ozon - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/ozon/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 18:57:28 +0000 id hourly 1 Kebakaran Hutan Memperburuk Kondisi Lapisan Ozon https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-memperburuk-kondisi-lapisan-ozon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebakaran-hutan-memperburuk-kondisi-lapisan-ozon https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-memperburuk-kondisi-lapisan-ozon/#respond Tue, 22 Sep 2020 08:18:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=28729 Kebakaran hutan melepaskan gas metana, yakni gas rumah kaca yang 21 kali lebih beracun daripada karbon dioksida dan senyawa ini berbahaya bagi lapisan ozon.]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut kebakaran hutan dan lahan memengaruhi kondisi lapisan ozon. Asap yang berasal dari kebakaran selanjutnya melepaskan senyawa organik ke atmosfer dan bertahan dalam waktu yang lama. Faktor lain seperti krisis iklim juga dinilai menjadi penyebab menipisnya lapisan penangkal radiasi ultraviolet itu.

“Karhutla itu memperburuk keadaan lapisan ozon. Namun, pandemi corona menyebabkan aktivitas manusia (yang merusak) berkurang sehingga otomatis membantu proses pemulihan lapisan ozon,” ujar Kepala Bidang Analisis Perubahan Iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kadarsah, saat dihubungi Greeners, kemarin.

Baca juga: Titik Panas Penyebab Karhutla Meningkat dalam Dua Dekade

Melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat, BMKG mencatat konsentrasi ozon meningkat pada Agustus lalu. Menurut Kadarsah, penyebabnya diduga karena adanya titik panas di sejumlah lokasi.

“Kalau melihat hotspot pada bulan Agustus sangat tinggi, ada kemungkinan berpengaruh pada ozon, tetapi masih perlu diteliti,” kata dia.

Ia menuturkan bencana kebakaran telah mendorong terjadinya awan raksasa jenis Pyrocumulonimbus yang dapat bertahan selama berbulan-bulan dan merusak lapisan ozon. Selain itu, kebakaran juga menghasilkan Hidroklorofluorokarbon (HCFC) atau freon yang dapat melubangi lapisan tersebut.

“Kebakaran hutan juga melepaskan gas metana, gas rumah kaca yang 21 kali lebih beracun daripada karbon dioksida dan senyawa ini berbahaya bagi ozon,” ucapnya.

Konsentrasi Ozon

Konsentrasi harian ozon pada Agustus 2020 di Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat. Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Diperparah oleh Krisis Iklim

Dalam gelar wicara yang diselenggarakan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) bertajuk “Rawat Bumi yang Merawat Kita” pada, Rabu (16/9) lalu, krisis iklim juga disebut turut berimbas terhadap keadaan lapisan ozon.

“Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan iklim dikarenakan adanya pertambangan, industri, pertanian, transportasi, dan kebakaran” ujar Direktur Program Yayasan Asri, Mahardika Putra Purba.

Baca juga: Keberhasilan Protokol Montreal Melindungi Lapisan Ozon

Ia mengatakan lapisan ozon yang berada di stratosfer berfungsi sebagai pembatas antara Bumi dan sinar ultraviolet matahari. Namun, saat ini kondisinya menipis karena adanya gas Klorofluorokarbon (CFC) berupa klorin, florin, dan karbon maupun aerosol. “Bahayanya adalah dia (gas cfc) tahan lama dan cepat merusak,” ucapnya.

Ketika florin terkena cahaya matahari, kata dia, senyawa tersebut akan terpisah dari struktur molekulnya. Akibatnya, senyawa lain seperti klorin membentuk reaksi baru dengan oksigen dan membuat ozon saling terpisah. “Ketika ozon (O3) yang terdiri dari tiga oksigen, salah satunya  terlepas, klorin yang membentuk reaksi dengan oksigen ini bertahan lama dan mengakibatkan lapisan ozon menjadi tipis,” ucapnya.

Peluncuran Aplikasi MontiR-AC

Bertepatan dengan Hari Ozon Internasional 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani skema sertifikasi teknisi refrigerasi dan tata udara. Dalam acara bertema Ozon for Life pada (16/9) lalu, pemerintah juga meluncurkan aplikasi MontiR-AC, yaitu aplikasi yang memudahkan para teknisi untuk mendapatkan pekerjaan menservis AC. Konsumen juga dapat dengan mudah mencari teknisi kompeten di sekitar tempat tinggalnya.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penipisan ozon adalah dengan menyiapkan teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner (RAC) yang kompeten,” ucap Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, Ruandha Agung Sugardiman.

Menurutnya, upaya tersebut akan membantu teknisi dalam melakukan servis peralatan Refrigerasi dan Air Conditioner (RAC) dengan benar. Selain itu juga dapat menghindari terlepasnya refrigeran ke udara yang mengakibatkan penipisan lapisan ozon. Dengan melakukan servis dengan benar, kata dia, umur mesin dapat meningkat dan menghemat konsumsi energi dari peralatan yang digunakan.

Penulis: Maria Soterini

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-memperburuk-kondisi-lapisan-ozon/feed/ 0
Pelestarian Lapisan Ozon Demi Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia https://www.greeners.co/berita/pelestarian-ozon-demi-kualitas-hidup-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pelestarian-ozon-demi-kualitas-hidup-manusia https://www.greeners.co/berita/pelestarian-ozon-demi-kualitas-hidup-manusia/#respond Wed, 18 Sep 2019 00:42:32 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=24237 Tanggal 16 September 1987 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon.]]>

Tanggal 16 September 1987 merupakan peristiwa penting saat ditandatanganinya Protokol Montreal. Berdasarkan hal tersebut, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon.

Tujuan utamanya adalah untuk perlindungan lapisan ozon dan mulai berlaku sejak 1 Januari 1989. Protokol ini diratifikasi oleh 36 negara termasuk Indonesia yang meratifikasinya tahun 1992. Langkah konkretnya berupa penurunan hydroflourocarbon (HFC) freeze pada tahun 2024, kemudian berlanjut dengan penurunan 10 persen dari baseline pada 2029, 30 persen dari baseline pada 2035, 50 persen dari baseline pada 2040, dan 80 persen dari baseline pada 2045. Penyempurnaan ini telah dilakukan dengan melakukan lima kali revisi yaitu pada 1990 (London), 1992 (Kopenhagen), 1995 (Vienna), 1997 (Montreal) dan 1999 (Beijing).

Terakhir berdasarkan Amandemen Kigali, pemerintah Indonesia dalam tiga tahun mendatang menargetkan untuk meratifikasi dan mengurangi konsumsi hydroflourocarbon (HFC) sampai 80 persen dari baseline 2045. Amandemen Kigali ini, dihadiri oleh 170 negara yang sepakat untuk mengurangi HFC mulai 2019 khususnya negara maju, sedangkan negara berkembang mulai tahun 2024.

Indonesia diproyeksikan mengalami peningkatan HFC pada 2009 (5.700 ton) dan 2020 (18.000 ton). Indonesia telah sukses berkontribusi dalam menurunkan konsumsi Bahan Perusak Ozon (BPO) khususnya jenis HCFC (hydrochlorofluorocarbons) selama 2013-2018 sebesar 124,36 ODP (Ozone Depleting Substances) ton.

Upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pelestarian lapisan ozon telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kondisi tersebut diperkuat dengan laporan United Nations Environment Programme (UNEP) yang melaporkan proyeksi iklim yang telah dilakukan menunjukkan bahwa lapisan ozon akan kembali ke tingkat tahun 1980 antara tahun 2050 dan 2070.

]]>
https://www.greeners.co/berita/pelestarian-ozon-demi-kualitas-hidup-manusia/feed/ 0
Smog City 2, Video Games Simulasi Kualitas Udara https://www.greeners.co/gaya-hidup/smog-city-2-video-games-simulasi-kualitas-udara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=smog-city-2-video-games-simulasi-kualitas-udara https://www.greeners.co/gaya-hidup/smog-city-2-video-games-simulasi-kualitas-udara/#respond Sat, 31 Aug 2019 00:49:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24078 Bermain video game merupakan salah satu hobi yang sangat menyenangkan. Ada banyak sekali genre video game yang bisa kita mainkan saat ini yang tersedia di berbagai gawai, tapi tidak semua […]]]>

Bermain video game merupakan salah satu hobi yang sangat menyenangkan. Ada banyak sekali genre video game yang bisa kita mainkan saat ini yang tersedia di berbagai gawai, tapi tidak semua video game bisa memberikan pesan yang baik untuk para gamers.

Meskipun pada dasarnya tujuan video game ini dibuat sebagai sarana hiburan, ternyata masih ada developer game yang peduli dan tertarik untuk menciptakan video game yang mengajak para gamer untuk menjaga lingkungan hidup kita. Seperti video game yang berjudul Smog City 2, video game ini memungkinkan Anda untuk membuat simulasi bagaimana kualitas udara di kota dipengaruhi oleh polusi dari pabrik, mobil, truk, dan sumber lainnya.

Smog City 2 merupakan video game yang dibuat oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS dan Distrik Manajemen Kualitas Udara Sacramento pada tahun 2006. Video game ini dibuat sebagai alat pendidikan dan demonstrasi untuk penggunaan nirlaba oleh masyarakat umum, lembaga lain, asosiasi, dan lembaga pendidikan.

Smog City 2 adalah tempat imajiner, sebuah tempat yang emisi polutannya mirip dengan yang ada di banyak kota besar di Amerika Serikat. Tingkat polusi ozon dan partikel di Smog City 2 dapat diperkirakan dengan mensimulasikan kualitas udara di atas kota imajiner menggunakan model komputer. Model komputer ini menciptakan sebuah kotak di atas area untuk merepresentasikan atmosfer di atas Smog City 2. Kondisi kualitas udara di dalam kotak disimulasikan untuk memperhitungkan pengaruh manusia dan faktor alam yang dapat memengaruhi konsentrasi ozon dan polusi partikel di permukaan tanah.

Ilustrasi Video Games Simulasi Kualitas Udara

Ilustrasi Bermain Video Games. Foto: Istimewa

Simulasi Kualitas Udara

Setiap simulasi mewakili satu hari. Di pagi hari, udara di dalam kotak biasanya sehat. Dengan berlalunya setiap jam, polutan dari aktivitas manusia (seperti industri dan mobil dan truk) dan dari sumber alami (seperti pohon dan tanaman) dipancarkan ke atmosfer Smog City 2. Model memperhitungkan variasi akun dalam aktivitas manusia, seperti lalu lintas jam sibuk pagi dan malam. Emisi mengalami pergerakan, pencampuran, dan pengenceran, yang dipengaruhi oleh karakteristik cuaca seperti kecepatan angin, sinar matahari, dan suhu. Model komputer menjelaskan efek meteorologis ini untuk menentukan laju reaksi kimia yang menyebabkan tingkat polusi ozon dan partikel meningkat atau berkurang.

Melalui 18.900 simulasi model yang dijalankan Anda dapat mengembangkan hubungan antara cuaca, populasi, tingkat emisi, sumber bahan bakar, dan kualitas udara di Smog City 2. Model ini menggunakan 86 reaksi kimia dan 43 senyawa kimia (34 gas dan 9 jenis partikel) untuk mensimulasikan pembentukan dan penghilangan polusi ozon dan partikel di atmosfer Smog City 2.

Dengan memainkan game ini anda dapat mengontrol polusi kota dan memberi warga kehidupan kota yang lebih sehat. Kontrol tingkat polusi di kota ini dengan menyesuaikan lingkungannya dengan cara yang berbeda. Video game ini menunjukkan bagaimana sepuluh jenis kontrol yang berbeda di tiga kategori dapat menciptakan kota yang bersih atau tempat pembuangan racun.

Anda juga dapat menyesuaikan kondisi cuaca dan melihat bagaimana kualitas udara berubah. Ini mencakup ozon di permukaan tanah (bahan utama dalam kabut asap) dan polusi partikel (seringkali merupakan bahan dalam kabut asap dan juga menyebabkan kabut asap di banyak taman nasional dan kota). Jika Anda tertarik untuk memainkan video game ini, Smog City 2 dapat dimainkan secara online dan offline dengan mengunduhnya terlebih dahulu di situs resminya.

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/smog-city-2-video-games-simulasi-kualitas-udara/feed/ 0
Dukung Gaya Hidup Sehat, Polytron Luncurkan Lemari Es Belleza 3 https://www.greeners.co/aksi/dukung-gaya-hidup-sehat-polytron-luncurkan-lemari-es-belleza-3/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dukung-gaya-hidup-sehat-polytron-luncurkan-lemari-es-belleza-3 https://www.greeners.co/aksi/dukung-gaya-hidup-sehat-polytron-luncurkan-lemari-es-belleza-3/#respond Fri, 14 Jul 2017 12:03:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17716 Perusahaan elektronik asli Indonesia, Polytron, resmi memperkenalkan produk lemari es terbaru "Polytron Belleza 3. Lemari es ini diklaim dapat menjaga kesegaran buah dan sayur lebih lama dan ramah lingkungan.]]>

Perusahaan elektronik asli Indonesia, Polytron, resmi memperkenalkan produk lemari es terbaru “Polytron Belleza 3” di Jakarta, 12 Juli 2017. Lemari es yang hadir dalam lima varian warna tersebut diklaim dapat menjaga kesegaran buah dan sayur lebih lama dibandingkan dengan kulkas biasa.

“Tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat di Indonesia merupakan alasan dari dikenalkannya Polytron Belleza 3. Lemari es Polytron Belleza 3 merupakan bentuk dari komitmen kami untuk mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan lebih baik,” ujar Marketing Director Polytron, Tekno Wibowo saat ditemui di Grand Ballroom Hotel Indonesia di Jakarta pada Rabu (12/7).

Salah satu penerapan gaya hidup sehat adalah mengonsumsi makanan sehat, diantaranya buah dan sayur. Pentingnya mengonsumsi buah dan sayur segar bagi kesehatan ini sejalan dengan hasil riset National Health and Medical Research Council (NHMRC) Australia yang merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi setidaknya lima jenis sayuran dan dua jenis buah setiap hari. Hal ini juga dikonfirmasi dr. Reisa Broto Asmoro yang turut hadir dalam acara tersebut.

“Idealnya, kita harus mengonsumsi buah dan sayur 3 hingga 5 porsi sehari. Itu wajib hukumnya. Komposisinya juga harus diperhatikan supaya gizi yang didapat seimbang. Apabila kita jarang mengonsumsi buah dan sayur, kita akan mengalami gangguan pencernaan, daya tahan tubuh melemah, dan mudah kecapekan,” ujar mantan finalis Miss Indonesia yang kini aktif memandu acara kesehatan di stasiun televisi nasional ini.

Hasil dari menerapkan pola makan makanan sehat tersebut juga sudah dirasakan oleh aktor Nicky Tirta. Ia mengaku telah membiasakan pola makan makanan sehat pada diri dan keluarganya, termasuk Ellyna, putrinya.

“Anak saya sangat suka buah-buahan, mungkin dia terbawa kebiasaan keluarga saya untuk menerapkan pola hidup sehat. Saya selalu menyiapkan buah-buahan untuk Ellyna setiap saat. Setiap hari dia selalu ingin makan buah, bukan camilan yang lain seperti eskrim, coklat, atau permen. Mungkin karena Ellyna mengonsumsi buah setiap hari, dia selalu sehat dan jarang sakit,” kata Nicky.

Dalam kesempatan tersebut, Tekno juga memperkenalkan fitur Shielded Moisture Compartment yang dimiliki oleh lemari es Belleza 3. Fitur ini merupakan ruang khusus untuk meyimpan buah-buahan dan dilengkapi dengan penyekat udara. Tekno menyatakan bahwa fitur tersebut memiliki kemampuan untuk menjaga kesegaran buah hingga 14 hari. Selain itu, terdapat pula fitur Humidity Control Crisper yang dapat menjaga kelembapan sayur supaya tetap segar dan tidak cepat layu.

Tak hanya memiliki kemampuan untuk menjaga kesegaran buah dan sayur lebih lama, lemari es Belleza 3 ini juga bersifat environmental friendly karena dilengkapi dengan kompresor HFC (hydro carbon) R 600A yang dapat menghemat energi dan dapat mendinginkan kulkas lebih cepat hingga 15%.

“Kompresor ini (kompresor HFC) memerlukan pemakaian listrik yang jauh lebih sedikit. Kompresor ini juga ramah lingkungan dan tidak akan merusak ozon. Menciptakan produk yang hemat energi dan environmental friendly adalah bentuk kepedulian Polytron terhadap lingkungan,” pungkas Tekno.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dukung-gaya-hidup-sehat-polytron-luncurkan-lemari-es-belleza-3/feed/ 0
KLHK: Masyarakat Masih Mengonsumsi Produk Berbahan Perusak Ozon https://www.greeners.co/berita/klhk-masyarakat-masih-mengonsumsi-produk-berbahan-perusak-ozon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-masyarakat-masih-mengonsumsi-produk-berbahan-perusak-ozon https://www.greeners.co/berita/klhk-masyarakat-masih-mengonsumsi-produk-berbahan-perusak-ozon/#respond Wed, 23 Sep 2015 12:33:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11218 Jakarta (Greeners) – Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet matahari, terutama UV- B hingga mencapai permukaan bumi. Banyaknya Bahan Perusak Ozon (BPO) yang masuk ke Indonesia melalui barang-barang impor […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menipisnya lapisan ozon menyebabkan meningkatnya radiasi ultraviolet matahari, terutama UV- B hingga mencapai permukaan bumi. Banyaknya Bahan Perusak Ozon (BPO) yang masuk ke Indonesia melalui barang-barang impor menjadi salah satu penyebab semakin menipisnya ozon di atmosfir.

Hal tersebut terjadi karena BPO ini digunakan oleh industri, baik untuk manufaktur AC, refrigerasi dan industri busa (foam), maupun untuk kegiatan servis produk (barang) yang menggunakan BPO.

Asisten Deputi Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfir KLHK, Emma Rachmawaty menyatakan bahwa pada umumnya chlorofluorocarbon (CFC) dan hydrochlorofluorocarbon (HCFC) digunakan oleh masyarakat sebagai bahan untuk membantu daya semprot pada peralatan kosmetik, pendingin ruangan, atau lemari pendingin.

“Dan sadar tidak sadar, masih banyak masyarakat kita yang menggunakan produk-produk berbahan perusak ozon tersebut,” jelas Emma saat menyampaikan paparannya pada Hari Ozon Sedunia yang dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (22/09).

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Nur Masripatin. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Nur Masripatin. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menurut Emma, Indonesia telah sukses menghentikan impor BPO, seperti Halon, CTC, TCA, Metil Bromida untuk aplikasi fumigasi pergudangan dan semua jenis CFC semenjak Desember 2007. Hanya BPO jenis HCFC yang masih dapat diimpor dan dalam waktu dekat akan segera diatur importasi dan penggunaannya mengingat masih banyak kebutuhan industri yang mengharuskan penggunaan HCFC ini.

“Kalau HCFC memang masih boleh dipakai khususnya untuk memperbaiki lemari pendingin atau AC,” tambahnya.

Sedangkan untuk pembaruan status terkait program penghapusan HCFC tahap satu, Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK kepada Greeners menjelaskan bahwa pada tahap ini, Indonesia telah melakukan penurunan konsumsi HCFC-22 sebesar 45,08 ODP Ton. Sedangkan untuk HCFC-141b sebesar 95,36 ODP Ton.

“Jadi, yang kita hapuskan penggunaannya itu ada di sektor AC, refrigerasi dan industri busa ,” ungkapnya.

Lebih jauh, Nur juga menegaskan bahwa saat ini, yang harus dievaluasi bersama adalah perkembangan dari komitmen KLHK yang menargetkan 10% untuk penurunan konsumsi HCFC pada barang-barang yang bersangkutan. Strategi, alih teknologi, pengembangan regulasi dan kebijakan, peningkatan kapasitas, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan tentunya akan menjadi penting untuk dilakukan.

Untuk mencapai target tersebut pula, industri dan pemerintah Indonesia telah menetapkan strategi percepatan penghapusan 10% reduksi HCFC pada tahun 2015, di mana perusahaan industri yang melanggar ketentuan penghapusan HCFC pada barang-barang mereka akan dikenai sanksi administrasi berupa pencabutan Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI).

Sebagai informasi, pada Selasa (22/09), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan seminar dan pameran barang-barang industri manufaktur yang tidak menggunakan Bahan Perusak Ozon di Indonesia untuk memperingati Hari Ozon 2015. Dalam kesempatan tersebut, KLHK juga mengadakan serangkaian kegiatan dengan maksud mengedukasi masyarakat akan bahayanya menggunakan produk-produk yang masih menggunakan HCFC.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-masyarakat-masih-mengonsumsi-produk-berbahan-perusak-ozon/feed/ 0
Ilmuwan Nilai Lapisan Ozon Mulai Tunjukan Pemulihan https://www.greeners.co/berita/ilmuwan-nilai-lapisan-ozon-mulai-tunjukan-pemulihan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ilmuwan-nilai-lapisan-ozon-mulai-tunjukan-pemulihan https://www.greeners.co/berita/ilmuwan-nilai-lapisan-ozon-mulai-tunjukan-pemulihan/#respond Wed, 16 Sep 2015 14:38:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11129 Jakarta (Greeners) – Lapisan ozon yang melindungi Bumi akhirnya berada di jalur pemulihan pada pertengahan abad ini. Lapisan ozon di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 kilometer tersebut dinyatakan menutup […]]]>

Jakarta (Greeners) – Lapisan ozon yang melindungi Bumi akhirnya berada di jalur pemulihan pada pertengahan abad ini. Lapisan ozon di atmosfer pada ketinggian 19 – 48 kilometer tersebut dinyatakan menutup setelah terlihat adanya tanda-tanda berhentinya penipisan.

Setidaknya begitulah yang dilaporkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menurut penilaian dari 300 ilmuwan dalam sebuah ringkasan dokumen Penilaian Ilmiah Penipisan Ozon tahun 2014 yang diterbitkan oleh Badan Lingkungan PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP) dan Organisasi Meteorologi Dunia PBB atau World Meteorological Organization (WMO).

Berdasarkan laporan resmi dari PBB pula, diketahui bahwa pemulihan lapisan ozon tersebut juga dikaitkan dengan tindakan kolektif melalui Protokol Montreal yang sejak tahun 1987 telah memaksa negara-negara untuk melaksanakan berbagai kebijakan untuk mengurangi dan kemudian secara bertahap menghapus penggunaan bahan kimia yang dapat merusak lapisan ozon.

Direktur Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Dr. Edvin Aldrian, BEng., MSc., pun mengakui laporan dari UNEP terkait luasan lubang ozon tersebut benar adanya. Menurutnya, saat ini sudah banyak industri yang mulai sadar dan mengerti untuk tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lapisan ozon bumi.

“Umumnya, chlorofluorocarbon (CFC) dan hydrochlorofluorocarbon (HCFC) yang digunakan untuk membantu daya semprot pada peralatan kosmetik, pendingin ruangan, atau lemari pendingin itulah yang menyebabkan ozon kita menipis. Dan laporan dari UNEP itu bisa jadi hasil dari kesadaran industri serta pelarangan penggunaan CFC dan HCFC itu,” jelas Edvin saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Selasa (15/09).

Sedangkan untuk Indonesia sendiri, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG ini, ada perbedaan acuan pengukuran untuk ozon antara yang dilakukan oleh BMKG Indonesia dan yang dilakukan oleh para peneliti di UNEP.

“Kalau PBB atau UNEP itu, mereka mengukur luasan lubang ozon di Antartika sebagai salah satu indikator kondisi ozon. Kalau kita, itu cuma mengukur ozon permukaan saja dan itu pun hanya di Jakarta dan Sumatera Barat. Itu kita laporkan juga ke UNEP,” katanya.

Direktur Eksekutif UNEP Achim Steiner dalam keterangan resmi yang dikutip oleh Greeners juga menyatakan bahwa di antara temuan utama dari laporan para peneliti tersebut, yang terjadi pada lapisan ozon di paruh kedua abad ke-21 akan sangat tergantung pada konsentrasi CO2, metana dan nitrogen oksida. Tiga zat tersebut merupakan penyebab gas rumah kaca yang memiliki usia panjang di atmosfer.

“Menurut studi yang dilakukan Badan Meteorologi Dunia (WMO) dan UNEP, butuh waktu satu dekade atau 10 tahun untuk memulihkan lapisan ozon secara sempurna,” jelas Steiner.

Sumber: UN/UNEP
Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/ilmuwan-nilai-lapisan-ozon-mulai-tunjukan-pemulihan/feed/ 0
Jakarta, Kota dengan Kadar Ozon Permukaan Tertinggi di Indonesia https://www.greeners.co/berita/jakarta-kota-dengan-kadar-ozon-permukaan-tertinggi-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jakarta-kota-dengan-kadar-ozon-permukaan-tertinggi-di-indonesia https://www.greeners.co/berita/jakarta-kota-dengan-kadar-ozon-permukaan-tertinggi-di-indonesia/#respond Thu, 03 Sep 2015 11:46:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11001 Jakarta (Greeners) – Sumber energi berbahan fosil tidak hanya menghasilkan sebuah polutan biasa untuk udara sekitar kita. Namun, sumber bahan bakar fosil juga dapat menghasilkan semacam ozon yang disebut ozon […]]]>

Jakarta (Greeners) – Sumber energi berbahan fosil tidak hanya menghasilkan sebuah polutan biasa untuk udara sekitar kita. Namun, sumber bahan bakar fosil juga dapat menghasilkan semacam ozon yang disebut ozon permukaan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Ir. Dodo Gunawan, DEA, kepada Greeners pada Kamis (3/9) di Jakarta.

Ozon permukaan sendiri merupakan kumpulan zat yang dihasilkan oleh bahan bakar fosil untuk transportasi, pabrik atau fasilitas umum lainnya. Ozon permukaan memiliki sifat pencemar dan gas rumah kaca.

Menurut Dodo, ozon permukaan berbahaya karena memiliki kandungan yang dapat mengakibatkan beberapa penyakit pernafasan jika terhirup terus-menerus oleh manusia. Meskipun ozon permukaan masih di bawah ambang batas tertentu, namun dapat terakumulasi dan berbahaya bagi organ pernafasan.

“Ozon permukaan ini tentunya dapat berakibat sangat buruk pada kesehatan manusia. Khususnya bagi pernafasan kita,” terang Dodo.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Ir. Dodo Gunawan, DEA. Foto: greeners.co/TW

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Ir. Dodo Gunawan, DEA. Foto: greeners.co/TW

Dodo sendiri mengatakan bahwa untuk mengurangi konsentrasi ozon permukaan sekaligus menanggulangi pemanasan global adalah dengan mengurangi pemakaian sumber energi yang berasal dari fosil. Menurutnya, pemakaian energi terbarukan lebih aman dan cenderung mengurangi ozon permukaan dan polutan lainnya secara signifikan.

Dodo juga menegaskan bahwa permasalahan ozon permukaan dan gas rumah kaca adalah permasalahan besar bagi manusia. Tak ayal, permasalahan ini harus diselesaikan bersama-sama, tidak hanya oleh beberapa negara saja.

“Dunia harus mengatasi ini bersama, tidak hanya negara berkembang saja. Negara maju juga harus ikut memprioritaskan masalah ini (ozon dan gas rumah kaca) di atas kepentingan lainnya,” tegas Dodo.

Proyeksi NASA terhadap konsentrasi ozon stratosfer jika chlorofluorocarbons (CFC) belum dilarang. Sumber: wikipedia.com

Proyeksi NASA terhadap konsentrasi ozon stratosfer jika chlorofluorocarbons (CFC) belum dilarang. Sumber: wikipedia.com

Dari data yang dilansir oleh BMKG, selama tahun 2015 ini tercatat tiga kali konsentrasi ozon permukaan mendekati ambang batasnya, yaitu pada bulan Februari, April dan Juli. Dalam ke tiga bulan tersebut, tercatat konsentrasi ozon permukaan melebihi 100 part per billion (ppb). Angka ini berada sedikit di bawah ambang batas “aman” untuk ozon permukaan, yaitu 120 ppb.

Di Indonesia sendiri terdapat dua tempat yang dijadikan area pengukuran ozon permukaan. Dua tempat tersebut adalah Kemayoran di Jakarta Utara dan Kototabang di Sumatera Barat. Jakarta sendiri adalah kota yang memiliki kadar ozon permukaan tertinggi di Indonesia.

Penulis: TW

]]>
https://www.greeners.co/berita/jakarta-kota-dengan-kadar-ozon-permukaan-tertinggi-di-indonesia/feed/ 0
Indonesia Targetkan Industri Tanpa HCFC Tahun 2015 https://www.greeners.co/berita/indonesia-targetkan-industri-tanpa-hcfc-tahun-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-targetkan-industri-tanpa-hcfc-tahun-2015 https://www.greeners.co/berita/indonesia-targetkan-industri-tanpa-hcfc-tahun-2015/#respond Wed, 10 Sep 2014 11:30:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5764 Jakarta (Greeners) – Guna menanggulangi penipisan lapisan ozon yang semakin hari terus bertambah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selaku pihak yang tergabung dari Protokol Montreal di Indonesia mengaku telah melakukan beberapa upaya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Guna menanggulangi penipisan lapisan ozon yang semakin hari terus bertambah, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selaku pihak yang tergabung dari Protokol Montreal di Indonesia mengaku telah melakukan beberapa upaya bersama dengan beberapa pihak terkait pengendalian penggunaan bahan kimia perusak ozon.

Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Arief Yuwono mengatakan, bahwa hingga tanggal 1 Januari 2015 mendatang KLH telah menargetkan program penghapusan penggunaan barang berbahan perusak ozon (BPO) jenis hydrochlorofluorocarbon (HCFC) menjadi non-HCFC untuk mencapai penurunan konsumsi HCFC sebesar 10%.

“Target Indonesia sebelum tanggal 1 Januari 2015 nanti, industri manufaktur atau perakitan refrigerasi dan AC sudah alih teknologi, dari yang menggunakan HCFC menjadi non-HCFC,” kata Arief di Pusat Pengetahuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/09).

Arief juga menjelaskan, bahwa komitmen pemerintah dan industri di Indonesia sudah sangat tinggi dalam upaya perlindungan lapisan ozon, serta mampu menjadi contoh nyata dalam upaya menanggulangi masalah lingkungan.

Lebih jauh Arief memaparkan bahwa penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) telah dilakukan pada lima perusahaan dari 21 perusahaan Air Conditioner (AC), lalu tiga perusahaan dari 27 industri Refrigerasi, dan tujuh perusahaan dari 30 industri Foam.

“Indonesia telah menetapkan strategi percepatan penghapusan HCFC untuk mencapai target freeze pada tahun 2013 dan 10% reduksi HCFC pada tahun 2015,” jelas Arief.

Asisten Deputi Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfir, Emma Rachmawaty mengatakan, bahwa nantinya terhitung tanggal 1 Januari 2015, KLH bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian akan mengatur pelarangan impor barang yang mengandung HCFC atau barang yang belum alih teknologi.

Lalu, lanjut Emma, nantinya, bagi perusahaan industri yang melanggar ketentuan penghapusan HCFC pada barang-barang mereka akan dikenai sanksi administrasi berupa pencabutan Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI).

“Nanti akan kita kontrol langsung dari negara pengimpornya agar tidak ada kasus barang ilegal dengan HCFC yang masuk,” katanya.

Sebagai informasi, untuk memperingati Hari Ozon internasional setiap tanggal 16 September, KLH kembali menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ozon untuk tahun 2014 dengan tema “Ozone Layer Protection: The Mission Goes On”.

Protokol Montreal sendiri adalah sebuah traktat internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon.

Sedangkan HCFC merupakan BPO yang hingga saat ini masih digunakan secara luas, terutama di negara berkembang, sebagai pengganti sementara atau chlorofluorocarbon (CFC). Disebut sementara karena CFC masih memiliki potensi sebagai bahan perusak ozon walau nilainya lebih kecil dibandingkan dengan HCFC.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-targetkan-industri-tanpa-hcfc-tahun-2015/feed/ 0
Dua Juta Orang Meninggal Per Tahun Karena Polusi Udara https://www.greeners.co/berita/dua-juta-orang-meninggal-per-tahun-karena-polusi-udara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dua-juta-orang-meninggal-per-tahun-karena-polusi-udara https://www.greeners.co/berita/dua-juta-orang-meninggal-per-tahun-karena-polusi-udara/#comments Tue, 23 Jul 2013 06:08:56 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3808 Oleh Tim Radford Via Climate News Network London (Greeners) – Secara global, Enviromental Research Letters mendata lebih dari dua juta orang meninggal karena polusi udara luar ruangan setiap tahunnya. Jumlah […]]]>

Oleh Tim Radford Via Climate News Network

London (Greeners) – Secara global, Enviromental Research Letters mendata lebih dari dua juta orang meninggal karena polusi udara luar ruangan setiap tahunnya. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada kematian akibat perubahan iklim.

Sekitar 470 ribu orang meninggal setiap tahun karena polusi lapisan ozon, dan sekitar 2,1 juta orang meninggal karena teracuni partikel-partikel kecil yang terperangkap di paru-paru mereka. Riset ini dilakukan berdasarkan stimulasi model iklim.

Jason West dari Universitas North Carolina, Amerika Serikat, salah satu penulis laporan tersebut menyatakan, mereka memperkirakan polusi udara di luar ruangan adalah faktor penyebab kematian terbesar dari masalah lingkungan. “Banyak kematian terjadi di Asia Selatan dan Asia Timur, di mana populasi penduduk tinggi sementara polusi udara juga mengkhawatirkan,” kata West.

Lapisan ozon di stratosfer bumi berperan penting bagi kesehatan manusia dengan menyaring gelombang berbahaya dari sinar ultraviolet matahari. Namun, kadar ozon yang berada di bagian bawah atmosfer juga dapat menjadi racun, dan menyebabkan serangan asma atau radang paru-paru.

Sulit menyatakan sebab kematian orang perorangan pasti karena polusi udara atau karena masalah lingkungan lainnya. Namun dengan menggunakan data statistik, para epidemiologis dapat mendata bertambahnya jumlah kematian karena polusi udara dalam beberapa dekade terakhir ini. Sekurangnya per tahun 2 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat kualitas udara yang buruk.

 

Tumbuhan Layu Turunkan Kualitas Udara

Dua penelitian menemukan bahwa layunya tumbuh-tumbuhan dapat menurunkan kualitas udara. “Tumbuhan menyerap sekitar 20 persen jumlah ozon di atmosfer bumi, jadi dampak potensial (layunya tumbuhan) terhadap kualitas udara sangat jelas,” kata Dr. Lisa Emberson dari Institut Lingkungan Universitas Stockholm.

Penelitian dari Universitas York, Inggris melaporkan lapisan ozon bumi kini dipenuhi gelombang panas –yang kemungkinan besar karena tumbuhan telah melewati kapasitas mereka menyerap gelombang panas seiring naiknya kadar merkuri di ozon bumi.

Ketika permukaan tanah mengering dan suhu naik, tumbuhan menjadi stres: mereka menutup stomata mereka- lubang-lubang kecil di permukaan daun-sebagai upaya mempertahankan kelembapan. Dengan demikian tumbuhan dapat beradaptasi dengan kondisi ozon yang dipenuhi asap dari kendaraan dan pabrik serta dalam suhu yang semakin panas. Namun menutupnya stomata pada tumbuhan ini, juga berarti tumbuhan itu tidak lagi mampu menghisap gelombang panas dari ozon.

Penelitian Dr.Emberson dan koleganya dari Universitas Stockholm, seperti yang diterbitkan Jurnal Fisika dan Kimia Atmosfer, mengungkapkan hasil studi mereka  tentang gelombang panas Eropa pada Juni-Juli 2006.

Daerah sub tropis seperti negara-negara Eropa, kerap mengalami gelombang panas, yaitu serangkaian hari-hari dengan temperatur suhu dan kelembapan tinggi, yang dapat berbahaya bagi manusia. Gelombang panas biasanya terjadi selama musim panas dan sejarah mencatat, fenomena alam ini pernah meminta korban jiwa hingga ribuan orang di Benua Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Emberson dan koleganya menghitung jumlah kadar ozon yang diserap tumbuhan selama terjadinya gelombang panas. Dan selama 16 hari, level ozon yang tersisa di udara terbukti berbahaya bagi kesehatan manusia dan membawa kematian 460 orang lagi di Inggris. Hal ini menunjukkan indikasi gelombang panas yang membuat tumbuhan layu, juga membuat tumbuhan tidak lagi menyerap kadar ozon dari udara.

Kedua penelitian itu menyimpulkan, naiknya suhu bumi pada akhirnya berarti kabar buruk bagi mereka yang dengan paru-paru yang kurang sehat. (G04).

]]>
https://www.greeners.co/berita/dua-juta-orang-meninggal-per-tahun-karena-polusi-udara/feed/ 1