muka tanah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/muka-tanah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 09 Jul 2022 06:05:17 +0000 id hourly 1 Jakarta akan Tenggelam? Batasi Penggunaan Air Tanah https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-tenggelam-batasi-penggunaan-air-tanah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jakarta-akan-tenggelam-batasi-penggunaan-air-tanah https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-tenggelam-batasi-penggunaan-air-tanah/#respond Sat, 09 Jul 2022 06:05:17 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=36680 Jakarta (Greeners) – Potensi Jakarta tenggelam, berdasarkan asumsi sejumlah pihak jangan dianggap angin lalu. Perkiraan ini harus menjadi bekal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil kebijakan tepat salah satunya pembatasan penggunaan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Potensi Jakarta tenggelam, berdasarkan asumsi sejumlah pihak jangan dianggap angin lalu. Perkiraan ini harus menjadi bekal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil kebijakan tepat salah satunya pembatasan penggunaan air tanah.

Dalam sebuah kesempatan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada 27 Juli 2021 mengingatkan, dampak perubahan iklim dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Indonesia pun harus bergegas menghadapi dampak perubahan iklim.

Ditambah lagi jika penggunaan air tanah masih masif masyarakat lakukan, penurunan tanah akan terus terjadi. Kondisi perkiraan sebuah wilayah tenggelam, tidak berlebihan. Apalagi jika penurunan tanah yang masif bertemu dengan dampak perubahan iklim seperti curah hujan ekstrem.

Kepala Balai Konservasi Air Tanah, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Taat Setiawan mengatakan, potensi ketersediaan air tanah di Jakarta sangat kecil. Apalagi di zona-zona yang mengalami kerusakan.

Adapun zona ini merupakan zona dengan penurunan muka air tanah lebih dari 80 persen dari kondisi awal.

“Karena permasalahannya ketika zona air tanah ini rusak bukan sekadar tentang air tanah, tapi juga pencemaran air dan masalah intrusi air laut,” katanya kepada Greeners, Sabtu (9/7).

Intrusi air laut merupakan naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut ke arah daratan. Kondisi ini, sambungnya dapat memicu terjadinya banjir.

Cegah Jakarta Tenggelam

Sementara itu dalam konteks geologi, terdapat aktivitas vulkanik, tektonik dan siklus geologi yang membuat rongga di bawah permukaan tanah. Kondisi ini kemudian diperparah dengan faktor antropogenik dari aktivitas manusia. Misalnya pembangunan gedung-gedung yang marak.

“Kondisi ini memicu pada bagian lapisan tanah mengalami kompaksi atau konsolidasi,” ucap lelaki yang juga anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembatasan penggunaan air tanah. Masyarakat juga ia imbau agar tak memakai air tanah secara berlebihan.

Saat ini Pemprov DKI tengah berencana melakukan pembangunan lebih banyak saluran air jaringan PAM di Jakarta. Melalui langkah ini harapannya masyarakat beralih menggunakan air PAM daripada air tanah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyatakan, akan berkoordinasi dengan badan usaha terkait untuk memastikan langkah ini. “Pemprov DKI sedang melakukan perencanaan kerja sama pemerintah dengan badan usaha daerah untuk membangun, mengoneksikan PAM,” katanya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta sedang melakukan upaya ini. Ia berharap agar masyarakat tak lagi mengeksploitasi penggunaan air tanah.

Komitmen Tekan Dampak Perubahan Iklim

Asep juga menambahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta berkomitmen kuat untuk melawan perubahan iklim. Hal ini mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021. DKI Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki rencana pembangunan rendah karbon daerah.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan kemampuan adaptasi perubahan iklim dengan memastikan tidak adanya area sangat rentan terhadap bencana perubahan iklim di tahun 2030.

Ia juga menyatakan, terdapat empat jenis ancaman kerentanan di Jakarta, yaitu potensi bencana banjir, kekeringan, suhu ekstrem dan banjir rob.

“Risiko iklim suhu ekstrem hampir seluruh kelurahan yang berada di Provinsi DKI Jakarta memiliki tingkat risiko tinggi utamanya Jakarta Selatan. Terdapat 15 kelurahan yang berada pada kategori tingkat urgensi sangat tinggi jenis bencana ekstrem basah atau potensi banjir,” paparnya.

Selain itu, terdapat 17 kelurahan rawan bencana ekstrem kering/potensi kekeringan. Lalu 5 kelurahan rawan bencana rob, serta 28 kelurahan untuk jenis bencana suhu ekstrem.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/jakarta-akan-tenggelam-batasi-penggunaan-air-tanah/feed/ 0
Walhi Khawatirkan Dampak Negatif Tambang Panas Bumi di Gunung Ijen https://www.greeners.co/berita/walhi-khawatirkan-dampak-negatif-tambang-panas-bumi-di-gunung-ijen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=walhi-khawatirkan-dampak-negatif-tambang-panas-bumi-di-gunung-ijen https://www.greeners.co/berita/walhi-khawatirkan-dampak-negatif-tambang-panas-bumi-di-gunung-ijen/#respond Thu, 08 Jan 2015 05:06:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7024 Jakarta (Greeners) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan panas bumi di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur yang dilakukan oleh PT Medco Geothermal Indonesia dapat mengancam […]]]>

Jakarta (Greeners) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan panas bumi di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur yang dilakukan oleh PT Medco Geothermal Indonesia dapat mengancam sumber air warga Ijen.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jawa Timur, Ony Mahardika, mengatakan, ancaman tersebut dapat terjadi karena kawasan Gunung Ijen merupakan wilayah hulu sungai dan sumber mata air.

Ony mengungkapkan bahwa berkurangnya ketersediaan air akibat penambangan panas bumi yang sifatnya rakus terhadap eksplorasi air tersebut biasanya ditandai dengan menurunnya permukaan tanah dalam jangka panjang. Dampak negatif penambangan panas bumi itu, lanjut Ony, sudah banyak terjadi di beberapa negara.

Ia menyontohkan seperti yang terjadi di wilayah vulkanis Taupo, Selandia Baru. Menurutnya, Wairakei Power Station yang merupakan proyek panas bumi terbesar kedua di dunia itu telah menyebabkan penurunan muka tanah hingga 14 meter dalam 50 tahun di daerah tersebut.

“Ini berbahaya mengingat sungai-sungai di Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo itu berhulu di Gunung Ijen,” jelas Ony saat dihubungi oleh Greeners melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (07/01).

Selain itu, tambahnya, Wairakei Power Station tersebut juga telah menyebabkan tercemarnya Sungai Waikato oleh arsenik (racun). Ia menjelaskan kalau udara di sekitar pertambangan tersebut juga turut tercemar oleh gas karbon dioksida (CO2) dan gas asam sulfur (H2S).

Sebagai informasi, saat ini PT Medco Geothermal Indonesia telah memperpanjang ijin eksplorasi panas bumi di Gunung Ijen hingga 2015. PT Medco sendiri telah memperoleh kuasa eksplorasi seluas 62.620 hektare di kawasan Gunung Ijen sejak 2011.

Potensi panas bumi di Gunung Ijen juga diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 270 megawatt yang nantinya akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara. Proyek senilai US$ 400 itu juta akan memiliki kapasitas 2 x 55 megawatt dengan harga jual listrik sesuai kontrak sebesar US$ 8,58 sen per kilowatt hour (kWh).

Sedangkan untuk potensi geothermal di wilayah Jawa Timur terpantau memiliki potensi di 11 titik. Panas bumi tersebut berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Potensi panas bumi di Jawa Timur secara keseluruhan diperkirakan mampu menghasilkan energi sebesar 1.206 megawatt listrik.

Beberapa titik potensi panas bumi di Jawa Timur tersebar di Gunung Welirang, Gunung Wilis, Gunung Ijen, Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan sejumlah gunung lain di Jawa Timur.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/walhi-khawatirkan-dampak-negatif-tambang-panas-bumi-di-gunung-ijen/feed/ 0