sustainable - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sustainable/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 08 Jul 2023 03:34:33 +0000 id hourly 1 Inspiratif, Profesor Filipina Buat Lampu dari Garam dan Air https://www.greeners.co/ide-inovasi/inspiratif-profesor-filipina-buat-lampu-dari-garam-dan-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inspiratif-profesor-filipina-buat-lampu-dari-garam-dan-air https://www.greeners.co/ide-inovasi/inspiratif-profesor-filipina-buat-lampu-dari-garam-dan-air/#respond Sat, 08 Jul 2023 04:00:12 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=40697 Aisa Mijeno, seorang profesor teknik di Universitas De La Salle Lipa di Filipina membuat sistem penerangan atau lampu dari garam dan air. Inovasi ini pun telah membantu menerangi beberapa rumah […]]]>

Aisa Mijeno, seorang profesor teknik di Universitas De La Salle Lipa di Filipina membuat sistem penerangan atau lampu dari garam dan air. Inovasi ini pun telah membantu menerangi beberapa rumah di Filipina.

Mijeno bersama saudara laki-lakinya, Raphael, ikut mendirikan SALt (Sustainable Alternative Lighting). SALt merupakan perusahaan sosial yang mengembangkan lampu LED yang hanya menggunakan garam meja dan air.

Lampu LED Elektrokimia ini bekerja dengan cara melarutkan dua sendok makan garam ke dalam segelas air larutan garam. Keduanya berfungsi sebagai elektrolit. Kemudian, SALt dapat memberikan cahaya hingga delapan jam dan juga mampu mengisi daya ponsel cerdas dan perangkat seluler berdaya rendah lainnya menggunakan kabel USB.

Inovasi ini terlahir berdasarkan keinginan Majino untuk membantu masyarakat Kalinga. Sebab, warga di sana harus berjalan kaki selama 12 jam untuk mencapai Kota Bontoc dan mendapatkan minyak tanah untuk lampu mereka.

SALt Berhasil Menangkan Kompetisi

Perusahaan SALt milik Mijeno awalnya dibentuk melalui bantuan kompetisi technopreneurship IdeaSpace Foundation’s di mana lampu ini dipilih sebagai salah satu dari sepuluh start-up pemenang untuk pendanaan awal.

Sejak saat itu proyek SALt diakui secara internasional. Kemudian, melalui penemuannya, Filipina pun memenangkan People’s Choice Award di World Startup Competition pada Startup Nations Summit 2014 yang diadakan di Seoul Korea. Selain itu, SALt juga diakui di ASEAN Corporate Sustainability Summit and Awards 2015.

Namun terlepas dari pencapaian tersebut, Mijeno mengatakan dia masih ingin mencapai lebih banyak lagi untuk usaha sosial ini.

“Saya terus bekerja untuk mencapai versi peningkatan dari inovasi yang sedang kami kembangkan. Sehingga dapat memberdayakan seluruh desa di pulau-pulau terpencil di seluruh Filipina dengan menggunakan air laut,” kata Mijeno.

Bantu Menerangi Rumah Warga Terpencil

Mijeno, seorang wanita yang merupakan anggota dari Greenpeace Filipina mengatakan, selama perendaman pribadinya di Kalinga, dia termotivasi untuk membuat lampu SALt.

Mijeno pun akhirnya bersedia untuk membantu orang-orang, terutama di daerah pedesaan yang terpinggirkan dan kekurangan sumber daya. Dia termotivasi mengembangkan teknologi sejalan dengan advokasinya untuk pelestarian keindahan planet ini.

Dengan lampu SALt, orang-orang ini tidak lagi harus berjalan berjam-jam atau menghabiskan uang membeli minyak tanah. Demi mendapatkan penerangan, mereka hanya perlu membuat larutan air garam. Cukup dengan dua sendok makan garam dan satu gelas air keran, lampu dapat menyala hingga delapan jam berturut-turut.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : goodnewspilipinas

news.abs-cbn.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/inspiratif-profesor-filipina-buat-lampu-dari-garam-dan-air/feed/ 0
Puteri Indonesia 2022 Pilah Sampah Sejak Usia 16 Tahun https://www.greeners.co/gaya-hidup/puteri-indonesia-2022-pilah-sampah-sejak-usia-16-tahun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=puteri-indonesia-2022-pilah-sampah-sejak-usia-16-tahun https://www.greeners.co/gaya-hidup/puteri-indonesia-2022-pilah-sampah-sejak-usia-16-tahun/#respond Thu, 22 Jun 2023 04:35:41 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=40526 Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari DeNeefe Suardana mempraktikkan gaya hidup berkelanjutan sejak umur 16 tahun, salah satunya dengan memilah sampah. Wanita asal Bali ini juga aktif dalam kegiatan peduli lingkungan. […]]]>

Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari DeNeefe Suardana mempraktikkan gaya hidup berkelanjutan sejak umur 16 tahun, salah satunya dengan memilah sampah. Wanita asal Bali ini juga aktif dalam kegiatan peduli lingkungan. Kini ia pun konsisten menyerukan isu perubahan iklim kepada anak muda.

Sebelum tinggal di Bali, gaya hidup ramah lingkungan ia lakukan sebagai bagian dari kepatuhan Laksmi terhadap peraturan pemerintah yang ketat terkait lingkungan di Australia, negara asal ibundanya.

“Karena tinggal di Australia yang memang aturan dari pemerintah itu sangat ketat tentang recycling, jadi umur 16 tahun sudah sering memilah sampah,” katanya saat Greeners temui usai acara di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (21/6).

Perempuan kelahiran tahun 1996 ini menuturkan, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik memudahkan proses recycling. Sampah organik yang menjadi kompos bisa digunakan sebagai pupuk.

Tidak hanya memilah sampah, Laksmi pun menerapkan prinsip reuse, reduce, recycle (3R). Dirinya selalu berupaya mengikuti prinsip 3R. Cara ini sangat efektif untuk mempertahankan gaya hidup ramah lingkungan saat ini.

Tidak Gunakan Plastik saat Belanja

Laksmi mengungkapkan, reduce merupakan salah satu cara mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah. Berawal dari prinsip ini, ia tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja di supermarket.

“Jadi kalau saya beli buah di supermarket itu pasti enggak pakai plastik. Walaupun orang lain lihat aneh, kotor tidak higienis, saya tidak peduli,” ungkap Laksmi.

Kini ia juga memiliki keinginan untuk terus mengajak anak muda concern pada kehidupan yang berkelanjutan. Laksmi berharap, gaya hidup yang ramah lingkungan tak sekadar untuk aktivitas sehari-hari.

Gagasan ini perlu meluas, salah satunya mencari peluang bisnis agar konsep sustainable berdampak baik bagi perekonomian.

Puteri Indonesia 2022 Ini Ingin Terus Mengedukasi

Laksmi percaya edukasi atau pendidikan adalah salah satu kunci perubahan lingkungan yang lebih baik. Usai mahkotanya pindah kepada Puteri Indonesia 2023, Laksmi kini fokus mengedukasi pola hidup berkelanjutan.

“Mulai dari sekarang yang saya lakukan akan fokus ke dalam sustainability. Mulai dari fashion hingga business. Apapun yang saya lakukan harus bergerak kepada sustainability,” tegas Laksmi.

Gaya hidup ramah lingkungan saat ini merupakan investasi di masa depan. Ia percaya jika konsep keberlanjutan tidak kita mulai dari sekarang, akan berdampak buruk bagi kehidupan di Bumi.

Sebagai Puteri Indonesia 2022 ia memiliki tanggung jawab untuk mengadvokasi, edukasi dan literasi. Laksmi berkomitmen akan terus mengedukasi tentang isu lingkungan salah satunya yaitu perubahan iklim. Masalah ini harus segera diatasi bersama demi selamatkan Bumi.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/puteri-indonesia-2022-pilah-sampah-sejak-usia-16-tahun/feed/ 0
Gandeng Masyarakat Lokal Untuk Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/gandeng-masyarakat-lokal-untuk-wujudkan-pariwisata-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gandeng-masyarakat-lokal-untuk-wujudkan-pariwisata-berkelanjutan https://www.greeners.co/aksi/gandeng-masyarakat-lokal-untuk-wujudkan-pariwisata-berkelanjutan/#respond Wed, 03 Aug 2022 05:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36918 Jakarta (Greeners) – Masyarakat lokal perlu mendapat pemahaman tentang konsep pariwisata berkelanjutan. Dengan begitu mereka tidak hanya sekadar mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata, tetapi bisa menjaga semua aspek secara […]]]>

Jakarta (Greeners) – Masyarakat lokal perlu mendapat pemahaman tentang konsep pariwisata berkelanjutan. Dengan begitu mereka tidak hanya sekadar mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata, tetapi bisa menjaga semua aspek secara berkelanjutan.

Sebelumnya UN World Tourism Organization (UNWTO) atau Organisasi Pariwisata Dunia menyebut, preservasi budaya serta penguatan masyarakat lokal merupakan aspek penting yang nantinya menjadi konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) di masa depan.

Aktivis lingkungan sekaligus pengamat wisata berkelanjutan Galih Donindara juga sependapat. Ia menyebut, masyarakat lokal yang telah ada di sekitar pariwisata memegang peran penting untuk menjaga keberlanjutannya.

“Karena masyarakat lokal ini tumbuh di sekitar pariwisata. Mereka sangat bergantung di dalamnya. Pariwisata berkembang, mereka ikut berkembang. Demikian bila pariwisata itu jalan di tempat maka mereka terkena imbasnya,” katanya kepada Greeners, Selasa (2/8).

Menurut Galih mengacu konsep sustainable tourism, keberlanjutan pariwisata tak sekadar kuantitas pengunjung. Di satu sisi hal ini akan berdampak positif pada sektor ekonomi masyarakat lokal. Akan tetapi, dalam jangka panjang jika tidak memiliki konsep berkelanjutan, akan mematikan tempat pariwisata tersebut.

“Misalnya bila ternyata tempat pariwisatanya banyak pengunjung lalu banyak sampah bertebaran. Wisatawan pasti akan tak mau lagi ke sana dan ujungnya yang rugi masyarakat lokal di sekitarnya,” ujar dia.

Galih menilai, masyarakat lokal mendapatkan edukasi dan sosialisasi tentang konsep sustainable tourism. Misalnya menekankan pentingnya konservasi wisata, kebersihan lokasi wisata, hingga memastikan tak ada perburuan liar.

Dalam hal ini, sambung Galih pemerintah bisa berkolaborasi aktif bersama-sama dengan masyarakat lokal sehingga tujuan sustainable tourism dan masyarakat lokal tercapai.

Contoh pada wisata petualangan gunung yang sedianya sudah ada tiga jalur pendakian maka masyarakat lokal boleh menambah satu jalur lagi. Asalkan, sambung Galih aturan dalam jalur yang masyarakat buka ini sejalan dengan tiga jalur lainnya yang juga memegang konsep sustainable tourism.

Masyarakat Lokal Terlibat Kelola Pariwisata Gunung Kilimanjaro

Di luar negeri, misalnya di Gunung Kilimanjaro itu masyarakat lokal dan pemerintahnya sudah terintegrasi. Pemerintah setempat menunjuk swasta mengelola gunung dan bekerja sama dengan masyarakat lokal di sana.

“Ada koperasi suvenir, guide itu dikelola koperasi. Semuanya mendapatkan keuntungan dan gunung juga terkelola dengan baik, seperti tidak ada sampah,” tuturnya.

Ia mendorong agar gunung-gunung di Indonesia bisa menerapkan konsep sustainable tourism dengan melibatkan masyarakat secara penuh.

Sementara pengamat pariwisata dari Universitas Indonesia Diaz menyatakan, tujuan sustainable tourism tak lain untuk memastikan eksistensinya pada generasi selanjutnya.

Ia menilai masyarakat lokal masih belum memiliki kepedulian yang tinggi. “Ironisnya selama ini mereka tak sadar betapa indah dan cantiknya potensi wisata di sekitarnya itu. Padahal bila wisata sudah mulai dikenal domestik maka di situlah masalah sustainability dimulai,” tandasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/gandeng-masyarakat-lokal-untuk-wujudkan-pariwisata-berkelanjutan/feed/ 0
Pertama Kalinya, Gerai The Body Shop Berkonsep Daur Ulang https://www.greeners.co/aksi/pertama-kalinya-gerai-the-body-shop-berkonsep-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertama-kalinya-gerai-the-body-shop-berkonsep-daur-ulang https://www.greeners.co/aksi/pertama-kalinya-gerai-the-body-shop-berkonsep-daur-ulang/#respond Sat, 21 May 2022 04:27:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36231 Jakarta (Greeners) – Melalui konsep barunya, Change-making Beauty Store, The Body Shop Indonesia berhasil membuktikan pemanfaatan sampah. Mereka menjadikan sampah daur ulang menjadi bahan dalam konsep gerai terbarunya. Hal ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Melalui konsep barunya, Change-making Beauty Store, The Body Shop Indonesia berhasil membuktikan pemanfaatan sampah. Mereka menjadikan sampah daur ulang menjadi bahan dalam konsep gerai terbarunya. Hal ini membuktikan bahwa bahwa reuse, recycle dan upcycle merupakan konsep yang bisa dibuat menjadi indah dan artistik. Selain itu juga membantu mengurangi sampah.

Hampir 100 persen konsep gerai The Body Shop menggunakan materi yang terbuat dari bahan-bahan yang berkelanjutan (sustainable). Gerai pertama berkonsep sustainable tersebut berada di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

“Tahun ini, The Body Shop Indonesia melakukan gebrakan dengan meluncurkan konsep gerai terbaru kami yang lebih berkelanjutan. Konsep ini berkaitan erat dengan tujuan The Body Shop, yaitu selalu berkomitmen terhadap isu lingkungan,” kata Executive Chairperson & Owner The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, Kamis (19/5).

Suzy bertekad The Body Shop menjadi beauty brand pertama di Indonesia yang berkomitmen penuh atas program yang berkelanjutan.

Konsep Change-making Beauty Store ini lanjutnya, membuat gerai brand kecantikan pertama yang terbuat dari sampah. “Seperti yang bisa dilihat hampir 100 % materi yang dipakai dalam membangunnya terbuat dari bahan bekas yang kami olah dan pakai kembali,” imbuhnya.

Hal ini membuktikan bahwa reuse, recycle dan upcycle itu merupakan konsep yang bisa membuat sesuatu menjadi indah dan artistik. Di samping itu juga dapat mengurangi sampah.

The Body Shop Gunakan Palet Kayu Bekas Hingga Puntung Rokok

Adapun bahan-bahan yang The Body Shop gunakan untuk membangun Change-making Beauty Store ini di antaranya palet kayu bekas untuk mengemas produk. Selain itu ada pula puntung rokok dan kemasan plastik bekas produk yang mereka daur ulang menjadi materi yang bisa terpakai kembali.

Secara global, filosofi yang ingin The Body Shop bangun dari konsep Change-making Beauty Store ini adalah memberikan pengalaman berbelanja yang memiliki nilai tersendiri dan tidak hanya bersifat transaksional.

Akan tetapi The Body Shop ingin konsumennya melakukan eksplorasi, terhubung, serta teredukasi terhadap berbagai kampanye aktivisme yang mendorong perubahan yang berarti.

Salah satu pusat dari aktivitas Change-making Beauty Store ini adalah Act Corner. Ini merupakan sebuah area spesial yang tersedia untuk bereksplorasi mendapatkan inspirasi baru dalam mencintai bumi. Act Corner merupakan bagian terpenting dalam peran menyuarakan perubahan gaya hidup menjadi lebih berkelanjutan.

“Di area ini konsumen dapat mengetahui secara lebih mendalam mengenai program-program aktivisme yang kami lakukan seperti kampanye Bring Back Our Bottle yang telah berjalan sejak 2008. Sejauh ini kami telah berhasil mengumpulkan lebih dari 9 juta kemasan yang kembali dari konsumen,” ungkapnya.

Dalam bisnis berkelanjutannya, The Body Shop juga mengajak konsumen setianya bergaya hidup ramah lingkungan. Foto: Ramadani Wahyu/ Greeners

Ajak Konsumen Miliki Gaya Hidup Berkelanjutan

CEO The Body Shop Indonesia, Aryo Widiwardhono juga mengajak audiens untuk mengukur seberapa besar kontribusi gaya hidup mereka terhadap inisiatif dan aksi yang berkelanjutan melalui “How Sustainable Are You?”

Konsumen bisa mengisi kuis di https://www.thebodyshop.co.id/about-us/activism/sustainable-quiz.htmlini. Kuis ini memungkinkan penggunanya berinteraksi dengan menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan inisiatif berkelanjutan.

Dari jawaban yang muncul, ada banyak inspirasi dan dorongan untuk lebih memelihara dan mencintai kelestarian lingkungan dan bumi.

Selain itu, The Body Shop juga berkolaborasi juga membangun relasi bisnis yang memiliki visi dan misi tentang pengurangan sampah dan aksi berkelanjutan.

“Kolaborasi bersama Social Impact Business Partners merupakan elemen yang sangat penting dalam menyelamatkan bumi kita dari kondisi darurat sampah. Terutama sampah plastik yang memberikan berbagai dampak negatif terhadap kelestarian planet kita, di antaranya adalah perubahan iklim,” kata Aryo.

Konsep berkelanjutan The Body Shop meliputi penggunaan bahan alami dari komunitas petani berkelanjutan, proses pembuatan, packaging, sampai gerai juga mengusung konsep sustainability.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pertama-kalinya-gerai-the-body-shop-berkonsep-daur-ulang/feed/ 0
Presidensi G20, Indonesia Ajak Dunia Beraksi Nyata untuk Bumi https://www.greeners.co/berita/presidensi-g20-indonesia-ajak-dunia-beraksi-nyata-untuk-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=presidensi-g20-indonesia-ajak-dunia-beraksi-nyata-untuk-bumi https://www.greeners.co/berita/presidensi-g20-indonesia-ajak-dunia-beraksi-nyata-untuk-bumi/#respond Tue, 04 Jan 2022 10:43:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=34901 Jakarta (Greeners) – Indonesia sebagai Presidensi G20 harus menularkan semangat negara-negara di dunia beraksi nyata mendorong pembangunan berkelanjutan, pengendalian perubahan iklim dan pemulihan lingkungan hidup. Presidensi G20 adalah posisi di […]]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia sebagai Presidensi G20 harus menularkan semangat negara-negara di dunia beraksi nyata mendorong pembangunan berkelanjutan, pengendalian perubahan iklim dan pemulihan lingkungan hidup.

Presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tersebut. Forum G20 terdiri dari 20 negara yaitu Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang. Lalu ada pula China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Presiden Joko Widodo mengatakan ada tiga fokus dalam G20 yakni pertama penanganan kesehatan yang inklusif. Kedua, transformasi berbasis digital dan ketiga, transisi menuju energi berkelanjutan.

Indonesia harus memaksimalkan ajang Presidensi G20 untuk memimpin negara-negara yang tergabung di dalamnya dalam penanganan perubahan iklim dan lingkungan hidup. Hal ini menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam KTT G20 sesi II di Roma, Italia pada 30 Oktober 2021.

“Indonesia ingin G20 memberikan contoh, Indonesia ingin G20 memimpin dunia, dalam bekerja sama mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan dalam tindakan nyata,” kata Presiden Jokowi, Greeners kutip dari laman setneg.co.id, Selasa (4/1).

Presidensi G20 Indonesia pada 2022 menjadi periode paling krusial dalam penanganan perubahan iklim dan lingkungan hidup. Indonesia secara resmi menjadi presidensi pertemuan G20 mulai 1 Desember 2021 hingga pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada November 2022. Indonesia menjadi negara berkembang pertama dalam presidensi pertemuan G20.

Dorong Pemulihan Hijau dalam G20

Presiden Joko Widodo melanjutkan, G20 harus menjadi katalisator pemulihan hijau dan memastikan tidak ada satu pihak pun yang tertinggal. Indonesia bahkan memiliki peranan strategis dalam penanganan perubahan iklim.

“Posisi strategis tersebut kami gunakan untuk berkontribusi. Deforestasi di Indonesia dapat ditekan ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Indonesia telah melakukan rehabilitasi 3 juta hektare critical land pada 2010-2019,” ungkap Jokowi.

Tak hanya itu, dalam pidato di depan Sidang Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu, Presiden mengingatkan pentingnya mengenai pemberdayaan negara berkembang melalui transisi energi. Hal ini akan mampu mendorong inovasi teknologi untuk membangun ekonomi dunia berkelanjutan.

“Kita perlu pastikan bahwa transisi ke energi baru terbarukan berjalan seiring dengan prinsip energy security, accessibility, and affordability,” imbuhnya.

Untuk memulihkan lingkungan dan ekosistem, Indonesia telah merehabilitasi lahan kritis secara signifikan, antara lain selama lima tahun. Melansir, menlhk.go.id, Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan, selama lima tahun terakhir, Indonesia telah merehabilitasi lahan kritis seluas 1,42 juta hektare dengan target lanjutan 600.000 hektare mangrove hingga tahun 2024.

Pengendalian perubahan iklim menjadi salah satu fokus program dalam pertemuan G20. Foto: Shutterstock

Indonesia Berada dalam Posisi Stretegis

Pakar Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa menyatakan Indonesia memiliki posisi yang unik sekaligus strategis dalam hal memastikan keadilan transformasi dalam hal pembangunan berkelanjutan. Itu artinya, keadilan antara negara maju dan berkembang.

“Sehingga transformasi tak hanya menguntungkan negara maju dan meninggalkan negara berkembang dan tertinggal,” katanya kepada Greeners, di Jakarta, Selasa (4/1).

Hal yang tak kalah penting, sambungnya yakni memastikan bahwa mobilisasi sumber daya energi dapat memengaruhi sumber daya ekonomi setiap negara di G20.

“Intinya adalah bagaimana G20 ini menjadi ruang forum agar orkestra pembangunan bertransformasi menjadi sustain,” imbuhnya.

Selama ini Indonesia telah memanfaatkan pembangunan rendah karbon dan dapat mendorong negara-negara di G20 untuk melakukan hal yang sama. Kendati demikian, Indonesia juga harus memastikan tantangan internal berupa kolaborasi antar sektor, baik masyarakat, pemerintah dan swasta.

“Tantangannya lebih ke implementasi beragam pihak, bukan hanya beban pemerintah tapi peran masyarakat dan swasta tidak mudah dan harus bekerja sama,” ungkapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

]]>
https://www.greeners.co/berita/presidensi-g20-indonesia-ajak-dunia-beraksi-nyata-untuk-bumi/feed/ 0
Greenpeace Indonesia Launched the First Completed Indicative Map in Indonesia https://www.greeners.co/english/greenpeace-indonesia-launched-the-first-completed-indicativce-map-in-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greenpeace-indonesia-launched-the-first-completed-indicativce-map-in-indonesia https://www.greeners.co/english/greenpeace-indonesia-launched-the-first-completed-indicativce-map-in-indonesia/#respond Thu, 17 Mar 2016 11:32:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13211 Jakarta (Greeners) – Greenpeace Indonesia launched an online digital map which would be able to monitor forest fires and deforestation. The map is claimed as the first map in Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Greenpeace Indonesia launched an online digital map which would be able to monitor forest fires and deforestation.

The map is claimed as the first map in Indonesia that also reveals names of the land owner which areas are detected with hotspots.

Greenpeace Indonesia forest campaigner, Teguh Surya, said that the launch, dubbed as “Kepo Hutan” (Forest Curious) was meant to support President Joko ‘Jokowi’ Widodo’s commitment to protect and rehabilitate damaged forest areas.

“The Kepo Hutan map indicative is a map which gives detailed information on companies’ concessions and their relations with peatlands, fire spots, and deforestation increasing rate,” said Surya at the launching event in Jakarta, on Tuesday (15/03).

Technically, Surya added, people can locate hotspots just by clicking the fire spots feature.

In addition, the map can also detect regions that did not have hotspots but located near them.

Furthermore, Surya said that the map’s accuracy was 90 percent considering the rigorous data and files submitted since 2013.

“So, forest and peatland fires occurred in 2013 can also be accessed by public as it provides near real time feature and search features. For instance, we want to know hotspots in 2013, then it can be shown,” he added.

The data, he added, was obtained from Ministry of Environment and Forestry, Ministry of Agriculture, National Land Agency, local governments and Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) which then compiled by Greenpeace to produce structured and presentable format.

He said that Greenpeace aimed to provide real description on hotspots in the country and encouraged local people, companies, NGOs and government to take action.

“If we followed through the debate in the media on land and forest fires in 2015, the biggest public question was they did not who were responsible for these fires, who were liable legally. That debate has been answered.There is no need for arguments on who’s responsible, because you just ‘click’ then you know the names of the concessions holders. It is now how legal actions must be taken,” he said.

Bambang Widjojanto, legal adviser for public policy and former deputy chief of Indonesia’s Corruption Eradication Commission (KPK), said that the new platform would be able to reveal on forest management in the country.

“If today, people could only access information of who’s being given the rights to manage forests then the map could also prevent more losses on the country’s natural resources through corruption in concessions permits,” said Widjajanto.

Meanwhile, Director of Forest Resources Monitoring Inventory at Ministry of Environment and Forestry, Ruwanda Agung, said that nearly all data presented at the map was legally obtained from the ministry.

“We also do have the data and it is interactive. We even put the locations, such as customary areas, region maps, hotspots on critical lands, and river banks,” said Agung.

Furthermore, he claimed that the ministry’s data was more updated than Greenpeace considering the NGO refer to the data.

For instance, if the latest data from the ministry was in 2015, then Greenpeace might have obtained the data on November or July 2015.

“Our data is more update for certain, especially the data is similar to the one launched by World Resources Institute. Forest Watch even gather data from us because we are the data custodian for national forest cover,” he said.

Reports by Danny Kosasih.

]]>
https://www.greeners.co/english/greenpeace-indonesia-launched-the-first-completed-indicativce-map-in-indonesia/feed/ 0
IKEA Berkomitmen Gunakan 100% Katun Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/ikea-berkomitmen-gunakan-100-katun-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ikea-berkomitmen-gunakan-100-katun-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/ikea-berkomitmen-gunakan-100-katun-ramah-lingkungan/#respond Wed, 18 Nov 2015 06:51:46 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11934 Setelah beberapa label fesyen menerapkan konsep sustainable atau berkelanjutan dalam proses produksi hingga pengelolaan produknya, sekarang giliran IKEA yang memantapkan diri sebagai perusahaan ritel besar pertama yang menerapkan 100 persen […]]]>

Setelah beberapa label fesyen menerapkan konsep sustainable atau berkelanjutan dalam proses produksi hingga pengelolaan produknya, sekarang giliran IKEA yang memantapkan diri sebagai perusahaan ritel besar pertama yang menerapkan 100 persen katun ramah lingkungan.

IKEA, retail besar asal Swedia yang terkenal dengan produk furnitur dan koleksi pakaian serta aksesoris ini, secara spesial menggunakan katun yang lebih minim penggunaan air, bahan-bahan tambahan kimia dan pestisida.

Penggunaan 100 persen katun ramah lingkungan ini diterapkan untuk semua item produk yang dijual di IKEA, termasuk untuk pakaian, aksesoris, tas, dompet, hingga aksesoris kelengkapan furnitur. “Tahun ini adalah era baru untuk katun di IKEA,” ujar Pramod Singh, Cotton Leader IKEA International, seperti dilansir dalam laman Ecouterre.

Koleksi IKEA. Foto: IKEA/www.ecouterre.com

Koleksi IKEA. Foto: IKEA/www.ecouterre.com

Menurut IKEA, katun merupakan sebuah material penting untuk IKEA. Singh pun menambahkan bahwa IKEA memang berkeinginan untuk membuat katun yang lebih layak dan terakses. Katun-katun tersebut berasal dari India, Pakistan, Turki, China, Brazil, dan Amerika Serikat.

“Pencapaian kami terhadap 100 persen katun dari sumber lebih berkelanjutan adalah sebuah penghargaan. Tapi itu juga membuat kami akan memulai tantangan berikutnya, yakni mengelolanya tetap 100 persen dan mendukung produsen katun di seluruh dunia untuk lebih sustainable,” tutup Singh.

Penulis: DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/ikea-berkomitmen-gunakan-100-katun-ramah-lingkungan/feed/ 0
West Papua Declared Itself as ‘Conservation Province’ https://www.greeners.co/english/west-papua-declared-itself-as-conservation-province/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=west-papua-declared-itself-as-conservation-province https://www.greeners.co/english/west-papua-declared-itself-as-conservation-province/#respond Wed, 21 Oct 2015 11:04:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11606 Jakarta (Greeners) – Celebrating 16th Anniversary of West Papua province, its administration declared itself as Conservation Province, on Monday (19/10). The declaration was an initiative of West Papua Governor Abraham […]]]>

Jakarta (Greeners) – Celebrating 16th Anniversary of West Papua province, its administration declared itself as Conservation Province, on Monday (19/10).

The declaration was an initiative of West Papua Governor Abraham Octavianus Atururi aimed to protect and manage its natural resources sustainably as the foundation for development and welfare of its people.

On his official statement, Abraham said that West Papua declaration is the first of its kind in Indonesia, even the world. Hence, it will become the basis for establishing a more wise and sustainable development planning in the province.

“Currently, Working Group of Conservation Province is setting up Special Regional Regulation (RANPERDASUS) as a legal basis to implement the initiative,” said Abraham, in Jakarta, on Tuesday (20/10).

Furthermore, Benja Victor Mambai, Papua Program Director of WWF Indonesia, welcomed and supported the declaration.

“We are hoping that this is the stand point for West Papua to push forward conservation efforts and sustainable development of West Papua province,” said Benja.

WWF, added Benja, has been working in the province to protect leatherback sea turtle (Dermochelys coriacea) and whale shark (Rhincodon typus), to monitor and manage resources based on local wisdom, environmental education, and policy advocacy in district and province levels related to Spatial Planning or RTRW and Strategic Environmental Assessment or KLHS.

“In West Papua, WWF – Indonesia Papua Program is located in Wondama Bay district, which is a part of Cendrawasih Bay National Park and Abun of Tambrauw district. West Papua province area covers Bird’s Head Landscape which is rich in marine biodiversity and 90 percent of West Papua is natural forest area,” he said.

Report by Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/english/west-papua-declared-itself-as-conservation-province/feed/ 0
Baju Renang Terbaru Speedo Berbahan Daur Ulang Jaring Ikan Bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/baju-renang-terbaru-speedo-berbahan-daur-ulang-jaring-ikan-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=baju-renang-terbaru-speedo-berbahan-daur-ulang-jaring-ikan-bekas https://www.greeners.co/gaya-hidup/baju-renang-terbaru-speedo-berbahan-daur-ulang-jaring-ikan-bekas/#respond Wed, 30 Sep 2015 02:55:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11296 Pengembangan dunia eco-fashion kini makin melebarkan sayapnya. Kali ini giliran Speedo melakukan gebrakan lewat koleksi baju renang terbarunya The Speedo PowerFlex Eco. Dalam koleksinya kali ini, Speedo menggunakan Econyl Nylon […]]]>

Pengembangan dunia eco-fashion kini makin melebarkan sayapnya. Kali ini giliran Speedo melakukan gebrakan lewat koleksi baju renang terbarunya The Speedo PowerFlex Eco. Dalam koleksinya kali ini, Speedo menggunakan Econyl Nylon Fiber, sebuah material (benang nylon) yang terbuat dari hasil daur ulang karpet lama dan jaring ikan bekas.

Dengan menggandeng Aquafill, sebuah pabrik pengolah Econyl asal Italia, Speedo PowerFlex Eco menggabungkan 78% Econyl Nylon Fiber dan 22% Xtra Life Lycra Fiber. Siapa sangka, baju renang ini bisa bertahan 10 kali lebih lama daripada bahan baju renang tradisional biasanya. Selain itu, swimsuit yang dirilis Agustus lalu ini memiliki tingkat ketahanan yang tinggi, tahan terhadap chlorine dan tidak mudah melar dan terkoyak.

“Melalui produk ini kami mencoba menantang produsen-produsen lainnya untuk menciptakan sesuatu yang bersifat berkelanjutan dan menstrukturisasikan kembali rantai pasokan mereka mencoba melirik kembali Tempat Pembuangan Akhir,” ujar Giulio Bonazzi, CEO dari Aquafill, dikutip dari laman ecouterre.com.

Tidak hanya terbuat dengan material yang ramah lingkungan, swimsuit ini pun dikemas dengan desain yang amat menarik dan terkesan futuristik, serta memiliki beberapa tipe desain seperti Got Your Cross Back yakni dengan aksen tali yang menyilang pada bagian punggung dan juga Revolve Splice Energy Back dengan bagian belakang yang mengikuti lekuk tulang punggung.

Desain-desain tersebut sengaja dibuat untuk memberi kenyamanan pada perenang yang menggunakannya agar dapat leluasa menggerakan pundak, punggung dan tangan yang menjadi titik terpenting dalam berenang tanpa memikirkan rasa pegal bagian-bagian tersebut seperti yang biasa dikeluhkan para perenang.

Selain desain yang beragam, warna dan motif yang ditawarkan pun bisa membuat Anda kebingungan memilih. Pasalnya, warna dan motif yang ditawarkan pada koleksi ini terbilang berbeda dengan koleksi sebelumnya, Hydralign Series.

Jangan khawatir bagi para pria, karena Speedo PowerFlex Eco pun menawarkan beragam desain untuk perenang pria mulai dari si maskulin Taper Splice Jammer hingga si seksi Must Be It Brief. Swimsuit ini dibandrol dengan harga mulai dari yang termurah US$44 atau setara dengan 600 ribu rupiah hingga yang termahal US$ 84 atau 1,2 juta rupiah. Bagaimana? Apakah Anda siap menabung untuk koleksi yang super keren ini?

Penulis : DR/G16

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/baju-renang-terbaru-speedo-berbahan-daur-ulang-jaring-ikan-bekas/feed/ 0
Perkenalkan, Tujuh Eco-Fashion Label https://www.greeners.co/gaya-hidup/perkenalkan-tujuh-eco-fashion-label/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perkenalkan-tujuh-eco-fashion-label https://www.greeners.co/gaya-hidup/perkenalkan-tujuh-eco-fashion-label/#respond Sat, 04 Jul 2015 09:58:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10156 Gerakan eco-fashion sedikit demi-sedikit mulai merasuki industri mode yang terus bergerak dinamis. Di tengah gempuran fast fashion, muncul perancang dan label yang mau mengalahkan keegoisan mereka untuk kembali menghargai alam […]]]>

Gerakan eco-fashion sedikit demi-sedikit mulai merasuki industri mode yang terus bergerak dinamis. Di tengah gempuran fast fashion, muncul perancang dan label yang mau mengalahkan keegoisan mereka untuk kembali menghargai alam dan manusia. Seperti dilansir dari situs elle.com, berikut ini sejumlah label yang mengambil jalur eco-fashion:

1. SVILU
SVILU memiliki konsep busana santai dengan bahan yang nyaman, warna yang romantis dan detail yang cantik. Penggagas SVILU, Britt Cosgrove dan Marina Polo memiliki keseriusan untuk berkontribusi pada estetika fesyen di masa depan.

Dalam menjalankan perannya di dunia fesyen, SVILU menggunakan bahan organik dan diproduksi secara lokal. Selain itu, label ini pernah masuk dalam kategori CFDA/Lexus Eco Fashion Challenge di tahun 2013, sebuah acara yang cukup berpengaruh bagi label busana yang mengusung keberlanjutan.

2. KOWTOW
Bagi perempuan yang menyukai potongan busana yang sederhana, KOWTOW bisa jadi jawabannya. Tampilan yang sederhana dengan beragam warna dan kain yang mudah diatur tidak hanya menjadi kekuatannya pada trend musim ini. KOWTOW menggunakan 100% bahan organik dan mengedepankan fair trade dalam proses pembuatannya.

KOWTOW pun membuka secara jelas proses pembuatan barang-barang produksinya yang disebut dengan “benih untuk garmen” dalam situs resmi mereka.

3. Freedom of Animals
Freedom of Animals salah satu label aksesori yang menggunakan bahan kulit sintetis dengan memanfaatkan bahan-bahan yang didaur ulang seperti botol air kemasan. Selain itu, label ini menggunakan katun organik yang dalam prosesnya dipercaya dapat mengurangi 70% penggunaan energi. Namun, hasilnya tak kalah menarik dari aksesori dengan kulit asli.

Tidak hanya menghasilkan tas jinjing wanita yang cantik, namun juga tas ransel yang kuat untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

4. H&M Conscious Collection
Belum lama ini, H&M mengajukan diri menjadi label yang peduli terhadap lingkungan hidup. Label yang sudah eksis dengan fast fashion ini pun mengubah haluannya untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap bumi. Meski demikian, retailer busana asal Swedia ini tetap berkomitmen untuk menghasilkan produk busana yang nyaman dan terjangkau.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/perkenalkan-tujuh-eco-fashion-label/feed/ 0
Julie Estelle Dukung Konsep Sustainable Demi Kelestarian Bumi https://www.greeners.co/gaya-hidup/julie-estelle-dukung-konsep-sustainable-demi-kelestarian-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=julie-estelle-dukung-konsep-sustainable-demi-kelestarian-bumi https://www.greeners.co/gaya-hidup/julie-estelle-dukung-konsep-sustainable-demi-kelestarian-bumi/#respond Wed, 01 Jul 2015 08:07:48 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10077 Jakarta (Greeners) – Membicarakan solusi untuk keberlangsungan hidup planet ini tak bisa dilepaskan dari sesuatu yang bersifat berkelanjutan (sustainable). Dengan konsep berkelanjutan, pemanfaatan sumberdaya menjadi lebih maksimal dan efisien. “Sustainable […]]]>

Jakarta (Greeners) – Membicarakan solusi untuk keberlangsungan hidup planet ini tak bisa dilepaskan dari sesuatu yang bersifat berkelanjutan (sustainable). Dengan konsep berkelanjutan, pemanfaatan sumberdaya menjadi lebih maksimal dan efisien.

“Sustainable sangatlah penting dan saat ini tidak hanya dunia fashion yang melakukannya, namun semua perusahaan dari makanan dan lainnya sedang mempromosikan barang-barang yang diproduksi secara sustainable,” ujar aktris Julie Estelle saat ditemui di sebuah acara peluncuran jam tangan di Jakarta, Selasa (30/06).

Menurut Julie, keinginan dan kepedulian negara-negara di dunia dengan menerapkan konsep sustainable akan membawa dampak yang besar bagi bumi di kemudian hari.

“Kalau kita tidak fokus terhadap sustainability, mau jadi apa bumi ini? Sekarang saja sudah terjadi perubahan iklim serta binatang-binatang yang punah akibat dari perbuatan kita yang tidak menjaga bumi. Jadi hal ini (sustainability) merupakan suatu pergerakan yang positif dan aku sangat mendukungnya,” ujar perempuan yang sempat menjadi duta orangutan ini.

Julie berharap agar semua masyarakat dan perusahaan-perusahaan dapat berpartispasi menerapkan konsep sustainable demi kelestarian lingkungan. “Walau tidak terlihat saat ini, namun dengan menjaga bumi secara bersama-sama maka akan terlihat secara nyata dampak yang positif di masa depan untuk generasi berikutnya,” katanya.

Tak ketinggalan, ia pun menyarankan untuk mulai membiasakan mengonsumsi barang produksi lokal untuk mengurangi jejak karbon yang berperan dalam kerusakan lingkungan.

“Ayo untuk anak-anak muda, mulailah kita menjaga bumi ini secara bersama-sama dengan sustainable apapun yang kita konsumsi, dan mulai mengonsumsi barang lokal agar dapat mengurangi jejak karbon . Marilah kita menjaga planet kita untuk kebersamaan,” katanya berpesan.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/julie-estelle-dukung-konsep-sustainable-demi-kelestarian-bumi/feed/ 0
Levi’s: Tidak Perlu Mencuci Jeans Terlalu Sering https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/#respond Sat, 06 Jun 2015 08:24:10 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9489 Siapa yang tidak mengenal dan menyukai celana jeans? Celana berbahan denim yang sudah ada sejak 1950-an ini tak pernah kehilangan penggemarnya. Selain modelnya yang tidak ketinggalan jaman, celana jeans atau jins […]]]>

Siapa yang tidak mengenal dan menyukai celana jeans? Celana berbahan denim yang sudah ada sejak 1950-an ini tak pernah kehilangan penggemarnya. Selain modelnya yang tidak ketinggalan jaman, celana jeans atau jins nyaman dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Baik dewasa ataupun remaja pasti memiliki sepotong jins di lemarinya.

Namun, pernahkah terpikirkan oleh kalian untuk tidak mencuci jins sehabis dikenakan? Mungkin hal ini terdengar aneh namun dengan menunda mencuci jins hingga beberapa kali pemakaian ternyata memberikan dampak besar bagi keberlangsungan bumi.

Podusen jins Levi Strauss melakukan penelitian yang menyatakan bahwa dengan mencuci jins terlalu sering maka kita telah ‘berpartisipasi’ dalam merusak lingkungan. Penelitian ini mengatakan jika kita terlalu sering mencuci jins sama saja kita telah menghabiskan hampir 3.800 liter air selama masa pakai sepotong jins tersebut.

“Inilah saatnya memikirkan kembali cara kita yang seringkali mencuci celana jins setelah pemakaian, karena sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan,” ujar Chip Bergh selaku CEO dan Presiden Levi Strauss.

Menurut Chip, pengguna denim harus mulai bertanggung jawab dan mengetahui cara untuk merawat celananya dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. Secara tidak disadari, jins mengeluarkan 37 % karbon dioksida selama penggunaannya. Kepedulian dari label jins ternama ini terkait dengan masih banyaknya kesulitan untuk mendapatkan air bersih di beberapa daerah di dunia yang sangat memprihatinkan.

Gambar: levistrauss.com

Gambar: levistrauss.com

Levi Strauss juga melakukan Lifecycle Analysis (LCA). Mereka melakukan penelitian terhadap masyarakat negara maju seperti Cina, Perancis, Inggris dan Amerika perihal seberapa sering melakukan pencucian terhadap celana jins mereka. Hasilnya, pengguna denim di Amerika lebih banyak menghabiskan air untuk mencuci jins dibanding tiga negara lainnya. Sebaliknya, sebagian masyarakat Cina mencuci jins setelah empat kali pemakaian.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan serta penghematan ketersediaan air, masyarakat disarankan untuk menyontoh yang dilakukan oleh negara Cina karena dapat membantu menurunkan perubahan iklim serta penghematan air. Chip juga mengatakan bahwa tidak mencuci jins setelah pemakaian tidak akan membuat seseorang mengalami penyakit kulit.

“Walaupun jarang mencuci jins terdengar menjijikan dan jorok, namun sampai saat ini hal tersebut tidak pernah membuat seseorang menderita penyakit kulit,” ujarnya seperti dikutip dari laman ecouterre.com.

Penulis : Gloria Safira

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/levis-tidak-perlu-mencuci-jeans-terlalu-sering/feed/ 0
Empat Perusahaan Perikanan Tandatangani Komitmen Bisnis Perikanan Berkelanjutan https://www.greeners.co/berita/empat-perusahaan-perikanan-tandatangani-komitmen-bisnis-perikanan-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=empat-perusahaan-perikanan-tandatangani-komitmen-bisnis-perikanan-berkelanjutan https://www.greeners.co/berita/empat-perusahaan-perikanan-tandatangani-komitmen-bisnis-perikanan-berkelanjutan/#respond Fri, 05 Jun 2015 04:18:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9455 Jakarta (Greeners) – Empat perusahaan perikanan akhirnya berani memberikan komitmennya untuk melakukan bisnis perikanan yang aman, berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian laut Indonesia. Komitmen ini dinyatakan dalam bentuk kerjasama […]]]>

Jakarta (Greeners) – Empat perusahaan perikanan akhirnya berani memberikan komitmennya untuk melakukan bisnis perikanan yang aman, berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian laut Indonesia. Komitmen ini dinyatakan dalam bentuk kerjasama sebagai bagian dari program Seafood Savers yang diinisiasi oleh World Wide Fund (WWF) Indonesia untuk mendukung kebijakan pemerintah akan terwujudnya perikanan berkelanjutan.

Chief Executif Officer (CEO) WWF Indonesia, Efransjah mengatakan bahwa sejak dibentuk pada tahun 2009 lalu, Seafood Savers memang ditujukan sebagai landasan relasi antarusaha (business-to-business platform) yang di dalamnya produsen perikanan, ritel dan kelompok institusi keuangan bersama-sama berupaya menggalakkan bisnis dan praktik perikanan yang berkelanjutan.

“Di sini artinya WWF mendorong agar adanya responsible produksi atau perbuatan produksi yang bertanggung jawab yang diaplikasikan dalam praktek perikanan yang ramah lingkungan,” jelasnya pada penandatanganan empat perusahaan perikanan sebagai anggota Seafood Savers di Jakarta, Kamis (04/06).

Senada dengan Efransjah, Direktur Pemasaran Luar Negeri Ditjen PPHP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti juga mengaku bahwa inisiasi yang dilakukan oleh WWF Indonesia sejalan dengan apa yang dilakukan oleh KKP saat ini.

Ditambah, lanjutnya, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat ingin mengusahakan sebuah merek nasional dengan ikan asli Indonesia yang bisa jaya di internasional, tentunya juga ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan tagline “save and suistainable”.

“Terimakasih kepada empat perusahaan yang akan komit menjalankan program berkelanjutan ini dan kita sepakat akan mengembangkan program-program yang aman dan berkelanjutan,” katanya.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih jauh, Koordinator Seafood Savers WWF Indonesia, Margareth Meutia menjelaskan, keempat perusahaan perikanan yang akhirnya menandatangani kerjasama tersebut adalah PT. Mustika Minanusa Aurora, PT. Samudera Eco Anugerah Indonesia, PT. Hatindo Makmur dan terakhir PT. Satu Enam Delapan Benoa.

PT. Mustika Minanusa Aurora, lanjut Margareth, akan konsisten menjalankan bisnis pengolahan dan ekspor udang windu yang diperoleh dari praktik budi daya tradisional. Lalu PT. Samudera Eco Anugerah Indonesia mendaftarkan komoditas tuna sirip kuning, kekerangan, kepiting bakau, kakap, salah satu jenis tenggiri, kerapu, udang windu serta ikan nila.

“Setelah itu, PT. Hatindo Makmur dan PT. Satu Enam Delapan Benoa bergerak dibidang pengolahan dan pembekuan ikan, khususnya ikan pelagis yang mendominasi portofolio produk perusahaan mereka,” lanjutnya.

Sedangkan untuk penilaiannya sendiri, tambah Margareth, Seafood Savers mengacu pada dua sertifikasi perikanan berkelanjutan, yaitu Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan tangkap dan Aquaculture Stewardship Council (ASC) untuk perikanan budidaya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/empat-perusahaan-perikanan-tandatangani-komitmen-bisnis-perikanan-berkelanjutan/feed/ 0
Menyelamatkan Laut dari Sampah Plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyelamatkan-laut-dari-sampah-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menyelamatkan-laut-dari-sampah-plastik https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyelamatkan-laut-dari-sampah-plastik/#respond Sat, 30 May 2015 06:55:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9341 Organisasi lingkungan Parley for the Oceans, dan Adidas berencana untuk menggunakan sampah plastik sebagai material sepatunya.]]>

Sudah saatnya perusahaan-perusahaan besar di dunia bekerja sama dan berkomitmen lebih terhadap lingkungan. Adidas misalnya. Selama 15 tahun ini mereka konsisten mengeluarkan laporan berkelanjutan (sustainability report) untuk publik yang menunjukkan perkembangan positif perusahaan terhadap lingkungan setiap tahunnya.

Bekerja sama dengan organisasi lingkungan yang fokus pada limbah di lautan, Parley for the Oceans, Adidas berencana untuk menggunakan sampah plastik sebagai material sepatunya. Produk sepatu tersebut akan diluncurkan di tahun 2016. Tidak itu saja, Adidas juga berjanji akan mengurangi pemakaian tas plastik di 2.900 tokonya yang tersebar di seluruh dunia.

Setiap tahun ada delapan juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Sementara itu kerugian yang harus ditanggung akibat limbah plastik di lautan ini sebesar USD 13 milyar. Kerusakan terbesar akibat sampah plastik dirasakan oleh ekosistem lautan. Ikan, terumbu karang, dan mahkluk hidup lainnya terancam mati dan punah.

“Menyelamatkan kondisi laut dari limbah plastik tidak dapat dilakukan sendirian. Setiap orang dan semua orang harus bekerja sama dan menjadi bagian dari solusi. Kolaborasi adalah jawaban dari solusi yang kita alami sekarang ini,” ungkap Cyrill Gutsch, pendiri Parley for the Oceans. “Kami akan mengajak serta para konsumen, para atlet, desainer, musisi, ilmuwan, artis, dan aktivis lingkungan untuk ikut mendukung dan menyebarkan pesan untuk menyelamatkan laut dari sampah plastik,” tambahnya lagi.

Foto: Parley for the Oceans/ecowatch.com

Foto: Parley for the Oceans/ecowatch.com

Adidas bukanlah satu-satunya perusahaan yang sudah menunjukkan aksi kepeduliannya pada lingkungan. Patagonia (perusahaan pakaian outdoor) dan H&M (perusahaan pakaian retail) juga bergerak ke arah yang sama dengan yang sudah Adidas lakukan. Patagonia melakukan praktek kerja yang secara khusus dilakukan untuk mengurangi jumlah bahan kimia dalam materialnya. Sementara H&M mendirikan toko dengan program daur ulang dan telah mendapatkan 13.000 ton pakaian bekas.

Meski begitu, organisasi Greenpeace pernah menyatakan bahwa Adidas, Nike, dan Puma lalai memenuhi janjinya untuk mengurangi bahan kimia dalam pembuatan produknya. Namun kini, Greenpeace memuji langkah yang diambil perusahaan tersebut atas inisiatifnya mengurangi racun yang ada dalam bahan materialnya.

Penulis: NW/G15
Sumber: ecowatch.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyelamatkan-laut-dari-sampah-plastik/feed/ 0
Renli Su Fokus Pada Kain Organik dan Nilai Tradisional https://www.greeners.co/gaya-hidup/renli-su-fokus-pada-kain-organik-dan-nilai-tradisional/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=renli-su-fokus-pada-kain-organik-dan-nilai-tradisional https://www.greeners.co/gaya-hidup/renli-su-fokus-pada-kain-organik-dan-nilai-tradisional/#respond Tue, 19 May 2015 12:08:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9139 Menjadi seorang perancang busana yang idealis tentunya bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, seorang desainer yang berdiri pada ideologinya membutuhkan kesabaran lebih untuk menjelaskan konsep dan memasarkan karya kepada buyers hingga […]]]>

Menjadi seorang perancang busana yang idealis tentunya bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, seorang desainer yang berdiri pada ideologinya membutuhkan kesabaran lebih untuk menjelaskan konsep dan memasarkan karya kepada buyers hingga konsumen. Di Indonesia, desainer idealis ini tidak banyak, diantaranya Felicia Budi, Lenny Agustin, dan Indita Karina. Karya mereka tampil beda dengan mencampurkan dunia fashion dan kepedulian pada lingkungan hidup dalam bentuk eco-fashion.

Di London, Inggris, perancang busana Su Renli pun menerapkan eco-fashion dalam berkarya. Ia menggunakan kain organik dan teknik handmade pada setiap rancangannya yang diberi label Renli Su. Majalah Vogue bahkan mendeskripsikan Renli sebagai desainer muda yang layak diperhitungkan karena koleksinya yang halus, romantis namun tanpa menggunakan embel-embel dan rimpel.

Kesan vintage namun elegan merupakan konsep pada gaun mini, rok rimpel dan span serta jaket dalam koleksi rancangannya. Menurutnya, selain dari tipe pakaian, kesan vintage akan tampak berdasarkan pemilihan kain di setiap koleksinya. Hal tesebut bisa dilihat dari kaku atau tidaknya kain, lembut atau tebal, dan tepat digunakan atau tidak pada setiap model rancangannya.

Rancangan Su Renli menggunakan bahan-bahan organik dan teknik "handmade". Foto: www.ecofashiontalk.com

Rancangan Su Renli menggunakan bahan-bahan organik dan teknik “handmade”. Foto: www.ecofashiontalk.com

Dengan mengangkat nilai-nilai tradisional, Renli Su menggunakan kain linen tradisional dari Tiongkok, linen Irlandia, dan katun organik yang merupakan hasil dari tenun tangan berbahan dasar rami yang didapatkannya dari sebuah pabrik kain di Tiongkok ‘Summer Fabric’ yang memiliki cetakan bergaris serta pencetakan blok. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan nilai tradisional yang melekat, Renli Su bekerja sama dengan pengrajin tradisional yang sudah terampil dalam karya-karyanya.

Sama halnya dengan fashion ramah lingkungan yang menentang fast fashion, Renli Su hanya memilih untuk bekerja sama dengan orang-orang yang ia kagumi tanpa mengejar perkembangan pasar yang begitu cepat berganti. Ia menikmati hasil dari slow fashion pada setiap kerumitan yang terdapat dalam desain tradisional dan menghargai setiap hasilnya.

Dimulai dengan menciptakan bentuk-bentuk grafis sederhana hitam dan putih, Renli kemudian menyadari ketertarikannya pada material dan kerumitan pengerjaan buatan tangan, dan dia menghargai setiap koleksi yang dihasilkannya.

Penulis : Gloria Safira
Sumber: www.ecofashiontalk.com

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/renli-su-fokus-pada-kain-organik-dan-nilai-tradisional/feed/ 0
Desain Modular untuk Fashion Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/desain-modular-untuk-fashion-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desain-modular-untuk-fashion-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/desain-modular-untuk-fashion-berkelanjutan/#respond Sat, 16 May 2015 05:05:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9012 Gerakan sustainable fashion semakin banyak memengaruhi industri mode, baik nasional maupun global. Fashion berkelanjutan mengusung prinsip menggunakan kembali (re-use), mengurangi (reduce), dan mendaur ulang (recycle) untuk meminimalisir pencemaran lingkungan yang […]]]>

Gerakan sustainable fashion semakin banyak memengaruhi industri mode, baik nasional maupun global. Fashion berkelanjutan mengusung prinsip menggunakan kembali (re-use), mengurangi (reduce), dan mendaur ulang (recycle) untuk meminimalisir pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari industri ini.

Rhiannon Hunt, perancang muda lulusan sekolah desain Chelsea College of Art, memiliki idealisme yang sama. Ia ingin mengurangi dampak buruk akibat cepatnya pergantian mode (fast fashion). Hunt yang pernah meraih penghargaan Sustainable Clothing Action Plan’s dalam ajang Extending The Life of Clothes menyarankan agar desain modular menjadi jalan untuk meningkatkan ikatan emosional seseorang dengan pakaiannya. Hal ini guna menumbuhkan rasa cinta terhadap apa yang dikenakannya.

“Teknik ini memudahkan para pemakainya untuk menyesuaikan gaya, selera, ukuran, serta panjang pakaian sendiri,” katanya seperti dikutip dari laman ecouterre.com. Diharapkan, hal ini dapat membantu menambah kreatifitas, interaksi serta hubungan personal antara pemakai dengan busana yang dipakainya.

Dalam sketsa rancangan Rhiannon Hunt ini, hiasan pada bagian belakang pakaian dapat dilepas dan dijadikan "lengan" pakaian. Desain modular dalam rancangan ini diharapkan meningkatkan hubungan personal pemakai dengan pakaian yang dikenakan. Gambar: www.ecouterre.com

Dalam sketsa rancangan Rhiannon Hunt ini, hiasan pada bagian belakang pakaian dapat dilepas dan dijadikan “lengan” pakaian. Desain modular dalam rancangan ini diharapkan meningkatkan hubungan personal pemakai dengan pakaian yang dikenakan. Gambar: www.ecouterre.com

Konsep unik rancangannya dipilih dengan menggambarkan pola yang melengkung seperti wajah pada sebuah kain yang rata lalu ditabrakan dengan warna yang berbeda.

“Ini bukan tentang menentukan posisi yang benar dan salah dalam menempatkan dua warna yang berbeda pada sebuah kain,” ujar Hunt, “tapi ini juga berarti dengan memadukan dan menabrakan warna yang berbeda akan menciptakan keindahan yang sama seperti karat pada tembaga.”

Sketsa rancangan Rhiannon Hunt. Gambar: www.ecouterre.com

Sketsa rancangan Rhiannon Hunt. Gambar: www.ecouterre.com

Hunt juga berinovasi dan mengeksplorasi bahan-bahan yang tidak biasa, seperti serat batang pisang, serat nanas, dan kulit salmon yang didapat dari sisa industri pengolahan makanan. Ia mengolah bahan-bahan ini dengan berbagai teknik, termasuk menerapkan pewarnaan alami, bordir, rajut, dan dekorasi tempel untuk memunculkan keunikannya.

Rancangan yang dibuat dengan ide unik ini bertujuan untuk mengurangi limbah tekstil. Selain itu, Hunt mengambil filosofi Jepang, wabi sabi dalam proses pembuatan rancangannya ini. Wabi sabi berarti mencakup kefanaan, ketidaksempurnaan dan keindahan yang berkembang seiring waktu.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/desain-modular-untuk-fashion-berkelanjutan/feed/ 0
Livia Firth Kenakan Gaun Dari Plastik Daur Ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/livia-firth-kenakan-gaun-dari-plastik-daur-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=livia-firth-kenakan-gaun-dari-plastik-daur-ulang https://www.greeners.co/gaya-hidup/livia-firth-kenakan-gaun-dari-plastik-daur-ulang/#respond Fri, 08 May 2015 07:32:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8903 Kemeriahan acara Met Gala 2015 yang terselenggara di New York dihangatkan oleh kehadiran produser film, Livia Firth yang datang bersama suaminya, Colin Firth. Livia dengan percaya diri menampilkan keunikan gaun […]]]>

Kemeriahan acara Met Gala 2015 yang terselenggara di New York dihangatkan oleh kehadiran produser film, Livia Firth yang datang bersama suaminya, Colin Firth. Livia dengan percaya diri menampilkan keunikan gaun merahnya di saat semua artis sedang beramai-ramai berpose di depan kamera.

Seperti dilansir dari ecouterre.com, keunikan dari gaun yang digunakan oleh wanita dengan julukan “Queen Of The Green Carpet” ini terdapat pada kainnya yang terbuat dari benang “Newlife” yang merupakan hasil daur ulang dari botol plastik bekas.

Desain gaun yang dikenakan Livia Firth hasil rancangan Antonio Berardi. Foto: www.ecouterre.com

Desain gaun yang dikenakan Livia Firth hasil rancangan Antonio Berardi. Foto: www.ecouterre.com

Menurut informasi dari WWD.com, gaun merah karya Antonio Berardi ini merupakan rancangan pertama yang dibuat Berardi untuk Livia pada proyek Green Carpet Challenge tahun 2012 lalu. Desain gaun ini sendiri terinspirasi dari film “Evergreen” tahun 1934.

“Antonio tahu aku menyukai gaun, jadi dia membuatkannya dan memberikan sentuhan bordiran Cina di gaun ini,” kata Firth. Ia juga menambahkan, “Acara Met memiliki tempat khusus di hati saya karena kita bisa membuka potensi dan kreatifitas untuk Green Carpet Challenge.”

Livia Firth dikenal mendukung gerakan eco fashion. Ia pun menginisiasi proyek Green Carpet Challenge yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2010 untuk mempromosikan keberlangsungan (sustainability), etika (ethics), dan kesejahteraan sosial (social welfare) dalam setiap gelaran red carpet.

Untuk diketahui, benang “Newlife” merupakan benang polyester yang ramah akan lingkungan. Benang produksi Italia ini terbuat dari 100 persen botol plastik bekas yang didaur ulang. Benang ini diproses menggunakan mesin ketimbang bahan kimia, yang mana proses pemintalan dan pewarnaannya hemat energi dan air serta mengurangi emisi karbon (CO2) dibandingkan proses produksi benang polyester biasa.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/livia-firth-kenakan-gaun-dari-plastik-daur-ulang/feed/ 0
Lenny Agustin, Fashion Designer Jangan Lupakan Unsur Keberlanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/lenny-agustin-fashion-designer-jangan-lupakan-unsur-keberlanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lenny-agustin-fashion-designer-jangan-lupakan-unsur-keberlanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/lenny-agustin-fashion-designer-jangan-lupakan-unsur-keberlanjutan/#respond Mon, 04 May 2015 09:33:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8855 Jakarta (Greeners) – Kiprah perancang muda Lenny Agustin dalam dunia fashion Indonesia patut diapresiasi. Perempuan yang dikenal kerap menggunakan tenun dalam rancangannya ini tidak hanya memiliki kepedulian pada potensi budaya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kiprah perancang muda Lenny Agustin dalam dunia fashion Indonesia patut diapresiasi. Perempuan yang dikenal kerap menggunakan tenun dalam rancangannya ini tidak hanya memiliki kepedulian pada potensi budaya Indonesia, tetapi juga terhadap sustainable fashion.

“Dari dulu aku suka disebut ‘pemulung elit’ sama teman-teman karena aku cenderung enggak membuang sampah. Waktu aku kuliah, aku suka memanfaatkan barang-barang yang terbuang, misalnya kabel telepon atau apapun itu. Saya manfaatkan itu untuk tugas kuliah,” ujar Lenny membuka cerita kepada Greeners usai pagelaran busana terbarunya bertajuk “Borneo Off Beat” beberapa waktu lalu.

Atas kepeduliannya ini, Lenny sempat didaulat oleh salah satu produk perawatan kecantikan terkemuka yang peduli lingkungan untuk membuat karya fashion dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

Menurut Lenny, material fashion tidak terbatas pada bahan yang biasa dipakai. Mengolah bahan-bahan yang terbuang atau berinovasi menciptakan bahan baru dapat dilakukan seorang desainer untuk meningkatkan hasil karyanya.

“Waktu gas elpiji menggantikan kompor minyak sehingga sumbu kompor banyak yang terbuang di pasar, aku ambil sumbu-sumbu kompor itu. Aku suka reuse, recycle, dan upcycle menggunakan barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang bisa dipakai,” katanya.

Lenny pun pernah berinovasi dengan membuat kain dari tepung singkong dan menjahitnya menjadi pakaian. Koleksi pakaian ini lantas dibuatkan pameran oleh kedutaan Perancis dan dibawa keliling dunia bersama dengan rancangan 50 desainer dari berbagai negara.

Desaigner yang gemar mengubah warna rambutnya ini mengatakan bahwa industri fashion sedang mencoba untuk mulai melakukan perubahan menuju sustainable fashion atau fashion yang berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan penelitian yang dilakukan beberapa pabrik tekstil untuk mencari pewarna sintetis yang seramah mungkin dengan lingkungan.

“Biasanya menggunakan cairan kimia untuk melengketkan warna. Tapi sekarang, diproses dengan air saja sudah bisa dan waktu dibuang itu tidak menjadi limbah. Kita harus update mengenai masalah ini,” katanya.

Menjadi seorang perancang busana atau fashion designer, lanjut Lenny, harus terbuka dengan teknologi baru namun tidak melupakan unsur keberlanjutan. “Kita sebagai fashion designer berusaha ‘mengonsumsi’ bahan-bahan yang ramah lingkungan. Gerakan ini sudah mulai ada tapi butuh waktu,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar para perancang busana Indonesia dapat menjadi contoh untuk konsumennya dalam hal keberlanjutan. “Mereka harus lebih kreatif, memperhatikan lingkungan, lebih banyak bereksperimen untuk menghasilkan karya yang sustainable,” pungkasnya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lenny-agustin-fashion-designer-jangan-lupakan-unsur-keberlanjutan/feed/ 0