Meat Me Halfway - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/meat-me-halfway/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 24 Oct 2021 05:12:35 +0000 id hourly 1 5 Film Dokumenter Ini Dapat Mengubah Pandanganmu Terhadap Makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-film-dokumenter-ini-dapat-mengubah-pandanganmu-terhadap-makanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-film-dokumenter-ini-dapat-mengubah-pandanganmu-terhadap-makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-film-dokumenter-ini-dapat-mengubah-pandanganmu-terhadap-makanan/#respond Sun, 24 Oct 2021 03:30:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=34059 Menikmati makanan yang lezat memang dapat memberikan kebahagiaan tersendiri. Namun di saat kita menikmati lezatnya suatu makanan, pernahkah sejenak kita berpikir mengenai bagaimana cara makanan tersebut diolah? Pernahkah kita mempertanyakan […]]]>

Menikmati makanan yang lezat memang dapat memberikan kebahagiaan tersendiri. Namun di saat kita menikmati lezatnya suatu makanan, pernahkah sejenak kita berpikir mengenai bagaimana cara makanan tersebut diolah? Pernahkah kita mempertanyakan apakah makanan yang kita konsumsi diproduksi secara beretika dan berkelanjutan?

Sebagian besar dari kita mungkin tidak mengetahui jawabannya, namun beberapa film dokumenter nampaknya dapat membantu kita untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-tertanyaan tersebut.

Film-film dokumenter yang berfokus terhadap isu pangan kini kian marak bermunculan. Beberapa film berhasil menguak bagaimana industri makanan sesungguhnya bekerja. Tak hanya itu, beberapa film bahkan berhasil mengungkap fakta bahwa dunia industri makanan sebenarnya memiliki sisi kelam yang jarang banyak orang tahu. Tidak sedikit dari film-film tersebut dapat mengubah persepsi kita terhadap suatu makanan.

Berikut adalah lima film dokumenter bertemakan isu pangan yang dapat mengubah sudut pandangmu terhadap makanan.

1. Food, Inc. (2008), Film Dokumenter yang Menguak Sisi Kelam Industri Makanan Olahan

Food, Inc. merupakan salah satu film dokumenter bertemakan isu pangan yang paling fenomenal di dunia. Disutradarai oleh Robert Kenner, film ini mengisahkan tentang kelamnya industri makanan olahan di Amerika Serikat. Dalam film tersebut, kita dapat melihat bahwa beberapa makanan olahan seperti sosis, nugget dan makanan olahan lainnya diproduksi dengan cara yang cukup “sadis”.

Beberapa produsen memproduksi makanan olahan, khususnya yang bersumber dari bahan hewani, dengan cara yang tidak beretika dan bermoral.

Selain itu, para produsen makanan tersebut juga mempekerjakan para pegawainya dengan cara yang tidak manusiawi. Pada kesimpulannya, Food, Inc. mengajarkan para penontonnya untuk selalu menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Meskipun film dokumenter ini memiliki latar lokasi di Amerika Serikat, bukan berarti bahwa hal serupa tidak terjadi di Indonesia.

2. Meat Me Halfway (2021), Film Dokumenter dengan Ajakan untuk Bijak Memilih Makanan

Meat Me Halfway merupakan sebuah film dokumenter yang mencoba untuk mengajak para penontonnya agar lebih bijak dalam memilih makanan. Film ini akan memperkenalkan kita pada fakta bahwa mengurangi konsumsi produk hewani sedikit demi sedikit dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Selain itu, film Meat Me Halfway juga mengingatkan kita bahwa seseorang tidak perlu terburu-buru menjadi vegan untuk bisa menjadi pahlawan bagi bumi.

Film Meat Me Halfway merupakan angin segar bagi mereka yang ingin mulai menyelamatkan lingkungan dengan cara mengurangi konsumsi produk hewani. Selain itu, film dokumenter ini juga mengandung pesan moral yang realistis dan tidak menghakimi. Film ini tidak sepenuhnya mendoktrin bahwa mengonsumsi produk hewani merupakan hal yang buruk maupun sebaliknya.

3. Seaspiracy (2021), Menguak Sisi Gelap Industri Perikanan

Seaspiracy merupakan film dokumenter fenomenal karya Ali Tarbizi yang berhasil menguak sisi kelam dari industri perikanan dunia. Dalam film ini, Ali berhasil mengungkap fakta bahwa sistem dalam industri perikanan rupanya penuh dengan kebusukan dan kebobrokan. Terdapat begitu banyak keburukan yang terjadi dalam industri perikanan, seperti pembunuhan lumba-lumba, perburuan hiu, serta illegal fishing. Keburukan-keburukan tersebut telah membuat Ali untuk berhenti mengonsumsi makanan laut secara total.

Film dokumenter ini cukup kontroversial karena memiliki pesan yang cukup ekstrim, stop mengonsumsi apapun yang berasal dari lautan. Hal tersebut tentu saja memancing banyak anggapan pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak ilmuwan dan kritikus film beranggapan bahwa Seaspiracy hanya menguak fakta dari satu sisi saja. Namun tidak sedikit pula yang menganggap bahwa aksi Ali di dalam film ini terlihat begitu heroik.

4. Eating Animals (2017), Mengungkap Keterkaitan Antara Peternakan dan Masalahan Lingkungan

Eating Animals merupakan film dokumenter yang mengkaji tentang evolusi peternakan menjadi proses industri seperti sekarang ini. Selain itu, film ini juga mengeksplorasi masalah lingkungan, ekonomi, serta masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh adanya industri peternakan. Pada intinya, film yang dinarasikan oleh Natalie Portman ini akan menyadarkan kita bahwa sebagian besar industri peternakan rupanya telah membawa masalah besar bagi lingkungan.

5. Honeyland (2019), Kisah yang Tidak Begitu Manis dari Manisnya Madu

Meskipun memiliki rasa yang manis, rupanya madu menyimpan beberapa kisah yang tidak begitu manis. Kisah tersebut diungkap dalam sebuah film dokumenter asal Makedonia bernama Honeyland. Film ini menceritakan proses bagaimana madu bisa diperoleh, dan juga mengisahkan tentang sulitnya hidup sebagai peternak lebah di Makedonia.

Para peternak lebah tidak mendapatkan kesejahteraan yang cukup dan kehidupan yang layak. Selain itu, film Honeyland juga mengungkap fakta bahwa perubahan iklim telah menyebabkan populasi lebah di dunia semakin merosot.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-film-dokumenter-ini-dapat-mengubah-pandanganmu-terhadap-makanan/feed/ 0
Meat Me Halfway, Lebih Bijak dalam Memilih Makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/meat-me-halfway-lebih-bijak-dalam-memilih-makanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=meat-me-halfway-lebih-bijak-dalam-memilih-makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/meat-me-halfway-lebih-bijak-dalam-memilih-makanan/#respond Wed, 08 Sep 2021 04:01:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33588 Judul: Meat Me Halfway Tahun Rilis: 2021 Genre: Dokumenter Durasi: 1 jam 20 menit Mengurangi konsumsi produk hewani memanglah memberikan banyak dampak positif pada berbagai aspek. Namun, memaksakan diri untuk […]]]>

Judul: Meat Me Halfway

Tahun Rilis: 2021

Genre: Dokumenter

Durasi: 1 jam 20 menit

Mengurangi konsumsi produk hewani memanglah memberikan banyak dampak positif pada berbagai aspek. Namun, memaksakan diri untuk sepenuhnya meninggalkan produk hewani dengan terburu-buru dan tanpa pertimbangan bukanlah keputusan yang bijak.

Sebuah film dokumenter baru berjudul Meat Me Halfway mencoba untuk mengajak para penontonnya agar lebih bijak dalam memilih makanan dan tidak terburu-buru untuk memutuskan menjadi vegan yang seutuhnya. Segala sesuatu yang besar selalu bermula dari langkah yang kecil, bukan?

Meat Me Halfway merupakan sebuah film yang mencoba untuk mengeksplorasi gagasan bahwa seseorang tidak perlu terburu-buru menjadi vegan untuk bisa menjadi pahlawan bagi Bumi. Film yang diproduksi oleh Brian Kateman dan Madelaine Petsch tersebut mengajak para penontonnya untuk mengurangi konsumsi produk hewani secara perlahan dan bertahap. Jangan sampai upaya kita untuk menyelamatkan lingkungan dan hewan justru akan berbalik “menyiksa” diri kita sendiri karena adanya rasa keterpaksaan.

“Melalui film ini, saya ingin menyuarakan bahwa mengurangi konsumsi produk hewani secara bertahap dapat menghasilkan perubahan yang besar jika dilakukan bersama-sama. Lakukanlah semampunya, jangan mencoba untuk terlalu ekstrem,” ujar Brian dalam Livekindly.

Dalam Meat Me Halfway, dijelaskan bahwa mengurangi konsumsi produk hewani sedikit demi sedikit dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan. Langkah kecil tersebut rupanya dapat mengurangi jejak karbon seseorang hingga 73 persen. Selain itu, upaya kecil tersebut juga dapat mengurangi alih fungsi lahan hijau hingga 75 persen. Dengan kata lain, sekecil apapun upaya yang kita lakukan dalam memilih makanan dapat memberikan dampak yang sangat berarti bagi lingkungan.

Meat Me Halfway Suarakan tentang Reducetarian

Dalam sepanjang film Meat Me Halfway, Brian menyuarakan tentang gerakan reducetarian. Gerakan tersebut berfokus pada pola hidup seimbang yang mengutamakan kebijakan dalam memilih makanan. Tidak seperti vegetarian dan vegan yang tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali, reducetarian memilih untuk tetap mengonsumsi produk hewani dalam jumlah yang bijaksana.

“Tujuan utama saya dalam membuat film ini yaitu untuk mengajak orang yang mengonsumsi produk hewan dalam jumlah berlebih agar dapat mengurangi jumlah konsumsi mereka. Tentu saja semakin sedikit semakin baik,” tutur Brian.

Film berdurasi 80 menit tersebut, pada intinya, berupaya untuk membantu para penonton agar mendapatkan sudut pandang yang lebih luas terhadap dunia reducetarian. Meat Me Halfway ingin mengajak para penontonnya agar tidak terlalu terbebani dengan anggapan bahwa kita harus meninggalkan produk hewani sepenuhnya demi bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Film ini merupakan angin segar bagi mereka yang ingin mulai menyelematkan lingkungan dengan cara mengurangi konsumsi produk hewani.  Ia memberikan pesan yang menyegarkan, realistis, dan juga lebih bersahabat. Film ini tidak sepenuhnya mendoktrin bahwa mengonsumsi produk hewani adalah hal yang buruk maupun sebaliknya.

Untuk menyaksikan film Meat Me Halfway, Sobat Greeners dapat mengaksesnya melalui layanan streaming film legal seperti Amazon dan iTunes.

Penulis: Anggi R. Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/meat-me-halfway-lebih-bijak-dalam-memilih-makanan/feed/ 0