fungi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/fungi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 11 Sep 2024 09:47:16 +0000 id hourly 1 Scarlet Berry Truffle, Pendatang yang Tersebar Luas di Inggris https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/#respond Thu, 12 Sep 2024 03:00:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44690 Jamur Scarlet Berry Truffle atau jamur New Zealand Truffle memiliki nama ilmiah Paurocotylis pila. Ia berasal dari famili Pyronemataceae dan berkerabat dengan Melastiza cornubiensis, Scutellinia trechispora, Pyronema omphalodes, Aleuria aurantia, […]]]>

Jamur Scarlet Berry Truffle atau jamur New Zealand Truffle memiliki nama ilmiah Paurocotylis pila. Ia berasal dari famili Pyronemataceae dan berkerabat dengan Melastiza cornubiensis, Scutellinia trechispora, Pyronema omphalodes, Aleuria aurantia, dan masih banyak lagi. Jamur ini merupakan spesies asli dari Selandia Baru dan beberapa bagian di Australia.

Spesies jamur ini pertama kali ahli temukan di Inggris pada Desember tahun 1973 oleh A.R. hurley di area Pusat Olahraga Air Holme Pierrepont, Nottingham. Namun, baru terdeskripsikan pada tahun 1885 oleh ahli mikologi Inggris, Pdt. Miles Joseph Berkeley dengan nama yang masih digunakan hingga kini, Paurocotylis pila.

Nama genus Paurocotylis berasa dari bahasa Yunani yang berarti sedikit rongga. Sementara, nama spesies pila berarti struktur pendukung, dalam konteksnya ini mengacu pada bentuk tubuh buah jamurnya.

Taksonomi Scarlet Berry Truffle. Foto: Greeners

Taksonomi Scarlet Berry Truffle. Foto: Greeners

Scarlet Berry Truffle, Berwarna Cerah dan Bertekstur Halus

Tubuh buahnya berbentuk bulat tidak beraturan dan terdapat kerutan di permukaanya. Bertekstur halus dan lembut, berwarna merah cerah hingga oranye dan tidak terdapat bintil. Tubuh buahnya berukuran sekitar 10 mm hingga 40 mm, tapi pernah ada juga yang berukuran 60 mm.

Di dalam tubuh buahnya terdapat spora yang awalnya berwarna putih, kemudian berubah menjadi kuning atau krem saat matang. Sporanya berbentuk bulat dan berdiameter 18-20 µm. Jamur ini tidak berbau dan tidak untuk konsumsi. Biasanya, jamur ini muncul saat musim gugur dan musim dingin.

Burung Membantu Persebarannya

Jamur ini seringkali tumbuh di antara serasah daun, tanah berlumut, di bawah pohon, atau di kebun dan taman di dekat tanaman Rosa canina, Rubus sp., Ligustrum sp, Rowan (Sorbus aucuparia). Satu-satunya catatan jamur ini berada di area Victoria Park, Glasgow pada September 2017.

Di tempat asalnya (Selandia Baru), jamur ini banyak tumbuh di bawah pohon Podocarpus di saat yang sama dengan pohon tersebut berbuah. Jika melihat distribusinya yang cukup luas di Inggris, ada dugaan persebarannya dibantu burung-burung pemakan buah seperti burung poksai tembaga (Turdus iliacus) atau burung sikatan hitam (T. merula).

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/scarlet-berry-truffle-pendatang-yang-tersebar-luas-di-inggris/feed/ 0
Agaricus bernardii, Salty Mushroom yang Tudungnya Bersisik https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/#respond Tue, 13 Aug 2024 01:00:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44474 Agaricus bernardii dikenal juga sebagai salty mushroom. Bukan karena rasanya yang asin, melainkan toleransinya yang tinggi pada lingkungan yang sarat garam. Oleh karena itu, jamur ini tumbuh di bukit pasir […]]]>

Agaricus bernardii dikenal juga sebagai salty mushroom. Bukan karena rasanya yang asin, melainkan toleransinya yang tinggi pada lingkungan yang sarat garam. Oleh karena itu, jamur ini tumbuh di bukit pasir tepi pantai hingga tepi jalan raya. Spesies ini juga ada di tepi pantai Pasifik dan Atlantik, serta daerah berumput di Colorado dan Pennsylvania.

Lucien Quelet mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1878 dengan nama A. bernardii yang digunakan hingga kini. Nama spesies “bernardii” berasal dari nama G. Bernard, orang yang menemukan spesimen jamur ini dari La Rochelle, Prancis. Terdapat beberapa nama ilmiah sinonim, yaitu Agaricus campestris subsp. Bernardii, Psalliota bernardi, dan Fungus bernardii.

Taksonomi Agaricus bernardii. Foto: Greeners

Taksonomi Agaricus bernardii. Foto: Greeners

Agaricus bernardii Beraroma seperti Garam dan Tudungnya Bersisik

Tudung jamur ini berbentuk cembung dengan ukuran 5-15 cm, berwarna putih, dan saat matang permukaan tudungnya menjadi retak-retak atau terlihat bersisik. Selain itu, tepianya juga terlihat menggulung. Ketika dibelah, bagain dalam tudungnya berwarna oranye kemerahan. Hal ini yang menjadi ciri khasnya yang sangat membantu dalam identifikasi spesies di lapangan.

Bagian lamellanya tersusun padat, semula berwarna merah muda dan berubah menjadi cokelat tua saat matang. Batang jamur ini cukup tebal, dengan ketebalan 2,5 hingga 3,5 cm dan panjang 5-9 cm. Permukaan batangnya kasar dengan selubung cincin putih yang melebar ke arah luar pada bagian tepi atasnya.

Bagian sporanya berbentuk elips halus, berukuran 5,5-7,0 x 5,5-6,5 µm, dengan cetakan sporan berwarna cokelat kehitaman. A. bernardii mengeluarkan aroma seperti garam atau yodium. Jamur ini umumnya muncul saat musim gugur dalam kelompok ataupun soliter.

Mengandung Protein tapi Tidak Baik untuk Dikonsumsi

Jamur A. bernardii mengandung protein, asam lemak, asam amino, Zn, P, dan Fe yang lebih tinggi daripada jamur A. bisporus. Walaupun memiliki rasa yang tidak enak, kerap kali ada belatung di dalamnya. Jamur ini sebaiknya tidak kamu konsumsi. Namun, jamur ini dapat juga menjadi bahan penyedap makanan ataupun obat herbal.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/agaricus-bernardii-salty-mushroom-yang-tudungnya-bersisik/feed/ 0
Devil’s Tooth, Jamur Indikator Hutan yang Kaya Spesies https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/#respond Tue, 09 Jul 2024 06:00:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=44215 Hydnellum peckii terkenal sebagai jamur Devil’s Tooth, Bleeding Tooth, Strawberries and Cream, atau Bile Tooth. Jamur yang tidak dapat dikonsumsi ini berasal dari family Bankeraceae. Selain itu, jamur ini juga […]]]>

Hydnellum peckii terkenal sebagai jamur Devil’s Tooth, Bleeding Tooth, Strawberries and Cream, atau Bile Tooth. Jamur yang tidak dapat dikonsumsi ini berasal dari family Bankeraceae. Selain itu, jamur ini juga berkerabat dengan jamur Boletopsis perplexa, Hydnellum scrobiculatum, Phellodon melaleucus, Sarcodon scabrosus, dan lainnya.

Nama spesies Peckii digunakan untuk menghormati ahli mikologi Amerika yang telah mendeskripsikan hampir 3000 spesies jamur di Amerika Utara, Charles Horton Peck (1833-1917).

BACA JUGA: Amanita Phalloides Alias Death Cap, Jamur Beracun yang Mematikan

Di samping itu, jamur ini juga memiliki beberapa nama ilmiha sinonim, yakni Calodon diabolus (Banker) Snell, Calodon peckii (Banker) Snell & E.A.Dick, Hydnum diabolus (Banker) Sacc. & Trotter, Hydnum peckii (Banker) Sacc. & Trotter, Hydnellum diabolus Banker. Jamur ini pertamakali terdeskripsikan pada tahun 1912 dengan nama Hydnellum peckii oleh ahli mikologi Amerika, Howard James Banker.

Permukaan Devil’s Tooth Mengeluarkan Cairan Lengket Berwarna Merah

Tudung jamur ini berukuran 3 hingga 8 cm ketika mengembang dengan sempurna dan tingginya sekitar 3-10 cm. Berbentuk bulat atau lonjong dengan permukaan yang bergelombang. Awalnya berwarna putih atau merah muda pucat, kemudian seiring bertambahnya usia berubah menjadi kecokelatan dan akan menghitam sebelum membusuk.

Ketika masih muda, jamur ini terlihat mengeluarkan tetesan cairan berwarna merah yang lengket. Selain itu, saat muda, permukaan jamur ini tertutupi rambut-rambut lembut yang memberikan tekstur seperti beludru. Namun, rambut lembut ini akan rontok saat dewasa.

BACA JUGA: Jamur Shitake, Fungi Pohon Shii yang Berguna sebagai Obat

Terdapat duri-duri berukuran panjang 1-5 mm di permukaan bawah tudungnya. Duri tersebut berwarna merah muda dan berubah menjadi kuning saat spora matang. Bagian batangnya berbentuk silinder, namun terkadang meruncing ke arah pangkal. Sporanya berukuran 5-5,5 x 4-4,5µm dengan cetakan spora berwarna cokelat kusam.

Taksonomi Devil's Tooth. Foto: Greeners

Taksonomi Devil’s Tooth. Foto: Greeners

Indikator Hutan yang Kaya Spesies

Jamur ini biasanya tumbuh di hutan pegunungan di wilayah Amerika Utara, Eropa, Iran, hingga Korea Selatan. H. peckii bersimbiosis dengan pohon-pohon konifer yang menjadi substrat tumbuhnya. American Association For The Advancement of Science melansir bahwa keberadaan jamur ini di hutan menjadi indikasi hutan tersebut memiliki spesies yang kaya. Biasanya, jamur ini tumbuh di akhir musim panas dan musim gugur.

Menjadi Pewarna Alami

H. peckii tidak beracun, tetapi bertekstur keras dan terasa pahit sehingga tidak bisa kamu makan. Meskipun begitu, jamur ini dapat kamu manfaatkan sebagai pewarna alami yang mengeluarkan warna krem. Selain itu, ekstrak jamur ini mengandung atromentin untuk anti-koagulan mencegah pembekuan darah dan bersifat anti-bakteri.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/devils-tooth-jamur-indikator-hutan-yang-kaya-spesies/feed/ 0
Mengenal Calvatia booniana, Jamur Raksasa yang Dapat Dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/#respond Mon, 04 Mar 2024 07:07:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43220 Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur […]]]>

Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur yang dapat dimakan ini dinamai oleh seorang ahli mikologi Alexander Smith. Penamaan jamur ini ia tujukan untuk menghormati William Judson Boone, presiden pertama College of Idaho.

Urbanmushrooms melansir bahwa jamur ini dapat dimasak. Caranya, potong-potong tipis dan campur dengan telur kocok, atau tumis dengan minyak zaitun atau mentega.

BACA JUGA: Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan

Calvatia pachyderma kerap kali disalahartikan sebagai C. booniana. Sebetulnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok, yaitu bagian peridium C. pachyderma keras, gundul, tebal, serta terdapat retakan besar pada apikal gasterocarpnya.

Berbentuk seperti Gumpalan Besar yang Simetris

Tubuh buahnya berukuran cukup besar, yakni 10-25 cm dengan lebar 20-50 cm. Bentuknya bulat gepeng hingga seperti bantal atau gumpalan besar yang simetris. Awalnya, jamur ini berwarna keputihan, kemudian seiring waktu berubah menjadi putih keabu-abuan hingga cokelat keabu-abuan.

Permukaan tudung umumnya botak dan kering, permukaan jamur ini terpecah dan menunjukkan bagian dalamnya yang berwarna putih. Daging jamur yang berwarna putih tersebut akan berubah menjadi kuning kehijauan hingga akhirnya berubah menjadi debu spora berwarna cokelat zaitun.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Sporanya berukuran 3-5 µm, berbentuk bulat atau subglobose, bertekstur halus, dan terkadang memiliki tangkai pendek berukuran 1 µm. Selain itu, jamur raksasa ini memiliki pori-pori yang sangat banyak dan berukuran sangat kecil.

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Jamur Calvatia booniana Muncul pada Pertengahan Musim Dingin

Calvatia booniana tumbuh soliter, berkelompok, atau tersebar di padang rumput dekat pantai, daerah pegunungan, tepi jalan, semak belukar, hingga dekat aliran sungai. Jamur ini dapat kita jumpai pada pertengahan musim dingin hingga musim semi.

Umumnya, jamur ini terdistribusi di seluruh pegunungan bagian barat, tapi lebih banyak di Pegunungan Rocky, Amerika Utara. Selain itu, jamur ini juga bisa kita temukan di Colorado, Idaho, New Mexico, Oregon, Utah, Eropa, hingga Asia.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/feed/ 0
Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/#respond Tue, 20 Feb 2024 03:00:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43078 Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae. Ahli mikologi Prancis […]]]>

Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae.

Ahli mikologi Prancis bernama Jean Baptiste Francois P.B pertama kali mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1789 dengan nama Boletus biennis. Kemudian, di tahun 1944, ahli mikologi Jerman-Amerika Rolf Singer mempublikasikan nama ilmiah terbaru, yaitu Abortiporus biennis.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

The MushroomExpert melansir bahwa terdapat 55 nama ilmiah sinonim bagi spesies ini. Beberapa di antaranya seperti Sistotrema bienne (Bull.) Pers, Boletus biennis Bull, Polyporus biennis (Bull.) Fr., Daedalea biennis (Bull.) Fr., Hydnum bienne (Bull.) Lam. & DC., dan lainnya.

Nama genus Abortiporus berasal dari bahasa latin Abortus-yang berati perkembangan yang terhenti, dan -porus berarti pori-pori. Sementara, nama spesies biennis berarti dua tahunan. Genus ini hanya terdiri dari tiga spesies.

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Terdapat Berbagai Bentuk yang Berbeda

Blushing Rosette memiliki berbagai bentuk berbeda yang dapat kita temui. Jamur ini dapat berbentuk seperti polipori yang teratur dengan tudung berwarna cokelat, serta berbentuk seperti bunga mawar yang sangat menarik. Bahkan, dapat juga berbentuk tak beraturan, berupa gumpalan-gumpalan yang saling menyatu atau setengah lingkaran.

Jamur ini berukuran lebar sekitar 10 cm hingga 15 cm dengan ketebalan 1 cm. Warnanya merah muda pucat hingga cokelat kemerahan, terkadang dilengkapi dengan bintik-bintik samar. Permukaannya tertutupi pori-pori berbentuk buff tersebar 1 hingga 3 pori per mm. Pori-pori tersebut mengeluarkan cairan berwarna kemerahan dan memar cokelat kemerahan apabila disentuh.

BACA JUGA: Tricholomopsis rutilans, Jamur Cantik yang Terasa Pahit

Spora jamur ini berbentuk elipsodial lebar hingga bulat telur, berdinding tipis, bertekstur halus, berukuran 4,5-6,5 x 4-5µm dengan warna cetakan spora kuning krem.

Abortiporus biennis Muncul di Atas Kayu yang Sudah Mati

Jamur ini kerap muncul di rumput atau di atas bagian akar pohon yang sudah mati. Terkadang juga tumbuh di sekitar tunggul pohon. Jamur busuk kayu ini dapat kita temukan di seluruh Inggris dan Irlandia hingga daratan Eropa dan Amerika Utara.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/feed/ 0
Jamur Goblet, Bersifat Saprobik dan Berbatang Sangat Keras https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/#respond Tue, 26 Sep 2023 06:28:06 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=41746 Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis) merupakan anggota keluarga Pseudoclitocybaceae yang dapat dimakan. Naturalis Prancis Jean Baptiste F. P. B. mendeskripsikan jamur itu secara ilmiah pada 1792 dengan nama Agaricus cyathiformis. Kemudian, […]]]>

Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis) merupakan anggota keluarga Pseudoclitocybaceae yang dapat dimakan. Naturalis Prancis Jean Baptiste F. P. B. mendeskripsikan jamur itu secara ilmiah pada 1792 dengan nama Agaricus cyathiformis. Kemudian, di tahun 1956, taksonomi jamur ini berpindah ke dalam genus Pseudoclitocybe oleh ahli mikologi Jerman Rolf Singer, menjadi Pseudoclitocybe cyathiformis.

Nama ilmiah sinonim dari jamur ini ada banyak sekali. Di antaranya Agaricus cyathiformis, Agaricus tardus, Omphalia tarda, Clitocybe cyathiformis, Clitocybe cyathiformis var. cinerascens, Cantharellula cyathiformis, dan Omphalia cyathiformis.

Berwarna Abu-Abu Gelap

Jamur goblet memiliki tudung berwarna abu-abu gelap kecokelatan, berbentuk seperti corong, dengan diameter antara 4 dan 8 cm. Permukaanya halus dengan bagian tepi yang lurik dan menggulung. Sementara, bagian lamellanya berbentuk adnate atau sedikit menurun dan bercabang. Awalnya, lamella ini terlihat berwarna putih, kemudian berubah menjadi krem abu-abu ketika tubuh buahnya matang.

BACA JUGA: Jamur Wood blewit, Dapat Dikonsumsi dan Jadi Pewarna Alami

Batang jamur goblet tertutupi lurik berserat cokelat yang halus dan memanjang, serta tidak memiliki cincin batang. Bagian sporanya berbentuk ellipsoidal, bertekstur halus, ukurannya 8,5-10 x 5-6,5µm, dengan cetakan spora berwarna putih krem hingga abu-abu pucat.

Taksonomi Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis). Foto: Greeners

Taksonomi Jamur goblet (Pseudoclitocybe cyathiformis). Foto: Greeners

Terkadang Muncul di Awal Musim Semi

Jamur ini bersifat saprobik yang tumbuh di atas tanah atau pada tunggul pohon yang sudah membusuk di hutan campuran. Kemunculannya saat bulan September hingga Desember, terkadang muncul juga di awal musim semi. Dapat kita temukan di sebagian besar daratan eropa seperti Inggris dan Irlandia, sebagian besar Asia, dan beberapa bagian Amerika Utara.

BACA JUGA: Rooting Bolete, Jamur Boletaceae yang Pahit dan Berbau Busuk

Jamur Goblet Dapat Dikonsumsi

Meskipun tidak semua pihak berwenang mencantumkan jamur ini sebagai yang dapat dimakan, sebetulnya jamur ini sudah dikenal secara luas cukup enak.  Namun, perhatikan pula bahwa memasak jamur ini harus dengan cara yang benar. Jangan lupa juga untuk membuang batangnya yang sangat keras itu.

Ada beberapa laporan terjadinya reaksi negatif pada sebagian orang ketika mengonsumsi jamur ini. Oleh karena itu, bagi yang mencoba jamur ini untuk pertama kali, sebaiknya hanya konsumsi dalam porsi yang sangat kecil saja.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-goblet-bersifat-saprobik-dan-berbatang-sangat-keras/feed/ 0
Jamur Morel Kuning, Bergizi Tinggi dan Tingkatkan Imun https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-morel-kuning-bergizi-tinggi-dan-tingkatkan-imun/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-morel-kuning-bergizi-tinggi-dan-tingkatkan-imun https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-morel-kuning-bergizi-tinggi-dan-tingkatkan-imun/#respond Sun, 05 Mar 2023 03:00:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39193 Jamur morel kuning (Morchella esculenta) merupakan salah satu spesies jamur yang dapat dikonsumsi dari filum Ascomycota. Jamur ini memiliki nilai gizi yang baik dan bernilai jual yang tinggi. Mengandung lemak […]]]>

Jamur morel kuning (Morchella esculenta) merupakan salah satu spesies jamur yang dapat dikonsumsi dari filum Ascomycota. Jamur ini memiliki nilai gizi yang baik dan bernilai jual yang tinggi.

Mengandung lemak tak jenuh (mono dan poli), protein, vitamin D, kalsium, zat besi, dan kalium. Selain itu, jamur morel juga memiliki kemampuan mengikat radikal bebas (antioksidan), antimikrobia, antiperadangan, antitumor, dan pemicu sistem imun manusia.

Meski jamur ini bisa dimakan tapi jamur ini harus dimasak hingga matang. Jika tidak, dapat menyebabkan sakit perut.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum Jamur Morel Kuning

Jamur ini berukuran 6,5 hingga 18 sentimeter, sedangkan sporanya memiliki ukuran 20-26 x 12-16 µm.

Tudung

Bagian ini memiliki lebar 3 hingga 8 sentimeter dengan tinggi 5 hingga 12 sentimeter dan terkadang berbentuk kerucut. Teksturnya seperti lilin. Bagian ini memiliki warna yang bervariasi seperti krem pucat, cokelat kekuningan hingga cokelat pertengahan. Seiring pertambahan usia, bagian ini berubah menjadi lebih gelap.

Tangkai

Bagian ini berwarna krim putih dan terkadang ditandai dengan bercak cokelat di bagian pangkal. Dagingnya keras dan mulus. Tingginya 3 hingga 12 sentimeter dengan diameter pangkal 1,5 hingga 6 sentimeter dan meruncing ke arah puncak.

Asci

Biasanya berukuran 260 x 20 µm, berbentuk silinder.

Cetak Spora

Berwarna putih krem atau pucat.

Habitat dan Distribusi Penyebaran 

Habitat jamur ini yaitu ada di tanah berkapur di bawah pohon gugur. Kadang-kadang juga di sekitaran willow kerdil di bukit pasir berkapur.

Mereka jarang ditemukan di Inggris dan Irlandia. Namun, jamur ini banyak tumbuh di negara Asia dan sebagian besar Amerika Utara. Meski beberapa anggota lain dari genus Morchella ada di Australia, tapi spesies ini langka di wilayah ini.

Kandungan dan Manfaat Jamur Morel Kuning

Meski jamur ini bisa dimakan tapi harus kita masak hingga matang. Jika tidak maka dapat menyebabkan sakit perut.

Berbeda dengan jamur lain, seperti jamur tiram, jamur kancing, dan shitake hingga enoki, kadar kalori jamur ini tergolong rendah. Jamur ini bisa tumbuh terpisah sebagai jamur saprofit maupun sebagai ektomikoriza.

Sebelum kita sajikan dengan mentega dan roti bakar, jamur ini harus dalam keadaan kering. Kita juga bisa memanfaatkannya sebagai bahan sup jamur.

Taksonomi Jamur Morel Kuning (Morchella esculenta)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-morel-kuning-bergizi-tinggi-dan-tingkatkan-imun/feed/ 0
Jamur White Coral, Serupa Karang Putih yang Bisa Dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/#respond Tue, 14 Feb 2023 03:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38978 Jamur white coral (Ramariopsis kunzei) merupakan spesies jamur karang dari famili Clavariaceae dan genus Ramariopsis. Seperti halnya namanya, bentuknya menyerupai karang putih di laut. Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai […]]]>

Jamur white coral (Ramariopsis kunzei) merupakan spesies jamur karang dari famili Clavariaceae dan genus Ramariopsis. Seperti halnya namanya, bentuknya menyerupai karang putih di laut.

Spesies ini pertama kali dideskripsikan sebagai Clavaria kunzei oleh ahli mikologi perintis Elias Magnus Fries pada tahun 1821. Lalu, EJH Corner memindahkan spesies tersebut ke Ramariopsis pada tahun 1950. Meski bernama white coral, jamur ini bisa kita makan tanpa rasa dan bau yang khas.

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum 

Badan buahnya biasanya mencapai 8 sentimeter dan lebar 6 sentimeter dengan banyak cabang yang berasal dari batang pendek yang belum sempurna. Spesimen yang lebih tua memiliki semburat berwarna merah muda.

Menariknya, bagian cabang-cabangnya bertekstur halus, berwarna putih, dan biasanya ujungnya berwarna kekuningan. Tak seperti spesies jamur karang lain seperti Clavulina cristata, ujung jamur ini tumpul tak berjambul. Tebal cabangnya yakni 1 hingga 5 milimeter.

Saat terkena benturan, jamur ini tidak mengalami perubahan warna sedikitpun. Namun, larutan 10 % FeSO4 yang dioleskan ke daging akan mengubahnya menjadi hijau.

Sementara sporanya berwarna putih. Namun, saat kita lihat dengan mikroskop cahaya, sporanya tembus cahaya dan memiliki bentuk ellipsoid hingga bulat dengan duri di permukaannya. Spora bersifat non-amiloid, artinya tidak menyerap yodium saat diwarnai dengan reagen Melzer.

Habitat dan Distribusi Penyebaran Jamur White Coral

Spesies ini dianggap saprobik dan tumbuh di tanah, atau jarang di kayu yang lapuk. Mereka biasa tumbuh sendiri atau berkelompok.

Di Eropa, R. kunzei terkumpul di Skotlandia (khususnya, di Pulau Arran, Gigha dan Semenanjung Kintyre), Belanda, Norwegia, bekas Cekoslowakia, Jerman, Polandia, dan Rusia (Pegunungan Zhiguli).

Mereka juga ada di China, India, Iran, Kepulauan Solomon, dan Australia. Di Amerika Utara, distribusi meluas ke utara ke Kanada, dan termasuk Amerika Serikat (termasuk Hawaii dan Puerto Rico).

Spesies Mirip dengan Jamur White Coral

Meski bernama jamur karang, tapi daging jamur ini dapat kita makan, tapi tanpa rasa. Konon, bau dan rasanya memang tidak khas. Spesies lain yang mirip dengan jamur ini yakni Clavulina cristata, sama-sama bisa kita makan. Lalu ada spesies Tremellodendron pallidum yang juga dapat kita makan, memiliki cabang berwarna keputihan, keras, bertulang rawan dengan ujung tumpul.

Morfologi R. kunzei mirip dengan Ramariopsis lentofragilis tapi Ramariopsis lentofragilis beracun. Bahkan, menyebabkan sakit perut yang parah, kelemahan umum, dan nyeri di bawah tulang dada.

Taksonomi Jamur White Coral (Ramariopsis kunzei)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-white-coral-serupa-karang-putih-yang-bisa-dimakan/feed/ 0
Jamur Massee, Jamur Berukuran Kecil Tumbuh di Rerumputan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-massee-jamur-berukuran-kecil-tumbuh-di-rerumputan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-massee-jamur-berukuran-kecil-tumbuh-di-rerumputan https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-massee-jamur-berukuran-kecil-tumbuh-di-rerumputan/#respond Sun, 05 Feb 2023 03:00:22 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38861 Kerap tumbuh di antara rerumputan dan padang lumut, jamur massee (Mycena olivaceomarginata) merupakan famili Mycenaceae. Di Eropa dan Amerika Utara, miselium jamur ini terlihat bercahaya. Awalnya ahli mikologi Inggris George […]]]>

Kerap tumbuh di antara rerumputan dan padang lumut, jamur massee (Mycena olivaceomarginata) merupakan famili Mycenaceae. Di Eropa dan Amerika Utara, miselium jamur ini terlihat bercahaya.

Awalnya ahli mikologi Inggris George Edward Massee tahun 1890 menamakannya sebagai Agaricus olivaceomarginata. Namun, pada tahun 1893 ia pindah ke Mycena.

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum 

Tudung

Spesies ini memiliki tudung tembus-lurik, berukuran 5 – 20 milimeter melintang dan berbentuk kerucut atau parabola. Bagian ini agak berminyak, berwarna keabu-abuan cokelat atau cokelat tua dengan rona merah muda di bagian pusat.

Lamellae

Berwarna keputih-putihan hingga abu-abu zaitun dengan tepi cokelat kekuningan. Kadang juga berwarna merah muda keunguan atau cokelat kemerahan.

Batang

Berongga, lurus, pruinose di puncak, berwarna keputih-putihan, abu-abu pucat hingga kuning zaitun. Namun pada bagian bawah lebih gelap berwarna abu-abu cokelat.

Habitat dan Distribusi Jamur Massee

Spesies ini banyak tumbuh di rerumputan, padang lumut area terbuka. Sementara distribusinya ada di Eropa Tengah dan utara. Selain itu juga ada di Amerika Utara Asia dan Selandia Baru. 

Manfaat Jamur Massee

Mycenas sulit untuk diidentifikasi dan hanya bisa kita bedakan melalui fitur mikroskopis seperti bentuk cystidia tersebut. Beberapa spesies bisa untuk makanan. Sedangkan yang lain mengandung racun. Tapi ada juga yang tak diketahui apakah bisa manusia konsumsi.

Terlepas dari itu, bentuk jamur Massee yang sangat kecil tak memungkinkan untuk kita masak. Beberapa spesies seperti Mycena pura bisa untuk fungisida karena mengandung asam puraquinonic, seskuiterpen yang mirip dengan sel makrofag.  Spesies ini juga mengandung mycotoxin muscarine yang dapat membunuh hama, dan strobilurin yang merupakan metabolit antifungal.

Taksonomi Jamur Massee (Mycena olivaceomarginata)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-massee-jamur-berukuran-kecil-tumbuh-di-rerumputan/feed/ 0
Jamur Semut Zombie ‘The Last of Us’, Bermanfaat di Dunia Medis https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-semut-zombie-the-last-of-us-bermanfaat-di-dunia-medis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jamur-semut-zombie-the-last-of-us-bermanfaat-di-dunia-medis https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-semut-zombie-the-last-of-us-bermanfaat-di-dunia-medis/#respond Mon, 30 Jan 2023 03:29:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38803 Jamur Ophiocordyceps unilateralis dalam serial ‘The Last of Us’ merupakan parasit khusus yang menginfeksi, memanipulasi hingga pembunuh semut formicine. Dikenal sebagai jamur semut zombie, kali pertama berdasarkan penemuan  naturalis Inggris […]]]>

Jamur Ophiocordyceps unilateralis dalam serial ‘The Last of Us’ merupakan parasit khusus yang menginfeksi, memanipulasi hingga pembunuh semut formicine. Dikenal sebagai jamur semut zombie, kali pertama berdasarkan penemuan  naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada 1859. Namun, spesies ini bermanfaat dalam dunia medis dan berpotensi sebagai imunomodulator, antitumor, hipoglikemik, dan hipokolesterolemia.

Melansir Phys, jamur ini tak hanya menginspirasi ‘The Last of Us’, tapi juga episode The X files hingga karakter Pokemon. Popularitas Ophiocordyceps unilateralis seolah menjadikan mimpi buruk serangga. Padahal, ada banyak spesies dari genus Ophiocordyceps.

Para ilmuwan Jepang yang mempelajari jamur ini melihat bahwa beberapa semut zombifikasi menderita dua bentuk jamur cordyceps yang berbeda. Mulai dari kumbang, ulat bulu, jangkrik, hingga capung. Bahkan ada bukti fosil yang menunjukkan bahwa ini telah berlangsung selama lebih dari 40 juta tahun.

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum 

Jamur semut zombie mudah teridentifikasi saat struktur reproduksinya terlihat jelas pada inangnya yang mati. Pada akhir siklus hidupnya, Ophiocordyceps unilateralis biasanya menghasilkan stroma tunggal, kurus namun lentur, berpigmen gelap yang muncul dari daerah pronotum dorsal semut setelah mati.

Clade inti Ophiocordyceps unilateralis memiliki karakteristik morfologi yang berbeda. Ini menunjukkan stroma tunggal dengan morf seksual Hirsutella yang muncul dari daerah leher punggung semut mati dan menghasilkan perithecia cokelat tua yang melekat pada tangkainya.

Spesies ini juga dapat dikenali melalui spesies inang yang mereka infeksi, yang hanya merupakan spesies Camponotini. Setelah inang dibunuh oleh jamur, biasanya terdapat terfiksasi melalui mandibula ke permukaan daun.

Sebagian besar spesies dalam kompleks spesies Ophiocordyceps unilateralis sl memiliki morf seksual (teleomorf) dan morf aseksual (anamorf).

Habitat dan Persebaran 

Banyak penelitian menggambarkan distribusi Ophiocordyceps unilateralis sebagai pantropis karena terjadi terutama di ekosistem hutan tropis . Namun, ada beberapa laporan tentang jamur zombie-semut di ekosistem beriklim hangat.

Penyebarannya meliputi hutan hujan tropis yang terletak di Brasil, Australia, dan Thailand, serta hutan beriklim sedang yang ditemukan di Carolina Selatan, Florida, dan Jepang.

Perilaku dan Kebiasaan Jamur Semut Zombie

Jamur semut zombie juga menghadapi ancaman dari jenis jamur hiperparasit lainnya. Setelah cordyceps memindahkan semut zombifikasi ke posisi ideal, tubuh buah penghasil spora menembus cangkang eksoskeletal inang dan membutuhkan waktu setidaknya dua minggu untuk mencapai kematangan.

Selama waktu itu, ia rentan terhadap spora jenis jamur lain yang berspesialisasi dalam mengambil cordyceps, menutupinya dengan cetakan putih pekat dan menjadikannya steril.

Biasanya musuh dari musuh adalah teman, tapi itu bukan konsekuensi bagi semut zombie. Bagi jamur-jamur ini, semut hanyalah tahap dimana mereka memainkan kehidupan dan konflik mereka, seperti yang telah mereka lakukan selama jutaan tahun.

Kegunaan Jamur Semut Zombie

Dalam dunia farmasi, Ophiocordyceps terkenal sebagai kelompok penting secara medis. Ophiocordyceps unilateralis menghasilkan berbagai metabolit sekunder dan beberapa zat yang tak terkarakterisasi secara struktural.

Melalui penelitian lebih lanjut, produk alami ini potensial dalam upaya penemuan menuju target imunomodulator, antitumor, hipoglikemik, dan hipokolesterolemia.

Dalam spesies Ophiocordyceps dalam jangkrik Jepang, spesies ini menggantikan bakteri simbiosis dalam jangkrik untuk membantu inang memproses getah sebagai nutrisi. Ini jelas berbeda dengan potensi spesies lain seperti Ophiocordyceps sinensis, penguat kekebalan tubuh tradisional dan pengobatan kanker di Tibet dan budaya China.

Taksonomi Jamur Ophiocordyceps (Ophiocordyceps unilateralis)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/jamur-semut-zombie-the-last-of-us-bermanfaat-di-dunia-medis/feed/ 0
Star Fibrecap, Jamur Beracun yang Bisa Berakibat Fatal  https://www.greeners.co/flora-fauna/star-fibrecap-jamur-beracun-yang-bisa-berakibat-fatal/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=star-fibrecap-jamur-beracun-yang-bisa-berakibat-fatal https://www.greeners.co/flora-fauna/star-fibrecap-jamur-beracun-yang-bisa-berakibat-fatal/#respond Fri, 27 Jan 2023 03:04:28 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38768 Jamur bisa jadi berguna untuk bahan pangan. Namun, bisa juga beracun hingga menyebabkan kematian. Seperti halnya Star Fibrecap atau Inocybe asterospora.  Nama binomial Inocybe asterospora berasal dari ahli mikologi Prancis, […]]]>

Jamur bisa jadi berguna untuk bahan pangan. Namun, bisa juga beracun hingga menyebabkan kematian. Seperti halnya Star Fibrecap atau Inocybe asterospora

Nama binomial Inocybe asterospora berasal dari ahli mikologi Prancis, Lucien Quelet dalam Volume 26 Jurnal Bulletin de la Société mycologique de France pada tahun 1879. 

Julukan khusus yakni Star Fibrecap berasal dari kata Latin, astrum berarti bintang, konstelasi, bintang dan kata Yunani Kuno σπόρος berarti biji, biji-bijian. Ini karena penampakan luar spora jamur. 

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum 

Tudung

Jamur ini memiliki tudung yang kuat dan berserat berdiameter 3 hingga 6 sentimeter. Bentuknya kerucut dengan lonceng yang menonjol dan secara bertahap menjadi rata seiring usianya. 

Pada bagian ini berwarna cokelat muda. Sedangkan pada bagian tengah lebih gelap dan semakin terang pada bagian tepi. Namun, sering kali juga muncul dua warna, karena daging tudungnya yang tembus pandang.

Lamellae

Agak tipis dan padat, serta bulat lemah. Warna awalnya abu-abu pucat hingga zaitun muda. Pada usia tua warnanya berubah menjadi abu-abu kecokelatan dengan tepi keputihan. Ia juga akan berubah menjadi cokelat kemerahan setelah ditekan.

Tangkai

Berserat dengan tinggi mencapai 5 hingga 8 sentimeter dan tebal 0,5-0,8 sentimeter. Berbentuk silinder, penuh, tanpa cincin. 

Warnanya cokelat pucat atau cokelat kemerahan. Lebih gelap ke arah pangkal, dan semakin merah muda pada bagian ujung. Kadang-kadang bahkan cokelat kemerahan seluruhnya.

Habitat dan Distribusi Persebaran

Keluarga Inocybaceae ini merupakan spesies jamur payung beracun dan tersebar luas di dunia. Di Rumania, Bessarabia dan Bucovina Utara, mereka tumbuh berkelompok di tanah berkapur di hutan gugur.

Biasanya mereka tumbuh di dataran hingga pegunungan pada bulan Juli hingga November. 

Kandungan Star Fibrecap 

Spesies ini tinggi akan muscarine. Jamur ini bukan sebagai bahan makanan karena bisa berakibat fatal. Namun, bau dan rasanya yang tak sedap mampu mengurungkan niat kita untuk memakannya. 

Di Taiwan sempat ada tiga kasus keracunan jamur ini dan berakibat fatal. Karena sifatnya yang sangat beracun maka sangat tidak disarankan untuk memetik, mencicipi atau memakan jamur ini.

Taksonomi Star Fibrecap (Inocybe asterospora)

Penulis: Ramadani Wahyu 

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/star-fibrecap-jamur-beracun-yang-bisa-berakibat-fatal/feed/ 0