tolak plastik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tolak-plastik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 01 Aug 2023 12:06:19 +0000 id hourly 1 Susi Pudjiastuti : Kasihan Nelayan Dapatnya Sampah Plastik https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/#respond Mon, 31 Jul 2023 05:24:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=41007 Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik 2023 kembali digelar menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga turut mengampanyekan penolakan plastik sekali pakai di Car […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik 2023 kembali digelar menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga turut mengampanyekan penolakan plastik sekali pakai di Car Free Day (CFD) kawasan Bundaran HI, Minggu (30/7).

Aksi Pawai Bebas Plastik merupakan kegiatan tahunan rutin yang diinisiasikan sejumlah organisasi lingkungan. Tujuannya untuk mengampanyekan tolak plastik sekali pakai. Masyarakat sipil, organisasi, hingga public figure ikut terlibat di dalamnya.

Tahun 2019 Susi juga turut ikut menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Kemudian tahun ini, dirinya kembali memimpin kampanye tersebut sambil mengangkat poster di barisan terdepan.

Sembari jalan dari kawasan Sudirman hingga Bundaran HI, Susi pun berteriak lantang “Buang sampah di laut, tenggelamkan, tolak plastik sekali pakai!”. Kemudian di penghujung aksi Susi menyampaikan bahwa plastik bisa mengancam laut dan nelayan.

“Kalau plastik ke laut yang kasihan siapa? Nelayan ketika dapetnya plastik. Sekarang semua bareng tolak plastik sekali pakai,” ungkap susi dalam kegiatan Pawai Bebas Plastik 2023, di Kawasan Bundaran HI, Minggu, (30/7).

Khawatir sampah plastik kepung laut, Susi juga mengajak masyarakat segara kurangi pemakaian plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya hindari sedotan plastik sekali pakai dan biasakan membawa tumbler. Sebab, jika tidak memulai hal tersebut, sampah dari kota akan mengalir ke sungai dan bermuara ke laut hingga berdampak pada nelayan.

Susi juga menegaskan, pemerintah perlu menegakkan peraturan untuk membatasi plastik sekali pakai. Kemudian, mendorong produsen untuk mengurangi kemasan plastik dengan membangun ekosistem isi dan guna ulang.

Tiga Tuntutan Pawai Bebas Plastik 2023

Sementara itu, peserta Pawai Bebas Plastik 2023 menyampaikan tiga tuntutan untuk mewujudkan masa depan bebas plastik.

Pertama, meminta pemerintah melarang penggunaan plastik sekali pakai. Kedua, memperbaiki sistem tata kelola sampah. Lalu ketiga, mendorong produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab terhadap sampah pascakonsumsi.

Ratusan orang dan puluhan komunitas ikut turut serta menyuarakan tuntutan tersebut dengan long march dari kawasan Bendungan Hilir hingga Bundaran HI. Para peserta dengan berbagai kalangan umur ini sampaikan aspirasinya melalui poster yang beragam.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengungkapkan bahwa pawai ini bertujuan untuk mengajak pemerintah lebih ambisius. Para pelaku usaha juga perlu terbuka dalam melakukan cara menghilangkan plastik sekali pakai.

“Jadi kita mau ajak pemerintah lebih ambisius, kitanya pun siap dari segi masyarakat sipil untuk ikut sosialisasi. Pelaku usaha juga terbuka untuk menyambut dan terapkan dalam caranya menghilangkan plastik sekali pakai,” kata Tiza.

Peserta Pawai Bebas Plastik 2023 sampaikan tiga tuntutan. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Guna Ulang sebagai Solusi

Tiza menilai, opsi guna ulang merupakan solusi yang paling efektif dalam pengurangan sampah plastik. Menurutnya penerapan pendekatan guna ulang (reuse) perlu dukungan fasilitas yang memadai. Hal ini akan menekan pengurangan sampah plastik di hulu.

“Kita enggak bisa membersihkan plastik dengan menyapu terus, tapi harus ditutup kerannya. Oleh karena itu, arah dari tuntutan pertama yaitu melarang plastik sekali pakai,” tutur Tiza.

Pemerintah lanjutnya, juga jangan sampai mendorong kebijakan sekali pakai ini dengan menggantikannya dengan kertas, plastik berbahan singkong, kayu. Sebab, itu akan menimbulkan permasalahan baru. Pendekatan guna ulang inilah yang bisa menjadi solusi berkelanjutan, karena sistemnya isi ulang dengan wadah yang dapat digunakan berkali-kali.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/feed/ 0
Aurelie Moeremans Tolak Plastik Sekali Pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/#respond Mon, 31 Jul 2023 04:31:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41008 Jakarta (Greeners) – Aktris sekaligus penyanyi asal Indonesia, Aurelie Alida Marie Moeremans nampak di antara banyak peserta aksi Pawai Bebas Plastik 2023. Ikut berjalan dan bersuara lantang, aktris keturunan Belgia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aktris sekaligus penyanyi asal Indonesia, Aurelie Alida Marie Moeremans nampak di antara banyak peserta aksi Pawai Bebas Plastik 2023. Ikut berjalan dan bersuara lantang, aktris keturunan Belgia berusia 29 tahun ini tak canggung membentangkan tulisan menolak plastik sekali pakai.

Saat ini, ia memang semakin giat menyuarakan isu lingkungan di kanal media sosialnya. Bahkan aktif terlibat di berbagai kegiatan aksi lingkungan. Misalnya mengikuti aksi memungut sampah di sungai, aktif melibatkan audiens dalam konten edukasi lingkungannya, hingga turut menyuarakan penolakan plastik sekali pakai.

Beberapa organisasi bidang lingkungan pun kini melibatkan Aurelie untuk membantu menyuarakan isu lingkungan yang lebih luas. Sebab, peran Aurelie yang sekaligus sebagai influencer juga bisa membangun kesadaran lingkungan kepada banyak penggemarnya. Khususnya untuk anak-anak muda.

Ia bercerita saat bersama keluarganya tinggal di Belgia, sistem pengelolaan lingkungan di sana cukup baik. Sehingga, dirinya sekarang telah terdidik menjadi seseorang yang peduli lingkungan. Seperti kebiasaan memilah sampah, bukan sesuatu baru bagi Aurelie. Sejak dini ia telah melakukannya.

“Karena aku dulunya tinggal di Belgia jadi sudah biasa melakukan hal-hal ramah lingkungan. Kaya pemilahan itu sudah dilakukan dari dulu. Terus sekarang pun yang terus aku lakukan ya bawa tas belanja, tumbler, menerapkan hidup minimalis, dan terus mengedukasi audiens tentang lingkungan di media sosial,” kata Aurelie kepada Greeners di kegiatan Pawai Bebas Plastik 2023, Minggu (30/7).

Dampak positifnya, hal-hal itu menjadi kebiasaan yang telah Aurelie bangun. Pemilahan sampah, membawa tas belanja guna ulang, dan membawa botol minum ketika berpergian itu sudah menjadi suatu hal yang secara otomatis Aurelie lakukan.

Tolak Plastik Sekali Pakai

Menariknya saat Pawai Bebas Plastik 2023, ia membawa kardus yang bertuliskan “Jangan Ada Plastik Di Antara Kita” untuk menyuarakan penolakan plastik sekali pakai.

“Hari ini aku ikut Pawai Bebas Plastik karena ingin mengambil peranku sebagai masyarakat Indonesia mengubah perilaku kita tolak sekali pakai harus secara bersama-sama,” ucapnya.

Aurelie pun mengajak masyarakat untuk ikut mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dalam menangani sampah plastik dengan lebih baik. Mendukung larangan penggunaan plastik sekali pakai dan memperbaiki sistem tata kelola sampah, juga perlu masyarakat lakukan.

Aktris keturunan Belgia ini sejak dini sudah peduli pada lingkungan. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Suarakan Perlindungan Satwa

Selain bakatnya yang terkenal di industri kreatif, ia berkecimpung dalam bidang konservasi. Baru-baru ini Aurelie menggencarkan konservasi satwa bersama salah satu organisasi lingkungan, World Wide Fund for Nature.

Aurelie bisa mengedukasi tentang pentingnya perlindungan satwa dan isu lingkungan lainnya kepada audiens secara luas. Sebab, dirinya memiliki banyak pengikut di media sosial.

Selain itu, sejak pindah ke Indonesia tahun 2008, Aurelie melihat masyarakat sekitar masih tidak peduli terhadap lingkungan. Namun, hal tersebut justru mendorong dirinya untuk terus menyuarakan isu lingkungan agar kesadaran masyarakat akan hal tersebut bisa terbangun.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/feed/ 0