tanaman obat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tanaman-obat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 21 Nov 2023 10:32:31 +0000 id hourly 1 TK Khalifah Cimanggis Kenalkan Manfaat Tanaman Obat pada Siswa https://www.greeners.co/aksi/tk-khalifah-cimanggis-kenalkan-manfaat-tanaman-obat-pada-siswa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tk-khalifah-cimanggis-kenalkan-manfaat-tanaman-obat-pada-siswa https://www.greeners.co/aksi/tk-khalifah-cimanggis-kenalkan-manfaat-tanaman-obat-pada-siswa/#respond Tue, 21 Nov 2023 10:32:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=42324 Jakarta (Greeners) – TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Hal itu dalam rangka menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan sejak dini. Menurut Kepala PG & TK […]]]>

Jakarta (Greeners) – TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Hal itu dalam rangka menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan sejak dini. Menurut Kepala PG & TK Khalifah Cimanggis, Susanti, tak banyak anak yang tahu mengenai tanaman obat.

“Kami fokus ke tema tanaman obat karena memang jarang sekali anak-anak yang kenal tanaman obat. Apa sih jahe, kunyit, kencur itu? Apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari? Itu yang kami ajarkan pada anak-anak,” ujar Susanti kepada Greeners dalam acara puncak tanaman obat, Selasa (21/11).

BACA JUGA: Pemanfaatan Tanaman Obat dari Beragam Suku Nusantara

Susanti menjelaskan, selama tiga minggu awal, pihak sekolah fokus pada materi pengenalan tanaman obat melalui slide show. Tak sekadar itu, para guru juga menanamkan pentingnya menyayangi dan merawat tanaman. Sebab, manusia dan alam selalu hidup berdampingan.

“Kami berikan pemahaman lewat slide show, seperti bagaimana, sih, cara menyayangi tanaman itu? Nah, di acara puncak ini, kami undang para mama untuk turut mendampingi ananda membuat jamu dan menanam tanaman obat,” lanjut Susanti.

TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Foto: Indiana Malia

TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Foto: Indiana Malia

Belajar Menanam Tanaman Obat dengan Mama

Dalam acara tersebut, para siswa belajar menanam tanaman obat dengan media polybag. Sementara, para ibu mendampingi anak-anaknya dalam proses penanaman tersebut. Tak hanya membangun kelekatan antara ibu dan anak, momen itu juga dapat melatih motorik halus anak.

“Setelah anak-anak belajar menanam di polybag, kami simpan karya mereka di sekolah untuk penghijauan dan pengelolaan lingkungan,” ujar Susanti.

Susanti menjelaskan, di PG & TK Khalifah Cimanggis ada lima sentra belajar. Di antaranya sentra sains, bermain peran, persiapan, dan sentra seni. Kegiatan pengenalan tanaman obat ini masuk sentra sains.

Tak hanya menanam tanaman obat, seluruh siswa juga belajar membuat jamu tradisional, misalnya jahe hangat. Dengan demikian, anak jadi tahu bahwa Indonesia memiliki kearifan lokal dengan segudang manfaat.

“Anak jadi tahu kalau jahe ini juga bermanfaat, lho, buat kesehatan, selain buat bumbu masakan, misalnya. Mereka juga kami minta untuk mencicipi jamu ini, biar bisa membedakan ‘oh, ini rasa jahe. Ini rasa kunyit, ini rasa kencur’. Seperti itu,” lanjut Susanti.

TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Foto: Istimewa

TK Khalifah Cimanggis Depok mengenalkan berbagai manfaat tanaman obat pada siswa. Foto: Istimewa

Siswa Belajar Peduli Lingkungan

Dalam setahun masa pembelajaran, PG & TK Khalifah berkomitmen memasukkan berbagai tema peduli lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal itu dimulai dari hal yang kecil, misalnya belajar memilah sampah. Pihak sekolah bekerja sama dengan RT/RW setempat dan bank sampah untuk mengedukasi anak-anak.

“Kami ajarkan pada anak-anak untuk membedakan sampah organik dan anorganik. Di kelas juga kami sediakan dua tempat sampah untuk membiasakan anak-anak memilah sampah dengan benar,” jelas Susanti.

BACA JUGA: Binahong, Khasiatnya Beken dari Korea Sampai Hawaii

Tak hanya siswa, lanjut Susanti, pihak sekolah juga turut melibatkan orang tua untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Misalnya, bergotong-royong memperindah sekolah dengan berbagai macam tanaman yang dibawa dari rumah masing-masing. Sekolah pun kini tampak rindang dan menjadi tempat bermain yang menyenangkan bagi anak.

“Ada tanaman hias, tanaman buah, macam-macam. Dulu awal sekolah ini berdiri masih gersang, sekarang alhamdulillah sudah hijau,” ungkapnya.

Belajar Enterpreurship Sejak Dini

Dalam setiap kegiatan, pihak sekolah juga selalu menanamkan jiwa kewirausahaan pada siswa. Hal itu tak terlepas dari visi dan misi PG & TK Khalifah, yakni tauhid dan enterpreneursip. Itu tak mengherankan sebab sekolah tersebut merupakan besutan pengusaha Ippho Santosa yang sudah malang-melintang di dunia usaha.

“Kami tumbuhkan sikap enterpreneur seperti jujur, disiplin, tertib, dan amanah. Kami berikan contoh bahwa Rasulullah saja tidak malu berdagang. Anak-anak juga bisa praktik ilmu kewirausahaan lewat market day, ada yang berperan sebagai penjual, ada yang menjadi pembeli,” jelas Susanti.

Tak hanya ibu, pihak sekolah juga melibatkan ayah dalam kegiatan sekolah. Misalnya, dalam acara gebyar buku, anak dan ayah bekerja sama membuat buku yang menarik, kemudian menjualnya. Uang dari hasil penjualan buku akan didonasikan, sehingga anak juga belajar untuk bersedekah.

“Ayah dan ibu akan selalu kami libatkan dalam setiap kegiatan sekolah kami. Sehingga, mereka bisa mengerti apa saja kegiatan anaknya di sekolah. Selain itu, anak pasti akan sangat senang kalau melihat orang tuanya hadir di sekolah. Itu akan selalu terekam dalam memori mereka sampai dewasa. Jadi, yuk, luangkan waktu buat mendampingi tumbuh kembang anak-anak,” ungkap Susanti.

 

Penulis: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tk-khalifah-cimanggis-kenalkan-manfaat-tanaman-obat-pada-siswa/feed/ 0
Kembang Sungsang, Tanaman Obat dengan Berbagai Khasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/kembang-sungsang-tanaman-obat-dengan-berbagai-khasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kembang-sungsang-tanaman-obat-dengan-berbagai-khasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/kembang-sungsang-tanaman-obat-dengan-berbagai-khasiat/#respond Thu, 31 Aug 2023 03:04:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41377 Kembang sungsang atau glory lily dikenal dengan nama ilmiah Gloriosa superba. Tanaman yang berasal dari famili Liliaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim Gloriosa rothschildiana O’Brien, Gloriosa angulata Schumach, Gloriosa […]]]>

Kembang sungsang atau glory lily dikenal dengan nama ilmiah Gloriosa superba. Tanaman yang berasal dari famili Liliaceae ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim Gloriosa rothschildiana O’Brien, Gloriosa angulata Schumach, Gloriosa verschuurii Hoog, Methonica superba (L.) Crantz, Eugone superba (L.) Salisb.

G. superba merupakan tanaman obat penting di Asia dan Afrika. Selain itu, karena keindahan morfologinya, kembang sungsang dikenal juga sebagai Keindahan lembayung muda, Permata oranye, Purple prince, Salman glow atau Orange glow.

Kembang Sungsang Memiliki Warna Bervariasi

Kembang sungsang merupakan tanaman pemanjat yang bercabang dengan batang semi-kayu, dan tingginya mencapai 5 meter. Umbinya berbentuk V dan mengeluarkan satu hingga empat batang sekaligus. Daunnya berwarna hijau zamrud bertekstur lembut, berbentuk lonjong, dan terlihat mengilap.

BACA JUGA: Golden scalycap, Jamur Bersisik Penyebab Gangguan Lambung

Umumnya daun kembang sungsang muncul di sepanjang batang, tapi terkadang tersusun melingkar atau berseberangan. Setiap daun sesilnya memiliki urat yang kuat, sejajar, serta meruncing di bagian ujungnya. Daun sesil inilah yang memungkinkan kembang sungsang dapat memanjat tanaman atau permukaan lain.

Taksonomi kembang sungsang. Foto: Greeners

Taksonomi kembang sungsang. Foto: Greeners

Sementara, bagian batangnya akan mati saat di akhir musim panas atau musim gugur. Perbungaanya yang berwarna merah terang, oranye, krem, kuning, hingga ungu-merah akan muncul di musim panas. Seiring bertambahnya usia, warna bunga tersebut akan terlihat semakin pekat. Setiap bunganya memiliki enam tepal (perhiasan bunga) yang terpisah dan berjarak luas dan memiliki enam benang sari yang bercabang tiga.

Bunga yang telah diserbukin akan menghasilkan buah yang besar, berbentuk lonjong, berukuran 5 hingga 10 cm, dan berdaging. Dalam satu buahnya mengandung sekitar 20 biji bulat berwarna merah.

Kembang Sungsang Berasal dari Afrika Tropis

Kembang sungsang juga dapat beradaptasi pada berbagai kondisi tanah dan iklim yang berbeda. Bahkan, toleransi juga terhadap tanah yang miskin hara. Mereka biasanya tumbuh di tanah lempung berpasir di hutan gugur, di semak-semak, tepi hutan, hingga batas-batas area budidaya hingga ketinggian 2530 mdpl.

BACA JUGA: Selada, Sayuran yang Dianggap Obat Sejak Zaman Romawi

Tanaman ini berasal dari Afrika tropis, namun kini dapat kita temukan tumbuh alami di Asia tropis seperti Myanmar, Sri Lanka, Bangladesh, India, Malaysia, hingga Indonesia. Selain itu, tanaman ini juga umum tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis di India, termasuk kaki bukit Himalaya.

Penggunaan Berlebih dapat Menyebabkan Keracunan

Tanaman kembang sungsang dipercaya dapat mengobati penyakit kanker, kudis, asam urat, dan bertindak sebagai antipiretik, antihelmintik, pencahar, dan antiaborsi. Selain itu, tanaman ini juga sumber colchicines dan colchicocides yang sangat mahal. Industri farmasi juga sangat membutuhkan tanaman ini.

Tiap bagian dari tanaman ini mengandung dua alkaloid penting, yakni colchicine dan colchicoside. Bagian biji dan umbinya terutama mengandung colchicine yang beracun. Meskipun begitu, pengobatan ayurveda menggunakan tanaman ini dengan dosis sedikit sebagai bahan obat-obatan tradisional mereka.

Tanaman ini juga dipercaya mampu mengobati penyakit cacingan, memar, kemandulan, sakit perut, hingga radang sendi. Penggunaan secara berlebihan dapat berakibat fatal, baik bagi manusia ataupun hewan sekali pun.

Selain sebagai tanaman obat, kembang sungsang juga menjadi tanaman hias yang populer di rumah kaca dan konservatori. Bahkan, bunga yang belum matang pun sudah tampak indah.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kembang-sungsang-tanaman-obat-dengan-berbagai-khasiat/feed/ 0
Kunyit Liar, Tanaman Obat yang Berbau Menyengat https://www.greeners.co/flora-fauna/kunyit-liar-tanaman-obat-yang-berbau-menyengat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kunyit-liar-tanaman-obat-yang-berbau-menyengat https://www.greeners.co/flora-fauna/kunyit-liar-tanaman-obat-yang-berbau-menyengat/#respond Sun, 13 Aug 2023 03:00:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41175 Kunyit liar atau wild turmeric (Curcuma aromatica) berbeda jenis dengan kunyit yang kerap kita gunakan untuk bumbu dapur. Berasal dari famili Zingiberaceae dan berkerabat dengan kunyit biasa (Curcuma longa), jahe […]]]>

Kunyit liar atau wild turmeric (Curcuma aromatica) berbeda jenis dengan kunyit yang kerap kita gunakan untuk bumbu dapur. Berasal dari famili Zingiberaceae dan berkerabat dengan kunyit biasa (Curcuma longa), jahe (Zingiber officinale), lengkuas merah (Alpinia purpurata), dan masih banyak lagi.

Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan Yellow zedoary, Zedoari, Jangli Haldi, Kasthuri Pasupa. Serta memiliki sinonim nama ilmiah, yakni Curcuma wenyujin Y.H.Chen & C.Ling dan Curcuma zedoaria Roxb.

Kunyit Liar Mengeluarkan Bau Menyengat

Tanaman kunyit liar tumbuh tinggi hingga 1 m, aromatik dan memiliki akar rimpang yang tumbuh kuat di bawah tanah. Bagian bunganya berwarna putih kemerahan dengan tepian oranye. Bunga tersebut akan muncul dari pangkal rimpang di awal musim semi.

Sementara daunnya muncul setelah bunga, daun tersebut berukuran lebar, berbentuk elips, panjangnya 90 hingga 100 cm dengan lebar 20 cm. Ketika masih muda, terdapat noda keunguan pada daunnya yang akan menghilang ketika dewasa.

Akar rimpang dari kunyit liar berbentuk lonjong atau kerucut, dengan diameter lebih dari 5 cm. Permukaan luar akar tersebut berwarna abu-abu tua, ditandai dengan cincin melingkar dan mengeluarkan banyak akar yang tebal. Rimpang tengah dan lateral berwarna oranye tua seperti kunyit dan mengeluarkan bau sangat menyengat seperti kamper.

Tanaman ini dapat kita temukan tumbuh liar di hutan dan dibudidayakan di India (Bengal), Bhutan, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, China selatan, Bangladesh, Thailand, dan Vietnam.

Dipanen Saat Musim Dingin dan Dormansi

Meskipun berkerabat dan memiliki khasiat obat mirip dengan kunyit biasa (Curcuma longa), kunyit liar ini memiliki rasa yang berbeda, yakni pahit, menyengat seperti kamper. Dalam Ayurveda, tanaman ini digunakan sebagai obat perangsang, stimulan, mengobati penyakit kulit, demam. Namun jarang digunakan secara murni, tetapi dikombinasikan dengan tanaman herbal lain.

Sementara dalam pengobatan Yunani-Islam (Unani), kunyit liar dapat meredakan sakit kepala, gatal-gatal, serta cacar. Rimpang keringnya digunakan sebagai aromatik tambahan dengan obat lain untuk mengobati penyakit kulit dan darah kotor.

Dalam pengobatan Yu-Chin (Tiongkok), pertama kali dicatat di Tang Pen Tsao pada tahun 659 Masehi, digunakan untuk mengobati nyeri dada dan perut, penyakit kuning, hemoptisis, epistaksis, hematuria, epilepsi, batu empedu, dan kram menstruasi.

Biasanya bagian rimpang kunyit liar ini dipanen selama musim dingin, saat mereka tak aktif tumbuh (dormansi). Kukus atau rebus jamur ini sebelum kita keringkan dan giling menjadi bubuk untuk digunakan dalam tablet, ramuan dan tapal.

Taksonomi Kunyit Liar

Penulis : Anisa Putri

Editor : RIK

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kunyit-liar-tanaman-obat-yang-berbau-menyengat/feed/ 0
Kebiul, Tanaman Obat yang Terancam Punah https://www.greeners.co/flora-fauna/kebiul-tanaman-obat-yang-terancam-punah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebiul-tanaman-obat-yang-terancam-punah https://www.greeners.co/flora-fauna/kebiul-tanaman-obat-yang-terancam-punah/#respond Thu, 10 Aug 2023 03:00:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41151 Kebiul, kacang maluku, kacang demam atau gray nicker memiliki nama ilmiah Caesalpinia bonduc. Merupakan salah satu tanaman obat dari famili Fabaceae yang berkerabat dengan tanaman kacang-kacangan seperti kedelai, kacang polong, […]]]>

Kebiul, kacang maluku, kacang demam atau gray nicker memiliki nama ilmiah Caesalpinia bonduc. Merupakan salah satu tanaman obat dari famili Fabaceae yang berkerabat dengan tanaman kacang-kacangan seperti kedelai, kacang polong, kacang tanah, dan lainnya. Selain itu, di Indonesia tanaman ini juga disebut areuy mata hiyang.

Memiliki banyak nama ilmiah sinonim, di antaranya Bonduc minus, Caesalpinia bonducella, Caesalpinia cristata, Caesalpinia grisebachiana, Guilandina bonducella, dan masih banyak lagi.

Kulit Buah Kebiul Berduri Tajam

Merupakan tanaman semak besar yang tumbuh hingga 10 meter dengan batang yang berduri dan berbulu. Daunnya tumbuh berseling dan bertangkai, berukuran besar dan panjangnya sekitar 2 cm.

Sementara perbungaannya muncul dari ketiak batang, berukuran hingga 30 cm. Bunga tersebut terdiri dari 5 kelopak, berukuran panjang 8 mm dan berbulu. Mahkota bunganya berwarna kuning dan berbentuk bulat telur.

Bagian buahnya berupa polong lonjong berukuran 5-7 cm × 4-5 cm, berduri dan terlihat menyeramkan. Duri di kulit buahnya berukuran hingga 1 cm, di dalamnya terkandung 2 hingga 3 biji yang agak bulat, halus, dan berwarna abu-abu muda.

Tumbuh di Daerah Pesisir dan Hutan

Kebiul umumnya tumbuh di daerah pesisir, hutan pedalaman, dan hutan sekunder hingga ketinggian sekitar 850 m. Sementara distribusinya meliputi Thailand Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina, Brunei, Singapura, Papua Nugini, Afrika.

Memiliki Segudang Manfaat

Kacang dan kulit akarnya digambarkan sebagai antiperiodik, antispasmodik, anthelmintik dan obat penurun panas. Dalam pengobatan herbal India (ayurveda), tanaman ini digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, khususnya tumor, kista dan fibrosis kistik.

Di Hawaii, kacangnya digunakan sebagai obat pencahar. Selain itu, larutan berair dari kulit terluar bijinya secara tradisional digunakan untuk meredakan gejala diabetes melitus. Dilaporkan juga terdapat aktivitas antibakteri, antijamur, dan antidiabetes dari tanaman ini.

Melansir berbagai sumber, biji kebiul mengandung zat pahit bernama bonducin, phytosterinin, asam lemak, caesalpin (a, b, c, d dan w), bonducellin dan citrulline.

Meskipun memiliki segudang manfaat, di beberapa tempat spesies ini telah dinyatakan punah di alam liar, tetapi masih ditanam di pekarangan rumah untuk penggunaan obat. Bahkan menurut status konservasi lokal di Singapura, statusnya terancam punah (critically endangered).

Taksonomi Kebiul

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kebiul-tanaman-obat-yang-terancam-punah/feed/ 0
Yellow Colchicum Tanaman Obat Paling Langka https://www.greeners.co/flora-fauna/yellow-colchicum-tanaman-obat-paling-langka/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yellow-colchicum-tanaman-obat-paling-langka https://www.greeners.co/flora-fauna/yellow-colchicum-tanaman-obat-paling-langka/#respond Mon, 17 Jul 2023 03:13:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=40829 Yellow colchicum atau Colchicum luteum merupakan salah satu tanaman obat yang disebut juga ‘Suranjan-e-Talkh’ dalam bahasa Urdu. Tanaman yang berasal dari famili Colchicaceae ini berkerabat dengan African Gloriosa (Gloriosa superba), […]]]>

Yellow colchicum atau Colchicum luteum merupakan salah satu tanaman obat yang disebut juga ‘Suranjan-e-Talkh’ dalam bahasa Urdu. Tanaman yang berasal dari famili Colchicaceae ini berkerabat dengan African Gloriosa (Gloriosa superba), The autumn crocus (Colchicum autumnale), dan lainnya.

Di samping itu, C. luteum dianggap sebagai salah satu tanaman obat yang paling langka sehingga harganya di pasaran menjadi mahal. Selain itu, dianggap juga sebagai salah satu obat herbal tertua yang dikenal manusia, yang pertama kali digunakan dalam pengobatan radang sendi.

Yellow Colchicum Berbunga di Bulan Februari-Juni

C. luteum merupakan varietas yang pahit, sedangkan kerabatnya C. autumnale dikenal sebagai varietas yang manis. Umbi yellow colchicum berbentuk bulat telur dan lonjong dengan ukuran 1,5-3,5 x 1-2 cm serta pipih di pangkalnya.

Umbi tersebut berwarna kecokelatan sampai abu-abu kecokelatan yang tembus cahaya atau buram saat kering. Mudah pecah dengan permukaan yang bertepung. Sementara kulit batangnya berwarna cokelat hingga cokelat tua, bunganya berwarna kuning, berbentuk corong dengan lebar 3-4 cm.

Daunnya akan muncul saat berbunga, berukuran 10-20 x 0,5-2 cm dengan ujung yang tumpul. Bagian buahnya berbentuk kapsul, bulat telur dengan panjang hingga 3 cm. Di dalam buahnya terkandung banyak biji berwarna hitam, bulat dan berdiameter 3 mm. Umumnya tanaman ini akan berbunga di bulan Februari hingga Juni.

Hidup di Daerah Beriklim Sedang

Ditemukan di padang rumput, lereng berumput, atau tepi hutan pegunungan pada ketinggian 1.000 hingga 2.700 m di atas permukaan laut. Distribusinya meliputi Afghanistan, Turki, Himalaya Barat dari Kashmir hingga Chamba di daerah beriklim sedang.

Digunakan Dalam Pengobatan Yunani-Islam

Seperti yang telah terulas sebelumnya, tanaman C. luteum adalah tanaman obat yang telah digunakan sejak dulu. Dalam pengobatan unani (pengobatan tradisional Yunani-Islam), umbi tanaman ini dianggap sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu bersifat analgesik, antiinflamasi dan berguna untuk asam urat serta rematik.

Bagian akarnya yang dijadikan bubuk dapat ditaburkan langsung pada luka untuk mempercepat penyembuhan. Dapat juga dikombinasikan dengan jahe dan lada sebagai afrodisiak.

Sementara itu, dalam pengobatan tradisional India, umbi yang dikeringkan dianggap sebagai obat pencahar dan perangsang. Melansir berbagai sumber, bagian umbi tanaman ini mengandung banyak pati, resin, alkaloid pahit, dan kolkisin.

Taksonomi Yellow Colchicum

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/yellow-colchicum-tanaman-obat-paling-langka/feed/ 0
Nagasari Pohon Aromatik dan Berkayu Sangat Keras dari Asia https://www.greeners.co/flora-fauna/nagasari-pohon-aromatik-dan-berkayu-sangat-keras-dari-asia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nagasari-pohon-aromatik-dan-berkayu-sangat-keras-dari-asia https://www.greeners.co/flora-fauna/nagasari-pohon-aromatik-dan-berkayu-sangat-keras-dari-asia/#respond Fri, 14 Jul 2023 03:00:53 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=40781 Nagasari, surli nut, poached egg tree, ceylon ironwood, atau cobra saffron memiliki nama ilmiah Mesua ferrea. Berasal dari famili Calophyllaceae dan diyakini sebagai salah satu pohon suci oleh masyarakat di […]]]>

Nagasari, surli nut, poached egg tree, ceylon ironwood, atau cobra saffron memiliki nama ilmiah Mesua ferrea. Berasal dari famili Calophyllaceae dan diyakini sebagai salah satu pohon suci oleh masyarakat di India. Selain itu, nagasari juga sebagai pohon nasional Sri Lanka. Karena pertumbuhannya yang cukup lambat, menjadikan pohon nagasari tidak cocok untuk dijadikan pohon perkebunan untuk produksi kayu.

Dikenal dengan berbagai nama populer, di antaranya nagasari (Indonesia); nagesar, nageswar (Bengali); kaliuas (Filipina); SinoTibetan (Lao) dan masih banyak lagi. Di samping itu, terdapat beberapa nama sinonim, yakni Calophyllum nagassarium Burm.f, Mesua pedunculata Wight, Mesua pulchella, dan lainnya.

Daun Mudanya Berwarna Cerah dan Mengkilap

Pohon nagasari dapat tumbuh tinggi hingga 15 hingga 45 meter dengan tajuk berbentuk kerucut yang lebat. Batang berbentuk silinder berdiameter hingga 95 cm dan seringkali bergalur. Kulit kayu berwarna abu-abu dan pada pohon muda bertekstur halus hingga kemudian mengelupas seiring bertambahnya usia.

Daun mudanya berwarna merah sampai merah muda kekuningan dengan rona cerah yang dipicu oleh peningkatan kelembapan. Seiring bertambahnya usia, warna daunnya berubah menjadi hijau gelap dan mengkilap. Berbentuk seperti tombak dengan ukuran panjang 7 hingga 13 cm.

Sementara bunganya biseksual dengan empat kelopak berwarna putih. Bunga tersebut berdiameter 4-7,5 cm dan mengandung banyak benang sari berwarna oranye-kuning yang memancarkan aroma harum. Selain itu, terdapat kapsul biji berbentuk telur dan berkayu dengan ujung runcing dan mengandung 1-4 biji berminyak di dalamnya.

Berasal dari Daerah Asia Tropis

Pohon yang kerap dijadikan tanaman hias dan obat herbal ini berasal dari daerah tropis yang basah di Sri Lanka, India, Nepal Selatan, Thailand, Myanmar, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Namun kini distribusinya telah banyak di negara-negara Asia lainnya. Pohon nagasari umumnya tumbuh di sekitaran sungai dan rawa-rawa.

Nagasari Bersifat Aromatik dan Sebagai Obat Herbal

Bentuknya yang cantik dan warna daunnya yang indah menjadikan nagasari banyak dijadikan tanaman hias. Di samping itu, pohon ini juga dipanen di alam liar untuk diambil kayunya yang sangat keras itu, bahkan di Vietnam kayu nagasari dianggap kayu terkeras. Sementara itu, Pohon ini mengeluarkan resin putih aromatik ketika terluka.

Melansir berbagai sumber, disebutkan jika kepala sari direndam semalaman dan diminum dengan madu dapat menghentikan pendarahan dari wasir. Bermanfaat juga untuk perut dingin dan hati. Selain itu, bunga kering, akar dan kulit kayu bersifat aromatik, pahit dan sudorifik, yang digunakan dalam pengobatan disentri, dan minyaknya dioleskan pada persendian rematik. Sedangkan buah yang masih mentah bersifat aromatik dan sebagai obat pencahar.

Taksonomi Nagasari

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/nagasari-pohon-aromatik-dan-berkayu-sangat-keras-dari-asia/feed/ 0
Bell Bauhinia, Dikenal Sebagai Kachnal dalam Pengobatan Unani https://www.greeners.co/flora-fauna/bell-bauhinia-dikenal-sebagai-kachnal-dalam-pengobatan-unani/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bell-bauhinia-dikenal-sebagai-kachnal-dalam-pengobatan-unani https://www.greeners.co/flora-fauna/bell-bauhinia-dikenal-sebagai-kachnal-dalam-pengobatan-unani/#respond Mon, 12 Jun 2023 03:00:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=40403 Tanaman Bauhinia tomentosa dikenal juga dengan nama bell bauhinia, yellow butterfly tree, mariposa, daun kupu-kupu, dan lainnya. Berasal dari famili Fabaceae yang disebut juga Leguminosae, keluarga kacang-kacangan dari tanaman berbunga […]]]>

Tanaman Bauhinia tomentosa dikenal juga dengan nama bell bauhinia, yellow butterfly tree, mariposa, daun kupu-kupu, dan lainnya. Berasal dari famili Fabaceae yang disebut juga Leguminosae, keluarga kacang-kacangan dari tanaman berbunga (angiospermae), dalam ordo Fabales.

Bell bauhinia berkerabat dengan kedelai (Glycine max), kacang polong (Pisum sativum), alfalfa (Medicago sativa), dan masih banyak lagi.

Bell bauhinia dideskripsikan sebagai Kachnal atau Kuchnar/Kachnar dalam literatur pengobatan Unani. Tanaman ini telah dimanfaatkan sejak lama sebagai bahan obat herbal. Pengobatan Unani merupakan istilah pengobatan alternatif yang memadukan tradisi pengobatan Yunani-Islam.

Di Brasil, tanaman ini dikenal sebagai Pata-de-vaca dan Mororó yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Selain itu, tanaman ini juga berpotensi sebagai tanaman hias.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Merupakan tanaman semak yang tegak dan bercabang. Bell bahunia dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 3 meter, dengan daun berukuran panjang 4-7 cm. Daun tersebut terbelah di bagian sepertiga pangkalnya, dengan lobus yang lonjong dan membulat.

Bunganya mekar dan berbuah di bulan September hingga Mei. Bunga tersebut berwarna pucat kuning lemon. Sementara bagian buah polongnya memiliki panjang 9-11 cm, lebar lebar sekitar 1,5 cm, berbentuk pipih, dan berisikan 6-10 biji kecil.

Habitat dan Distribusi Bell Bauhinia

Tanaman bell bauhinia umumnya tumbuh di hutan dataran rendah, tepi hutan, padang semak, dan semak bukit pasir pantai pada ketinggian hingga 1.520 meter. Di samping itu, distribusi tanaman ini meliputi Afrika bagian timur dan selatan – Ethiopia, Somalia, Kenya ke selatan hingga Angola, Zimbabwe, Zambia, Afrika bagian selatan, Yaman, dan India.

Obat Tradisional Sejak Dulu

Melansir berbagai sumber, bagian daun bell bauhinia mengandung asam amino dan protein, sementara biji dan minyak bijinya mengandung asam lemak dan mineral. Selain itu, bagian bunganya juga mengandung rutin, quercetin, dan isoquercetin.

Literatur pengobatan Unani menyebutkan bagian kulit kayunya bersifat sebagai tonik dan astringen yang berguna mengobati penyakit kulit dan bisul. Selain itu juga mencegah penguraian darah dan cairan, kusta dan penyakit kudis.

Memar kulit kayunya dapat dioleskan secara eksternal pada luka, sedangkan infus kulit kayu digunakan sebagai obat kumur astringen. Rebusan kulit kayu akar berguna mengobati radang hati, dan sebagai vermifuge (obat cacing).

Selain itu, kuncup bunganya yang kering digunakan untuk disentri, wasir berdarah dan hematuria, serta bagian buahnya juga dianggap diuretik.

Taksonomi Bell Bauhinia

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bell-bauhinia-dikenal-sebagai-kachnal-dalam-pengobatan-unani/feed/ 0
Tanaman Bacopa, Tumbuhan Merambat Bersifat Antiepilepsi https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-bacopa-tumbuhan-merambat-bersifat-antiepilepsi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-bacopa-tumbuhan-merambat-bersifat-antiepilepsi https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-bacopa-tumbuhan-merambat-bersifat-antiepilepsi/#respond Tue, 16 May 2023 03:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=40074 Tanaman Bacopa monnieri dikenal juga dengan nama Herb-of-grace, bacopa, barahmi, english daisy, dan masih banyak lagi. Merupakan tanaman herbal penting yang berasal dari India. Termasuk dalam anggota famili Plantaginaceae dan […]]]>

Tanaman Bacopa monnieri dikenal juga dengan nama Herb-of-grace, bacopa, barahmi, english daisy, dan masih banyak lagi. Merupakan tanaman herbal penting yang berasal dari India.

Termasuk dalam anggota famili Plantaginaceae dan berkerabat dengan Antirrhinum sp (Snapdragons), Digitalis purpurea (Lady’s glove), Plantago major (Ki urat), dan lainnya.

Di samping itu, bagian tanaman ini yang paling banyak dimanfaatkan ialah bagian daunnya. Meskipun begitu, tanaman ini kerap kali disalah artikan sebagai Centella asiatica. Keduanya memiliki nama lokal India yang sama, yakni brahmi.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Bacopa umumnya tumbuh merambat dan bercabang dengan panjang antara 5 hingga 20 cm. Daunnya sukulen tidak bertangkai, berbentuk lonjong-bulat telur hingga spasial, dengan panjang 8-15 mm dan lebar 4 mm.

Selain itu, daun bacopa meruncing ke arang pangkal. Sementara bagian bunganya muncul dari ketiak daun, dengan panjang kelopak sekitar 5 mm. Kelopak luarnya berbentuk lonjong, sedangkan kelopak lainnya berbentuk bulat telur hingga lanset.

Di samping itu, bagian mahkota bunga berukuran panjang sekitar 8-10 mm, tabungnya berukuran panjang hampir sama dengan kelopak bunga. Bagian lobusnya berwarna putih atau ungu pucat, serta memiliki biji yang banyak dan berwarna pucat.

Habitat dan Distribusi Tanaman Bacopa

Tanaman bacopa merupakan tanaman air yang biasanya digunakan sebagai tanaman hias di tepi kolam atau akuarium. Mereka tumbuh berkelompok hingga membentuk tikar di rawa-rawa, hutan bakau, tepi sungai, daerah pesisir, ataupun sepanjang aliran parit.

Sementara itu, tanaman bacopa dapat kita temukan di seluruh India di daerah berawa, negara-negara Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika Utara dan Selatan.

Kandungan dan Manfaat

Melansir berbagai sumber, tanaman ini mengandung alkaloid utama herpestine, stigmasterol, glikosida triterpenoid (bacopasides), dan bacopasaponin. Selain itu, bacopa juga diketahui bersifat anti-inflamasi, analgesik, antipiretik, dan antiepilepsi.

Di samping itu, dalam ayurveda (sistem pengobatan alami India), tanaman bacopa dianggap sebagai obat pada kegilaan, meningkatkan kesehatan mental, meningkatkan daya ingat serta kecerdasan, dan juga meredakan kecemasan. Selain itu, bubuk daun kering bacopa dapat menyembuhkan penyakit asma dan gangguan saraf.

Sementara dalam pengobatan unani (Yunani-Islam), tanaman bacopa digambarkan sebagai obat penenang, pemurni darah, penghitam rambut, dan lainnya. Sedangkan orang-orang Filipina menggunakan rebusan seluruh bagian tanaman ini sebagai diuretik.

Taksonomi Tanaman Bacopa

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-bacopa-tumbuhan-merambat-bersifat-antiepilepsi/feed/ 0
Mengenal Gaozaban, Tanaman Asli Iran yang Sangat Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-gaozaban-tanaman-asli-iran-yang-sangat-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-gaozaban-tanaman-asli-iran-yang-sangat-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-gaozaban-tanaman-asli-iran-yang-sangat-berkhasiat/#respond Sat, 13 May 2023 03:14:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=40039 Tanaman gaozaban dikenal juga dengan nama Darvipatraa, Gojihvaa, atau Kharpatra. Memiliki nama ilmiah Caccinia macranthera dan berasal dari famili Boraginaceae. Merupakan tanaman berbunga yang berkerabat dengan Virginia bluebells (Mertensia virginica), […]]]>

Tanaman gaozaban dikenal juga dengan nama Darvipatraa, Gojihvaa, atau Kharpatra. Memiliki nama ilmiah Caccinia macranthera dan berasal dari famili Boraginaceae. Merupakan tanaman berbunga yang berkerabat dengan Virginia bluebells (Mertensia virginica), Myosotis sylvatica, Pulmonaria sp, dan masih banyak lagi.

Selain itu juga memiliki dua nama sinonim, yakni Borago macranthera Banks & Sol., dan Caccinia macranthera var. eumacranthera Brand. Di samping itu, tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal sejak zaman dahulu.

Meskipun begitu, dalam buku Handbook of 200 Medicinal Plants karya Shahid Akbar (2020), disebutkan tidak ada studi farmakologis atau klinis pada tanaman ini yang dilaporkan dalam pembahasan utama literatur.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Gaozaban termasuk tanaman perennial atau tahunan yang daunnya kasar dan berwarna hitam, terlihat seperti lidah sapi jantan. Oleh karena itu, tanaman ini diberi nama gaozaban, yang dalam bahasa Urdu dan Persia berarti lidah sapi. Tanaman ini termasuk kelompok sub semak yang tumbuh mencapai ketinggian 50-60 cm. Umumnya berbunga selama bulan Mei dan Juni.

Batang tanaman ini berbentuk seperti kepalan tangan, beruas-ruas, berdaging, sederhana atau bercabang di bagian atasnya, dapat tumbuh panjang antara 20-80 cm. Daunnya berukuran 30-150 x 8-30 mm, berbentuk lanset, ujungnya tumpul ataupun lancip.

Selain itu, permukaan bawah daun terkadang gundul atapun berbulu pendek dan kaku. Sementara kelopak bunga gaozaban berukuran panjang 12-14 mm dan berwarna keunguan. Muncul dari ujung batang ataupun di bagian ketiak batang.

Habitat dan Distribusi Gaozaban

Gaozaban merupakan tanaman asli dari Iran. Berbagai sumber menyebutkan tanaman ini diimpor Iran ke India, Afghanistan dan Pakistan. Namun informasi mengenai deskripsi habitat tanaman ini masih sangat minim dipublikasikan.

Manfaat dan Kandungan

Meskipun tanaman ini masih minim publikasi, ternyata tanaman ini telah digunakan sebagai obat herbal dan tertulis di buku-buku medis Yunani dan Latin masa lampau. Gaozaban disebut dapat mengobati demam dan dijadikan sebagai stimulan ketika dicampur anggur. Selain itu, tanaman ini juga diketahui bersifat sebagai pendingin, tonik untuk jantung, paru-paru dan hati, serta sebagai ekspektoran.

Di India, ekstrak tanaman ini digunakan untuk mengobati penyakit sifilis, kusta, dan rematik. Sementara di Persia, gaozaban digunakan sebagai obat penurun pada saat flu, dan abunya untuk menyembuhkan luka melepuh pada anak-anak.

Sementara itu hasil ekstraksi dari bunga gaozaban diketahui mengandung Alkaloid pyrrolizidine, diester dari retronecine dan asam benzoat. Hingga saat ini, tidak ada efek samping atau toksisitas yang dilaporkan saat mengonsumsi gaozaban.

Taksonomi Gaozaban

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-gaozaban-tanaman-asli-iran-yang-sangat-berkhasiat/feed/ 0
Tanaman Akar Kelimpar, Lada Hitam Palsu yang Bersifat Karminatif https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-akar-kelimpar-lada-hitam-palsu-yang-bersifat-karminatif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-akar-kelimpar-lada-hitam-palsu-yang-bersifat-karminatif https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-akar-kelimpar-lada-hitam-palsu-yang-bersifat-karminatif/#respond Sun, 07 May 2023 04:05:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39956 Tanaman akar kelimpar (Embelia ribes) dikenal juga dengan nama Embelia fruits, False black pepper, Chitra-tandula, Birang kabuli, atau Bao badang. Berasal dari famili Primulaceae yang terdiri dari 58 genus dengan […]]]>

Tanaman akar kelimpar (Embelia ribes) dikenal juga dengan nama Embelia fruits, False black pepper, Chitra-tandula, Birang kabuli, atau Bao badang. Berasal dari famili Primulaceae yang terdiri dari 58 genus dengan sekitar 2.500 spesies tanaman berbunga.

Oleh karena itu akar kelimpar berkerabat dengan Dodecatheon hendersonii (Californian Cyclamen), Lysimachia ciliata, Samolus valerandi, dan masih banyak lagi.

Selain itu, tanaman ini telah dimanfaatkan sejak dahulu sebagai bahan obat herbal. Dalam ayurveda kuno (sistem pengobatan alami dari India), Sushruta seorang tabib India kuno menggambarkan buah tanaman ini digunakan sebagai obat cacing. Selain itu, ia merekomendasikan penggunaannya bersama dengan akar manis untuk memperkuat tubuh dan menunda penuaan dini.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Akar kelimpar merupakan tanaman pemanjat yang dapat tumbuh hingga 20 meter. Daunnya berbentuk lanset dengan ukuran 3-9 x 1,5-3,5 cm. Pangkal daunnya berbentuk bundar atau runcing, ujung daun meruncing, dan panjang tangkai daun 5-20 mm.

Selain itu, bunganya majemuk dengan kuncup bunganya muncul pada ujung-ujung ranting, panjangnya mencapai 10-17 cm. Mahkota bunganya terdapat di bagian dalam dan luar dengan bulu-bulu yang pendek dan lembut serta berwarna putih.

Sementara buah tanaman ini berbentuk bulat, ukurannya kecil, berwarna merah kusam. Buah yang kering akan berwarna cokelat kemerahan dan ditandai dengan bintik-bintik hitam. Dalam kulit terluarnya terdapat biji yang diselimuti oleh selaput halus. Jika disimpan dalam waktu yang lama. Kulit terluar buahnya akan berwarna gelap. Sekilas biji ini akan terlihat seperti lada hitam.

Habitat dan Distribusi akar kelimpar

Tanaman ini dapat kita temukan mulai dari daerah pantai hingga pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Serta di area hutan ataupun tepi hutan. Tanaman akar kelimpar ditemukan pada daerah perbukitan di India, Sri Lanka, Singapura, hingga Indonesia (Jawa, Sumatra, dan Kalimantan).

Kandungan dan Manfaat

Melansir berbagai sumber, buah dari tanaman akar kelimpar bersifat karminatif, anthelmintik, alteratif dan stimulan. Oleh sebab itu, tanaman ini telah dimanfaatkan sejak jaman dulu sebagai bahan pengobatan herbal. Ekstrak biji akar kelimpar mengandung steroid, glikosida jantung, alkaloid, antrakuinon, tanin dan fenolat.

Selain untuk mengobati penyakit yang telah disebutkan sebelumnya, akar kelimpar juga mampu mengobati gangguan mental. Penyakit tumor, asites, bronkitis, penyakit kuning, penyakit jantung dan otak juga dilaporkan dapat diobati oleh ekstrak tanaman ini.

Sementara itu, suatu sumber menyatakan buah tanaman akar kelimpar sangat efektif membunuh cacing gelang, cacing pita dan cacing kremi. Ekstrak buahnya juga melemahkan efek toksik dari obat-obatan diabetes, dan meningkatkan status antioksidan.

Taksonomi Tanaman akar kelimpar

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-akar-kelimpar-lada-hitam-palsu-yang-bersifat-karminatif/feed/ 0
Kakapasan, Tanaman Obat yang Beraroma seperti Kesturi https://www.greeners.co/flora-fauna/kakapasan-tanaman-obat-yang-beraroma-seperti-kesturi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kakapasan-tanaman-obat-yang-beraroma-seperti-kesturi https://www.greeners.co/flora-fauna/kakapasan-tanaman-obat-yang-beraroma-seperti-kesturi/#respond Mon, 01 May 2023 03:07:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39891 Tanaman kakapasan, gandapura, mushkdana, atau musk-mallow bernama ilmiah Abelmoschus moschatus. Berasal dari famili Malvaceae dan berkerabat dengan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga lampion merah (Abutilon megapotamicum), sidaguri (Sida rhombifolia), dan […]]]>

Tanaman kakapasan, gandapura, mushkdana, atau musk-mallow bernama ilmiah Abelmoschus moschatus. Berasal dari famili Malvaceae dan berkerabat dengan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bunga lampion merah (Abutilon megapotamicum), sidaguri (Sida rhombifolia), dan lainnya.

Famili Malvaceae merupakan kelompok tanaman dikotil yang anggotanya mencakup tanaman budi daya penting, tanaman hias, dan farmasetika.

Memiliki banyak nama sinonim, di antaranya Hibiscus abelmoschus L, Abelmoschus betulifolia Wall, Abelmoschus chinensis Wal, Abelmoschus ciliaris Walp, dan lainnya. Di samping itu, tanaman ini dinamai musk-mallow karena saat memar mereka akan mengeluarkan bau aromatik menyerupai kesturi.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Merupakan tanaman tahunan yang tumbuh tegak dan bercabang yang tingginya mencapai 1 meter. Daunnya berbentuk bulat telur dengan panjang 6-15 cm, melebar pada pangkal, meruncing di ujung, serta bagian tepi bergigi.

Selain itu, terdapat bunga yang berdiameter sekitar 10 cm, dengan kelopak kuning yang berwarna ungu di bagian pangkalnya. Buahnya berbentuk bulat lonjong seperti kapsul berukuran 5 sampai 7 cm, ditutupi rambut panjang, dan mengandung banyak biji di dalamnya.

Biji tanaman kakapasan berwarna cokelat, berbentuk seperti ginjal tidak beraturan, pada permukaannya terdapat cincin konsentris, dan runcing di salah satu ujungnya. Ketika bijinya dihancurkan, akan mengeluarkan bau aromatik, hal ini karena adanya kandungan nitrogen turunan pirazin dan piridin serta tiazol.

Habitat dan Distribusi Kakapasan

Tanaman kakapasan dapat kita temukan di area terbuka pada ketinggian 600 – 1.100 meter di atas permukaan laut. Selain itu, pada hutan terbuka daerah datar, lembah, sisi sungai, dan lereng semak belukar.

Distribusinya meliputi Nepal, China barat dan selatan, India, Asia Tenggara, Australia Utara, hingga Pasifik.

Kandungan dan Manfaat

Tanaman kakapasan telah masyarakat manfaatkan sejak dulu selain sebagai tanaman hias, juga sebagai tanaman obat. Ekstrak daun dan biji tanaman ini mengandung polifenol, flavonoid, albumin, serta minyak berwarna kuning kehijauan. Selain itu, ekstrak tanaman ini mengandung cairan hijau muda dengan bau musk yang kuat dan tidak mudah menguap.

Selain itu, ekstrak daun menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada ekstrak biji. Sedangkan ekstrak bijinya menunjukkan adanya aktivitas antimikroba yang signifikan terhadap Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Sementara itu, ekstrak dari bagian akarnya bersifat larvasida (pestisida larva).

Biji kakapasan masyarakat Arab gunakan sebagai obat radang selaput lendir pada kandung kemih, gonore, stimulan, perut kembung, dan demam. Sementara itu, dalam pengobatan unani (pengobatan aternatif yang memadukan pengobatan Yunani-Islam) bijinya mereka gunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Di antaranya mereka anggap sebagai astringen, analgesik, antispasmodik dan tonik untuk mata.

Sementara di Hawai, daun dan kuncup bunga kakapasan masyarakat manfaatkan sebagai obat pencernaan. Sedangkan di Trinidad dan Tobago, untuk mengobati nyeri haid dan keluhan wanita yang tidak spesifik, persalinan dan infertilitas.

Taksonomi Kakapasan

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kakapasan-tanaman-obat-yang-beraroma-seperti-kesturi/feed/ 0
Mengenal Timun Cina, yang Buah dan Akarnya Bersifat Antibakteri https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-timun-cina-yang-buah-dan-akarnya-bersifat-antibakteri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-timun-cina-yang-buah-dan-akarnya-bersifat-antibakteri https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-timun-cina-yang-buah-dan-akarnya-bersifat-antibakteri/#respond Sun, 16 Apr 2023 03:00:32 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39709 Tanaman timun cina (Trichosanthes kirilowii) dikenal juga dengan Chinese Cucumber, Chinese snake gourd, Compound Q, Tian-hua-fen, atau Gua Lou. Merupakan tanaman yang memiliki sifat seperti risin di alam yang berasal […]]]>

Tanaman timun cina (Trichosanthes kirilowii) dikenal juga dengan Chinese Cucumber, Chinese snake gourd, Compound Q, Tian-hua-fen, atau Gua Lou. Merupakan tanaman yang memiliki sifat seperti risin di alam yang berasal dari famili Cucurbitaceae.

Berkerabat dengan labu kuning (Cucurbita pepo), calabash gourd (Lagenaria siceraria), beligo (Benincasa hispida), dan lainnya. Genus Trichosanthes berisikan sekitar 84 spesies tanaman yang terdistribusi hampir di seluruh dunia. Di China, tanaman ini masyarakat anggap sebagai salah satu dari 50 ramuan dasar.

Selain itu, timun cina memiliki beberapa nama sinonim yakni, Anguina kirilowii (Maxim.) Kuntze, Eopepon aurantiacus Naudin, Eopepon vitifolius Naudin, Trichosanthes obtusiloba C.Y.Wu ex C.Y.Cheng & Yueh.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Timun cina merupakan tanaman tahunan, yakni terus tumbuh sepanjang tahun setelah siklus berbuahnya. Dapat tumbuh hingga 6 m dalam waktu singkat, serta menjadi tanaman yang tahan beku. Rambut halus berwarna putih menutupi batang tanaman ini, bercabang banyak, dan terdapat sulur pada ketiak cabangnya. Daunnya berbentuk agak bulat atau berbentuk hati, berbulu dan bertulang menjari.

Selain itu, timun cina merupakan tanaman berumah dua, yakni bunga jantan dan bunga betina berada pada pohon yang berbeda. Serangga biasanya membantu penyerbukan tanaman ini.

Tanaman ini biasanya berbunga dari bulan Juli hingga September, sedangkan buahnya akan muncul pada bula September hingga Oktober.

Buahnya berukuran panjang mencapai 10 cm, berwarna kuning jingga saat matang. Bijinya berbentuk pipih ataupun bulat telur, bergaris tepi dan berwarna cokelat kekuningan saat matang.

Habitat dan Distribusi Timun Cina

Berbagai negara telah banyak membudidayakan timun cina. Mereka menyukai tanah berpasir, lempung, ataupun tanah liat, dan tanah yang memiliki saluran pengairan yang baik (lembap). Selain itu, tanaman ini juga dapat tumbuh pada kondisi tanah agak asam, netral, ataupun agak basa. Namun, timun cina biasanya tidak dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang teduh.

Tanaman ini telah terdistribusi di berbagai negara, terutama di Asia Timur, Asia Selatan, termasuk China, Korea Utara, Jepang, Oseania dan Australia Utara. Di China, tanaman ini banyak masyarakat budidayakan di Provinsi Henan dan Shandong untuk keperluan medis.

Manfaat dan Kandungan

Tanaman ini dapat kita manfaatkan buahnya ketika masih muda untuk acar, sedangkan ketika sudah masak dapat kita makan langsung. Selain itu, daun dan tunas mudanya bisa untuk sayuran, sementara bijinya dapat kita ambil kandungan minyaknya.

Di samping itu, bagian akarnya merupakan bagian yang paling umum masyarakat manfaatkan sebagai bahan makananan ataupun obat-obatan. Akar yang telah direndam 4-5 hari dalam air, kemudian dihaluskan dapat dijadikan bahan pembuatan kue ataupun kulit pangsit.

Timun cina telah digunakan secara luas untuk pengobatan penyakit inflamasi termasuk osteoartritis lutut pada manusia, dan obat induksi aborsi. Selain itu, tanaman timun cina juga mengandung senyawa antitumor dan antiHIV.

Daun dan batangnya berkhasiat sebagai obat penurun panas. Buahnya bersifat antibakteri, antikolesterolemik, antijamur, depuratif, emolien, ekspektoran dan pencahar. Buah ini secara tradisional disiapkan sebagai sup musim dingin untuk menangkal pilek dan influenza.

Taksonomi Timun Cina

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-timun-cina-yang-buah-dan-akarnya-bersifat-antibakteri/feed/ 0
Mengenal Paku Kembang, Dianggap Gulma tapi Berkhasiat Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-paku-kembang-dianggap-gulma-tapi-berkhasiat-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-paku-kembang-dianggap-gulma-tapi-berkhasiat-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-paku-kembang-dianggap-gulma-tapi-berkhasiat-obat/#respond Wed, 29 Mar 2023 03:00:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39501 Tumbuhan paku kembang (Lygodium flexuosum) atau Maidenhair Creeper berasal dari famili Lygodiaceae yang hanya terdiri dari satu genus yakni Lygodium yang terdiri dari sekitar 40 spesies. L. flexuosum berkerabat dengan […]]]>

Tumbuhan paku kembang (Lygodium flexuosum) atau Maidenhair Creeper berasal dari famili Lygodiaceae yang hanya terdiri dari satu genus yakni Lygodium yang terdiri dari sekitar 40 spesies.

L. flexuosum berkerabat dengan paku hata (L. circinnatum), Old World climbing fern (L. microphyllum), Japanese climbing fern (L. japonicum), dan lainnya. Selain itu, tumbuhan paku kembang juga telah dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan bahan obat-obatan herbal.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tumbuhan terestrial ini hidup merambat dengan akar rimpang berwarna cokelat. Panjang akarnya sekitar 6 cm, batang berwarna hijau berbentuk bulat. Sementara itu, permukaan batangnya kasar dengan arah pertumbuhan ke atas.

Pada setiap sisi cabangnya terdapat 3 sampai 4 anak daun. Tipe daunnya majemuk, bentuk daun menjari dengan ujung yang meruncing dan membulat di pangkalnya.

Daun berwarna hijau tua, berukuran panjang sekitar 14 cm dan lebar 24 cm. Saat masih muda, warna daunnya merah kehijauan. Permukaan daunnya terlihat mengkilap dan licin. Sporangium paku kembang terdapat di bagian ujung daun fertil, berbentuk panjang, serta tersusun dalam dua baris sepanjang tepian daun dan berwarna hijau.

Habitat dan Distribusi Paku Kembang

Paku kembang dapat kita temukan di dataran rendah hingga hutan pegunungan. Biasanya di tepi sungai atau lokasi yang terbuka. Tumbuhan ini telah terdistribusi secara luas, dapat kita temukan di China, India, Sri Lanka, Indochina, Thailand, Laos, India, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Amerika Serikat dan Australia.

Melansir berbagai sumber, tumbuhan ini menjadi gulma utama di Malaysia dan memengaruhi pertumbuhan padi di Laos. Bahkan di Amerika Serikat, tumbuhan ini dianggap memiliki potensi serius yang memengaruhi ekologi tropis.

Kandungan dan Manfaat

Tumbuhan ini yang telah lama India gunakan sebagai bahan obat-obatan, dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit kuning, dismenore (nyeri haid), penyembuhan luka dan eksim.

Tumbuhan ini juga kaya akan alkaloid, avonoid, saponin dan kumarin. Kandungan utama yang dimiliki paku kembang ialah lygodinolide yang biasa digunakan dalam penyembuhan luka.

Bahkan sumber lain mengatakan, tumbuhan ini berkhasiat mengobati luka gigitan ular, kelabang atau serangga lainnya. Caranya dengan menghancurkan daunnya dan dioleskan langsung di atas luka.

Selain itu, seluruh bagian tanamannya dapat dijadikan ramuan obat herbal untuk sakit tenggorokan, sakit punggung, penyakit saluran kemih, batu ginjal dan sebagai diuretik.

Taksonomi Paku Kembang

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-paku-kembang-dianggap-gulma-tapi-berkhasiat-obat/feed/ 0
Leunca Lalapan Favorit Indonesia yang Kaya Antioksidan https://www.greeners.co/flora-fauna/leunca-lalapan-favorit-indonesia-yang-kaya-antioksidan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=leunca-lalapan-favorit-indonesia-yang-kaya-antioksidan https://www.greeners.co/flora-fauna/leunca-lalapan-favorit-indonesia-yang-kaya-antioksidan/#respond Tue, 14 Mar 2023 03:00:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39322 Tanaman leunca (Solanum nigrum) buahnya biasa masyarakat Indonesia manfaatkan sebagai lalapan. Terkadang tanaman ini dianggap sebagai gulma. Namun hampir seluruh bagian tubuhnya memiliki kandungan yang sangat penting di bidang kesehatan. […]]]>

Tanaman leunca (Solanum nigrum) buahnya biasa masyarakat Indonesia manfaatkan sebagai lalapan. Terkadang tanaman ini dianggap sebagai gulma. Namun hampir seluruh bagian tubuhnya memiliki kandungan yang sangat penting di bidang kesehatan.

Tanaman ini berkerabat dengan takokak, kentang, serta terong yang berasal dari famili Solanaceae. Di samping itu, leunca juga memiliki adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tanaman ini termasuk ke dalam golongan semak, tingginya mencapai 1,5 m. Memiliki akar tunggang yang berwarna putih. Batangnya tegak, lunak, berbentuk bulat dan berwarna hijau. Selain itu, memiliki daun tunggal, berbentuk lonjong dengan panjang 5-7,5 cm dan lebar 2,5-3,5 cm. Pertulangan daunnya menyirip dengan tepian daun yang rata dan ujung meruncing.

Memiliki bunga majemuk, berwarna putih dan benang sari berwarna hijau yang berjumlah 5 buah. Terdapat tangkai bunga berwarna hijau pucat dan berbulu. Buahnya berbentuk bulat, ketika masih muda akan berwarna hijau, sedangkan ketika sudah masak akan berwarna hitam.

Habitat dan Distribusi

Menyukai habitat yang lembab pada berbagai jenis tanah, seperti tanah kering, berbatu, dangkal, maupun dalam, dan dapat kita budidayakan di daerah agroklimat tropis dan subtropis.

Berasal dari Amerika Selatan, namun telah terdistribusi secara luas seperti di Asia, Australia, dan Eropa. Di Indonesia sendiri leunca dapat kita temukan di beberapa wilayah, yakni di Pulau Jawa, Sumatera, dan Papua.

Kandungan dan Manfaat Leunca

Melansir dari berbagai sumber, tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa antidisentri, antiinflamasi, dan fitoestrogen. Selain itu, buah leunca juga mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, asam fenolik, alkaloid, kuinon, dan tanin. Di samping itu, buah leunca juga memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C yang sangat baik untuk tubuh.

Pada beberapa negara tanaman ini telah bermanfaat sebagai bahan obat herbal. Seperti di negara India, mereka memanfaatkan leunca sebagai obat demam, diare, penyakit mata, dan penyakit jantung.

Selain itu, di Jerman leunca warga gunakan sebagai obat tidur untuk anak-anak dan di Amerika sebagai obat cacing serta mengatasi kecanduan alkohol.

Sayangnya, dari begitu banyaknya manfaat tanaman ini, Indonesia belum memanfaatkannya secara optimal. Masyarakat kita sampai saat ini kerap kali memanfaatkan leunca hanya sebagai  lalapan favorit.

Taksonomi Tanaman leunca (Solanum nigrum)

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/leunca-lalapan-favorit-indonesia-yang-kaya-antioksidan/feed/ 0
Amaryllis Belladonna, Tanaman Hias yang Berpotensi sebagai Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/amaryllis-belladonna-tanaman-hias-yang-berpotensi-sebagai-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=amaryllis-belladonna-tanaman-hias-yang-berpotensi-sebagai-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/amaryllis-belladonna-tanaman-hias-yang-berpotensi-sebagai-obat/#respond Sat, 07 May 2022 03:00:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36086 Nama bunga amarilis memang sedang naik daun saat ini. Selain mempunyai tampilan indah, tanaman hias tersebut juga sering dimanfaatkan untuk kebutuhan obat. Dari sekian banyak spesiesnya, Amaryllis belladonna adalah salah […]]]>

Nama bunga amarilis memang sedang naik daun saat ini. Selain mempunyai tampilan indah, tanaman hias tersebut juga sering dimanfaatkan untuk kebutuhan obat. Dari sekian banyak spesiesnya, Amaryllis belladonna adalah salah satu yang paling populer di masyarakat.

Amaryllis belladonna dikenal dengan sebutan Jersey lily atau lili belladonna. Beberapa orang menyebutnya sebagai lili Maret, yang mengacu pada waktu pembungaan tanaman tersebut.

Padahal, secara taksonomi spesies tanaman lili dan amarilis datang dari famili yang berbeda. Lili berasal dari famili Liliaceae, sedangkan amarilis tergabung dalam famili Amaryllidaceae.

Kemiripan keduanya justru terletak dari tampilan bunganya. Mahkota bunga amarilis dan lili berukuran cukup besar, bentuknya mirip seperti corong atau terompet dengan warna cerah.

Morfologi dan Ciri-Ciri Amaryllis Belladona

Spesies Amaryllis belladonna mampu menghasilkan 4–6 kuntum bunga dalam sekali berbiak. Warnanya pun beraneka ragam mulai dari pink, putih, merah, kuning, ungu dan sebagainya.

Beberapa individu bahkan mampu menghasilkan corak bunga berwarna gelap hingga keabu-abuan. Tak jarang terdapat corak bintik-bintik atau garis, tergantung dari bibit yang ditanam.

Makin unggul bibit atau umbi yang digunakan, maka makin banyak pula kuntum bunga yang dihasilkan. Ukuran bunga juga bergantung kualitas bibit, semakin baik maka semakin besar.

Menurut penelitian, bunga Amaryllis belladonna dapat tumbuh hingga sebesar bola softball. Jika umbinya berkualitas standar, ukuran rata-rata bunga tersebut hanya sebesar bola tenis.

Selain cantik, bunga tanaman tersebut juga mengeluarkan wangi yang semerbak. Batangnya sendiri berwarna hijau hingga hijau tua, tumbuh tegak dan kokoh, serta tidak memiliki daun.

Habitat dan Distribusi Amaryllis Belladonna

Amaryllis belladonna merupakan tanaman asli Afrika Selatan yang banyak dibudidayakan di berbagai negara. Mereka dapat ditemukan di Corsica, Portugal, Azores, Kongo, hingga Kuba.

Selain itu, flora berordo Asparagales ini juga menyebar sampai ke Inggris, Meksiko, Selandia Baru, Haiti, Republik Dominika, California, Louisiana, Mississippi, sampai Kepulauan Canary.

Di habitatnya lili Maret tumbuh di antara bebatuan, mulai dari awal musim semi atau akhir musim gugur. Mereka bertahan selama beberapa minggu atau bulan sebelum akhirnya layu.

Penyerbukan sendiri dibantu oleh sejumlah kelompok serangga, di antaranya ngengat elang dan lebah kayu. Nektar yang wangi dan melimpah merupakan daya tarik dari bunga satu ini.

Untuk Anda yang ingin menanamnya, umbi Amaryllis belladonna bisa langsung diletakkan di dalam tanah maupun pot. Perawatannya tidak terlalu sulit sebab tanaman ini cukup adaptif.

Budi Daya dan Manfaat Amaryllis Belladonna

Amaryllis belladonna tidak memerlukan sinar matahari penuh dan penyiraman secara terus-menerus. Mereka cukup toleran dengan kekeringan, sehingga mudah untuk dibudidayakan.

Bahkan, kelebihan pasokan air membuat pertumbuhan bunga menjadi tidak sempurna atau mati. Sediakan media tanam berdrainase baik supaya akar dan batangnya tidak membusuk.

Untuk suhu ruangan, usahakan lokasi yang Anda pilih berkisar antara 21–24 Celsius. Walau mereka bisa bertahan pada suhu lebih rendah, pertumbuhannya mungkin jadi lebih lambat.

Melansir berbagai sumber, umbi Amaryllis belladonna terbukti memiliki beberapa senyawa aktif yang berguna sebagai obat. Salah satunya ialah alkaloid, kategori senyawa antimalaria.

Meski begitu, jangan coba-coba mengonsumsi tumbuhan ini secara sembarangan. Alkaloid sendiri terdiri atas beberapa jenis senyawa, beberapa di antaranya beracun dan berbahaya.

Taksonomi Tanaman Hias Jersey Lilly

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/amaryllis-belladonna-tanaman-hias-yang-berpotensi-sebagai-obat/feed/ 0
Crataegus Sanguinea, Buahnya Berguna Menurunkan Gula Darah https://www.greeners.co/flora-fauna/crataegus-sanguinea-buahnya-berguna-menurunkan-gula-darah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=crataegus-sanguinea-buahnya-berguna-menurunkan-gula-darah https://www.greeners.co/flora-fauna/crataegus-sanguinea-buahnya-berguna-menurunkan-gula-darah/#respond Mon, 25 Apr 2022 03:12:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35976 Banyak orang yang mulai mengenal tanaman hawthorn karena khasiatnya menurunkan gula darah. Kelompok ini sejatinya terdiri atas 200 jenis flora, salah satu yang paling populer ialah Crataegus sanguinea atau redhaw […]]]>

Banyak orang yang mulai mengenal tanaman hawthorn karena khasiatnya menurunkan gula darah. Kelompok ini sejatinya terdiri atas 200 jenis flora, salah satu yang paling populer ialah Crataegus sanguinea atau redhaw hawthorn.

Redhaw hawthorn dikenal juga sebagai Siberian hawthorn. Flora ini merupakan tanaman asli dari selatan Siberia, serta tumbuh subur di daerah Mongolia hingga ujung bagian utara Cina.

Secara klasifikasi, redhaw hawthorn ahli golongkan ke dalam ordo Rosales dan suku Maleae. Mereka berkerabat dekat tumbuhan apel, meski pertumbuhannya tidak membentuk pohon.

Jika diperhatikan, tampilan Crataegus sanguinea lebih mirip semak daripada pokok berbuah. Ini mampu menghasilkan buah seperti beri, yang dapat dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Crataegus Sanguinea

Siberian hawthorn umumnya berkembang biak hingga setinggi 7 meter. Jenisnya dapat Anda tandai dari tampilan luar yang mirip seperti semak atau pohon kecil dengan dedaunan rapat.

Dibandingkan spesies Crataegus lain, ukuran Crataegus sanguinea terbilang sedang. Mereka menghasilkan daun dengan bentuk bulat telur, berwarna hijau kusam dengan tepi bergerigi.

Susunan daun sendiri biasanya bergantian. Warnanya berubah menjadi kuning ketika musim gugur, sedangkan bunganya yang berwarna putih muncul mulai dari bulan April sampai Mei.

Bunga Crataegus sanguinea mengeluarkan bau busuk yang semerbak; mekar di satu jumbai besar dan memiliki lima kelopak. Buahnya kecil serta berkulit hijau dengan diameter 1,5 cm.

Pada musim musim gugur, buah tumbuhan ini berubah warna menjadi kemerahan. Kulitnya berwarna abu-abu kecokelatan; dapat dikenali dari pola retakan di sekujur permukaannya.

Habitat dan Kegunaan Crataegus Sanguinea

Crataegus sanguinea merupakan tumbuhan beriklim sedang yang berkembang dari belahan bumi utara seperti Eropa, Afrika Utara, Amerika Utara, sampai Asia meliputi Cina dan Korea.

Spesies ini dikenal mempunyai beragam manfaat mulai dari obat, pakanan, hingga penghias. Di sejumlah daerah buah hawthorn umum digunakan sebagai olahan selai, jeli dan manisan.

Bagian ini juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah ataupun dimasak. Meskipun cukup mirip beri-berian, ahli mengonfirmasi bahwa buah hawthorn tergolong sebagai jenis pome.

Di Pulau Manitoulin, buah hawthorn dikenal dengan julukan “haws.” Buah ini cukup penting bagi warga setempat, sebab menjadi satu-satunya persediaan makanan di masa penjajahan.

Tidak cuma itu, bagian daun Crataegus sanguinea kerap dipetik serta dimanfaatkan sebagai campuran salad. Tanaman ini juga cocok dijadikan bonsai sebab memiliki bunga yang indah.

Kandungan dan Efek Samping Crataegus Sanguinea

Crataegus sanguinea punya kandungan flavonoid yang tinggi. Mengonsumsi buahnya secara rutin baik untuk melancarkan aliran darah dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.

Walau diklaim menyimpan segudang manfaat, mengonsumsi redhaw hawthorn tidak boleh sembarangan. Ini bisa memicu beragam efek samping, mulai dari yang ringan hingga berat.

Menurut riset, overdosis buah hawthorn dapat menyebabkan aritmia jantung serta tekanan darah rendah. Sedangkan efek samping ringannya dapat berupa mual-mual dan sakit kepala.

Untuk Anda yang mengonsumsi suplemen berbahan hawthorn, perhatikan aturan pakai dan anjuran dokter. Hindari mencampurkannya dengan obat lain, sebab bisa memicu overdosis.

Sebelum mengolahnya menjadi cemilan, cuci bersih seluruh permukaan buah menggunakan air. Jika mempunyai riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Taksonomi Tumbuhan Redhaw Hawthorn

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/crataegus-sanguinea-buahnya-berguna-menurunkan-gula-darah/feed/ 0
Barbarea Stricta, Tumbuhan Berbatang Tegak dari Utara https://www.greeners.co/flora-fauna/barbarea-stricta-tumbuhan-berbatang-tegak-dari-utara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=barbarea-stricta-tumbuhan-berbatang-tegak-dari-utara https://www.greeners.co/flora-fauna/barbarea-stricta-tumbuhan-berbatang-tegak-dari-utara/#respond Thu, 21 Apr 2022 03:44:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35940 Meski dikenal dengan sebutan selada musim dingin, spesies Barbarea stricta tidak tergolong sebagai sayur-sayuran. Flora ini adalah tanaman obat abadi atau dua tahunan, yang memiliki nama lain small-flowered winter-cress atau […]]]>

Meski dikenal dengan sebutan selada musim dingin, spesies Barbarea stricta tidak tergolong sebagai sayur-sayuran. Flora ini adalah tanaman obat abadi atau dua tahunan, yang memiliki nama lain small-flowered winter-cress atau selada musim dingin berbunga kecil.

Barbarea stricta ditemukan pada tahun 1822 di wilayah Podolia. Tumbuhan ini tergabung ke dalam famili Brassicaceae, sehingga tidak memiliki hubungan apapun dengan genus Lactuca.

Secara klasifikasi, genus Barbarea membawahi 22 jenis tanaman berbunga yang berasal dari belahan bumi utara. Mereka disinyalir memiliki senyawa aktif yang berguna bagi kesehatan.

Selada musim dingin bisa kita kenali dari ukurannya yang kecil serta memiliki daun berwarna hijau. Struktur lobusnya terlihat dalam, dengan bunga berwarna kuning dan empat kelopak.

Morfologi dan Ciri-Ciri Barbarea Stricta

Barbarea stricta biasanya tumbuh dengan ukuran batang berkisar 60–100 cm. Dibandingkan saudara se-genusnya, spesies ini mempunyai diameter bunga terkecil yakni sekitar 5–6 mm.

Selain itu, buah yang dihasilkan small-flowered winter-cress rerata hanya berukuran 2–3 cm. Bentuk buahnya terkadang silindris atau persegi; mengandung banyak biji dan agak berbulu.

Struktur daunnya berbentuk roset dengan panjang mencapai 7 cm. Posisi daun ini berseling pada bagian batang, tepiannya bergerigi kasar dengan warna kebiruan ataupun kemerahan.

Bunga kuning Barbarea stricta umumnya memiliki ujung membulat atau berlekuk. Bagian ini panjangnya antara 3–4 mm; terdiri dari empat helai benang sari panjang dan dua helai kecil.

Membedakan tiap-tiap spesies selada musim memang bukan perkara mudah. Selain ukuran bunga, salah satu cara mengidentifikasi tumbuhan tersebut ialah melalui peta distribusinya.

Habitat dan Distribusi Barbarea Stricta

Barbarea stricta paling umum ditemukan di Eropa dan Asia. Mereka jamak dibudidayakan di Amerika Utara dan telah dilaporkan menyebar hingga ke enam negara bagian New England.

Selain wilayah-wilayah tersebut, flora berordo ini juga bisa kita jumpai di Moldova, Rumania, China, Greenland, Polandia, Mongolia, Rusia, Turki, Prancis, Inggris, sampai dengan Kroasia.

Habitatnya sendiri terletak di kawasan tepi danau berbatu dan berkerikil, jalan setapak yang lembap, sungai dan laut, parit, tepi jalan, padang rumput, serta terkadang di lahan kosong.

Meski tersebar luas, Barbarea stricta tidak tergolong adaptif bahkan melimpah. Populasinya terbilang cukup jarang, tetapi dapat bertahan dalam waktu yang lama jika habitatnya sesuai.

Pembungaanya sendiri berlangsung pada bulan Juni sampai Juli, tergantung wilayah. Karena berbiak dua tahunan, pertumbuhan di tahun pertama hanya akan menghasilkan roset daun.

Karakteristik dan Manfaat Barbarea Stricta

Karakteristik pertumbuhan Barbarea stricta dapat diidentifikasi melalui arti nama tumbuhan tersebut. Stricta sendiri memiliki makna ‘kaku’, yakni merujuk pada penampilan batangnya.

Batang Barbarea stricta sendiri memang terlihat tegak dan kaku, serta hampir tidak memiliki cabang. Meski dijuluki “selada musim dingin,” flora ini biasanya berbiak seusai musim panas.

Menurut sejumlah riset, kelompok selada musim dingin mengandung senyawa aktif berupa glukosinolat, saponin dan flavonoid, yang berguna sebagai antioksidan pada tubuh manusia.

Meskipun pemanfaatannya sebagai bahan makanan masih perlu diteliti, tapi tumbuhan satu ini sudah umum digunakan oleh warga lokal sebagai obat tradisional hingga olahan sayuran.

Di sejumlah daerah, selada musim dingin jamak digunakan sebagai campuran salad. Mereka juga berguna sebagai pakan ternak, tanaman penghijau dan penahan erosi di wilayah bukit.

Taksonomi Small-flowered Winter-cress

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/barbarea-stricta-tumbuhan-berbatang-tegak-dari-utara/feed/ 0
Saxifraga Oppositifolia, Tanaman Herba dari Wilayah Arktika https://www.greeners.co/flora-fauna/saxifraga-oppositifolia-tanaman-herba-dari-wilayah-arktika/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=saxifraga-oppositifolia-tanaman-herba-dari-wilayah-arktika https://www.greeners.co/flora-fauna/saxifraga-oppositifolia-tanaman-herba-dari-wilayah-arktika/#respond Fri, 15 Apr 2022 03:00:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35875 Saxifraga oppositifolia atau dikenal juga sebagai saxifrage ungu merupakan spesies tanaman herba yang jamak dijumpai di wilayah Arktika. Selain populer akan keindahannya, tumbuhan satu ini juga sering dimanfaatkan sebagai obat […]]]>

Saxifraga oppositifolia atau dikenal juga sebagai saxifrage ungu merupakan spesies tanaman herba yang jamak dijumpai di wilayah Arktika. Selain populer akan keindahannya, tumbuhan satu ini juga sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Saxifrage ungu tergabung dalam keluarga Saxifragaceae dan genus Saxifraga. Ini merupakan satu dari 400 spesies Saxifraga, yang populer dengan julukan “pemecah batu” atau rockfoils.

Mayoritas Saxifraga memang tumbuh di atas batu. Tapi sebagian orang yakin bahwa julukan tersebut dialamatkan, justru karena manfaatnya sebagai obat saluran kemih dan batu ginjal.

Dari kejauhan, tampilan daun-daun Saxifraga oppositifolia terlihat seperti lumut. Bentuknya terbilang cukup unik, sebab mampu menghasilkan bunga-bunga cantik dengan ukuran kecil.

Morfologi dan Ciri-Ciri Saxifraga Oppositifolia

Spesies Saxifraga oppositifolia umumnya memiliki pertumbuhan rendah dengan tinggi 5 cm. Pertumbuhan daunnya terlihat padat dengan model percabangan berkayu serta merambat.

Ukuran daun saxifrage ungu sendiri relatif kecil dengan bentuk bulat seperti sisik. Posisinya berlawanan satu dengan lain; tersedia dua helai daun pada tiap simpul di sepanjang batang.

Bunganya soliter serta memiliki tangkai yang pendek. Warna bunga tersebut mulai dari biru keunguan hingga ungu. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi lebih panjang dari lobus kelopak.

Jika kita hitung, diameter bunga biasanya tidak lebih dari 13 mm. Ini merupakan salah satu bunga musim semi pertama, yang terus berkembang biak di sepanjang musim panas Arktik.

Tidak cuma itu, Saxifraga oppositifolia memiliki lima kelopak dan dapat menghasilkan buah. Ukuran buah berkisar 0,8–1 mm saja, teksturnya kering dan akan pecah saat sudah matang.

Habitat dan Distribusi Saxifraga Oppositifolia

Habitat saxifrage ungu terdistribusi di berbagai wilayah dingin sampai Arktika. Mereka dapat ditemukan pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Melansir berbagai sumber, lingkungan hidup flora ini meliputi wilayah tundra, tebing pantai Arktika, dan celah-celah batu. Mereka juga mendiami area tebing berkapur serta subalpine.

Memang, wilayah Pegunungan Alpen dan Rocky tergolong habitat Saxifraga oppositifolia. Ini juga dapat kita temukan di wilayah pegunungan selatan, seperti halnya Inggris bagian utara.

Tak banyak yang mengetahui bahwa saxifrage ungu terdiri atas tiga subspesies. Ketiga jenis tersebut menyebar ke berbagai wilayah, namun sebagai besar berasal dari Amerika Serikat.

Subspesies S. o. glandulisepala dan S. o smalliana merupakan tumbuhan asli wilayah Alaska. Sedangkan S. o. oppositifolia tersebar di area beriklim kontinental Amerika, kecuali Hawaiii.

Kegunaan dan Manfaat Saxifraga Oppositifolia

Bagi masyarakat lokal, Saxifraga oppositifolia dikenal sebagai tumbuhan kaya manfaat yang berguna sebagai makanan. Ini sering diolah sebagai sayuran, bumbu masakan dan kudapan.

Di sejumlah daerah, daun dan batang saxifrage ungu juga dimaksimalkan sebagai teh herbal. Ini biasa dipanen saat bunganya mati, yakni pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

Saxifrage ungu bahkan memiliki peran penting bagi kelestarian lingkungan hidupnya. Bunga tanaman tersebut bermanfaat sebagai pakan ulat Arktika, seperti Gynaephora groenlandica.

Banyak orang yang beranggap jika olahan saxifrage ungu memiliki cita rasa pahit dan sedikit lengket. Namun jika sudah dibersihkan dan dimakan, rasa yang tertinggal cenderung manis.

Belum bisa dipastikan apa saja senyawa aktif yang terkandung pada Saxifraga oppositifolia. Karena memiliki habitat yang spesifik, budi daya flora ini terbilang sulit dan jarang dilakukan.

Taksonomi Tumbuhan Saxifrage Ungu

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/saxifraga-oppositifolia-tanaman-herba-dari-wilayah-arktika/feed/ 0
Uncaria Nervosa, Kerabat Gambir yang Berpotensi Sebagai Antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/uncaria-nervosa-kerabat-gambir-yang-berpotensi-sebagai-antikanker/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=uncaria-nervosa-kerabat-gambir-yang-berpotensi-sebagai-antikanker https://www.greeners.co/flora-fauna/uncaria-nervosa-kerabat-gambir-yang-berpotensi-sebagai-antikanker/#respond Fri, 25 Mar 2022 03:00:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35673 Sebagian orang menyebutnya sebagai bajakah, namun ada pula yang menjulukinya sebagai gambir atau pilantas. Flora merambat dari Indonesia ini memang sangat unik. Selain dapat dijadikan penghias, Uncaria nervosa digadang-gadang berkhasiat […]]]>

Sebagian orang menyebutnya sebagai bajakah, namun ada pula yang menjulukinya sebagai gambir atau pilantas. Flora merambat dari Indonesia ini memang sangat unik. Selain dapat dijadikan penghias, Uncaria nervosa digadang-gadang berkhasiat sebagai obat.

Uncaria nervosa tergabung ke dalam genus Uncaria dan famili Rubiaceae. Tanaman tersebut berkerabat dekat dengan spesies gambir lainnya, yakni Uncaria gambir dan Uncaria acida.

Seperti umumnya tanaman gambir, pilantas jamak digunakan sebagai bahan menyirih atau penyamak kulit. Mereka juga mengandung katikan, bahan alami yang bersifat antioksidan.

Belum dapat dipastikan mengapa spesies pilantas sering publik asosiasikan dengan tanaman bajakah. Padahal, kedua tumbuhan tersebut berasal dari genus dan keluarga yang berbeda.

Morfologi dan Ciri-Ciri Uncaria Nervosa

Uncaria nervosa dapat ditandai dari rambut halus yang menutupi seluruh bagian tubuhnya. Rambut tersebut berwarna kecokelatan, dengan daun majemuk yang tersusun berhadapan.

Bagian anak daun biasanya berbentuk bundar telur sampai lonjong. Permukaan bawahnya terlihat besar, melebar serta mencolok, sedangkan permukaan atas daun terasa lebih licin.

Daun penumpu terletak di antara pasangan anak daun. Tanaman ini mampu menghasilkan kuncup bunga berwarna merah bata, berbentuk tabung panjang serta cuping yang pendek.

Tidak cuma itu, terdapat buah berbentuk beri atau kapsul pada tumbuhan Uncaria nervosa. Bagian ini akan terbuka saat kering, mengeluarkan banyak biji sebagai proses pembiakkan.

Bicara soal pembiakkan, proses ini bisa kita lakukan melalui biji atau setek batang tanaman. Batang pilantas sendiri berwarna hijau hingga cokelat, serta berbiak dengan cara memanjat.

Habitat dan Distribusi Uncaria Nervosa

Habitat Uncaria nervosa terletak di hutan sekunder atau area terbuka di tepian hutan. Flora ini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, tapi paling banyak ditemukan di Kalimantan.

Wilayah Papua Nugini dan Pasifik barat juga menjadi sentral pertumbuhan pilantas. Mereka tidak tergolong sebagai spesies yang dilindungi, sebab memiliki populasi yang cukup banyak.

Meski begitu, spesies pilantas sendiri tidak tergolong sebagai tanaman budi daya. Mereka cenderung berbiak secara liar atau alami, pemanfaatnya pun dilakukan langsung dari hutan.

Spesies tanaman gambir biasanya tidak tumbuh pada wilayah yang kering atau tergenang. Mereka dapat kita temukan di dataran rendah sampai 1.000 meter di atas permukaan laut.

Menurut Schmidt dan Ferguson, iklim yang cocok untuk budi daya gambir adalah iklim tipe B2. Spesies Uncaria nervosa sendiri membutuhkan curah hujan 3.000–3.353 mm per tahun.

Guna dan Manfaat Uncaria Nervosa

Melansir esai Universitas Airlangga, dapat kita ketahui bahwa spesies flora Uncaria nervosa mengandung berbagai metabolit sekunder mulai dari alkaloid, terpenoid, hingga flavonoid.

Beragam kandungan tersebut ditemukan lewat proses ekstraksi kulit dan kayunya. Sehingga jangan heran jika tanaman satu ini kerap ahli manfaat sebagai bahan baku pembuatan obat.

Bukan cuma dunia medis, masyarakat tradisional Kalimantan juga kerap menggunakan flora ini sebagai obat herbal. Mulai dari mengobati luka luar, ulser, demam, hingga sakit kepala.

Melansir berbagai sumber, Uncaria nervosa diketahui punya sifat antikanker, antidiabetes dan reumatik. Ia juga berpotensi sebagai obat pereda asma, stroke, sampai penyakit saraf.

Kendati demikian, klaim akan khasiat tumbuhan pilantas masih perlu ahli teliti lebih lanjut. Seperti bajakah, tanaman satu ini terbilang menjanjikan jika dimanfaatkan dengan benar.

Taksonomi Spesies Tanaman Pilantas

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/uncaria-nervosa-kerabat-gambir-yang-berpotensi-sebagai-antikanker/feed/ 0
Tanaman Kirinyuh, Gulma yang Populer sebagai Obat Herbal https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kirinyuh-gulma-yang-populer-sebagai-obat-herbal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-kirinyuh-gulma-yang-populer-sebagai-obat-herbal https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kirinyuh-gulma-yang-populer-sebagai-obat-herbal/#respond Thu, 10 Mar 2022 03:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35531 Walau tergolong sebagai gulma, manfaat tanaman kirinyuh nyatanya sangat banyak. Flora ini kerap warga manfaatkan untuk mengobat penyakit lambung hingga luka bakar. Bahkan berkat kandungan alelokimianya, tanaman ini berguna sebagai […]]]>

Walau tergolong sebagai gulma, manfaat tanaman kirinyuh nyatanya sangat banyak. Flora ini kerap warga manfaatkan untuk mengobat penyakit lambung hingga luka bakar. Bahkan berkat kandungan alelokimianya, tanaman ini berguna sebagai herbisida alami.

Kirinyuh merupakan tanaman semak berbunga yang berasal dari keluarga Asteraceae. Ia ahli masukkan dalam genus Chromolaena, sehingga memiliki nama ilmiah Chromolaena odorata.

Secara taksonomi, kirinyuh sejatinya berkerabat dengan bunga matahari. Namun keduanya memiliki tampilan berbeda, sebab spesies ini cenderung lebih invasif dan bercabang banyak.

Pertumbuhan tanaman kirinyuh memang cukup cepat. Jika tidak dikontrol secara baik, flora ini akan sulit untuk dikendalikan serta dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Kirinyuh

Kirinyuh atau rumput minjangan bisa kita kenali dari daunnya yang berbentuk oval. Bagian bawah daun tersebut tampak melebar, dengan panjang keseluruhan mencapai 6-10 cm.

Tangkai daun berkembang antara 1-2 cm dan lebar 3-6 cm. Terdapat tiga tulang daun yang terlihat jelas, sedangkan batangnya berbentuk tegak, berkayu dan ditumbuhi rambut halus.

Selain itu, batang kirinyuh juga punya corak bergaris-garis membujur dan paralel. Tingginya mencapai 5 meter lebih, dengan bentuk cabang yang berhadapan serta berbunga majemuk.

Hati-hati, jangan asal menyentuh atau meremas daun tanaman kirinyuh. Karena kandungan getahnya, daun ini dapat memberi sensasi lengket serta bau menyengat pada tangan kita.

Daun tanaman kirinyuh sendiri umumnya berwarna hijau atau hijau muda. Warna bunganya tampak putih kecokelatan, namun mampu menghasilkan biji atau tunas yang cukup banyak.

Habitat dan Distribusi Tanaman Kirinyuh

Kirinyuh merupakan gulma padang rumput, yang dapat pula kita jumpai di area kering atau pegunungan. Ini memang sangat adaptif, bahkan mampu berbiak di lahan rawa dan basah.

Di Indonesia sendiri, peta persebaran tanaman kirinyuh sebenarnya sangat merata. Spesies ini merupakan tanaman asli Amerika Utara, namun menyebar ke Asia, Afrika dan Australia.

Berkat distribusinya pula, tumbuhan semak satu ini dikenal memiliki banyak julukan seperti siam-Kraut, agonoi, bitter bush, chromolaena, hagonoy, herbe du Laos, hingga huluhagonoi.

Warga Indonesia juga mengenalnya sebagai rumput belalang, rumput golkar, serta rumput putih. Flora ini masuk ke Tanah Air pada tahun 1910-an, lalu berkembang sampai sekarang.

Pembiakkan tanaman kirinyuh dapat dilakukan melalui bijinya. Tumbuhan dewasa mampu memproduksi 80.000 biji, sedang pertumbuhannya hanya membutuhkan waktu dua bulan.

Guna dan Manfaat Tanaman Kirinyuh

Sejak dahulu kala, tanaman kirinyuh memang dikenal memiliki banyak manfaat. Salah satu yang paling populer hingga saat ini, ialah daunnya yang berguna sebagai penyembuh luka.

Tidak asal klaim, kirinyuh sendiri ahli ketahui menyimpan senyawa berupa tanin, fenol dan flavonoid. Ia juga mengandung saponin dan steroid, sehingga baik sebagai obat antiradang.

Melansir laman berita Universitas Gadjah Mada, ekstrak daun C. odorata berpotensi sebagai obat kolesterol. Flavonoid-nya pakar nilai ampuh menekan enzim HMGCR pada tubuh kita.

Jika kita konsumsi sebagai sayuran, daun tanaman kirinyuh juga efektif sebagai obat cacing. Karena itu, jangan heran jika tumbuhan ini jamak diperjualbelikan sebagai obat tradisional.

Dalam dunia pertanian, herbisida daun kirinyuh berguna sebagai pengendali hama bekicot, rayap dan kecoa. Bahkan, aromanya bersifat racun bagi spesies serangga seperti nyamuk.

Taksonomi Spesies Chromolaena Odorata

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kirinyuh-gulma-yang-populer-sebagai-obat-herbal/feed/ 0