bangunan bersejarah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bangunan-bersejarah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 10 Jul 2022 06:56:33 +0000 id hourly 1 Candi Darling Konservasi Alam di Situs Warisan Sejarah https://www.greeners.co/aksi/candi-darling-konservasi-alam-di-situs-warisan-sejarah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=candi-darling-konservasi-alam-di-situs-warisan-sejarah https://www.greeners.co/aksi/candi-darling-konservasi-alam-di-situs-warisan-sejarah/#respond Sun, 10 Jul 2022 06:56:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36684 Jakarta (Greeners) – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) mengajak generasi muda peduli lingkungan. Salah satunya penanaman di kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) mengajak generasi muda peduli lingkungan. Salah satunya penanaman di kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Melalui kegiatan penghijauan ini, harapannya Siap Darling menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan bersama mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan. Salah satunya melalui penanaman secara berkelanjutan.

Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara D. Asmara mengatakan, sejak tahun 2019, Siap Darling telah menginisiasi sejumlah aksi positif seperti Candi Darling. Program ini berupa penanaman pohon dan semak berbunga di berbagai situs warisan sejarah.

Tujuannya agar generasi muda dapat berkontribusi melestarikan lingkungan sekaligus mencintai situs warisan sejarah Indonesia.

“Kami berharap gerakan menanam ini dapat menginspirasi serta melibatkan lebih banyak mahasiswa lebih peduli pada lingkungan dan menjaga warisan sejarah dalam jangka panjang,” katanya dalam keterangannya, baru-baru ini.

Hingga Juni 2022, gerakan Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad dari 295 kampus di 203 kota/kabupaten. Gerakan penanaman telah terlaksana di delapan kawasan candi yang tersebar di Pulau Jawa.

Aksi Candi Darling dapat apresiasi dari Pemprov Jawa Tengah. Foto: Djarum Foundation

Darling Squad di Candi Darling Aktif Korservasi Alam dan Penghijauan

Program Associate BLDF, Abdurrachman Aldila menyatakan, dalam Candi Darling, Darling Squad terlibat aktif dalam konservasi alam dan penghijauan di berbagai situs warisan sejarah.

“Kami menghijaukan seluruh area sekitar candi yang terkenal kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati dan situs warisan sejarah,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto menekankan, pentingnya konservasi lingkungan dan situs warisan sejarah oleh generasi muda. Ia menyebut, merawat ekosistem di sekitar situs sejarah seperti candi merupakan upaya yang kompleks.

Pemprov Jawa Tengah mengapresiasi gerakan penghijauan di kawasan Candi Dieng. Sebab kerap kali bibit pepohonan rusak karena cuaca ekstrem.

Harapannya gerakan ini tidak berhenti di kegiatan ini saja. Tetapi bisa berlanjut dengan melibatkan banyak masyarakat. 

Pelestarian Situs Sejarah Butuh Pelibatan Generasi Muda

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi menyatakan, sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah, generasi muda perlu memahami lebih jauh kesatuan nilai antara candi dan lingkungan sekitarnya.

Apalagi Provinsi Jawa Tengah memiliki candi terbanyak di Indonesia. Jumlahnya mencapai 18 kawasan, belum termasuk reruntuhan maupun artefak candi yang ada di beberapa daerah.

Dalam upaya penghijauan ini, Candi Darling menanam 6.500 pohon dan semak berbunga di seluruh kawasan Candi Dieng, yang terdiri dari Candi Arjuna, Candi Setyaki, Candi Darmacala dan Candi Bima. Setelah aksi penanaman, BLDF juga akan merawat bibit tersebut enam bulan untuk memastikan pertumbuhannya optimal.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/candi-darling-konservasi-alam-di-situs-warisan-sejarah/feed/ 0
Dermaga Daur Ulang yang Lahir dari Bencana https://www.greeners.co/ide-inovasi/dermaga-daur-ulang-lahir-bencana/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dermaga-daur-ulang-lahir-bencana https://www.greeners.co/ide-inovasi/dermaga-daur-ulang-lahir-bencana/#respond Mon, 02 Oct 2017 10:48:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=18850 Sebuah dermaga di Inggris terbakar hancur dalam sebuah kebakaran hebat di tahun 2010. Lewat tangan-tangan kreatif di dRMM Architects, dermaga tersebut lahir kembali dalam wujud yang berbeda.]]>

Sebuah dermaga di Inggris terbakar hancur dalam sebuah kebakaran hebat di tahun 2010. Porak poranda, mustahil dermaga tersebut bertahan. Lewat tangan-tangan kreatif di dRMM Architects, dermaga tersebut lahir kembali dalam wujud yang berbeda.

Seperti dilansir Inhabitat, setelah melalui proses selama 7 tahun, dermaga berusia seabad yang terletak di Hastings, Inggris telah berubah dari reruntuhan yang berbahaya menjadi sebuah tempat publik yang indah. Uniknya lagi bahan bangunan dermaga tersebut berasal dari bahan-bahan bekas.

Dikerjakan dengan kolaborasi bersama komunitas lokal, Dermaga Hasting adalah sebuah cerita yang menginspirasi dari restorasi yang berkelanjutan. Proyek pembangunan ulang dermaga tersebut mendapatkan tempat yang terhormat sebagai salah satu kandidat RIBA Stirling Prize 2017, sebuah penghargaan arsitektur di Inggris yang prestisius.

daur ulang

Foto: Alex de Rijke via Inhabitat.com

Dermaga Hastings dibangun pertama kali tahun 1872. Sebuah paviliun dibangun di atasnya. Dermaga ini ramai dijadikan tempat untuk hiburan di tahun 1930-an dan ditinggalkan sampai kemudian ditutup dalam beberapa dekade belakangan karena kondisinya yang mengkhawatirkan.

Namun dermaga bergaya Victorian ini tidak direstorasi sesuai dengan desain aslinya, dRMM menginginkan sebuah desain dermaga yang lebih cocok untuk abad 21 dan memfokuskan desainnya untuk membuat ruang-ruang multifungsi yang menarik. Mereka tidak hanya mendesain ulang dermaganya namun juga membantu mengumpulkan dana lewat Heritage Lotteri Fund yang mendanai perbaikan struktur bangunan dan sebagian biaya pembuatan paviliunnya.

daur ulang

Foto: Alex de Rijke via Inhabitat.com

Bangunan penentu di dermaga ini adalah sebuah pusat kunjungan. Struktur kayu laminasi yang dipakai di bangunan ini menggunakan kayu sisa dari kebakaran yang terjadi di bangunan dermaga lama. Di bagian atasnya dibuat sebuah tempat melihat pemandangan yang berada di bagian atap dan berfungsi juga sebagai tempat penyelenggaraan acara.

Bangunan lainnya berupa perpanjangan bangunan pusat kunjungan tersebut yang menaungi fungsi dapur, fasilitas untuk staff dan toilet. Terdapat juga sekumpulan kios berupa gubuk-gubuk kecil dan tempat duduk dari kayu yang diambil dari sisa kebakaran. Sementara untuk dermaga utamanya digunakan kayu keras African Ekki.

Menurut juri-juri dalam kompetisi RIBA Stirling Prize 2017, dari sudut pandang konservasi, proyek ini telah memberikan energi baru pada sebuah bangunan historis yang rusak oleh kebakaran dan telah menjadi fasilitas untuk digunakan di abad 21 ini. Proyek ini juga dengan penuh pemikiran telah mengintegrasikan bahan-bahan dari dermaga lama ke dalam desainnya yang baru dan proses restorasinya telah digunakan untuk membantu melatih para pengrajin generasi baru.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dermaga-daur-ulang-lahir-bencana/feed/ 0
Italia Bagikan Ratusan Rumah Bersejarah, Gratis! https://www.greeners.co/ide-inovasi/italia-bagikan-ratusan-rumah-bersejarah-gratis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=italia-bagikan-ratusan-rumah-bersejarah-gratis https://www.greeners.co/ide-inovasi/italia-bagikan-ratusan-rumah-bersejarah-gratis/#respond Mon, 12 Jun 2017 07:32:43 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=17292 Harga rumah yang kian mahal menjadi penyakit di kehidupan perkotaan. Namun lain halnya dengan di Italia. Ada 103 rumah yang mereka bagikan secara gratis!]]>

Harga rumah yang kian mahal menjadi penyakit di kehidupan perkotaan. Namun lain halnya dengan di Italia. Ada 103 rumah yang mereka bagikan secara gratis!

Rumah-rumah ini tidak biasa karena wujudnya berbentuk istana. Sebanyak 103 bangunan yang dibagikan gratis oleh pemerintah Italia adalah bangunan bersejarah. Termasuk di antaranya rumah-rumah tua, rumah perkebunan, penginapan, biara dan bahkan istana tua. Namun semua itu diberikan hanya kepada mereka yang berniat untuk merenovasi tempat tersebut dan mengubahnya menjadi tempat untuk kegiatan wisata seperti restoran atau spa.

Badan pengelolaan aset negara dan Kementerian Warisan Budaya di sana adalah badan yang bertanggungjawab terhadap proyek bagi-bagi rumah bersejarah gratis ini. Mereka bertujuan untuk mengurai kepadatan di wilayah-wilayah tertentu di Italia, utamanya kepadatan di daerah wisata yang sudah terkenal sehingga wilayah lain juga mendapatkan kunjungan serta meningkatkan perekonomian lokal di sekitar wilayah tersebut.

Pejabat dari badan pengelolaan aset, Roberto Reggi berkata bahwa proyek ini bermaksud untuk meningkatkan dan mendukung pembangunan di wilayah pariwisata yang kurang berkembang. Caranya dengan menggunakan bangunan umum maupun bangunan milik pribadi yang sudah lama tidak digunakan dan mengubahnya menjadi fasilitas pendukung untuk para peziarah, pendaki gunung, turis maupun para pesepeda.

Dikutip dari situs Inhabitat, total rumah sebanyak 103 bangunan tersedia di seluruh wilayah Italia. Sebagian terletak di jalur Appian yang terkenal – sebuah jalan buatan zaman Romawi yang menghubungkan Venesia dengan Brindisi. Bila proyek ini berjalan, bangunan mulai diambil alih dan turis mulai berdatangan ke tempat selain Venesia, direncanakan ada 200 bangunan lain yang menunggu untuk dimasukkan ke proyek ini dalam dua tahun ke depan.

Bukan kali ini saja negara Italia bergantung kepada masyarakat dalam merestorasi bangunan-bangunan bersejarah mereka. Contohnya saja Proyek Lighthouse yang terlah berjalan sebelumnya telah membuat negara Italia melelang sekitar 30 bangunan mercusuar kepada investor dalam dua tahun terakhir. Kebutuhannya sama yaitu bangunan harus diubah menjadi bangunan publik dan berfungsi sebagai hotel atau fasilitas pariwisata lainnya.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/italia-bagikan-ratusan-rumah-bersejarah-gratis/feed/ 0