parasit - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/parasit/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 09 Nov 2022 03:36:20 +0000 id hourly 1 Kutu Kasur, Serangga Pengganggu yang Hidup di Kamar https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-kasur-serangga-pengganggu-yang-hidup-di-kamar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kutu-kasur-serangga-pengganggu-yang-hidup-di-kamar https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-kasur-serangga-pengganggu-yang-hidup-di-kamar/#respond Wed, 09 Nov 2022 03:36:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=37911 Kutu kasur, kutu busuk, kepinding atau tumila, apapun sebutan Anda untuk hewan ini, eksistensinya jelas tidak diharapkan. Gigitannya dapat mengakibatkan gatal dan ruam-ruam. Dalam beberapa kasus, efek gigitan tersebut bahkan […]]]>

Kutu kasur, kutu busuk, kepinding atau tumila, apapun sebutan Anda untuk hewan ini, eksistensinya jelas tidak diharapkan. Gigitannya dapat mengakibatkan gatal dan ruam-ruam. Dalam beberapa kasus, efek gigitan tersebut bahkan dapat memicu terjadinya alergi.

Kepinding ialah jenis serangga parasit yang tergabung dalam keluarga Cimicidae. Hewan ini memiliki nama ilmiah Cimex lectularius, sehingga spesiesnya dapat dipastikan berasal dari genus Cimex.

Secara klasifikasi, kepinding sejatinya masih berkerabat dengan kutu daun, tonggeret, anggang-anggang, sampai walang sangit. Semuanya tergolong dalam ordo yang sama, yaitu Hemiptera (keluarga kepik).

Meski begitu, spesies C. lextularius memiliki habitat dan pola hidup yang berbeda. Mereka jamak dijumpai di dalam kamar, bersembunyi di balik kasur dan mengincar darah manusia untuk berkembang biak.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Kutu Kasur

Kutu kasur atau bed bug bisa kita tandai dari tubuhnya yang berbentuk oval dan pipih, serta berwarna kecokelatan. Namun setelah menghisap darah, tubuh hewan itu tampak membulat dan berwarna kemerahan.

Tubuhnya tertutupi oleh rambut-rambut yang sangat tipis dan pendek, dengan panjang tubuh 5–7 mm. Pada bagian abdomen atau perutnya, terdapat sekitar sembilan segmen dengan batas yang cukup jelas.

Dibanding spesies Cimicidae lainnya, bed bug pun dapat kita identifikasi dari aromanya yang kurang sedap. Mereka memiliki alat hisap darah dengan nama proboscis, yang dapat menjulur untuk menusuk kulit.

Perlu diketahui, tumila dapat bertahan hidup selama 10 bulan. Mereka berbiak dengan sangat pecat, sebab sang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 200 butir atau sekitar 3–4 telur per harinya.

Hanya butuh waktu 5 bulan untuk kutu busuk menjadi individu dewasa. Mereka memerlukan darah untuk tumbuh dan berkembang biak, serta dapat mendeteksi kehadiran manusia melalui sensor panas tubuh.

Habitat dan Karaktersitik Kutu Busuk

Jangan salah, lingkungan yang kotor tak selalu menjadi tanda kehadiran kutu kasur. Mereka dapat hidup dan berkembang biak di nyaris segala lingkungan, baik tempat yang kotor maupun bersih.

Spesies kutu ini cenderung berada di tempat umum yang biasa dihuni bergantian seperti hotel, rumah sakit, asrama hingga kursi bus. Mereka bahkan bisa berpindah dengan cepat, seperti melalui pakaian manusia.

Berbeda dengan kutu rambut, kutu busuk tidak selamanya tinggal pada tubuh manusia. Mereka hanya menempel pada kulit selama 4‒12 menit untuk menghisap darah, lalu kembali ke tempat persembunyiannya.

Efek dan Dampak Gigitan Kutu Kasur

Orang-orang yang tergigit kutu ini biasanya mengalami gejala beragam. Walau secara umum tidak menimbulkan masalah besar, tetapi berikut beberapa efek gigitan kutu kasur yang penting untuk diantisipasi:

  • Gatal-gatal;
  • Kulit kemerahan dengan bintik merah gelap;
  • Berpola garis kasar atau dalam kelompok; dan
  • Terletak di wajah, leher, serta lengan.

Seperti yang telah disebutkan, pada beberapa kasus gigitan hewan ini juga memicu reaksi alergi. Skala alerginya ringan hingga berat, sehingga diperlukan penanganan medis untuk menyembuhkannya, seperti:

  • Rasa gatal dan ruam kulit;
  • Detak jantung tak beraturan dan keras;
  • Tekanan darah menurun tiba-tiba;
  • Dada sesak dan sulit bernapas;
  • Kulit bentol hingga melepuh;
  • Infeksi saat bentol digaruk; serta
  • Demam dan anemia.

Cara Membasmi dan Mencegah Kutu Kasur

Selain pembasmian, cara pencegahan pertumbuhan kutu kasur sangat penting dilakukan. Ini agar kutu tersebut tidak berkembang biak secara masif, sehingga mengganggu aktivitas para penghuni rumah.

  • Cuci sprei secara teratur dengan air hangat, lalu jemur kasur dan sprei tersebut di bawah sinar matahari langsung
  • Gunakan insektisida semprot khusus untuk memberantas kutu kasur, tetapi jangan lupa perhatikan petunjuk penggunaannya
  • Jangan menyemprotkan terlalu banyak insektisida karena justru akan membuat kutu kebal terhadap kandungannya
  • Sikat kasur secara rutin, kemudian gunakan vacuum cleaner untuk membersihkan kutu kasur
  • Buang sampah dari vacuum cleaner di dalam wadah tertutup
  • Ganti kasur jika keadaannya sudah tidak layak, tetapi hindari membeli kasur bekas
  • Bersihkan kasur dan kamar secara teratur, terutama di area bawah tempat tidur
  • Hubungi petugas pengendalian hama sebagai cara membasmi kutu busuk dengan lebih menyeluruh.

Taksonomi Spesies Cimex Lectularius

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-kasur-serangga-pengganggu-yang-hidup-di-kamar/feed/ 0
Malassezia Furfur, Jamur Patogen Penyebab Ketombe Rambut https://www.greeners.co/flora-fauna/malassezia-furfur-jamur-patogen-penyebab-ketombe-rambut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=malassezia-furfur-jamur-patogen-penyebab-ketombe-rambut https://www.greeners.co/flora-fauna/malassezia-furfur-jamur-patogen-penyebab-ketombe-rambut/#respond Tue, 05 Jul 2022 03:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36627 Masalah rambut berketombe dapat terjadi pada siapa saja, baik wanita maupun pria. Bukan cuma salah memilih sampo, masalah ini dapat terjadi akibat serangan jamur patogen. Sudah tahu jenis jamur yang […]]]>

Masalah rambut berketombe dapat terjadi pada siapa saja, baik wanita maupun pria. Bukan cuma salah memilih sampo, masalah ini dapat terjadi akibat serangan jamur patogen. Sudah tahu jenis jamur yang dapat menyebabkan ketombe? Inilah Malassezia furfur.

Jamur Malassezia furfur sebelumnya dikenal sebagai Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum ovale, dan Pityrosporum furfur. Ini adalah spesies lipofilik yang mempunyai bentuk dimorfik.

Secara taksonomi, fungi Malassezia sendiri tergabung dalam divisi Basidiomycota dan famili Malasseziaceae. Namanya diambil dari seorang dokter asal Prancis, Louis-Charles Malassez.

Tidak cuma ketombe, jamur itu juga disebut-sebut bertanggung jawab atas munculnya panu dan dermatitis seboroik. Ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu aktivitas.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Malassezia Furfur

Malassezia merupakan salah satu kelompok jamur yang hidup di kulit kepala sebagai normal flora. Untuk mengetahui ciri-ciri jamur ini, Anda dapat mengidentifikasinya melalui dua cara;

– Karakteristik mikroskopik

Secara mikroskopik, dimensi fungi Malassezia furfur diperkirakan mencapai 1,5-5,0 x 2,5-8,0 mikrometer. Ukuran sel reproduksinya 5 mikrometer, dengan sel-sel yang berbentuk kapsul.

Terkadang, bentuk sel-sel tersebut mirip seperti pin boling. Masing-masingnya menghasilkan satu fialokonidia tunggal, selanjutnya diikuti oleh tunas berturut-turut di tempat yang sama.

– Karakteristik makroskopik

Koloni Malassezia furfur tumbuh lambat, muncul pada suhu 35-37 derajat Celsius. Koloninya ini mulanya berwarna putih atau putih kekuningan, lalu menjadi kusam dan berwarna krem.

Bentuk koloni fungi ini mirip seperti koloni bakteri, permukaannya halus atau agak berkerut. Sedangkan hifa sangat jarang muncul, kalaupun ada ukurannya sekitar 2-3 mikrometer saja.

Penyebab dan Faktor Pertumbuhan Malassezia Furfur

Dalam jumlah normal, jamur Malassezia furfur tidak akan menimbulkan gejala apapun pada kulit kepala. Ini dapat menimbulkan risiko apabila jumlah serta pertumbuhannya meningkat.

Kondisi udara panas dan lembap dapat mempercepat pertumbuhan fungi. Sedangkan faktor pemicu lain dapat disebabkan oleh kebiasaan jarang mencuci rambut serta hipersensitivitas.

Hipersensitivitas ini merujuk pada komposisi sampo, yang mungkin tidak cocok dengan kulit kepala kita. Hal tersebut akhirnya memicu peradangan serta pertumbuhan fungi Malassezia.

Perlu diingat, kelompok fungi ini termasuk sebagai patogen oportunistik. Mereka tidak cuma memicu penyakit kulit, tetapi menyerang seseorang dengan sistem kekebalan tubuh rendah.

Karena itu, orang-orang dengan penyakit tertentu (seperti Parkinson dan HIV) biasanya lebih rentan terserang. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu komplikasi penyakit yang lebih serius.

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Malassezia Furfur

Pertumbuhan jamur Malassezia furfur umumnya dapat dikendalikan dengan mudah. Selain menghindari faktor penyebab, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kita lakukan.

  • Kelola stres; tingkat stres tinggi dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh, sehingga memperburuk kondisi kulit tertentu seperti dermatitis seboroik, eksim dan psoriasis.
  • Perbaiki pola makan; biasakan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti menu-menu yang kaya akan asam lemak omega-3, seng, vitamin B dan probiotik.
  • Batasi produk rambut berbahan kimia; terutama produk-produk yang dapat mengiritasi kulit atau meninggalkan minyak.
  • Hindari mandi dengan air panas; sebaiknya gunakan air hangat atau dingin saat mencuci rambut dan badan.

Selama tidak terjadi komplikasi, langkah pengobatan medis pada dasarnya tidak dibutuhkan. Namun jika mengalami gejala-gejala berikut ini, maka segera periksakan diri Anda ke dokter.

  • Kulit kepala terasa gatal
  • Terdapat sisik berminyak atau kering pada kulit
  • Dalam kasus yang lenbih parah, muncul benjolan bersisik kekuningan hingga kemerahan di sepanjang garis rambut.

Taksonomi Spesies Jamur Malassezia Furfur

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/malassezia-furfur-jamur-patogen-penyebab-ketombe-rambut/feed/ 0
Pohon Quandong, Tumbuhan Parasit dengan Buah Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-quandong-tumbuhan-parasit-dengan-buah-berkhasiat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-quandong-tumbuhan-parasit-dengan-buah-berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-quandong-tumbuhan-parasit-dengan-buah-berkhasiat/#respond Mon, 27 Jun 2022 03:31:52 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=36557 Tumbuhan yang satu ini cukup populer di Australia. Populasinya ditemukan di daerah gurun, namun daunnya tampak selalu hijau dengan buah berwarna merah. Inilah pohon quandong, salah satu flora identitas Negeri […]]]>

Tumbuhan yang satu ini cukup populer di Australia. Populasinya ditemukan di daerah gurun, namun daunnya tampak selalu hijau dengan buah berwarna merah. Inilah pohon quandong, salah satu flora identitas Negeri Kanguru yang kaya manfaat.

Quandong memiliki nama ilmiah Santalum acuminatum. Spesiesnya pakar gabungkan dalam keluarga Santalaceae, sehingga masih berada pada satu rumpun dengan kelompok cendana.

Pohon cendana sendiri memiliki sifat parasit (hemiparasit) di awal kehidupannya. Tumbuhan ini menyerap air dan nutrisi anorganik dari akar tanaman lain untuk dapat berkembang biak.

Nyatanya, sifat tersebut juga dimiliki oleh kelompok quandong. Mereka “merampok” nutrisi penting dari tanaman sekitar karena akarnya tidak mampu mendukung pertumbuhan benih.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Quandong

Bentuk pohon quandong tampak seperti semak tinggi atau pohon kecil. Tinggi tumbuhan ini hanya berkisar 4–6 meter saja, dengan lebar mencapai 2–4 meter atau sekitar 6,6–13,1 kaki.

Kulit kayunya terlihat kasar berwarna abu-abu gelap. Bentuk daun umumnya ramping hingga bulat telur meruncing, serta berwarna hijau kekuningan pucat atau tampak seperti abu-abu.

Daun-daun ini tumbuh pada permukaan batang yang pendek, ukurannya berkisar 5–10 mm. Sedangkan ukuran daun sendiri mencapai 45 – 115 mm; tersusun berpasangan pada cabang.

Di bagian dalam tanaman terdapat bunga bercorak cokelat kekuningan, sedangkan di bagian luar bercorak hijau atau krem. Ukurannya sendiri 2–3 mm serta memiliki aroma yang harum.

Buah quandong yang terkenal akan panen setelah empat tahun ditanam. Bagian ini memiliki diameter 20–40 mm, bercorak hijau hingga merah dan di dalamnya tersimpan sejumlah biji.

Habitat dan Distribusi Pohon Quandong

Habitat pohon quandong terbilang cukup luas, mulai dari area sungai, granit, bukit berpasir, hingga dataran kerikil. Ini toleran terhadap kekeringan, suhu tinggi, serta tanah miskin hara.

Sebagai hemiparasit, bibit quandong dapat berkembang biak di bawah naungan inang. Flora ini tumbuh bercampur dengan tanaman lain, namun tidak merusak organisme di sekitarnya.

Secara umum, populasi S. acuminatum menyebar pada bagian selatan dan tengah Australia. Mereka mempunyai sifat endemik, sehingga tidak cocok bila diperjualbelikan ke negara lain.

Di Australia, tumbuhan berordo Santalales itu dibudidayakan secara luas. Inang yang dipakai ialah Melia azedarach atau pohon cedar putih, yang bisa “menularkan” senyawa insektisida.

Senyawa ini memang penting bagi pertumbuhan quandong. Mereka sangat rentan terhadap penyakit dan hama, jadi diperlukan senyawa khusus yang bisa meningkatkan daya tahannya.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Quandong

Pohon quandong berguna untuk beragam keperluan mulai dari kuliner, obat hingga industri. Buahnya bahkan menjadi komoditas utama bagi petani lokal, khususnya di selatan Australia.

Melansir berbagai sumber, buah quandong mempunyai rasa manis, gurih serta sedikit asam. Tekstur dagingnya mirip buah persik, sehingga beberapa orang menjulukinya “persik gurun.”

Dari kandungannya, buah satu ini tergolong kaya vitamin C serta memiliki antioksidan tinggi. Inti bijinya mengandung minyak kompleks, sedangkan ekstrak kayu diolah sebagai obat luka.

Tidak cuma itu, kayunya ini juga dapat kita manfaatkan sebagai kayu bakar. Bahkan dengan karakteristiknya yang keras, kayu quandong berguna untuk pembuatan furnitur dan kabinet.

Daya tahan furnitur dari kayu quandong tidak perlu diragukan lagi. Meskipun tidak memiliki sifat aromatik seperti cendawa lainnya, material ini terbilang cukup kokoh dan tahan rayap.

Taksonomi Santalum Acuminatum

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-quandong-tumbuhan-parasit-dengan-buah-berkhasiat/feed/ 0
Kutu Rambut, Parasit yang Hidup di Kulit Kepala Manusia https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-rambut-parasit-yang-hidup-di-kulit-kepala-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kutu-rambut-parasit-yang-hidup-di-kulit-kepala-manusia https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-rambut-parasit-yang-hidup-di-kulit-kepala-manusia/#respond Wed, 02 Feb 2022 03:11:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=35165 Pediculosis capitis adalah istilah medis untuk penyakit kutu rambut. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang hidup di kulit kepala manusia, yang notabene-nya dapat menimbulkan rasa gatal serta memicu terjadinya infeksi […]]]>

Pediculosis capitis adalah istilah medis untuk penyakit kutu rambut. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang hidup di kulit kepala manusia, yang notabene-nya dapat menimbulkan rasa gatal serta memicu terjadinya infeksi bakteri.

Pediculus humanus capitis merupakan biang kerok dari penyakit kutu rambut. Parasit atau kutu ini hidup di kulit kepala manusia, kemudian bertahan hidup dengan menghisap darah.

Selain bisa berbiak dengan cepat, telur kutu rambut juga dapat menyebar secara langsung atau melalui perantara, seperti pengunaan sisir bersama-sama, topi, bantal, serta handuk.

Penyakit pediculosis capitis memang tidak berbahaya, namun dapat mengganggu aktivitas. Ini juga bisa memicu terjadinya kulit kepala terluka, akibat sensasi gatal yang ditimbulkan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kutu Rambut

Bentuk telur kutu sangat mirip dengan biji wijen, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Telur kutur ini menempel pada pangkal rambut manusia, lalu menetas dalam waktu 8 hari.

Untuk mencapai usia dewasa, kutu rambut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hari. Ia bisa kita tandai dari badannya yang panjang dan pipih, serta berwarna putih keabu-abuan.

Terdapat sembilan ruas abdomen pada tubuh kutu tersebut. Kepalanya berbentuk seperti telur, dengan mata yang terletak secara lateral dan alat penusuk yang dapat memanjang.

Di bagian kepala atasnya juga tersedia antena dengan lima ruas. Keenam kakinya memiliki lima ruas serta satu capit berukuran sama, yang berfungsi mencengkram rambut manusia.

Kutu rambut jantan berbiak sekitar 2 mm, sedangkan betina 3 mm. Mereka memiliki alat kelamin berbentuk ‘V’, dengan lubang di bagian tengah dorsal abdomen terakhir betina.

Perilaku dan Pola Hidup Kutu Rambut

Pediculus humanus capitis mengalami siklus hidup yang tidak sempurna, mulai dari telur, nimfa, lalu menjadi dewasa. Proses ini setidaknya memakan waktu kurang lebih 18 hari.

Setengah menjadi dewasa, masa hidup kutu rambut rata-rata berkisar 27 hari. Namun jika berada di luar habitat, maka durasi hidup parasit tersebut hanya mencapai 1-2 hari saja.

Telurnya dapat bertahan sekitar satu minggu di luar rambut atau kulit kepala manusia. Karena itu, telur-telur ini ahli sinyalir lebih mudah menyebar dibanding individu dewasa.

Telur Pediculus humanus capitis memiliki cairan perekat yang bisa membuatnya menempel pada rambut. Mereka bahkan lebih mudah berbiak, jika keadaan rambut senantiasa lembap.

Apabila terserang kutu rambut, gejala yang ditimbul adalah rasa gatal di kulit kepala, leher, hingga telinga. Rasa gatal ini timbul akibat reaksi kulit terhadap tinja atau air liur kutu.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut

Cara menghilangkan kutu rambut sebenarnya cukup umum, salah satunya menggunakan sisir serit. Agar lebih efektif, aplikasikan sisir tersebut saat kondisi rambut sedang basah.

Penggunaan sisir serit dilakukan tiap 3-4 hari selama 2 minggu. Cara ini bisa dikombinasikan dengan penggunaan sampo pembasmi kutu, yang mengandung permethrin.

Penggunaan sampo ini bisa awam lakukan secara mandiri di rumah. Langkah-langkahnya pun cukup mudah, berikut Greeners rangkum untuk Anda:

  1. Lepas pakaian sebelum menggunakan sampo anti kutu;
  2. Hindari penggunaan kondisioner sebelum memakai sampo kutu rambut;
  3. Gunakan sampo anti kutu rambut sesuai petunjuk pada kemasan;
  4. Gunakan sampo ke seluruh kulit kepala dan rambut saat kondisi setengah kering;
  5. Jika memiliki rambut panjang, gunakan dua botol sampo kutu rambut bila perlu;
  6. Bilas rambut setelah 10 menit;
  7. Jangan keramas sampai 2 hari setelahnya;
  8. Gunakan sisir serit untuk membuang kutu-kutu yang telah mati;
  9. Bila masih gatal, ulang penggunaan sampo 7-10 hari setelah pengobatan awal.

Perlu Anda ingat, sampo anti kutu tidak dirancang untuk membunuh telur kutu tersebut. Karena itu, proses ini sebaiknya dibarengi dengan penggunaan sisir serit secara teratur.

Taksonomi Pediculus Humanus Capitis

Penulis : Yuhan al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kutu-rambut-parasit-yang-hidup-di-kulit-kepala-manusia/feed/ 0
Tungau, Parasit Penghuni Lingkungan Kotor https://www.greeners.co/flora-fauna/tungau-parasit-penghuni-lingkungan-kotor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tungau-parasit-penghuni-lingkungan-kotor https://www.greeners.co/flora-fauna/tungau-parasit-penghuni-lingkungan-kotor/#respond Sat, 13 Jun 2020 02:00:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=27509 Skabies yang disebabkan oleh tungau mudah menyebar secara langsung melalui sentuhan dengan penderita maupun secara tak langsung.]]>

Menjaga kebersihan sangat penting bila kita ingin terhindar dari berbagai penyakit. Jika perilaku hidup bersih dan sehat kurang terjaga, akan berpotensi terserang salah kulit. Salah satu penyakit kulit diakibatkan oleh tungau atau disebut Skabies. Kondisi tersebut menyebabkan rasa gatal pada kulit manusia seperti di sela-sela jari, siku, maupun selangkangan. Skabies termasuk zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan dan dapat mengenai semua golongan di seluruh dunia.

Tungau (mite) atau penamaan ilmiahnya disebut Sarcoptes scabiei termasuk dalam kelas Arachnida. Tungau berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop (bersifat mikroskopis). Secara morfologi, parasit ini berbentuk oval dan gepeng, berwarna putih kotor, transulen dengan bagian punggung lebih lonjong dibandingkan perut dan tidak berwarna.

Baca juga: Walet Linchi Menghasilkan Sarang yang Bernilai Tinggi

Parasit betina berukuran 300-350 mikron, sedangkan jantan berukuran 150-200 mikron. Stadium dewasa mempunyai 4 pasang kaki, 2 pasang merupakan kaki depan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki belakang (Aisyah, 2005).

Siklus hidup tungau dimulai setelah melakukan kopulasi (perkawinan) di atas kulit. Setelah kopulasi biasanya yang jantan akan mati, tetapi kadang masih dapat hidup dalam beberapa hari. Telur tungau akan menetas menjadi larva dalam waktu 3-5 hari dan mempunyai 3 pasang kaki. Seluruh siklus hidup dari telur sampai dewasa memerlukan waktu antara 8–12 hari (Handoko, 2007).

Scabies

Penyakit scabies yang disebabkan oleh tungau. Foto: shutterstock.com

Penyebab penyakit skabies sudah dikenal lebih dari 100 tahun lalu sebagai akibat investasi tungau. Penyakit ini disebut juga the itch, seven year itch, Norwegian itch, gudikan, gudig, gatal agogo, budukan, dan penyakit ampera (Harahap, 2000). Penyakit ini juga mudah menular dari manusia ke manusia, dari hewan ke manusia, dan sebaliknya.

Baca juga: Marmut, Hewan Pengerat yang Suka Berkelompok

Meski penyakit kulit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda, tetapi dapat juga mengenai semua umur. Skabies mudah menyebar secara langsung melalui sentuhan dengan penderita. Secara tak langsung, penyebarannya dari baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita dan belum dibersihkan serta masih terdapat tungau.

Beberapa faktor yang dapat membantu penyebaran skabies antara lain sanitasi yang buruk, kondisi ruangan terlalu lembap dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Jangan lupa untuk tetap rajin menjaga kebersihan agar terhindar dari tungau.

Taksonomi Tungau

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tungau-parasit-penghuni-lingkungan-kotor/feed/ 0
Tarik 22 Juta Kaleng Makarel Impor, BPOM Akan Terus Lakukan Inspeksi https://www.greeners.co/berita/tarik-22-juta-kaleng-makarel-impor-bpom-akan-terus-lakukan-inspeksi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tarik-22-juta-kaleng-makarel-impor-bpom-akan-terus-lakukan-inspeksi https://www.greeners.co/berita/tarik-22-juta-kaleng-makarel-impor-bpom-akan-terus-lakukan-inspeksi/#respond Sat, 07 Apr 2018 05:42:54 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20340 Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, BPOM bersama KKP, Kemenperin serta lembaga dan pelaku usaha bersinergi melakukan audit untuk menjamin standar mutu dan keamanan produk ikan makarel dalam kaleng.]]>

Jakarta (Greeners) – Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perindustrian serta lembaga dan pelaku usaha bersinergi melakukan audit untuk menjamin standar mutu dan keamanan produk ikan makarel dalam kaleng. Hasilnya, BPOM menarik 22 juta kaleng ikan makarel produksi impor.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, berdasarkan hasil audit komprehensif diketahui bahwa parasit cacing merupakan cacing laut jenis Anisakis, bukan cacing pita, dan berasal dari bahan baku ikan makarel impor. Untuk jenis ikan yang lain dipastikan aman dan dapat dikonsumsi. Hal ini telah diverifikasi dalam joint inspection yang dilakukan bersama KKP serta Kementerian Perindustrian dan inspeksi tersebut akan terus dilakukan sampai dinyatakan selesai dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Semua produk di luar dari bets atau kode produksi pada ikan makarel yang sudah kami sampaikan sebelumnya, aman dan dapat dikonsumsi karena sudah ada proses penarikan yang dilakukan oleh pelaku usaha yang berkoordinasi dengan BPOM. Saat ini produk impor yang berhasil ditarik ada 22 juta kaleng dan sudah terkendali di bawah BPOM,” ujar Penny saat konferensi pers terkait Perkembangan Temuan Parasit Cacing Pada Produk Ikan Makarel Kaleng, Jakarta, Jumat (06/04/2018).

BACA JUGA: Cacing dalam Produk Ikan Makarel Kaleng, Ini Penjelasan KKP dan LIPI

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo menjelaskan, ikan makarel adalah ikan kecil yang bergerak di kelompok muka air laut yang berada pada kawasan sub tropis, bukan pada kawasan tropis. Ikan Makarel ini berenang di permukaan laut dalam jumlah besar atau berkelompok.

“Menariknya fenomena ditemukannya cacing ini hanya pada satu spesies, yaitu ikan makarel, kemudian kandungan cacing Anisakis-nya cukup banyak. Tentu ini pasti terjadi di keadaan yang luar biasa di satu wilayah perairan tertentu dan pada waktu tertentu. Kami akan terus memantau fenomena seperti ini apakah sudah ada sejak dulu atau 10 tahun yang lalu, akan kami pelajari lebih lanjut dan monitor terus,” kata Nilanto.

BACA JUGA: Inpres Nomor 3 Tahun 2017 Dorong BPOM Meningkatkan Pengawasan

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, mengatakan pengawasan dari sisi hulu untuk masalah ikan yang diimpor dari laut tertentu harus diantisipasi oleh KKP. Menurut Tulus, seharusnya fenomena alam periodik ini bisa diantisipasi sehingga tidak terjadi cemaran cacing laut. Dari sisi hilir, BPOM harus terus melakukan pengawasan post market control di pasar sehingga konsumen atau masyarakat ada jaminan terhadap produk yang aman dan siap konsumsi baik makanan, minuman ataupun obat-obatan.

Terkait hal ini, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, jaminan bagi produsen dalam negeri tentunya yang diproduksi sesuai dengan SOP manajemen mutu dan keamanan pangan yang sudah ditetapkan seperti Good Manucfacturing Practice (GMP), Standar Nasional Indonesia (SNI) dan juga sertifikat halal dari MUI.

“Jika ketiga hal tersebut sudah terpenuhi atau komplet standar produksinya, keamanan pangan bisa dijamin. Tentu saja harus dilakukan juga pengawasan oleh BPOM dan pembinaan industri dari Kementerian Perindustrian serta KKP,” kata Panggah.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tarik-22-juta-kaleng-makarel-impor-bpom-akan-terus-lakukan-inspeksi/feed/ 0
Cacing dalam Produk Ikan Makarel Kaleng, Ini Penjelasan KKP dan LIPI https://www.greeners.co/berita/cacing-dalam-produk-ikan-makarel-kaleng-ini-penjelasan-kkp-dan-lipi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cacing-dalam-produk-ikan-makarel-kaleng-ini-penjelasan-kkp-dan-lipi https://www.greeners.co/berita/cacing-dalam-produk-ikan-makarel-kaleng-ini-penjelasan-kkp-dan-lipi/#respond Fri, 30 Mar 2018 05:09:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20296 Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis penjelasan terkait temuan cacing pada produk ikan makarel kemasan kaleng pada 22 Maret 2018 lalu, KKP dan LIPI pun punya penjelasan terkait masalah ini.]]>

Jakarta (Greeners) – Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis penjelasan terkait temuan cacing pada produk ikan makarel kemasan kaleng pada 22 Maret 2018 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Biotek turut memberikan penjelasan terkait masalah ini. Menurut Hari Eko Irianto, Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Biotek, penyebab adanya cacing dalam ikan makarel kemasan kaleng dikarenakan penggunaan bahan baku yang tidak teruji dengan baik dan pengelolaan makanan yang tidak steril.

“Penyebabnya yang jelas bukan karena kedaluwarsa tetapi bahan bakunya yang tidak teruji dengan baik saat proses produksi oleh perusahaan terkait, karena kami pernah meneliti 136 jenis ikan di laut kemudian ditemukan 32 ikan yang diperutnya ditemukan cacing,” kata Hari kepada Greeners melalui telepon, Jumat (30/03/2018).

BACA JUGA: Penangkapan Berlebihan Ancam Populasi Hiu dan Pari di Indonesia

Hari menjelaskan bahwa cacing dalam ikan makarel kemasan kaleng jika dipanaskan di hingga 80 derajat Celcius akan mati sehingga tidak berbahaya, hanya saja melanggar estetika makanan. Menurut Hari seharusnya produsen makanan ikan makarel dalam kemasan harus lebih steril dalam membersihkan ikan.

Beredarnya pemberitaan tentang cacing yang ditemukan dalam ikan makarel kemasan kaleng juga membuat KKP turut meneliti produk ini. Hasilnya, ditemukan satu sampel yang mengandung cacing. “Kami meneliti 50 sampel dari 7 merk dan hanya 1 sampel yang positif mengandung cacing. Ukurannya pun kecil, tidak bisa dilihat secara langsung harus dilihat melalui mikroskop,” kata Hari.

BACA JUGA: Inpres Nomor 3 Tahun 2017 Dorong BPOM Meningkatkan Pengawasan

Dihubungi secara terpisah, Peneliti Pencemaran Laut dan Bioremediasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Reza Cardova, menerangkan bahwa ditemukannya cacing dalam perut ikan merupakan hal biasa karena memang ada ikan yang memakan cacing.

“Kemungkinan terbesar ditemukannya cacing dalam ikan makarel dalam kemasan ialah pertama, ikan memakan cacing, lalu cacing tersebut punya telur di dalam tubuhnya dan menetas. Kedua, produsen tidak melakukan sterilisasi atau tidak bersih kemudian ada kontaminasi yang masuk ke dalam kemasan,” kata Reza.

ikan makarel

Sumber: www.pom.go.id

Dalam situs resmi BPOM, www.pom.go.id, dijelaskan sampai dengan tanggal 28 Maret 2018 BPOM telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek. Hasil pengujian menunjukkan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri. Dominasi produk yang mengandung parasit cacing adalah produk impor. Diketahui bahwa produk dalam negeri bahan bakunya juga berasal dari impor.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, pelaku usaha yang sebelum diindikasi produknya mengandung cacing, saat ini sudah melakukan penarikan terhadap produk-produk ikan makarel dalam saus tomat kemasan kaleng ukuran 425 gr, yaitu merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356, merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020, dan merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

“Berdasarkan temuan tersebut, BPOM RI telah memerintahkan kepada importir dan produsen untuk menarik produk dengan bets terdampak dari peredaran dan melakukan pemusnahan. Selain itu, untuk sementara waktu 16 (enam belas) merek produk impor tersebut di atas dilarang untuk dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia dan 11 (sebelas) merek produk dalam negeri proses produksinya dihentikan sampai audit komprehensif selesai dilakukan,” ujar Penny.

Ia juga mengimbau agar masyarakat lebih cermat dan hati-hati dalam membeli produk pangan. “Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” pungkasnya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/cacing-dalam-produk-ikan-makarel-kaleng-ini-penjelasan-kkp-dan-lipi/feed/ 0