Ubin ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/ubin-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 06 Apr 2025 01:14:23 +0000 id hourly 1 Ilmuwan Ciptakan Ubin dari Jamur, Bikin Bangunan Lebih Sejuk! https://www.greeners.co/ide-inovasi/ilmuwan-ciptakan-ubin-dari-jamur-bisa-bikin-bangunan-terasa-lebih-sejuk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ilmuwan-ciptakan-ubin-dari-jamur-bisa-bikin-bangunan-terasa-lebih-sejuk https://www.greeners.co/ide-inovasi/ilmuwan-ciptakan-ubin-dari-jamur-bisa-bikin-bangunan-terasa-lebih-sejuk/#respond Sun, 06 Apr 2025 01:14:23 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=46305 Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Nanyang Technological University (NTU) di Singapura, mengembangkan ubin dinding inovatif yang terbuat dari jamur. Uniknya, ubin ramah lingkungan ini dapat membantu menurunkan suhu dalam bangunan […]]]>

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Nanyang Technological University (NTU) di Singapura, mengembangkan ubin dinding inovatif yang terbuat dari jamur. Uniknya, ubin ramah lingkungan ini dapat membantu menurunkan suhu dalam bangunan dan menciptakan suasana lebih sejuk.

Ubin tersebut terbuat dari biomaterial baru yang menggabungkan jaringan akar jamur, atau miselium, dengan limbah organik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa komposit yang mengandung miselium ini, lebih hemat energi daripada bahan insulasi bangunan konvensional. Contohnya, vermikulit dan agregat tanah liat.

Associate Professor NTU, Hortense Le Ferrand, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa industri konstruksi menyumbang hampir 40 persen dari semua emisi terkait energi di dunia. Dengan demikian, komposit yang terikat miselium ini dapat menjadi alternatif ramah lingkungan yang menjanjikan.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Ciptakan Pemecah Gelombang, Juara di Kompetisi Nasional

“Material isolasi semakin banyak terintegrasi ke dalam dinding bangunan untuk meningkatkan efisiensi energi. Namun, sebagian besar material tersebut sintetis dan menimbulkan konsekuensi lingkungan selama siklus hidupnya,” ungkap Ferrand dilansir Techxplore, Sabtu (5/4).

Komposit miselium ini juga dapat terurai secara hayati dan sangat berpori. Material ini memiliki konduktivitas termal yang sebanding, atau bahkan lebih baik daripada beberapa bahan isolasi sintetis yang biasa ada dalam bangunan.

Ferrand juga menambahkan bahwa inovasi ini merupakan bukti konsep yang menjanjikan untuk solusi pendinginan pasif yang lebih efisien. Bahkan, lebih berkelanjutan dan terjangkau, khususnya di kondisi iklim panas dan lembap.

Namun, inovasi ini juga belum terlepas dari tantangan, terutama dalam meningkatkan produksi ubin miselium. Proses penumbuhannya memakan waktu tiga hingga empat minggu meskipun menggunakan energi yang minimal.

Selain itu, ada inersia tinggi terhadap penggunaan ubin miselium sebagai bahan konstruksi alternatif. Sebab,  industri konstruksi sudah terbiasa dengan bahan isolasi konvensional.

Terbuat dari Serutan Bambu

Para peneliti membuat komposit miselium dengan cara menumbuhkan jamur pada bahan organik, seperti serbuk gergaji atau limbah pertanian. Kemudian, mengikatnya menjadi komposit padat dan berpori. Dalam penelitian ini, para ilmuwan NTU menggunakan miselium jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan serutan bambu dari toko furnitur bercampur gandum dan air.

Campuran tersebut mereka masukkan ke dalam cetakan heksagonal, dengan tekstur yang terinspirasi dari kulit gajah yang bisa mengatur panas dari kulitnya. Selain itu, bioSEA juga turut merancang inovasi ini menggunakan algoritma komputasi.

BACA JUGA: Peneliti UGM Kembangkan Alat Deteksi Dini Penyakit TBC Pakai Teknologi AI

Selanjutnya, peneliti membiarkan ubin tumbuh dalam gelap selama dua minggu, lalu mengeluarkannya dari cetakan dan mereka biarkan tumbuh lagi selama dua minggu. Terakhir, ubin tersebut mereka keringkan dalam oven pada suhu 48°C selama tiga hari untuk menghilangkan sisa air dan menghentikan pertumbuhan miselium.

Dalam percobaan laboratorium, para ilmuwan menemukan bahwa ubin miselium memiliki tingkat pendinginan 25 persen lebih baik, daripada ubin miselium yang sepenuhnya datar. Selain itu, ubin tersebut juga menunjukkan tingkat pemanasan 2 persen lebih rendah.

Selain itu, efek pendinginan ubin tersebut meningkat hingga 70 persen dalam kondisi hujan yang disimulasikan. Dengan demikian, ubin ini sangat cocok untuk iklim tropis.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/ilmuwan-ciptakan-ubin-dari-jamur-bisa-bikin-bangunan-terasa-lebih-sejuk/feed/ 0
CornWall, Ubin Ramah Lingkungan dari Limbah Tongkol Jagung https://www.greeners.co/ide-inovasi/cornwall-ubin-ramah-lingkungan-dari-limbah-tongkol-jagung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cornwall-ubin-ramah-lingkungan-dari-limbah-tongkol-jagung https://www.greeners.co/ide-inovasi/cornwall-ubin-ramah-lingkungan-dari-limbah-tongkol-jagung/#respond Sun, 21 Jan 2024 03:00:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=42854 Perusahaan material Circular Matters dan StoneCycling manfaatkan limbah tongkol jagung menjadi ubin yang ramah lingkungan. CornWall menjadi sebuah produk interior yang inovatif, bahkan bisa terurai secara hayati. Kehadiran produk ini […]]]>

Perusahaan material Circular Matters dan StoneCycling manfaatkan limbah tongkol jagung menjadi ubin yang ramah lingkungan. CornWall menjadi sebuah produk interior yang inovatif, bahkan bisa terurai secara hayati.

Kehadiran produk ini bisa menjadi alternatif produk interior yang lebih ramah lingkungan daripada ubin keramik atau laminasi plastik. Saat ini, CornWall tersedia dalam bentuk ubin dan lembaran.

Dezeen melansir bahwa bahan CornWall berasal dari lebih dari 99% sumber biologis terbarukan. Selain itu, pembuatannya pada suhu rendah dengan menggunakan sebagian besar tenaga surya. Bahkan, dalam produksinya mengeluarkan lebih sedikit karbon dioksida.

BACA JUGA: Pengusaha India Ashay Bhave Ciptakan Sepatu dari Sampah Plastik

Sementara itu, Circular Matters dan StoneCycling pun telah memproduksi ubin dengan sistem bongkar pasang yang mudah. Ubin yang terbongkar dapat mereka gunakan kembali atau mereka berikan ke perusahaan. Selanjutnya, ubin tersebut dibersihkan dan daur ulang. Dengan demikian, produk bisa bertahan lama.

CornWall. Foto: Dezeen

CornWall. Foto: Dezeen

Limbah Jagung Melimpah

Salah satu pendiri StoneCycling, Ward Massa mengatakan, jagung adalah satu tanaman yang paling banyak ditanam di planet ini dan limbahnya pun melimpah.

“Apa yang terjadi jika anda menanam jagung untuk konsumsi manusia? Anda membuang jagung tersebut dan tongkol jagungnya, menjadi bahan sisa karena tidak memiliki nilai gizi apa pun,” ujarnya, Jumat (19/1).

Massa melanjutkan, biasanya tongkol jagung ini tetap berada di lahan dan membusuk atau dibakar sebagai biomassa untuk menghasilkan energi. Dalam kedua kasus tersebut, ada potensi pelepasan karbon yang tersimpan dalam serat.

Produksi CornWall Menggunakan Pemanasan

Produk CornWall merupakan kolaborasi antara Circular Matters dan StoneCyling. Mereka berkolaborasi membuat CornWall di Antwerp, Belgia. Circular Matters menggunakan proses pengepresan untuk membuat dinding yang dapat digunakan kembali dari tongkol jagung bekas.

Design Boom melansir bahwa tim produksi telah memanaskan inti organik tongkol jagung hingga sekitar 150 derajat Celcius. Pemasanan ini mengaktifkan polimer dalam biomassa dan menciptakan ikatan yang kuat.

BACA JUGA: Pengusaha Ifedolapo Runsewe Ubah Ban Bekas Jadi Paving Block

Alhasil, produk terlahir dengan kokoh dan stabil lewat proses pemanasanan. Proses ini menggunakan listrik dari panel surya yang terletak di atap fasilitas produksi.

Di samping itu, kini Cornwall memiliki satu tekstur, delapan warna, dan dua ukuran. Produk ubin ramah lingkungan ini memiliki lebih banyak tekstur yang rencananya akan mereka perkenalkan lebih luas.

Tak hanya bisa menyerap karbon dioksida selama produksinya, tetapi CornWall memiliki masa pakai yang berkelanjutan. Sebab, produknya dapat terurai secara hayati atau dapat daur ulang 100%.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/cornwall-ubin-ramah-lingkungan-dari-limbah-tongkol-jagung/feed/ 0