Tertangkap Kamera, Dua Generasi Keluarga Harimau Sumatera Berhasil Berkembang Biak

Reading time: 2 menit
harimau sumatera
Seekor harimau sumatera betina tertangkap kamera jebakan sedang berjalan bersama empat anaknya. Sumber: WWF Indonesia

Jakarta (Greeners) – Dalam perayaan Global Tiger Day atau Hari Harimau Sedunia pada 29 Juli 2018, WWF Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia merilis seri video langka yang menunjukkan harimau sumatera sukses berkembang biak di alam liar.

Sebagai predator utama pada rantai makanan, harimau di alam berperan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang mendukung kelangsungan hidup spesies lainnya dan juga untuk manusia. Namun saat ini harimau berstatus kritis. Diperkirakan hanya tersisa 3.900 individu harimau liar di dunia.

“Dari jumlah 3.900 individu tersebut, 400 hingga 600 individu berada di Indonesia tepatnya di seluruh Pulau Sumatera. Hanya bisa ditemukan sekitar 5 persen dari jangkauan mereka jika dibandingkan dengan seabad lalu,” ujar Diah R. Sulistiowati, koordinator kampanye Hutan, Spesies dan Air Bersih WWF Indonesia, saat dihubungi oleh Greeners, Minggu (29/07/2018).

BACA JUGA: Flash, Bayi Harimau Benggala Putih Lahir di Maharani Zoo Lamongan

Diah mengatakan, perdagangan ilegal tetap menjadi salah satu ancaman terbesar dan paling cepat terhadap harimau di alam liar. Menurut Diah, dibutuhkan inisiati-inisiatif yang bertujuan mengubah perilaku untuk mengurangi permintaan terhadap bagian-bagian tubuh harimau dan produk-produknya.

“Permintaan yang tinggi, proteksi yang lemah, dan rendahnya hukuman membuat tidak ada efek jera, apalagi regulasi UU Nomor 5 Tahun 1990 masih lemah untuk ditegakkan,” ujar Diah.

harimau sumatera

Tahun 2015 lalu, Rima pernah tertangkap kamera berjalan bersama tiga anak harimau. Sumber: WWF Indonesia

Dari rekaman video resmi yang diterima oleh Greeners, terlihat seekor harimau sumatera betina bernama Rima beserta tiga ekor anaknya berjalan di dalam hutan. Video menunjukkan tahun 2015. Pada rekaman selanjutnya terlihat Rima berjalan diikuti empat ekor anak harimau dengan tahun video menunjukkan 2017.

Diah menyatakan, video tersebut menjadi bukti yang mengagumkan sekaligus membuktikan bahwa harimau dapat berkembang biak dengan baik jika mereka memiliki habitat yang terlindungi, memiliki cukup mangsa dan tidak diburu.

BACA JUGA: KLHK Gagalkan Perdagangan 2.000 Ekor Burung Dilindungi di Jambi

Direktur Sumatera dan Wildlife WWF-Indonesia Suhandri mengatakan, adanya video ini membuktikan harimau sumatera yang sehat ini dapat berkembang biak dengan baik di Sumatera Tengah. Hal ini juga menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia serta dukungan dari mitra komunitas dan pemerintah lokal maupun komunitas internasional untuk menyelamatkan harimau dan habitatnya.

“Pemulihan populasi harimau adalah kunci untuk manusia agar dapat hidup dengan ketersediaan sumber daya alam,” ujar Suhandri.

Menurut Suhandri, WWF-Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bekerjasama dengan banyak pihak termasuk masyarakat lokal untuk memastikan masyarakat lokal adalah penerima manfaat bersamaan dengan konservasi harimau. WWF-Indonesia juga bekerjasama dengan berbagai pendukung dari seluruh dunia yang dapat memainkan peran kunci dalam meningkatkan populasi harimau dan juga mendorong agar publik dapat memilih dan membeli produk-produk yang berasal dari praktik produksi yang bertanggungjawab dan tidak terlibat dalam pengrusakan habitat harimau.

“Ini kabar baik bahwa ada perkembangan baik karena kita juga punya target meningkatkan populasi harimau di antara 25 satwa terancam punah hingga 10 persen sesuai dengan Indikator Kinerja Pemerintah seperti dimandatkan oleh Dirjen KSDAE,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Suharyono.

Penulis: Dewi Purningsih

Top