biji kopi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/biji-kopi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 24 Feb 2026 11:41:52 +0000 id hourly 1 Harga Kopi Naik 15% Akibat Krisis Iklim, Gelombang Panas Pangkas Produksi Global https://www.greeners.co/berita/harga-kopi-naik-15-akibat-krisis-iklim-gelombang-panas-pangkas-produksi-global/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=harga-kopi-naik-15-akibat-krisis-iklim-gelombang-panas-pangkas-produksi-global https://www.greeners.co/berita/harga-kopi-naik-15-akibat-krisis-iklim-gelombang-panas-pangkas-produksi-global/#respond Tue, 24 Feb 2026 11:41:52 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48174 Jakarta (Greeners) — Krisis iklim tak hanya berdampak pada cuaca ekstrem dan kenaikan muka air laut. Gelombang panas yang kian intens memicu penurunan produksi dan mendorong kenaikan harga biji kopi, […]]]>

Jakarta (Greeners) — Krisis iklim tak hanya berdampak pada cuaca ekstrem dan kenaikan muka air laut. Gelombang panas yang kian intens memicu penurunan produksi dan mendorong kenaikan harga biji kopi, termasuk di Indonesia.

Secara global, harga kopi melonjak 45,89 persen dalam dua tahun terakhir. Lonjakan harga dari US$2,63 per kilogram pada 2023 menjadi US$4,86 per kilogram pada 2025. Di Indonesia, harga biji kopi robusta tercatat naik sekitar 15 persen akibat gangguan produksi imbas suhu ekstrem.

Gelombang Panas Tambah 57 Hari di Negara Penghasil Kopi

Analisis lembaga riset iklim Climate Central dalam laporan “More Coffee-Harming Heat Due to Carbon Pollution” mengungkapkan bahwa krisis iklim telah menambahkan rata-rata 57 hari gelombang panas di lima negara pemasok kopi terbesar dunia, yakni Brasil, Vietnam, Kolombia, Ethiopia, dan Indonesia. Kelima negara tersebut menyumbang sekitar 75 persen pasokan kopi global.

“Hampir setiap negara penghasil kopi utama kini mengalami lebih banyak hari dengan suhu panas ekstrem yang dapat merusak tanaman kopi, mengurangi hasil panen, dan memengaruhi kualitas,” ujar Wakil Presiden Sains Climate Central, Kristina Dahl.

Di Indonesia, yang berkontribusi sekitar 6 persen terhadap suplai kopi dunia, tercatat rata-rata 129 hari bersuhu merusak tanaman pada 2025. Dari jumlah tersebut, 73 hari di antaranya merupakan tambahan akibat perubahan iklim. Kondisi ini menekan produksi dan memicu inflasi harga kopi hingga 15 persen.

Kopi tumbuh optimal di wilayah yang terkenal sebagai coffee belt atau sabuk kopi, yakni daerah sekitar garis khatulistiwa dengan suhu stabil di bawah 30 derajat Celsius dan curah hujan tinggi. Namun, krisis iklim mengancam ketersediaan lahan ideal untuk budidaya kopi. Tanpa adaptasi yang memadai, luas lahan yang layak untuk pertanian kopi dapat menyusut hingga 50 persen pada 2050.

Ketika suhu melampaui ambang 30 derajat Celsius, tanaman kopi—baik robusta maupun arabika—mengalami stres panas. Dampaknya meliputi penurunan hasil panen, turunnya kualitas biji, hingga meningkatnya kerentanan terhadap hama dan penyakit. Kopi arabika bahkan lebih sensitif terhadap kenaikan suhu dibanding robusta, sehingga lebih rentan terdampak perubahan iklim.

Petani Kecil Paling Rentan

Dampak krisis iklim paling dirasakan oleh petani kecil yang mencakup sekitar 80 persen produsen kopi global dan menyumbang 60 persen pasokan dunia. Ironisnya, pada 2021 mereka hanya menerima sekitar 0,36 persen dari total pendanaan adaptasi iklim.

Rata-rata dukungan yang petani kecil terima setara dengan US$2,19 per hari untuk satu hektar lahan—bahkan lebih rendah dari harga secangkir kopi di banyak negara. Sebagian besar petani kecil mengelola lahan kurang dari 12 hektar dengan akses terbatas pada pembiayaan, informasi iklim, hingga pasar yang adil.

Lead Program Iklim dan Ekosistem MADANI Berkelanjutan, Yosi Amelia, menilai pendekatan agroforestri dapat menjadi solusi adaptasi yang efektif. Sistem kopi dengan pohon naungan mampu menciptakan iklim mikro yang lebih stabil, menjaga kelembapan tanah, serta mengurangi dampak suhu ekstrem dan variabilitas curah hujan.

“Agroforestri memperkuat ketahanan tanaman sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon. Tantangan terbesar justru ada pada tata kelola perkebunan kopi. Tanpa sistem yang kuat, upaya adaptasi akan berjalan sporadis dan sulit mencapai skala yang dibutuhkan,” ujar Yosi.

Penulis: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/harga-kopi-naik-15-akibat-krisis-iklim-gelombang-panas-pangkas-produksi-global/feed/ 0
Kursi Unik, Berbahan Plastik dan Cangkang Biji Kopi https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-unik-berbahan-plastik-dan-cangkang-biji-kopi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kursi-unik-berbahan-plastik-dan-cangkang-biji-kopi https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-unik-berbahan-plastik-dan-cangkang-biji-kopi/#respond Sun, 12 Mar 2023 04:00:48 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=39248 Setiap hari, benda yang satu ini identik dengan aktivitas keseharian kita. Ya, kursi menjadi piranti yang lekat dengan manusia. Bisa Anda bayangkan, tanpanya pasti akan kesulitan duduk untuk menyantap makanan, […]]]>

Setiap hari, benda yang satu ini identik dengan aktivitas keseharian kita. Ya, kursi menjadi piranti yang lekat dengan manusia. Bisa Anda bayangkan, tanpanya pasti akan kesulitan duduk untuk menyantap makanan, minum, membaca hingga bersantai. 

Oleh karena itu, perabot ini tak hanya harus nyaman, tapi perlu juga estetis, ramah lingkungan dan ergonomis, seperti halnya kursi unik Conscious Chair keluaran Mater Design.

Merek furnitur yang berbasis di Kopenhagen ini ternyata bukan produk baru. Namun, telah dirilis ulang dari produk populer tahun 1950-an dengan nama Conscious Chair.

Kursi Unik Ramah Lingkungan

Kenapa kita sebut Conscious Chair? Sebab, kursi ini terbuat dari plastik daur ulang yang bercampur dengan cangkang biji kopi dan serbuk gergaji.

Desainer dan arsitek furnitur Denmark Børge Mogensen dan Esben Klint awalnya merancang kursi ini pada tahun 1958. Cirinya sangat khas yakni memiliki ciri siluet sederhana dan kursi kayu melengkung.

Mater Design memberikan sentuhan modern pada kursi klasik ini dengan memanfaatkan limbah pascakonsumsi pada bagian belakang kursi.

Mereka memastikan menggunakan cangkang biji kopi yang diekstraksi selama proses pemanggangan. Sementara bahan pengikat kursi unik ini terbuat dari sampah plastik atau alternatif berbahan dasar plastik.

“Teknologi di balik Mater memungkinkan menangkap karbon dengan mendaur ulang limbah dengan menggunakan sumber daya yang sudah tersedia,” ungkap Mater Design.

Cegah Sampah Plastik 

Cara ini tentu membantu menciptakan kursi menggunakan elemen material komposit kayu dan daur ulang. Dengan cara ini plastik tak akan terbuang ke lingkungan.

Conscious Chair tersedia dengan berbagai pilihan warna seperti hijau hingga bercak hitam. Kursi dan bagian sandarannya tersedia dalam pilihan limbah kayu abu-abu, limbah kopi ringan, dan hitam. Jadi, Anda bisa memilih tema warna yang sesuai dengan selera dan preferensi pribadi Anda!

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: Dezeen

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kursi-unik-berbahan-plastik-dan-cangkang-biji-kopi/feed/ 0
Luwak Hasilkan Biji Kopi Terbaik di Dunia https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/#respond Fri, 18 Nov 2022 04:04:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38005 Kalangan penikmat dan pencinta kopi tentu tak asing dengan kopi Luwak. Meski bukan termasuk salah satu varietas kopi, jenis kopi ini banyak penikmatnya. Bahkan kopi luwak merupakan kopi terbaik dan […]]]>

Kalangan penikmat dan pencinta kopi tentu tak asing dengan kopi Luwak. Meski bukan termasuk salah satu varietas kopi, jenis kopi ini banyak penikmatnya. Bahkan kopi luwak merupakan kopi terbaik dan termahal di pasaran dunia.

Ya, kopi ini memang berasal dari sisa biji kopi di pencernaan luwak yang keluar bersama kotorannya. Satwa nocturnal omnivore ini pakan umumnya adalah buah-buahan. Terkadang luwak juga suka memakan vertebrata kecil, reptil ataupun serangga.

Tergolong omnivore dari porsi dan presentase pakannya. Meski musang ini sering kali memakan ayam dan juga suka buah-buahan seperti pepaya, pisang, hingga kopi.

Oleh sebab itu, luwak dapat menyebarkan biji di hutan melalui fesesnya. Bahkan untuk luwak pemakan biji kopi, biasanya kotorannya masih berbentuk biji kopi. Di kalangan pencinta kopi, luwak terkenal karena produksi biji kopi dari hasil pencernaannya berkualitas.

Kopi luwak merupakan kopi termahal di pasaran dunia. Harganya sekitar US$ 100-600 per 500 gram. Harga jual kopi ini di Amerika Serikat bahkan hingga US$ 175. Untuk menikmati secangkir kopi luwak di California, seseorang harus merogoh kocek hingga US$ 30.

Morfologi dan Perilaku Luwak

Musang Luwak (Paradoxurus hermaphrodithus) biasanya memiliki panjang 90 cm (termasuk ekor) dan rata-rata beratnya adalah 3 kg. Secara umum spesies ini memiliki warna rambut abu-abu kecokelatan dengan ekor hitam-cokelat mulus.

Punggung spesies ini berwarna abu-abu kecokelatan dengan variasi cokelat merah tua sampai kehijauan. Bagian tengah pungungnya berwarna lebih gelap biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang tidak begitu jelas seperti bintik-bintik. Sementara perut bagian sampingnya berwarna lebih pucat.

Spesies ini memiliki ciri khas bintik-bintik pada seluruh tubuhnya. Wajah, kaki dan ekor cokelat gelap keputih-putihan seperti beruban.

Satwa yang aktif pada malam hari (nokturnal) ini bereproduksi sepanjang tahun. Namun terlihat kawin pada siang hari dengan kondisi yang lembap serta cahaya yang redup. Selama masa kawin yang singkat, biasanya pasangan luwak akan tetap tinggal bersama sampai anaknya lahir.

Induk musang biasanya melahirkan sekitar 2-4 anak. Lalu anak yang baru mereka lahirkan biasanya terlihat antara bulan Oktober hingga Desember. Sang induk akan mengasuh anaknya hingga bisa mencari makan sendiri. Biasanya anaknya mereka simpan di dalam lubang pohon atau goa.

Ekologi habitat dan Persebaran

Di alam, habitat yang luwak sukai antara lain semak-semak, hutan sekunder, perkebunan dan sekitar pemukiman manusia. Mereka dapat kita temukan di daerah dataran rendah hingga di daerah dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Luwak juga tersebar di Asia Tengah, Selatan dan Tenggara. Mulai dari India, Sri Lanka, China bagian Selatan sampai Semenanjung Malaya ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Filipina.

Beberapa penelitian juga menyebutkan luwak terdapat di Selandia Baru dan Papua Nugini. Kemungkinan sebagai hasil introduksi.

Ancaman dan Status Konservasi

Sayangnya, saat ini luwak masih sering manusia perdagangkan untuk menjadi peliharaan di rumah. Banyak juga laporan satwa ini berpotensi sebagai reservoir dari bakteri patogen dan resistensi antimikroba. Namun kepastian atas informasi itu masih sangat terbatas.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Musang luwak masuk ke dalam kategori least concern (LC) atau risiko rendah. Kemudian menurut Convention International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) masuk dalam kategori Appendix III.

Namun jika perburuan dan perdagangan secara ilegal terus menerus terjadi sangat mungkin statusnya bisa berubah. Selain itu banyak laporan satwa ini sebagai sumber zoonosis. Dengan begitu status Musang luwak mungkin naik ke Appendix II hingga Appendix I.

Taksonomi Spesies Musang Luwak 

 

Penulis : Zenobia Anwar

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/luwak-hasilkan-biji-kopi-terbaik-di-dunia/feed/ 0
Jangan Simpan 7 Makanan Ini di Kulkas https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-simpan-7-makanan-ini-di-kulkas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-simpan-7-makanan-ini-di-kulkas https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-simpan-7-makanan-ini-di-kulkas/#respond Wed, 29 Jul 2015 05:05:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10498 Pernahkah Sobat Greeners mendinginkan atau menyimpan makanan di dalam kulkas? Ternyata, mendinginkan makanan di lemari pendingin atau kulkas dapat menghilangkan pati, menyebabkan gula membeku layaknya kristal dan akan mengeringkan makanan. […]]]>

Pernahkah Sobat Greeners mendinginkan atau menyimpan makanan di dalam kulkas? Ternyata, mendinginkan makanan di lemari pendingin atau kulkas dapat menghilangkan pati, menyebabkan gula membeku layaknya kristal dan akan mengeringkan makanan.

Seperti dilansir dari huffingtonpost.com, berikut ini sejumlah makanan yang tidak boleh dimasukkan dalam lemari es:

Jangan Simpan 7 Makanan Ini di Kulkas. Foto: pixabay.com

Jangan Simpan 7 Makanan Ini di Kulkas. Foto: pixabay.com

1. Pisang
Meskipun kulit pisang tebal, namun memasukan pisang ke dalam kulkas akan mengubah tampilan kulit pisang menjadi agak kecoklatan dan terlihat tidak segar lagi. Simpan pisang pada ruangan terbuka untuk menjaga kesegarannya sekaligus membuat penampilan kulit pisang kuning cerah lebih lama.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/jangan-simpan-7-makanan-ini-di-kulkas/feed/ 0