Dari Limbah Wadah Telur Menjadi Furnitur

Reading time: 2 menit
Meja Kopi
Meja kopi dari limbah karton wadah telur. Foto: https://journals.upi-yai.ac.id

Selain plastik, keberadaan kertas yang sudah tak terpakai juga turut menyumbang tingginya jumlah limbah di Indonesia. Meski tidak seburuk limbah plastik, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat limbah kertas akan menambah beban lingkungan hingga mengakibatkan pencemaran.

Sebuah inovasi telah berhasil mengubah sampah karton wadah telur menjadi furnitur. Tempat telur merupakan salah satu produk yang dibuat dari bubur kertas daur ulang.  Namun, setelah penggunaannya selesai, benda tersebut masih banyak dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu. Sementara jika limbah karton dibakar, hal tersebut dinilai tidak optimal lantaran hanya akan menghilangkan bentuk fisiknya. Selain itu akan menimbulkan masalah lain seperti polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Memanfaatkan Limbah Penatu Menjadi Tenaga Listrik

Dalam Jurnal Sains dan Teknologi IKRA-ITH Teknologi Volume 3 (2019) yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Trilogi, limbah tempat telur dimanfaatkan sebagai produk fungsional seperti mebel. Dilihat dari bentuknya yang unik dan memiliki kekuatan untuk menahan beban, tempat telur cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan meja kopi.

Meja kopi dipilih karena tidak terlalu menahan beban berat jika dibandingkan dengan meja lainnya. Biasanya meja tersebut hanya ditujukan untuk meletakkan barang-barang ringan seperti gelas kopi, buku, atau makanan ringan sehingga lebih fleksibel. Selain itu, jika dilihat dari fungsinya, meja tidak terlalu membutuhkan banyak gerak sehingga bisa mengurangi risiko kerusakan akibat perpindahan dan dinilai lebih tahan lama.

Wadah Karton Telur

Limbah wadah karton untuk menyimpan telur. Foto: shutterstock

Untuk membuat meja kopi dari tempat telur ini dibutuhkan beberapa lembar wadah telur sebagai bahan utama. Lembaran tersebut akan ditumpuk dan dibentuk sesuai desain yang telah dinuat. Limbah karton telur sengaja ditumpuk untuk mempercepat proses pemotongan. Setelah membentuk pola, material tersebut diamplas guna merapikan sisa potongan yang ada.

Untuk menyempurnakan bentuk dan teksturnya, tempat telur dipernis agar tidak terlihat kotor. Selanjutnya, pada beberapa titik lembaran material diberi lem satu untuk merekatkan dan terbentuk desain yang diinginkan. Selanjutnya, tempat telur dipoles kembali agar terlihat lebih cerah.

Terakhir, untuk menyempurnakan produk meja kopi ini diperlukan pemasangan daun meja dan kaca setebal 5 mm menggunakan lem kaca. Sedangkan untuk menguatkan antara daun dan kaki meja diperlukan tambahan bantalan kaca.

Baca juga: Cold Tube, Sistem Penyejuk Hemat Energi

Meja kopi yang dinilai dapat menahan beban hingga 10 kilogram ini terinspirasi dari waffle building, yakni sebuah desain bangunan yang menggunakan teknik tumpuk. Strukturnya juga dirancang agar lebih solid saat digunakan pada bentang yang lebih panjang dengan beban yang lebih berat. Desain tersebut sesuai dengan rancangan meja kopi dari limbah tempat telur yang dinilai memiliki pola hampir mirip.

Selain  ramah lingkungan dan unik, meja kopi ramah lingkungan ini juga memiliki kekuatan menahan beban dan air. Untuk membersihkan kotoran di sekitar meja cukup mudah, yaitu hanya dengan menggunakan penyedot debu. Selain menjadi meja kopi, limbah karton tempat telur juga bisa dijadikan produk lain seperti pengaman barang elektronik, papan tempel, peredam suara, dan media pembibitan, maupun tempat menyimpan peralatan.

Penulis: Krisda Tiofani

Top
You cannot copy content of this page