bike 2 work - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/bike-2-work/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 22 Dec 2021 07:44:58 +0000 id hourly 1 B2W Beri Award Kota, Insan dan Institusi yang Ramah Sepeda https://www.greeners.co/berita/b2w-beri-award-kota-insan-dan-institusi-yang-ramah-sepeda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=b2w-beri-award-kota-insan-dan-institusi-yang-ramah-sepeda https://www.greeners.co/berita/b2w-beri-award-kota-insan-dan-institusi-yang-ramah-sepeda/#respond Wed, 22 Dec 2021 06:52:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34764 Jakarta (Greeners) – Komunitas pesepeda terbesar di Indonesia, Bike To Work (B2W) memberi award atau anugerah bagi kota, insan, komunitas dan unit usaha yang punya komitmen ramah bagi para pesepeda.  […]]]>

Jakarta (Greeners) – Komunitas pesepeda terbesar di Indonesia, Bike To Work (B2W) memberi award atau anugerah bagi kota, insan, komunitas dan unit usaha yang punya komitmen ramah bagi para pesepeda.  Bike To Work Award Indonesia 2021 ini bertema Anugerah Kota Ramah Sepeda. Hal ini bertujuan mendorong percepatan pengembangan kota ramah sepeda di Indonesia.

Kota ramah sepeda merupakan kota yang pembangunannya mengutamakan keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi pesepeda. Kota tersebut juga harus memiliki komitmen dan kebijakan  menyeluruh atas tiga aspek tersebut sebagai syarat mutlak bersepeda di sebuah kota.

Ketua umum Bike To Work Indonesia, Fahmi Saimima mengatakan, penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi untuk insan, komunitas, kota maupun instansi. Apresiasi ini B2W berikan bagi mereka yang telah konsisten dalam membangun budaya bersepeda.

Fahmi menambahkan, hal ini dapat menjadi langkah awal peradaban kota yang sesungguhnya untuk membentuk kota yang lebih ramah sepeda.

Award ini jadi acuan, setidaknya ini yang perdana. Lalu kemudian menjadi acuan bagi kota-kota lain yang mungkin bisa turut melakukan hal yang sama. Sehingga di masa yang akan datang kota-kota tersebut sudah tersosialisasi dengan baik mengenai apa itu kota ramah sepeda,” kata Fahmi kepada Greeners saat Bike To Work Award Indonesia 2021, di Jakarta, Selasa (21/12).

Tingkatkan Pembangunan Fasilitas Ramah Sepeda 

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, fasilitas pesepeda saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Jakarta. Hingga saat ini sudah lebih dari 90 kilometer jalur sepeda yang sudah tersedia. Anies berharap, melalui pembangunan ini dapat menimbulkan kebiasaan baru pada masyarakat untuk memilih sepeda sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mengubah kebiasaan di Jakarta. Mudah-mudahan membuat kota kita lebih sehat, membuat warganya juga lebih sehat. Harapannya nanti bersepeda menjadi sebuah kebiasaan yang ada di tiap-tiap rumah tangga. Juga dapat menjadi kebiasaan keseharian di wilayah publik,” tutur Anies.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik menyebut, setiap daerah harus memaksimalkan layanan publik bagi masyarakatnya. Pelayanan publik tersebut antara lain yakni memberikan ruang untuk mobilitas dan menunjang kesehatan masyarakat, salah satunya bersepeda.

“Salah satu pelayanan publik yang paling baik adalah bagaimana mereka lebih sehat, memberi ruang kepada masyarakat untuk bisa mengekspresikan kesehatannya. Salah satu sarananya melalui kegiatan bersepeda,” kata Akmal.

Kota Ramah Pesepeda menjadi salah satu kategori dalam B2W Award 2021. Foto: Greeners/Apriohansyah

Seleksi Ketat Kota Ramah Sepeda dan Berbagai Kategori Lainnya

Bike To Work Award Indonesia 2021 ini menghadirkan berbagai kategori. Selain kota ramah sepeda, ada kategori lainnya seperti insan yang berdedikasi kepada budaya sepeda. Adapula kategori ruang publik yang ramah sepeda, gedung ramah sepeda, media massa/pers yang ramah sepeda dan unit usaha berdedikasi kepada budaya sepeda.

Tak hanya itu, B2W juga memberi award untuk kategori pelaku B2W konsisten dan dedikasi >10 tahun. Berikutnya kategori komunitas yang konsisten dan berdedikasi menginspirasi budaya bersepeda di Indonesia.

Dalam kegiatan Anugerah Kota Ramah Sepeda ini terdapat beberapa proses seleksi terhadap kota yang pantas untuk menyandang status kota ramah sepeda. Proses tersebut antara lain penjaringan, penyaringan, verifikasi dan tahap akhirnya penilaian.

Anggota Pengurus Pusat Bike To Work Indonesia, yang juga sebagai salah satu juri acara Purwanto Setiadi menyebut, ada tiga aspek penting dalam proses penilaian. Aspek pertama merupakan political will seperti peraturan daerah terkait keamanan dan keselamatan bersepeda, dukungan pemerintah setempat dan alokasi anggaran.

Aspek kedua yakni infrastruktur fisik. Parameternya antara lain jalur sepeda, fasilitas pendukung, tempat parkir, angkutan umum dan fasilitas publik yang bisa pengguna sepeda akses. Serta aspek ketiga yaitu infrastruktur sosial, adanya organisasi, komunitas atau kegiatan advokasi sepeda, juga adanya keamanan dan keselamatan pengguna sepeda.

“Kira-kira itu tiga komponen pokoknya. Lalu kita buat perinciannya apa kira-kira yang cocok untuk Indonesia. Sebagian kota ada yang sudah ada dan sebagian belum ada,” jelas Purwanto.

Penghargaan Sepanjang masa untuk Cucu Hambali

Selain kota ramah sepeda, terdapat beberapa kategori lainnya yang B2W berikan penghargaan pada acara ini. Salah satunya kategori lifetime achievement award (penghargaan sepanjang masa) kepada Perwakilan Forum Komunikasi Sepeda Bandung Raya, Cucu Hambali.

“Ini sangat luar biasa dan ini juga perdana bagi saya dapat penghargaan ini. Sepanjang masa artinya sepanjang hidup saya penghargaan itu tetap melekat. Mudah-mudahan tahun depan juga masih bisa terlaksana lebih bagus lagi, lebih besar lagi. Serta lebih banyak apresiasi yang Bike To Work berikan kepada insan-insan yang memang berdedikasi bersepeda,” ungkap Cucu.

Simak Daftar Lengkap Pemenang dari Berbagai Kategori

Penulis : Zahra Shafira

]]>
https://www.greeners.co/berita/b2w-beri-award-kota-insan-dan-institusi-yang-ramah-sepeda/feed/ 0
Mas Brow Siap Blusukan ke Pemukiman Padat Penduduk https://www.greeners.co/aksi/mas-brow-siap-blusukan-ke-pemukiman-padat-penduduk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mas-brow-siap-blusukan-ke-pemukiman-padat-penduduk https://www.greeners.co/aksi/mas-brow-siap-blusukan-ke-pemukiman-padat-penduduk/#respond Wed, 04 Aug 2021 02:05:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=33477 Jakarta (Greeners) – Komunitas Bike to Work Indonesia mendukung program vaksinasi Covid-19 dengan blusukan ke pemukiman padat penduduk. Dalam kegiatan ini Bike to Work tidak menjadi pihak yang melaksanakan vaksin. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Komunitas Bike to Work Indonesia mendukung program vaksinasi Covid-19 dengan blusukan ke pemukiman padat penduduk. Dalam kegiatan ini Bike to Work tidak menjadi pihak yang melaksanakan vaksin. Melainkan menyediakan mobil pendukung untuk vaksinasi keliling perkampungan di Jakarta, yaitu Mas B20W atau Mas Brow.

Ketua umum Bike to Work Indonesia, Fahmi Saimima mengatakan peresmian kegiatan ini akan mereka laksanakan pada Selasa 3 Agustus 2021 pukul 08.00 WIB di Sentra Vaksinasi Serviam, Sekolah Santa Ursula, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

“Kami menyiapkan Mas B2OW (Mas Brow), sebuah mobil VW yang baru datang dua minggu lalu. Mobil ini akan mengemban tugas pertama menjadi mobil pendukung untuk vaksinasi keliling di perkampungan-perkampungan Jakarta,” tutur Ketua Umum Bike to Work Indonesia Fahmi Saimima dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Fahmi menyebut untuk melancarkan kegiatan tersebut, dalam hal ini Bike to Work Indonesia juga berkolaborasi dengan beberapa pihak. Diantaranya adalah Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, Yayasan Serviam, Asosiasi VW Indonesia, bahkan juga kawan-kawan dari Nahdlatul Ulama (NU).

Dukungan terhadap program ini dilakukan untuk mempercepat tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) agar pandemi di Indonesia segera berakhir. Fahmi menambahkan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terdapat banyak penduduk DKI Jakarta, khususnya di daerah pemukiman padat belum mendapatkan vaksinasi covid-19.

“Ini ikhtiar kita sebagai bagian dari masyarakat Jakarta, masyarakat Indonesia,” tegas Fahmi.

Mas Brow Mendukung Kegiatan Sosial

Foto: Bike To Work Indonesia

Selain Kebutuhan Operasional, Mobil VW Mas Brow Akan Mendukung Kegiatan Sosial

Sementara itu, selain sebagai mobil vaksinasi keliling, Mas Brow  akan menjadi tulang punggung operasional organisasi Bike to Work. Selain kebutuhan tersebut, Mas Brow akan mendukung sejumlah kegiatan sosial lainnya hingga ke daerah-daerah.

“Bukan cuma sekadar untuk berjualan merchandise, tapi juga untuk digunakan berkunjung ke daerah-daerah mendukung kegiatan sosial bersepeda,” tambah Fahmi dalam siaran persnya.

Sebagai pengetahuan, Bike to Work Indonesia adalah sebuah organisasi yang berdiri pada tahun 2005. Berlandaskan dari polusi udara dan kemacetan, organisasi ini fokus terhadap gerakan menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif.

Menjadi sahabat pegiat sepeda, begitu panggilan untuk para pesepeda yang bergabung di Bike2Work Indonesia, bukan berarti anti kendaraan bermotor.

“Hanya saja kita mencoba bersikap lebih bijak dalam memakai kendaraan bermotor. Misalnya saja saat bersama keluarga, ketika ada kebutuhan-kebutuhan yang membutuhkan ruang penyimpanan yang banyak, dan sebagainya,” tutur Fahmi.

 

 

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mas-brow-siap-blusukan-ke-pemukiman-padat-penduduk/feed/ 0
#YukGowes Gowestory, Bersepeda Sambil Belajar Sejarah Museum https://www.greeners.co/aksi/yukgowes-gowestory-bersepeda-sambil-belajar-sejarah-museum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yukgowes-gowestory-bersepeda-sambil-belajar-sejarah-museum https://www.greeners.co/aksi/yukgowes-gowestory-bersepeda-sambil-belajar-sejarah-museum/#respond Sat, 12 Dec 2015 12:24:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12218 #YukGowes Eiger kali ini diadakan dalam rangka mendukung Konferensi Perubahan Iklim (COP 21) di Paris, Perancis. Para pesepeda juga singgah di beberapa museum untuk belajar sejarah.]]>

Bandung (Greeners) – Produsen perlengkapan outdoor Eiger dan Bike To Campus Bandung kembali mengadakan #YukGowes Eiger. Kali ini dengan tujuan menyambangi beberapa museum yang ada di kota Bandung, Sabtu, (5/12).

Kegiatan bersepeda dengan tema Gowestory ini diadakan dalam rangka mendukung Konferensi Perubahan Iklim (COP 21) di Paris, Perancis. Aksi ini mengajak seluruh pesepeda yang tergabung dalam berbagai komunitas seperti Earth Hour Bandung, Aleut, U-Green ITB, Ganesha Bicycler, dan Home Schooling Taman Sekar Bandung.

Sekitar 70 pesepeda yang mayoritas berusia muda berkumpul di dua titik berbeda, yakni halaman toko Eiger Setiabudi dan Shelter Bike.Bdg di Dago. Mereka kemudian berkeliling kota Bandung dan mengunjungi serta mempelajari sejarah beberapa museum yang ada di kota Bandung, yaitu Museum Geologi, Museum Pos Indonesia, dan Museum Konperensi Asia Afrika.

Dalam kegiatan ini, komunitas Aleut memandu para pesepeda dengan menjelaskan beberapa informasi dan pengetahuan mengenai sejarah museum hingga koleksi di setiap museum yang dikunjungi.

Kafin Sulthan, Duta Earth Hour Bandung yang juga merupakan musisi “Di Atas Rata-rata 2” besutan komposer Edwin Gutawa, turut meramaikan aksi bersama dalam mensosialisasikan bersepeda sebagai gaya hidup ramah lingkungan dan upaya pengurangan dampak emisi karbon.

Foto: Arman Chaniago dan Earth Hour Bandung

Foto: Arman Chaniago dan Earth Hour Bandung

Usai berkeliling kota, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan sharing kegiatan antar komunitas serta berfoto bersama sambil membentangkan beberapa poster dan spanduk sosialisasi bersepeda, hemat energi dan COP 21.

Rachmanda, wakil dari Earth Hour Bandung, mengaku tidak menyangka peserta yang hadir melebihi batas yang ditentukan. Sebagai penyedia sepeda sewa untuk peserta yang meminjam di shelter sepeda, ia mengaku kewalahan karena shelter Bike.Bdg Cikapayang dan Ganesha Bicycler hanya bisa menyediakan 40 sepeda. Sementara, pendaftar sudah mencapai 56 orang pada H-2 acara.

Meski demikian, Nindya, mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Padjajaran semester 7, salah satu peserta yang hadir mengaku senang telah mengikuti kegiatan ini. “Enggak terasa capek, soalnya seru sepedahan ramai-ramai sambil keliling museum di kota Bandung. Asiklah, bikin ketagihan,” ujar.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/yukgowes-gowestory-bersepeda-sambil-belajar-sejarah-museum/feed/ 0
Pesepeda Ini Tempuh 405 KM dalam 26 Jam https://www.greeners.co/aksi/pesepeda-ini-tempuh-405-km-dalam-26-jam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pesepeda-ini-tempuh-405-km-dalam-26-jam https://www.greeners.co/aksi/pesepeda-ini-tempuh-405-km-dalam-26-jam/#respond Fri, 27 Nov 2015 12:27:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12057 Jakarta (Greeners) – Fungsi dasar sepeda sebagai alat transportasi kembali dibuktikan dengan perjalanan sejauh 405 kilometer dari Bandung hingga Yogyakarta. Cucu Eman Haryanto atau akrab disapa Kang Coe yang berhasil […]]]>

Jakarta (Greeners) – Fungsi dasar sepeda sebagai alat transportasi kembali dibuktikan dengan perjalanan sejauh 405 kilometer dari Bandung hingga Yogyakarta. Cucu Eman Haryanto atau akrab disapa Kang Coe yang berhasil membuktikan hal tersebut.

Pria 53 tahun ini berhasil mencatat waktu 26 jam perjalanan dengan jarak tempuh 405 kilometer. Ia mengaku hanya beristirahat sebanyak delapan hingga sembilan kali selama perjalanan. Awalnya, kata Kang Coe, aksi ini dilakukan hanya untuk menguji diri sendiri serta memberi semangat pada putranya yang mulai merasa kendur semangatnya untuk bersepeda.

“Saya tuh mau tahu, bisa enggak sih saya sepedaan 24 jam dari Bandung ke Yogya? Saya coba berangkat pukul 05.00 pagi di hari Kamis (26/11) hingga akhirnya saya tiba di Yogya pukul 07.00 hari Jumat (27/11) pagi. Sekarang sudah terbukti ternyata bisa, meski dalam perjalanan sempat diguyur hujan. Tapi saya berhasil,” ujar Kang Coe saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Jumat (27/11).

Kang Coe sempat memposting rute 70 kilometer terakhir sebelum dirinya tiba di Yogyakarta. Foto: dok. Cucu Eman Haryanto/Facebook

Kang Coe sempat memposting rute 70 kilometer terakhir sebelum dirinya tiba di Yogyakarta. Foto: dok. Cucu Eman Haryanto/Facebook

Selain senang bersepeda, Kang Coe menyatakan bahwa aksi ini juga bermaksud untuk kembali mengajak anak-anak muda untuk mulai bersemangat dan mulai menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. Ia sendiri mengaku akan kembali melakukan perjalanan ke Klaten untuk menghadiri reuni akbar para peserta “Jelajah Sepeda Kompas”.

“Saya setiap hari naik sepeda, ke kantor naik sepeda, kemanapun pakai sepeda. Sekarang saya mau menghadiri acara di Klaten ini juga mencoba menggunakan sepeda. Jadi kalau orang tua seperti saya saja bisa, masak anak-anak mudanya kalah sama saya,” tambah pria yang sehari-harinya bekerja di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan candaannya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Bike2Work Indonesia, Toto Sugito mengapresiasi dan kagum dengan aksi yang dilakukan oleh Kang Coe. Menurutnya, aksi tersebut seharusnya bisa membuat siapapun tergerak dan mulai mengembalikan sepeda kepada fungsi dasarnya.

“Ini luar biasa ya dan sudah seharusnya diekspose dan diinformasikan kepada semua orang,” katanya.

Lebih lanjut Toto menyatakan bahwa sebenarnya sudah banyak pihak-pihak baik perseorangan maupun rombongan yang melakukan aksi bersepeda dengan misi mengampanyekan penggunaan sepeda. Hal tersebut, katanya lagi, dilakukan sebagai informasi dan mengembalikan fungsi dasar sepeda sebagai moda transportasi.

“Ada Jelajah Sepeda Kompas, ada juga yang lainnya seperti Srikandi kemarin. Itu kan kita menyindir kaum adam untuk mulai bersepeda. Masa perempuan bisa tapi laki-laki enggak? Setidaknya, ya, mulai dari jarak-jarak pendek dalam kota,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pesepeda-ini-tempuh-405-km-dalam-26-jam/feed/ 0
Hello Nature 2015 Mengembalikan Interaksi dalam Keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/#respond Sun, 15 Nov 2015 16:06:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11906 Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam permainan yang diadakan oleh Eduarga di Hall Piazza, Gandaria City mengaku tertarik untuk datang ke acara ini. Menurutnya, Hello Nature 2015 telah memberikan ruang dan waktu bagi dirinya beserta anak-anaknya untuk berinteraksi melalui sebuah permainan.

“Kita yang biasanya sibuk dengan gawai masing-masing, di sini tuh seakan kita malah enggak punya gawai. Karena fokus kita sudah terfokus memerhatikan anak-anak kita bermain dan secara enggak langsung kita jadi ikut terlibat,” tuturnya kepada Greeners saat tengah bermain bersama dengan keluarga lainnya di lokasi penyelenggaraan Hello Nature 2015 di Gandaria City, Jakarta, Minggu (15/11).

Eduarga adalah salah satu permainan yang dihadirkan dalam pelaksanaan Hello Nature 2015. Permainan ini, dikatakan oleh Baldwin Husin selaku founder dari Eduarga, adalah jenis permainan kelompok yang sengaja dibuat untuk mengembalikan aktivitas dan interaksi di dalam sebuah keluarga.

“Eduarga ini mencoba memberikan sebuah permainan edukatif bagi keluarga untuk mengembalikan peran dari setiap anggota keluarga, khususnya dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi. Saat ini kan banyak keluarga yang sebenarnya duduk satu meja tapi terlihat sibuk masing-masing dengan gawainya. Dengan permainan ini, kita ingin mencoba mengembalikan suasana kehangatan bersama keluarga tersebut,” terang Baldwin pada kesempatan yang sama.

Mengenai acara Hello Nature 2015 sendiri, Baldwin mengaku cukup anstusias untuk terlibat karena menurutnya acara ini bisa memperkenalkan kembali jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan cara yang unik dan tidak biasa. Sehingga, anak-anak mampu belajar dan bermain dalam saat yang bersamaan.

Pony ride. Foto: greeners.co

Pony ride. Foto: greeners.co

Selain Eduarga, pengunjung yang mayoritas terdiri dari anak-anak dan orang tua juga bisa mengikuti kegiatan Kutakatik. Dalam kegiatan ini pengunjung diajak untuk belajar memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sebuah mainan unik dan lucu dengan ciri khas si pembuatnya masing-masing.

Adapula arena pony ride untuk pengunjung yang ingin merasakan menunggangi kuda poni. Selain itu ada pula area petting zoo yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk memberi makan hewan-hewan domestik seperti ayam, sapi, kambing dan lainnya.

Tidak lupa jajaran pameran dari berbagai komunitas lingkungan pun turut meramaikan acara ini. Diantaranya ada komunitas Bekasi Berkebun yang memberikan pengunjung kesempatan untuk mempelajari bagaimana melakukan aktivitas berkebun di wilayah perkotaan. Selain itu, ada pula komunitas Bike2 Work Indonesia, komunitas Sapu Gunung, Biodiversity Warrior, dan banyak lainnya.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 menyatakan sebagai sebuah gelaran perdana, Hello Nature 2015 mendapat respon yang cukup besar dari kalangan masyarakat.

“Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar di Hello Nature 2015. Banyak keluarga yang tertarik mengajak anak-anaknya mengenal satwa secara langsung. Ini menandakan banyak keluarga di Jakarta masih menganggap berinteraksi dengan hidupan liar terutama satwa sangat penting bagi perkembangan anak-anaknya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya guna kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hello-nature-2015-mengembalikan-interaksi-dalam-keluarga/feed/ 0
Tak Henti Kampanyekan Hak Pesepeda di 10 Tahun Bike2Work Indonesia https://www.greeners.co/aksi/tak-henti-kampanyekan-hak-pesepeda-di-10-tahun-bike2work-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tak-henti-kampanyekan-hak-pesepeda-di-10-tahun-bike2work-indonesia https://www.greeners.co/aksi/tak-henti-kampanyekan-hak-pesepeda-di-10-tahun-bike2work-indonesia/#respond Sun, 30 Aug 2015 11:28:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=10958 Jakarta (Greeners) – Penerapan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ternyata masih belum bisa dirasakan secara penuh oleh pengguna jalan raya, termasuk pejalan kaki […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penerapan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ternyata masih belum bisa dirasakan secara penuh oleh pengguna jalan raya, termasuk pejalan kaki dan pesepeda. Dalam UU tersebut tercantum bahwa pejalan kaki dan pengendara sepeda memiliki hak yang sama di jalan raya. Hak yang dimaksud adalah mendapatkan jalur pejalan kaki dan jalur pesepeda.

Ketua Umum Bike2Work Indonesia, Toto Sugito saat ditemui pada perayaan 10 tahun Bike2Work Indonesia menyatakan bahwa saat ini UU tersebut masih belum kuat dan tidak memiliki kekuatan hukum pasti. Oleh karena itu, menurutnya, UU tersebut seharusnya diikuti oleh UU turunan seperti peraturan daerah agar mampu mengawal fasilitas pejalan kaki dan pesepeda yang telah dibuat.

“Tentu harus ada peraturan turunan dari UU No. 22 tahun 2009 ini. Bisa dilihat banyak sekali trotoar atau jalur sepeda yang dipakai untuk tempat parkir dan lainnya,” jelasnya, Jakarta, Minggu (30/08).

Pada kesempatan yang sama, ia juga menceritakan bahwa selama 10 tahun perjalanan Bike2Work Indonesia, tantangan terbesar banyak datang dari situasi lalu lintas yang masih membahayakan para pengguna jalan raya. Situasi lalu lintas yang membahayakan ini, katanya datang dari kebijakan pemerintah yang tidak mau mengurangi jumlah kendaraan pribadi.

Ketua Umum Bike2Work Indonesia, Toto Sugito. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Ketua Umum Bike2Work Indonesia, Toto Sugito. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, lanjutnya, disiplin lalu lintas yang teramat parah khususnya di Jakarta membuat para pengendara sepeda motor maupun mobil bertindak semau-maunya.

“Seharusnya ada orang seperti Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Red.) di kepolisian. Jadi tegas, yang salah itu dihukum. Selain itu penyakit ‘buta warna’ pun semakin mudah menular. Tidak bisa membedakan lagi mana lampu hijau dan merah,” tambahnya.

Toto juga mengingatkan bahwa keamanan di jalan raya adalah kesadaran yang utama dan harus dimiliki oleh pengguna jalan raya, termasuk mengendarai kendaraan di jalur yang telah ditentukan. Namun karena pesepda belum memiliki jalur yang memadai, ia mengimbau agar pesepeda menggunakan jalur paling kiri agar semuanya tertib berlalu lintas.
“Intinya semua harus tahu tanggung jawabnya. Semua harus tertib lalu lintas,” ujarnya tegas.

Sebagai informasi, tanggal 28 Agustus 2015 lalu, komunitas Bike2Work Indonesia merayakan ulang tahun yang ke-10 di Golf Driving Range, Senayan, dan dihadiri oleh ratusan pesepeda dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Setelah mendeklarasikan diri di Balai Kota DKI Jakarta satu tahun setelah kampanye pertama, kini di hari ulang tahun yang ke – 10, B2W Indonesia masih akan terus berkampanye dan memperjuangkan hak-hak pesepeda.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tak-henti-kampanyekan-hak-pesepeda-di-10-tahun-bike2work-indonesia/feed/ 0
Srikandi Jilid 5: Etape 2, Jalur Terberat Sepanjang Perjalanan https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/#respond Sun, 07 Jun 2015 09:27:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9507 Dompu (Greeners) – Etape ke dua tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5 diakui merupakan perjalanan paling panjang dan terberat sepanjang rute Nusa Tenggara Barat hingga Bali nanti. Baru saja […]]]>

Dompu (Greeners) – Etape ke dua tim “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5 diakui merupakan perjalanan paling panjang dan terberat sepanjang rute Nusa Tenggara Barat hingga Bali nanti. Baru saja berjalan sejauh 13 kilometer, para Srikandi sudah dihadang jalur menanjak yang cukup terjal, diikuti dengan jalur rolling sepanjang 19 km yang memakan waktu 42 menit hingga mencapai puncak.

Koordinator Srikandi sekaligus Humas dari kegiatan “Srikandi Inspirasi Bagi Negeri” jilid 5, Seklie Patyuniestri kepada Greeners mengatakan meski dihadang oleh jalur yang cukup berat namun saat mencapai puncak, ke-21 Srikandi dapat menyasikan pemandangan laut yang sangat indah.

“Namun sayang, kami tidak bisa berlama-lama menikmati pemandangan indah itu karena perjalanan kami masih sangat jauh,” ungkapnya, Dompu, Sabtu (06/06/2015).

Setelah melalui jalur yang cukup berat, akhirnya tim pesepeda perempuan ini mendapat “bonus” jalur menurun. Meski demikian, mereka tetap harus berkonsentrasi karena jalurnya berkelok dan rawan akan kecelakaan. Diluar perkiraan tim teknis, pada pukul 10.19 WITA, tim 21 Srikandi ternyata mampu mencapai batas kota Dompu dan Sumbawa Besar di KM 60.

Sempat terjadi insiden kecil di KM 69 ketika Dyah Srikandi dari Yogya melewati jalan berlubang dan merasakan sadle-nya bergeser hingga ia pun terjatuh.

“Selain Dyah, ada juga Velly yang terjatuh karena ban sepedanya bersenggolan. Velly masih bisa langsung melanjutkan perjalanan, tapi kalau Dyah walaupun tidak mendapatkan luka serius, tetapharus mendapat perawatan dokter,” jelas Seklie.

Akhirnya, setelah cukup lelah dengan perjalanan, tim 21 Srikandi berhasil mencapai lokasi makan siang di KM 75 pada pukul 11.20 WITA. Dengan pemandangan laut yang sejuk, tim 21 Srikandi menikmati santapan makan siang yang lezat dan sehat untuk mengembalikan stamina dan tenaga mereka.

Usai beristirahat, tim 21 Srikandi kembali memasang semangat untuk menerjang panasnya jalanan. Setelah selalu dimanjakan dengan pemandangan laut, di KM 103 tim 21 Srikandi mulai memasuki wilayah padang rumput atau sabana yang saat dilewati sedang dalam kondisi kering dan panas.

“Dugaan awal itu di titik KM 140 sampai 160 akan banyak Srikandi yang butuh dievakuasi. Panitia lokal pun telah menyediakan kendaraan untuk keperluan evakuasi,” papar Seklie.

Namun diluar perkiraan, ternyata kendaraan evakuasi tersebut tidak terpakai karena sampai pada 30 kilometer sebelum finish, tim 21 Srikandi masih sangat semangat dan dapat menjaga tenaga mereka.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Bike to Work (B2W) Indonesia, Toto Sugito mengaku terkejut dan kagum pada semangat tim 21 Srikandi. Menurut Toto, apa yang dilakukan oleh ke-21 Srikandi adalah sebuah semangat dan perjuangan yang luar biasa dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat.

“Luar biasa ya, saya tidak menyangka kalau ternyata tidak ada yang dievakuasi. Itu jalurnya sangat sulit lho dan mereka berhasil. Kalau yang melakukan laki-laki mungkin biasa, tapi ini perempuan dengan semangat yang besar, saya rasa perlu mendapat perhatian juga dari masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, keberangkatan Srikandi dari kota Dompu dimulai dari Pendopo Bupati Dompu. Sebelum berangkat, tim 21 Srikandi menikmati sarapan bersama Wakil Bupati Dompu, H. Syamsuddin H. Yasin. Syamsuddin pula yang melepas keberangkatan rombongan pesepeda perempuan ini pada pukul 07.07 WITA. Akhirnya, tim 21 Srikandi berhasil menyelesaikan etape 2 sejauh 191 kilometer pada pukul 19.19 WITA.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/srikandi-jilid-5-etape-2-jalur-terberat-sepanjang-perjalanan/feed/ 0