energi angin - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/energi-angin/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 31 May 2025 08:53:55 +0000 id hourly 1 Energi Surya dan Angin Berpotensi Melistriki 30% Pusat Data ASEAN 2030 https://www.greeners.co/berita/energi-surya-dan-angin-berpotensi-melistriki-30-pusat-data-asean-2030/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-surya-dan-angin-berpotensi-melistriki-30-pusat-data-asean-2030 https://www.greeners.co/berita/energi-surya-dan-angin-berpotensi-melistriki-30-pusat-data-asean-2030/#respond Sat, 31 May 2025 08:11:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=46691 Jakarta (Greeners) – Indonesia menempati peringkat kedua kenaikan permintaan listrik tertinggi akibat pertumbuhan bisnis pusat data, yakni dari 6,7 terawatt hour (TWh) pada 2024 menjadi 26 TWh pada 2030. Dengan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia menempati peringkat kedua kenaikan permintaan listrik tertinggi akibat pertumbuhan bisnis pusat data, yakni dari 6,7 terawatt hour (TWh) pada 2024 menjadi 26 TWh pada 2030. Dengan kebijakan yang mendukung energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebesar 30% listrik pusat data di kawasan ini akan mampu ditopang dari energi surya dan angin pada 2030.

Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru EMBER “From AI to emissions: Aligning ASEAN’s digital growth with energy transition goals”. Laporan ini menggarisbawahi masih tingginya dominasi bahan bakar fosil dalam kelistrikan nasional. Sehingga, lonjakan permintaan listrik untuk pusat data juga dapat meningkatkan emisi tiga kali lipat, yakni dari 5 juta ton setara CO2 (MtCO2e) menjadi 19 MtCO2e di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Hal yang sama juga terjadi dengan negara ASEAN lain. Malaysia, yang mencatat pertumbuhan pusat data tertinggi, diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan listrik dari 8,5 TWh menjadi 68 TWh. Emisi karbon pun bisa meningkat tujuh kali lipat, dari 5,9 MtCO2e menjadi 40 MtCO2e.

BACA JUGA: Hotel Santika Premiere Palembang Kini Gunakan Panel Surya Sebagai Sumber Listrik

Sementara Filipina di peringkat ketiga akan mengalami pertumbuhan konsumsi listrik dari 1,1 TWh pada 2024 menjadi 20 TWh. Lonjakan emisi ini mencapai hingga 14 kali lipat dari 0,8 MtCO2e, menjadi 10,5 MtCO2e di jaringan listrik Luzon-Visayas.

Head of Data Centre Research & Insights Asia Pacific Cushman & Wakefield, Pritesh Swamy, mengatakan bahwa pertumbuhan pusat data memberikan tekanan besar pada sistem kelistrikan di kawasan ASEAN. Sebagian besar pasokan listrik di wilayah ini masih berasal dari batu bara dan gas.

“Meningkatkan energi terbarukan dan modernisasi infrastruktur melalui investasi dan kolaborasi regional menjadi kunci, untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan memajukan transisi energi,” kata Pritesh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/5).

Perluas Akses Listrik dari Energi Surya dan Angin

Meski demikian, EMBER mengungkapkan bahwa negara-negara ASEAN masih berpeluang menghijaukan bisnis pusat data di wilayahnya. Setidaknya 30% kebutuhan listrik pusat data pada 2030 dapat terpenuhi dari listrik surya dan angin. Bahkan, tanpa baterai yang dianggap penghalang terbesar adopsi energi bersih. Dengan dukungan kebijakan, ASEAN dapat melistriki pertumbuhan pusat data tanpa menaikkan emisi.

Analis Kebijakan Kelistrikan Asia Tenggara EMBER, Shabrina Nadhila menjelaskan tanpa tindakan mendesak, pesatnya pertumbuhan industri pusat data ASEAN berisiko menggagalkan target transisi energi.

“Memprioritaskan energi surya dan angin serta efisiensi energi, yang didukung oleh kebijakan kuat dan kerangka kerja nasional pusat data, sangat penting,” ujar Shabrina.

Langkah tersebut akan membantu memastikan pusat data mendorong pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan, tanpa meningkatkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

BACA JUGA: Pertamina: Energi Baru Terbarukan Adalah Masa Depan Energi Indonesia

Menurutnya, pemerintah perlu memperluas akses perusahaan pusat data untuk memperoleh listrik surya dan angin. Perusahaan teknologi besar mengandalkan skema perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA). Melalui skema ini, mereka dapat langsung memperoleh listrik hijau dari pembangkit energi terbarukan. Di sisi lain, perusahaan operator pusat data membutuhkan akses yang lebih fleksibel, seperti PPA virtual dan tarif hijau.

Namun, opsi ini belum tentu tersedia di seluruh negara ASEAN. Di Indonesia, misalnya, belum tersedia tarif hijau seperti di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina.

Selain itu, skema power wheeling yang memungkinkan perusahaan memperoleh listrik langsung dari pembangkit energi surya dan angin, masih belum diterapkan. Skema ini masih dalam tahap pembahasan dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Energi Terbarukan.

Pemerintah juga dapat mewajibkan perusahaan teknologi untuk memasukkan efisiensi energi sejak tahap desain pusat data, dan menetapkan pedoman nasional. Langkah ini dapat membantu menurunkan konsumsi listrik dan mengurangi beban pada jaringan listrik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/energi-surya-dan-angin-berpotensi-melistriki-30-pusat-data-asean-2030/feed/ 0
Indonesia Perlu Percepat Energi Surya dan Angin https://www.greeners.co/berita/indonesia-perlu-percepat-energi-surya-dan-angin/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-perlu-percepat-energi-surya-dan-angin https://www.greeners.co/berita/indonesia-perlu-percepat-energi-surya-dan-angin/#respond Wed, 05 Feb 2025 05:51:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=45844 Jakarta (Greeners) – Target energi baru dan terbarukan (EBT) dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060 adalah 75,6 gigawatt (GW) pada 2035. Untuk mencapainya, Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi surya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Target energi baru dan terbarukan (EBT) dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024-2060 adalah 75,6 gigawatt (GW) pada 2035. Untuk mencapainya, Indonesia perlu mempercepat pengembangan energi surya dan angin. Hal ini melalui perencanaan strategis dan pemantauan ketat agar target pengembangan energi bersih dapat terwujud.

Menurut laporan singkat terbaru dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), tenaga surya menjadi opsi terbaik untuk memastikan pencapaian target 75 GW lebih cepat dari jadwal.

Percepatan ini juga sangat penting agar proyek-proyek prospektif dengan kapasitas total 45 GW, yang tercatat oleh Global Energy Monitor (GEM), dapat terealisasi. Sehingga, Indonesia dapat mencapai target pengembangan energi bersih sesuai waktu yang ditetapkan.

Dari total 45 GW, setidaknya terdapat 16,5 GW proyek tenaga surya prospektif di Indonesia. Angka ini lebih dari lima kali lipat dari yang tercantum dalam JETP CIPP, yang sebesar 3,1 GW. Selain itu, angka ini juga 30% lebih tinggi dari target RUKN untuk tahun 2030, yang sebesar 12,8 GW.

BACA JUGA: BRIN Kembangkan PLTS Terapung Mobile Pertama di Indonesia

Analis CREA dan rekan penulis analisis ini, Katherine Hasan menyatakan bahwa dengan meluncurkan, memantau, dan mungkin mempercepat pengembangan proyek-proyek prospektif tersebut, kapasitas energi terbarukan Indonesia bisa meningkat hingga empat kali lipat dalam dekade mendatang.

“Hal ini bahkan melampaui target RUKN pada 2030. Lalu, memastikan Indonesia untuk mencapai target di tahun-tahun selanjutnya, di mana capaian pengembangan EBT terus meningkat,” kata Katherine lewat keterangan tertulisnya, Selasa (4/2).

Tingkatkan Tenaga Angin

Sementara itu, pengembangan energi angin di Indonesia menghadapi tantangan, karena proyek prospektif yang tercatat oleh GEM hanya mencapai 2,5 GW. Angka itu jauh lebih rendah dari target kapasitas 4,8 GW dalam RUKN pada 2030.

Kesenjangan antara potensi tenaga angin dan penerapan optimal dari segi biaya bahkan lebih besar dan mendesak untuk segera diatasi. Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan upaya dalam pengembangan energi angin. Selain itu, penting untuk menciptakan iklim investasi yang dapat menarik pembiayaan.

Menurut Katherine, dengan memetakan proyek pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang secara realistis dapat terlaksana sebelum 2030, Indonesia berpotensi melampaui target yang tercantum dalam RUKN.

Proyek prospektif 45 GW yang telah teridentifikasi saat ini sedang berada pada berbagai tahap, termasuk konstruksi, pra-konstruksi, dan pengumuman. Namun, baru sekitar 30,6 GW yang memiliki jadwal mulai yang telah ditetapkan. Adapun sisa 13,6 GW, yang mencakup 10,7 GW energi surya, 1,8 GW tenaga angin, dan 1,1 GW panas bumi, masih memerlukan penetapan tahun mulai pelaksanaannya.

Jika proyek-proyek ini terealisasi, kapasitas pembangkit listrik Indonesia akan meningkat menjadi 58,5 GW. Jumlah tersebut sekitar 77% dari target RUKN sebesar 75,6 GW pada 2035. Namun, untuk mencapai target tersebut, Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 18 GW dari kapasitas saat ini yang sebesar 13,5 GW. Oleh karena itu, tambahan kapasitas ini harus jadi prioritas dan segera masuk dalam perencanaan nasional.

Energi Fosil Signifikan

CREA juga mencatat bahwa porsi energi fosil dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) masih sangat signifikan. Meskipun Presiden Prabowo menargetkan Indonesia bebas fosil pada 2040, RUKN 2024-2060 justru menggariskan bahwa 41% dari produksi listrik akan berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara. Kemudian, sebesar 17% dari gas.

Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi permintaan energi sebesar 1.140 TWh pada tahun 2040. Sementara, energi terbarukan hanya diperkirakan menyumbang 36%.

Pada 2060, target porsi energi terbarukan mencapai 50%. Sisanya berasal dari nuklir, PLTU co-firing biomassa, dan pembangkit listrik tenaga gas. Kedua jenis pembangkit tersebut dilengkapi dengan teknologi penangkapan karbon (CCS).

Namun, hal ini bertentangan dengan pemodelan skenario bebas energi fosil yang hemat biaya dalam Laporan Penilaian Keenam (AR6) Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC). Laporan tersebut mengecualikan seluruh pembangkit listrik berbasis fosil, serta energi dari amonia, hidrogen, dan laut.

BACA JUGA: Terminal Eksekutif Merak dan Bakauheni Gunakan Solar Panel

Menurut Analis Utama CREA, Lauri Myllyvirta, RUKN sangat kurang berinvestasi dalam energi terbarukan yang fluktuatif, seperti tenaga surya dan angin. Hal ini berbeda dengan jalur hemat biaya dalam laporan IPCC AR6 untuk sistem listrik Indonesia yang bebas fosil pada 2060. Sebaliknya, RUKN justru lebih banyak berinvestasi pada solusi yang lebih mahal dan penerapannya lebih lambat.

Lauri menegaskan bahwa hal ini dapat menghambat tercapainya visi bebas fosil Presiden Prabowo. Bahkan, membatasi peluang investasi energi bersih dalam dekade-dekade yang akan datang.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-perlu-percepat-energi-surya-dan-angin/feed/ 0
Kereta Listrik Tenaga Angin Beroperasi di Belanda https://www.greeners.co/ide-inovasi/kereta-listrik-tenaga-angin-beroperasi-belanda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kereta-listrik-tenaga-angin-beroperasi-belanda https://www.greeners.co/ide-inovasi/kereta-listrik-tenaga-angin-beroperasi-belanda/#respond Mon, 23 Jan 2017 09:17:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15738 Belanda lagi-lagi berhasil wujudkan transportasi ramah lingkungan. Kali ini mereka mengoperasikan kereta listrik bertenaga angin.]]>

Belanda lagi-lagi berhasil wujudkan transportasi ramah lingkungan. Kali ini mereka mengoperasikan kereta listrik bertenaga angin. Perusahaan kereta Belanda, NS, mengumumkan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2017 seluruh kereta listrik yang mereka operasikan 100 persen menggunakan tenaga dari pembangkit listrik tenaga angin.

Proyek ini terwujud lebih cepat dari rencana semula. Atas keberhasilan proyek tersebut, banyak pihak, utamanya para pendukung energi terbarukan yang berharap proyek listrik bertenaga angin yang sama akan menular di negara-negara lainnya. Utamanya Amerika Serikat.

Di tahun 2015, pemerintah Belanda mengumumkan rencananya untuk memasok listrik bertenaga angin pada semua kereta listrik di negara tersebut. Ternyata kesuksesan di awal program energi bersih ini menghasilkan angka 75 persen listrik bertenaga angin untuk kereta listrik di tahun 2016. Alhasil tidak terlalu sulit bagi mereka untuk mendorong angka tersebut menjadi 100 persen di awal tahun 2017.

NS, yang merupakan salah satu perusahaan kereta api terbesar di Belanda, melakukan kerjasama dengan perusahaan energi Eneco di tahun 2015 untuk menyediakan energi terbarukan ke semua kereta listriknya. Hingga saat ini, NS mengangkut 600.000 orang per harinya. Kereta listrik yang dipakai oleh NS menggunakan sekitar 1,2 miliar kWh listrik per tahunnya, yang kalau dihitung kasar kira-kira sama dengan kebutuhan listrik untuk rumah tangga di kota Amsterdam.

Beralih ke energi terbarukan merupakan langkah besar untuk mengurangi jejak karbon di negara tersebut, yang sudah banyak berkurang selama beberapa tahun belakangan berkat banyaknya investasi di proyek energi terbarukan. Listrik yang digunakan untuk kereta tersebut berasal dari pembangkit listrik di Belanda, Belgia dan Finlandia, banyak di antaranya yang baru saja dibangun. Namun karena beberapa pembangkit tersebut dibangun lebih awal dibanding rencana awalnya, maka penggunaan 100 persen energi terbarukan di tahun ini menjadi hal yang mungkin untuk diwujudkan.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kereta-listrik-tenaga-angin-beroperasi-belanda/feed/ 0
Menara Air Bertenaga Angin https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-air-bertenaga-angin/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menara-air-bertenaga-angin https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-air-bertenaga-angin/#respond Fri, 18 Sep 2015 06:33:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11151 Di Belanda terdapat sebuah menara air yang tenaganya digerakkan oleh angin. Arno Geesink dan Rick Tegelaar adalah sepasang arsitek dari Negeri Seribu Kincir Angin yang mengembangkan menara tersebut. Merakit menara air yang desainnya terinspirasi […]]]>

Di Belanda terdapat sebuah menara air yang tenaganya digerakkan oleh angin. Arno Geesink dan Rick Tegelaar adalah sepasang arsitek dari Negeri Seribu Kincir Angin yang mengembangkan menara tersebut. Merakit menara air yang desainnya terinspirasi oleh menara Shukhov tersebut tidaklah serumit yang kita bayangkan. Dengan tinggi 7,5 meter dan kapasitas air yang mampu menampung sebanyak 1.000 liter, struktur menara ini dapat dirakit dengan tangan.

Menara air bertenaga angin ini strukturnya dapat dirakit dengan tangan. Foto: Rick Tegelaar/inhabitat.com

Menara air bertenaga angin ini strukturnya dapat dirakit dengan tangan. Foto: Rick Tegelaar/inhabitat.com

Seperti dilansir dalam situs inhabitat.com, tekanan air yang dihasilkan dari menara air ini dapat digunakan untuk sistem pemadaman api. Pada dasarnya menara tersebut berfungsi untuk menampung air hujan. Menara ini tidak membutuhkan energi listrik untuk menggerakan airnya. Pada bagian atas menara terdapat kincir angin yang menghasilkan energi untuk memompa air hujan yang sudah difilter ke dalam penampung air.

Energi berlebih yang dihasilkan oleh kincir angin dapat dimasukkan ke dalam jaringan listrik yang sudah ada. Tak heran berkat menara tersebut, listrik tersedia secara mandiri. Pada acara festival musik di Belanda, air yang berasal dari menara tersebut dialirkan untuk mengisi bak-bak air panas.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menara-air-bertenaga-angin/feed/ 0
Amerika Perbanyak Penerapan Turbin Angin https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-perbanyak-penerapan-turbin-angin/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=amerika-perbanyak-penerapan-turbin-angin https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-perbanyak-penerapan-turbin-angin/#respond Wed, 01 Jul 2015 06:18:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10074 Amerika sedang bersiap untuk revolusi tenaga angin. Mereka merasa memiliki potensi untuk mendorong negara-negara bagiannya menerapkan teknologi tersebut. Semua ini dimulai sejak terciptanya generasi terbaru turbin angin, yang ditandai dengan […]]]>

Amerika sedang bersiap untuk revolusi tenaga angin. Mereka merasa memiliki potensi untuk mendorong negara-negara bagiannya menerapkan teknologi tersebut. Semua ini dimulai sejak terciptanya generasi terbaru turbin angin, yang ditandai dengan menara yang lebih tinggi dan bilah turbin yang lebih besar.

Seperti dilansir dalam huffingtonpost.com, Departemen Energi Amerika melaporkan bahwa dengan desain seperti ini, turbin-turbin tersebut akan menghasilkan lebih banyak tenaga listrik dan energi yang dikeluarkan lebih efisien. Teknologi ini dapat diterapkan di beberapa negara bagian yang anginnya pelan dan tidak konsisten seperti di Amerika tenggara.

Sekretaris Energi Departemen Energi Amerika, Ernest Moniz menyatakan dukungannya terhadap penerapan teknologi turbin angin. Foto: huffingtonpost.com

Sekretaris Energi Departemen Energi Amerika, Ernest Moniz menyatakan dukungannya terhadap penerapan teknologi turbin angin. Foto: huffingtonpost.com

Turbin jenis baru tersebut saat ini sedang dikembangkan oleh Departemen Energi bekerjasama dengan beberapa perusahaan, universitas dan laboratorium nasional. Saat ini, energi angin menyumbangkan 5 persen dari total listrik yang dihasilkan dan sudah digunakan di 39 negara bagian.

Jerman dan banyak negara Eropa sudah menggunakan turbin angin dengan tinggi 109 meter. Sementara turbin angin di Amerika hanya setinggi 80 meter. Jika Amerika dapat menambah ketinggian turbin seperti di Eropa, itu berarti terdapat peningkatan energi sebesar 54 persen untuk tempat-tempat yang berpotensi dipasang turbin angin. Apabila mereka dapat menambah ketinggian hingga 140 meter, maka potensi energi angin yang akan diperoleh mencapai 67 persen dibandingkan teknologi yang ada sekarang.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/amerika-perbanyak-penerapan-turbin-angin/feed/ 0
Belanda Berencana Bangun Turbin Angin Merangkap Apartemen https://www.greeners.co/ide-inovasi/belanda-berencana-bangun-turbin-angin-merangkap-apartemen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=belanda-berencana-bangun-turbin-angin-merangkap-apartemen https://www.greeners.co/ide-inovasi/belanda-berencana-bangun-turbin-angin-merangkap-apartemen/#respond Wed, 03 Jun 2015 15:02:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9420 Ada pemandangan baru dari negeri Kincir Angin, Belanda. Berbeda dengan turbin angin konvensional, turbin angin yang berada di kota pelabuhan Rotterdam, The Dutch Windwheel adalah sebuah konsep untuk penanda lingkungan yang […]]]>

Ada pemandangan baru dari negeri Kincir Angin, Belanda. Berbeda dengan turbin angin konvensional, turbin angin yang berada di kota pelabuhan Rotterdam, The Dutch Windwheel adalah sebuah konsep untuk penanda lingkungan yang berkelanjutan. Turbin angin ini adalah sebuah apartemen, terdiri dari 72 unit apartemen dengan struktur rangka baja dan kaca, tanpa menghilangkan fungsi utamanya, sebuah turbin angin yang senyap dan tak bergerak.

Selain menangkap energi dari angin, struktur ini juga dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung air hujan, mendaur ulang air dan juga memproduksi biogas dari sampah organik yang dibuang oleh penghuninya.

Desain Apartemen Turbin Angin dikembangkan oleh sebuah konsorsium, terdiri dari perusahaan yang berbasis di Rotterdam: BLOC, Doepel Strijkers, Meysters dan NBTC Holland Marketing. Mereka membuat bangunan ini sebagai sebuah penanda untuk menunjukkan Dutch Clean Technology yang dinamis dan menyediakan sebuah landasan untuk mendemonstrasikan kemampuan teknis dan inovasi teknologi. Dalam prosesnya, desain ini merupakan sebuah pembaharuan terhadap kincir angin tradisional di Belanda.

Ilustrasi: dutchwindwheel.com

Ilustrasi: dutchwindwheel.com

Turbin angin ini dibentuk oleh dua cincin besar yang dibangun di atas fondasi di bawah tanah dan dikelilingi oleh air sehingga membuat struktur bangunan seperti mengapung di atas air. Cincin bagian luar terdiri dari 40 kabin dan memberikan pemandangan yang luar biasa ke arah Rotterdam. Sementara cincin bagian dalam terdapat ruang untuk 72 apartemen, 160 kamar hotel, fasilitas komersial dan sebuah restoran pada bagian atasnya.

Selain bentuknya, detail yang paling menarik adalah turbin yang mengisi cincin bagian dalam. Terdapat konverter elektrostatik energi angin (electrostatic wind energy converter – EWICON), sebuah teknologi yang dibuat oleh TU Delft yang “mengonversi energi angin melalui tabung rangka baja menjadi listrik tanpa bagian yang bergerak secara mekanis”.

Ilustrasi: dutchwindwheel.com

Ilustrasi: dutchwindwheel.com

Teknologi ini mampu meredam kebisingan suara turbin dan membuatnya lebih hening. Desain windwheel ini juga dilengkapi dengan panel surya dan fasad klimatis untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam. Penggunaan air di bangunan ini juga diatur secara hati-hati, air hujan ditampung di atas struktur bangunan. Satu hal lagi yang membuatnya ramah lingkungan, Apartemen Turbin Angin ini mempunyai teknologi jaringan biogas. Sampah-sampah rumah tangga dari apartemen dapat digunakan kembali sebagai sumber energi.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/belanda-berencana-bangun-turbin-angin-merangkap-apartemen/feed/ 0