selada - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/selada/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 28 Aug 2023 07:20:59 +0000 id hourly 1 Selada, Sayuran yang Dianggap Obat Sejak Zaman Romawi https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-sayuran-yang-dianggap-obat-sejak-zaman-romawi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selada-sayuran-yang-dianggap-obat-sejak-zaman-romawi https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-sayuran-yang-dianggap-obat-sejak-zaman-romawi/#respond Mon, 28 Aug 2023 03:05:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41340 Selada atau Lactuca sativa kerap ditemukan di berbagai makanan, di antaranya salad dan pelengkap burger. Tanaman yang berasal dari famili Asteraceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Lactuca […]]]>

Selada atau Lactuca sativa kerap ditemukan di berbagai makanan, di antaranya salad dan pelengkap burger. Tanaman yang berasal dari famili Asteraceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Lactuca capitata (L.) DC, Lactuca crispa (L.) Roth, Lactuca laciniata Roth, atau Lactuca palmata Willd.

Orang Mesir memperkenalkan tanaman ini pada bangsa Romawi dan Yunani pertama kalinya pada tahun 2680 SM. Mereka mengambil minyak biji dan daun selada. Di samping itu, tanaman ini juga menjadi sayuran pertama yang ditanam luar angkasa, tepatnya di International Space Station (ISS).

BACA JUGA: Pemanfaatan Tanaman Obat dari Beragam Suku Nusantara

Memiliki Banyak Varietas yang Dibudidayakan

Selada merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh tinggi hingga 30 cm bahkan lebih. Daunnya tidak memiliki tangkai, berbentuk bulat telur hingga lonjong, berukuran rata-rata 6-20 cm, dengan perbungaanya yang berwarna kuning.

Selain itu, tanaman ini juga tidak tahan beku, umumnya berbunga dari bulan Juli hingga Agustus, dan bijinya akan matang dari Agustus hingga September. Tanaman ini juga memiliki organ jantan dan betina dalam satu individu, atau disebut juga hermaprodit dan penyerbukanya mendapat bantuan dari serangga.

Taksonomi selada (lactuva sativa). Foto: Greeners

Taksonomi selada (lactuva sativa). Foto: Greeners

Ada empat varietas budidaya tanaman ini, yakni selada asparagus (varietas augustana) memiliki daun yang sempit dan batang yang segar dan tebal; selada kubis (varietas capitata) memiliki daun yang terlipat dan padat; cos atau selada biasa (varietas longifolia) berdaun halus dan lonjong; terakhir selada keriting (varietas crispa) berdaun melengkung, halus, dan bentuknya seperti daun ek.

BACA JUGA: Kunyit Liar, Tanaman Obat yang Berbau Menyengat

Karena memiliki banyak varietas, warna daunnya juga bervariasi tergantung pada varietasnya, mulai dari warna hijau hingga merah tua dan ungu. Panen selada biasanya sebelum berbunga, karena munculnya bunga bisa mempengaruhi ukuran daun selada dan membuat daunnya terasa pahit.

Selada Berasal dari Mediterania

Selada dapat tumbuh di tanah berpasir, lempung, atapun tanah yang lembab dengan atau tanpa naungan. Sementara, distribusinya sudah sangat luas, sehingga kita dapat menemukannya hampir di seluruh dunia yang memiliki iklim sesuai dengan berbagai varietas yang ada. Namun, sebaran asli tanaman ini ialah dari Mediterania hingga Siberia.

Tinggi Vitamin dan Rendah Kalori

Lactuca sativa banyak mengandung vitamin A, K, C, dan zat besi. Selain itu, tanaman ini juga rendah kalori dan mengandung air hingga 95%. Oleh sebab itu, kebanyakan orang yang sedang diet gemar mengonsumsi daun selada.

Ekstrak selada atau “lactucarium” ini memiliki komponen narkotika. Bahkan, tanaman ini bisa menjadi obat penenang sejak zaman Kekaisaran Romawi. Di Prancis, lactucarium ini menjadi campuran obat batuk sebagai pengganti opium.

Dalam buku Handbook of 200 Medicinal Plants, bubuk biji bermanfaat untuk meredakan demam, batuk, bronkitis, hingga asma. Dalam pengobatan Unani (Yunani-Islam), bijinya bermanfaat sebagai analgesik, obat penenang, menurunkan tekanan darah, menghilangkan dahaga, dan meredakan sakit kepala.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-sayuran-yang-dianggap-obat-sejak-zaman-romawi/feed/ 0
Selada Air, Tanaman Laut yang Bernutrisi Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-air-tanaman-laut-yang-bernutrisi-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selada-air-tanaman-laut-yang-bernutrisi-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-air-tanaman-laut-yang-bernutrisi-tinggi/#respond Fri, 28 Oct 2022 03:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37782 Kekayaan laut Indonesia menyimpan beragam potensi. Tidak cuma sektor perikanan, wilayah bahari Nusantara juga menyediakan berbagai komoditas yang bermanfaat bagi manusia. Salah satunya adalah selada air, organisme laut yang berpotensi […]]]>

Kekayaan laut Indonesia menyimpan beragam potensi. Tidak cuma sektor perikanan, wilayah bahari Nusantara juga menyediakan berbagai komoditas yang bermanfaat bagi manusia. Salah satunya adalah selada air, organisme laut yang berpotensi sebagai obat antikanker.

Selada air dikenal juga sebagai ganggang hijau. Spesies ini tergabung ke dalam kelompok klorofita (Chlorophyta), sebab sel-selnya mengandung banyak klorofil A atau zat pewarna hijau.

Secara klasifikasi, ganggang hijau digolongkan ke dalam famili Ulvaceae dan genus Ulva. Mereka mempunyai nama ilmiah Ulva lactuta, sehingga berkerabat dengan U. fasciata, U. pertusa, U. rigida, serta U. linza.

Dari morfologinya, kelima jenis Ulva ini memang memiliki bentuk yang  mirip. Lembaran “daun” tampak seperti selada, berwarna hijau, dengan bagian “batang” yang berfungsi sebagai tempat melekat ke substrat.

Morfologi dan Ciri-Ciri Selada Air

Jangan salah, selada air sejatinya tidak memiliki struktur rangka berupa daun, batang maupun akar. Mereka merupakan sejenis tanaman talus, dengan lembaran yang tipis dan licin, serta tepian yang bergelombang.

Di bagian pangkal talus terdapat penebalan, terkadang penampilannya terlihat transparan. Warna hijaunya pun tidak selalu cerah, beberapa individu juga mempunyai corak yang sedikit gelap atau kehitaman.

Karena tidak memiliki batang, alga ini melekat menggunakan alat bantu berbentuk cakram pada batuan. Tangkai atau “batang” bantuannya itu berukuran pendek, serta terhubung dengan bagian talus yang tipis.

Jika diukur, ketebalan tanaman ini rata-rata berkisar 0,1 mm saja. Tidak cuma melekat, spesies U. lactuta juga mampu bertahan hidup dengan cara sessile atau mengembang bebas di perairan.

Untuk bereproduksi, setidaknya ada dua metode yang biasa digunakan oleh tumbuhan tersebut. Pertama adalah metode seksual, sementara metode kedua yaitu dengan cara fragmentasi talus.

Habitat dan Distribusi Selada Air

Selada air tergolong sebagai tumbuhan yang kuat, sehingga tidak heran jika mampu bertahan hidup di berbagai wilayah. Benua Amerika, Eropa, Afrika, dan Karibia merupakan peta persebaran jenis alga ini.

Mereka bahkan dapat kita temukan di perairan Samudera Hindia, Asia Timur, Asia Selatan, Australia, hingga Selandia Baru. Wilayah kepulauan Indonesia juga termasuk sebagai rumah dari koloni ganggang hijau.

Kelompok flora ini umumnya melimpah di pesisir pantai wilayah tengah seperti Pantai Serangan, Pantai Sanur, Pulau Nusa Penida, Pantai Sawangan, sampai Pantai Nusa Dua di Provinsi Bali.

Sedangkan di Indonesia Barat, peta distribusinya hanya terkonsentrasi di pesisir pantai selatan saja. Salah satunya Gunung Kidul, yang mana masyarakat setempat memanfaatkan alga ini sebagai bahan pangan.

Penggunaan selada air sebagai bahan pangan sejatinya sangat lumrah di dunia. Masyarakat Jepang bahkan telah melakukannya sejak ratusan tahun silam. Menu tradisional Jepang itu dikenal dengan nama aosa.

Kandungan dan Manfaat Selada Air

Melalui uji fitokimia, diketahui bahwa ekstrak selada air mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, tokoferol dan melatonin, yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami dari alga.

Mengonsumsinya secara rutin bisa membantu meningkatkan imunitas dan menyeimbangkan tekanan darah. Sehingga sangat dianjurkan bagi penderita jantung koroner, hipertensi, serta kolesterol tinggi.

Berbicara soal kolesterol, jenis ganggang hijau juga kerap dimanfaatkan sebagai menu diet. Tanaman ini dikenal mempunyai kandungan serat tinggi, sehingga sangat baik untuk pencernaan dan menunda lapar.

Kandungan protein dan zat besinya juga memadai sebagai pengganti daging. Sebab dalam 100 gram selada laut, setidaknya terkandung 22,1 gram protein nabati dan 5,3 mg zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bagi Anda yang concern terhadap kesehatan kulit, menggunakan alga ini sebagai menu makanan juga sangat direkomendasikan. Di dalamnya terkandung senyawa tokoforel, yakni salah satu jenis vitamin E.

Taksonomi Spesies Ulva Lactuta

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/selada-air-tanaman-laut-yang-bernutrisi-tinggi/feed/ 0