inovasi ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/inovasi-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Aug 2025 08:40:11 +0000 id hourly 1 Limbah Hotel Disulap Jadi Furnitur Fungsional dan Artistik di Bali https://www.greeners.co/ide-inovasi/limbah-hotel-disulap-jadi-furnitur-fungsional-dan-artistik-di-bali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=limbah-hotel-disulap-jadi-furnitur-fungsional-dan-artistik-di-bali https://www.greeners.co/ide-inovasi/limbah-hotel-disulap-jadi-furnitur-fungsional-dan-artistik-di-bali/#respond Mon, 18 Aug 2025 08:40:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=47159 Desa Potato Head di Bali kembali menghadirkan inovasi yang berbeda dari biasanya. Bersama desainer asal Inggris, Max Lamb, mereka berhasil mengubah limbah hotel, mulai dari sprei bekas, minyak goreng yang […]]]>

Desa Potato Head di Bali kembali menghadirkan inovasi yang berbeda dari biasanya. Bersama desainer asal Inggris, Max Lamb, mereka berhasil mengubah limbah hotel, mulai dari sprei bekas, minyak goreng yang sudah terpakai, dan pecahan kaca, menjadi furnitur yang fungsional sekaligus artistik. Hasilnya tidak terlihat seperti barang daur ulang seadanya, tetapi justru layak dan memiliki keunikan tersendiri.

Perjalanan ini tidak singkat. Lamb dan tim memerlukan waktu hampir lima tahun untuk menemukan formula yang tepat. Sebab, membuat kursi dari sampah bukan hal yang bisa selesai dalam semalam. Justru dari proses panjang bisa melahirkan setiap furnitur yang memiliki material ramah lingkungan.

Kursi yang terbuat dari kain hotel bekas memperlihatkan lapisan teksturnya. Sementara, untuk minyak goreng sisa membentuk pola organik tak terduga pada nampan.

Proyek ini juga tidak lepas dari peran para pengrajin lokal di Bali. Lamb tidak datang dengan desain jadi dan meminta mereka mengeksekusi, melainkan bekerja bersama, bereksperimen, dan mengembangkan teknik baru sesuai karakter material.

Hasilnya adalah furnitur dengan sentuhan manusia yang terasa nyata, sekaligus menjaga tradisi keterampilan lokal tetap hidup. Lebih dari itu, proyek ini menciptakan pekerjaan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Mengubah Limbah Menjadi Fungsional

Keunggulan lain dari koleksi ini adalah fungsinya yang benar-benar bisa dipakai. Kursi nyaman untuk kita duduki, meja kokoh menopang, dan lampu memberi cahaya yang hangat. Banyak material limbah yang justru terbukti lebih awet daripada bahan konvensional, sekaligus menghadirkan tekstur dan warna yang tidak mungkin ada di pasaran.

Di Desa Potato Head, proses kreatif ini juga ditampilkan secara terbuka. Pengunjung bisa melihat langsung bahan mentah di samping produk jadi. Sehingga, mereka bisa memahami perjalanan tiap objek. Melihat furnitur itu terpasang di ruang hotel membuat orang yakin bahwa benda-benda ini bisa dihidupkan kembali setelah menjadi limbah.

Menariknya, koleksi ini tidak hadir dengan menggurui tentang isu lingkungan. Narasi keberlanjutan muncul secara alami, karena desainnya memang menarik. Begitu proses produksi berjalan lancar, Lamb bahkan berhasil mengembangkan 14 produk hanya dalam setahun. Cerita ini membuktikan bahwa keberlanjutan tidak harus hadir sebagai slogan, melainkan sebagai nilai tambah dari karya yang memang indah dan bermanfaat.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]> https://www.greeners.co/ide-inovasi/limbah-hotel-disulap-jadi-furnitur-fungsional-dan-artistik-di-bali/feed/ 0 Tak Berakhir di TPA, Kertas Bekas Bisa Didaur Ulang Jadi 5 Barang Keren Ini! https://www.greeners.co/ide-inovasi/tak-berakhir-di-tpa-kertas-bekas-bisa-didaur-ulang-jadi-5-barang-keren-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tak-berakhir-di-tpa-kertas-bekas-bisa-didaur-ulang-jadi-5-barang-keren-ini https://www.greeners.co/ide-inovasi/tak-berakhir-di-tpa-kertas-bekas-bisa-didaur-ulang-jadi-5-barang-keren-ini/#respond Wed, 16 Jul 2025 07:09:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=46982 Kertas bekas kini sering kali kita temukan menumpuk di tempat sampah atau tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, jika kita manfaatkan dengan benar, kertas bekas berpotensi besar untuk kita olah kembali […]]]>

Kertas bekas kini sering kali kita temukan menumpuk di tempat sampah atau tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, jika kita manfaatkan dengan benar, kertas bekas berpotensi besar untuk kita olah kembali menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bernilai.

Saat ini, semakin banyak orang-orang kreatif yang berhasil menyulap limbah kertas menjadi berbagai produk unik, keren, dan fungsional. Selain mengurangi jumlah sampah, kebiasaan mendaur ulang kertas juga membantu menjaga kelestarian sumber daya alam dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Berikut lima inovasi ramah lingkungan dari daur ulang kertas yang perlu kamu tahu!

1. Short Story

Short Story adalah sebuah struktur mungil berukuran 2,4 x 2,4 meter yang terletak di Spring Valley, Nevada. Dirancang oleh Roundhouse, sebuah platform kuratorial yang fokus pada perubahan perkotaan, bangunan ini mengeksplorasi arsitektur berkelanjutan dengan prinsip desain Raumplan. Nah, uniknya, material utama bangunan ini adalah kertas daur ulang.

BACA JUGA: Yeti Can Crusher, Alat Penghancur Kaleng untuk Mudahkan Daur Ulang

Kertas tersebut menjadi insulasi dan pelapis eksterior, dengan campuran adobe untuk menghasilkan fasad yang bergradasi indah, yakni dari warna batu pasir terang di bawah hingga rona karat tua di bagian atas. Pembangunan ini memakan waktu kurang dari tiga minggu dengan metode berdampak rendah, menyesuaikan dengan gaya arsitektur sekitar.

Selain itu, di bagian dalam, desain interior menggunakan kayu berjeruji bercat putih, menciptakan ruang-ruang bertingkat yang dapat diakses dengan tangga kayu bergaya pedesaan.

2. Frugal Bottle

Frugal Bottle adalah solusi inovatif untuk kemasan minuman yang lebih ramah lingkungan. Kemasan ini terbuat dari 94% kertas karton daur ulang.

Botol ini menggantikan botol kaca tradisional dalam kemasan anggur 750 ml. Di bagian dalamnya terdapat kantong polietilen yang menampung cairan. Sementara, bagian luarnya memberikan ruang branding 360 derajat yang bisa produsen sesuaikan.

Dibandingkan dengan kaca, Frugal Bottle memiliki jejak karbon enam kali lebih rendah dan bobot lima kali lebih ringan. Sehingga, lebih hemat dalam proses distribusi. Setelah digunakan, pengguna cukup menekan bagian tertentu untuk membuka lipatan botol dan memisahkan komponen daur ulangnya.

3. Tempat Tidur Kardus di Olimpiade Tokyo 2020

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Jepang mengambil langkah berani dengan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek penyelenggaraan. Salah satu contohnya adalah penggunaan tempat tidur berbahan kardus di wisma atlet.

Terbuat dari kardus rendah karbon dan berkekuatan tinggi, tempat tidur ini dapat menopang beban hingga 200 kg. Selain ringan dan rakitannya mudah, material ini juga dapat terurai secara hayati dan mudah kita daur ulang. Tak hanya itu, Jepang juga membuat medali dari logam daur ualang dan obor yang menggunakan material bekas.

4. Furnitur Daur Ulang ala Vadim Kibardin

Desainer asal Rusia, Vadim Kibardin, menantang norma desain furnitur konvensional dengan memanfaatkan kertas daur ulang sebagai bahan utama karyanya. Selama lebih dari 25 tahun, ia telah mendaur ulang lebih dari 2.000 pon kardus. Jumlah ini setara dengan menyelamatkan 17 pohon dan mencegah emisi sekitar 250 pon CO₂ setiap tahun.

Pembuatan setiap furniturnya manual tanpa cetakan, sehingga menjadikannya unik dan artistik. Karya-karyanya seperti seri Totem dan Black tidak hanya kokoh, tapi juga kaya nilai estetika, sehingga banyak tersimpan di galeri seni, museum, dan koleksi pribadi di seluruh dunia.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/tak-berakhir-di-tpa-kertas-bekas-bisa-didaur-ulang-jadi-5-barang-keren-ini/feed/ 0
Enam Inovasi Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa ITB https://www.greeners.co/ide-inovasi/enam-inovasi-ramah-lingkungan-karya-mahasiswa-itb/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=enam-inovasi-ramah-lingkungan-karya-mahasiswa-itb https://www.greeners.co/ide-inovasi/enam-inovasi-ramah-lingkungan-karya-mahasiswa-itb/#respond Thu, 01 May 2025 06:34:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=46468 Inovasi ramah lingkungan karya anak bangsa terus bermunculan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi bumi. Salah satu kontribusi nyata datang dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), yang secara konsisten […]]]>

Inovasi ramah lingkungan karya anak bangsa terus bermunculan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi bumi. Salah satu kontribusi nyata datang dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), yang secara konsisten menorehkan prestasi melalui beragam gagasan berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah dan limbah, mereka juga menciptakan solusi berbasis teknologi hijau yang aplikatif dan berdampak luas. Seluruh inovasi ini lahir dari kolaborasi erat antara mahasiswa dan dosen pembimbing di lingkungan kampus ITB.

Berikut enam inovasi ramah lingkungan hasil karya mahasiswa ITB.

1. Menpads Pembalut Biodegradable

Inovasi pertama, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB berhasil meraih juara tiga dalam ajang kompetisi bisnis antarkampus. Mereka menciptakan ide bisnis ramah lingkungan, yakni pembalut dari limbah pelepah pisang.

Produk ini terurai 100% secara alami dan dikemas dengan bioplastik. Sebagai hasilnya, tim ini meraih juara tiga dalam Business Plan Competition AFC Season 16 di Universitas Jenderal Soedirman.

2. Kombinasi Three Sisters dan Vermikompos

Kemudian, mahasiswi Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R) ITB menjadi Runner-Up dalam kategori Frontier Science and Technology di ajang Global Student Innovation Challenge (GSIC) 2024.

Keberhasilan tim ini berkat penelitian inovatif mereka yang berjudul “Analisis Pengaruh Vermikompos pada Sistem Three Sisters terhadap Dinamika Jumlah Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dan Kadar Fosfat Tanah sebagai Penerapan Pertanian Berkelanjutan.”

Penelitian ini mengkombinasikan teknik pertanian tradisional Three Sisters (jagung, kacang panjang, dan labu) dengan vermikompos, pupuk organik berbasis kotoran cacing, untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mendukung pertanian ramah lingkungan.

3. Solusi Cerdas AI Remote Sensing untuk Budidaya Kelapa Sawit

Selanjutnya, Faiz Ijlal Ismawan dari Rekayasa Pertanian ITB mengusulkan penggunaan AI dan remote sensing untuk pemantauan perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini meraih juara dua di Gadjah Mada Agro Expo (GMAE) 2024 dan menawarkan sistem pertanian sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dalam esainya, Faiz menjelaskan bagaimana teknologi AI dan remote sensing dapat membantu pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara lebih efisien dan berkelanjutan. Teknologi remote sensing membantu proses pemantauan lahan secara real-time menggunakan citra satelit dan sensor optik. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi perubahan penutup lahan dan mendeteksi pembukaan hutan ilegal di area kelapa sawit.

4. Inovasi Panel Surya dari Limbah Pet Plastik

Selanjutnya, tim mahasiswa Teknik Kimia ITB menciptakan PETSOL, panel surya berbahan limbah botol PET. Dari gagasan tersebut, mereka berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Product Innovation Process 2.0 oleh AIChE ITB.

Latar belakang ide ini adalah tingginya jumlah limbah botol plastik PET yang belum banyak didaur ulang. Selain itu, juga meningkatnya permintaan energi terbarukan sebagai alternatif energi fosil yang tidak ramah lingkungan.

5. Ciptakan Teknologi Pengolahan Ilmenit dengan Sampah

Selain empat inovasi di atas, ada Tim Metalurgi ITB yang memenangkan Case Study Competition dalam The 19th MnMs’ Week di Universitas Indonesia. Mereka mengusulkan metode pengolahan ilmenit menjadi rutil (TiO₂) menggunakan peuyeumisasi sampah sebagai pendekatan ramah lingkungan untuk ekstraksi mineral kritis.

6. Pembangkit dari Limbah Kelapa Sawit

Terakhir, tim The ThinkTank ITB meraih juara tiga di National Electric Summit (NEST) 2024. Mereka mengembangkan pembangkit listrik berbasis limbah tandan kosong kelapa sawit, mendukung energi terbarukan dan pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan. Dengan demikian, solusi ini menawarkan pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah industri sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.

Secara keseluruhan, keenam inovasi ini mencerminkan semangat mahasiswa ITB dalam menjawab tantangan global melalui pendekatan yang ilmiah, aplikatif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/enam-inovasi-ramah-lingkungan-karya-mahasiswa-itb/feed/ 0
Tower Blocks, Permainan Jenga dari Bahan Bekas dan Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/tower-blocks-permainan-jenga-dari-bahan-bekas-dan-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tower-blocks-permainan-jenga-dari-bahan-bekas-dan-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/tower-blocks-permainan-jenga-dari-bahan-bekas-dan-ramah-lingkungan/#respond Wed, 03 Aug 2022 03:00:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=36914 Produksi plastik global telah mencapai 395 juta ton per tahun. 80 % di antaranya telah ditimbun atau dibakar dan 10 % tidak terkelola dengan baik atau dibuang ke laut. Dari […]]]>

Produksi plastik global telah mencapai 395 juta ton per tahun. 80 % di antaranya telah ditimbun atau dibakar dan 10 % tidak terkelola dengan baik atau dibuang ke laut. Dari angka tersebut hanya 36 juta ton yang dikumpulkan dan masuk ke dalam siklus daur ulang.

Selain itu pandemi Covid-19 memperburuk konsumsi plastik secara global. Tahun 2021, saat pandemi Covid-19 melanda, 46 % sampah plastik di Asia berakhir ke lingkungan. Baik dari sampah medis maupun sampah kemasan belanja online.

Menyadari keseriusan masalah ini, produsen global Korea Selatan, Intops yang memproduksi massal berbagai bahan termasuk plastik membuat projek berkelanjutan. Kreasi pertama yang mereka lakukan adalah membuat permainan versi Jenga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan. Kreasi ini mereka namakan Tower Blocks.

Untuk membuat Tower Blocks, mereka menggunakan bahan dari barang-barang bekas dan cacat produksi, khususnya plastik, kayu dan kulit bekas yang berasal dari produknya sendiri. Terdiri dari 540 gram plastik bekas dan 143 gram kayu bekas.

“Kami telah membentuk sistem siklus yang baik dengan menyaring dan mendaur ulang produk cacat yang produk kami hasilkan. Kami juga mengembangkan bahan komposit ramah lingkungan menggunakan plastik, kayu dan kulit bekas dari pabrik produksi,” papar Product Designer Intops, Dohee Kim pada Hidalab.

Tower Blocks Foto: Yanko Design

Tower Blocks Selamatkan Lingkungan dari Sampah Plastik

Jika dibandingkan dengan bahan biasa untuk membuat Jenga, Tower Blocks dapat mengurangi konsumsi C02 hingga 81 %. Intops mengatakan, bahwa satu set balok sama dengan mendaur ulang 44 cangkir kopi sekali pakai atau 135 sendok sekali pakai. Selain itu, karena memanfaatkan material yang sudah tidak terpakai, Intops berhasil mengurangi sampah plastik dan material lainnya yang akan berakhir ke lingkungan. 

Dalam segi desain, Tower Blocks memiliki pola daun yang unik pada setiap baloknya. Satu set permainan ini terdiri dari tiga warna yang mempresentasikan masing-masing warna elemen alam. Seperti misalnya warna putih pucat (pasir), pink (bunga) dan hijau (daun).

“Selanjutnya, kami menambahkan keindahan formatif dan estetika produk dengan menerapkan pola daun berdasarkan daun alami pada desain balok,” jelasnya.

Pada setiap balok terdapat tulisan “Recycled Plastic & Wood Waste”. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan edukasi terhadap konsumen. Permainan Jenga ini juga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Tidak hanya produknya, Tower Blocks juga menggunakan kemasan kertas ramah lingkungan yang terbuat dari 100 % ampas tebu dan tinta minyak kedelai.

Sebagai langkah selanjutnya, untuk mengimbangi jumlah produksi, Intops berencana terus memperkenalkan produk yang bermanfaat bagi dunia. Dengan terus mengembangkan material komposit yang ramah lingkungan. 

“Kami sangat berharap dapat memperkenalkan berbagai produk yang melindungi lingkungan. Salah satunya dengan blok menara dari bahan ramah lingkungan ini,” harapnya.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Yanko Design

Hidalab

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/tower-blocks-permainan-jenga-dari-bahan-bekas-dan-ramah-lingkungan/feed/ 0
Casing Handphone Ramah Lingkungan: Lindungi Bumi Sekaligus Ponsel Anda https://www.greeners.co/ide-inovasi/casing-handphone-ramah-lingkungan-lindungi-bumi-sekaligus-ponsel-anda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=casing-handphone-ramah-lingkungan-lindungi-bumi-sekaligus-ponsel-anda https://www.greeners.co/ide-inovasi/casing-handphone-ramah-lingkungan-lindungi-bumi-sekaligus-ponsel-anda/#respond Mon, 05 Apr 2021 03:09:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32268 Ayo beli casing handphone ramah lingkungan untuk memperpanjang umur ponsel dan bumi kita!]]>

Apakah Anda adalah salah satu pemakai casing atau pelindung ponsel? Wajar saja jika Anda ingin membalut ponsel Anda agar lebih aman. Terbukti, berdasarkan survei yang pernah T-Mobile lakukan, 37% pemilik ponsel di dunia tidak sengaja membuat layar ponselnya tergores; 29% ponsel ketumpahan air minum dan menjatuhkannya dari tangga, serta 20% lainnya tak sengaja menjatuhkan ponselnya di toilet.

Memang pelindung ponsel yang kuat dapat memperpanjang umur ponsel Anda. Namun, pelindung ponsel yang Anda buang karena bosan atau rusak juga menjadi bagian dari masalah limbah elektronik yang terus meningkat. Di dalamnya terkandung partikel plastik dan akan menambah pencemaran lingkungan dengan mikroplastik. Partikel plastik ini bahkan telah singgah dalam sistem pencernaan manusia.

Untungnya, ada beberapa opsi yang tersedia di pasaran untuk mengatasi pembelian casing plastik sekali pakai. Adanya casing berkelanjutan akan membantu Anda melindungi perangkat Anda yang berharga, sekaligus memelihara bumi.

Pela Case

Pela Case. Foto: pelacase

Pela, Casing Handphone Ramah Lingkungan

Untuk mengatasi masalah polusi plastik di dunia, Pela membuat casing ponsel kompos pertama di dunia. Pelindung ini terbuat dari Flaxstic – gabungan dari limbah jerami rami, biopolimer nabati, dan bahan daur ulang. Itu berarti Anda dapat membuangnya ke tempat sampah kompos rumah Anda.

Mereka juga bebas ftalat, BPA, kadmium, dan timbal, yang juga baik untuk kesehatan Anda. Pela Case tidak hanya berkelanjutan, pelindung ini juga mampu mengamankan ponsel dari goresan atau ketika tidak sengaja terjatuh. Sebagian dari setiap pembelian case ini didonasikan untuk inisiatif pembersihan laut.

Casing Silikon Miracase Liquid

Casing Silikon Miracase Liquid. Foto: walmart

Casing Silikon Miracase Liquid

Bagi Anda yang mencari opsi ramah lingkungan sekaligus hemat untuk mencegah kerusakan ponsel Anda; casing silikon Miracase yang terjangkau, lembut dan anti selip yang nyaman dan sedikit lengket dapat menjadi pilihan.

Elastisitas bahan silikon membuatnya menjadi penahan yang baik terhadap bantingan dan jatuhnya ponsel yang tak terhindarkan. Ini adalah isolator yang baik dan berguna dalam memblokir medan elektromagnetik sehingga menjadi pilihan yang lebih aman bagi pengguna ponsel juga.

Silikon tidak dapat terurai secara hayati, tetapi tidak berkontribusi terhadap polusi mikroplastik dan dapat Anda daur ulang di rumah.

15:21 Casing Handphone Ramah Lingkungan Berbahan Gabus

15:21 Casing Handphone Ramah Lingkungan Berbahan Gabus. Foto: 1521store

15:21 Casing Handphone Ramah Lingkungan Berbahan Gabus

Casing ponsel gabus ini cocok untuk mereka yang memiliki gaya hidup ramah lingkungan dan suka desain yang sederhana. Gabus adalah pilihan yang tepat untuk bahan casing ponsel karena tahan lama dan tahan air. Ini juga merupakan pilihan yang sangat berkelanjutan karena dapat didaur ulang.

Selain itu, hutan untuk menghasilkan gabusnya mendukung keanekaragaman hayati, dan pohon ek gabus tumbuh tanpa pestisida atau pembabatan. Mereka juga menyerap lebih banyak karbon dioksida saat menumbuhkan kembali kulit kayunya.

Penulis Treehugger, Katherine Martinko, menyatakan pelindung ini enak untuk dipegang dan memiliki tekstur. Ini membuat ponselnya lebih jarang lepas dari tangan dari biasanya. Casenya juga terasa lebih ringan dan lebih tipis tiap kali berada di saku belakang celana jeansnya.

Lifeproof Wake Case

Lifeproof Wake Case. Foto: lifeproof

Lifeproof Wake Case

Alat tangkap ikan yang terbuang merupakan salah satu ancaman dari perangkap plastik laut hiu, penyu, burung, dan biota laut lainnya. WĀKE adalah model casing ponsel – inisiasi Otter Box – terbuat dari alat tangkap yang berhasil diselamatkan.

Terdiri dari 85 persen plastik daur ulang berbasis laut, pelindung ponsel ini memiliki penilaian aman saat jatuh dari ketinggian 2 meter. Pola gelombang yang khas dan terpahat akan selalu mengingatkan Anda dari mana casing Anda berasal. Satu dolar dari setiap pembeliannya disumbangkan ke salah satu mitra nirlaba perusahaan yang peduli akan isu air.

Outback Urban Armor Gear Case

Outback Urban Armor Gear Case. Foto: urbanarmorgear

Outback Urban Armor Gear Case

Casing ponsel yang dapat terdekomposisi seratus persen dan juga tangguh, inilah case seri Outback oleh Urban Armor Gear. Seperti semua casing keluaran Urban Armor Gear, bahan nabati dari case Outback memenuhi standar uji military drop-test. Bagian dalam casing yang berpola sarang lebah menyerap guncangan dan bisa menahan tekanan dari pukulan.

Bagian kamera dan layar pada case yang ditinggikan menawarkan perlindungan untuk perangkat Anda. Urban Armor Gear mengatakan bahwa case ini dapat dibuat kompos baik di secara rumahan maupun fasilitas kompos komersial.

Nimble Disc Case

Nimble Disc Case. Foto: bestbuy

Nimble Disc Case

Industri rekaman berubah semenjak kebiasaan mengunduh musik jadi kebiasaan baru. Banyaknya sisa compact disc berdebu di rak akan menambah tumpukan di tempat pembuangan sampah. Nimble hadir untuk membuat koleksi CD Anda kembali keren.

CD terbuat dari polikarbonat – plastik yang sangat tahan lama dan dapat didaur ulang. Nimble mengumpulkannya (Anda bahkan dapat mengirimi mereka CD lama yang tidak lagi Anda dengarkan). Kumpulan CD ini dibersihkan, dihancurkan, dan diubah menjadi casing yang sangat protektif.

Plastik tahan lama tidak akan tergores dan lulus uji jatuh setinggi enam kaki. Casing ini juga lengkap dengan lapisan antimikroba dan pegangan yang kuat untuk membantu mencegah ponsel Anda tergelincir dari tangan.

Baca juga: Ponsel Dari Potongan Rumput Segar

Casing Handphone Ramah Lingkungan dari Otto

Casing Handphone Ramah Lingkungan dari Otto. Foto: otto

Casing Handphone Ramah Lingkungan dari Otto

Bambu adalah spesies yang tumbuh cepat dan tidak membutuhkan bahan kimia. Ia dapat dipanen setiap tahun dan dapat terurai secara hayati. Bambu menjadi pilihan yang bagus untuk melindungi ponsel Anda, karena ia juga sangat tahan lama.

Otto Case menawarkan casing ponsel dalam berbagai spesies kayu – termasuk bambu. Desain mereka unik, dan harganya terjangkau. Mereka mengklaim produk tersebut dapat bertahan dari ketinggian 26 kaki, jadi ponsel Anda seharusnya tahan terhadap penggunaan sehari-hari.

Sumber:

Treehugger

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/casing-handphone-ramah-lingkungan-lindungi-bumi-sekaligus-ponsel-anda/feed/ 0
Eco Masjid: Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Lewat Tempat Ibadah https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=eco-masjid https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/#respond Sat, 27 Mar 2021 12:00:47 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=32196 Banyaknya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, akan mendukung inovasi Eco masjid untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat akan kebiasaan ramah lingkungan.]]>

Apakah Anda tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia? Faktanya, 87% dari total populasi di nusantara menganut agama Islam. Banyaknya masyarakat Indonesia yang beragama Islam, akan mendukung inovasi Eco masjid untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat akan kebiasaan ramah lingkungan. Gagasan untuk menjaga ekosistem akan lebih dipahami dan berdampak ke banyak orang lewat tempat beribadah.

Eco masjid adalah tempat beribadah yang peduli terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

“Dalam Islam itu kita diwajibkan meramaikan Masjid. Eco Masjid adalah bagaimana masjid bisa memakmurkan bumi,” kata Hayu Prabowo, Inisiator Eco Masjid, kepada Greeners, Kamis, (25/03/2021).

Ia menambahkan, Eco masjid mencoba membentuk perilaku ramah lingkungan lewat sifat ibadah, keseharian para pengurus Masjid dan jamaah; serta bagaimana masjid itu sendiri beroperasi secara ramah lingkungan.

Penghidupan Berkelanjutan dengan Lingkungan

Sebagai inisiator, Hayu melihat krisis lingkungan hidup adalah dampak dari gaya hidup manusia modern yang kurang mempertimbangkan penghidupan yang berkelanjutan.

“Manusia memandang alam sebagai objek untuk dimanfaatkan demi kepentingan ekonomi semata, bukan sebagai subjek yang perlu dipelihara untuk kelangsungan hidup manusia yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengatakan, kelangkaan sumber daya air dan energi merupakan ancaman eksistensi bagi manusia; karena itu konservasi dan kelestarian sumber daya sebagai penunjang hidup harus menjadi prioritas. Mengubah perilaku jadi ramah lingkungan, merealisasikannya dalam tindakan nyata, tidak bisa hanya dengan ceramah.

Pendekatan Aksi dan Lisan

Dalam mempraktikkan gaya hidup peduli lingkungan, Eco Masjid dan relawannya melakukan pendekatan lisan dan aksi.

“Sudah banyak fatwa yang kita keluarkan terkait lingkungan hidup. Misalnya fatwa hukum pembakaran hutan dan lahan, fatwa pengelolaan sampah, fatwa perlindungan satwa langka, fatwa zakat, infaq, shodaqoh wakaf untuk air dan sanitasi; kemudian fatwa daur ulang air,” ujar Hayu.

Fatwa-fatwa tersebut lengkap dengan buku panduan dan khotbah, sehingga fatwa ini bisa disosialisasikan. Sedangkan penerapan yang mereka lakukan adalah membiasakan praktik menghemat air, energi, dan pangan dalam keseharian mereka.

Selain itu, mereka juga mengembangkan alat yang dapat bermanfaat sebagai aksi pelestarian lingkungan hidup. Beberapa di antaranya adalah:

Resapan Air dengan Guludan dan Pohon

Penggunaan air bisa berkurang dengan meningkatkan resapan melalui pembuatan penumpukan tanah (guludan) searah kontur tanah yang memotong lereng (Swale).

Embung Desa Inisiasi Eco Masjid

Embung desa adalah penampung air dalam skala besar. Bendungan kecil ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan menggunakan air hujan yang tertampung saat musim kering. Selain itu, embung desa dapat mengurangi longsoran tanah pada tebing yang curam.

Tungku Bakar Sampah Tanpa Asap

Tungku Bakar Sampah (TBS) adalah cara pengelolaan sampah yang melibatkan pembakaran sampah secara tertutup. Semakin kering sampah maka semakin tinggi temperatur dan semakin sedikit asapnya. Namun asap pembakaran ini menimbulkan polusi udara dan mengganggu kesehatan.

Mereka kemudian menciptakan desain penyemprot air yang dapat menyerap partikel asap. Air sebagai filter akan keruh dengan partikel asap setelah proses sirkulasi. Nantinya air yang mengandung partikel asap ini bermanfaat sebagai pestisida organik untuk tanaman.

eco masjid

Untuk mendapatkan sertifikasi Eco Masjid, ada beberapa hal yang menjadi ukuran. Misalnya, apakah sudah ada organisasi untuk pengurus masjid? Adakah anggarannya? Ilustrasi: Shutterstock.

Pembangkit Listrik dari Sampah

Panas dari tungku bakar sampah dengan filter air telah dikembangkan sehingga dapat menghasilkan listrik menggunakan Thermoelectric generator (TEG). Thermoelectric generator merupakan teknologi pembangkit listrik dengan menggunakan energi panas (kalor) dari pembakaran sampah.

Gasifier: Membuat Gas dari Sampah Biomassa

Gasifier adalah alat atau reaktor yang menggunakan teknik gasifikasi atau proses penggunaan panas untuk mengubah selulosa (biomassa) padat atau padatan berkarbon lainnya menjadi gas (syngas).

Proses gasifikasi bisa mengubah hampir semua bahan organik padat menjadi gas bakar yang netral; sehingga bisa dimanfaatkan untuk tungku pembakaran yang menghasilkan api yang bersih dan tidak mengganggu kesehatan.

Cara ini juga menghemat penggunaan biomasa sehingga mengurangi biaya bahan bakar serta mengurangi waktu mengumpulkan kayu; memberikan kontribusi positif bagi strategi pembangunan rendah karbon dalam mengurangi dampak perubahan iklim, dan meningkatkan ketahanan energi.

Sumur Resapan di Eco Masjid

Sumur resapan merupakan suatu rekayasa teknik konservasi air, berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur galian dengan kedalaman tertentu. Fungsi utama dari sumur resapan ini adalah sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Di Masjid, buangan air wudu dapat tersalurkan ke sumur resapan ini.

Keran Hemat Air Wudu 

Alat pembatas aliran keran untuk mengatur penggunaan air wudu agar tidak berlebihan dapat menghemat penggunaan air hingga 50%.

Cara membuatnya, buat bulatan setengah inci dari sendal karet. Bulatan karet ini kemudian dilubangi dan masukan sedotan air mineral gelas sebagai pembatas aliran air (orifice).  Orifice ini dapat dipasang pada berbagai keran air ukuran setengah inci yang beredar di pasaran.

Listrik Surya dan Biogas

Beberapa alternatif energi baru dan terbarukan (EBT) telah tersedia, salah satunya yang paling populer adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan biogas yang memanfaatkan limbah organik. EBT ini tidak hanya tersedia secara melimpah, namun juga ramah lingkungan dan dapat menghemat biaya.

Melalui teknologi ini, dana umat dapat dioptimalkan untuk kebutuhan energi perumahan ataupun masjid (sound system atau speaker masjid, pompa air, dan lampu).

Panen Air Hujan

Sistem Panen Air Hujan (PAH) ini dapat memberikan tambahan sumber air untuk kehidupan sehari-hari serta untuk keperluan ibadah. Sistem ini memiliki beberapa komponen dasar untuk menyalurkan air dari talang ke tangki atau sumur resapan.

Untuk menjaga kebersihan dan memastikan puing-puing dan kontaminan tidak memasuki tangki penyimpanan, perlu memasang saringan di atas talang, dan menyiapkan sistem pembuang aliran awal.

Seluruh koneksi dibuat dengan sistem tertutup. Untuk menjaga sistem ini tetap berfungsi, maka pemeliharaan rutin selalu dilakukan untuk menjaga kebersihan.

Sertifikasi Eco Masjid

Untuk mendapatkan sertifikasi Eco Masjid, ada beberapa hal yang menjadi ukuran. Misalnya, apakah sudah ada organisasi untuk pengurus masjid, atau ada kah anggarannya.

Lalu apakah ada rencana kerja mengenai lingkungan hidup, apakah ada majelis taklim yang membahas tentang lingkungan hidup. Mereka juga melihat apakah ada kegiatan-kegiatan masjid berhubungan dengan organisasi luar dan masyarakat mengenai lingkungan hidup.

“Kemudian bagaimana Masjid itu mengimplementasikan misalnya penghematan air, penampungan air hujan, bagaimana mengelola sampah padat dan cair, apakah ada penghijauan,” pungkas Hayu.

Saat ini, sudah ada 327 pengurus masjid sebagai implementator program eco masjid; 527 relawan selaku agen representatif program eco masjid masyarakat; dan 5888 peserta kajian yang telah terdaftar. Untuk menjadi bagian dari Eco Masjid, Anda bisa mendaftarkan diri lewat situs ecomasjid.id.

Baca juga: Masjid Berbahan Daur Ulang di Dhaka

Program Eco Ramadan dari Eco Masjid

Pada bulan Ramadan yang akan datang, Eco Masjid akan mengadakan Eco Ramadan, di mana mereka menekankan untuk menahan syahwat perut, supaya tidak membuang-buang makanan.

“Indonesia ini adalah negara pembuang makanan terbesar nomor dua di dunia. Padahal ajaran kita sangat melarang itu, tapi kita melanggar. Kita lihat pada Ramadan ini justru malah kita belanja semakin banyak dari pada hari biasa, sehingga bulan Ramadan malah harga-harga pada naik. Ini adalah salah satu tanda-tanda bahwa kita tidak atau kita kurang mengikuti apa yang diajarkan oleh agama Islam,” tutur Hayu.

Selain itu, Eco Masjid juga aktif mengadakan kegiatan bincang-bincang terkait lingkungan; misalnya videonya di youtube pada 11 Maret 2021 lalu yang membahas mengenai artificial intelligence untuk konservasi satwa langka.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Databoks

Website Eco Masjid

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/eco-masjid/feed/ 0
Easy Bike, Sepeda Listrik Tenaga Surya Inisiasi Mahasiswa Unpad https://www.greeners.co/ide-inovasi/easy-bike-unpad/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=easy-bike-unpad https://www.greeners.co/ide-inovasi/easy-bike-unpad/#respond Tue, 23 Feb 2021 12:00:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=30925 Jalanan di area kampus yang menanjak mendorong tiga mahasiswa Unpad untuk membuat Easy Bike, sepeda listrik tenaga surya, demi mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus.]]>

Golongan muda Tanah Air terus menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Kali ini, Greeners mengangkat tentang sepeda listrik tenaga surya karya mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Easy Bike. 

Saat ini tren bersepeda sedang berada di puncaknya. Kegemaran akan olahraga satu ini merata ke semua kalangan, mulai dari orang tua sampai mahasiswa.

Namun, untuk para mahasiswa Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, naik sepeda butuh energi ekstra. Sebab, jalanan di area kampus yang menanjak.

Untuk mengatasi kendala ini, tiga mahasiswa Unpad mencetuskan ide untuk membuat sepeda listrik tenaga surya, atau mereka menyebutnya dengan Easy Bike.

Sepeda Listrik Tenaga Surya Buatan Mahasiswa Unpad

Mereka adalah Mutiara Nawansari (Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam), Lutfia Rahmannisa (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), dan Alamsyah Yahya Nugraha (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dengan dosen pembimbing Ferry Faizal, Ph.D dari FMIPA Unpad.

Sepeda buatan mereka menggunakan energi dari matahari. Sepeda yang bernama “Easy Bike” ini lebih ramah lingkungan daripada sepeda listrik lain yang saat ini beredar di pasaran.

“Karena kalau sumber energi dari PLN itu masih menggunakan energi fosil juga. Jadi, kalau kita menggunakan sepeda listrik terus charge di PLN itu akan sama saja, kita masih menggunakan bahan bakar fosil. Nah, makanya kita membuat charging station yang dari panel surya. Supaya sepeda ini dapat menghasilkan emisi karbon yang benar-benar 0,” tutur Mutiara Nawansari, salah satu inisiator Easy Bike.

easy bike unpad

Menggunakan energi dari matahari, Easy Bike lebih ramah lingkungan daripada sepeda listrik lain yang saat ini beredar di pasaran. Foto: Istimewa.

Awal Mula Ide Easy Bike Tercetus

Penelitian ini berangkat dari inisiasi Student Energy Chapter Unpad sejak tahun 2019, di mana Mutiara dan tim turut berpartisipasi aktif di organisasi tersebut. Tujuannya, penggunaan kendaraan bermotor di dalam kampus dapat berkurang dan beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

Namun, kontur kampus Unpad memiliki banyak jalan menanjak, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin bersepeda. Untuk itu, mereka berharap sepeda listrik ramah lingkungan dapat menjadi solusi.

“Kami pikir, bagaimana caranya ketika naik sepeda tapi tidak capek saat menanjak. Di situ kami tambahkan motor. Ketika capai menggowes, kita nyalakan motornya. Jadi ini solusi untuk Unpad yang konturnya naik turun,” ujar Mutiara.

Bentala Technology pernah melakukan riset, yang menyatakan adanya lebih dari 1,3 juta ton emisi karbon per tahun di lingkungan kampus Unpad.

Mutiara dan tim memperhitungkan masalah ini. Jika mahasiswa di kampus Unpad menggunakan sepeda listrik tersebut, maka lebih dari seribu ton karbon dioksida akan tereduksi.

easy bike unpad

Kontur kampus Unpad dengan banyak jalan menanjak menjadi tantangan bagi mahasiswa yang ingin bersepeda. Untuk itu, para inovator berharap sepeda listrik ramah lingkungan dapat menjadi solusi. Foto: Istimewa.

Keuntungan Easy Bike Selain Nol Emisi

Selain keunggulan pemakaian tenaga matahari untuk mengisi daya, dan tidak menghasilkan emisi sedikit pun pada saat pemakaian maupun saat pengisian, sepeda ini juga memiliki akses ke Radio Frequency Identification (RFID), sehingga terintegrasi dengan kartu e-money dengan sistem penyewaan pay as you go. Ada juga fitur penghitung kalori pada sepeda ini.

Tim pengembang easy bike akan membuat sejumlah stasiun pengisian daya atau charging station di lingkungan kampus, serta shelter atau tempat penyimpanan sepeda.

Pengembalian sepeda dapat Anda lakukan di shelter mana pun dengan sistem locking sepeda yang akan otomatis mengisi daya saat terkunci.

Sepedanya juga terhubung dengan aplikasi bentala supaya pemakainya dapat mengakses data sisa saldo, sisa menit yang untuk menggunakan sepeda, lokasi sepeda yang tersedia, akumulasi jarak tempuh, dan denyut nadi pemakainya.

“Jadi fungsi shelter itu akan ada dua. Fungsi yang pertama itu charge dan fungsi yang kedua itu adalah fungsi keamanan. Jadi kita bisa menjalankan locking system. Ketika sepeda masuk ke shelter tersebut, sepeda tersimpan, dan akan terkunci sekaligus terisi dayanya dan termasuk juga melindungi dari hujan, karena di atapnya terdapat panel surya,” tutur Kenny, Ketua Student Energy Unpad. 

easy bike unpad

Tim pengembang easy bike akan membuat sejumlah stasiun pengisian daya atau charging station di lingkungan kampus, serta shelter atau tempat penyimpanan sepeda. Foto: Istimewa.

Baca juga: Gencarkan Jalan Kaki dan Bersepeda, Kalahkan Polusi Udara

Sistem Pengisian Saldo dengan Kartu Mahasiswa

Easy bike nantinya bisa dipakai dengan mekanisme sewa menggunakan kartu mahasiswa. Sistem keamanan easy bike sudah lengkap dengan GPS, untuk mengantisipasi pencurian sepeda.

“Penyewaan dengan KTM. Sistemnya mungkin seperti Transjakarta atau MRT. Tap in, tap out, isi saldo ke dalam KTM,” ucap Mutiara.

Sepeda listrik Easy Bike kini masih dalam tahap uji coba di lingkungan Unpad. Jarak tempuhnya bisa mencapai 30 km dengan kecepatan maksimal 25 km/jam. Sementara itu, pengisian ulang daya menggunakan tenaga surya perkiraannya memerlukan waktu 2 jam hingga baterai penuh.

Ferry Faizal mengatakan, “Jadi pihak Universitas turun langsung di situ membiayai untuk 2 prototipe sepeda yang dibuat. Tentu saja kami ingin ini diimplementasikan di kampus dan juga kalau bisa jadi model bisnis. Misalnya model bisnis di tempat-tempat lain, tempat pariwisata dan sebagainya.”

Easy bike rencananya mulai diproduksi massal dan bisa dimanfaatkan bagi komunitas akademik (misalnya: dosen dan mahasiswa) untuk mobilitas di dalam kampus pada tahun 2021 mendatang. Inisiasi untuk mengembangkan sepeda listrik bertenaga surya ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra.

Salah satunya adalah Bank BRI Syariah yang menyumbangkan dana sekira Rp 50 Juta kepada Unpad. Target produksinya adalah 30 Easy Bike dan beberapa stasiun pengisian dayanya.

Sepeda listrik tenaga surya ini menggunakan kapasitas baterai 360 watt dan motor jenis rear hook 350 watt. Baterai dalam kondisi penuh bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 50 km.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Laman Universitas Padjadjaran

Laman Universitas Padjadjaran (2)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/easy-bike-unpad/feed/ 0
Pengawet Organik Ini Membuat Buah dan Sayur Tahan Lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengawet-organik-ini-membuat-buah-dan-sayur-tahan-lama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengawet-organik-ini-membuat-buah-dan-sayur-tahan-lama https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengawet-organik-ini-membuat-buah-dan-sayur-tahan-lama/#respond Fri, 12 Apr 2019 11:19:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=23075 Buah dan sayuran yang kelihatannya segar nyatanya masih menggunakan pengawet yang mengandung bahan kimia berbahaya. Apeel Sciences berhasil mengembangkan pengawet organik untuk buah dan sayur yang dinamakan Edipeel.]]>

Buah dan sayuran yang kelihatannya segar nyatanya masih menggunakan pengawet yang mengandung bahan kimia berbahaya. Kehadiran mesin pendingin seperti kulkas pun tidak menjamin buah dan sayur akan segar lebih lama. Namun kini ada terobosan baru dari Apeel Sciences, sebuah perusahaan yang berbasis di kota Goleta sebelah selatan Santa Barbara County, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini berhasil mengembangkan pengawet organik untuk buah dan sayur yang dinamakan Edipeel.

Menurut situs resminya, Apeel Sciences didirikan oleh James Rogers pada tahun 2012 dengan bantuan dana sebesar $100,000 dari Bill & Melinda Gates Foundation. Roger selaku CEO Apeel Sciences awalnya mendapatkan ide untuk membantu mengurangi limbah makanan pasca panen di negara-negara berkembang yang tidak memiliki infrastruktur pendingin.

Melalui Edipeel, Roger ingin membantu sistem distribusi mandiri untuk petani di negara-negara seperti Kenya dan Uganda dan melindungi produk mereka selama perjalanan dari pertanian ke konsumen tanpa perlu pendingin.

pengawet

CEO Apeel Sciences, James Rogers. Foto: Apeelsciences.com

Sebagai alternatif pendinginan, Edipeel merupakan pengawet alami ramah lingkungan yang telah dikembangkan selama enam tahun dan telah diakui oleh Badan Pangan dan Obat Amerika (Food and Drug Administration).

Ekstrak Edipeel aman untuk dikonsumsi karena terbuat dari bahan tanaman. Selain itu, kelebihan Edipeel ini dapat membentuk iklim mikro pada buah dan sayur sehingga membuatnya lebih tahan lama dibandingkan dengan menggunakan mesin pendingin.

Edipeel menciptakan pelindung tidak terlihat untuk mejaga agar oksigen tetap di luar dan air tetap di dalam buah dan sayur. Pada dasarnya, Apeel menggabungkan kembali minyak nabati dari tanaman dengan campuran yang disesuaikan untuk mengawetkan berbagai jenis buah dan sayur. Hasilnya adalah bubuk Edipeel.

Untuk mengawetkan buah dan sayur, bubuk Edipeel harus dicampur dengan air dan disemprotkan pada permukaan buah atau sayur. Setelah permukaan buah atau sayur tersebut kering, bahan ini menjadi semacam kulit tipis yang menjaga kesegaran setiap produk. “Hasilnya adalah kemampuan produk bertahan dua, tiga, empat kali lebih lama, bahkan tanpa pendinginan,” kata Rogers.

pengawet

Foto: Apeelsciences.com

Dilansir dari Inhabitat, Edipeel juga diciptakan untuk mengatasi masalah kelaparan. Seiring dengan bertambahnya jumlah populasi umat manusia, Rogers memikirkan bagaimana cara memberi makan 10 miliar orang di planet ini. Menurutnya, solusi untuk mengatasi kelaparan bukan dilihat dari seberapa banyak buah dan sayur ditanam untuk dijadikan bahan makanan. Akan tetapi menjaga apa yang kita tanam tidak cepat binasa karena mengalami pembusukan.

“Kami bukan perusahaan manufaktur bahan kimia besar yang mengatakan ‘mari kita buat bahan kimia baru untuk menyelesaikan masalah ini.’ Kami melihatnya dari perspektif bagaimana kita bekerja dengan alam untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang benar, bukan cara yang cepat, bukan cara yang murah, bukan cara yang mengorbankan kesehatan jangka panjang planet ini, tetapi bagaimana kita menyelesaikan ini dengan alat yang diberikan alam kepada kita,” ujar Rogers seperti dilansir dalam Inhabitat.

Saat ini, Apeel Sciences telah mengembangkan produk untuk beberapa kategori Produk Organik dan Bersertifikat Organik USDA. Apeel juga bekerja sama dengan mitra komersial mulai dari petani kecil, petani organik lokal hingga merek makanan terbesar di dunia untuk membuat kualitas makanan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/pengawet-organik-ini-membuat-buah-dan-sayur-tahan-lama/feed/ 0
Unik! Tirai Ciptaan IKEA Ini Dapat Memurnikan Udara Ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/unik-tirai-ciptaan-ikea-ini-dapat-memurnikan-udara-ruangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=unik-tirai-ciptaan-ikea-ini-dapat-memurnikan-udara-ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/unik-tirai-ciptaan-ikea-ini-dapat-memurnikan-udara-ruangan/#respond Fri, 15 Mar 2019 11:19:37 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=22796 IKEA baru saja mengumumkan bahwa perusahaannya telah menemukan cara unik untuk mengurangi polutan dalam ruangan dengan tirai pemurni udara. Tirai yang disebut GUNRID ini tentu saja tidak membutuhkan listrik.]]>

Jika biasanya kita memurnikan udara dengan mesin khusus (air purifier), kini ada teknologi baru untuk memurnikan udara, yaitu dengan tirai. Iya, tirai. Umumnya tirai digunakan untuk membatasi cahaya yang masuk dari luar ruangan pada siang hari dan mencegah cahaya keluar dari ruangan pada malam hari. Oleh IKEA, tirai kini memiliki kegunaan lain yaitu memurnikan udara di dalam ruangan.

Dilansir dari Inhabitat, IKEA baru saja mengumumkan bahwa perusahaannya telah menemukan cara unik untuk mengurangi polutan dalam ruangan dengan tirai pemurni udara. Perusahaan furnitur raksasa yang berpusat di Swedia ini telah mengembangkan bahan kain yang dapat menyerap dan memecah zat berbahaya yang berada di dalam ruangan. Tirai yang disebut GUNRID ini tentu saja tidak membutuhkan listrik.

“Selain memungkinkan orang untuk menghirup udara yang lebih baik di rumah, kami berharap bahwa GUNRID akan meningkatkan kesadaran orang tentang polusi udara di dalam ruangan, menginspirasi perubahan perilaku yang berkontribusi pada dunia udara bersih,” ujar Lena Pripp-Kovac, selaku kepala produk keberlanjutan IKEA.

tirai gunrid

Foto: IKEA via Inhabitat

Menurut IKEA, tirai GUNRID dikembangkan dengan menggunakan teknologi canggih yang mirip dengan cara tanaman menyaring udara secara alami. Sebuah proses yang mirip dengan fotosintesis untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Tirai ini memiliki bahan kimia yang dapat menyaring polutan dan diaktifkan melalui sinar matahari secara alami maupun cahaya buatan. Untuk membuat tirai ini, IKEA bekerja sama dengan para ilmuwan dari Asia dan Eropa.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa hampir 90 persen populasi penduduk dunia tinggal di daerah yang menderita kualitas udara buruk, terutama di lingkungan perkotaan yang padat. IKEA berharap bahwa tirai GUNRID buatannya akan membantu mengurangi polusi udara di rumah-rumah penduduk.

Sayangnya, konsumen baru bisa membeli tirai GUNRID ini di beberapa toko saja pada tahun 2020. Belum jelas berapa banyak produk di masa depan yang akan menerapkan teknologi yang sama, tetapi akan sangat menarik untuk melihat produk keberlanjutan apa yang akan diproduksi oleh IKEA. Dengan diluncurkannya GUNRID, diharapkan perusahaan lain akan mengikuti jejak IKEA dan mengembangkan produk pemurni udara buatan mereka sendiri.

tirai gunrid

Foto: IKEA via Inhabitat

Menurut situs resminya, selama beberapa tahun terakhir IKEA telah mengembangkan praktik ramah lingkungan demi mengurangi polusi udara. Salah satunya, dengan meluncurkan program Better Air Now! Sebuah program yang bertujuan untuk mendaur ulang jerami padi menjadi material terbarukan untuk produk-produk IKEA.

Perusahaan ini juga telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan material berbahaya dalam proses produksinya dan berjanji untuk mengurangi dampak negatif perusahaan ke lingkungan hingga 70 persen pada dekade berikutnya.

“Kami tahu bahwa tidak ada solusi tunggal untuk menyelesaikan polusi udara. Kami bekerja dalam jangka panjang untuk perubahan yang positif, yang memungkinkan orang untuk hidup lebih sehat dan lebih berkelanjutan, ” ujar Lena Pripp-Kovac.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/unik-tirai-ciptaan-ikea-ini-dapat-memurnikan-udara-ruangan/feed/ 0
Manfaatkan Tenaga Surya, Alat Masak Ini Bisa Dibawa Kemana Saja https://www.greeners.co/ide-inovasi/manfaatkan-tenaga-surya-alat-masak-ini-bisa-dibawa-kemana-saja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=manfaatkan-tenaga-surya-alat-masak-ini-bisa-dibawa-kemana-saja https://www.greeners.co/ide-inovasi/manfaatkan-tenaga-surya-alat-masak-ini-bisa-dibawa-kemana-saja/#respond Tue, 12 Mar 2019 10:37:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=22762 Pendiri GoSun, Patrick Sherwin, menciptakan alat ini dengan misi memberdayakan jutaan orang di negara-negara berkembang melalui solusi memasak yang aman, bersih dan layak dengan memanfaatkan tenaga surya.]]>

Kegiatan yang dilakukan di dapur seperti memasak tentu membutuhkan peralatan seperti kompor, alat pemanggang, oven dan sejenisnya. Berbagai aktivitas memasak tersebut juga tak lepas dari penggunaan bahan bakar yang jelas dapat menghasilkan emisi. Namun, seiring dengan berkembangnya tren inovasi energi terbarukan, pemanfaatan energi surya kini diaplikasikan juga pada peralatan memasak. Dengan adanya GoSun Go, Anda kini dapat memiliki alat masak portabel bertenaga surya dan tentu saja ramah lingungan.

Dilansir dari Future En Tech, GoSun Go merupakan alat masak portabel bertenaga surya pertama di dunia tanpa bahan bakar yang dapat digunakan untuk memanggang, merebus, menggoreng, atau mengukus makanan. Menurut pendiri GoSun, Patrick Sherwin, ia menciptakan alat ini karena memiliki misi untuk memberdayakan jutaan orang di negara-negara berkembang dengan menawarkan solusi memasak yang aman, bersih dan layak dengan memanfaatkan tenaga surya.

Go Sun Go dapat digunakan memasak berbagai jenis makanan hanya dalam waktu 20-30 menit. Alat yang memiliki kapasitas 14 ons atau 420 ml ini juga dapat membuat teh atau kopi dalam waktu 30 menit dan mendidihkan air dalam waktu 45 menit.

alat masak

Alat masak GoSun Go juga bisa digunakan untuk memanaskan dan mensterilkan air. Foto: GoSun

Teknologi GoSun Go yang sudah dipatenkan ini dapat menyerap spektrum radiasi yang luas, termasuk sinar ultraviolet. Anda tidak perlu khawatir jika berada di tempat yang memiliki sedikit sinar matahari karena alat ini dapat bekerja bahkan dalam kondisi cuaca mendung dan dingin.

Cara menggunakan alat ini cukup mudah, Anda cukup menaruh bahan makanan atau minuman ke atas baki yang tersedia dan memasukkannya ke dalam tabung pada alat tersebut dan tutup rapat. Setelah itu Anda hanya tinggal memposisikan alat ini menggunakan kaki tambahan untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tunggu beberapa menit, makanan dan minuman siap untuk disajikan.

alat masak

Foto: GoSun

Cara kerja GoSun Go ini sederhana, alat ini secara otomatis langsung menyerap sinar matahari dari sumber oleh dinding reflektor ganda dan menyebarkannya pada tabung yang berisi makanan atau minuman. Tabung ini mengubah cahaya menjadi panas yang memberikan output daya sekitar 50+ Watts.

Tabung ini juga bertindak sebagai insulator yang menjaga dingin dan panas yang masuk secara sempurna. Selain itu, bahan khusus yang digunakan untuk tabung ini memiliki permukaan penyerap yang memanfaatkan aluminium-nitrida untuk menyerap lebih dari 80 persen radiasi yang disentuhnya. Eksterior busa EVA pada alat ini juga membuatnya tahan terhadap goncangan.

Sejak pertama kali diluncurkan melalui pendanaan Kickstarter pada tahun 2013, alat ini telah mendapatkan lebih dari 15.000 pelanggan di 60 negara lebih di seluruh dunia. Alat ini dijual seharga 139 dolar Amerika dan dapat dipesan secara online. GoSun dianugerahi penghargaan bergengsi inovasi perubahan iklim CES 2019 oleh Consumer Technology Association untuk peluncuran model terbarunya yaitu GoSun Fusion.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/manfaatkan-tenaga-surya-alat-masak-ini-bisa-dibawa-kemana-saja/feed/ 0
Pelindung Ponsel Ini Bebas Material Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/pelindung-ponsel-ini-bebas-material-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pelindung-ponsel-ini-bebas-material-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/pelindung-ponsel-ini-bebas-material-plastik/#respond Wed, 09 Jan 2019 07:21:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=22139 Umumnya pelindung ponsel terbuat dari material seperti silikon, karet, busa, alumunium dan plastik fiber. Kini hadir "Pela", pelindung ponsel yang ramah lingkungan.]]>

Saat ini manusia hampir tidak bisa lepas dari telepon selular atau ponsel. Bagi pengguna ponsel yang kurang berhati-hati atau cereboh, biasanya akan memasang pelindung atau selubung (casing) ponsel untuk mengurangi dampak benturan pada ponsel. Umumnya pelindung ponsel terbuat dari material seperti silikon, karet, busa, alumunium dan plastik fiber. Sayangnya sebagian besar dari material tersebut tergolong material yang tidak ramah terhadap lingkungan.

Mencoba menjawab permasalahan ini, pebisnis dan konsultan lingkungan asal Canada bernama Jeremy Lang menciptakan pelindung ponsel yang ia namakan Pela. Dalam bahasa Spanyol, “pela” atau yang dibaca peeel-a mempunyai arti “mengupas” atau “menguliti”.

Dalam situs resmi pelacase.com, Jeremy menyatakan bahwa saat ini jumlah produksi ponsel lebih banyak daripada jumlah populasi manusia di Bumi. “Misi kami untuk membuat produk ramah lingkungan dimulai dari produk yang Anda pegang setiap hari,” ungkapnya.

pelindung ponsel

Pelindung ponsel Pela tidak mudah tergores. Produk ini dibuat dengan warna yang bervariasi. Foto: pelacase.com

Pelindung ponsel ini terbuat dari 100% bahan organik yang disebut Flaxstic. Flaxstic adalah kombinasi dari limbah jerami dan biopolimer, perpaduan antara polimer dengan tanaman non-pangan. Selain terbuat dari bahan organik, materialnya juga dapat mengompos atau dapat hancur menjadi unsur-unsur alami tanpa meninggalkan toksin di dalam tanah.

Keunggulan lain dari Pela ialah bebas dari material kimia berbahaya yaitu Bisphenol A (BPA) yang dapat memengaruhi proses regulasi hormon manusia. Disamping itu, produk ini aman bila berada dalam jangkauan anak-anak. “Memang pelindung ponsel membantu melindungi investasi Anda karena ponsel itu mahal, namun produk tersebut juga harus terbuat dari material yang tidak membawa racun ke dalam rumah Anda. Kami telah menguji produk ini agar terbebas dari BPA,” ungkap Jeremy.

Pela di desain dengan bentuk yang ramping, ringan dan tidak mudah tergores. Pelindung ponsel ini juga dibuat dalam beragam warna. Saat dipasarkan setiap produk Pela dikemas tanpa plastik.

Dalam situs resminya disebutkan bahwa beberapa persen dari hasil penjualan produk ini telah disumbangkan ke yayasan yang bergerak di bidang konservasi dan kepedulian laut seperti Water.org, Surfrider Foundation, dan Save The Waves Coalition. Jeremy mengatakan bahwa apa yang ia lakukan sekarang adalah upaya untuk menjaga Bumi demi anak cucu di masa depan.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/pelindung-ponsel-ini-bebas-material-plastik/feed/ 0
Selamat Tinggal Styrofoam, Halo Biofoam Engkong! https://www.greeners.co/ide-inovasi/selamat-tinggal-styrofoam-halo-biofoam-engkong/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selamat-tinggal-styrofoam-halo-biofoam-engkong https://www.greeners.co/ide-inovasi/selamat-tinggal-styrofoam-halo-biofoam-engkong/#respond Mon, 26 Nov 2018 07:28:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=21609 Dua orang siswi kelas XII SMAN 1 Kedungpring, Lamongan membuat kemasan alternatif pengganti styrofoam yang mereka namakan Biofoam Engkong. Kemasan ini terbuat dari tanaman enceng gondok yang banyak ditemukan di daerah mereka.]]>

(Greeners) – Sampah styrofoam menjadi salah satu sampah yang paling banyak ditemukan di tempat pembuangan akhir (TPA). Seperti di daerah Benowo, Surabaya, sampah kemasan styrofoam yang ditemukan di TPA mencapai 1.000 ton per harinya. Sifat enceng gondok yang dapat berkembang biak dengan cepat juga sering sekali menyumbat aliran sungai sehingga berpotensi menyebabkan banjir.

Melihat fenomena ini, Suprihatin dan Siti Nur Kholisah, siswi kelas XII SMAN 1 Kedungpring, Lamongan melakukan eksperimen untuk memanfaatkan enceng gondok. Mereka membuat sebuah kemasan alternatif pengganti styrofoam yang terbuat dari tanaman eceng gondok atau enceng gondok (Eichhornia crassipes) yang banyak ditemukan di daerah Lamongan, Jawa Timur. Kemasan inovatif ini mereka namakan Biofoam Engkong.

“Kami mengetahui bahwa sampah styrofoam sangat mencemari lingkungan dan juga berdampak buruk untuk kesehatan manusia,” ujar Siti kepada Greeners saat ditemui di pameran Indonesia Science Expo (ISE) 2018, Serpong pada awal November lalu.

Lebih lanjut Siti menjelaskan, umumnya proses pembuatan styrofoam dilakukan dengan mencampurkan bahan utama berupa stirena dengan bahan lain yaitu seng dan butadiene. Untuk meningkatkan kelenturan kemasan tersebut ditambahkan zat plasticizer seperti dioctyl phthalate (DOP).

“Styrofoam kurang baik digunakan untuk mengemas produk makanan atau minuman karena adanya kemungkinan terjadi migrasi bahan kimia yang terkandung dalam kemasan ini ke dalam makanan atau minuman tersebut. Migrasi ini dipengaruhi oleh suhu, lama kontak dan tipe pangan. Semakin tinggi suhu, lama kontak dan kadar lemak suatu pangan maka migrasinya juga akan semakin besar,” kata Siti.

Dari hasil penelitian dan percobaan Suprihatin dan Siti, keduanya menemukan bahwa serat dan pati enceng gondok cocok diolah menjadi bahan wadah makanan. Enceng gondok mengandung serat selulosa yang melimpah pada batangnya. Tanaman ini juga bukan tanaman musiman, dan perkembangbiakannya secara generatif maupun vegetatif dengan kecepatan tumbuh 3% setiap hari membuat tanaman ini mudah diperbanyak. Dalam proses pembuatannya, Biofoam Engkong menggunakan pati singkong yang dimanfaatkan sebagai bahan perekat.

“Kami hanya mengambil bagian batangnya saja lalu kami keringkan selama 3 hari. Eceng gondok yang telah dikeringkan lalu dihaluskan dengan blender hingga berukuran partikel 60 mesh, setelah itu disaring dan dicampur dengan tepung singkong. Adonan itu kemudian dicetak lalu dimasukan ke dalam oven listrik selama 2 jam pada temperatur sekitar 70°C,” kata Siti menjelaskan.

biofoam engkong

Hasil biofoam engkong menggunakan cetakan piring dan gelas. Foto: greeners.co/Sarah R. Megumi

Lebih lanjut Suprihatin dan Siti menjelaskan bahwa selain menguji material yang dapat terurai di alam (biodegradable), mereka juga melakukan uji coba jumlah zat padat terlarut (TDS) dan pH pada kemasan Biofoam Engkong. Semua pengujian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Lamongan. Percobaan tersebut dilakukan untuk membuktikan agar kemasan enceng gondok ini aman dipakai sebagai wadah makanan dan tidak berbahaya bagi tubuh manusia.

“Jumlah zat padat terlarut pada kemasan ini adalah 154mg/liter. Menurut peraturan Kementerian Kesehatan jumlah TDS maksimal 500, dikarenakan (Biofoam Engkong) kita dibawah 500, jadi Biofoam Engkong masih aman untuk dipakai sebagai wadah makanan maupun minuman. Kita juga melakukan uji coba pH dan uji sianida yang ada pada singkong. Hasilnya tidak ada pengaruh asam pada makanan dan hasil uji sianida pada singkong pun nilainya nol, yang berarti tidak berpengaruh pada makanan,” kata Suprihatin.

Siti mengungkapkan bahwa saat ini mereka belum memiliki thermopressing (mesin yang biasa dipakai untuk mencetak kemasan styrofoam). “Kami belum punya thermopressin sehingga kami masih menggunakan piring atau gelas sebagai wadah cetakan sementara,” katanya.

Pihak sekolah sangat mendukung inovasi yang dilakukan oleh Suprihatin dan Siti. Kedepannya kedua siswi ini berencana akan membeli thermopressing agar kemasan Biofoam Engkong lebih menarik untuk dijual dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Mereka juga ingin memperbaiki perwarnaan produk agar terlihat lebih menarik untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kalau kemasan kami sudah bagus kami ingin bekerjasama dengan tim ahli untuk memproduksi Biofoam Engkong dengan kuantitas yang lebih banyak. Harganya pun relatif lebih murah dibandingkan harga styrofoam umum. Setelah diperhitungkan tiap harinya kami bisa mencetak 33 Biofoam Engkong. Kami bisa menjual satu biofoam engkong seharga 100 rupiah, satu styrofoam yang biasa saja harganya berkisar antara 300 sampai 700 ratus rupiah,” kata Suprihatin.

Selain dapat memproduksi dalam skala besar, harapan dari kedua siswi yang berhasil memamerkan inovasinya di ISE 2018 ini adalah agar inovasi kemasannya bisa menjadi solusi kemasan ramah lingkungan dan mampu mengurangi permasalahan limbah styrofoam yang ada di Indonesia.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/selamat-tinggal-styrofoam-halo-biofoam-engkong/feed/ 0
Alat Tes Kehamilan Ini Bebas Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/alat-tes-kehamilan-ini-bebas-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alat-tes-kehamilan-ini-bebas-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/alat-tes-kehamilan-ini-bebas-plastik/#respond Thu, 21 Jun 2018 07:36:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=20761 Setelah melihat 2 juta pon sampah plastik dari alat tes kehamilan di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya, sebuah perusahaan asal AS tergerak untuk menciptakan alat tes kehamilan (test pack) yang ramah lingkungan.]]>

Ketergantungan akan plastik sulit dihindari di masa kini. Faktanya, hampir semua kemasan makanan, minuman atau produk yang sering kita konsumsi sehari-hari dibuat menggunakan bahan dasar plastik. Namun, upaya untuk mengurangi penggunaan plastik terus diupayakan, seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan asal Philadelphia, Pennsylvania, Amerika.

Setelah melihat 2 juta pon (sekitar 907.184,74 Kg) sampah plastik dari alat tes kehamilan di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Lia Diagnostics, Inc tergerak untuk menciptakan alat tes kehamilan (test pack) yang ramah lingkungan.

Lia merupakan alat tes kehamilan bebas plastik dan dapat di-biodegradasi pertama di dunia. Awalnya, produk ini merupakan proyek sekolah pascasarjana Bethany Edwards (sekarang CEO Lia) dan dua teman sekelasnya pada program desain produk terpadu di Universitas Pennsylvania.

alat tes kehamilan

Alat tes kehamilan Lia Diagnostics diklaim bebas plastik dan mudah larut dalam air. Foto: meetlia via Instagram

Kelebihan alat tes kehamilan ini yaitu terbuat dari serat alami yang berasal dari tumbuhan yang sama seperti kebanyakan tisu toilet. Selain itu, alat ini menawarkan hasil yang akurat, cara penggunaannya pun sama seperti alat test kehamilan konvensional yang terbuat dari bahan plastik.

“Alat diagnostik plastik hanya digunakan selama beberapa menit, tetapi mereka terbuat dari bahan-bahan yang tidak berkelanjutan,” kata Edwards seperti dilansir situs Fast Company. “Kami percaya bahwa bahan harus sesuai dengan siklus kehidupan produk.”

Dengan adanya Lia, pengguna alat tes kehamilan sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan berapa banyak sampah plastik yang akan dibuang ke tempat sampah karena alat ini mudah larut dalam air. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga, alat test kehamilan Lia terurai sepenuhnya dalam tanah hanya dalam 10 minggu jika dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Lia adalah pemenang kategori kesehatan World Changing Idea 2018 Fast Company Awards. Produk ini sebelumnya telah menerima persetujuan dari FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pada Desember tahun lalu.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/alat-tes-kehamilan-ini-bebas-plastik/feed/ 0
Kurangi Limbah Botol, Pepsi Tawarkan Minuman Isi Ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/kurangi-limbah-botol-pepsi-tawarkan-minuman-isi-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kurangi-limbah-botol-pepsi-tawarkan-minuman-isi-ulang https://www.greeners.co/ide-inovasi/kurangi-limbah-botol-pepsi-tawarkan-minuman-isi-ulang/#respond Sun, 18 Mar 2018 07:26:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=20213 Untuk mengurangi jumlah limbah botol minumannya, kali ini PepsiCo mencoba menawarkan sesuatu yang baru yaitu botol dengan minuman yang dapat diisi ulang.]]>

Sebagai salah satu perusahan minuman soda terkemuka di dunia, PepsiCo sadar akan limbah botol yang dihasilkan dari setiap produknya yang terjual di seluruh dunia. Untuk mengurangi jumlah limbah botol minumannya, kali ini PepsiCo mencoba menawarkan sesuatu yang baru yaitu botol dengan minuman yang dapat diisi ulang.

Drinkfinity merupakan produk minuman dari PepsiCo dalam botol bebas BPA (Bisphenol-A) yang dapat digunakan kembali. Pengguna hanya perlu mencampur bahan yang ada dalam Pods, bisa berbentuk cairan maupun kering, dengan air dalam botol Vessel untuk membuat minuman. Pengguna cukup menekan Pods di atas Vessel untuk mengeluarkan isi Pods. Hasilnya, minuman segar tanpa pemanis maupun rasa buatan. Ada beberapa varian rasa yang ditawarkan diantaranya Mango Chia Flow, Coconut Water, Watermelon Renew, Elderflower Chill dan lainnya.

pepsi

Foto: Drinkfinity via Inhabitat.com

“Keberlanjutan” merupakan salah satu kekuatan pendorong di balik desain Drinkfinity. Untuk menciptakan Drinkfinity, PepsiCo harus memikirkan kembali rantai pasokan, pembuatan, pengiriman, dan bahkan daur ulang. Dalam siaran persnya, PepsiCo mengatakan bahwa setiap porsi minuman dengan Drinkfinity mengurangi lebih dari 65% plastik dibandingkan dengan minuman siap saji dan produk ini diklaim lebih efisien dalam pendistribusiannya. Dalam situs resminya, konsumen dapat memperoleh amplop dengan prangko yang telah dibayar untuk mengirimkan kembali 30 kemasan Pods bekas ke perusahaan agar didaur ulang.

Wakil Presiden Inovasi Bisnis Global Hernan Marina mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Drinkfinity dibuat untuk melakukan lebih dari sekedar hidrat – diciptakan dengan visi sederhana untuk membuat minuman yang menghubungkan titik antara kesehatan dan fleksibilitas, sambil berusaha menyeimbangkan kebutuhan antara orang-orang dan planet ini.”

pepsi

Foto: Drinkfinity via Inhabitat.com

Sebelumnya PepsiCo telah memproduksi Drinkfinity pada tahun 2014 di Brazil, dan sekarang mereka mulai meluncurkan produknya di Amerika Serikat. Drinkfinity menawarkan botol Vessel yang dapat didaur ulang dengan harga $20. Sedangkan untuk Pods yang memiliki varian rasa harga yang ditawarkan mulai dari $5. Sepeti dilansir pada Inhabitat, Drinkfinity berencana menyumbangkan $ 1 untuk setiap pembelian di Amerika Serikat pada tahun 2018 ke Water.org, sampai $ 100.000 untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan di negara-negara berkembang.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kurangi-limbah-botol-pepsi-tawarkan-minuman-isi-ulang/feed/ 0
Wow, LEGO Luncurkan Mainan Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/wow-lego-luncurkan-mainan-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wow-lego-luncurkan-mainan-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/ide-inovasi/wow-lego-luncurkan-mainan-ramah-lingkungan/#respond Wed, 14 Mar 2018 05:58:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=20197 Pembuat mainan bongkar pasang asal Denmark, LEGO, baru saja meluncurkan mainan block (mainan berbentuk balok susun) pertamanya yang terbuat dari bahan dasar tanaman untuk paket mainannya tahun ini.]]>

Sulit rasanya untuk menemukan mainan yang ramah lingkungan di era modern ini. Pasalnya, hampir semua jenis mainan yang beredar di dunia diproduksi dengan bahan dasar plastik dan mengandung bahan kimia berbahaya. Kini pembuat mainan bongkar pasang asal Denmark, LEGO, baru saja meluncurkan mainan block (mainan berbentuk balok susun) pertamanya yang terbuat dari bahan dasar tanaman untuk paket mainannya tahun ini.

Sebagai salah satu perusahaan mainan terbesar di dunia, sudah hampir tiga tahun sejak LEGO mengumumkan akan menginvestasikan $ 1 miliar di LEGO Sustainable Materials Centre di Denmark dan memberi tugas kepada 100 orang stafnya untuk mendapatkan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pada saat itu, perusahaan tersebut tidak mengetahui bahwa pengembangan tersebut akan berakhir dengan menggunakan bioplastik berbasis tebu karena tidak berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim.

Berbahan dasar bioplastik, mainan LEGO ini bersumber dari tebu asal Brasil. Plastik baru ini terbuat dari polietilen (PE), yang “lembut, tahan lama, dan fleksibel” dan secara teknis identik dengan potongan mainan yang diproduksi dengan menggunakan plastik tradisional.

lego

Foto: Lego via Inhabitat.com

Tim Brooks, VP Environmental Responsibility, mengatakan dalam siaran persnya: “Produk LEGO selalu memberikan pengalaman bermain berkualitas tinggi yang memberi setiap anak kesempatan untuk membentuk dunia mereka sendiri melalui permainan inventif. Anak-anak dan orang tua tidak akan memperhatikan perbedaan kualitas atau penampilan elemen baru, karena polietilen berbasis tanaman ini memiliki sifat yang sama seperti polietilen konvensional. Ini adalah langkah awal yang bagus dalam komitmen ambisius kami untuk membuat semua balok LEGO menggunakan bahan yang berkelanjutan.

Dilansir Mashable, Dr. Stephen Mayfield, seorang ahli biologi molekuler di UC San Diego dan direktur Pusat Bioteknologi Alga California mengatakan bahwa Lego bergerak ke arah yang benar. “Beralih dari bahan yang berbasis minyak ke plastik nabati secara dramatis memotong jejak karbon dari suatu produk sekitar 70 persen. Semakin kita bisa pergi ke sumber biologis, semakin baik itu,” kata Mayfield.

Menurut perusahaan, tebu itu bersumber secara lestari dan sesuai dengan panduan dari Aliansi Bioplastic Feedstock Alliance yang merupakan inisiatif World Wildlife Fund (WWF). “Ini juga disertifikasi oleh Bonsucro Chain of Custody Standard. LEGO bermitra dengan WWF untuk mendukung dan membangun permintaan akan plastik yang bersumber secara berkelanjutan dan bergabung dengan Bioplastic Feedstock Alliance.”

Sejauh ini, potongan mainan LEGO yang ramah lingkungan terbatas pada potongan yang memiliki unsur tumbuhan seperti pohon, semak, dan daun, namun tujuan akhir perusahaan ini adalah mengganti semua bangunan balok kesayangannya ke material yang berkelanjutan pada tahun 2030.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/wow-lego-luncurkan-mainan-ramah-lingkungan/feed/ 0
Cuma 5 Menit Mencuci Baju dengan Mesin Cuci Tanpa Listrik Ini https://www.greeners.co/ide-inovasi/cuma-5-menit-mencuci-baju-mesin-cuci-tanpa-listrik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cuma-5-menit-mencuci-baju-mesin-cuci-tanpa-listrik https://www.greeners.co/ide-inovasi/cuma-5-menit-mencuci-baju-mesin-cuci-tanpa-listrik/#respond Mon, 15 Jan 2018 05:53:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=19818 Ada banyak sekali produk rumah tangga yang penggunaanya membutuhkan energi listrik, salah satunya mesin cuci. Namun kini ada mesin cuci yang benar-benar tanpa membutuhkan energi listrik.]]>

Kebutuhan manusia akan energi listrik sulit dihindari di era modern ini. Faktanya, produk-produk yang dihasilkan dari perkembangan teknologi saat ini sebagian besar penggunaanya membutuhkan energi listrik. Meskipun penggunaan produk-produk elektronik selalu mempermudah aktivitas atau membantu pekerjaan manusia sehari-hari, penghematan energi listrik dan penggunaanya juga harus tetap diperhatikan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Ada banyak sekali produk rumah tangga yang penggunaanya membutuhkan energi listrik, salah satunya mesin cuci. Namun kini ada mesin cuci bernama “Gentlewasher” yang benar-benar tanpa membutuhkan energi listrik.

Selain tanpa membutuhkan energi listrik, Gentlewasher menawarkan solusi dalam mencuci pakaian dengan dengan bersih dan cepat . Mencuci dengan mesin ini hanya membutuhkan waktu lima menit saja dengan jumlah air yang lebih sedikit daripada mesin cuci pada umumnya. Perangkat bertenaga tangan ini dapat membersihkan hingga 12 t-shirt atau delapan dress sekaligus, dan membutuhkan sekitar 4,7 galon air.

mesin cuci tanpa listrik

Foto: Gentlewasher via inhabitat.com

Mesin cuci ini juga diklaim dapat memperpanjang umur pakaian. Mesin ini dilengkapi dengan bantuan lubang yang menyerupai sarang lebah yang dipatenkan yang befungsi untuk menciptakan lapisan air pelindung sehingga pakaian tidak akan bersentuhan dengan perlengkapan drum yang terdapat pada mesin cuci.

Perusahaan produsen Gentlewasher yang berbasis di Belanda tersebut mengatakan bahwa hasil mencuci pakaian dengan mesin buatannya sama bagusnya dengan mesin cuci tipe front-loading pada umumnya. Gentlewasher dirancang tidak hanya untuk mencuci pakaian yang seharusnya dicuci dengan tangan, tapi bisa digunakan untuk semua jenis pakaian. Mesin ini sangat berguna bagi orang-orang yang melakukan aktivitas outdoor , bepergian dengan mobil RV atau berkemah, dan juga orang yang tinggal di apartemen di kota kecil.

Seperti dilansir Inhabitat, perusahaan tersebut mengatakan bahwa misinya adalah “mengembangkan perangkat cuci yang terjangkau bagi orang-orang di seluruh dunia,” karena lima miliar orang di seluruh dunia masih belum memiliki akses ke mesin cuci dan harus menghabiskan berjam-jam mencuci pakaian.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cuma-5-menit-mencuci-baju-mesin-cuci-tanpa-listrik/feed/ 0
NaturVention, Kesejukan Alam di Dalam Ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/naturvention-kesejukan-alam-ruangan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=naturvention-kesejukan-alam-ruangan https://www.greeners.co/ide-inovasi/naturvention-kesejukan-alam-ruangan/#respond Sun, 31 Dec 2017 13:02:26 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=19735 Ide menciptakan NaturVention datang dari masalah yang sangat sederhana: manusia membutuhkan udara yang bersih dari polusi!]]>

Kita seringkali membahas bahaya pencemaran udara di luar rumah, namun rumah atau ruang kerja Anda juga bisa memiliki tingkat polusi yang tinggi. Mengingat fakta bahwa di kota-kota besar, udara di dalam rumah akan bercampur dengan polusi di luar ruangan. Ada cara lain untuk membersihkan polusi udara di dalam ruangan seperti menghindari penggunan bahan kimia atau penyejuk ruangan seperti AC (air conditioner) yang justru dapat memiliki dampak negatif dalam masalah pemanasan global.

Sudah diketahui bahwa tanaman memiliki banyak manfaat untuk membersihkan udara secara alami, sama halnya dengan alam di luar rumah. Aki, salah satu pendiri NaturVention, menciptakan alternatif hijau untuk menyejukan ruangan. Awalnya ide tersebut berasal dari muridnya, Niko, yang seringkali mendengar keluhan yang dialami Aki ketika dia merasa tidak enak dengan kondisi ruangan tempat ia mengajar di universitas.

naturvention

Foto: NaturVention via eluxemagazine.com

Setelah melakukan penelitian dan pengembangan selama beberapa tahun, duo ini menemukan teknologi Naturbo yang inovatif. Teknologi ini dapat menciptakan iklim alami terbaik yang dapat digunakan di dalam ruangan (indoor). Sebenarnya teknologi baru ini pada dasarnya mengembalikan inovasi buatan manusia yang telah tercemari polusi dan memungkinkan kita kembali ke iklim dimana tubuh kita seharusnya dilahirkan.

Singkatnya, cara kerja Naturbo ini melipat-gandakan efisiensi pemurni udara dari tanaman hias biasa hingga lebih dari seratus kali lipat. Naturbo didasarkan pada proses biotransformasi yang membersihkan udara dalam ruangan yang terkontaminasi dari berbagai polutan. Proses serupa digunakan pada fasilitas pengolahan air limbah, dimana air yang terkontaminasi ditransformasikan menjadi air alami dengan bantuan mikroba.

Bagian yang paling penting dari NaturVention ini terdapat pada proses pemurnian udara yang terjadi di zona akar tanaman. Populasi mikroba yang tinggal di zona akar menghilangkan senyawa berbahaya dari udara dalam ruangan dengan memecahnya menjadi nutrisi bagi tanaman.

Seperti yang dilansir dari Eluxe Magazine, Aki mengklaim bahwa teknologi Naturbo pada NaturVention menciptakan udara yang lebih sehat, membuat ruangan menjadi menyenangkan dan memberikan inspirasi. Selain tampilannya yang mungkin tampak sederhana, NaturVention menawarkan sensasi lingkungan alam yang cantik dan hijau di dalam ruangan.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/naturvention-kesejukan-alam-ruangan/feed/ 0
Jendela “Rasa” Panel Surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-rasa-panel-surya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jendela-rasa-panel-surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-rasa-panel-surya/#respond Wed, 04 Oct 2017 12:30:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=18875 Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, bukan tidak mungkin panel surya bisa dipakai di dalam kota dalam bentuk jendela.]]>

Pengadaan panel surya memang bukan hal mudah, selain biayanya masih tinggi, panel surya juga membutuhkan lahan luas sehingga pengaplikasiannya masih sangat terbatas. Namun dengan perkembangan teknologi sekarang ini, bukan tidak mungkin panel surya bisa dipakai di dalam kota dalam bentuk jendela.

Perusahaan asal Maryland, AS bernama SolarWindow Technology telah mengembangkan pelapis transparan yang berfungsi menyerap panas matahari, caranya dengan mengaplikasikan pelapis tersebut ke permukaan jendela atau kaca-kaca gedung.

panel surya

Foto: SolarWindows Technology via seeker.com

Dilansir Seeker, pelapis itu sendiri berisi cairan organic photovoltaic solar array (OPV) yang merupakan campuran karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Cairan tersebut memproduksi panel surya ultra kecil berbentuk susunan. Sinar matahari yang melewati susunan tersebut akan menghasilkan listrik.

Setelahnya, listrik tersebut akan dikumpulkan oleh deretan benang-benang tipis; lebih tipis dari rambut manusia, benang-benang tersebut akan menghantarkan listrik menuju sistem penyimpanan yang digunakan panel-panel surya konvensional.

“Panel surya konvensional terlalu tebal dan tidak tembus pandang. Kamu tidak mungkin membangun jendela menggunakan panel-panel tersebut, SolarWindow dikembangkan untuk menjaga keindahan arsitektural dengan tetap membuat jendela tembus pandang untuk menghasilkan energi listrik,” ujar CEO John Conklin.

Menurut situs perusahaan, sistem SolarWindow mampu mengalahkan panel surya konvensional 50 kali lipat ketika dipasang di gedung 50 lantai, yang sebagian besar permukaannya ditutupi kaca. Kini SolarWindow sedang menjalin kerjasama dengan Triview Glass Industries untuk menghasilkan kaca khusus yang bisa digunakan gedung-gedung pencakar langit.

Ketika dipasang di jendela rumah, sistem SolarWindow memang tidak akan menghasilkan banyak energi, namun ketika dipasang di kaca-kaca gedung bertingkat, pelapis ini mungkin bisa menjadi cara agar kota-kota besar bisa mandiri secara energi.

Penulis: MFA/G41

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-rasa-panel-surya/feed/ 0
Penyaring Air dari Serat Kayu https://www.greeners.co/ide-inovasi/penyaring-air-serat-kayu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penyaring-air-serat-kayu https://www.greeners.co/ide-inovasi/penyaring-air-serat-kayu/#respond Mon, 07 Aug 2017 09:14:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=18037 Peneliti dari Swedia telah menemukan cara baru untuk menyaring air saat kita berada di luar jangkauan fasilitas air bersih dengan menggunakan serat kayu.]]>

Peneliti dari Swedia telah menemukan cara baru untuk menyaring air saat kita berada di luar jangkauan fasilitas air bersih dengan menggunakan serat kayu. Tim dari KTH Royal Institute of Technology berharap bahwa penemuan ini bisa menjadi solusi untuk mendapatkan air bersih untuk orang-orang yang berada di kamp pengungsi ataupun di pedalaman.

Para peneliti tersebut mengembangkan sebuah bahan baru dengan menggunakan serat kayu dan polimer yang sudah diisi arus listrik positif yang bisa mengikat bakteri ke permukaan bahannya sehingga air yang lewat akan bersih dari bakteri dan siap dipakai. Bahan ini juga bisa diaplikasikan pada plester atau pembalut luka untuk menjaga luka dari bakteri atau bahkan dalam kemasan pembungkus.

“Tujuan kami adalah menciptakan filter untuk sebuah sistem portabel yang tidak membutuhkan listrik, hanya dengan gravitasi, dengan cara mengalirkan air melalui alat ini,” kata Anna Ottenhal, mahasiswa program S3 di Sekolah Teknik Kimia di KTH. Ide besarnya adalah menjebak bakteri dan memisahkannya dengan air menggunakan filter yang sudah dialiri listrik positif. Bahan penangkap bakteri tersebut tidak melepaskan bahan berbahaya ke dalam air, persis seperti semua metode filtrasi air di lapangan lainnya.

penyaring air

Foto: KTH The Royal Institute of Technology via phys.org

Bahan ini bekerja dengan baik karena polimer yang sudah dialiri listrik positif akan menarik bakteri dan virus yang pada dasarnya bermuatan negatif. Bakterinya akan menempel di permukaan dan tidak bisa lepas atau bereproduksi sehingga mereka akan mati. Teknik ini juga berarti tidak ada bahan kimia atau anti bakteri yang diperlukan serta tidak menimbulkan kekebalan bakteri. Bila filter serat kayu ini selesai dipakai, maka filter bisa dibakar dengan aman.

Ini hanyalah salah satu manfaat dari inovasi serat kayu. Saat ini bahan tersebut sudah digunakan untuk baterai ramah lingkungan dan juga panel surya. Bahan alami berarti biaya yang lebih murah dan teknologi yang lebih aman dalam aplikasi yang jauh lebih banyak.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/penyaring-air-serat-kayu/feed/ 0
Lampu Jalan Sekaligus Pengisi Daya Mobil Listrik https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-jalan-sekaligus-pengisi-daya-mobil-listrik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lampu-jalan-sekaligus-pengisi-daya-mobil-listrik https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-jalan-sekaligus-pengisi-daya-mobil-listrik/#respond Fri, 14 Jul 2017 08:44:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=17713 Dewan kota Hounslow di London telah menemukan solusi untuk mengisi daya mobil listrik dengan cara yang menarik dan indah secara estetis. Solusinya ada di lampu jalan.]]>

Di tahun 2016 jumlah mobil listrik di Inggris telah bertambah sekitar 60%. Banyak orang yang berpendapat bahwa dalam beberapa dekade ke depan, kita akan menggunakan mobil listrik. Namun di banyak kota, ada satu masalah yang bisa mengurangi laju adaptasi kita menuju mobil listrik: di mana kita bisa mengisi baterai mobilnya kalau kita tidak punya garasi?

Dewan kota Hounslow di London telah menemukan solusi untuk masalah ini dengan cara yang menarik dan indah secara estetis. Mereka mengubah lampu jalan menjadi lampu LED yang efisien. Sebagai tambahan, pemerintah menempatkan fasilitas pengisian baterai mobil di bagian bawah lampu tersebut. Alat pengisi daya tersebut merupakan buatan perusahaan Ubitricity dari Jerman dan mereka merancangnya dengan kabel khusus untuk mengisi baterai mobil yang dilengkapi dengan pengukur daya listrik.

mobil listrik

Foto: fastcompany.com

Jika kebetulan tinggal di Hounslow dan ingin mengisi daya untuk mobil listrik, yang harus dilakukan adalah meminta izin tempat pengisian baterai tersebut kepada dewan kota. Setelah pengajuan masuk, mereka akan memasang tiga buah alat tersebut di dekat rumah warga yang mengajukan pengisian daya listrik untuk mobilnya. Tahap terakhir adalah memesan alat dari Ubitricity.

Begitu alatnya datang tinggal memasangkannya ke mobil. Ubitricity akan mengirimkan tagihan bulanan untuk listrik yang terpakai dengan harga 0,13 pound per kWh (sekitar Rp 2.200).

Tentu saja ini adalah solusi yang bagus. Dengan tersedianya terminal listrik dalam jumlah banyak untuk tiap permintaan yang diajukan maka diharapkan semakin mendorong teman atau tetangga di sekitar kita untuk menggunakan mobil listrik juga. Apalagi saat ini peraturan untuk mencegah polusi dan membatasi kendaraan di London sangat ketat dan akan semakin ketat di masa depan, maka sangat masuk akal bagi dewan kota untuk membangun infrastruktur itu sekarang.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-jalan-sekaligus-pengisi-daya-mobil-listrik/feed/ 0