virus nipah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/virus-nipah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 10 Feb 2026 07:45:42 +0000 id hourly 1 Virus Nipah Perlu Diwaspadai, Tingkat Kematian Tinggi https://www.greeners.co/berita/virus-nipah-perlu-diwaspadai-tingkat-kematian-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=virus-nipah-perlu-diwaspadai-tingkat-kematian-tinggi https://www.greeners.co/berita/virus-nipah-perlu-diwaspadai-tingkat-kematian-tinggi/#respond Tue, 10 Feb 2026 07:45:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48114 Jakarta (Greeners) – Kabar terkait penyebaran virus Nipah menjadi perhatian publik pada belakangan ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan risiko dan upaya kesiapsiagaan terhadap virus tersebut.  Peneliti Ahli […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kabar terkait penyebaran virus Nipah menjadi perhatian publik pada belakangan ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan risiko dan upaya kesiapsiagaan terhadap virus tersebut. 

Peneliti Ahli Utama Virologi  sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Niluh Putu Indi Dharmayanti mengatakan, virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonotik. Perlu pemahaman secara tepat berdasarkan kajian ilmiah, mengingat karakteristiknya yang serius dan berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak ada antisipasi yang baik.

Menurutnya, virus nipah perlu masyarakat waspadai karena memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi menimbulkan wabah. Meski hingga kini belum ada kasus pada manusia di Indonesia, berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus ini telah bersirkulasi di alam.

“Nipah virus memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta aspek sosial dan ekonomi,” kata Indi melansir Berita BRIN, Jumat (6/2).

Berdasarkan sejarah, virus ini pertama kali teridentifikasi pada wabah di Malaysia tahun 1998. Sejak itu, menimbulkan kejadian berulang di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara. 

Ia menjelaskan, virus ini termasuk genus Henipavirus dengan reservoir alami berupa kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus. Kelelawar ini dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit, namun berpotensi menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

Penularan virus Nipah ke manusia, lanjut Indi, dapat terjadi melalui beberapa jalur, antara lain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia. Di sejumlah negara, wabah NiV juga berkaitan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi urin atau saliva kelelawar.

Virus Nipah pada Satwa Liar

Sementara itu, terkait di Indonesia, Indi mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian telah memberikan bukti ilmiah keberadaan virus Nipah pada satwa liar. Studi serologis di Kalimantan Barat menemukan antibodi Nipah virus pada sekitar 19 persen sampel serum kelelawar Pteropus vampyrus, meskipun tidak ditemukan pada babi.

“Deteksi molekuler juga telah berlangsung menggunakan metode PCR pada sampel saliva dan urin kelelawar di Sumatra Utara, yang mengonfirmasi keberadaan genom Nipah virus,” jelasnya. 

Penelitian lanjutan bahkan menemukan virus serupa pada Pteropus hypomelanus di wilayah Jawa. Karakter genetiknya berkerabat dekat dengan isolat dari Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Menurut Indi, kondisi ekologis Indonesia menjadikan risiko penularan virus Nipah tidak bisa masyarakat abaikan. Ada faktor pendorong terjadinya spillover virus. Di antaranya keanekaragaman spesies kelelawar yang tinggi, kedekatan habitat satwa liar dengan permukiman manusia, serta praktik perburuan dan perdagangan satwa.

Selain itu, keberadaan pasar hewan dengan sanitasi kurang memadai serta populasi babi yang besar di beberapa wilayah turut meningkatkan potensi penularan lintas spesies. 

“Interaksi yang intens antara manusia, hewan, dan lingkungan menjadi kunci munculnya penyakit zoonotik seperti Nipah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus spesifik untuk Nipah virus. Oleh karena itu, penanganan kasus sangat bergantung pada perawatan suportif, sementara pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menekan risiko wabah.

Menurut Indi, One Health menjadi strategi utama dalam kesiapsiagaan menghadapi Nipah virus. Pendekatan ini menekankan kolaborasi lintas sektor antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan dalam memantau serta mengendalikan penyakit zoonotik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/virus-nipah-perlu-diwaspadai-tingkat-kematian-tinggi/feed/ 0
Virus Nipah: Kenali Gejala, Penularan, dan Pencegahannya! https://www.greeners.co/gaya-hidup/virus-nipah-kenali-gejala-penularan-dan-pencegahannya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=virus-nipah-kenali-gejala-penularan-dan-pencegahannya https://www.greeners.co/gaya-hidup/virus-nipah-kenali-gejala-penularan-dan-pencegahannya/#respond Wed, 27 Sep 2023 04:23:42 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41700 Belum usai dunia dilanda pandemi Covid-19, masyarakat kembali heboh dengan kehadiran jenis virus yang mengakibatkan kasus dua kematian warga di Kerala, India. Ya, virus bernama Nipah (NiV) tersebut membuat ratusan […]]]>

Belum usai dunia dilanda pandemi Covid-19, masyarakat kembali heboh dengan kehadiran jenis virus yang mengakibatkan kasus dua kematian warga di Kerala, India. Ya, virus bernama Nipah (NiV) tersebut membuat ratusan orang wajib untuk melakukan tes massal.

Melansir Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, virus Nipah merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyerang hewan dan manusia. Keberadaan virus tersebut belum terdeteksi di Indonesia hingga saat ini. Namun, beberapa kasus infeksi virus tersebut sudah terkonfirmasi di negara yang berdekatan dengan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap virus yang diduga mudah menular ini.

Simak penjelasan gejala, penularan, dan cara pencegahan virus Nipah berikut ini!

Asal-usul Kemunculan Virus Nipah

Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1998-1999. Saat itu, terdapat laporan wabah yang menyerang kalangan peternak babi di sebuah desa di Sungai Nipah, Malaysia. Kemudian, wabah itu berdampak hingga Singapura.

Selain itu, beberapa jenis hewan menunjukkan gejala demam, sulit bernafas, dan kejang. Dari kejadian wabah tersebut, tercatat ada 276 kasus terkonfirmasi dengan 106 kematian.

BACA JUGA: Langkah Antisipasi Paparan Virus Saat Kumpul Bersama

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus tersebut berasal dari kelelawar buah yang menular ke babi saat terjadi penebangan hutan secara besar-besaran. Hal itu menyebabkan populasi kelelawar berpindah mendekati area peternakan. Ternak babi yang telah terinfeksi dapat menularkan virus ke peternak, dan peternak pun dapat menularkannya ke sesama manusia.

Sementara itu, virus tersebut juga menyerang sejumlah warga di Bangladesh pada 2001. Sejak itu, wabah ini hampir setiap tahun menyerang negara setempat, termasuk India yang letaknya berdekatan dengan negara ini.

Ilustrasi kelelawar sebagai penular virus Nipah. Foto: WHO

Ilustrasi kelelawar sebagai penular virus Nipah. Foto: WHO

Tanda dan Gejala Virus Nipah

Virus ini memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari. Artinya, seseorang dapat mengalami gejala infeksi virus ini setelah virus tersebut masuk ke tubuhnya dalam kurun waktu tersebut.

Infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala ringan yang mirip dengan gejala flu, tetapi bisa juga menimbulkan gejala berat yang berisiko menyebabkan kematian. Saat terinfeksi virus tersebut, seseorang dapat mengalami beberapa gejala.

Melansir Kemenkes RI, ada sejumlah gejala dan tanda-tanda infeksi virus Nipah. Di antaranya demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak nafas, dan muntah.

Pada kasus yang parah, infeksi virus ini bisa menyebabkan peradangan pada otak (ensefalitis). Orang yang menderita ensefalitis akibat infeksi virus ini bisa mengalami gejala berupa mudah mengantuk, sulit fokus dan konsentrasi, serta disorientasi atau tidak bisa mengenal waktu, tempat, dan orang lain, termasuk orang terdekatnya.

Cara Penularan Virus Nipah

Virus Nipah merupakan virus jenis RNA yang termasuk dalam golongan Paramyxovirus. Golongan virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Virus Nipah berasal dari hewan liar, seperti kelelawar pemakan buah (Pteropus sp.) dan hewan ternak, seperti domba, kambing, dan babi yang terinfeksi virus tersebut.

Penularan virus ini dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

BACA JUGA: Peneliti Siberia Temukan ‘Virus Zombie’, Mengancam Manusia?

Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa seseorang bisa mengalami gejala infeksi virus ini ketika mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi virus Nipah, khususnya daging yang kurang matang.

Tidak hanya dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antarmanusia. Seseorang bisa terinfeksi virus ini apabila pernah kontak dengan pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Cara Mencegah Penularan Virus Nipah

Ada beberapa cara yang dapat Sobat Greeners lakukan untuk mencegah dari risiko penularan virus ini. Di antaranya sebagai berikut.

1. Hindari kontak dengan kelelawar atau hewan ternak yang berisiko tertular virus Nipah. Jika perlu, sobat Greeners bisa memasang jaring di sekitar rumah untuk mencegah kelelawar masuk ke dalam rumah.

2. Cuci bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi, serta hindari konsumsi buah atau sayuran yang kotor dan tampak sudah tergigit oleh binatang.

3. Gunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah, saat membersihkan kotoran atau urine hewan.

4. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sedang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi virus ini.

5. Hindari konsumsi daging kelelawar atau daging hewan ternak yang dimasak kurang matang.

Setelah mengetahui penjelasan yang diperlukan mengenai virus Nipah seperti asal-usul, gejala, cara penularan, serta pencegahannya, Sobat Greeners harus tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan dan keamanan. Apalagi, virus ini mudah menular dari hewan atau orang yang terinfeksi, sehingga dianggap berpotensi menjadi pandemi.

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/virus-nipah-kenali-gejala-penularan-dan-pencegahannya/feed/ 0