Wadah Makanan Ramah Lingkungan Dari Bahan Unik Yang Ada Di Pasaran

Reading time: 2 menit
Kemasan Ramah Lingkungan Merk Plépah. Sumber: istimewa.

Guna mengurangi dampak buruk dari penggunaan plastik, para pelaku industri kuliner kini berlomba-lomba untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan. Mereka berusaha untuk menghadirkan wadah makanan yang dapat terurai secepat mungkin dengan tanah. Wadah tersebut diharapkan tidak akan menjadi tumpukan sampah yang membahayakan alam di kemudian hari.

Untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan, tentunya diperlukan beberapa bahan baku khusus yang bersifat biodegradable. Jika biasanya wadah makanan terbuat dari plastik atau styrofoam, beberapa produsen justru membuat wadah makanan dari rumput laut, tebu, hingga dedak gandum! Unik sekali, bukan?

Lalu, seperti apa ya kira-kira wujud dari wadah makanan berbahan dasar unik tersebut? Daripada penasaran, yuk simak penjelasan di bawah ini!

1. Zero, Wadah Makanan Ramah Lingkungan dari Cangkang Biji Kakao

Perancang produk ramah lingkungan asal Inggris, PriestmanGoode, menciptakan wadah makanan bernama Zero yang terbuat dari cangkang biji kakao. Mereka menggunakan cangkang biji kakao yang berasal dari limbah perusahaan kosmetik. Untuk menciptakan wadah makanan ramah lingkungan tersebut, PriestmanGoode mengolah cangkang biji kakao dengan bahan organik lainnya seperti kulit nanas dan miselium. Meskipun terbuat dari bahan-bahan organik yang terkesan mudah hancur, Zero dapat kita cuci dan kita pakai berulang kali.

2. Biotrem, Wadah Makanan Unik dari Dedak Gandum

Perusahaan asal Polandia, Biotrem, menghadirkan koleksi wadah makanan yang terbuat dari dedak gandum! Untuk mengubah dedak gandum menjadi wadah makanan ramah lingkungan, Biotrem akan mencampur dedak tersebut sedikit air dan bahan-bahan organik lainnya. Setelah itu, campuran dari dedak gandum tersebut akan diproses dengan menggunakan alat bertekanan dan bersuhu tinggi.

Karena terbuat dari bahan alami berupa dedak gandum, wadah makanan Biotrem dapat terurai secara menyeluruh dalam waktu 30 hari. Jika kita simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, wadah Biotrem ini dapat kita gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

3. Biopack, Wadah Telur Berbahan Bibit Tanaman

Jika biasanya wadah telur terbuat dari kertas atau plastik, George Bosnas, seorang desainer asal Yunani, justru membuat wadah telur dari campuran bibit tanaman bernama Biopack! Bagaimana bisa?

Untuk membuat wadah Biopack, George memerlukan bahan baku berupa bubur kertas bekas, pati, dan bibit tanaman. Kedua bahan tersebut nantinya akan bercampur menjadi satu, lalu dibentuk hingga menjadi wadah telur. Setelah kita gunakan, wadah telur Biopack dapat langsung kita tanam ke tanah untuk menumbuhkan tanaman.

4. Avani, Wadah Makanan Berbahan Ampas Tebu

Di Indonesia sendiri terdapat perusahaan hijau bernama Avani yang telah menciptakan wadah makanan ramah lingkungan. Mereka berhasil mengembangkan produk berupa wadah makanan berbahan dasar ampas tebu. Mengutip dari situs resmi mereka, wadah makanan berbahan ampas tebu tersebut dapat hancur dan melebur dengan tanah hanya dalam waktu beberapa bulan.

5. Plépah, Wadah Makanan Ramah Lingkungan Unik dari Pelepah Pinang

Daun pinang sudah sejak lama sering kita manfaatkan sebagai obat dan pembungkus makanan, namun bagaimana dengan bagian pelepahnya? Di tangan Plépah, pelepah pinang yang tampak tak bernilai dapat berubah menjadi wadah makanan ramah lingkungan yang unik dan lain dari biasanya. Wadah makanan Plépah merupakan wadah yang tahan panas dan tahan air, sehingga bisa kita gunakan dalam microwave atau oven. Selain itu, wadah makanan yang satu ini juga dapat terurai secara alami dalam waktu 60 hari.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Top
You cannot copy content of this page