Pawai Bebas Plastik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pawai-bebas-plastik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 30 Jul 2024 03:37:31 +0000 id hourly 1 Diskusi Polusi Plastik dan Praktikkan Guna Ulang di Piknik Bebas Plastik https://www.greeners.co/berita/diskusi-polusi-plastik-dan-praktikkan-guna-ulang-di-piknik-bebas-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diskusi-polusi-plastik-dan-praktikkan-guna-ulang-di-piknik-bebas-plastik https://www.greeners.co/berita/diskusi-polusi-plastik-dan-praktikkan-guna-ulang-di-piknik-bebas-plastik/#respond Tue, 30 Jul 2024 03:34:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=44396 Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik kembali hadir pada tahun kelimanya dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, sejumlah organisasi masyarakat sipil mengajak audiens untuk berdiskusi bersama tentang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik kembali hadir pada tahun kelimanya dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, sejumlah organisasi masyarakat sipil mengajak audiens untuk berdiskusi bersama tentang isu terkait polusi plastik dan berpiknik dengan protokol guna ulang di ‘Piknik Bebas Plastik’.

Pawai Bebas Plastik menjadi bagian dari kampanye global yang dikenal sebagai #PlasticFreeJuly. Agenda itu secara khusus berfokus pada pengurangan penggunaan plastik sekali pakai pada bulan Juli.

Acara tahunan Pawai Bebas Plastik tidak pernah terlewati untuk diselenggarakan. Agenda ini menjadi momen penting untuk menyuarakan permasalahan tentang plastik kepada masyarakat luas.

BACA JUGA: Biasakan Guna Ulang, Tahun 2030 Plastik Sekali Pakai Dilarang

Kegiatan ala ‘piknik cantik’ ini lebih dari sekadar piknik pada umumnya. Pada Piknik Bebas Plastik, penyelenggara mewajibkan para pengunjung untuk menerapkan praktik guna ulang dan tidak menggunakan plastik sekali pakai.

Manager Komunikasi Dietplastik Indonesia, Adithiyasanti Sofia mengatakan bahwa Piknik Bebas Plastik ini menjadi contoh acara publik yang menggunakan protokol guna ulang. Piknik Bebas Plastik telah menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bisa melakukan praktik guna ulang.

“Protokol ini mengharuskan para peserta tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Stan makanan dan minuman juga tidak menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Mereka membawa tempat makan sendiri. Kemudian, stan makanan dan minuman juga mampu memfasilitasi praktik guna ulang, seperti dengan menyediakan tempat pencucian alat makan,” kata Adithiyasanti melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/7).

Piknik bebas plastik. Foto: Walhi

Piknik bebas plastik. Foto: Walhi

Bahas Bahaya Produksi Plastik di Piknik Bebas Plastik

Sementara itu, terbentuknya inisiasi Pawai Bebas Plastik berawal dari melihat permasalahan sampah plastik di Indonesia. Sampah plastik ini tidak hanya menjadi masalah di wilayah darat saja, tetapi juga sudah menyebar ke wilayah laut.

Banyak penelitian yang menunjukkan dampak dari plastik sekali pakai yang tidak hanya berdampak buruk bagi lingkungan dan hewan yang hidup. Akan tetapi, juga berdampak buruk pada kesehatan manusia.

Melihat fakta-fakta tersebut, perlu adanya suatu gerakan bersama. Hal itu sebagai upaya pengurangan sampah plastik agar di tahun 2025 Indonesia dapat mencapai target untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70 persen.

Kendati demikian, kegiatan Pawai Bebas Plastik tidak pernah terlewatkan. Tahun ini, pawai dengan mengusung konsep Piknik Bebas Plastik diadakan dengan serangkaian kegiatan, seperti talkshow, workshop, showcase, dan pertunjukan seni lainnya.

BACA JUGA: Perluas Pembatasan Plastik Kresek di Pasar Tradisional Peraih Adipura

Talkshow ini mengangkat pembahasan isu plastik yang berhubungan dengan kesehatan, iklim, dan masyarakat adat. Isu plastik ini berhubungan dengan seberapa besar produksi plastik dari industri minyak dan gas.

Manajer Kampanye Polusi dan Urban Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abdul Ghofar mengungkapkan lebih dari 99% plastik sekali pakai produksinya terbuat dari bahan bakar fosil. Kemudian, emisi gas rumah kaca terjadi pada setiap tahap siklus hidup plastik. Mulai dari ekstraksi gas dan minyak hingga produksi, pembakaran, penimbunan, dan bahkan daur ulang.

Produksi kemasan plastik sekali pakai merupakan kontribusi terbesar penyumbang plastik murni setiap tahun. Produksi itu perkiraannya mencapai sekitar 40% dari total permintaan plastik dan lebih dari setengah sampah plastik di seluruh dunia. Industri juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ini adanya dorongan oleh peningkatan signifikan penggunaan plastik di negara-negara berkembang.

“Perlunya solusi mengatasi krisis sampah plastik ini mulai dari awal produksi plastik dengan pengurangan produksi plastik di hulu. Inisiatif yang hanya berfokus pengurangan sampah pada hilir tidak akan selesai jika keran produksi plastik dikurangi,” kata Ghofar.

Piknik bebas plastik. Foto: Walhi

Piknik bebas plastik. Foto: Walhi

Kurangi Sampah dengan Guna Ulang

Selain pentingnya pengurangan produksi plastik untuk mengurangi sampah plastik, berdasarkan hierarki pengelolaan sampah perlu solusi guna ulang. Upaya ini untuk mengganti sistem distribusi dan bisnis yang menggunakan kemasan plastik sekali pakai.

Berdasarkan Ellen MacArthur Foundation Reuse (guna ulang) Framework, ada empat model guna ulang yang bisa masyarakat terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Model tersebut yaitu pengisian ulang di rumah (Refill at home), pengisian ulang saat bepergian (Refill on the go), pengembalian dari rumah (Return from home), dan  pengembalian saat bepergian (Return on the go).

Direktur Eksekutif Divers Clean Action (DCA), Swietenia Puspa Lestari mengatakan bahwa solusi guna ulang tidak hanya diterapkan oleh masyarakat perkotaan saja. Namun, guna ulang juga dapat masyarakat terapkan di area pulau-pulau kecil.

“Salah satunya yang dilakukan oleh Divers Clean Action melalui toko curah. Kami mengimplementasikan pilot project isi ulang dan guna ulang di Kepulauan Seribu dengan bermitra dengan warung-warung kecil. Inisiatif ini berkolaborasi dengan startup reuse atau refill provider,” ungkap Swietenia.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/diskusi-polusi-plastik-dan-praktikkan-guna-ulang-di-piknik-bebas-plastik/feed/ 0
Susi Pudjiastuti : Kasihan Nelayan Dapatnya Sampah Plastik https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/#respond Mon, 31 Jul 2023 05:24:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=41007 Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik 2023 kembali digelar menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga turut mengampanyekan penolakan plastik sekali pakai di Car […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik 2023 kembali digelar menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga turut mengampanyekan penolakan plastik sekali pakai di Car Free Day (CFD) kawasan Bundaran HI, Minggu (30/7).

Aksi Pawai Bebas Plastik merupakan kegiatan tahunan rutin yang diinisiasikan sejumlah organisasi lingkungan. Tujuannya untuk mengampanyekan tolak plastik sekali pakai. Masyarakat sipil, organisasi, hingga public figure ikut terlibat di dalamnya.

Tahun 2019 Susi juga turut ikut menyuarakan penolakan plastik sekali pakai. Kemudian tahun ini, dirinya kembali memimpin kampanye tersebut sambil mengangkat poster di barisan terdepan.

Sembari jalan dari kawasan Sudirman hingga Bundaran HI, Susi pun berteriak lantang “Buang sampah di laut, tenggelamkan, tolak plastik sekali pakai!”. Kemudian di penghujung aksi Susi menyampaikan bahwa plastik bisa mengancam laut dan nelayan.

“Kalau plastik ke laut yang kasihan siapa? Nelayan ketika dapetnya plastik. Sekarang semua bareng tolak plastik sekali pakai,” ungkap susi dalam kegiatan Pawai Bebas Plastik 2023, di Kawasan Bundaran HI, Minggu, (30/7).

Khawatir sampah plastik kepung laut, Susi juga mengajak masyarakat segara kurangi pemakaian plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya hindari sedotan plastik sekali pakai dan biasakan membawa tumbler. Sebab, jika tidak memulai hal tersebut, sampah dari kota akan mengalir ke sungai dan bermuara ke laut hingga berdampak pada nelayan.

Susi juga menegaskan, pemerintah perlu menegakkan peraturan untuk membatasi plastik sekali pakai. Kemudian, mendorong produsen untuk mengurangi kemasan plastik dengan membangun ekosistem isi dan guna ulang.

Tiga Tuntutan Pawai Bebas Plastik 2023

Sementara itu, peserta Pawai Bebas Plastik 2023 menyampaikan tiga tuntutan untuk mewujudkan masa depan bebas plastik.

Pertama, meminta pemerintah melarang penggunaan plastik sekali pakai. Kedua, memperbaiki sistem tata kelola sampah. Lalu ketiga, mendorong produsen dan pelaku usaha untuk bertanggung jawab terhadap sampah pascakonsumsi.

Ratusan orang dan puluhan komunitas ikut turut serta menyuarakan tuntutan tersebut dengan long march dari kawasan Bendungan Hilir hingga Bundaran HI. Para peserta dengan berbagai kalangan umur ini sampaikan aspirasinya melalui poster yang beragam.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengungkapkan bahwa pawai ini bertujuan untuk mengajak pemerintah lebih ambisius. Para pelaku usaha juga perlu terbuka dalam melakukan cara menghilangkan plastik sekali pakai.

“Jadi kita mau ajak pemerintah lebih ambisius, kitanya pun siap dari segi masyarakat sipil untuk ikut sosialisasi. Pelaku usaha juga terbuka untuk menyambut dan terapkan dalam caranya menghilangkan plastik sekali pakai,” kata Tiza.

Peserta Pawai Bebas Plastik 2023 sampaikan tiga tuntutan. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Guna Ulang sebagai Solusi

Tiza menilai, opsi guna ulang merupakan solusi yang paling efektif dalam pengurangan sampah plastik. Menurutnya penerapan pendekatan guna ulang (reuse) perlu dukungan fasilitas yang memadai. Hal ini akan menekan pengurangan sampah plastik di hulu.

“Kita enggak bisa membersihkan plastik dengan menyapu terus, tapi harus ditutup kerannya. Oleh karena itu, arah dari tuntutan pertama yaitu melarang plastik sekali pakai,” tutur Tiza.

Pemerintah lanjutnya, juga jangan sampai mendorong kebijakan sekali pakai ini dengan menggantikannya dengan kertas, plastik berbahan singkong, kayu. Sebab, itu akan menimbulkan permasalahan baru. Pendekatan guna ulang inilah yang bisa menjadi solusi berkelanjutan, karena sistemnya isi ulang dengan wadah yang dapat digunakan berkali-kali.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/susi-pudjiastuti-kasihan-nelayan-dapatnya-sampah-plastik/feed/ 0
Aurelie Moeremans Tolak Plastik Sekali Pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/#respond Mon, 31 Jul 2023 04:31:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=41008 Jakarta (Greeners) – Aktris sekaligus penyanyi asal Indonesia, Aurelie Alida Marie Moeremans nampak di antara banyak peserta aksi Pawai Bebas Plastik 2023. Ikut berjalan dan bersuara lantang, aktris keturunan Belgia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Aktris sekaligus penyanyi asal Indonesia, Aurelie Alida Marie Moeremans nampak di antara banyak peserta aksi Pawai Bebas Plastik 2023. Ikut berjalan dan bersuara lantang, aktris keturunan Belgia berusia 29 tahun ini tak canggung membentangkan tulisan menolak plastik sekali pakai.

Saat ini, ia memang semakin giat menyuarakan isu lingkungan di kanal media sosialnya. Bahkan aktif terlibat di berbagai kegiatan aksi lingkungan. Misalnya mengikuti aksi memungut sampah di sungai, aktif melibatkan audiens dalam konten edukasi lingkungannya, hingga turut menyuarakan penolakan plastik sekali pakai.

Beberapa organisasi bidang lingkungan pun kini melibatkan Aurelie untuk membantu menyuarakan isu lingkungan yang lebih luas. Sebab, peran Aurelie yang sekaligus sebagai influencer juga bisa membangun kesadaran lingkungan kepada banyak penggemarnya. Khususnya untuk anak-anak muda.

Ia bercerita saat bersama keluarganya tinggal di Belgia, sistem pengelolaan lingkungan di sana cukup baik. Sehingga, dirinya sekarang telah terdidik menjadi seseorang yang peduli lingkungan. Seperti kebiasaan memilah sampah, bukan sesuatu baru bagi Aurelie. Sejak dini ia telah melakukannya.

“Karena aku dulunya tinggal di Belgia jadi sudah biasa melakukan hal-hal ramah lingkungan. Kaya pemilahan itu sudah dilakukan dari dulu. Terus sekarang pun yang terus aku lakukan ya bawa tas belanja, tumbler, menerapkan hidup minimalis, dan terus mengedukasi audiens tentang lingkungan di media sosial,” kata Aurelie kepada Greeners di kegiatan Pawai Bebas Plastik 2023, Minggu (30/7).

Dampak positifnya, hal-hal itu menjadi kebiasaan yang telah Aurelie bangun. Pemilahan sampah, membawa tas belanja guna ulang, dan membawa botol minum ketika berpergian itu sudah menjadi suatu hal yang secara otomatis Aurelie lakukan.

Tolak Plastik Sekali Pakai

Menariknya saat Pawai Bebas Plastik 2023, ia membawa kardus yang bertuliskan “Jangan Ada Plastik Di Antara Kita” untuk menyuarakan penolakan plastik sekali pakai.

“Hari ini aku ikut Pawai Bebas Plastik karena ingin mengambil peranku sebagai masyarakat Indonesia mengubah perilaku kita tolak sekali pakai harus secara bersama-sama,” ucapnya.

Aurelie pun mengajak masyarakat untuk ikut mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dalam menangani sampah plastik dengan lebih baik. Mendukung larangan penggunaan plastik sekali pakai dan memperbaiki sistem tata kelola sampah, juga perlu masyarakat lakukan.

Aktris keturunan Belgia ini sejak dini sudah peduli pada lingkungan. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Suarakan Perlindungan Satwa

Selain bakatnya yang terkenal di industri kreatif, ia berkecimpung dalam bidang konservasi. Baru-baru ini Aurelie menggencarkan konservasi satwa bersama salah satu organisasi lingkungan, World Wide Fund for Nature.

Aurelie bisa mengedukasi tentang pentingnya perlindungan satwa dan isu lingkungan lainnya kepada audiens secara luas. Sebab, dirinya memiliki banyak pengikut di media sosial.

Selain itu, sejak pindah ke Indonesia tahun 2008, Aurelie melihat masyarakat sekitar masih tidak peduli terhadap lingkungan. Namun, hal tersebut justru mendorong dirinya untuk terus menyuarakan isu lingkungan agar kesadaran masyarakat akan hal tersebut bisa terbangun.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/aurelie-moeremans-tolak-plastik-sekali-pakai/feed/ 0
60 Komunitas dan Organisasi Serukan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Tengah Pandemi https://www.greeners.co/aksi/60-komunitas-dan-organisasi-serukan-pengurangan-plastik-sekali-pakai-di-tengah-pandemi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=60-komunitas-dan-organisasi-serukan-pengurangan-plastik-sekali-pakai-di-tengah-pandemi https://www.greeners.co/aksi/60-komunitas-dan-organisasi-serukan-pengurangan-plastik-sekali-pakai-di-tengah-pandemi/#respond Wed, 01 Jul 2020 03:00:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=27725 Pawai Bebas Plastik mendorong pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai dan memperbaiki sistem tata kelola sampah.]]>

Jakarta (Greeners) – Pawai Bebas Plastik kembali hadir tahun ini dengan format yang berbeda. Sehubungan dengan upaya mencegah penyebaran Covid-19 di dalam negeri, Pawai Bebas Plastik 2020 mengusung kampanye dengan format daring. Puncak aktivitasnya akan diselenggarakan pada 25-26 Juli 2020 dengan diikuti berbagai macam rangkaian acara.

Lebih dari 60 komunitas dan organisasi se-Indonesia akan menyampaikan kembali tiga tuntutan serupa seperti tahun lalu. Pawai Bebas Plastik mendorong pemerintah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai, memperbaiki sistem tata kelola sampah, dan mendorong produsen maupun pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas sampah pasca konsumsi.

“Khusus untuk tuntutan pada poin ketiga, kami berharap pengusaha online juga mulai mengubah kemasan plastik sekali pakai untuk menggunakan kemasan tanpa plastik. Kita perlu mendorong corporate behaviour sehingga konsumen tidak perlu memakai kemasan plastik terlalu banyak. Apalagi di masa pandemi ini belanja online meningkat. Itulah yang kita akan serukan pada Plastic Free July ini,” ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) pada diskusi daring pre-event “Community & Media Gathering Pawai Bebas Plastik 2020” Selasa, (30/06/2020).

Tiza menuturkan bahwa alasan penolakan plastik sekali pakai karena terjadi perubahan tingkah laku masyarakat dalam menggunakan barang-barang yang bisa dipakai berulang kali. “Kantong kresek, sedotan, sendok, garpu plastik itu sebenarnya memiliki produk yang sama persis dan bisa digunakan ulang jadi tidak perlu memakai yang sekali pakai,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pawai Bebas Plastik tahun ini bertepatan dengan penerapan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019. Mulai 1 Juli masyarakat Ibu Kota diwajibkan memakai kantong belanja ramah lingkungan di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat. Provinsi DKI Jakarta menjadi lokasi kedua di Asia Tenggara setelah Bangkok, Thailand yang melarang penggunaan kantong plastik.

Kampanye Menolak Plastik Sekali Pakai

GIDKP dan sejumlah organisasi masyarakat sipil melakukan aksi turun ke jalan dan menyuarakan agar DKI Jakarta melakukan pelarangan kantong plastik. “Kami juga menuntut perbaikan yang lain, seperti perbaikan pengelolaan sampah secara umum. Jangan setop di kresek saja, sedotan dan styrofoam juga harus ditangani dengan serius,” ujar Tiza.

Menurutnya inisiatif pemerintah daerah dalam mengurangi sampah belum diimbangi dengan perbaikan tata kelola penanganan sampah. Masih banyak sampah yang belum terpilah dari sumber dan ditangani sesuai dengan jenis atau karakteristiknya. Sampah-sampah masih dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). “Banyak dari TPA tersebut sudah mencapai kapasitas maksimum termasuk TPA Bantar Gebang,” ucapnya.

Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah DKI Jakarta mengatakan gerakan menolak plastik sekali pakai ini mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa sampah plastik menyebabkan kerusakan lingkungan hidup di pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Pencemaran di lokasi tersebut, kata Tubagus, membuat nelayan dan masyarakat pesisir kehilangan sumber kehidupannya. “Sampah plastik juga merusak sungai, danau, dan mengakibatkan masyarakat sulit mengakses air bersih,” kata dia.

Menurutnya penggunaan kantong plastik adalah kebiasaan buruk yang dibentuk oleh industri dan harus segera dihentikan. “Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga juga telah memerintahkan produsen untuk tidak menggunakan produk-produk yang saat ini sedang kita permasalahkan,” ujarnya.

Mengajak Anak Muda Melek Isu Lingkungan

 Direktur Eksekutif Indorelawan Marsya Nurmaranti mengatakan banyak sekali individu-individu yang ingin terlibat menjadi relawan di isu lingkungan. Ia mengatakan di sepanjang bulan Juli ini akan ada kampanye-kampanye daring serta konten edukasi yang mengajak pemerintah setempat, organisasi, dan publik untuk meramaikan isu tolak sekali pakai ini.

“Tahun lalu kita berhasil turun ke lapangan untuk mengajak anak-anak muda lebih aware kepada isu lingkungan. Kali ini kita membawa konsep daring yang jangkauannya tidak terbatas dan bisa diikuti oleh siapa saja dari seluruh Indonesia untuk menyerukan komitmennya dalam tolak sekali pakai ini,” ujarnya.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/60-komunitas-dan-organisasi-serukan-pengurangan-plastik-sekali-pakai-di-tengah-pandemi/feed/ 0