teknologi ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/teknologi-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 16 Jul 2022 04:29:22 +0000 id hourly 1 United Tractors Luncurkan Excavator Hybrid Rendah Emisi https://www.greeners.co/aksi/united-tractors-luncurkan-excavator-hybrid-rendah-emisi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=united-tractors-luncurkan-excavator-hybrid-rendah-emisi https://www.greeners.co/aksi/united-tractors-luncurkan-excavator-hybrid-rendah-emisi/#respond Sat, 16 Jul 2022 04:21:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36745 Jakarta (Greeners) – PT United Tractors Tbk dan Komatsu resmi meluncurkan produk excavator hybrid terbarunya Komatsu HB 365-1. Produk tersebut merupakan excavator hybrid pertama di Indonesia untuk kelas 30 ton. […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT United Tractors Tbk dan Komatsu resmi meluncurkan produk excavator hybrid terbarunya Komatsu HB 365-1. Produk tersebut merupakan excavator hybrid pertama di Indonesia untuk kelas 30 ton.

Langkah ini selaras dengan komitmen Pemerintah Indonesia mewujudkan net zero emission atau nol emisi karbon hingga tahun 2060. Zero emission ini untuk mengatasi risiko perubahan iklim di masa depan. Adapun salah satu penyebab perubahan iklim yaitu tingginya kadar emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan industri.

Komatsu HB 365-1 menggunakan komponen hybrid yang lebih tahan lama dan andal dalam memanfaatkan energi listrik untuk menghasilkan performa bertenaga. Selain itu, excavator ini juga dapat membantu mengurangi jejak emisi hingga 13 kg per jam. Tak hanya itu, alat berat ini juga hemat konsumsi bahan bakar hingga 17 % jika dibandingkan dengan excavator model non-hybrid.

Corporate Governance & Sustainability Division Head United Tractors Sara K. Loebis mengatakan, saat ini kebijakan yang mengatur emisi gas buang baru tersedia untuk kendaraan penumpang atau komersil serta belum spesifik pada penggunaan alat berat.

Kendati demikian, United Tractors dan Komatsu senantiasa mendukung keberlanjutan lingkungan di Indonesia dengan menghadirkan produk-produk yang ramah lingkungan.

“Bersama Komatsu yang merupakan pionir dalam menghadirkan excavator hybrid di Indonesia, kami terus melakukan inovasi agar dapat berperan aktif meminimalisir dampak negatif kepada manusia dan lingkungan. Juga berkontribusi secara bertahap mewujudkan Indonesia yang bebas dari emisi,” kata Sara dalam keterangannya.

Komitmen Ramah Lingkungan United Tractors

Untuk mendukung pencapaian zero karbon Indonesia di tahun 2060, seluruh pihak harus terlibat pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang mampu mereduksi kadar emisi karbon. Salah satunya dengan pemanfaatan energi listrik pada kegiatan industri.

Sara mengungkapkan, sebagai perusahaan yang banyak berkecimpung pada penjualan alat berat untuk industri, United Tractors memiliki kepedulian khusus terhadap masalah lingkungan. Hal ini menjadi bagian dari implementasi inisiatif environmental, social and governance.

Oleh karena itu, kehadiran Komatsu HB365-1 menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam pengembangan produk ramah lingkungan.

Memasuki usianya ke-50 tahun, United Tractors terus berupaya mewujudkan aspirasi keberlanjutan. Komitmen ini selaras dengan tema “Berkarya Membangun Keberlanjutan” melalui produk-produk yang ramah lingkungan.

Perusahaan juga melakukan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara terus-menerus untuk mencegah kenaikan temperatur rata-rata bumi melalui efisiensi energi. Selain itu pemanfaatan energi terbarukan dan upaya konservasi lingkungan yang berdampak sebagai penyerap karbon.

United Tractors berkomitmen menghadirkan praktik perusahaan yang berkelanjutan dengan kehadiran excavator hybrid. Foto: United Tractors

Ciptakan Produk Berkelanjutan untuk Tekan Emisi Karbon

Senada dengan itu, Marketing Division Head United Tractors Etot Listyono mengungkapkan, Komatsu memiliki budaya continuous improvement. Budaya berkelanjutan ini memastikan peningkatan pada setiap produk yang diciptakan untuk dunia yang bebas emisi.

Komatsu terus merancang, mengembangkan, menguji dan menghadirkan next generation alat berat dengan prinsip menuju zero emission.

“Sebagai distributor alat berat terbesar di Indonesia, kami sangat mendukung kehadiran produk berteknologi hybrid yang ramah lingkungan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, Komatsu HB365-1 ini untuk penggunaan di berbagai sektor seperti tambang batu bara dan mineral yaitu nikel, emas, timah dan bauksit serta pekerjaan konstruksi. Setiap produk yang United Tractors jual tentunya telah melalui proses studi dan riset yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Etot menambahkan, Komatsu telah mengembangkan riset teknologi hybrid sejak tahun 1999. Butuh waktu hampir 10 tahun untuk mengembangkan produk excavator hybrid pertamanya ini.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/united-tractors-luncurkan-excavator-hybrid-rendah-emisi/feed/ 0
Lantai Interaktif Penghasil Energi https://www.greeners.co/ide-inovasi/lantai-interaktif-penghasil-energi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lantai-interaktif-penghasil-energi https://www.greeners.co/ide-inovasi/lantai-interaktif-penghasil-energi/#respond Sat, 22 Jul 2017 12:09:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=17847 Kemajuan teknologi membuka pintu seluas-luasnya untuk energi alternatif, seperti yang dilakukan London, ibu kota Inggris yang menghasilkan energi untuk menyalakan lampu-lampu kota menggunakan langkah kaki masyarakatnya.]]>

Kemajuan teknologi membuka pintu seluas-luasnya untuk energi alternatif, seperti yang dilakukan London, ibu kota Inggris yang menghasilkan energi untuk menyalakan lampu-lampu kota menggunakan langkah kaki masyarakatnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari proyek “smart street”, proyek yang dijalankan Pavegen dengan menempatkan deretan lantai interaktif di jalanan yang penuh pejalan kaki di Bird Street, pada 29 Juni silam.

lantai interaktif

Perkiraan jumlah langkah dan energi yang dihasilkan per hari. Gambar: Pavegen

Menurut Pavegen, seperti dilansir Livescience, lantai interaktif tersebut mampu mengumpulkan energi yang berasal dari pijakan langkah kaki sehingga mampu menghasilkan suara buatan seperti kicauan burung dan menyalakan lampu-lampu jalan pada malam hari.

Susunan lantai, masing-masing berukuran 10 meter persegi, juga menghasilkan energi rendah untuk transmiter Bluetooth yang menempel di jalanan. Transmiter tersebut terhubung dengan aplikasi yang menginformasikan para pejalan tentang berapa banyak langkah yang mereka lakukan dan berapa banyak energi yang mereka hasilkan. Nantinya jumlah langkah tersebut bisa ditukar dengan voucher atau diskon dari toko-toko di sepanjang jalan.

lantai interaktif

Bangku yang dilengkapi pembersih udara “CleanAir Bench” yang dibuat oleh Airlabs. Foto: AirLabs via livescience.com

Teknologi inovatif lain dalam proyek tersebut salah satunya adalah tempat duduk yang juga berfungsi sebagai air purifier dengan permukaan yang dilapisi cat spesial untuk menghisap nitrogen oxide hasil emisi gas buang.

Penulis: MFA/G41

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lantai-interaktif-penghasil-energi/feed/ 0
Pengelolaan Limbah dan Sampah, Teknologi Ramah Lingkungan Sangat Diperlukan https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-limbah-dan-sampah-teknologi-ramah-lingkungan-sangat-diperlukan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengelolaan-limbah-dan-sampah-teknologi-ramah-lingkungan-sangat-diperlukan https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-limbah-dan-sampah-teknologi-ramah-lingkungan-sangat-diperlukan/#respond Wed, 26 Apr 2017 06:08:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16838 Saat ini teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah organik sangat diperlukan karena pengelolaan sampah di Indonesia baru sampai pada tahap diangkut dan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan mengadakan lokakarya Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan dengan tema “Waste to Ethanol Systems” di Jakarta, Selasa (25/04). Tema ini untuk mendapatkan pandangan dan solusi pengelolaan sampah dan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) KLHK, Tuti H. Mintarsih saat mengatakan, pengelolaan sampah yang umum dilakukan di Indonesia baru sampai pada tahap diangkut dan ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 69%. Jumlah sampah yang dikompos dan didaur ulang pun baru mencapai 7%, selebihnya sampah tersebut dibakar. Untuk itu, ia menegaskan kalau pilihan-pilihan teknologi terapan yang tepat untuk pengelolaan limbah organik sangat diperlukan.

“Pertemuan ini untuk melakukan review terhadap klaim teknologi ramah lingkungan yang diajukan oleh salah satu penyedia jasa teknologi. Teknologi ini diklaim dapat memproses sampah padat dengan keluaran berupa etanol yang tidak mengeluarkan emisi ke udara dan limbah padatan yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak atau pupuk,” papar Tuti.

BACA JUGA: Menteri LHK Tertarik Replikasi Program Pengelolaan Sampah Kota Surabaya

Pada lokakarya ini, terus Tuti, dilakukan verifikasi oleh Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan terhadap kinerja penerapan teknologi pengolahan sampah dan limbah menjadi etanol. Anggota komitenya sendiri terdiri dari perwakilan Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Direktorat teknis Kementerian LHK, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) dan Asosiasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Indonesia (APPLI).

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan Noer Adi Wardojo mengatakan bahwa teknologi yang berbasis ramah lingkungan saat ini sangat berkembang, sehingga di dalam pemilihan alat atau teknologi, ia meminta kepada kalangan industri harus lebih selektif.

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah, KLHK: Kota Besar Masih Butuh Insenerator

Teknologi ramah lingkungan juga, tambahnya, merupakan rangkaian proses kegiatan yang dalam pembuatan dan penerapannya menggunakan bahan baku ramah lingkungan. Proses yang efektif dan efisien ini menghasilkan limbah yang minimal sekaligus mengurangi dan mencegah pencemaran lingkungan.

“Selain itu, untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang ada, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, industri perlu memperhatikan kriteria atau standar teknologi ramah lingkungan dan berbasis kinerja yang efisien dan produktif,” tutup Adi.

Sebagai informasi, lokakarya ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, praktisi, pelaku industri, pemerintah daerah dan media massa. Melalui pertemuan ini dapat diperoleh informasi dan telaah mendalam mengenai teknologi ramah lingkungan. Para pihak juga dapat lebih memahami potensi pemanfaatan teknologi tersebut dengan baik. Disamping itu juga dapat terindentifikasi kekurangan dan potensi dampak negatif yang ditimbulkan sehingga dapat dirumuskan lebih awal pengendaliannya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-limbah-dan-sampah-teknologi-ramah-lingkungan-sangat-diperlukan/feed/ 0
Pengelolaan Sampah, KLHK: Kota Besar Masih Butuh Insenerator https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-sampah-klhk-kota-besar-masih-butuh-insenerator/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pengelolaan-sampah-klhk-kota-besar-masih-butuh-insenerator https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-sampah-klhk-kota-besar-masih-butuh-insenerator/#respond Sun, 05 Feb 2017 09:28:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=15836 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa teknologi pengelolaan sampah menggunakan insenerator masih dibutuhkan oleh kota-kota besar seperti Jakarta.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa teknologi pengelolaan sampah menggunakan insenerator masih dibutuhkan oleh kota-kota besar seperti Jakarta. Pasalnya, kota-kota besar tersebut memiliki kuota sampah yang cukup besar. Untuk DKI Jakarta saja, 50 persen sampah rumah tangga berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Itu sebabnya tidak jarang tumpukan sampah di TPA Bantar Gebang runtuh akibat volume tinggi.

Menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih kepada Greeners mengatakan, jumlah sampah yang begitu besar di Jakarta tidak akan terkejar pengelolaannya jika tidak menggunakan teknologi yang besar pula. Hanya saja, dibutuhkan anggaran yang memadai untuk bisa menjadikan insenerator sebagai pilihan teknologi pengelolaan sampah yang akan digunakan.

“Jika anggarannya cukup, kota besar seperti DKI Jakarta memang masih membutuhkan insenerator untuk mengelola sampahnya, karena jika hanya mengandalkan TPA jelas tidak akan terkejar pengelolaannya,” tutur Tuti, Jakarta, Jumat (03/02).

BACA JUGA: LIPI Kembangkan Insenerator Plasma Ramah Lingkungan

Sedangkan untuk kota-kota kecil, Tuti mengatakan bahwa masih ada teknologi lain untuk pengelolaan sampah seperti teknologi gasifikasi dan pirolisis. Menurutnya, teknologi gasifikasi dan pirolisis lebih ramah lingkungan dan tidak mengeluarkan emisi. “Masih banyak opsi lainnya. Bahkan, dengan teknologi pirolisis, plastik bisa diolah menjadi bahan bakar,” katanya menambahkan.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) R Sudirman mengatakan, meskipun Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung, namun pembangunan insinerator harus tetap berjalan, terutama untuk kota metropolitan besar di Indonesia. Pasalnya, perkembangan penduduk selalu berbanding lurus dengan jumlah timbunan sampah yang ada di TPA.

“Contohnya di Kota Surabaya yang berhasil melakukan pengurangan hingga 37%, sisanya 63% kan masih dibawa ke TPA. Kalau itu prosesnya lama dibawa ke TPA (sampah) akan numpuk,” ujar Sudirman.

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah, BPPT Tawarkan Teknologi Pemusnahan Sampah

Pemerintah lewat KLHK menyarankan agar sampah dibakar menggunakan insinerator yang memenuhi baku mutu yang sudah ditentukan melalui Peraturan Menteri LHK Nomor 70 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Emisi Usaha dan/atau Kegiatan Pengelolaan Sampah Secara Termal. Nantinya, yang akan masuk ke TPA hanya residu sisa pembakaran.

“Untuk kota kecil, tidak diperbolehkan sama sekali untuk membangun insenerator melainkan menjalankan penuh amanat UU Pengelolaan Sampah untuk melakukan pengelolaan dari hulu ke hilir dengan melakukan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” jelasnya.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji pun mengakui bahwa penggunaan insenerator untuk pengelolaan sampah dalam volume besar memang masih sangat dibutuhkan. Ia mengambil contoh, penerapan insenerator di kota Tokyo, Jepang. Kota yang dikenal sangat ramah lingkungan ini pun menggunakan cukup banyak insenerator.

“Jadi memang Perpres itu jangan dilihat sepihak saja. Intinya kan bagaimana sampah ini bisa dikelola dengan baik. Polutan yang dihasilkan pun jika serius masih bisa ditekan. Sedangkan listrik dari pembangkit itu hanya bonus saja. Yang penting bagaimana sampahnya bisa terkelola,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pengelolaan-sampah-klhk-kota-besar-masih-butuh-insenerator/feed/ 0
Regen Villages: Membangun Desa Mandiri yang Modern dan Berkelanjutan https://www.greeners.co/ide-inovasi/regen-villages-membangun-desa-mandiri-modern-dan-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=regen-villages-membangun-desa-mandiri-modern-dan-berkelanjutan https://www.greeners.co/ide-inovasi/regen-villages-membangun-desa-mandiri-modern-dan-berkelanjutan/#respond Fri, 20 Jan 2017 06:58:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15720 ReGen Villages -- konsep Desa Mandiri yang sedang dicanangkan Firma Arsitektur Denmark (EFFEKT) -- tidak hanya terfokus kepada energi, tetapi juga bahan pangan.]]>

Di Indonesia, program Desa Mandiri sejak 2014 silam telah mulai digalakan. Merujuk dokumen “Kerangka Acuan Kerja (KAK): Kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Energi” dari Dinas Energi dan Mineral Provinsi Jawa Tengah, program yang mereka sebut dengan Desa Mandiri Energi (DME) ini merupakan cara alternatif dalam meringankan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan, agar bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi.

Menurut mereka, desa yang dikategorikan DME haruslah memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60% kebutuhan energi dan energi terbarukan yang dihasilkan melalui potensi sumber daya setempat, misal biogas atau biofuel. Energi terbarukan tersebut harus memiliki syarat seperti aspek berkelanjutan, pengembangan area setempat, dan ramah lingkungan.

Namun jika DME hanya memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi, ReGen Villages — konsep Desa Mandiri yang sedang dicanangkan Firma Arsitektur Denmark (EFFEKT) — tidak hanya terfokus kepada energi, tetapi juga bahan pangan. Dalam rancangannya, James Ehrlich pendiri ReGen Villages membayangkan komunitas yang mampu menghasilkan makanan dan energi sendiri, semua menggunakan desain berkelanjutan yang berkaitan dengan isu-isu terkini, seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.

regen villages

Ilustrasi: EFFEKT via Inhabitat.com

Dilansir Inhabitat, pembangunan ReGen Villages didasari oleh lima prinsip, yaitu rumah berenergi positif, produksi makanan organik berkualitas tinggi, perpaduan energi terbarukan dan tempat penyimpanan, daur ulang limbah dan air, serta pemberdayaan komunitas lokal.

Untuk mendukung kehidupan berkelanjutan tersebut, ReGen Villages didukung panel surya photovoltaic dengan sistem pemanas dan pendingin pasif yang terlepas dari penggunaan listrik dalam tiap rumah. Setiap keluarga dapat menumbuhkan sayur dan buah-buahan mereka sendiri dalam rumah kaca yang saling terhubung. Tidak hanya itu, ruang publik juga akan dipasang stasiun pengisian baterai mobil dan lahan pertanian vertikal aquaphonic. Setiap komunitas akan berbagi fasilitas penyimpanan air lengkap dengan sistem daur ulang limbah menjadi sumber daya.

ReGen Villages direncanakan dibangun untuk komunitas di Belanda pada Juni nanti. Mereka juga telah menyiapkan pilot project untuk Swedia, Jerman, Norwegia, dan Denmark, serta beberapa komunitas untuk Tiongkok, Afrika, Uni Emirat Arab.

Penulis: MFA/G41

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/regen-villages-membangun-desa-mandiri-modern-dan-berkelanjutan/feed/ 0
Pewarna Alami dari Limbah Kapas https://www.greeners.co/gaya-hidup/pewarna-alami-limbah-kapas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pewarna-alami-limbah-kapas https://www.greeners.co/gaya-hidup/pewarna-alami-limbah-kapas/#respond Wed, 21 Sep 2016 11:43:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=14771 Cotton Incorporated bekerjasama dengan Archroma baru-baru ini menciptakan terobosan baru dengan memproduksi pewarna tekstil dari residu kapas. ]]>

Pengunaan pewarna alami pada produk tekstil sudah sejak lama kita temui di banyak masyarakat tradisional yang ada diseluruh dunia meski sebagian besar produsen tekstil lebih memilih menggunakan pewarna kimia. Dewasa ini, beberapa produsen fesyen mulai kembali melirik pewarna alami untuk produk yang mereka produksi. Beragam jenis dedaunan, bunga, buah sampai beberapa jenis akar dan kulit kayu bisa menjadi perwarna dengan ragam pilihan warna yang terhitung lengkap.

Cotton Incorporated bekerjasama dengan Archroma baru-baru ini menciptakan terobosan baru dengan memproduksi pewarna tekstil dari residu kapas. Pewarna tersebut bisa digunakan pada kain katun yang juga terbuat dari bahan dasar kapas. Perusahaan yang bergerak pada penelitian dan promosi kapas tersebut percaya apa yang mereka ciptakan merupakan penemuan baru dalam sejarah modern bahwa sebuah produk tekstil diproduksi dari bahan dan pewarna yang besumber dari hanya satu jenis tanaman.

Menghasilkan berbagai pilihan warna coklat, pewarna dari residu kapas ini sejatinya merupakan hasil dari teknologi yang dipatenkan Archroma dengan sebutan “EarthColors”. Dengan menggunakan teknologi tersebut, perusahaan yang berbasis di Swiss ini berupaya menciptakan berbagai pewarna alternatif menggunakan limbah dari hasil alam dan pertanian.

“Segera setelah kami mendengar tentang teknologi EarthColors, kami ingin mengeksplorasi kemungkinan kapas sebagai sumber pewarna alami,” kata Maria Ankeny, senior director of textile chemistry research dari Cotton Incorporated seperti dilansir Ecouterre.com.

limbah kapas

Foto: ecouterre.com

Maria Ankeny menambahkan bahwa selama ini produk turunan dari kapas sudah banyak digunakan pada industri makanan dan konstruksi, untuk itu pihaknya tertarik pada kemungkinan menggunakan material tersebut pada industri tekstil.

“Kami sangat berterima kasih kepada Cotton Incorporated yang telah memberikan tantangan ini. Archroma juga merupakan upaya kita untuk menantang status quo, dan teknologi EarthColors juga menunjukkan dedikasi kami untuk mendukung dan menginspirasi dunia fesyen yang berkelanjutan dengan warna-warna hangat yang dapat ditelusuri sumber bahan pembuatnya, mulai dari pekebunan sampai ke toko,” ujar Nuria Estape, Head of Textile Specialties Global Marketing & Promotion Archroma.

Selain menawarkan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, EarthColor juga menawarkan teknologi tinggi mengenai penelusuran proses pembuatan pewarna dan sumber bahan bakunya.

Penelusuran informasi ini dimungkinkan dengan adanya chip khusus yang diletakan pada hangtag atau label di setiap produk. Data pada chip dapat diakses oleh konsumen dengan menggunakan ponsel.

Sejatinya hal tersebut juga serupa dengan apa yang diterapkan pada industri kapas di Amerika Serikat. Setiap bal kapas yang ditanam di AS menerima tag identifikasi. Tag memungkinkan pembeli kapas untuk melacak perjalanan produksi dari setiap bal kapas yang dibelinya. Tag ini juga mencakup informasi tentang karakteristik serat kapas yang terkandung disetiap balnya.

Penulis: AT/G39

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/pewarna-alami-limbah-kapas/feed/ 0
Bicimaquinas, Ubah Sepeda Menjadi Mesin https://www.greeners.co/ide-inovasi/bicimaquinas-ubah-sepeda-menjadi-mesin/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bicimaquinas-ubah-sepeda-menjadi-mesin https://www.greeners.co/ide-inovasi/bicimaquinas-ubah-sepeda-menjadi-mesin/#respond Mon, 27 Jun 2016 08:16:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14102 Salah satu pemanfaatan tenaga gerak dari sepeda dalam usaha lokal dapat kita temui di Guatemala. Maya Pedal, sebuah organisasi non profit di Guatemala memproduksi Bicimaquinas, sebuah mesin yang memanfaatkan tenaga dari gerakan bersepeda.]]>

Sepeda merupakan sebuah kendaraan rekreasi sekaligus punggung transportasi di banyak negara. Meski zaman roda dua telah berlalu dan dunia didominasi kendaraan bermesin, sepeda masih jadi favorit banyak orang. Kebanyakan orang fokus pada kemampuan sepeda dalam menghasilkan sistem transportasi yang berkelanjutan.

Sementara itu di bagian lain dunia, sepeda berubah fungsi jauh melebihi produktivitas sebuah alat transportasi. Sepeda telah menghasilkan titik awal untuk cara-cara inovatif yang bertujuan mengurangi beban kerja manusia, meningkatkan produktivitas dan menjadi alat untuk pemberdayaan ekonomi.

Bicimaquinas, sebuah mesin yang memanfaatkan tenaga dari gerakan bersepeda. Video screen capture: youtube.com

Bicimaquinas, sebuah mesin yang memanfaatkan tenaga dari gerakan bersepeda. Video screen capture: youtube.com

Salah satunya pemanfaatan tenaga gerak dari sepeda dalam usaha lokal dapat kita temui di Guatemala. Maya Pedal, sebuah organisasi non profit di Guatemala memproduksi Bicimaquinas, sebuah mesin yang memanfaatkan tenaga dari gerakan bersepeda.

Mereka mengubah fungsi sepeda dari mesin transportasi menjadi mesin-mesin lain seperti mesin blender sampai mesin penenun. Selain teknik rekayasanya yang pintar, kehebatan lainnya adalah bahwa alat ini berhasil mengatasi keengganan dan keraguan dari anggota masyarakat yang percaya bahwa sebenarnya mereka membutuhkan solusi teknologi tinggi. Sesederhana teknologi sepeda, nyatanya dapat membantu menghasilkan produksi mereka.

Beberapa mesin sepeda ini bahkan ada yang sudah berumur 15 tahun sehingga sudah jelas bahwa ini adalah sebuah solusi nyata dengan kontribusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/bicimaquinas-ubah-sepeda-menjadi-mesin/feed/ 0
Indonesia Bersiap Luncurkan Bahan Bakar Euro 4 https://www.greeners.co/berita/indonesia-bersiap-luncurkan-bahan-bakar-euro-4/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-bersiap-luncurkan-bahan-bakar-euro-4 https://www.greeners.co/berita/indonesia-bersiap-luncurkan-bahan-bakar-euro-4/#respond Thu, 19 May 2016 06:29:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13700 Indonesia hanya tinggal menunggu hari jelang penandatangan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait penerapan bahan bakar Euro 4.]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia hanya tinggal menunggu hari jelang penandatangan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait penerapan bahan bakar Euro 4. Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian LHK Dasrul Chaniago mengatakan, hingga sejauh ini, Kementerian Perhubungan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah menyetujui penerapan Euro 4.

Menurut Dasrul, dua kementerian dan lembaga tersebut saat ini sudah memiliki teknologi pengukur emisi gas buang pada bahan bakar Euro 4. Bahkan, industri mobil justru meminta agar regulasi tersebut segera terealisasikan.

“Karena mereka selama ini buat produk dalam dua jenis, Euro 2 dan 4. Indonesia masih pakai Euro 2, sementara negara ekspor sudah pakai Euro 4. Jadi bulan ini semoga bisa ditandatangani Permennya,” ujar Dasrul, Jakarta, Rabu (18/05).

Pengesahan Permen tersebut direncanakan akan dilakukan pada tahun ini. Mobil jenis baru yang diproduksi sebelum Permen disahkan juga akan diberi waktu hingga empat tahun untuk menghabiskan sisa produksinya dan harus menerapkan teknologi Euro 4 pada tahun 2020.

“Sementara untuk mobil jenis baru yang diproduksi pasca Permen hanya diperbolehkan untuk menghabiskan sisa produksi dalam 2 tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut Dasrul mengatakan bahwa dengan diberlakukannya Euro 4 yang memiliki Research Octane Number (RON) minimal 95 dan Sulfur 50, maka kualitas udara diyakini akan lebih baik dengan minimnya NOX, SOX, dan CO yang dihasilkan dari Pembakaran.

Meski demikian, kualitas pencemaran udara tidak hanya dipengaruhi oleh ketiga zat tersebut, masih terdapat Particulate Matter (PM) yang dihasilkan di udara. Saat ini saja, Jakarta dan beberapa kota di Indonesia baru memiliki sensor pengukur PM 10 yang dapat mengukur PM berukuran 10 mikrometer.

“Menurut rencana, tiga alat sensor yang akan dibangun tahun ini akan dapat menangkap perkembangan PM 2.5 yang memiliki ukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer,” kata Dasrul.

Sebagai informasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Program Lingkungan PBB (UNEP), pada tahun 2012 dan 2013 sempat melakukan penelitian terkait kerugian kesehatan dan sosial yang disebabkan pencemaran udara. Hasilnya, kerugian yang ditimbulkan menyentuh angka Rp38,5 Miliar. Ini termasuk biaya rumah sakit, biaya yang harus ditanggung keluarga pasien yang menunggu serta biaya kerugian dari perusahaan yang mengalami kekurangan tenaga pekerja dalam periode sakit tersebut.

Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk memperbaiki kualitas udara, baik dalam regulasi maupun penerapan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-bersiap-luncurkan-bahan-bakar-euro-4/feed/ 0
ISAW Ajak Warga Berpartisipasi Pantau Kondisi Satwa Melalui Zoo Recapp https://www.greeners.co/berita/isaw-ajak-warga-berpartisipasi-pantau-kondisi-satwa-melalui-zoo-recapp/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=isaw-ajak-warga-berpartisipasi-pantau-kondisi-satwa-melalui-zoo-recapp https://www.greeners.co/berita/isaw-ajak-warga-berpartisipasi-pantau-kondisi-satwa-melalui-zoo-recapp/#respond Sun, 15 May 2016 07:21:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13676 Direktur Eksekutif Indonesia Society for Animal Welfare (ISAW), Kinanti Kusumawardani mengajak masyarakat turut serta memantau dan menilai kondisi satwa di kebun binatang melalui aplikasi Zoo Reporting for Citizens Application (Zoo Recapp). ]]>

Malang (Greeners) – Kasus gajah Yani yang mati di Kebun Binatang Bandung, Rabu (11/5/2016) lalu, menarik perhatian semua pihak. Kasus tersebut menambah daftar panjang kematian satwa di kebun binatang.

Sebelumnya, pada Juli 2014 lalu, harimau Sumatera, Melanie, mati di Taman Safari Bogor, Jawa Barat. Satwa yang dilindungi itu sebelumnya tinggal di Kebun Binatang Surabaya. Tahun 2013, Melanie sempat dikirim ke Taman Safari Cisarua, Bogor, untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Melanie mati pada usia 16 tahun. Di usia tersebut, berat tubuhnya mencapai 40-50 kilogram, sangat kurus untuk ukuran harimau tua.

Direktur Eksekutif Indonesia Society for Animal Welfare (ISAW), Kinanti Kusumawardani mengatakan bahwa kasus ini menunjukkan betapa memprihatinkannya kondisi pemeliharaan satwa di kebun binatang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai etika dan kesejahteraan satwa.

“Kondisi ini bisa dicegah manakala fasilitas dan kondisi kebun binatang layak,” katanya, Jumat (13/5/2016).

Menyikapi kondisi ini, Kinanti mengajak masyarakat turut serta memantau dan menilai kondisi satwa di kebun binatang melalui aplikasi Zoo Reporting for Citizens Application (Zoo Recapp). Zoo Recapp merupakan platform penilaian yang memberdayakan warga (citizen assessment) untuk menilai kondisi satwa di kebun binatang secara mudah dan sistematis.

Kinanti menjelaskan, proses penilaian dalam Zoo Recapp mengacu pada metode penilaian terstandar Zoo Exhibit Quick Audit Process (ZEQAP). Aplikasi ini dirancang sebagai metode ilmiah bagi publik untuk melakukan monitoring dan penilaian kebun binatang secara berkala.

Caranya, publik cukup login menggunakan nama dan alamat email. Aplikasi Zoo Recapp dapat langsung menjawab serangkaian pertanyaan terkait kesejahteraan satwa pada kandang atau area tertentu di kebun binatang.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Melalui Zoo Recapp ini nantinya rutin melakukan monitoring, penilaian, dan pelaporan kondisi kesejahteraan satwa di kebun binatang,” ujarnya.

Dikatakan Kinanti, regulasi terkait pemeliharaan satwa di lembaga konservasi sebenarnya telah diatur dalam Permenhut Nomor 31 Tahun 2002 tentang Lembaga Konservasi dan Peraturan Dirjen PHKA Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Etika dan Kesejahteraan Satwa di Lembaga Konservasi.

Pasal 9 Permenhut Nomor 31 tahun 2012 disebutkan bahwa ketersediaan dokter hewan dan paramedik sebagai tenaga kerja permanen merupakan salah satu kriteria yang mutlak dimiliki oleh kebun binatang.

Di pasal 29 juga disebutkan bahwa lembaga konservasi dilarang memperagakan satwa sakit atau menelantarkan satwa dengan cara yang tidak sesuai dengan etika dan prinsip-prinsip kesejahteraan satwa.

“Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bisa berakibat sanksi administratif seperti pencabutan izin operasi atau penghentian layanan sementara,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Kinanti, masih terdapat celah dalam regulasi tersebut yang dapat memperlambat proses penindakan. Semisal, sanksi bisa dijatuhkan apabila kebun binatang atau lembaga konservasi diberi peringatan tertulis dari Dirjen PHKA sebanyak tiga kali berturut-turut. Peringatan tertulis diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan tim yang dibentuk oleh Dirjen.

“Sayangnya, jangka waktu pemeriksaan kebun binatang itu setiap 5 tahun sekali, sehingga tidak mencerminkan keadaan terkini dari sebuah lembaga konservasi. Misalnya, Kebun Binatang Bandung terakhir berhasil mendapat Akreditasi B tahun 2011, mengacu pada hasil pemeriksaan,” ungkapnya.

Kinanti juga menambahkan bahwa persoalan kepemilikan dan pengelolaan kebun binatang di Indonesia adalah masalah krusial. Terkadang menjadi sulit bagi pihak otoritas untuk mengambil tindakan. “Regulasi sudah ada, tapi pelaksanaan di lapangan perlu dievaluasi kembali. Hal ini tidak lain semata-mata untuk menjaga satwa yang ada di kebun binatang,” jelasnya.

Langkah ISAW mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pengecekan kebun binatang disambut positif lembaga yang bergerak untuk perlindungan satwa liar dan hutan, Protection of Forest & Fauna (Profauna) Indonesia.

“Masyarakat harus partisipatif dalam memantau dan menilai. Langkah ini perlu digalakkan di semua daerah di Indonesia,” kata Koordinator Profauna Jawa Barat, Rindu Aunillah Sirait, melalui rilisnya.

Dalam kasus kematian gajah Yani di Kebun Binatang Bandung, Rindu mengimbau agar semua elemen hendaknya disikapi dengan bijaksana. Jangan sampai terjebak pada informasi yang justru jauh dari fokus utama dalam melindungi satwa-satwa yang ada di Indonesia.

“Fokus utama adalah keselamatan dan kesejahteraan satwanya, jangan dibawa ke ranah kepentingan ekonomi, apalagi politik,” tandasnya.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/isaw-ajak-warga-berpartisipasi-pantau-kondisi-satwa-melalui-zoo-recapp/feed/ 0
Inovasi Teknologi Kunci Transportasi Masa Depan https://www.greeners.co/berita/inovasi-teknologi-kunci-transportasi-masa-depan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=inovasi-teknologi-kunci-transportasi-masa-depan https://www.greeners.co/berita/inovasi-teknologi-kunci-transportasi-masa-depan/#respond Thu, 07 Apr 2016 12:24:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13403 Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) meresmikan pembukaan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Kamis (07/04). JK berharap dalam pameran IIMS 2016 kali ini ada inovasi yang dihadirkan.]]>

Jakarta (Greeners) – Laju pertumbuhan teknologi transportasi masa depan akan terus menumbuhkan tingkat inovasi bagi negara maju. Setidaknya begitulah yang disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, Kamis, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JK berharap dalam pameran IIMS 2016 kali ini ada inovasi yang dihadirkan. Ia menyatakan dengan berkembangnya inovasi, kebutuhan akan teknologi tidak mungkin lagi untuk dihindari. Dalam pameran ini, calon pembeli juga menjadi lebih teredukasi dalam memilih kendaraan yang ingin dibelinya.

“Karena kita sudah ada agenda untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen pada 2030, maka industri otomotif pun didorong untuk terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan karena inovasilah yang menentukan industri masa depan,” ujarnya, Jakarta, Kamis (07/04).

Selain itu, JK berharap agar pameran IIMS 2016 mampu mendorong masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri. Dengan mencintai produk negara sendiri, akan semakin mendorong peningkatan ekonomi negara.

Sementara itu, Chief Executive Officer Kompas Gramedia Lilik Oetama menyatakan, dalam pameran otomotif ini, mobil listrik hasil karya anak bangsa dari beberapa perguruan tinggi dan universitas turut dipamerkan dalam rangka keterlibatan IIMS 2016 dalam program penurunan emisi karbon sebesar 29 persen.

“Kami hadirkan mobil listrik karya pelajar dari berbagai universitas di Indonesia. Ini bentuk dukungan kami untuk target menurunkan emisi gas rumah kaca,” tambahnya.

Sebagai informasi, pameran otomotif IIMS yang pertama kalinya digelar di awal tahun ini diikuti 36 merek mobil dan motor. Sejumlah merek yang hadir antara lain Chevrolet, Daihatsu, Datsun, Honda, Hyundai, Mitsubishi, Nissan, Toyota, Audi, BMW, Garasindo (Chrysler, Dodge, Jeep, dan Fiat), Mercedes-Benz, MINI, dan Volkswagen.

Untuk sepeda motor, Garansindo hadir dengan brand Ducati, Peugeot Scooters, Italjet dan Zero Motorcycle, kemudian terdapat juga BMW Motorrad, Honda, Yamaha, serta pendatang baru Royal Einfield.

IIMS 2016 mulai dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis 7 April 2016 pukul 17.00 WIB dengan harga tiket khusus Rp 150.000. Selanjutnya, tiket masuk IIMS untuk Senin-Kamis seharga Rp40.000 dan Jumat-Minggu Rp 60.000 hingga tanggal 17 April 2016.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/inovasi-teknologi-kunci-transportasi-masa-depan/feed/ 0
Panel Surya Transparan https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=panel-surya-transparan https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/#respond Wed, 16 Dec 2015 06:56:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=12252 Bulan Agustus 2014, peneliti di Universitas Michigan menciptakan panel surya yang transparan. Dengan penemuan ini, jendela ataupun benda lain yang menggunakan kaca (seperti layar ponsel) menjadi panel surya.]]>

Bulan Agustus 2014, peneliti di Universitas Michigan menciptakan panel surya yang transparan. Dengan penemuan ini, kita bisa mengubah setiap jendela ataupun benda lain yang menggunakan kaca (seperti layar ponsel) sebagai panel surya.

Seperti dilansir dalam extremetech.com, Richard Lunt, ketua penelitian ini, menyatakan timnya yakin panel surya transparan ini dapat diaplikasikan dengan luas, mulai dari bangunan tinggi yang memiliki banyak jendela hingga layar gawai yang membutuhkan kualitas estetis yang tinggi seperti ponsel atau tablet.

Modul panel surya transparan dengan berbagai warna konsentrator panel surya konvensional di latar belakang. Foto: G.L. Kohuth/msutoday.msu.edu

Modul panel surya transparan dengan berbagai warna konsentrator panel surya konvensional di latar belakang. Foto: G.L. Kohuth/msutoday.msu.edu

Saat ini, Ubiquitous Energy, sebuah perusahaan startup dari MIT, membawa penemuan ini semakin dekat ke pasar. Richard Lunt yang turut mendirikan perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah mengubah cara panel surya ini menyerap cahaya. Secara selektif, panel surya ini menyeleksi bagian dari spektrum cahaya matahari dan mengumpulkan energinya sambil meneruskan cahaya yang terlihat mata.

“Dengan penemuan ini, kami menginginkan panel pengumpul energi cahaya matahari ada dimana-mana, namun keberadaannya tidak disadari oleh orang,” ungkap Richard.

Proses yang terjadi di luar spektrum warna yang terlihat mata, sehingga modul panel surya ini tampil transparan. Konsentrator panel surya transparan ini mengandung garam organik yang dapat menyerap sinar ultra violet dan inframerah. Sumber: www.extremetech.com

Proses yang terjadi di luar spektrum warna yang terlihat mata, sehingga modul panel surya ini tampil transparan. Konsentrator panel surya transparan ini mengandung garam organik yang dapat menyerap sinar ultra violet dan inframerah. Sumber: www.extremetech.com

Para peneliti dan Ubiquitous Energy yakin bahwa teknologi ini bisa diterapkan pada skala industri yang besar dan dapat diaplikasikan secara komersial namun tetap terjangkau. Sejauh ini, hambatan utama penerapan panel surya adalah bentuknya yang mengganggu sehingga penemuan ini akan membuat panel surya terlihat jauh lebih menarik.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-transparan/feed/ 0
Pemerintah Akan Bangun Floating Solar Panel di Bali https://www.greeners.co/berita/pemerintah-akan-bangun-floating-solar-panel-di-bali/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemerintah-akan-bangun-floating-solar-panel-di-bali https://www.greeners.co/berita/pemerintah-akan-bangun-floating-solar-panel-di-bali/#respond Sat, 07 Nov 2015 01:00:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11809 Jakarta (Greeners) – Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tengah mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang mampu mengapung (floating solar panel) di Bali pada tahun 2016 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tengah mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang mampu mengapung (floating solar panel) di Bali pada tahun 2016 mendatang.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, melalui keterangan resminya menyatakan bahwa rencana pembangkit listrik tenaga matahari tersebut akan dibangun mengapung di Situ Mutiara, sekitar 13 kilometer dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

“Pilot project floating solar panel di Bali akan dimulai tahun depan. Kapasitasnya sendiri masih dalam survei, ” kata Rida Jakarta, Kamis (05/11).

Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mengapung ini, lanjut Rida, akan dilakukan bersamaan dengan pembangkit tenaga surya di atas bangunan (roof top) Bandara Internasional Ngurah Rai dengan kapasitas 4 megawatt.

“Untuk ke depannya nanti Bali memang akan menjadi percontohan energi bersih yang memadukan pemanfaatan energi baru terbarukan dan gas. Kalau di kantor pemerintahannya bisa pakai PLTS, kendaraan baik motor maupun mobil dilingkungan kantornya pun bisa pakai listrik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, mulai tahun 2016 mendatang, Kementerian ESDM berencana akan membangun 94 unit PLTS dan 24 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sementara pada tahun ini, Kementerian ESDM berencana akan mulai melelang sejumlah proyek PLTS rooftop setelah selesainya kajian dari tim internal yang telah melakukan kajian di Istana Presiden, Istana Bogor, gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta kantor Kemenko Bidang Perekonomian.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemerintah-akan-bangun-floating-solar-panel-di-bali/feed/ 0
Perhiasan Kontemporer Penyimpan Daya https://www.greeners.co/ide-inovasi/perhiasan-kontemporer-penyimpan-daya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perhiasan-kontemporer-penyimpan-daya https://www.greeners.co/ide-inovasi/perhiasan-kontemporer-penyimpan-daya/#respond Fri, 06 Nov 2015 02:00:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11794 Pernah membayangkan perhiasan yang kita kenakan dapat berfungsi ganda? Tidak hanya memenuhi fungsi estetika, perhiasan ini juga sanggup mengisi ulang energi di baterai ponsel kita. SOL adalah sebuah koleksi perhiasan kontemporer […]]]>

Pernah membayangkan perhiasan yang kita kenakan dapat berfungsi ganda? Tidak hanya memenuhi fungsi estetika, perhiasan ini juga sanggup mengisi ulang energi di baterai ponsel kita.

Panel surya pada kalung SOL dapat ditukar pakai pada perhiasan SOL lainnya. Foto: XUXU/inhabitat.com

Panel surya pada kalung SOL dapat ditukar pakai pada perhiasan SOL lainnya. Foto: XUXU/inhabitat.com

SOL adalah sebuah koleksi perhiasan kontemporer yang mengumpulkan energi pada siang hari. Tentu saja dengan catatan perhiasan ini kita gunakan pada siang hari yang terang. SOL akan menyimpan energi matahari dan siap memindahkannya ke gawai berdaya kecil.

Perhiasan kontemporer ini dicetak dengan bahan baja dan plastik menggunakan mesin pencetak 3D. Desainnya terinspirasi oleh pola-pola geometris yang biasa dipakai di dunia seni Islam dan memiliki rasa arsitektural yang kuat dalam tiap karyanya.

Kalung SOL juga dapat dikenakan oleh pria. Foto: XUXU/inhabitat.com

Kalung SOL juga dapat dikenakan oleh pria. Foto: XUXU/inhabitat.com

Setiap perhiasan memiliki tempat untuk menyimpan panel surya berukuran kecil. Panel surya ini bisa ditukar pakai pada setiap perhiasan SOL. Panel surya pada perhiasan SOL ini dengan mudah dapat dipakai sebagai tempat pengisian ulang energi dengan menggunakan colokan USB sehingga bisa dipakai untuk mengisi ulang ponsel, MP3, dan banyak lagi.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/perhiasan-kontemporer-penyimpan-daya/feed/ 0
Rumah dengan Jendela Panel Surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/rumah-dengan-jendela-panel-surya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=rumah-dengan-jendela-panel-surya https://www.greeners.co/ide-inovasi/rumah-dengan-jendela-panel-surya/#respond Mon, 02 Nov 2015 10:39:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11749 Reflect Home merupakan rumah dengan sistem pencahayaan alami. Dirancang dan dibangun oleh siswa dari Universitas Sacramento, bangunan modern ini bermandikan cahaya matahari Kalifornia dan dikelilingi oleh pemandangan melalui banyak bukaan di […]]]>

Reflect Home merupakan rumah dengan sistem pencahayaan alami. Dirancang dan dibangun oleh siswa dari Universitas Sacramento, bangunan modern ini bermandikan cahaya matahari Kalifornia dan dikelilingi oleh pemandangan melalui banyak bukaan di dalam bangunannya.

Rumah ini dipilih oleh Departemen Energi Amerika untuk mengikuti kompetisi tahunan untuk mahasiswa berjudul Solar Decathlon. Tim Solar NEST (Natural, Elegant, Sustainable, Tranquility) dari Universitas Sacramento menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merancang dan merencanakan Reflect Home.

Rumah seluas 92 meter persegi ini dibangun dengan mematuhi standar Departmen Energi Amerika untuk rumah yang tidak bergantung pada jaringan energi di sekitarnya. Selain itu, rumah ini juga harus mengikuti persyaratan lain tentang penghematan biaya tanpa mengorbankan kenyamanan untuk hidup.

Reflect Home. Foto: Mike Chino/inhabitat.com

Reflect Home. Foto: Mike Chino/inhabitat.com

Perwakilan dari Universitas Sacramento menyatakan bahwa Reflect Home ini dirancang fokus pada penghuninya, dengan maksud untuk membuat rumah yang fungsional yang dapat ditinggali dan dibuat senyaman mungkin.

“Kami percaya bahwa desain rumah yang tidak terkoneksi dengan jaringan energi mandiri semakin lama akan semakin populer dan diaplikasikan ke banyak bangunan hanya jika para pembeli rumah menyadari bahwa keberlanjutan bisa dicapai tanpa mengorbankan kebutuhan untuk tinggal,” tambahnya lagi.

Terinspirasi oleh bungalow dan rumah kecil di peternakan di pertengahan abad lalu, rumah dengan dua kamar ini menekankan pada kehidupan di dalam dan luar ruangan. Rumah ini memiliki banyak jendela dan pintu berbentuk akordeon dan bisa dibuka lebar ke arah ruang keluarga di bagian luar.

Reflect Home. Foto: Mike Chino/inhabitat.com

Reflect Home. Foto: Mike Chino/inhabitat.com

Langit-langit didesain menempel pada atap dan denah yang terbuka tanpa sekat untuk tempat makan, ruang keluarga dan dapur sehingga menciptakan ruang yang luas. Setiap kamar mempunyai sistem pemanas dan pendingin dengan sistem pemanas yang efisien.

Rumah ini mendapatkan status net-zero (energi mandiri) karena rangka strukturnya yang kedap, sistem penyekat panas yang baik, panel surya di bagian atap dan skylight yang dipasang di bagian belakang. Bagian ruang keluarga di luar juga punya fitur pengumpul air hujan dan instalasi penyekat di dinding yang melindungi rumah dari panas matahari. Bahan yang digunakan untuk penyekat ini adalah panel surya sehingga selain meneruskan cahaya matahari masuk ke dalam rumah, jendelanya juga berfungsi untuk memanen energi matahari.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/rumah-dengan-jendela-panel-surya/feed/ 0
Furnitur Bambu Pengisi Daya Nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/#respond Thu, 08 Oct 2015 07:29:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11399 Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian […]]]>

Menggabungkan teknologi dan cita rasa adalah salah satu tantangan terbesar untuk desainer saat ini. FurniQi menjawab tantangan tersebut. Mereka menciptakan produk yang merupakan gabungan terbaik dari teknologi dan keindahan dalam rangkaian furnitur. Furnitur canggih tersebut mampu melakukan pengisian daya dengan cara nirkabel.

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi menggunakan bambu mao zhu (Phyllostachys edulis) untuk produknya. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Sebagai salah satu pemimpin di teknologi ini, sistem pengisian daya nirkabel buatan FurniQi mulai tersedia dalam beberapa variasi yang dapat digunakan untuk mengisi daya berbagai alat elektronik. IKEA juga mulai menggunakan teknologi nirkabel yang sama dalam produk furniturnya yang diluncurkan musim semi kemarin.

Sekarang, FurniQi meluncurkan produk baru untuk rangkaian produk yang terinspirasi oleh alam namun dengan suntikan teknologi khas Qi di dalamnya. Salah satunya adalah meja kecil dari bambu mao zhu (Phyllostachys edulis).

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Furnitur FurniQi. Foto: FurniQi/inhabitat.com

Penggabungan sistem pengisian daya nirkabel ke dalam furnitur yang bisa kita jumpai sehari-hari adalah sebuah pendekatan desain yang unik untuk menjawab ketergantungan kita terhadap telepon-pintar dan tablet. Pengisian daya nirkabel memungkinkan pengguna untuk melakukan pengisian daya tanpa harus berurusan dengan charger dan kabel-kabelnya. Apalagi kalau kita pindah ruangan, charger tersebut harus dipindahkan juga, sementara dengan memiliki beberapa furnitur ini, kita semakin bebas dari charger.

Meja bambu FurniQi dipamerkan di pameran DigitalFocus Global pada 4 September 2015 lalu di Hotel Grand Hyatt Berlin.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/furnitur-bambu-pengisi-daya-nirkabel/feed/ 0
Zero Motorcycles, Motor Listrik dengan Tampilan Garang https://www.greeners.co/ide-inovasi/zero-motorcycles-motor-listrik-dengan-tampilan-garang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=zero-motorcycles-motor-listrik-dengan-tampilan-garang https://www.greeners.co/ide-inovasi/zero-motorcycles-motor-listrik-dengan-tampilan-garang/#respond Fri, 21 Aug 2015 11:00:14 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10850 Jakarta (Greeners) – Jika membayangkan motor listrik hanya sebuah motor dengan tampilan serupa motor bebek, maka Zero Motorcycles akan mengubah persepsi Anda. Motor bertenaga listrik ini tampil garang dengan badannya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Jika membayangkan motor listrik hanya sebuah motor dengan tampilan serupa motor bebek, maka Zero Motorcycles akan mengubah persepsi Anda. Motor bertenaga listrik ini tampil garang dengan badannya yang besar.

Zero Motorcycles merupakan perusahaan otomotif dari Santa Cruz, California, Amerika Serikat yang sepenuhnya mengusung konsep Go Green. Motor-motor yang diproduksi Zero Motorcycles semuanya didesain dengan mengandalkan tenaga listrik. Motor listrik ini dibawa PT Garansindo Technologies dan dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang berlangsung pada tanggal 20 – 30 Agustus 2015 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara.

Presiden Direktur PT Garansindo Technologies, Rieva Muchsin, menyatakan bahwa perusahaannya tidak ingin sekadar menampilkan produk otomotif unggulan berkelas premium berteknologi modern.

“Kami ingin menyuguhkan sesuatu yang lebih bernilai kepada publik. Kami memiliki perspektif mengenai sebuah produk otomotif yang memiliki nilai atas kelestarian bumi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diperoleh Greeners, Rabu (19/08).

Sepeda motor listrik Zero Motorcycles diluncurkan pertama kali pada tahun 2006 di Amerika. Menurut Rieva, sepeda motor ini merupakan hasil inovasi teknologi berbasis penelitian yang tidak hanya menunjukkan adanya kecepatan, kecanggihan maupun daya tahan. Melainkan juga transformasi yang akan mengubah paradigma tentang berkendara.

“Begitupun saat kami menyebutkan kesenangan mengendarai sepeda motor Zero, hal ini berarti nol emisi. Zero Motorcycles dibuat dengan menggabungkan seni dan ilmu pengetahuan yang hasilnya adalah sepeda motor ramah lingkungan sekaligus ramah energi. Melalui Zero, kami bermaksud melakukan aksi nyata guna menyelamatkan planet bumi dari kerusakan,” ungkap Rieva.

Zero Motorcycles mengeluarkan empat varian, yaitu Zero FX, S, DS dan SR. Meskipun memiliki fitur yang berbeda, namun secara umum pengoperasiannya menggunakan 100 persen tenaga listrik yang berasal dari mesin Z-Force Motor. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga yang besar serta membuat motor dapat menempuh jarak jauh dengan cukup baik.

Sejak pertama kehadirannya, Zero Motorcycles telah memperoleh penghargaan Best Electric Motorcycle eCarTec 2009, European e-Motorbike of the year 2013 untuk Zero S dalam acara Europe’s Clean Week 2020 Elections dan 2014 American Motorcyclist Association Award.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/zero-motorcycles-motor-listrik-dengan-tampilan-garang/feed/ 0
Dua Pesawat Listrik Terbang Melintasi Selat Inggris https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/#respond Sat, 08 Aug 2015 04:30:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10692 Untuk pertama kalinya, seorang pilot Perancis berhasil mengemudikan pesawat listrik berkursi tunggal bolak-balik dari Perancis ke Inggris dan menobatkan dirinya sebagai penerbangan pertama yang berbasis baterai. Pencarian untuk moda transportasi tanpa bahan […]]]>

Untuk pertama kalinya, seorang pilot Perancis berhasil mengemudikan pesawat listrik berkursi tunggal bolak-balik dari Perancis ke Inggris dan menobatkan dirinya sebagai penerbangan pertama yang berbasis baterai.

Pencarian untuk moda transportasi tanpa bahan bakar adalah sebuah persaingan yang ketat. Persaingan tersebut dipenuhi oleh para inovator dari berbagai negara yang berlomba untuk menjadi yang pertama dalam berbagai pencapaian.

Baru-baru ini dua buah pesawat bertenaga listrik berhasil terbang di Selat Inggris, menjadikan hari tersebut hari yang bersejarah untuk energi yang bersih. Beberapa jam berikutnya, Airbus meluncurkan pesawat listrik dari Inggris untuk menempuh jalur yang sama dan pesawat itu berhasil mendarat dengan selamat di Perancis dalam perjalanan satu arah melewati selat Inggris.

Purwa rupa pesawat bertenaga listrik Airbus E-Fan berhasil diterbangkan oleh pilot Didier Esteyne dari Inggris menuju Perancis. Foto: inhabitat.com

Purwa rupa pesawat bertenaga listrik Airbus E-Fan berhasil diterbangkan oleh pilot Didier Esteyne dari Inggris menuju Perancis. Foto: inhabitat.com

Airbus E-Fan adalah pesawat seberat 600 kg dengan panjang 6 meter dan dikemudikan oleh pilot Didier Esteyne dari Lydd, dengan jalur penerbangan Inggris ke Calais di Perancis. Jalur ini adalah jalur yang sama yang digunakan pilot Perancis, Louis Bleriot di tahun 1909 yang mencatat sejarah sebagai orang pertama yang berhasil terbang melintasi selat Inggris.

Kedua pesawat tersebut menggunakan tenaga listrik yang tersimpan dalam baterai. Tanpa bahan bakar ataupun air, pesawat-pesawat ini tidak menghasilkan emisi sama sekali. Walaupun pesawat-pesawat ini masih model eksperimen dan berukuran kecil, para peneliti sedang bersiap untuk memperbesar ukuran dan menambah kemampuan pesawatnya untuk mengangkut penumpang.

Sementara itu, tim yang mengerjakan pembuatan pesawat bertenaga matahari, Solar Impulse 2, sedang bersantai di Hawaii. Tim ini merayakan keberhasilan mereka setelah pesawat buatannya berhasil terbang melintasi Pasifik tanpa menggunakan bahan bakar. Pesawat eksperimen ini akan tetap berada di Hawaii sampai kondisinya memungkinkan untuk bagian kedua dari penerbangan mengelilingi dunia.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/feed/ 0
HueRay, Handle Sepeda Berfungsi Ganda https://www.greeners.co/ide-inovasi/hueray-handle-sepeda-berfungsi-ganda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hueray-handle-sepeda-berfungsi-ganda https://www.greeners.co/ide-inovasi/hueray-handle-sepeda-berfungsi-ganda/#respond Thu, 25 Jun 2015 00:30:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9929 Salah satu resiko bersepeda di malam hari adalah kecelakaan karena pesepeda tidak terlihat olah pengemudi kendaraan roda empat dan dua. Oleh karenanya, pesepeda di malam hari dianjurkan untuk menggunakan pakaian […]]]>

Salah satu resiko bersepeda di malam hari adalah kecelakaan karena pesepeda tidak terlihat olah pengemudi kendaraan roda empat dan dua. Oleh karenanya, pesepeda di malam hari dianjurkan untuk menggunakan pakaian atau aksesori sepeda yang dapat memancarkan cahaya, semacam produk glow in the dark, untuk keselamatan mereka sendiri.

Beberapa waktu lalu HueRay! meluncurkan kampanye Kickstarter untuk mendanai proyek pembuatan produknya yang terbaru, yaitu sebuah pegangan atau setang (handel) sepeda yang memancarkan cahaya.

HueRay! Foto: inhabitat.com

HueRay! Foto: inhabitat.com

HueRay! bertujuan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan namun dengan tidak meninggalkan aspek gaya pada para pesepeda yang semakin meningkat jumlahnya. Lampu di sepeda pada umumnya hanya menerangi jalan di depan atau membuat pesepeda itu terlihat dari belakang, namun melupakan fakta bahwa kadang pesepeda kurang terlihat dari samping.

HueRay! Foto: inhabitat.com

HueRay! Foto: inhabitat.com

Pegangan HueRay! membuat para pesepeda lebih mudah terlihat di keramaian lalu lintas dengan memancarkan cahaya menyamping yang terang. Dengan begitu, HueRay! membuat sebuah standar baru atas keamanan dan kenyamanan namun juga tetap mengangkat faktor penampilan dalam bersepeda. Ini bisa dimungkinkan dengan produk-produknya yang bisa disesuaikan, dapat diisi ulang sumber dayanya dan warna-warni menarik yang dapat kita pilih sesuai selera.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/hueray-handle-sepeda-berfungsi-ganda/feed/ 0
Jendela Panel Surya Warna Warni https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-panel-surya-warna-warni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jendela-panel-surya-warna-warni https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-panel-surya-warna-warni/#respond Wed, 13 May 2015 11:00:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9006 Selama beberapa tahun belakangan, beberapa perusahaan yang bergerak dibidang teknologi berusaha mengembangkan panel surya dalam tampilan yang lebih bening dan bentuk yang ringkas. Pasalnya, perangkat panel surya bukanlah alat yang […]]]>

Selama beberapa tahun belakangan, beberapa perusahaan yang bergerak dibidang teknologi berusaha mengembangkan panel surya dalam tampilan yang lebih bening dan bentuk yang ringkas. Pasalnya, perangkat panel surya bukanlah alat yang sederhana. Diperlukan banyak biaya untuk memiliki panel surya sendiri di rumah.

Marjan van Aubel nampaknya berhasil memadukan teknologi panel surya ke dalam bentuk yang lebih indah secara estetika. Van Aubel mengembangkan Current Window yang berfungsi tidak hanya sebagai pengganti tenaga listrik, namun juga sebagai jendela yang terlihat cantik.

Peralatan elektronik seperti telepon genggam dapat diisi dayanya melalui port USB yang terpasang di kusen jendela "Current Window", perlengkapan Foto: Wai Ming Ng/www.inhabitat.com

Peralatan elektronik seperti telepon genggam dapat diisi dayanya melalui port USB yang terpasang di kusen jendela “Current Window”, perlengkapan Foto: Wai Ming Ng/www.inhabitat.com

Current Window memiliki pigmen di dalam kaca yang jika terkena sinar matahari, pigmen ini akan mengumpulkan tenaga surya dan mengubahnya menjadi tenaga listrik. Nantinya, listrik tersebut akan dikirim ke stop kontak USB di tepi jendela.

Menurut van Aubel, potongan kaca pada jendela tersebut terbuat dari “Dye Sensitised Solar Cells” yang menggunakan sifat warna untuk menciptakan arus listrik. Pada dasarnya proses yang terjadi pada kaca di jendela tersebut serupa dengan proses fotosintesis pada tumbuhan. Energi listrik yang berasal dari kaca jendela tersebut dapat digunakan untuk menyalakan beberapa peralatan kecil saja. Salah satunya adalah mengaliri listrik di port USB yang terpasang di kusen jendela selama sekitar tujuh jam.

Pola dan warna-warni "Current Window" terlihat seperti kaca mozaik. Foto: Wai Ming Ng/www.inhabitat.com

Pola dan warna-warni “Current Window” terlihat seperti kaca mozaik. Foto: Wai Ming Ng/www.inhabitat.com

Van Aubel berharap dapat mengaplikasikan teknologi jendela tersebut dalam ruang yang lebih besar. Misalnya saja fasad warna-warni sebuah gereja atau jendela-jendela di sekolah. Jika saat itu tiba, maka Current Window dapat menyediakan energi ramah lingkungan dalam bentuk unik dan indah pada skala yang jauh lebih besar.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/jendela-panel-surya-warna-warni/feed/ 0
Gedung Parlemen dengan Panel Surya Terbanyak di Dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/gedung-parlemen-dengan-panel-surya-terbanyak-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gedung-parlemen-dengan-panel-surya-terbanyak-di-dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/gedung-parlemen-dengan-panel-surya-terbanyak-di-dunia/#respond Sun, 19 Apr 2015 03:00:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8618 Gedung parlemen Israel kini menjadi gedung parlemen dengan lapangan panel surya terbesar di dunia. Baru-baru ini anggota parlemen dan aktivis lingkungan Israel bekumpul di Knesset, gedung parlemen Israel di Yerusalem […]]]>

Gedung parlemen Israel kini menjadi gedung parlemen dengan lapangan panel surya terbesar di dunia. Baru-baru ini anggota parlemen dan aktivis lingkungan Israel bekumpul di Knesset, gedung parlemen Israel di Yerusalem untuk meresmikan 1.500 panel surya yang terpasang di gedung tersebut.

Panel surya ini merupakan bagian dari Green Knesset Project yang diluncurkan pada Januari 2014. Gedung Parlemen dipilih agar dapat menjadi contoh keberlanjutan. Sekitar 1.500 panel surya yang dipasang di atap gedung Knesset dan beberapa bangunan di sekitarnya akan menyediakan 10% kebutuhan listrik kantor dengan kapasitas sebesar 450 kilo Watt.

Pemasangan panel surya bukan satu-satu revolusi lingkungan di gedung parlemen Israel. Mereka juga berinisiatif menghemat energi dengan mengganti bohlam lampu dengan lampu LED, melakukan daur ulang, membuat kompos, memperbaiki sistem pengairan dan udara, memasang stasiun pengisian listrik untuk kendaraan, dan mengurangi kemasan botol plastik untuk konsumsi rapat. Dengan cara tersebut, mereka menargetkan tagihan listrik di akhir tahun 2015 akan berkurang sepertiganya.

Gedung parlemen Israel, Knesset, menjadi gedung parlemen dengan panel surya terbanyak di dunia. Foto: Knesset/www.inhabitat.com

Gedung parlemen Israel, Knesset, menjadi gedung parlemen dengan panel surya terbanyak di dunia. Foto: Knesset/www.inhabitat.com

Seperti dilansir dalam laman inhabitat.com, Samuel Chayen, Koordinator Keberlanjutan di Green Knesset Project, mengatakan bahwa parlemen di Asia dan Eropa tertarik untuk belajar dari Israel mengenai cara mengimplementasikan program-program keberlanjutan mereka sendiri.

“Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah hal yang menarik, benar-benar sebuah revolusi. Bukan tentang panel surya saja, tapi sebuah pesan, sebuah ide, sebuah jalur yang baru. Ini bukan sekedar revolusi dalam penghematan energi, ini adalah sebuah titik balik dalam revolusi mengenai kesadaran lingkungan yang sudah kami promosikan selama dua tahun terakhir,” ujar Juru Bicara Knesset, Yuli Edelstein.

Selain Israel, gedung parlemen di Jerman dan Austria menempati urutan kedua dan ketiga terbanyak yang memiliki panel surya. Bahkan, negara sekelas Amerika saja belum ‘menghijaukan’ gedung Capitol-nya meski Gedung Putih (White House) sudah memasang panel surya. Akankah gedung MPR/DPR di Indonesia mengikuti langkah ini? Kita tunggu saja.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/gedung-parlemen-dengan-panel-surya-terbanyak-di-dunia/feed/ 0