BNPB Luncurkan Peta Mudik Aman Bencana

Reading time: 2 menit
Peluncuran peta mudik aman bencana 2023. Foto: BNPB

Jakarta (Greeners) – Menjelang hari raya Idul Fitri, mayoritas masyarakat Indonesia bersiap mudik ke kampung halamannya. Demi menciptakan mudik yang aman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluncurkan peta mudik aman bencana.

“Langkah ini BNPB inisiasi untuk membantu masyarakat dalam mengidentifikasi potensi bencana, selama melakukan mudik lebaran melalui perjalanan darat,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Mahari dalam keterangannya.

Peta mudik aman bencana akan menyajikan informasi tentang bahaya banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor  di wilayah yang para pemudik lalui. Selain itu, warga juga dapat menemukan informasi frekuensi peristiwa bencana yang pernah terjadi di wilayah teridentifikasi.

Melalui peta ini, BNPB berharap agar para pemudik lebih siap dalam merencanakan perjalanan pulang kampung dengan aman.

Penyajian Peta Mudik Aman Bencana

Peta yang BNPB sajikan ini menggunakan data inaRISK, sedangkan data kejadian bencana berasal dari Bidang Pusat Data dan Sistem informasi BNPB.

Skala peta bahaya ini berkisar 1 : 250.000. Informasi kejadian bencana yang ditampilkan merupakan agregat pada setiap kabupaten atau kota. Sehingga perlu kebijaksanaan dalam membaca informasi yang tersedia.

Bagi masyarakat yang ingin menggunakan peta mudik aman bencana ini dapat mengaksesnya melalui tautan gis.bnpb.go.id. Informasi yang teridentifikasi pada peta digital tersebut mencakup wilayah Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.

Banjir salah satu bencana hidrometeorologi juga rentan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Foto: BNPB

Siaga Hadapi Bahaya Hidrometeorologi

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya juga menyampaikan upaya strategis pada Rapat Koordinasi Persiapan Menghadapi Idul Fitri 1444 H dan Antisipasinya. Dalam kesempatan itu, BNPB bersiaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem.

Sedangkan bahaya hidrometeorologi kering, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB menyiagakan personel dan peralatan termasuk helikopter.

Sebanyak 46 helikopter BNPB siagakan untuk penanganan karhutla pada 6 provinsi prioritas, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Tak hanya itu, teknologi modifikasi cuaca (TMC) pun disiapkan untuk mencegah karhutla.

Menghadapi fenomena mudik jelang lebaran, BNPB juga bekerja sama dengan kementerian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri. 

“Kemudian bekerja sama juga dengan BPBD, kementerian, lembaga, Pemda, untuk memantau penyelengaraan mudik pada titik-titik yang akan menjadi penumpukan pemudik,” imbuhnya.

BNPB berharap dengan langkah-langkah tersebut, para pemudik bisa bertemu dengan keluarga di kampung halamannya dengan aman dan nyaman.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top