calendar
Rabu, 14 November 2018
Pencarian
Batu-batu di dasar bendungan Katulampa terlihat jelas. Foto diambil pada Senin (29/09). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kemarau, Masyarakat Gunakan Racun Untuk Menangkap Ikan di Ciliwung

Berita Harian

Jakarta (Greeners) – Akibat hujan yang tak kunjung turun dalam dua pekan terakhir di Kota Bogor, debit air di Bendungan Katulampa mengalami penurunan drastis. Beberapa aliran sungai Ciliwung pun menurun dan membuat keberlangsungan ekosistem sungai, seperti ikan-ikan di sungai tersebut terancam.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Ciliwung Institue, Sudirman Asun, saat dihubungi oleh Greeners, Senin (29/09). Dia mengatakan bahwa debit sungai Ciliwung yang semakin rendah membuat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab menangkap ikan di sungai Ciliwung dengan menggunakan racun potasium.

“Kalau musim kemarau, ikan jadi gampang keliatan, kadang ada yang ngambilnya pakai racun dan ada juga yang pakai listrik,” jelas Sudirman, Jakarta, Senin (29/09).

Salah satu warga mengambil pasir di dekat pintu masuk irigasi Katulampa, Bogor. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Salah satu warga sedang mengambil pasir di dekat pintu irigasi Katulampa, Bogor. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Padahal, tambah Sudirman, masih banyak masyarakat yang menggunakan air di sungai Ciliwung untuk kebutuhan sehari-harinya. Dia meminta kepada Pemerintah Daerah dan kepolisian di daerah untuk lebih memantau penangkapan ikan dengan cara yang merusak dan merugikan orang banyak ini.

“Untuk wilayah puncak sudah di jaga. Untuk di wilayah lain, saya meminta kepada pihak Pemda dan Polsek untuk memantau masyarakat yang menangkap ikan dengan racun potasium atau dengan aliran listrik karena kalau musim kemarau, ikan jadi gampang keliatan,” tambahnya.

Sebagai informasi, akibat hujan yang tak kunjung turun dalam dua pekan terakhir di Kota Bogor, debit air di Bendungan Katulampa mengalami penurunan drastis. Tercatat, debit air sungai Ciliwung di Bendungan Katulampa berada di titik yang sangat rendah, yaitu sekitar 30 sentimeter.

Akibat menurunnya debit air di bendungan secara drastis ini, aliran sungai menuju Jakarta menjadi sangat sedikit. Keringnya bendungan tersebut membuat daerah aliran sungai terlihat kering dengan tumpukan sampah terlihat di sela-sela bebatuan kali. Kondisi ini juga dimanfaatkan warga untuk mengambil pasir serta memancing ikan.

(G09)

Top