Gereja - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/gereja/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 19 Feb 2022 06:58:45 +0000 id hourly 1 Gerakan Kolekte Sampah Wujud Pertobatan Ekologis https://www.greeners.co/berita/gerakan-kolekte-sampah-wujud-pertobatan-ekologis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerakan-kolekte-sampah-wujud-pertobatan-ekologis https://www.greeners.co/berita/gerakan-kolekte-sampah-wujud-pertobatan-ekologis/#respond Sat, 19 Feb 2022 06:58:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=35344 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong peran aktif organisasi keagamaan dan Keuskupan Gereja di Bogor menjadi garda terdepan pengelolaan sampah di Indonesia. Salah satu bentuknya kolekte […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong peran aktif organisasi keagamaan dan Keuskupan Gereja di Bogor menjadi garda terdepan pengelolaan sampah di Indonesia. Salah satu bentuknya kolekte sampah di gereja sebagai wujud pertobatan ekologis.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, survei nasional literasi digital mengungkap keluarga dan tokoh agama merupakan sumber informasi yang banyak masyarakat percayai. Sebanyak 50,6 % responden memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap informasi yang mereka peroleh dari tokoh agama.

“KLHK sebelumnya telah bergerak bersama keluarga MUI. Kini kami mendorong Keuskupan Gereja Bogor untuk terlibat aktif, menyerap ilmu dari sini lalu menyebarkannya. Karena kita percaya kalau tokoh agama dilibatkan, umatnya juga akan ikut,” katanya dalam Webinar Mewujudkan Pertobatan Ekologis Melalui Gerakan Kolekte Sampah, Jumat (18/2).

Mengusung tema “Kelola Sampah, Turunkan Emisi dan Bangun Proklim”, Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 sambung Vivien lebih menekankan pada ketepatan pengelolaan sampah. Terutama sampah organik sehingga berpengaruh menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Sampah organik yang masyarakat buang ke tempat pembuangan akhir (TPA) akan menghasilkan gas metan dan menimbulkan GRK.

Oleh karena itu, Vivien mengingatkan masyarakat untuk memilah sampah terlebih dahulu sebelum akhirnya terkelola. Sampah yang masih memiliki nilai dan kegunaan sebaiknya masyarakat daur ulang. Konsep ekonomi sirkular ini akan memberi keuntungan. Misalnya, sampah organik yang dapat menjadi kompos.

“Kalau circular economy itu prinsipnya adalah sampah dikelola dan setelah itu berputar memberikan keuntungan finansial, baik itu melalui didaur ulang atau dipakai lagi. Jadi tidak ada sampah terbuang ke TPA,” ungkapnya.

Sementara itu sampah yang tak bisa terdaur ulang bisa terolah dengan pemanfaatan teknologi. Misalnya, pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Surabaya dan saat ini telah terimplementasi di TPA Solo.

Cegah Sampah dengan Pembatasan Plastik Sekali Pakai

Pendekatan lain yang pemerintah lakukan yaitu terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Beberapa larangan pembatasan plastik sekali pakai yaitu kantong belanja plastik, hingga sedotan plastik.

Saat ini, tercatat dua provinsi, yakni Bali dan DKI Jakarta dan 71 kabupaten kota yang telah mengeluarkan kebijakan daerah terkait pelarangan penggunaan tas belanja sekali pakai sebagai upaya pengurangan sampah.

Jumlah sampah plastik yang Indonesia hasilkan sangat besar seiring dengan gaya hidup jual beli online yang marak di lingkungan masyarakat Indonesia. Mengacu pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sebanyak 39,3 % komposisi sampah di Indonesia adalah sampah sisa makanan. Sedangkan 17 % lainnya plastik, selanjutnya 14 % yaitu kayu atau ranting.

“Sehingga isu sampah plastik ini juga menjadi pekerjaan rumah besar untuk kita. Bagaimana kita mau mengurangi plastik sedangkan kita inginnya serba praktis. Makanan dan beli online semuanya berbungkus sampah plastik,” paparnya.

Sementara itu Direktur Pengurangan Sampah KLHK Sinta Saptarina mengatakan, plastik bisa termanfaatkan sebagai circular economy. Misalnya botol plastik bekas dapat tereproduksi menjadi botol baru.

Hal paling penting dalam pengurangan sampah di antaranya dengan memastikan gaya hidup minim sampah. “Misalnya mengurangi penggunaan sampah, memastikan makanan selalu habis. Kalau tidak habis bisa untuk pupuk dan juga pilah sampah dari rumah atau komunitas gereja,” imbuh Sinta.

Menurutnya, kebutuhan daur ulang plastik di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 7,6 juta ton per tahun. Indonesia bahkan harus mengimpor bahan baku karton dan plastik yang mencapai 3,43 juta ton. Sinta mengungkap, permasalahan utamanya terletak pada belum terpilahnya sampah plastik di Indonesia.

Seruan Kolekte Sampah

Terkait kolekte sampah, Uskup Keuskupan Bogor Paskalis Bruno Syukur menyatakan, dua hal krusial kegiatan kolekte sampah ini menyangkut pertobatan ekologis. Hal ini berhubungan dengan spirit roh bagi lingkungan hidup dan manusia.

Kedua, spirit roh gerakan untuk manusia memperbarui hidup dan relasinya. Baik itu relasinya dengan Allah, manusia dan semesta alam dengan sikap menghargai, melindungi dan merawat.

“Sehingga tidak menjadi manusia yang serakah, yang menghancurkan alam semesta ini. Tapi menjaga pemeliharaan dan melanggengkan keberadaan alam semesta ini,” katanya.

Senada dengan itu, Komisi Ekologi Keuskupan Bogor Yosef Irianto Segu mengungkapkan, tindakan itu merupakan cerminan dari iman spiritual umat. Sehingga apapun tindakan manusia, termasuk pada alam dan lingkungan bersumber dari tingkat spiritualnya.

“Bapak Paus Fransiskus pernah berkata bahwa membuang sampah plastik ke laut atau saluran air merupakan tindakan kriminal. Kita dapat membunuh keanekagaraman hayati dan membunuh segalanya. Tindakan kita merupakan cerminan dari iman masing-masing,” tandasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/gerakan-kolekte-sampah-wujud-pertobatan-ekologis/feed/ 0
Pengamanan Perayaan Natal 2014 https://www.greeners.co/berita/pengamanan-perayaan-natal-2014/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengamanan-perayaan-natal-2014 https://www.greeners.co/berita/pengamanan-perayaan-natal-2014/#respond Thu, 25 Dec 2014 05:33:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6903 Jakarta (Greeners) – Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta (Polda Metro Jaya) telah menyiapkan 3.947 personel untuk mengamankan 309 gereja di Jakarta pada perayaan Natal 2014. Sedangkan untuk gereja Immanuel dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta (Polda Metro Jaya) telah menyiapkan 3.947 personel untuk mengamankan 309 gereja di Jakarta pada perayaan Natal 2014. Sedangkan untuk gereja Immanuel dan Katedral akan mendapatkan pengamanan khusus.

Kepala kepolisian sektor (Kalposek) Sawah Besar, Komisaris Polisi (Kompol) Ronald Purba menerangkan kepada Greeners sedikitnya ada 196 personel anggota Polres Jakarta Pusat, Polsek Sawah Besar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sawah Besar, Komandan rayon militer (Koramil) Sawah Besar dan Citra Bhayangkara yang turut mengamankan jalannya perayaan malam natal di gereja Katedral.

“Sistem teknisnya kita bagi jadi tiga ring. Ring satu itu di dalam, ring dua di pintu masuk tempat pemeriksaan dan ring tiga di sekitaran lalu lintas dan tempat parkir, jelasnya saat dijumpai Greeners di gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (24/12).

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto juga mengatakan bahwa pengamanan khusus tersebut dilakukan Karena kedua gereja tersebut pernah mendapatkan ancaman teror sebelumnya.

“Pengamanan khusus tersebut semata-mata dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada yang beribadah,” terangnya.

Sedangkan untuk jumlah total personel yang akan diturunkan pada pengamanan natal dan tahun baru 2015, Rikwanto mengatakan Polda Metro Jaya akan mengerahkan sebanyak 11.829 personel. Ia juga menambahkan bahwa pengamanan tersebut dikonsentrasikan di pusat-pusat keramaian seperti di Ancol, TMII, Kota Tua, Bunderan HI, dan Monas.

Selain itu, Kepala Koordinator Keamanan dan Humas Gereja Katedral Keuskupan Agung, Thomas Bambang mengatakan kepolisian juga telah menyiagakan anggota di tempat-tempat rawan kejahatan untuk menyambut perayaan natal. Titik rawan tersebut seperti di tempat pemeriksaan ketika masuk ke gereja, di tempat duduk jemaat, di tempat pengambilan air suci, dan pintu-pintu gerbang.

“Sedangkan titik rawan kedua berada di tempat pemeriksaan itu sendiri, kalau orang tidak mau diperiksa pasti ada sesuatu,” tambahnya.

Sebagai informasi, berikut sesi misa Natal pada 25 Desember 2014, yaitu :
Misa 1 pukul 06:00 WIB
Misa 2 pukul 07:30 WIB
Misa 3 pukul 09:00 WIB
Misa 4 pukul 11:00 WIB
Misa 5 pukul 18:00 WIB

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pengamanan-perayaan-natal-2014/feed/ 0