Alat Makan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/alat-makan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 19 Nov 2022 08:49:30 +0000 id hourly 1 Travel Kit Cutlery Solusi Peralatan Makan Kurangi Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/travel-kit-cutlery-solusi-peralatan-makan-kurangi-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=travel-kit-cutlery-solusi-peralatan-makan-kurangi-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/travel-kit-cutlery-solusi-peralatan-makan-kurangi-plastik/#respond Sun, 20 Nov 2022 03:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=38026 Aktivitas manusia modern tentu ingin segala sesuatu yang simple, salah satunya dalam urusan peralatan makan. Tak jarang, yang banyak beredar berbahan plastik. Namun jika pemakaian usai hanya menambah timbulan sampah […]]]>

Aktivitas manusia modern tentu ingin segala sesuatu yang simple, salah satunya dalam urusan peralatan makan. Tak jarang, yang banyak beredar berbahan plastik. Namun jika pemakaian usai hanya menambah timbulan sampah plastik. 

Travel kit cutlery merupakan solusi peralatan makan paling tepat untuk membantu mengurangi masalah plastik. Namun apakah rancangan produk itu benar-benar membangkitkan nafsu makan?

Memang, menyantap makanan merupakan pengalaman paling multiindrawi. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Uphold untuk menghadirkan travel kit cutlery minimalis seukuran kartu kecil.

Bayangkan saja, benda ini memiliki ketebalan hanya 10 milimeter, tapi terdapat sendok, garpu, dan pisau lengkap di dalamnya. Peralatan ini hadir dalam lima set bagian, seperti sendok, garpu, pisau, dan dua gagang yang kemasannya datar.

Setiap peralatan makan terbuat dari perpaduan titanium, aluminium, dan TPU/TPE bebas BPA yang dapat menahan suhu hingga 110°C. Hal ini memungkinkan penggunanya dapat menyantap makanan panas tanpa khawatir rusak. Peralatan makan ini juga mudah dibersihkan.

Peralatan Makan Bertahan Satu Dekade

Menariknya, pemakainya bisa langsung mengeluarkan peralatan yang mereka butuhkan sembari menyentuh bagian yang fleksibel. Sendok, garpu akan berubah menjadi bengkok sehingga memudahkan untuk makan.

Uniknya lagi Uphold Cutlery ini sangat portable. Desain kemasan datar yang dapat dimasukkan ke dalam saku, dompet, tas sekaligus. Meski begitu hal ini tidak mengurangi pengalaman penggunanya saat makan.

Keunggulan lainnya produk ringan seberat 75 gram ini bisa penggunanya pakai hingga 3.000 kali. Bertahan hingga lebih dari satu dekade dengan penggunaan harian yang reguler.

Selain itu, setiap bagian dari Uphold Cutlery mudah dibongkar dan 100 % dapat didaur ulang. Langkah ini sekaligus bisa mengubah perilaku kita jika ingin terus menyelamatkan planet bumi ini!

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Yanko Design

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/travel-kit-cutlery-solusi-peralatan-makan-kurangi-plastik/feed/ 0
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Dari Bahan Unik Yang Ada Di Pasaran https://www.greeners.co/ide-inovasi/wadah-makanan-ramah-lingkungan-dari-bahan-unik-yang-ada-di-pasaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wadah-makanan-ramah-lingkungan-dari-bahan-unik-yang-ada-di-pasaran https://www.greeners.co/ide-inovasi/wadah-makanan-ramah-lingkungan-dari-bahan-unik-yang-ada-di-pasaran/#respond Wed, 02 Jun 2021 02:55:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32818 Bukan rahasia lagi jika penggunaan kemasan makanan berbahan plastik dapat menambah permasalahan lingkungan. Selain sulit terurai, kemasan plastik juga dapat membahayakan hidup hewan dan dapat mencemari isi makanan itu sendiri.]]>

Guna mengurangi dampak buruk dari penggunaan plastik, para pelaku industri kuliner kini berlomba-lomba untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan. Mereka berusaha untuk menghadirkan wadah makanan yang dapat terurai secepat mungkin dengan tanah. Wadah tersebut diharapkan tidak akan menjadi tumpukan sampah yang membahayakan alam di kemudian hari.

Untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan, tentunya diperlukan beberapa bahan baku khusus yang bersifat biodegradable. Jika biasanya wadah makanan terbuat dari plastik atau styrofoam, beberapa produsen justru membuat wadah makanan dari rumput laut, tebu, hingga dedak gandum! Unik sekali, bukan?

Lalu, seperti apa ya kira-kira wujud dari wadah makanan berbahan dasar unik tersebut? Daripada penasaran, yuk simak penjelasan di bawah ini!

1. Zero, Wadah Makanan Ramah Lingkungan dari Cangkang Biji Kakao

Perancang produk ramah lingkungan asal Inggris, PriestmanGoode, menciptakan wadah makanan bernama Zero yang terbuat dari cangkang biji kakao. Mereka menggunakan cangkang biji kakao yang berasal dari limbah perusahaan kosmetik. Untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan tersebut, PriestmanGoode mengolah cangkang biji kakao dengan bahan organik lainnya seperti kulit nanas dan miselium. Meskipun terbuat dari bahan-bahan organik yang terkesan mudah hancur, Zero dapat kita cuci dan kita pakai berulang kali.

2. Biotrem, Wadah Makanan Unik dari Dedak Gandum

Perusahaan asal Polandia, Biotrem, menghadirkan koleksi wadah makanan yang terbuat dari dedak gandum! Untuk mengubah dedak gandum menjadi wadah makanan ramah lingkungan, Biotrem akan mencampur dedak tersebut sedikit air dan bahan-bahan organik lainnya. Setelah itu, campuran dari dedak gandum tersebut akan diproses dengan menggunakan alat bertekanan dan bersuhu tinggi.

Karena terbuat dari bahan alami berupa dedak gandum, wadah makanan Biotrem dapat terurai secara menyeluruh dalam waktu 30 hari. Jika kita simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, wadah Biotrem ini dapat kita gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

3. Biopack, Wadah Telur Berbahan Bibit Tanaman

Jika biasanya wadah telur terbuat dari kertas atau plastik, George Bosnas, seorang desainer asal Yunani, justru membuat wadah telur dari campuran bibit tanaman bernama Biopack! Bagaimana bisa?

Untuk membuat wadah Biopack, George memerlukan bahan baku berupa bubur kertas bekas, pati, dan bibit tanaman. Kedua bahan tersebut nantinya akan bercampur menjadi satu, lalu dibentuk hingga menjadi wadah telur. Setelah kita gunakan, wadah telur Biopack dapat langsung kita tanam ke tanah untuk menumbuhkan tanaman.

4. Avani, Wadah Makanan Berbahan Ampas Tebu

Di Indonesia sendiri terdapat perusahaan hijau bernama Avani yang telah menciptakan wadah makanan ramah lingkungan. Mereka berhasil mengembangkan produk berupa wadah makanan berbahan dasar ampas tebu. Mengutip dari situs resmi mereka, wadah makanan berbahan ampas tebu tersebut dapat hancur dan melebur dengan tanah hanya dalam waktu beberapa bulan.

5. Plépah, Wadah Makanan Ramah Lingkungan Unik dari Pelepah Pinang

Daun pinang sudah sejak lama sering kita manfaatkan sebagai obat dan pembungkus makanan, namun bagaimana dengan bagian pelepahnya? Di tangan Plépah, pelepah pinang yang tampak tak bernilai dapat berubah menjadi wadah makanan ramah lingkungan yang unik dan lain dari biasanya. Wadah makanan Plépah merupakan wadah yang tahan panas dan tahan air, sehingga bisa kita gunakan dalam microwave atau oven. Selain itu, wadah makanan yang satu ini juga dapat terurai secara alami dalam waktu 60 hari.

Penulis: Anggi R. Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/wadah-makanan-ramah-lingkungan-dari-bahan-unik-yang-ada-di-pasaran/feed/ 0
Mengubah Pelepah Kelapa Jadi Alat Makan https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-pelepah-kelapa-jadi-alat-makan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengubah-pelepah-kelapa-jadi-alat-makan https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-pelepah-kelapa-jadi-alat-makan/#respond Wed, 16 Sep 2020 03:29:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=28582 Pelepah merupakan bagian pohon kelapa yang terdapat di antara daun kelapa dan biasanya yang termasuk limbah yakni berwarna kecokelatan dan sudah tumbang.]]>

Alat makan umumnya dibuat dari bahan seperti baja tahan karat (stainless steel), kaca, atau plastik. Penggunaan bahan plastik, misalnya, dinilai lebih  murah, mudah untuk didapat, dan ringan. Namun, di balik itu semua, pemakaian bahan plastik untuk alat makan memiliki kekurangan. Selain karena tidak dapat menahan panas dengan baik, plastik juga sulit untuk dibersihkan jika terdapat lemak, dan tidak ramah lingkungan karena mengandung bahan kimia berbahaya bagi manusia.

Sebuah riset pada 2015 membuat inovasi alat makan berbahan dasar limbah pelepah kelapa. Penelitian tersebut dilakukan oleh tiga mahasiswa asal Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Jawa Timur. Ketiganya adalah Gilang Putra Gemilang, M. Junaidi Hidayat, Choirul Anam. Mereka termotivasi membuat alat tersebut karena didasari oleh kurangnya perhatian dan pemanfaatan terhadap limbah pelepah kelapa.

Baca juga: Inovasi Lemari Pengering Pakaian

Meski dikenal dengan banyak manfaat, bagian pelepah kelapa tidak begitu sering digunakan dibandingkan dengan bagian pohon kelapa lainnya. Pelepah merupakan bagian pohon kelapa yang terdapat di antara daun kelapa. Biasanya, pelepah kelapa yang termasuk limbah adalah yang berwarna kecokelatan dan sudah tumbang. Saat tumbang, tidak banyak yang bisa dilakukan masyarakat selain membuang atau membakarnya hingga akhirnya bisa menimbulkan masalah lingkungan.

Dalam penelitiannya, ketiga mahasiswa tersebut mendapatkan limbah pelepah kelapa dari petani. Bahan yang akan digunakan harus dipisahkan terlebih dahulu sesuai dengan ukurannya yang panjang dan pendek. Kategori ini sengaja dibuat untuk mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh pelepah.

Pelepah Kelapa

Pelepah kelapa sebagai bahan dasar alat makan. Foto: shutterstock

Proses pembuatan alat makan ini dilanjutkan dengan pengeringan pelepah kelapa menggunakan cahaya matahari. Selama dua hari atau menggunakan heat gun, bahan itu dipanaskan selama 15 menit pada suhu 600 derajat celcius. Untuk mendapatkan desain yang diinginkan, pelepah dibentuk memakai gergaji atau alat potong lain sesuai ukuran yang telah ditetapkan.

Karena memiliki tekstur yang kasar, alat makan dari limbah pelepah kelapa ini membutuhkan proses penghalusan tekstur dengan cara diamplas. Selain untuk memperbaiki teksturnya, hal tersebut juga akan membuat pelepah menjadi bersih sehingga bisa mempermudah proses pewarnaan.

Baca juga: Dari Limbah Wadah Telur Menjadi Furnitur

Setelah itu, limbah pelepah digabung satu dengan lainnya untuk menyesuaikan kebutuhan ukuran. Untuk menggabungkannya dibutuhkan kayu atau bambu sebagai alat pengikat. Pelepah tersebut dipoles menggunakan langsol atau batu poles kemudian dilaminasi dan dibentuk menjadi datar dan ditekan untuk menyempurnakan fungsi dan keindahannya.

Berikutnya alat makan dari limbah pelepah kelapa ini dicampur dengan material lain, yaitu stainless steel pada bagian ujung sendok atau garpu. Proses pewarnaan alat makan ini juga menggunakan pewarna alami seperti daun pandan untuk warna hijau, kunyit untuk warna kuning, dan secang untuk merah muda. Untuk mempertahankan bentuk naturalnya, inovasi alat makan ini menggunakan konsep natural expose, yaitu memanfaatkan tekstur alami dan bentuk dasar pelepah kelapa guna menonjolkan motif alami yang etnik sehingga bentuknya tidak beraturan.

Penulis: Krisda Tiofani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengubah-pelepah-kelapa-jadi-alat-makan/feed/ 0