida sering masyarakat kenal sebagai racun serangga, tetapi lebih populer sebagai ‘obat’ serangga. Sebagian besar pestisida kimia bersifat toksik dan sebagai pengganggu hormon atau Endocrine Disruptor Chemicals (EDCs).

Apabila seseorang bersentuhan dengan pestisida dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat mengakibatkan keracunan akut. Dampaknya bersifat kronis dan dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan reproduksi, hipertensi, hingga diabetes. Pada tataran global, pelarangan penggunaan pestisida telah pemerintah lakukan, terutama untuk produksi makanan karena bersifat genotoksik.

BACA JUGA: MADANI: Hindari Perdagangan Karbon Jadi Praktik Greenwashing

Co-Founder dan Senior Advisor Nexus3 Foundation, Yuyun Ismawati mengatakan, sejumlah negara telah menyepakati Resolusi Global Framework on Chemicals pada bulan Oktober 2023 di Bonn. Mereka menyoroti pentingnya penghapusan pestisida yang sangat berbahaya.

“Bahan aktif pestisida dan formulasinya yang memenuhi kriteria karsinogenisitas, mutagenisitas, dan toksisitas reproduksi, serta yang menunjukkan tingginya kejadian dampak buruk yang parah atau tidak dapat diubah terhadap kesehatan manusia atau lingkungan, harus dilarang,” kata Yuyun di Jakarta, Jumat (7/6).

Co-Founder dan Senior Advisor Nexus3Foundation Yuyun Ismawati.

Co-Founder dan Senior Advisor Nexus3Foundation Yuyun Ismawati.

Pemerintah Harus Adopsi Kesepakatan Global

Menurut Yuyun, pemerintah harus mengadopsi kesepakatan global ini ke dalam peraturan di Indonesia. Aturan tersebut untuk melindungi warganya dan menjamin keamanan pangan rakyat Indonesia.

Saat ini, lebih dari 1.000 pestisida telah petani gunakan di seluruh dunia untuk memastikan makanan tidak rusak atau hancur oleh hama. Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pengguna pestisida terbesar di dunia setelah Brazil dan Amerika Serikat pada tahun 2021.

Pemakaian pestisida di Indonesia sebesar 283 kiloton pada tahun 2021. Setiap tahun ada lebih dari 5.000 merek pestisida baru yang terdaftar di Komisi Pestisida Indonesia. Beberapa pestisida tersebut termasuk dalam golongan berbahaya dan beracun (Highly Hazardous Pesticides).

Penelitian di beberapa lokasi Indonesia juga menunjukkan cemaran pestisida jenis organoklorin yang mencemari perairan laut dan kerang hijau yang masyarakat konsumsi.

Keamanan Pangan Hak Konsumen

Plt Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indah Suksmaningsih mengatakan keamanan pangan merupakan hak konsumen. Penggunaan pestisida pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang tidak bertanggung jawab dapat mengancam kesehatan konsumen.

BACA JUGA: Peraturan Keadilan Iklim Perlu Dukungan Demokrasi yang Baik

Melihat dampak tersebut, lanjut Indah, konsumen berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai produk bebas pestisida. Mereka berhak mendapatkan jaminan kesehatan setinggi-tingginya.

Salah satu peneliti di Solidar Suisse, Fahmi Panimbang juga menegaskan bahwa saat ini perlu pembentukan regulasi ketat untuk memastikan penggunaan pestisida yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Menurut Fahmi, penerapan pajak pestisida berdasarkan beban dan dampak besar pada lingkungan merupakan langkah efektif untuk mengurangi penggunaan pestisida berdampak tinggi.

“Pajak ini akan mendorong pelaku usaha untuk mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.

Pestisida Perparah Perubahan Iklim

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pestisida jelas mengatur 103 bahan aktif dan 25 bahan tambahan yang dilarang. Kemudian, ada 9 jenis bahan aktif masuk kategori pestisida terbatas.

Namun, realitasnya, beberapa bahan aktif pestisida terbatas masih masyarakat jual dan gunakan secara bebas, baik di pangan dan rumah tangga. Bahan aktif yang banyak pengguna pakai untuk memberantas gulma adalah parakuat diklorida dan glifosat. Sementara, klorpirifos banyak pengguna pakai pada pestisida rumah tangga untuk pengendalian rayap.

Direktur Program Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti mengatakan bahwa kedua bahan aktif tersebut bersifat karsinogenik dan mutagenik. Sehingga, pemerintah pun harus melarang masyarakat menggunakan kedua bahan aktif tersebut.

“Penggunaan pestisida yang masif memperparah perubahan iklim dan membuat hama mengalami resistensi dan resurjensi,” kata Titik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/larang-tegas-penggunaan-pestisida-berbahaya-untuk-pangan/feed/ 0
5 Cara Mengurangi Paparan Pestisida Pada Tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-mengurangi-paparan-pestisida-pada-tubuh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-cara-mengurangi-paparan-pestisida-pada-tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-mengurangi-paparan-pestisida-pada-tubuh/#respond Tue, 16 Aug 2022 03:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37014 Pestisida memiliki fungsi untuk mengendalikan kerusakan atau ancaman hama pada tanaman. Selain itu juga berkontribusi mengurangi penyakit dan meningkatkan produksi pangan di seluruh dunia. Namun ketersediaan dan penggunaan pestisida yang […]]]>

Pestisida memiliki fungsi untuk mengendalikan kerusakan atau ancaman hama pada tanaman. Selain itu juga berkontribusi mengurangi penyakit dan meningkatkan produksi pangan di seluruh dunia. Namun ketersediaan dan penggunaan pestisida yang meluas juga berpotensi menimbulkan risiko yang besar. Terlebih apabila pemakaian secara berlebihan, pestisida dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga lingkungan.

Cairan pestisida yang masih melekat pada tumbuhan akan berbahaya bagi hewan maupun manusia yang mengonsumsinya. Seperti dapat menimbulkan efek kesehatan jangka panjang dan perkembangan penyakit seperti parkinson dan kanker. Selain itu bagi lingkungan, penggunaan pestisida dapat mematikan fauna tanah sehingga menurunkan kesuburan tanah.

Meski tidak semua hasil pertanian menggunakan pestisida berbahan kimia, Sobat Greeners harus tetap teliti ketika mengolah makanan seperti sayur atau buah. Beberapa langkah sebaiknya kamu lakukan untuk menghindari paparan pestisida secara berlebihan, yakni sebagai berikut.

1. Beli buah atau sayuran lokal dan organik

Dengan kemajuan teknologi dan inovasi saat ini, buah atau sayuran organik menjadi mudah ditemukan. Sobat Greeners bisa mendapatkannya pada beberapa platform online ataupun supermarket terdekat.

Mengonsumsi buah atau sayuran lokal dan organik ternyata dapat memberikan banyak keuntungan, lho! Karena beberapa perkebunan lokal menerapkan sistem pertanian organik yang jauh dari penggunaan pestisida. Tentu saja hal ini dapat menjamin produk yang mereka hasilkan lebih sehat dan layak untuk Sobat Greeners konsumsi.

Karena merupakan usaha lokal, harga sayuran dan buah juga relatif murah sehingga Sobat Greeners dapat menghemat pengeluaran. Secara tidak langsung kita turut membantu dan mempromosikan pertanian lokal. Selain itu, karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, kesegaran buah dan sayuran lokal lebih terjamin.

2. Cuci bersih buah dan sayuran sebelum konsumsi

Buah dan sayuran juga melewati banyak proses sebelum sampai di rumah, hal ini memungkinkan banyak bakteri dan kuman yang menempel. Untuk menikmati buah dan sayuran, Sobat Greeners perlu membilasnya dengan air untuk menghilangkan residu dari permukaannya. Terutama masih pada masa pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini.

Beberapa orang menganjurkan penggunaan sabun, cuka, hingga pembersih komersial. Namun pakar kesehatan dan keamanan pangan termasuk Food and Drug Administration (FDA) dan Centers for Disease Control (CDC) mengimbau konsumen untuk tetap menggunakan air mengalir biasa. Sebagai langkah untuk menghindari bahaya kesehatan dan bahan kimia yang terkandung pada produk. Sebagai anjuran lengkap, Sobat Greeners dapat mengakses artikel yang sudah Greeners terbitkan mengenai cara mencuci buah dan sayur. Tips ini jangan sampai terlewat ya Sobat Greeners!

3. Tanam buah dan sayur sendiri

Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa buah dan sayur yang kita konsumsi 100 % menggunakan produk alami adalah dengan menanamnya sendiri. Jika Sobat Greeners memiliki perkebunan sendiri, hal ini memungkinkan untuk kita menyeleksi produk apa saja yang kita gunakan dalam masa pertumbuhan. Sehingga dapat menghasilkan makanan segar organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.

Selain itu, bertani atau berkebun juga membuat tubuh terus melakukan kegiatan dan aktif. Kegiatan tersebut dapat mewujudkan kondisi tubuh yang lebih sehat dan juga produktif.

4. Ketahui tingkat buah dan sayuran dengan risiko kandungan pestisida tertinggi

Meskipun belum ada cara yang tepat untuk menentukan kandungan pestisida dalam buah dan sayuran. Sobat Greeners dapat mengidentifikasi apa saja buah dan sayuran yang memiliki risiko penggunaan pestisida yang lebih tinggi menurut berbagai sumber.

Seperti beberapa buah dan sayuran seperti paprika, persik, apel dan beri yang paling rentan terhadap serangan hama sehingga membutuhkan perhatian atau penanganan tambahan. Sebaliknya, buah pisang, semangka dan jagung cenderung tidak memiliki kandungan pestisida karena tidak rentan terhadap serangan hama.

5. Makan buah lebih aman dengan mengupas kulit

Walaupun mencuci bisa menghilangkan residu pestisida yang menempel di kulit luar buah, sangat disarankan untuk mengupas dan membuang lapisan luar atau kulit buah. Walau tidak ada penelitian khusus, tindakan tersebut dapat memberikan tambahan rasa aman ketika Sobat Greeners akan mengonsumsi buah tersebut.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Best Plants

Earth Easy

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-cara-mengurangi-paparan-pestisida-pada-tubuh/feed/ 0