sekolah ekologis - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sekolah-ekologis/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 24 Oct 2025 11:39:00 +0000 id hourly 1 Dorong Siswa Peduli Lingkungan, AZWI Luncurkan Modul Sekolah Ekologis https://www.greeners.co/aksi/dorong-siswa-peduli-lingkungan-azwi-luncurkan-modul-sekolah-ekologis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dorong-siswa-peduli-lingkungan-azwi-luncurkan-modul-sekolah-ekologis https://www.greeners.co/aksi/dorong-siswa-peduli-lingkungan-azwi-luncurkan-modul-sekolah-ekologis/#respond Fri, 24 Oct 2025 11:39:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=47552 Jakarta (Greeners) – Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) meluncurkan modul sekolah ekologis. Modul ini untuk membantu sekolah mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologis ke dalam kegiatan belajar mengajar dan budaya sehari-hari. Peluncuran modul […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) meluncurkan modul sekolah ekologis. Modul ini untuk membantu sekolah mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologis ke dalam kegiatan belajar mengajar dan budaya sehari-hari.

Peluncuran modul tersebut dalam kegiatan Jambore Sekolah Ekologis 2025 di Solo pada 21-23 Oktober 2023. Kegiatan ini menjadi kali pertama yang berskala nasional dengan melibatkan komunitas, guru, dan siswa dari tiga provinsi yaitu Bali, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Plt Kepala Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Siti Mariam mengapresiasi peluncuran modul sekolah ekologis ini. Baginya, modul tersebut bukan hanya panduan, melainkan juga sangat sejalan dengan aspek penilaian sekolah adiwiyata dan sekolah sehat.

“Saat ini negara sedang tidak baik-baik saja. Dunia sedang menghadapi triple planetary crisis (perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi). Jadi, acara ini sangat luar biasa. Kami berharap anak didik dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah dan bisa menularkan kepada generasi-generasi yang akan datang,“ kata Mariam.

Menurutnya, modul ini bisa untuk guru dan siswa sekaligus untuk berjejaring dengan sekolah-sekolah yang belum tergabung dengan sekolah adiwiyata. Dengan demikian, mereka terpapar dengan semangat menjaga lingkungan yang sama.

Ia berharap agar modul ini memperkuat upaya integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum dan budaya sekolah. Selain itu, juga bisa menjadi referensi nasional dalam membangun sekolah yang berkelanjutan.

Sekolah Ekologis Dorong Siswa Peduli Lingkungan

Sekolah ekologis yang diinisiasi oleh empat lembaga dari anggota AZWI ini telah berjalan selama tiga tahun. Lewat program tersebut, AZWI ingin mendorong daya kritis dan daya pikir siswa lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan melakukan aksi nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Sekolah ekologis ini menerapkan empat topik utama. Di antaranya sampah dan pengelolaannya, energi terbarukan, keanekaragaman hayati, dan pangan sehat.

Kemudian, lewat Jambore Sekolah Ekologis 2025 inilah, AZWI ingin para sekolah berbagi praktik baik, memperluas wawasan, dan memperkuat kerja sama lintas daerah.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai agenda, mulai dari semiar nasional, youth action, pameran hingga kunjungan lapangan ke salah satu sekolah ekologis yang berada di Surakarta. Bagi guru dan siswa, kegiatan ini telah memberikan mereka pengalaman baru yang menyenangkan.

Salah satu guru pendamping SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Luh Sugi Ranjani mengungkapkan bahwa dirinya senang karena terpilih menjadi salah satu delegasi yang mewakili Provinsi Bali. Ia berharap acara ini terus berlanjut dan bisa diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia.

Selain itu, salah satu peserta murid dari SD Negeri Sampangan, Reyno Khoirul Agni mengaku mendapat banyak pengalaman baru. “Setelah mengikuti jambore saya merasa senang. Sebab, bisa mendapat banyak teman dan banyak pengalaman baru mengenai keanekaragaman hayati, energi terbarukan, pangan sehat, dan cara memilah sampah,”ucapnya.

Melalui Jambore Sekolah Ekologis 2025, AZWI bersama para anggota dan mitra berharap semakin banyak sekolah yang menjadi agen perubahan lingkungan. Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi pintu masuk utama dalam membangun kesadaran ekologis dan mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dorong-siswa-peduli-lingkungan-azwi-luncurkan-modul-sekolah-ekologis/feed/ 0
Ecoton Ajak Pelajar SMA di Sidoarjo Mengenal Ekosistem Sungai https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-pelajar-sma-di-sidoarjo-mengenal-ekosistem-sungai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ecoton-ajak-pelajar-sma-di-sidoarjo-mengenal-ekosistem-sungai https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-pelajar-sma-di-sidoarjo-mengenal-ekosistem-sungai/#respond Mon, 07 Oct 2024 06:25:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=44916 Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) mengajak pelajar SMA Al Muslim Kabupaten Sidoarjo untuk mengenal ekosistem sungai. Melalui inisiatif ini, Ecoton berupaya untuk mendidik para pelajar menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) mengajak pelajar SMA Al Muslim Kabupaten Sidoarjo untuk mengenal ekosistem sungai. Melalui inisiatif ini, Ecoton berupaya untuk mendidik para pelajar menjadi generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, khususnya ekosistem sungai.

Sebanyak 50 siswa berpartisipasi dalam rangkaian pembelajaran ekologis ini. Mereka berkesempatan menjadi ‘detektif sungai’ untuk meneliti  kondisi sungai di kawasan suaka ikan Kali Surabaya.

Sebelum ke sungai, para pelajar memulai pembelajaran kelas dengan materi tentang serangga air, ekosistem sungai, dan polusi mikroplastik. Selanjutnya, mereka langsung ke sungai untuk mengeksplorasi kondisi ekosistem, mempelajari biologi serangga air, serta mengukur kualitas air sungai.

Manager Edukasi Ecoton, Alaika Rahmatullah mengatakan bahwa selama kegiatan berlangsung, banyak pelajar yang terkejut dengan temuan mereka mengenai pencemaran mikroplastik di sungai. Padahal, sungai memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai sumber air bersih bagi rumah mereka.

BACA JUGA: Kemarau, Masyarakat Gunakan Racun untuk Menangkap Ikan di Ciliwung

“Saya cukup prihatin melihat siswa hari ini yang kurang peduli untuk lingkungan, salah satunya sungai. Jadi, saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kepedulian mereka. Saya menaruh harapan besar ke mereka karena selanjutnya mereka yang akan memimpin dunia,” ungkap Alaika dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/10).

Selain itu, program sekolah ekologis ini juga menekankan pentingnya kesadaran terhadap sampah plastik. Ecoton memperkenalkan konsep bisnis hijau, seperti toko sabun refill tanpa kemasan plastik sachet.

Ecoton mengajak pelajar SMA di Sidoarjo mengenal ekosistem sungai. Foto: Ecoton

Ecoton mengajak pelajar SMA di Sidoarjo mengenal ekosistem sungai. Foto: Ecoton

Respons Positif dari Pelajar

Kegiatan program sekolah ekologis ini mendapat respons positif dari para pelajar. Salah satu siswa kelas 10, Marvel Hutabarat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan.

“Ya, saya bisa melihat macam-macam serangga air di sungai, menjaring mereka, dan menghitungnya. Ternyata, keberadaan mereka penting. Jika sungai tercemar, serangga-serangga ini tidak bisa hidup. Saya juga mengamati mikroplastik di laboratorium dan banyak sekali jenisnya,” katanya.

BACA JUGA: Kampanye Penyelamatan Mata Air, Warga Bulukerto Gelar Festival Mata Air

Guru SMA Al Muslim, Hastya Rizkananda Masitoh, juga menilai kegiatan ini sebagai pengalaman baru yang bermanfaat bagi siswa. Ia berharap para pelajar dapat menjadi generasi pencinta lingkungan dan mampu mengelola sampah dengan bijak.

Pada sesi terakhir kegiatan, para siswa menggambar pesan dan harapan untuk sungai di masa depan. Mereka juga berjanji untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan dengan membawa botol minum, menolak penggunaan kantong plastik, dan memilah sampah di sekolah.

Alaika berharap program sekolah ekologis ini dapat membuka pengetahuan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal itu sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap bumi dan investasi bagi masa depan, baik di sekolah maupun di rumah.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ecoton-ajak-pelajar-sma-di-sidoarjo-mengenal-ekosistem-sungai/feed/ 0
Program Sekolah Ekologis Ajarkan Anak-anak Bali Peduli Lingkungan https://www.greeners.co/aksi/program-sekolah-ekologis-ajarkan-anak-anak-bali-peduli-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=program-sekolah-ekologis-ajarkan-anak-anak-bali-peduli-lingkungan https://www.greeners.co/aksi/program-sekolah-ekologis-ajarkan-anak-anak-bali-peduli-lingkungan/#respond Wed, 11 Sep 2024 05:00:24 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=44711 Jakarta (Greeners) – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali (PPLH Bali) baru-baru ini menggelar roadshow Sekolah Ekologis di 17 sekolah di Bali. Lahirnya program ini bertujuan untuk mendidik siswa mengenai pentingnya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Bali (PPLH Bali) baru-baru ini menggelar roadshow Sekolah Ekologis di 17 sekolah di Bali. Lahirnya program ini bertujuan untuk mendidik siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, serta membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan sejak usia dini.

Program yang dimulai sejak tahun 2021 tersebut merupakan inisiatif dari PPLH Bali bekerja sama dengan Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI). Program ini bertujuan untuk mencetak generasi hijau yang peduli lingkungan melalui kerja sama dengan berbagai sekolah di Bali.

Roadshow berlangsung dari 7 Agustus hingga 13 September 2024 dan mencakup 17 sekolah. Antara lain SDN 7 Dauh Puri, SDN 29 Pemecutan, SMP PGRI 3 Denpasar, SDN 6 Tuban, SMPN 2 Mengwi, SMPN 1 Gianyar, SDN 1 Mambang, SMPN 1 Tabanan, SMPN 1 Bangli, SDN 1 Tojan, SMPN 3 Amlapura, SDN 4 Pendem, SMPN 1 Negara, SDN 1 Banyuning, SMPN 4 Sukasada, SDN 2 Lebih, dan SDN 3 Peguyangan.

Kegiatan roadshow bukan sekadar kunjungan semata, melainkan juga mencakup penguatan kapasitas bagi para duta Sekolah Ekologis. Setiap sekolah memilih 20 anak untuk menjadi duta yang kemudian mengikuti program pelatihan selama 7 jam. Materi yang diajarkan mencakup Pengenalan Sekolah Ekologis, Hak Ekologi Anak, Pengelolaan Sampah dan Solusinya, Latihan Kepemimpinan Dasar, serta Rencana Kerja Duta Sekolah Ekologis, yang diakhiri dengan Upacara Pengukuhan.

BACA JUGA: Ashmount Primary School, Sekolah Ramah Lingkungan

Pejabat Fungsional Pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Ni Ketut Catur Aryathi mengungkapkan manfaat besar dari program ini. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami dampak pencemaran lingkungan dan manfaat lingkungan yang sehat.

“Melalui program sekolah ekologis ini, siswa-siswi bisa melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan dan bisa menularkannya di rumah dan lingkungan sekitarnya,” kata Ni Ketut dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/9).

Program sekolah ekologis mengajarkan anak-anak Bali peduli lingkungan. Foto: PPLH Bali

Program sekolah ekologis mengajarkan anak-anak Bali peduli lingkungan. Foto: PPLH Bali

Penyampaian Materi Beragam

Metode penyampaian materi kepada para duta lingkungan sekolah cukup beragam. Ini meliputi presentasi, tanya jawab, bermain peran, kuis, permainan, bernyanyi, menonton film, hingga praktik. Pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak penting agar mereka dapat menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada teman sebayanya di sekolah.

Materi pertama, “Pengenalan Sekolah Ekologis,” mengenalkan anak-anak pada sumber daya alam di Bali dan hubungan timbal balik antara manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu, anak-anak diperkenalkan pada lingkungan sekolah yang dapat memenuhi hak ekologis mereka, seperti kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan.

Materi berikutnya adalah Hak Ekologi Anak, di mana anak-anak mempelajari hak mereka atas lingkungan melalui permainan peran dan teka-teki. Ada empat cerita pendek dengan tema sampah, kebun sekolah, air, dan kantin sekolah menjadi bagian dari permainan peran tersebut.

Selanjutnya, adapula Latihan Kepemimpinan Dasar untuk mengajarkan anak-anak bahwa setiap orang adalah pemimpin. Anak-anak juga belajar mengenali jenis-jenis plastik melalui kode kemasan yang sering mereka temui.

BACA JUGA: Pemkab Gianyar Larang Sampah Tercampur Masuk ke TPA Temesi

Materi terakhir melibatkan penyusunan Rencana Kerja Duta Sekolah Ekologis. Pada materi ini anak-anak mendiskusikan ide kegiatan terkait pengelolaan sampah, konservasi air dan energi, keanekaragaman hayati, serta komunikasi dan informasi.

Ketua duta sekolah ekologis dari SDN 4 Pendem, I Made Teguh Dwi Pradana mengutarakan harapannya usai menerima seluruh materi. Ia berharap bisa mengajak teman-temannya untuk memilah, mengolah, dan mengurangi sampah.

“Semoga juga teman-teman bisa mengerti soal memilah, mengolah, dan mengurangi sampah plastik sekali pakai.  Sehingga, sekolah kami bisa menjadi lebih baik, lingkungannya lebih asri, hijau, dan aman,” ujar Teguh.

Sambut Positif Sekolah Ekologis

Kepala Sekolah SMP PGRI 3 Denpasar menyambut positif kehadiran program tersebut di sekolahnya. Ia menilai pendidikan sebagai alat yang efektif untuk menyelamatkan lingkungan dan menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan.

“SMP PGRI 3 Denpasar pun sangat senang dan bahagia dengan terpilihnya sekolah kami menjadi sekolah ekologis,” kata Ni Made dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/9).

PPLH Bali juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan 17 sekolah, mengangkat sebanyak 350 siswa sebagai duta Sekolah Ekologis. Hal ini merupakan komitmen untuk terus melanjutkan kerja-kerja pelestarian lingkungan dan meneruskannya kepada generasi berikutnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/program-sekolah-ekologis-ajarkan-anak-anak-bali-peduli-lingkungan/feed/ 0