kenaikan suhu laut - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/kenaikan-suhu-laut/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 20 Jun 2023 05:54:21 +0000 id hourly 1 Kenaikan Suhu Laut Ancam Kematian Massal Ikan https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-ancam-kematian-massal-ikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenaikan-suhu-laut-ancam-kematian-massal-ikan https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-ancam-kematian-massal-ikan/#respond Tue, 20 Jun 2023 05:55:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40485 Jakarta (Greeners) – Kematian ribuan ikan mati dan terdampar di Pantai Bryan dekat muara Sungai Brazos, Texas, Amerika Serikat mengingatkan dunia ada yang tidak beres dengan kondisi lautan. Beragam spekulasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kematian ribuan ikan mati dan terdampar di Pantai Bryan dekat muara Sungai Brazos, Texas, Amerika Serikat mengingatkan dunia ada yang tidak beres dengan kondisi lautan. Beragam spekulasi muncul, salah satunya kenaikan suhu dampak pemanasan global.

Dari temuan sementara, ribuan ikan mati karena kekurangan oksigen saat mereka berenang di perairan dangkal di musim panas.

Pemerhati Lingkungan dari Universitas Indonesia Mahawan Karuniasa mengungkapkan, otoritas setempat menyampaikan penyebab utama kematian ribuan ikan karena oksigen terlarut. Hal ini bagian dari suhu laut yang meningkat dan lebih panas.

“Yang perlu kita cermati, oksigen terlarut tidak hanya dibutuhkan ikan, tetapi juga organisme lain di laut,” katanya kepada Greeners, di Jakarta, Senin (19/6).

Sementara itu, perubahan kondisi ekosistem laut bisa terjadi karena aktivitas manusia seperti pencemaran atau faktor perubahan iklim. Ia menambahkan, perubahan kondisi ekosistem laut juga akan mengubah perilaku hewan, dan habitatnya.

“Ikan-ikan akan bermigrasi, jalurnya pun berubah. Akhirnya ikan akan mati akibat keracunan dan kekurangan oksigen,” ucap Mahawan.

Kematian Massal Ikan juga Terjadi di Indonesia

Banyak ilmuwan khawatir suhu laut meningkat lebih cepat dari biasanya. Implikasinya banyak. Pemanasan global dengan ditandai kenaikan permukaan air laut berdampak pada seluruh kehidupan masyarakat seluruh dunia yang dekat dengan wilayah pantai. Ini terjadi juga di Indonesia.

“Terjadinya penurunan permukaan tanahjuga memperburuk dampak kenaikan air laut,” imbuhnya.

Belum lagi keasaman laut juga mengalami peningkatan. Hal ini membuat pH laut rendah dan berdampak pada rantai dasar makanan di laut.

Banyak kejadian yang telah terjadi di Indonesia pada ekosistem laut maupun perairan air tawar. Misalnya pada tahun 2021 di Teluk Jakarta terjadi keracunan ikan. Tahun 2022 di Sungai Brantas, Jawa Timur. Lalu tahun 2023 terjadi di Danau Maninjau, ikan diduga kekurangan oksigen dan ada perubahan arus air.

Badan Meteorologi Dunia menyebut, tahun 2023-2027 kenaikan suhu menembus 1,5 derajat Celcius. Bahkan ilmuwan memperkirakan lebih dari kisaran itu. Kondisi tersebut akan berdampak ke dalam kehidupan manusia.

“Air, pangan dan produktivitas pertanian akan menurun. Perilaku alam juga akan berubah dan berdampak serius,” tandasnya.

Mahawan menegaskan perlunya mitigasi dari sektor energi dengan mengurangi penggunaan energi fosil karena masih menyumbang emisi.

Sementara itu untuk adaptasi, perlu penyiapan dana bagi petani dan nelayan untuk memperkuat resiliensi atau ketahanan masyarakat menghadapi kondisi yang buruk.

Gelombang panas mengancam ekosistem laut. Foto: Freepik

Ancaman Kenaikan Suhu

Menurut laporan National Aeronautics and Space Administration (NASA), pada tahun 2022 suhu permukaan bumi naik 0,89 derajat Celcius dibanding suhu rata-rata tahunan periode 1951-1980.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak November 2017 juga menyatakan, dengan adanya kenaikan suhu akan berisiko terhadap ekosistem laut. Termasuk pada kematian yang tinggi, hilangnya tempat berkembang biak, dan migrasi massal spesies untuk mencari kondisi lingkungan yang menguntungkan.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-ancam-kematian-massal-ikan/feed/ 0
Kenaikan Suhu Laut Picu Pemutihan Terumbu Karang https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-picu-pemutihan-terumbu-karang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenaikan-suhu-laut-picu-pemutihan-terumbu-karang https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-picu-pemutihan-terumbu-karang/#respond Sun, 14 May 2023 05:00:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40040 Jakarta (Greeners) – Naiknya suhu permukaan laut memicu pemutihan terumbu karang (coral bleaching). Perubahan iklim turut memicu kenaikan suhu permukaan laut tersebut. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebut, suhu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Naiknya suhu permukaan laut memicu pemutihan terumbu karang (coral bleaching). Perubahan iklim turut memicu kenaikan suhu permukaan laut tersebut.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebut, suhu laut selama April 2023 mencapai rekor terpanas yakni 21,1 derajat Celcius.

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yaitu zooxanthellae. Terumbu karang juga menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan laut, hewan laut dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2019, tercatat sebanyak 1.000 titik terumbu karang tersebar di perairan Indonesia. Sekitar 31 % terumbu karang memiliki kondisi baik-sangat baik. Kemudian, dengan kondisi sedang-kurang bagus sebanyak 69 %.

Kawasan terumbu karang yang relatif baik tersebar di wilayah timur Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Sulawesi, Papua dan perairan tengah sepanjang utara serta timur Sumatra.

Di sisi lain, kondisi terumbu karang dengan kondisi rusak yaitu berada di sepanjang pesisir barat Sumatra sampai perairan selatan Indonesia.

Peneliti Senior Terumbu Karang Pusat Riset Oseanografi BRIN, Muhammad Abrar mengatakan, dengan adanya perubahan iklim ini, warna terumbu karang akan memutih.

“Jadi, salah satu yang merusak karang adalah naiknya suhu permukaan laut. Dampak atau respon karangnya itu terjadi pemutihan warna karang berubah menjadi terlihat putih,” ungkap Abrar kepada Greeners, baru-baru ini.

Peningkatan suhu ini merupakan kombinasi dari faktor perubahan iklim dengan adanya pemanasan global dan fenomena El Nino.

Tak Hanya Pemutihan Terumbu Karang 

Menurut data BRIN, selain perubahan iklim, ada faktor lain yang membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang. Penyebab lainnya yakni pemangsaan karang besar-besaran yang menyebabkan kepunahan.

Efek dari perubahan kondisi lingkungan di perairan juga dapat menyebabkan penyakit terumbu karang. Penyakit ini juga menjadi salah satu ancaman yang berbahaya.

Melansir berbagai jurnal ilmu kelautan, penyakit karang adalah gangguan kesehatan karang yang menyebabkan gangguan secara fisiologis bagi biota karang. Penyakit ini juga memicu kegagalan fungsi vital hewan karang sehingga mengurangi keanekaragaman spesies.

Smilling Coral Indonesia konsisten merehabilitasi terumbu karang di Kepulauan Seribu. Foto: IG Smilling Coral Indonesia

Ketatkan Regulasi

Perlindungan terumbu karang kini telah diperkuat melalui berbagai kebijakan dan regulasi untuk konservasi perairan, perlindungan laut terutama ekosistem terumbu karang.

“Luas konservasi juga semakin ditingkatkan targetnya mencapai 30 juta hektare di tahun 2030. Saat ini mungkin sudah mencapai 26 juta hektare dan masih terus ditingkatkan,” tutur Abrar.

Regulasi di tingkat nasional dan daerah juga telah ada, seperti pelarangan atau pemanfaatan terumbu karang sebagai bahan bangunan dan bibit panen. 

Pemerintah juga berupaya melindungi terumbu karang melalui restorasi dan rehabilitasi, untuk mengembalikan terumbu karang ke kondisi semula.

“Data terakhir ada sekitar 500 proyek restorasi yang berjalan di perairan Indonesia. Indikasi ini cukup bagus dalam upaya restorasi rehabilitasi terumbu karang,” imbuh Abrar.

Pada tahun 2020 Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) merupakan salah satu program restorasi ekosistem terumbu karang pada lima lokasi pada perairan di Provinsi Bali.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kenaikan-suhu-laut-picu-pemutihan-terumbu-karang/feed/ 0