KLH Dukung Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Di Bandung

Reading time: < 1 menit
Ilustrasi: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) mengaku sepakat apabila Pemerintah Kota Bandung ingin kembali melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang tertunda sejak kepemimpinan Dada Rosada.

Deputi IV KLH Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3, dan Sampah, Rasio Ridho Sani, mengatakan pengelolaan sampah memang sudah harus dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, terutama untuk sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat di kota-kota besar. Termasuk juga dengan pemanfaatan teknologi thermal, seperti halnya insenerator.

Pria yang akrab dipanggil Roy ini juga menambahkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi seperti itu, maka nilai sampah tersebut dapat ditingkatkan. Sampah dapat dijadikan sumber material baru dan energi terbarukan melalui biogas dan waste to energy melalui pengolahan termal.

“Pemanfaatan sampah dengan thermal disamping menghasilkan energi juga mampu mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA loh,” jelasnya kepada Greeners, Jakarta, Jumat (08/08).

Sehingga, lanjut Roy, jika volume sampah di TPA berkurang maka hal tersebut juga dapat meningkatkan umur pakai dari TPA tersebut.

“Jadi menurut saya PLTS perlu menjadi salah satu opsi selama memenuhi persyaratan lingkungan,” tambahnya.

Saat disinggung tentang permintaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat bahwa Proyek PLTSa di Kota Bandung harus dibatalkan dan dihentikan karena akan sangat berbahaya bagi pencemaran lingkungan, Roy menanggapi bahwa hanya perlu dilakukan dialog yang lebih intensif antara berbagai stakeholder, sehingga terbangun pengertian bersama diantara para pihak.

“Kami bersedia memfasilitasi proses dialog ini,” tutup Roy.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page