Jamur Landak, Sporanya Tersimpan dalam Duri-Duri di Tudung

Reading time: 2 menit
Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Freepik
Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Freepik

Hydnum repandum memiliki nama lain sebagai jamur landak, Wood Urchin, atau Wood Hedgehog. Jamur ini berasal dari famili Hydnaceae dan termasuk jamur yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu, jamur ini juga memiliki nama ilmiah sinonim Dentinum repandum (L.) Gray.

Carl Linnaeus mendeskripsikan jamur ini di tahun 1753 dengan nama ilmiah Hydnum repandum. Penamaan tersebut disetujui oleh Elias Magnus Fries, ahli mikologi Swedia, tetap dengan nama yang kita gunakan hingga kini.

Nama genus Hydnum berasal dari kata benda dalam bahasa Yunani yang berarti truffle. Sedangkan nama spesies repandum dalam bahsa Latin berarti membungkuk ke belakang atau terbalik. Hal ini mengacu pada bagian tepi jamur yang terbalik.

Memiliki Duri Kecil seperti Stalaktit di Tudungnya

Jamur landak memiliki tudung berwarna putih krem dengan lubang yang tidak beraturan di permukaanya. Ketika disentuh, tudungnya terasa lembut seperti kain beludru dan sedikit memberi warna merah.

Daging jamur di tudung sedikit keras dan terasa agak pedas, seperti jamur Cantharellus cibarius. Tudungnya berbentuk tak beraturan dengan ukuran sekitar 4 hingga 15 cm.

Pada permukaan bawah tudung terdapat bagian seperti duri-duri yang menggantung layaknya stalaktit. Duri-duri tersebut berukuran panjang 2 hingga 6 mm, melintang ke batang, dan sebagai tempat menyimpan spora. Sementara, batang jamur ini berwarna putih, silinder, dan tingginya berkisar 5 hingga 10 cm.

Daging batangnya berwarna putih, padat, dan berdiameter 1,5 hingga 3 cm. Bagian sporanya berbentuk Ellipsoidal, bertekstur halus, berukuran 6,5-9 x 5,5-7μm, dengan cetakan spora berwarna putih.

Taksonomi Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Greeners

Taksonomi Hydnum repandum (jamur landak). Foto: Greeners

Bersimbiosis dengan Akar Pohon

Jamur yang biasanya muncul saat musim panas ini termasuk jamur mikoriza (bersimbiosis dengan akar pohon). Menariknya, H. repandum dapat berasosiasi dengan akar pohon kayu keras dan tanaman runjung. Kita bisa temukan di seluruh daratan Eropa hingga Amerika Utara di semua hutan yang lembab.

Jamur Landak Merupakan Nutrisi yang Baik Untuk Diet

Jamur yang biasanya tumbuh sendiri atau dalam kelompok kecil ini populer untuk campuran masakan. Namun, petik jamur ini saat masih muda dan pastikan bebas dari cacing ataupun belatung. Jamur landak lezat untuk segala jenis masakan seperti sop, risotto, isian dalam roti bakar, saus, hingga menjadi casserole. Selain itu, jamur ini juga bisa menjadi tumisan dengan mentega atau minyak zaitun dan campuran bawang putih.

Dilansir African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines, jamur landak mengandung 9,16% abu kasar; 27,07% protein kasar; 7,60% selulosa kasar; 3,16% lemak kasar; dan 53,01% karbohidrat. Selain itu, jamur ini juga memiliki aktivitas antioksidan dan merupakan nutrisi yang penting bagi orang yang diet.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top