mudik minim sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/mudik-minim-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 17 Mar 2026 12:03:29 +0000 id hourly 1 Potensi Sampah Mudik 71.960 Ton, Dorong Mudik Minim Sampah https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/#respond Tue, 17 Mar 2026 12:03:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48235 Jakarta (Greeners) – Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Dari aktivitas tersebut, potensi timbulan sampah mencapai sekitar […]]]>

Jakarta (Greeners) – Berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Dari aktivitas tersebut, potensi timbulan sampah mencapai sekitar 71.960 ton di berbagai fasilitas publik, termasuk terminal.

Kementerian Lingkungan Hidup kembali menggaungkan kampanye “Mudik Minim Sampah” untuk mengajak para pemudik mengurangi timbulan sampah selama perjalanan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya pengelolaan sampah di fasilitas publik serta mendorong pengelola, termasuk terminal, untuk segera melengkapi dokumen lingkungan.

“Hari ini saya mencoba yang luar tol terkait pelayanan bagi pemudik di terminal-terminal. Kalau idealnya penanganan sampah di terminal memang harus memiliki fasilitas. Namun demikian sampahnya sedikit, yang tidak kalah penting adalah pemilahannya,” kata Hanif dalam keterangannya.

Hanif juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab penuh pengelola rest area. Menurutnya, rest area menjadi titik pertemuan masyarakat sehingga berpotensi menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Ia berharap setiap pengunjung dapat mengubah pola pikir dan membawa kebiasaan baik tersebut hingga ke rumah.

Memasuki musim mudik Lebaran, Hanif turut melakukan pemantauan lapangan di sejumlah rest area sepanjang Tol Trans Jawa, mulai dari KM (kilometer) 57 A, KM 102 A, KM 166 A, KM 287 A, KM 338 A, KM 379 A, hingga KM 429 A.

Terbitkan Surat Edaran

Dalam upaya memperkuat gerakan mudik minim sampah, Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Surat edaran tersebut mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah selama periode mudik, termasuk memfasilitasi dan mengawasi pengelolaan sampah di jalur arus mudik serta wilayah penyangga.

Di sisi lain, praktik di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan. Anita Fazrin Lestari (19), pemudik dari Bekasi ke Tasikmalaya, mengaku membawa bekal makanan dari rumah untuk perjalanan selama enam hingga delapan jam. Inisiatif itu ia lakukan untuk mengurangi pengurangan sampah selama perjalanan mudik.

“Biasanya bawa makanan berat dan ringan dari rumah. Makanan berat pakai wadah guna ulang seperti rantang,” ujarnya.

Namun, untuk minuman, ia masih memilih menggunakan kemasan sekali pakai dan tidak membawa tumbler. Ia juga menilai ketersediaan minimarket membuat banyak pemudik memilih membeli minuman kemasan.

Anita menyoroti kondisi sejumlah rest area yang masih kurang tertata dalam hal pengelolaan sampah. “Ada rest area yang terlihat kotor, sampahnya berserakan karena tempat sampah terbatas. Banyak orang akhirnya buang sampah sembarangan,” katanya.

Meski demikian, ia melihat sebagian pedagang mulai menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan. “Kalau beli jajanan seperti tahu Sumedang, ada yang pakai wadah rotan,” tambahnya.

Menurutnya, perbaikan fasilitas di rest area menjadi kunci agar masyarakat lebih tertib. “Kalau tempat sampahnya memadai dan terpilah, orang cenderung akan mengikuti. Perlu juga papan informasi di banyak titik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dari pemudik sejak dari rumah. “Seharusnya sudah siap bawa tumbler dan wadah guna ulang. Kalau bawa kendaraan pribadi, sampahnya bisa dibawa kembali dan dibuang di tempat yang semestinya,” kata Anita.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-71-960-ton-dorong-mudik-minim-sampah/feed/ 0
Ribuan Petugas Siap Siaga Jaga Kebersihan Jakarta saat Libur Lebaran https://www.greeners.co/berita/ribuan-petugas-siap-siaga-jaga-kebersihan-jakarta-saat-libur-lebaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ribuan-petugas-siap-siaga-jaga-kebersihan-jakarta-saat-libur-lebaran https://www.greeners.co/berita/ribuan-petugas-siap-siaga-jaga-kebersihan-jakarta-saat-libur-lebaran/#respond Sat, 29 Mar 2025 06:05:59 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=46253 Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta siagakan sebanyak 2.906 petugas kebersihan saat malam takbiran, hari Idul Fitri 1446 Hijriah, dan selama libur Lebaran. Ribuan petugas ini akan bertugas […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta siagakan sebanyak 2.906 petugas kebersihan saat malam takbiran, hari Idul Fitri 1446 Hijriah, dan selama libur Lebaran. Ribuan petugas ini akan bertugas untuk memastikan Kota Jakarta tetap bersih saat libur lebaran. Terutama di tempat penampungan sementara (TPS) sampah, lokasi wisata, hingga area publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan bahwa selain ribuan personel, pihaknya juga menyiagakan 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper), serta 35 unit bus toilet dan 20 unit toilet portable.

“Kami menyiapkan sekitar 70 petugas di setiap kecamatan. Lebih dari 2.906 personel di seluruh Jakarta akan bertugas di berbagai tempat saat malam takbiran, hari H Idul Fitri, dan libur Lebaran,”kata Asep lewat keterangan tertulisnya, Kamis (27/3).

BACA JUGA: Mudik Lebih Ramah Lingkungan dengan 7 Tips Ini

Ia mengatakan bahwa sebelum hari raya akan ada pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Kemudian, pada hari raya Idulfitri akan ada pembersihan jalan, baik manual maupun dengan road sweeper.

Selama libur Lebaran, penanganan kebersihan juga akan berfokus di lokasi wisata seperti Monas, Kota Tua, Ragunan, bahkan Ancol.  Ia juga memastikan bahwa pelayanan TPST Bantargebang akan tetap beroperasi saat libur Lebaran.

DLH DKI akan menyiagakan alokasi toilet portable dan bus toilet di berbagai lokasi dan kegiatan. Di antaranya lokasi wisata, tempat pemakaman umum (TPU), posko mudik, bahkan lembaga pemasyarakatan (Lapas). Hal ini guna mendukung sarana kebersihan selama periode sebelum dan sesudah Idulfitri.

Terapkan Mudik Minim Sampah

Selain itu, DLH DKI juga menyiapkan personel dan sarana untuk penanganan sampah di lokasi stasiun, terminal dan pelabuhan sebagai bagian dari imbauan “Mudik Minim Sampah.”

“Mudik minim sampah merupakan aksi nyata dalam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah yang terjadi saat mudik Lebaran,” ujar Asep.

DLH DKI akan berkoordinasi dengan pengelola transportasi mudik. Di antaranya stasiun, terminal, dan pelabuhan, untuk menerapkan program Mudik Minim Sampah serta memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin.

Menurut Asep, langkah ini bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan pemudik. Selain itu, meminimalkan dampak lingkungan akibat sampah yang tidak terkelola, terutama dari sisa makanan dan kemasan.

BACA JUGA: YLKI Soroti Jejak Emisi Karbon saat Mudik

Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan jumlah sampah akan bertambah sekitar 72 ribu ton selama libur Idulfitri 2025. Hal ini terkait dengan sekitar 146 juta orang yang akan mudik.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq telah menandatangani Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2025 tentang Pengendalian Sampah pada Hari Raya Idulfitri 1446 H, pada 14 Maret 2025. Lewat surat ini, ia mengimbau pemda untuk mendukung tercapainya mudik dengan minim sampah.

Beberapa langkah yang perlu pemda lakukan yaitu mengawasi pengelolaan sampah di jalur mudik dan daerah penyangga. Mereka juga perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, mengantisipasi lonjakan sampah. Selain itu, pemda disarankan untuk membentuk tim khusus untuk penanganan sampah, serta menugaskan unit lapangan untuk memilah dan mengangkut sampah.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/ribuan-petugas-siap-siaga-jaga-kebersihan-jakarta-saat-libur-lebaran/feed/ 0
Potensi Sampah Mudik dan Lebaran 2024 Capai 58.000 Ton https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-dan-lebaran-2024-capai-58-000-ton/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=potensi-sampah-mudik-dan-lebaran-2024-capai-58-000-ton https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-dan-lebaran-2024-capai-58-000-ton/#respond Wed, 10 Apr 2024 03:00:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43503 Jakarta (Greeners) – Pemerintah memprediksi potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 mencapai 193,6 juta orang atau 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia.  Dari angka tersebut, sekitar 58 juta kilogram sampah mudik […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah memprediksi potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2024 mencapai 193,6 juta orang atau 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia.  Dari angka tersebut, sekitar 58 juta kilogram sampah mudik akan timbul dalam rentang waktu dua minggu saat arus mudik dan balik.

Permasalahan tersebut telah menjadi perhatian khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, kampanye “Mudik Minim Sampah” kembali mereka gaungkan untuk meminimalisasi timbulan sampah pada periode mudik dan Lebaran.

“Tahun ketujuh ini, ada sesuatu yang baru karena kampanye ini menjadi bagian integral dari mudik nasional. Artinya, secara nasional melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika serta dengan Kementerian Perhubungan yang memang menjadi lead dari mudik nasional ini dapat menghasilkan kebijakan tersendiri,” kata Direktur Penanganan Sampah, Novrizal Tahar di Jakarta, Jumat (5/4).

BACA JUGA: Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah!

KLHK juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk dapat mengkampanyekan mudik minim sampah ini di wilayah masing-masing. Beberapa kota yang berpotensi pergerakan mudik paling banyak telah terkoordinasikan secara langsung di lapangan sejak beberapa waktu yang lalu. Misalnya, kota-kota yang ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Selain itu, KLHK juga sudah berdiskusi dengan Asosiasi Daur Ulang Plastik, bank sampah, dan asosiasi yang lain. Kerja sama itu untuk membantu menjadi pengambil alih produsen sampah dengan memperhatikan sampah yang sudah terpilah.

“Harapannya, berbagai upaya ini dapat mengantisipasi beban timbulan sampah yang melonjak saat puncak mudik. Lalu, untuk memastikan sampah dapat tertangani dengan baik,” lanjut Novrizal.

KLHK berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk dapat mengkampanyekan mudik minim sampah. Foto: KLHK

KLHK berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk dapat mengkampanyekan mudik minim sampah. Foto: KLHK

Mudik Minim Sampah Terintegrasi dengan Mudik Nasional

Pada tahun 2024 ini, program ini memiliki versi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, program tersebut terintegrasi pada program mudik nasional yang bertema “Mudik Ceria, Penuh Makna”.

Direktur Jenderal PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati meminta seluruh pihak penyelenggara angkutan mudik di sejumlah jalur moda transportasi bisa menangani sampahnya secara bijak. Vivien ingin para penyelenggara angkutan mudik bisa memfasilitasi tempat sampah terpilah.

“Kemudian, memasang pemberitahuan kepada pemudik agar meletakkan sampah terpilah atau dikelompokkan sesuai jenisnya agar lebih mudah dalam penanganannya dan menghindari penumpukan sampah,” ujar Vivien.

BACA JUGA: BNPB Luncurkan Peta Mudik Aman Bencana

KLHK telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri. Surat itu untuk gubernur, bupati dan walikota. KLHK mengimbau mereka untuk dapat mengambil langkah aktif dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah tambahan yang timbul.

Dalam pelaksanaan surat edaran tersebut, beberapa langkah aktif telah dilakukan. Di antaranya menyiapkan materi sosialisasi dan kampanye mudik minim sampah. Kampanye itu bisa berbentuk video, poster elektronik, dan imbauan melalui audio. Selanjutnya, dapat ditayangkan oleh seluruh saluran media komunikasi.

Ilustrasi orang mudik. Foto: Dini Jembar Wardani

Ilustrasi orang mudik. Foto: Dini Jembar Wardani

Sediakan Perbekalan Minim Sampah

Sementara itu Pegiat Zero Waste Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) mengatakan penerapan mudik minim sampah perlu persiapan perbekalan yang tidak menimbulkan sampah.

“Misalnya, saat perjalanan jauh menggunakan mobil, bisa memawa bekal makanan berat atau snack. Lengkapi mobil juga dengan tong sampah kecil dan jangan membuang sampah ke jalanan,” kata Tonis.

Tonis juga pernah menyaksikan langsung sampah yang dibuang oleh pemudik lewat jendela mobil. Sehingga, sampah-sampah tersebut akhirnya berceceran di lingkungan.

Selanjutnya, lanjut Tonis, penting untuk membawa wadah guna ulang untuk menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Pemudik yang menggunakan kendaraan mobil pribadi, sebaiknya membawa air galon untuk persediaan minum selama perjalanan. Dengan demikian, bisa mengurangi pembelian air minum dalam botol plastik.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/potensi-sampah-mudik-dan-lebaran-2024-capai-58-000-ton/feed/ 0
DLH DKI Siagakan 3.080 Petugas Kebersihan selama Lebaran https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-siagakan-3-080-petugas-kebersihan-selama-lebaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dlh-dki-siagakan-3-080-petugas-kebersihan-selama-lebaran https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-siagakan-3-080-petugas-kebersihan-selama-lebaran/#respond Mon, 08 Apr 2024 03:00:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43492 Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta akan menyiagakan 3.080 petugas kebersihan saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri. Ribuan petugas ini akan memastikan ibu kota bersih […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta akan menyiagakan 3.080 petugas kebersihan saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri. Ribuan petugas ini akan memastikan ibu kota bersih selama libur Lebaran, terutama di masjid-masjid besar, lokasi wisata, hingga area publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya juga menyiagakan ratusan truk sampah dan 85 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper).

“Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Lebih dari 3.080 personel di seluruh Jakarta akan bertugas di berbagai tempat. Kami akan membantu masjid-masjid besar dalam menyediakan tempat sampah yang memadai dan mengangkut sampah secara berkala,” kata Asep, lewat keterangan tertulisnya, Rabu (4/3).

BACA JUGA: Jaga Kebersihan saat Natal, DLH DKI Terjunkan 1.680 Petugas

Asep memastikan, pelayanan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan tetap beroperasi saat libur Lebaran.  Selain itu, Asep juga menginstruksikan pengosongan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta. Hal ini untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah saat libur Lebaran dan setelahnya.

“Strategi mengosongkan TPS kami lakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal setelah libur Lebaran. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar TPS dan mencegah berkembangnya lalat serta vektor penyakit lainnya,” tambah Asep.

Provinsi DKI Jakarta akan menyiagakan 3.080 petugas kebersihan saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri. Foto: DLH DKI Jakarta

Provinsi DKI Jakarta akan menyiagakan 3.080 petugas kebersihan saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri. Foto: DLH DKI Jakarta

DLH DKI Siapkan Personel untuk Tangani Sampah

Tak hanya itu, DLH DKI juga menyiapkan personel dan sarana untuk penanganan sampah di lokasi stasiun, terminal, dan pelabuhan. Hal itu sebagai bagian dari imbauan “Mudik Minim Sampah”.

“’Mudik Minim Sampah’ merupakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah selama mudik Lebaran,” ujar Asep.

BACA JUGA: DLH Jakarta Kerahkan 7.000 Petugas Kebersihan di Malam Tahun Baru

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pengelola angkutan mudik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan untuk menerapkan “Mudik Minim Sampah” dan mengangkut sampahnya secara berkala. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan para pemudik, serta mengurangi dampak akibat sampah yang tidak terkelola, terutama dari sisa makanan dan kemasan.

“Mudik merupakan tradisi yang sangat dihargai dan dinantikan oleh banyak orang. Namun demikian, kami ingin mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap sampah yang mungkin ditimbulkan selama perjalanan tersebut. Ayo kita kurangi sampah saat mudik!” imbuh Asep.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-siagakan-3-080-petugas-kebersihan-selama-lebaran/feed/ 0
Pemudik Capai 193 Juta, Saatnya Terapkan Mudik Minim Sampah! https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/#respond Wed, 03 Apr 2024 05:34:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=43454 Jakarta (Greeners) – Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik tahun 2024 mencapai 193,6 juta orang. Hal ini berimplikasi pada potensi timbulan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggalakkan kampanye mudik […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik tahun 2024 mencapai 193,6 juta orang. Hal ini berimplikasi pada potensi timbulan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggalakkan kampanye mudik minim sampah sebagai bagian dari integrasi program mudik nasional “Mudik Ceria Penuh Makna”.

Angka pemudik tahun 2024 meningkat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023, yakni 123,8 juta orang. Berdasarkan hasil survei daerah asal perjalanan terbanyak, yaitu Jawa Timur sebesar 16,2% (31,3 juta orang). Kemudian, Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang).

Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat 16,6% (32,1 juta orang). Sekitar 58 juta kilogram sampah tambahan pun akan timbul dalam rentang waktu dua minggu arus mudik dan balik tersebut.

KLHK Kampanye Mudik Minim Sampah

Permasalahan sampah yang timbul pada saat mudik lebaran telah menjadi perhatian khusus KLHK. Kendati demikian, KLHK kembali menggaungkan kampanye mudik minim sampah yang pertama kali mereka terapkan sejak tahun 2018.

Namun, pada kampanye ketujuh, KLHK mendorong mudik minim sampah menjadi bagian integral (tidak terpisahkan) dari mudik nasional. Artinya, hal itu sama pentingnya dengan masalah keselamatan dan kemacetan lalu lintas saat mudik.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem

“Jadi, ini sesuatu yang penting dan menjadi sebuah lompatan baru. Kami sudah berkoordinasi secara intens dengan koordinator mudik, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang memiliki platform nasional untuk mudik ini,” kata Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar kepada Greeners lewat sambungan telepon, Selasa (2/4).

Anjuran ini juga tertuang dalam Surat Edaran Menteri LHK Nomor  5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Surat edaran tersebut mengimbau para pemerintah daerah untuk melaksanakan mudik minim sampah. Mereka harus memfasilitasi dan mengawasi penanganan sampah, terutama pada jalur arus mudik dan daerah penyangga.

Ilustrasi barang guna ulang untuk mudik minim sampah. Foto: Freepik

Ilustrasi barang guna ulang untuk mudik minim sampah. Foto: Freepik

Pemudik Perlu Terapkan Mudik Minim Sampah

Pemerintah menargetkan tiga hal dari kampanye ini. Pertama, kampanye terhadap setiap individu atau pemudik untuk menerapkan mudik minim sampah.

“Jadi, mulailah bawa tas belanja, wadah makanan, dan botol minum guna ualng. Kemudian, setiap individu juga harus menghabiskan makanannya agar tidak menghasilkan food waste. Itu yang menjadi sasaran utama kami,” tambah Novrizal.

Penyelenggara angkutan mudik, jalan tol, pemerintah daerah dan pihak lain yang terkait dengan penyelenggaraan mudik akan dikoordinasikan sebagai fasilitator pelaksanaan mudik minim sampah ini.

BACA JUGA: BNPB Luncurkan Peta Mudik Aman Bencana

Ia menambahkan, mudik bukan hanya sekadar perjalanan dari Jakarta ke kota lain. Namun, ada juga mudik lokal, seperti di Jawa Timur saat pemudik melakukan perjalanan dari Malang ke Banyuwangi. Kemudian, yang terpenting adalah koordinasi dengan pengelola jalur transportasi seperti tempat istirahat (rest area) di jalan tol, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan, dan lain-lain.

“Dengan mudik minim sampah nasional secara integral ini jadi lebih mudah koordinasinya. Sebab, seluruh operator ini di bawah naungan Kemenhub. Sehingga, koordinasi dan penyebaran surat edaran pun juga mudah,” kata Novrizal.

KLHK Tinjau Jalur Mudik

Peninjauan lokasi ke pengelola di seluruh jalur transportasi KLHK lakukan, terutama di wilayah Jabodetabek. Namun, pada tahun ketujuh ini, mereka mencoba meninjau daerah lain di luar Jabodetabek.

“Kami banyak juga mengunjungi daerah yang menjadi tujuan mudik. Kemudian, juga meninjau daerah asal mudik yang sifatnya lokal seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” ujar Novrizal.

Sementara itu, pemerintah daerah juga bertanggung jawab untuk menggaungkan kampanye tersebut. Novrizal pun berharap 514 kabupaten atau kota di 38 provinsi bisa semakin baik mengelola sampah selama mudik.

“Mereka juga memiliki satuan tugas (satgas) terkait dengan masa mudik ini. Dengan menjadi bagian integral dari mudik nasional, ini akan semakin masif. Semua akan disentuh, bukan hanya kalangan KLHK saja, tetapi sektor semua komponen, karena itu bagian masuk menjadi program mudik nasional,” jelasnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemudik-capai-193-juta-saatnya-terapkan-mudik-minim-sampah/feed/ 0