lukisan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/lukisan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 07 Sep 2023 08:51:03 +0000 id hourly 1 32 Seniman Botani Kenalkan Ragam Flora Melalui Lukisan https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/#respond Mon, 21 Aug 2023 04:05:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=41258 Bandung (Greeners) – NuArt Sculpture Park dan Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA) kembali menggelar Pameran Ragam Flora Indonesia (RFI) yang keempat. Sebanyak 32 seniman botani memamerkan 60 karya di NuArt […]]]>

Bandung (Greeners) – NuArt Sculpture Park dan Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA) kembali menggelar Pameran Ragam Flora Indonesia (RFI) yang keempat. Sebanyak 32 seniman botani memamerkan 60 karya di NuArt Sculpture Park, Bandung.

Pada pameran ini, tumbuhan menjadi subjek utama. Para seniman mencitrakan tumbuhan tersebut ke dalam lukisan untuk mengungkap keberadaan, kompleksitas, fungsi, dan keindahan yang ada pada setiap tumbuhan.

Selain aspek kecakapan teknis dan kepiawaian mengolah komposisi pada bidang karya, akurasi dalam menggambarkan serta melukiskan tumbuh-tumbuhan merupakan aspek utama yang menjadi landasan seniman botani dalam berkarya. Hal inilah yang membedakan praktik kesenian oleh seniman botani dengan praktik kesenian lainnya. 

Founder IDSBA, Eunike Nugroho mengatakan seni botani yang dipamerkan memiliki makna seperti pesan konservasi yang lebih kuat ke hati.

Sayangnya, seni dan kepaduan sains ini tidak dikenal meski sudah panjang, termasuk di Indonesia. Namun, ada makna seperti pesan konservasi yang lebih kuat ke hati. Ragam flora keempat ini pertanda baik bagi saya buat dapat tempat di sini,” kata Eunike saat pembukaan Pameran Seni Botani Ragam Flora Indonesia 4, Sabtu, (19/8). 

Karya-karya yang digubah menggunakan berbagai media pada pameran ini juga telah melalui proses seleksi yang teliti. Sebanyak tiga juri turut dilibatkan dengan pendekatan disiplin ilmu berbeda, yakni seni botani, ilmu botani, dan seni rupa. Parameter utama dalam penilaian meliputi akurasi, keterampilan, komposisi, dan kekayaan informasi botani.

BACA JUGA: Perpaduan Sains dan Seni di Pameran Seni Botani Pertama di Indonesia

Sebanyak 60 karya dari 32 seniman botani dipamerkan di NuArt Sculpture Park, Bandung. Foto: Dini Jembar Wardani

Sebanyak 60 karya dari 32 seniman botani dipamerkan di NuArt Sculpture Park, Bandung. Foto: Dini Jembar Wardani

Seniman Botani Tunjukkan Relasi Emosi

Kurator Fahmy Al Ghiffari Siregar mengatakan, sejumlah karya yang tampil pada pameran ini menunjukkan relasi emosi para seniman botani dengan tumbuhan. Karya-karya tersebut dapat mengungkap secara subtil keindahan yang tersembunyi pada tumbuhan.

Misalnya, karya yang menampilkan citra belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), tumbuhan asli Sulawesi dan Maluku. Dengan menjalin relasi emosi dengan tumbuhan tersebut, ketakjuban atas keindahan yang tersembunyi menjadi mungkin untuk dilihat. 

Keseluruhan karya pada pameran ini dapat memberi pengalaman atas keindahan tumbuhan yang diungkap oleh seniman botani melalui perjalanan oleh rasa dan relasi emosi. Kedua rasa itu telah dibangun dengan tumbuhan yang dipilih.

Selain itu, pameran ini dapat menggugah kontemplasi batin tentang kesadaran untuk melestarikan kekayaan hayati, khususnya dalam menelusuri relasi sejati manusia dengan alam. 

BACA JUGA: Mulyakarya Kurangi Penderitaan Bumi Melalui Karya Seni

Butuh Proses Panjang untuk Hasilkan Lukisan

Demi menghasilkan sebuah lukisan flora, butuh sebuah proses yang panjang. Karya seni yang memanjakan mata ini perlu banyak perhatian khusus.

Botanical Artist, Prima Milawati mengemukakan ada banyak tahapan dalam melukis tumbuhan. Seniman perlu mencari asal-usul tumbuhannya terlebih dahulu sebelum melukis.

“Sebenarnya, proses yang oke itu kita mencari tahu sendiri tumbuhannya. Kita lihat sendiri tumbuhannya, spesimennya kita bawa pulang untuk kita lukis. Kita butuh bantuan foto juga karena melukis tumbuhan itu bukan pekerjaan yang instan, tapi perlu banyak gabungan,” ungkap Prima kepada Greeners disela-sela melukis.

Menurut Prima, seluruh seniman juga perlu mempelajari terlebih dahulu tumbuhan yang akan dilukis. Misalnya, karakteristik, morfologi, dan tekstur tumbuhan dari para ilmuwan taksonomi. Selain itu, seniman harus bisa menerjemahkannya ke dalam lukisan.

Penulis: Dini Jembar Wardani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/32-seniman-botani-kenalkan-ragam-flora-melalui-lukisan/feed/ 0
Ketika Alam Semesta Bertahan Hidup https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ketika-alam-semesta-bertahan-hidup https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/#respond Mon, 02 Feb 2015 11:17:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=7234 “Earth provides enough to satisfy every man’s needs, but not every man’s greed” – Mahatma Gandhi. Alam memberikan sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, seperti kutipan dari Mahatma Gandhi di […]]]>

Earth provides enough to satisfy every man’s needs, but not every man’s greed” – Mahatma Gandhi.

Alam memberikan sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, seperti kutipan dari Mahatma Gandhi di atas, manusia seperti tak ada cukupnya. Pepohonan ditebang habis, areal persawahan berganti muka menjadi daerah pemukiman, pabrik-pabrik memenuhi ruang hijau, dan ribuan kendaraan terjual dalam satu tahun seperti gorengan panas di musim hujan. Manusia memenuhi bumi dengan polusi.

Alam semesta tidak tinggal diam. Banjir, tanah longsor, angin ribut dan beberapa bencana lainnya seperti tanda semesta bersuara bahwa mereka sedang protes. Mereka sesungguhnya tidak tinggal diam.

Peristiwa manusia versus alam inilah yang tampil dalam pameran lukisan The Surviving Landscape yang digelar di Galeri McKinley West di Amerika. Dalam pameran tersebut, seniman asal North Carolina bernama Michelle Podgorski terinspirasi dengan pemandangan sungai South Fork. Sungai tersebut merupakan salah satu sungai dengan tingkat pencemaran tertinggi di Amerika Serikat.

Podgorski menjelaskan tentang karyanya, seperti yang dikutip dari laman arts4nevada.org, “Dapat dipastikan bahwa manusia lah penyebab kerusakan di bumi ini, namun bukan kerusakannya yang ingin saya tonjolkan di sini. Saya ingin memperlihatkan bagaimana perjuangan sebuah tanaman untuk bertahan hidup dari gempuran polusi akibat ulah manusia.”

Seniman yang lulus dari Universitas Hartford jurusan Seni ini memiliki karya dengan tema yang unik. Ia menampilkan lingkaran alam antara kehidupan dan kematian, kemampuan adaptasi dan kemampuan untuk bertahan terus menerus secara alami. Podgorski memasukkan bentuk fisik dari komponen alam ke dalam karya lukis cat airnya, misalnya daun atau ranting yang berjatuhan.

The Surviving Landscape telah dipamerkan di banyak galeri, diantaranya The Green Street Arts Center di Universitas Wesleyan, Connecticut hingga di The Page-Walker Art and History Center di Cary, North Carolina. Tahun 2015 ini, Podgorski akan menjadi pelukis tamu di Wilderness Workshop, sebuah lembaga non-profit yang mendukung pentingnya alam liar bagi kehidupan manusia.

(G15)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/ketika-alam-semesta-bertahan-hidup/feed/ 0