Tricholomopsis rutilans, Jamur Cantik yang Terasa Pahit

Reading time: 2 menit
Jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Inaturalist
Jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Inaturalist

Jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans) merupakan salah satu jamur cantik dari famili Tricholomataceae. Pada tahun 1770, Jacob Christian Schaeffer mendeskripsikan jamur ini dengan nama Agaricus rutilans.

Pada tahun 1871, Paul Kummer memperbaharui taksonomi jamur ini dengan memasukkannya ke dalam genus Tricholoma. Akhirnya, di tahun 1939, ahli mikologi Jerman Rolf Singer memasukkan jamur ini ke dalam genus Tricholomopsis, menjadi nama yang kita kenal hingga kini.

BACA JUGA: Clitocella popinalis, Jamur Langka yang Tak Dikonsumsi

Jamur ini memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Agaricus rutilans, Agaricus xerampelinus, Gymnopus rutilans, Tricholoma rutilans, dan Tricholoma variegatum.

Penamaan genus Tricholomopsis berarti mirip dengan Tricholoma. Sementara, nama spesies rutilans memiliki arti menjadi merah, seperti yang terjadi pada buah plum, mengacu pada warna jamur ini. Meskipun memiliki penampilan yang cantik dan sangat menarik, ternyata jamur ini memiliki rasa yang sangat pahit hingga tak bisa dikonsumsi. Selain itu, pada beberapa orang setelah mengonsumsi jamur ini merasakan beberapa reaksi yang negatif.

Taksonomi jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Greeners

Taksonomi jamur plums and custard (Tricholomopsis rutilans). Foto: Greeners

Warna Tricholomopsis rutilans seperti Buah Plum

Jamur ini memiliki tudung berdiameter 4 hingga 12 cm dengan permukaannya berwarna seperti kuning telur yang cerah. Selain itu, terdapat garis-garis radial yang terdiri dari sisik ungu pada permukaan tudungnya. Di dalamnya terdapat daging jamur yang berwarna kuning pucat.

Sementara, bagian lamellanya juga berwarna kuning telur, berukuran cukup lebar, dan tersusun padat. Meskipun lamellanya berwarna cerah, jamur ini memiliki spora yang berwarna putih.

BACA JUGA: Parrot Waxcap, Jamur Cantik yang Berlendir

Bagian batangnya berdiameter 1-2 cm dan tumbuh tinggi sekitar 4-10 cm. Kerap kali terlihat melengkung menjauh dari tunggulnya. Batang ini berwarna pucat di dekat puncaknya, sedangkan di bagian lain berwarna ungu kemerahan.

Ketika dipotong, daging batangnya terlihat berwarna kuning pucat. Di samping itu, spora jamur ini berbentuk ellipsodial hingga subglobose, bertekstur halus, dengan ukuran 5-7 x 3,5-5,5µm.

Saprobik pada Pohon Cemara dan Pohon Pinus

Jamur ini bersifat saprobik pada tunggul pohon cemara dan pohon pinus. Umumnya muncul dari bulan Juli hingga bulan Oktober dalam kelompok besar. Selain itu, jamur ini juga tumbuh pada kayu yang sudah membusuk ataupun pohon yang meranggas. Sementara itu, distribusinya meliputi negara-negara Eropa, Amerika Utara, hingga Australia (introduksi).

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top