iduladha - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/iduladha/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 09 Jun 2025 08:39:10 +0000 id hourly 1 SDIT Al Huda Pulau Bawean Bagikan Daging Kurban Pakai Daun Jati https://www.greeners.co/aksi/sdit-al-huda-pulau-bawean-bagikan-daging-kurban-pakai-daun-jati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sdit-al-huda-pulau-bawean-bagikan-daging-kurban-pakai-daun-jati https://www.greeners.co/aksi/sdit-al-huda-pulau-bawean-bagikan-daging-kurban-pakai-daun-jati/#respond Mon, 09 Jun 2025 08:39:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=46754 Jakarta (Greeners) – SDIT Al Huda Pulau Bawean, Kabupaten Gresik merayakan Hari Raya Iduladha dengan bebas kantong plastik sekali pakai. Mereka membagikan daging kurban dengan cara ramah lingkungan, yakni memakai […]]]>

Jakarta (Greeners) – SDIT Al Huda Pulau Bawean, Kabupaten Gresik merayakan Hari Raya Iduladha dengan bebas kantong plastik sekali pakai. Mereka membagikan daging kurban dengan cara ramah lingkungan, yakni memakai daun jati.

Inisiatif ramah lingkungan ini juga bukan sekadar perayaan Iduladha, namun bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Juni 2025 dengan mengusung tema “Ending Plastic Pollution.”

Melihat banyaknya pendistribusian daging kurban menggunakan kantong kresek yang menjadi sumber polusi plastik di lingkungan, SDIT Al Huda memanfaatkan daun jati untuk membungkus daging. Kepala SDIT Al-Huda, Rissky Wahyu Saputra, menjelaskan bahwa sebagai sekolah Adiwiyata, SDIT Al-Huda berusaha mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

BACA JUGA: SDIT Al Huda Pulau Bawean Gelar Zero Waste Tour di Gresik

“Kami menggunakan pembungkus ramah lingkungan dengan daun jati, yang selanjutnya wadah ini bisa terkompos secara mudah di alam. Sehingga tidak menyumbang sampah plastik di lingkungan, sekaligus kami berkontribusi dalam peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini,” tambahnya.

Setiap tahun sekolah ini juga rutin melaksanakan kurban di sekolah bersama guru dan murid. Untuk tahun ini, mereka menyembelih satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Kegiatan Iduladha ini menghasilkan ratusan potong daging kurban berbungkus daun jati. Daging-daging tersebut dibagikan kepada masyarakat umum, guru, dan murid di lingkungan dekat sekolah.

SDIT Al-Huda Sekolah Ekologis di Pulau Bawean

Manager Program Sekolah Ekologis Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Tonis Afrianto mengatakan SDIT Al-Huda Bawean merupakan bagian dari program Sekolah Ekologis sejak tahun 2022.

“Saya sangat bangga dengan SDIT Al Huda, semenjak kami gandeng di dalam program sekolah ekologis sudah mampu berkontribusi untuk mengurangi timbulan sampah plastik di kepulauan Bawean. Sekolah ini patut dicontoh oleh sekolah lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA: ECOTON Bentuk Sakenah, Generasi Peduli Sampah

Ke depannya, SDIT Al Huda ingin konsisten menerapkan pengurangan produksi sampah plastik secara signifikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga Pulau Bawean tetap bersih dari polusi sampah plastik.

Sebelumnya, sekolah ini juga telah menerapkan kantin sehat bebas plastik. Kini, mereka juga turut mendukung implementasi Peraturan Daerah Gresik Nomor 3 tahun 2021 tentang Pembatasan Pemakaian Plastik Sekali Pakai.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/sdit-al-huda-pulau-bawean-bagikan-daging-kurban-pakai-daun-jati/feed/ 0
Muhammadiyah Tangsel Bagikan 1.000 Paket Kurban dengan Besek Bambu https://www.greeners.co/berita/muhammadiyah-tangsel-bagikan-1-000-paket-kurban-dengan-besek-bambu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=muhammadiyah-tangsel-bagikan-1-000-paket-kurban-dengan-besek-bambu https://www.greeners.co/berita/muhammadiyah-tangsel-bagikan-1-000-paket-kurban-dengan-besek-bambu/#respond Thu, 20 Jun 2024 03:10:35 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=44067 Jakarta (Greeners) – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Cabe Ilir melaksanakan kurban dengan konsep ramah lingkungan atau green kurban pada Iduladha 1445 Hijriah. Green kurban yang dilaksanakan di Griya Dakwah […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Cabe Ilir melaksanakan kurban dengan konsep ramah lingkungan atau green kurban pada Iduladha 1445 Hijriah. Green kurban yang dilaksanakan di Griya Dakwah Muhammadiyah ini menggunakan kantong ramah lingkungan, yakni besek bambu. Inisiatif tersebut menjadi salah satu upaya warga untuk mengurangi penggunaan plastik dalam proses pendistribusian daging kurban.

PRM Pondok Cabe Ilir pada kurban tahun 2024 ini menerima kurban sebanyak 11 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Dari sejumlah hewan tersebut, panitia membaginya menjadi 1.000 paket daging kurban. Kemudian, panitia akan membagikan paket daging tersebut ke masyarakat sekitar.

Panitia mendistribusikan 1.000 paket kurban menggunakan besek yang terbuat dari anyaman bambu dan diberi alas dari daun pisang. Pemilihan material pembungkus ini sesuai dengan konsep yang PRM Pondok Cabe Ilir usung, yakni kurban yang ramah lingkungan.

BACA JUGA: DLH DKI Imbau Warga Terapkan Kurban Ramah Lingkungan

Ketua Panitia Kurban di PRM Pondok Cabe Ilir, Muhammad Yahya Umar Syurofa mengatakan bahwa kurban adalah aktivitas kebaikan berbagi dengan sesama dan menjalankan perintah agama. Menurut Umar, aktivitas baik ini harus masyarakat lakukan secara keseluruhan dengan baik, termasuk menjaga lingkungan.

Green kurban kami lakukan untuk mengurangi sampah yang dapat berkontribusi pada pemanasan global dan berdampak buruk pada perubahan iklim yang sedang menghadang kita,” ucap Umar lewat keterangan tertulisnya, Selasa (18/6).

Umar berharap dengan adanya green kurban ini, PRM juga membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi sampah plastik, dan meningkatkan kepedulian masyarakat pada lingkungan.

“Sekecil apa pun usaha kita mengurangi plastik akan sangat bermakna bagi bumi kita,” imbuh Yahya.

Muhammadiyah Tangsel membagikan paket kurban dengan besek bambu. Foto: PRM Pondok Cabe Ilir.

Muhammadiyah Tangsel membagikan paket kurban dengan besek bambu. Foto: PRM Pondok Cabe Ilir.

Libatkan Banyak Pihak

Sementara itu, dalam menyiapkan dan mendistribusikan paket kurban, PRM Pondok Ilir juga melibatkan banyak pihak. Tak hanya pengurus dan warga Persyarikatan Muhammadiyah yang mereka libatkan. Tahun ini, PRM Pondok Cabe Ilir mengajak warga sekitar Griya Dakwah Muhammadiyah Pondok Cabe Ilir untuk bergotong royong dalam menyiapkan dan mendistribusikan paket kurban.

“Tahun ini, panitia melibatkan lebih banyak masyarakat sekitar Griya Dakwah Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kurban. Pelibatan ini merupakan bagian dari semangat dakwah Muhammadiyah yang inklusif,” tambah Umar.

BACA JUGA: 4 Tips Berkurban Lebih Ramah Lingkungan

Umar juga mengatakan bahwa kurban tahun ini bekerja sama dengan rumah pemotongan hewan. Jadi, setelah petugas menyembelih hewan kurban di rumah pemotongan hewan, daging akan panitia siapkan dan bungkus dengan bambu. Setelah itu, masyarakat sekitar ikut mendistribusikan daging tersebut.

Dalam pelaksanaan green kurban tahun ini, PRM Pondok Cabe Ilir juga bekerja sama dengan beberapa pihak. Di antaranya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat, Nasional (BAZNAS), KB Bank Syariah, dan Bank Central Asia (BCA).

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/muhammadiyah-tangsel-bagikan-1-000-paket-kurban-dengan-besek-bambu/feed/ 0
DLH DKI Imbau Warga Terapkan Kurban Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/berita/dlh-dki-imbau-warga-terapkan-kurban-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dlh-dki-imbau-warga-terapkan-kurban-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/berita/dlh-dki-imbau-warga-terapkan-kurban-ramah-lingkungan/#respond Sat, 15 Jun 2024 05:00:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=44024 Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan atau ‘Eco Qurban’ pada Iduladha 1445 H. Pelaksanaannya dengan cara […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan atau ‘Eco Qurban’ pada Iduladha 1445 H. Pelaksanaannya dengan cara menggunakan wadah ramah lingkungan dan tidak mencemari lingkungan.

Aturan tersebut juga tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menerangkan bahwa penerapan prinsip ‘Eco Qurban’ dengan melaksanakan kurban tanpa mencemari dan mengotori lingkungan sekitar. Praktik tersebut mulai dari pelaksanaan maupun setelahnya.

“Jangan sampai membiarkan limbah hewan kurban seperti darah dan isi perut tanpa ditangani hingga berceceran, lalu membuangnya ke got, selokan, dan kali,” katanya.

Menurutnya, jika limbah hewan kurban tidak tertangani dengan baik, itu bisa membuat lingkungan bau. Hal itu berisiko membayakan kesehatan masyarakat sekitar. Asep juga menjelaskan pembuangan limbah potongan hewan kurban ke badan air bisa merusak ekosistem.

BACA JUGA: Kamboti, Wadah Daging Kurban Khas Maros dari Daun Nipah

“Sederhananya, ikan di badan air bisa mati jika limbah isi perut hewan kurban terbuang ke sana,” ungkap Asep.

Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya menyarankan kepada warga Jakarta agar menangani limbah hewan kurban dengan cara menguburnya. Petugas kurban dapat mengubur hewan tersebut di dalam lubang tanah minimal 1 meter kubik (m3) untuk sapi berukuran 400-600 kg. Kemudian, bagi kambing yang berukuran 25-35 kg, petugas dapat menguburnya pada lubang tanah minimal 0,3 m3.

DLH DKI mengimbau warga untuk menerapkan kurban ramah lingkungan. Foto: DLH DKI

DLH DKI mengimbau warga untuk menerapkan kurban ramah lingkungan. Foto: DLH DKI

Olah Limbah dengan Komposter

Selain itu, limbah hewan kurban bisa warga olah kembali dalam bentuk pengomposan dengan komposter, Biokonversi Maggot Black Soldier Fly. Warga juga bisa mengirim limbah-limbah tersebut ke tempat pengolahan supaya limbah dapat petugas kelola dengan tepat.

Saat ini, DLH DKI Jakarta juga terus gencar mengkampanyekan pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pendistribusian daging kurban. Sebagai opsi, Asep menyebut, bisa menggunakan wadah daging kurban yang ramah lingkungan dan aman terhadap kesehatan.

BACA JUGA: Berbagi Daging Kurban Idul Adha Tanpa Kantong Plastik

“Besek bambu, daun pisang, daun jati dan lain-lain yang berasal dari bahan alami, ataupun wadah guna ulang yang masih layak dan higienis,” ungkap Asep.

Dinas Lingkungan DKI Jakarta juga menyelenggarakan lomba kampanye media sosial ‘Eco Qurban’ yang bertajuk ‘Kurban Berkah Bebas Sampah’ bekerja sama dengan Tunas Muda Care (TCare). Lomba ini mengajak seluruh warganet di Jakarta untuk membuat konten video reels Instagram tentang pelaksanaan kurban yang ramah lingkungan. Lomba tersebut untuk mengarusutamakan penerapan kurban ramah lingkungan di DKI Jakarta.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/dlh-dki-imbau-warga-terapkan-kurban-ramah-lingkungan/feed/ 0
4 Tips Berkurban Lebih Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/#respond Sat, 15 Jun 2024 03:00:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=43997 Kurban ramah lingkungan adalah praktik kurban yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan kurban pada Iduladha yang ramah lingkungan. Salah satunya, kamu bisa menggunakan wadah ramah […]]]>

Kurban ramah lingkungan adalah praktik kurban yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Terdapat beberapa cara untuk melakukan kurban pada Iduladha yang ramah lingkungan. Salah satunya, kamu bisa menggunakan wadah ramah lingkungan sebagai pengganti plastik untuk membungkus daging kurban.

Sobat Greeners sebaiknya menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan, misalnya besek bambu. Secara tidak langsung, kamu pun telah membantu mengurangi sampah plastik yang terbuang ke lingkungan.

BACA JUGA: Praktik Guna Ulang Solusi Kurangi Sampah Plastik dan Krisis Iklim

Selain itu, ada beberapa tips lainnya yang bisa kamu terapkan dalam kurban ramah lingkungan ini lho, Sobat Greeners. Kira-kira, apa saja, ya? Yuk, simak lima tips kurban ramah lingkungan di bawah ini!

1. Gunakan besek bambu

LAZ Al Buyan melansir bahwa salah satu keuntungan menggunakan keranjang bambu yakni materialnya ramah lingkungan dan mudah terurai. Bambu merupakan tanaman yang tumbuh dengan cepat dan mudah diperbarui.

Penggunaan keranjang bambu juga bisa mengurangi ketergantungan pada bahan plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan.

Selain itu, keranjang bambu juga dapat mudah kamu daur ulang, sehingga dapat kamu gunakan untuk membuat sesuatu yang lebih kreatif. Bambu juga merupakan bahan yang aman kita gunakan untuk kemasan makanan. Produk ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang mungkin ditemukan pada plastik atau bahan sintetis lainnya.

2. Pemotongan yang berkelanjutan

Melakukan pemotongan hewan kurban secara hati-hati dan sesuai prosedur sangatlah penting. Hal itu untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan memastikan kebersihan lingkungan sekitar.

BACA JUGA: Jangan Bungkus Daging Kurban dengan Plastik Sekali Pakai!

Di samping itu, sebaiknya kamu juga memilih hewan kurban yang sehat dan berasal dari peternakan. Hal itu untuk menjaga kesejahteraan hewan serta praktik peternakan yang ramah lingkungan.

3. Hindari penggunaan kresek

Nah, saat momen kurban ini kamu sebaiknya menghindari penggunaan kresek untuk membukus daging kurban. Gunakan wadah guna ulang seperti besek bambu, wadah makanan guna ulang dari plastik, atau rantang.

Teens Go Green melansir bahwa wadah guna ulang ini dapat berfungsi sebagai alternatif wadah daging kurban. Beberapa daerah pun memiliki kearifan lokal tersendiri dalam membungkus daging kurban. Sebagian besar warga di beberapa daerah tersebut seringkali menggunakan wadah seperti besek, eumpang gampit, sumpit salak, daun jarak, dan lain-lain.

Apabila tidak ada wadah alternatif yang tersedia, setiap warga dapat diminta untuk membawa wadah sendiri yang dapat digunakan kembali dari rumah. Hal ini sangat praktis dan dapat menekan biaya pembelian wadah daging kurban.

4. Pilih hewan kurban dari peternakan lokal

Tips yang terakhir, kamu sebaiknya memilih hewan kurban dari peternakan lokal. Dengan begitu, transportasi dan penyediaan hewan kurban tidak menghasilkan jejak karbon yang lebih besar.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yuk-budayakan-kurban-ramah-lingkungan-dengan-4-tips-ini/feed/ 0