populasi harimau sumatera - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/populasi-harimau-sumatera/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 15 Mar 2019 11:17:29 +0000 id hourly 1 KLHK Gelar SWTS, Populasi Harimau Sumatera Diharapkan Meningkat https://www.greeners.co/berita/klhk-gelar-swts-populasi-harimau-sumatera-diharapkan-meningkat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-gelar-swts-populasi-harimau-sumatera-diharapkan-meningkat https://www.greeners.co/berita/klhk-gelar-swts-populasi-harimau-sumatera-diharapkan-meningkat/#respond Fri, 15 Mar 2019 11:09:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22800 KLHK bersama dengan mitra kerjanya kembali melaksanakan kegiatan Sumatra Wide Tiger Survey (SWTS). Kegiatan ini bertujuan agar target peningkatan jumlah harimau sumatera sebanyak dua kali lipat pada 2022 dapat tercapai.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan mitra kerjanya melakukan pemantauan efektivitas konservasi harimau sumatera melalui kegiatan Sumatra Wide Tiger Survey (SWTS). Kegiatan yang dilakukan secara berkala dan sistematik ini bertujuan agar target peningkatan jumlah harimau sumatera sebanyak dua kali lipat pada 2022 dapat tercapai.

Koordinator SWTS Hariyono Wibisono mengatakan SWTS tahun 2018-2019 ini merupakan survei kedua, sebelumnya SWTS pertama sudah dilakukan tahun 2007-2009 dan menghasilkan data bahwa 72% wilayah di Indonesia masih dihuni harimau sumatera. Hariyono mengatakan bahwa data yang didapat sepuluh tahun lalu ini perlu ditinjau kembali untuk mengetahui efektivitas intervensi konservasi selama rentang waktu tersebut melalui kegiatan SWTS kedua.

“SWTS kedua ini merupakan kegiatan survei satwa liar terbesar di dunia dengan cakupan 712 petak survei seluas 12,9 juta ha. Sebelumnya SWTS pertama hanya 394 petak survei seluas 11 juta ha. Teknisnya, proporsi petak wilayah ini akan diuji terhadap faktor kunci misalnya gangguan manusia, hilangnya habitat, peralihan fungsi lahan, atau perambahan. Dengan cara ini pemerintah dan mitranya bisa mengalokasikan sumber dayanya (SDM dan atau dana) secara lebih efisien dan tepat sasaran,” ujar Hariyono kepada Greeners melalui telepon, Kamis, (14/03/2019).

harimau sumatra

Lokasi implementasi Sumatra Wide Tiger Survey (SWTS) periode 2018-2019.
Sumber: Harimau Kita

Selain itu, SWTS II ini membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kesenjangan konservasi, merumuskan strategi konservasi yang efektif dan tindakan prioritas, dan mengarahkan dana pada kebutuhan prioritas untuk mempertahankan dan memulihkan populasi harimau sumatra secara keseluruhan. Hasil SWTS secara berkala akan menjadi tolak ukur implementasi dan pemenuhan target National Tiger Recovery Program (NTRP).

BACA JUGA: Tertangkap Kamera, Dua Generasi Keluarga Harimau Sumatera Berhasil Berkembang Biak

Menurut Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tandya Tjahjana, habitat dan kantong populasi harimau banyak berkurang pada periode 1985 -2008 akibat adanya perubahan tutupan hutan dan perubahan fungsi. Selain itu, perburuan dan perdagangan ilegal serta terjadinya konflik manusia dengan harimau juga merupakan ancaman bagi kelestarian satwa dilindungi tersebut.

“Hasil kajian populasi dan habitat terbaru menunjukkan terdapat sekitar 604 ekor harimau yang hidup di alam liar. Harimau-harimau tersebut hidup di habitat yang tersisa di seluruh Sumatera. Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua dalam mempertahankan satu-satunya spesies harimau yang tersisa di Indonesia,” kata Tandya.

Kegiatan SWTS II ini melibatkan sektor privat, khususnya di bidang kehutanan, dalam upaya mendukung konservasi harimau sumatera di luar kawasan konservasi yang terintegrasi pada skala lanskap. Upaya ini dapat memberi peluang harimau sumatera untuk bertahan hidup lebih lama dan terhindar dari kepunahan. Kerjasama ini diwakili oleh Asosiasi Pengusahan Hutan Indonesia (APHI).

BACA JUGA: Analisis DNA Jadi Upaya Baru Penegakan Hukum dan Perlindungan Satwa Liar 

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif APHI Purwadi Soeprihanto mengatakan 68,82 juta hektare atau 57% hutan di Indonesia merupakan kawasan Hutan Produksi. Untuk mendukung program SWTS ini, APHI memiliki program Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yakni melakukan kegiatan konservasi di luar kawasan konservasi fauna dan satwa karena hampir 50% keberadaan harimau sumatera ada di wilayah konsesi.

“Jelajah areal harimau di kawasan konservasi 30%, berarti di luar konservasi ada 70% di mana pasti di hutan produksi. Artinya banyaknya satwa itu berada di hutan produksi. Hal ini yang harus kita jaga bahwa konservasi itu juga bisa dilakukan di hutan produksi melalui KEE ini,” ujar Purwadi.

Sebagai informasi, mitra kerja yang mendukung SWTS II ini tercatat ada 15 unit pelaksana teknis (UPT) KLHK, lebih dari 10 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), 21 LSM nasional dan internasional, 2 universitas, 2 perusahaan, dan 13 lembaga donor.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-gelar-swts-populasi-harimau-sumatera-diharapkan-meningkat/feed/ 0
Hari Harimau Sedunia, Forum HarimauKita Ajak Masyarakat Peduli Harimau Sumatera https://www.greeners.co/aksi/hari-harimau-sedunia-forum-harimaukita-ajak-masyarakat-peduli-harimau-sumatera/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-harimau-sedunia-forum-harimaukita-ajak-masyarakat-peduli-harimau-sumatera https://www.greeners.co/aksi/hari-harimau-sedunia-forum-harimaukita-ajak-masyarakat-peduli-harimau-sumatera/#respond Thu, 03 Aug 2017 12:56:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17985 Diadakannya acara peringatan Global Tiger Day diharapkan dapat menjadi pembuka wawasan dan pemicu kepedulian masyarakat terhadap harimau Sumatera.]]>

Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day merupakan hari perayaan tahunan yang diadakan setiap tanggal 29 Juli. Diperingati pertama kali sejak tahun 2010, Hari Harimau Sedunia rutin dirayakan di berbagai negara dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, Global Tiger Day diperingati secara serentak di 10 kota, dan Jakarta adalah salah satunya. Di Jakarta, peringatan hari tersebut diselenggarakan oleh Forum HarimauKita, pada hari Minggu (30/7) di area car free day Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Acara peringatan Global Tiger Day ini bertujuan untuk memberi tahu masyarakat bahwa populasi satu-satunya harimau endemik di Indonesia, harimau Sumatera, sudah sangat terancam. Selain itu, kepedulian masyarakat terhadap harimau Sumatera juga diharapkan dapat meningkat setelah mengikuti acara peringatan Global Tiger Day ini.

“Tahun ini, Global Tiger Day mengusung tema ‘Time for Tigers’. Tujuan kami (Forum HarimauKita) mengadakan perayaan Global Tiger Day di area car free day Jakarta adalah untuk memberi tahu masyarakat bahwa populasi harimau Sumatera sudah terancam punah. Harimau Sumatera merupakan harimau endemik satu-satunya di Indonesia yang masih tersisa. Sayangnya, banyak masyarakat Indonesia yang masih tidak peduli dan masih menganggap harimau adalah ‘hama’, hewan perusak,” ujar Ahmad Rizal alias Rizal, ketua pelaksana peringatan Global Tiger Day di Jakarta (30/7).

hari harimau sedunia

Foto: greeners.co/Anggi Rizky Firdhani

“Harimau Sumatera sendiri saat ini populasinya hanya tersedia sebanyak kurang lebih 400 ekor. Lama kelamaan, jumlah ini bisa terus berkurang. Sudah waktunya bagi harimau, khususnya harimau Sumatera, untuk mendapat perhatian dan perlindungan lebih dari berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, kami berupaya untuk menjaga 400 ekor harimau Sumatera yang tersisa untuk tetap bisa bertahan hidup,” tambahnya.

Acara peringatan Global Tiger Day di Jakarta diawali dengan melakukan kegiatan long march, lalu dilanjutkan dengan aksi teatrikal, storytelling, pameran foto, hingga lukis wajah. Aksi teatrikal merupakan ‘magnet’ dari acara peringatan Global Tiger Day ini. Aksi teatrikal ini menggambarkan kisah seekor harimau Sumatera yang terus diburu manusia demi memenuhi kepuasan mereka sendiri.

Diadakannya acara peringatan Global Tiger Day di kawasan car free day Jakarta sendiri diharapkan dapat menjadi pembuka wawasan dan pemicu kepedulian masyarakat terhadap harimau Sumatera. Harimau Sumatera merupakan satwa yang patut dijaga kelestariannya, karena harimau Sumatera adalah ‘warisan’ asli dari Indonesia. Rizal sendiri berharap bahwa Global Tiger Day terus diperingati di Indonesia di masa mendatang,

“Kedepannya, kami akan terus berusaha supaya Global Tiger Day terus diperingati di Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, kami sudah bisa berupaya untuk melakukan usaha perlindungan terhadap harimau Sumatera, meskipun usahanya belum bisa dibilang besar. Semoga kegiatan seperti ini akan terus berlangsung dan dapat semakin mengundang antusiasme masyarakat terhadap harimau Sumatera,” pungkas Rizal.

Sebagai informasi, Global Tiger Day juga diperingati di Banda Aceh, Medan, Padang, Bengkulu, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Sungai Penuh, Bukit Tigapuluh, Kampar, Bandar Lampung, dan Purwokerto.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/hari-harimau-sedunia-forum-harimaukita-ajak-masyarakat-peduli-harimau-sumatera/feed/ 0
Perlu Pemutakhiran Data untuk Selamatkan Populasi Harimau https://www.greeners.co/berita/perlu-pemutakhiran-data-untuk-selamatkan-populasi-harimau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perlu-pemutakhiran-data-untuk-selamatkan-populasi-harimau https://www.greeners.co/berita/perlu-pemutakhiran-data-untuk-selamatkan-populasi-harimau/#respond Sun, 02 Aug 2015 02:30:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10579 Jakarta (Greeners) – Pada akhir tahun 1970-an, diyakini populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berkisar sekitar 1.000 inidividu hingga kemudian menurun menjadi sekitar 400-500an individu pada awal tahun 1990-an. Harimau […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pada akhir tahun 1970-an, diyakini populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berkisar sekitar 1.000 inidividu hingga kemudian menurun menjadi sekitar 400-500an individu pada awal tahun 1990-an. Harimau sumatera sendiri merupakan sub spesies terakhir dari jenis harimau yang pernah ada di Indonesia.

Sedangkan dua kerabatnya, harimau bali (P. t. balica) dan harimau jawa (P.t. sondaica) sudah lama hilang jejaknya dari alam tempat mereka hidup. Harimau Bali telah dinyatakan punah sejak tahun 1940-an, sedangkan saudaranya yaitu harimau jawa dinyatakan sudah tak terlihat lagi sejak tahun 1980-an.

Guna memperingati hari Harimau Internasional kelima sejak ditetapkan pada 23 November 2010 lalu di St. Petersburg, Rusia, Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) melalui program Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera) mendorong penguatan dukungan dan keterlibatan secara aktif di masyarakat, pemerintah, dan juga swasta agar harimau tetap terjaga keberadaannya di alam.

Menurut Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, M.S Sembiring, untuk memastikan populasi harimau sumatera bukan hal yang mudah karena memerlukan cara dan peralatan tertentu, termasuk menggunakan camera trap.

“Untuk menjawab penyelamatan harimau sumatera dari kepunahan, terlebih dahulu harus dilakukan pemutakhiran data dan informasi. Bagaimana status dan sebaran harimau sumatera terkini? Apa dan bagaimana tingkatan ancaman saat ini? Apa yang telah dan dapat dilakukan para pemangku kepentingan untuk menyelamatkan Si Belang? Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus bisa dijawab untuk membuat suatu tindakan yang tepat bagi penyelamatan harimau sumatera,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Jumat (31/07).

Selain itu, lanjutnya, Yayasan KEHATI beserta mitra yang bekerja di lapangan mengidentifikasi paling tidak ada lima hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai target peningkatan populasi harimau sumatera. Kelima hal tersebut yaitu perlunya perlindungan dan pemulihan kawasan yang berfungsi sebagai habitat dan penghubung antar habitat, penataan ruang yang lebih memperhatikan aspek-aspek lingkungan, dilakukannya patroli anti perburuan liar oleh Polisi Hutan dan masyarakat, dan melakukan penanganan konflik antara harimau dengan manusia.

“Serta melakukan peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan efektivitas penegakan hukum, misalnya dengan pembentukan tim penanggulangan pemburuan dan perdagangan liar harimau, program-program peningkatan kapasitas SDM di bidang tindak pidana kehutanan dan satwa liar dan penyuluhan,” tutupnya.

Sebagai informasi, dalam The St. Petersburg Declaration on Tiger Conservation, telah dibuat kesepakatan bersama bahwa dunia akan berupaya untuk meningkatkan populasi harimau yang ada sekarang hingga dua kali lipat di tahun 2022. Peran penting harimau dalam ekosistem disebutkan jelas dalam deklarasi tersebut, bahwa predator ini adalah salah satu indikator penting ekosistem yang sehat.

Rusaknya ekosistem tidak hanya berdampak pada kepunahan harimau, tetapi juga hilangnya keanekaragaman hayati. Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang menandatangani Deklarasi Konservasi Harimau di St. Petersburg, Rusia pada 2010. Bahkan Kementerian Kehutanan pada 2007 lalu sudah membuat Rencana Aksi Konservasi yang masih berlaku hingga 2017.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perlu-pemutakhiran-data-untuk-selamatkan-populasi-harimau/feed/ 0
Harimau Bercumbu Tertangkap Kamera, Pemerintah Diminta Peduli Populasi Harimau https://www.greeners.co/berita/harimau-bercumbu-tertangkap-kamera-pemerintah-diminta-peduli-populasi-harimau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=harimau-bercumbu-tertangkap-kamera-pemerintah-diminta-peduli-populasi-harimau https://www.greeners.co/berita/harimau-bercumbu-tertangkap-kamera-pemerintah-diminta-peduli-populasi-harimau/#respond Wed, 13 May 2015 08:10:27 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9004 Jakarta (Greeners) – Penangkapan momen langka terhadap sepasang harimau yang sedang saling mendekati untuk bercumbu oleh kamera jebak milik World Wide Fund (WWF) Indonesia yang terpasang di Taman Nasional Bukit […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penangkapan momen langka terhadap sepasang harimau yang sedang saling mendekati untuk bercumbu oleh kamera jebak milik World Wide Fund (WWF) Indonesia yang terpasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung, Sumatera merupakan pengingat bagi pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan perlindungan yang lebih komprehensif di wilayah taman nasional dan sekitarnya.

Menurut keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Yob Charles, Project Leader WWF Program Bukit Barisan Selatan mengatakan bahwa momen langka tersebut seharusnya membuat pemerintah mau menjamin populasi harimau agar tetap stabil di wilayah tersebut. Selama tahun 2014 saja, tim gabungan WWF – TNBBS telah menyapu 80 jerat harimau dan dua senjata api ilegal di dalam wilayah TNBBS.

“Momen ini seharusnya meningkatkan kepedulian pemerintah dalam menjaga populasi harimau yang ada saat ini,” jelasnya, Jakarta, Rabu (13/05).

Di samping itu, anggota Forum Harimau Kita, Hariyo T Wibisono juga mengingatkan bahwa momen tertangkapnya gambar sepasang harimau tersebut bukanlah alasan untuk mengklaim kalau jumlah harimau sumatera mengalami peningkatan, baik dari sebaran maupun populasinya.

Menurutnya, populasi Raja Rimba tersebut cenderung malah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Menurut catatan Forum Harimau Kita, pada tahun 1978 jumlah hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu mencapai 1.000 ekor, kemudian tahun 1987 berkurang menjadi 500 ekor. Pun pada tahun1992, lanjutnya, populasi harimau sumatra hanya mampu bertahan sekitar 500 ekor dan terakhir pada tahun 2010 jumlahnya hanya tersisa 250 ekor.

“Populasinya itu terus menurun, jadi tidak tepat kalau momen penangkapan gambar sepasang harimau itu dikaitkan dengan jumlahnya yang membaik,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya kamera jebak milik WWF yang terpasang di Lampung, Sumatera, menangkap momen langka dimana sepasang harimau sumatera sedang saling mendekati untuk bercumbu. Adegan yang terekam kamera pada pertengahan Desember 2014 lalu itu menunjukkan harimau sumatera jantan yang bertubuh lebih besar sedang mendekati harimau sumatera betina.

Dari perilaku keduanya yang masih malu-malu, bisa diindikasikan bahwa sepasang harimau ini baru saja bertemu. Perilaku ini, seperti mengeluarkan suara khusus merupakan sinyal positif untuk mengundang interaksi lebih lanjut.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/harimau-bercumbu-tertangkap-kamera-pemerintah-diminta-peduli-populasi-harimau/feed/ 0